Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 23 November 2023

HUT Ke 6 Media Cetak dan Online Koran Cirebon Giat Santuni Anak Yatim dan Pengecetan Gratis Mushola

Firda Asih, saat memberikan santunan kepada anak yatim, bersamaan dengan kegatan pembukaan kantor cabang media cetak dan online, Koran Cirebon.


KORAN CIREBON, KC - Bertepatan hari ulang tahun ke 6, media cetak dan online,  Koran Cirebon menggelar kegiatan pengecetakan gratis mushola dan santunan anak yatim. 

Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Kantor Cabang baru di Kawasan Perumahan Pejambon Van Java Kelurahan Pejambon Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Rabu, (23/11/2023).

Pemilik perusahaan media cetak dan online, Koran Cirebon, Asih Mintarsih yang akrab disapa Firda Asih menyatakan, kegiatan pengecetan gratis tembok mushola dan santunan anak yatim ini  menjadi agenda tahunan Koran Cirebon.

"Alhamdulillah bagi Media Online & Cetak Koran Cirebon kegiatan ini menjadi kegiatan rutin, di mana menyalurkan bantua. santunan anak yatim serta pengecetan gratis musholah di wilayah kota dan Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Mengenai kegiatan gratis pengecetan mushola ini, kata Firda Asih, karena pihaknya terpanggil setelah melihat masih banyak musholah yang kurang terawat dan tidak memiliki banyak dana untuk pembangunan. Sehingga pengecetan gratis ini rutin menjadi kegiatan tahunan.

"Selama enam tahun kami telah sukses menggelar berbagai kegiatan bersifat sosial, pelaksanaannya di Kota dan Kabupaten Cirebon," jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Muhadi, Pimpinan Redaksi di dampingi Agus Budiman, Redaktur dan H.Diding, Dewan Redaksi, di usianya yang ke enam tahun, Koran Cirebon Cetak dan Online sudah melaksanakan berbagai Kkgiatan sosial, di antaranya memberikan bantuan pasir dan semen ke mushola di Desa Kedung Jaya Kecamatan Kedawung Kecamatan Kedawung, juga memberikan santunan anak yatim di Yayasan Walyathalthof Alkhoire di Desa Grogol Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Selain itu,  juga berkesempatan menyantuni puluhan anak yatim piatu di Kelurahan Pejambon Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

Di akhir penghujung kegiatan dilanjut denga pembukaan kantor cabang baru Koran Cirebon yang dihadiri langsung Pimpinan Perusahaan dan segenap crew/wartawan, Polsek Sumber, Koramil Sumber, Camat SumberLurah Pejambon RT/RW juga masyarakat. (din)

Share:

Rabu, 22 November 2023

Ir. Sunarini, M.Kom Luncurkan Program Inovatif Bernama “AKU Menyapa”

CIREBON, FC - Ir. Sunarini, M.Kom. Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, meluncurkan program inovatif bernama “AKU Menyapa.” Program ini bertujuan membuka ruang diskusi internal bagi tenaga pendidik dan kependidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Program AKU Menyapa, dilaksanakan secara daring memalui zoom metting dan digawangi oleh unit kepegawaian. Rabu, (22/11/2023).

Ir. Sunarini, pada peluncuran perdana, program “AKU Menyapa”, beliau menuturkan, AKU Menyapa memiliki makna yakni A adalah analis, K adalah kepegawain dan U nya adalah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, karena IAIN sedang bertransformasi menuju UIN. Dan untuk Menyapa, lebih kepada bentuk lain dari kata melayani atau pelayanan unit kepegawaian kepada semua tenaga kerja IAIN Cirebon. ujar Sunarini.

Dra. Yayah Nurhidayah, M.Si Analis Kepegawaian Ahli Muda bertugas sebagai MC pada peluncuran Program Inovatif “AKU Menyapa”, beliau menjelaskan terkait kegiatan Aku Menyapa kali Perdana ini , adalah  membahas secara mendalam regulasi BKN mengenai cuti dan berbagai macam jenis cuti. Dan PST untuk pemrosesan cuti secara online. Dan sesi tanya jawab peserta zoom dengan para narasumber.

Iin Muksin, S.Pd.I, seorang Analis Kepegawaian Ahli Muda, turut menjadi narasumber utama yang menjelaskan tentang aturan terbaru terkait cuti PNS yang dikeluarkan oleh BKN. Peraturan ini tercantum dalam Peraturan BKN No.7 Tahun 2021 yang mengubah Peraturan BKN No. 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil.

Muksin menekankan pentingnya bagi PNS untuk memahami dengan baik aturan cuti sesuai perundang-undangan yang berlaku sebelum mengajukan cuti. Dia memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dasar hukum, jenis-jenis cuti, serta langkah-langkah pengajuannya.

Sementara itu, Alifia Chinka Rizal Muhammad, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama, memberikan sosialisasi mengenai Tata Cara Pemrosesan Cuti secara Online melalui aplikasi PST. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah proses pengajuan cuti bagi para pegawai.

Dan dipenghujung acara program “AKU Menyapa”, Ir. Sunarini, menyampaikan harapannya. Program inovatif AKU Menyapa, tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang regulasi cuti bagi PNS, tetapi juga menjadi wadah penting bagi para pegawai untuk memahami hak dan kewajiban mereka terkait pengajuan cuti.

“Kegiatan program inovatif Aku Menyapa, bisa menjadi kegiatan rutin setiap bulan. Dan ini diharapkan dapat terus memperkaya diskusi internal dan meningkatkan proses administratif guna memberikan manfaat bagi semua pegawai di IAIN Cirebon. tambah Sunarini dan sekaligus menutup acara AKU Menyapa edisi perdana. (din)

Share:

Prof Aan : Kita Semua Berada Di Sini Untuk Mengubah Paradigma

CIREBON, FC - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar Rapat Tinjauan Manajemen, yang rencana akan gelar selama dua hari berturut-turut, dengan tema “TALK LESS and Show the DTA MORE With IT.” Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Rektorat ini, dihadiri oleh para Dosen, dan Kabag Umum dan Layanan Akademik IAIN Cirebon. Selasa, (22/11/ 2023).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H.  Aan Jaelani,M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti esensi dari tema yang diangkat dalam Rapat Tinjauan Manajemen ini. Dengan penuh semangat, Prof Aan  menegaskan bahwa kita semua berada di sini untuk mengubah paradigma. 

"TALK LESS and Show the DATA MORE With IT’ bukanlah sekadar slogan. Ini adalah panggilan untuk tindakan nyata dalam menerapkan teknologi informasi sebagai alat untuk mengoptimalkan manajemen," ungkapnya.

Prof. Aan juga menyatakan bahwa urgensi penggunaan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi proses manajemen. Menurutnya, penerapan teknologi informasi bukan hanya sekadar opsi, tetapi kebutuhan. Data yang kita miliki merupakan aset berharga, dan saatnya kita memanfaatkannya secara maksimal dengan bantuan teknologi yang ada.

Kata Prof. Aan bahwa kita sudah  merencanakan perbaikan infrastruktur khusunya IT dan juga pengembangan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS), sebagai upaya untuk menunjukkan hasil nyata yang bisa dicapai melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Mari buktikan bahwa kita mampu memaksimalkan teknologi untuk meraih hasil yang signifikan, yang tidak hanya akan memberi keuntungan bagi lembaga ini, tetapi juga bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya,” tandasnya dengan keyakinan.

Sementara itu, Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si. Kepala LPM, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menggelar Rapat Tinjauan Manajemen ini dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas dalam pengelolaan informasi serta data dengan penerapan teknologi informasi.

Tema “TALK LESS and Show the DTA MORE With IT” menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan penggunaan teknologi informasi sebagai alat untuk memperkuat proses manajemen di lingkungan kampus. Ini sejalan dengan langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk peningkatan kinerja dan efisiensi.

Menurut Ketua LPM, RTM merupakan pendekatan yang mengintegrasikan tahapan Penetapan Kebijakan, Pelaksanaan, Evaluasi, Penyelesaian, dan Pengembangan (PPEPP), pasca LPM melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di masing-masing unit kerja. 

“Kami melihat AMI sebagai langkah awal dalam proses perbaikan mutu. Siklus RTM ini membawa keberlanjutan dengan melakukan analisis mendalam serta penerapan langkah-langkah yang tepat untuk kemajuan sistem di berbagai unit kerja,” ujar beliau.

Dalam rapat tinjauan kali ini, fokus utama adalah implementasi PPEPP sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi setelah mengevaluasi hasil AMI sebelumnya. Setiap tahapan dalam PPEPP diupayakan untuk dijalankan secara cermat guna menjamin peningkatan mutu yang signifikan.

“Proses ini tidak hanya tentang perbaikan, tetapi juga tentang pengembangan berkelanjutan. Kami menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan langkah-langkah adaptif untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tambahnya.

Rapat Tinjauan Manajemen ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan data di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Diharapkan bahwa implementasi tema ini akan membawa perubahan signifikan dalam mengoptimalkan teknologi informasi sebagai sarana untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kinerja di lembaga ini.

Share:

Selasa, 21 November 2023

Bertemu Para Aparatur di Kecamatan Pabedilan, Imron Tekankan Soal Keterbukaan kepada Masyarakat

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan pembinaan kepada aparatur kecamatan dan desa di Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/11/2023). 

Pembinaan tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan dan penguatan kinerja penyelenggaraan pemerintah berbasis kinerja.

Dalam pembinaan itu, Imron menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon ingin mengetahui kinerja yang dilakukan oleh para aparatur di wilayah Kecamatan Pabedilan.

“Saya ingin tahu permasalahan yang ada di Pabedilan. Nantinya, kami bisa menggulirkan program untuk menangani permasalahan,” kata Imron.

Selain itu, kedatangan Bupati Cirebon ke wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah ini, ingin mengetahui sejumlah potensi yang bisa dikembangkan oleh pemerintah. 

Ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur, salah satunya Kecamatan Pabedilan, merupakan salah satu daerah yang sebagian wilayahnya diperuntukkan untuk kawasan industri.

Menurut Imron, rencana tersebut merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian daerah aktivitas industri.

“Peran aparatur harus terbuka. Kalau terbuka, maka akan berdampak untuk masyarakat. Kami berharap aparatur juga mampu berinovasi," jelas Imron.

"Jadi, nantinya warga di sini tidak akan lagi berpikir untuk bekerja di luar daerah, karena di Pabedilan sendiri sudah tersedia,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten, Dr. H. Hilmi Riva'i, M.Pd menyebutkan, aparatur di Kecamatan Pabedilan harus terus memberikan kemudahan untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Harus bisa mengakomodir keinginan masyarakat, sesuai pesan dari Bupati Cirebon,” kata Hilmi. (Ara)

Share:

Jumat, 17 November 2023

FK3 IAIN Cirebon Bakal Gelar Beragam Kegiatan Pada Gebyar Maulid Nabi Muhammad Se Jabar

 

FOKUS CIREBON, FC- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H dan Milad FK-3 yang Ke-29 Forum Kajian Kitab Kuning (FK-3) IAIN Syekh Nurjati Cirebon bakal menyelenggarakan kegiatan Gebyar Maulid Nabi (GMN) SAW Se-Jawa Barat 1445 H.

Kegiatan dengan tema "Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Sarana Literasi Keagamaan untuk Menyongsong _Era Society_ 5.0" ini akan diramaikan dengan beragam kegiatan dan peserta se Jawa Barat.

"Rangkaian kegiatan GMN tahun ini dilaksanakan mulai Hari Senin sampai Sabtu,  20 November - 25 November 2023. Yukk, Catat Timelinenya," kata Panitia Penyelenggara.

Panitia juga menjelaskan bahwa nantinpada Senin, 20 November 2023O akan dilakuka  Opening Ceremony & Seminar Nasional, yakni di gedung IAIN Cirebon Center (ICC).

Sedangkan pada hari Senin  sampai dengan Jumat, 20 November - 24 November 2023, beragam kegiatan akan digelar, di antaranya Musabaqah Se-Jawa Barat, bertempat di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Selanjutnya, kata Panitia, pada Selasa, 21 November 2023 digelar kegiatan Bahtsul Masail, bertempat di ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan pada Sabtu, 25 November 2023 adalah Pembacaan Maulid Nabi dan Closing Ceremony, tempat kegiatan akan difokuskan di halaman Ma'had Al-Jami'ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Kami mengajak akang teteh semua khususnya warga Jawa Barat untuk berpartisipasi dan meramaikan kegiatan Gebyar Maulid Nabi (GMN) Se-Jawa Barat 1445 H, You Will Get More Benefit There," terangnya.

 Panitia penyelenggara berharap, kegiatan ini bisa dijadikan semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi untuk menciptakan generasi unggul dan Islami. (din)

Share:

Peringati HUT ke-24 DWP, Bupati Imron Ajak untuk Ikut Serta Bangun Kabupaten Cirebon

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon memeriahkan HUT ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan melakukan senam sehat bersama di Alun-alun Pataraksa Sumber, Jum'at (17/11/2023).

Pada peringatan tersebut, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, bersama Wakil Bupati, Hj. Wahyu Tjiptaningsih., SE., M.Si beserta pengurus dan anggota DWP Kabupaten Cirebon ikut dalam senam sehat tersebut.

Bupati Imron mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP). Bahkan, dirinya mengajak semua pengurus DWP untuk ikut serta dalam pembangunan Kabupaten Cirebon.

"Mari bersama-sama untuk ikut membangun Kabupaten Cirebon," katanya.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini juga guna memperkokoh dan memperkuat tali silaturahmi antar pengurus maupun anggota DWP Kabupaten Cirebon.

"Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memicu peran serta anggota DWP dalam mengembangkan dan meningkatkan kapasitas organisasi DWP, sesuai program kegiatan yang ada pada bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya," jelas Imron.

Selain senam sehat, berbagai rangkaian acara turut digelar, diantaranya lomba make-up dan hijab, Workshop Public Speaking, donor darah, bazzar UMKM, lomba Bouquet Snack, bakti sosial dan lainnya. (Ara)

Share:

Kabupaten Cirebon Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina, Bupati Imron: Mari Peduli Sesama

KABUPATEN CIREBON -- Aksi solidaritas Kabupaten Cirebon untuk Palestina dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, dan bertempat di Masjid Agung Sumber, Jum'at (17/11/2023).

Bupati Imron mengatakan, kegiatan aksi solidaritas untuk Palestina ini dimulai sejak pelaksanaan sholat Jum'at di Masjid Agung Sumber, yaitu dibacakan qunut nazilah. Hal tersebut dilakukan, kata Imron, untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palestina.

"Mari, masyarakat Kabupaten Cirebon untuk peduli kepada saudara-saudara kita di Palestina," ajak Imron.

Setelah itu, lanjut Imron, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk Palestina. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina disana. 

"Mari kita bantu saudara-saudara kita di Palestina. Dengan donasi yang kita berikan, semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat disana," tutur Imron.

Ia juga berharap, saudara-saudara kita di Palestina bisa segera merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, dan bisa mendapatkan hak atas wilayahnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon, KH. Zamzami Amin mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk membantu warga Palestina merdeka. 

Lanjutnya, negara Indonesia sudah merdeka 78 tahun silam, sedangkan masyarakat Palestina ingin merasakan hal yang sama, yaitu kemerdekaan.

"Selain doa dan donasi yang kita kumpulkan sebagai aksi kemanusiaan untuk warga Palestina, langkah lainnya, yaitu boikot produk-produk Israel," kata KH. Zamzami.

Menurutnya, dengan membeli produk-produk yang mendukung gerakan zionis dalam penyerangan di Palestina, itu artinya sama saja memberikan dukungan untuk membunuh masyarakat di Palestina.

"Maka dari itu, produk-produk yang membantu Israel, wajib kita boikot. Lebih baik kita membeli dan mengkonsumsi  produk lokal saja," pungkasnya. (din)

Share:

Kamis, 16 November 2023

Dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Laksanakan PKM Kolaborasi Internasional di Jeddah, Saudi Arabia

 

Jeddah, FC Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Indonesia Jeddah, Saudi Arabia. 

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I yang sekaligus sebagai Wakil Dekan 1 FITK ini merupakan program pengabdian kepada Masyarakat di kancah internasional dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan PKM Kolaborasi Internasional tersebut, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I, Misbah Binasdevi, M.Pd., dan Suci Ramdaeni, M.Pd mengusung tema “Assistance of Learning Innovation Kurikulum Merdeka for Teachers to Improve the Education Quality of Children Indonesian Migrant Workers in Indonesian Schools Jeddah,”. 

Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh perubahan kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Merdeka Belajar yang tentunya memerlukan berbagai inovasi pembelajaran yang sesuai sehingga menunjang keberhasilan pembelajaran.

 “Memang tema ini kami anggap penting sebagai respon nyata dari adanya perubahan kurikulum baru “Merdeka Belajar” sehingga kami, tim Abdimas ini membawa misi untuk memperkenalkan lebih dalam terkait Kurikulum Merdeka tersebut di Sekolah Dasar serta berbagai inovasi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I selaku ketua tim.

Pemilihan lokasi pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional di Jeddah ini berdasarkan kesesuaian target objek tema pengabdian yang telah di tentukan dimana banyak pekerja imigran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi dan tentunya ada sekolah perlindungan bagi anak-anak Indonesia di Jeddah. 

“Ada tiga sekolah perlindungan bagi anak-anak Indonesia di Arab Saudi salah satunya Sekolah Indonesia Jeddah. Kami memilih Sekolah Indonesia Jeddah karena merupakan sekolah perlindungan Indonesia tertua di Arab Saudi,” terang Dr. Atikah Syamsi, M.Pd,I Senin (6/11) di Jeddah.

Kegiatan pengabdian ini disambut hangat oleh kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sutikno, M.Pd.. Beliau menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tiga dosen IAIN Syekh Nurjati tersebut dan berharap ke depannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berkembang sehingga pembelajaran di sekolah dapat di kemas dengan efektif, interaktif dan menyenangkan. 

“kami ucapkan terimakasih kepada tim dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang inisitaif memberikan program ini. Kami sangat menerima dan sangat bersyukur atas kehadiran bapak/ibu dosen dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang,” Ujar Sutikno di SIJ, pada selasa (7/11)

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara blended learning, dimulai pada tanggal 4 s.d 13 November 2023 dilaksanakan sesi luring, dan 14 s.d 23 November sesi daring. Inovasi pembelajaran yang disampaikan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi ini berkaitan dengan penggunaan aplikasi canva for augmented reality dan augmented reality with assemblr, dua tools yang mampu membawa pengalaman belajar siswa menjadi lebih interaktif dan menarik.

Ketua Jurusan PGMI Ahmad Arifuddin, M.Pd. sangat mendukung dan mengapresiasi yang tinggi kepada Tim Abdimas yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Jeddah, Saudi Arabia. 

“saya sangat mendukung dan mengapresiasi yang tinggi kepada Ibu Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I beserta tim, semoga kegiatan PKM di Jeddah Saudi Arabia tersebut berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.

Disela kegiatan PKM Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, juga dilaksanakan kegiatan MoU untuk pelaksanaan PLP Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2024 mendatang yang dilakukan oleh Dekan FITK Dr. H. Saifuddin, M.Ag didampingi Wakil Dekan Akademik Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I (Selaku ketua tim PKM Internasional) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama kepala sekolah SIJ dan PLH SIM (Sekolah Indonesia Mekkah) Sutikno, M.Pd ungkap Atikah.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan ke depan akan ada transformasi pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menarik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berkembang dalam segala aspek kehidupan. (din)

Share:

Terapkan Kurikulum Merdeka, Tiga Dosen IAIN Cirebon Dampingi 24 Guru SD di Sekolah Indonesia Jeddah Saudi Arabia

CIREBON, FC - Tiga dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dampingi 24 guru sekolah dasar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia menerapkan Kurikulum Merdeka. Melalui program “Pendampingan Inovasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka”, para guru diberikan bimbingan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, pada 7 sampai dengan 9 November 2023

Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sutikno, mengapresiasi tim dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan pengabdian kepada masyarakat tanpa mengganggu waktu Kegiatan Belajar Mengajar. 

“Kami ucapkan terimakasih kepada tim dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang inisiatif memberikan program ini. Kami sangat menerima dan sangat bersyukur atas kehadiran Bapak serta Ibu dosen,” ujar Sutikno di SIJ, pada Selasa (7/11/2023).

Sutikno menyatakan, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia yang memerlukan perhatian khusus untuk dapat bersaing dalam kancah global.

“Program pendampingan ini tidak hanya menambah keterampilan guru dalam memanfaatkan alat pembelajaran digital, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan yang dapat mendukung pertumbuhan intelektual dan kreativitas siswa,” tuturnya.

Kedepannya, lanjut Sutikno, program seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan diadopsi oleh jenjang lain, sehingga dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi penerus bangsa agar mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi.

“Keberhasilan pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini dan mendatang,” ungkapnya.

Tiga dosen tersebut adalah Atikah Syamsi, Suci Ramdaeni, dan Misbah Binasdevi. Selama tiga hari pelatihan, para guru diperkenalkan dengan teknologi Canva for Augmented Reality dan Augmented Reality with Assemblr, dua alat yang mampu membawa pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menarik.

Ketua Tim, Atikah Syamsi, menyatakan kegembiraannya bisa berbagi ilmu dengan guru-guru di SIJ. Menurutnya, kesempatan ini memberikan wawasan baru mengenai realitas pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. “Kami lihat, para guru SIJ masih berupaya meningkatkan kompetensi mereka dan tidak ketinggalan dalam perkembangan teknologi pendidikan,” ungkap Atikah.

Pendampingan dibagi menjadi 2 sesi, dimulai tanggal 4 s.d 13 November sesi luring, sementara tanggal 14 s,d 23 November sesi asinkronus (sesi daring). 

Di sela kegiatan PKM Internasional di Sekolah Indonesia Jeddah, juga ada kegiatan MoU untuk pelaksanaan PLP Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2024 mendatang yg dilakukan oleh Dekan FITK Dr. H.Saifuddin, M.Ag didampingi Wakil Dekan Akademik Dr.Atikah Syamsi (selaku ketua Tim PKM Internasional) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kepala Sekolah SIJ dan PLH SIM (Sekolah Indonesia Mekkah) Sutikno, M.Pd. pungkas Atikah.

Salah satu guru SIJ, Dian, sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Ternyata masih banyak media pembelajaran yang masih dapat dieksplorasi untuk meningkatkan prestasi siswa,” ujar guru kelas dua ini.

Kegiatan pelatihan juga menjadi sorotan positif bagi Sekolah Indonesia Jeddah yang telah aktif mendukung program pembelajaran inovatif, sekaligus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan akan ada transformasi pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menarik yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berkembang dalam segala aspek kehidupan.

Oleh karena itu kunjungan pun diperluas ke SIM yang diterima oleh Wakil Kepala Sekolah, Mubarok, S.H.I.,Lc. yang memberikan saran untuk mengadakan kegiatan lanjutan dalam bentuk KKN-PLP terintegrasi agar RPL mahasiswa bisa direkognisi lebih optimal. (din)

Share:

Rabu, 15 November 2023

Perpustakaan IAIN Cirebon Gelar Seminar Literasi "Kekayaan Naskah Kuno Cirebon; Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya"

CIREBON, FC - Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar literasi yang menggugah keingintahuan terhadap harta karun bersejarah dan budaya dengan tema “Menelusuri Harta Karun Sejarah dan Budaya”. Rabu, (15/11/2023).

Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag, dalam sambutannya menyampaikan, naskah kuno merupakan jendela yang membuka pandangan kita terhadap warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. 

Sebagai penjaga kearifan nenek moyang, kita memiliki tanggung jawab untuk memelihara, menghormati, dan menjaga warisan ini agar tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat diakses dengan mudah oleh generasi mendatang.” tutur Prof Jamali.

Digitalisasi naskah kuno menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan dan aksesibilitas informasi yang terkandung di dalamnya. Hal ini bukan sekadar menghadirkan naskah kuno ke dalam era digital, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen kita untuk melestarikan harta karun budaya ini agar tetap relevan dan bermanfaat dalam perkembangan zaman. ujarnya.

Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani, SE, menjadi salah satu narasumber utama, beliau menyajikan wawasan mendalam yang diperolehnya dari perjalanan panjangnya dalam menjelajahi warisan budaya Cirebon. 

Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, ia memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kekayaan sejarah bisa diadaptasi dengan baik ke dalam era digital.

Sementara itu, Penggiat Aksara Cirebon, Doddie Yulianto, SF, tampil dengan semangat penggiat aksara Cirebon yang luar biasa. Dengan latar belakang sebagai penggiat aksara, ia menghadirkan gagasan kreatif tentang bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan aksara Cirebon kepada khalayak yang lebih luas di era digital ini.

Doddie membawa nuansa kekaguman terhadap keberagaman aksara Cirebon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya yang ada.

Syibli Maugfur, Kepala Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bertindak sebagai ketua panitia seminar literasi. Di hadapan para peserta, narasumber yang dihadirkan pada acara ini menuturkan. 

Kita menyadari bahwa naskah kuno rentan terhadap kerusakan fisik dan bisa hilang dalam rentang waktu. Oleh karena itu, melalui digitalisasi, kita memberikan kesempatan bagi naskah kuno ini untuk tetap hidup, dijelajahi, dan dipelajari oleh siapa pun di berbagai penjuru dunia. tutur Syibli.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga semangat dan semakin mendukung upaya-upaya digitalisasi ini sebagai bentuk nyata cinta kita terhadap warisan budaya. 

Dengan demikian, kita memberikan sumbangsih berharga bagi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam naskah kuno Cirebon. Mari kita bersama-sama menjaga harta karun ini agar tetap berkilau dalam cakrawala pengetahuan kita. Terima kasih,” tegas Syibli.

Kehadiran kedua pembicara ini memberikan dimensi yang berbeda namun saling melengkapi, menghadirkan wawasan dan pengalaman yang berharga dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan naskah kuno Cirebon di tengah arus perkembangan teknologi. 

”Ini adalah langkah yang signifikan dalam menyatukan budaya dan inovasi dalam pembaharuan warisan masa lalu untuk masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.

Seminar literasi ini diharapkan bukan hanya menjadi panggung diskusi, namun juga membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan dalam menjaga serta menggali lebih dalam harta karun sejarah dan budaya yang tersimpan dalam naskah kuno Cirebon. Acara ini menjadi tonggak awal untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan berharga bagi generasi masa depan. (din)

Share:

Melalui Seminar Nasional, Pemkab Cirebon Usulkan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil di Hall A Hotel Apita Cirebon, Rabu (15/11/2023).

Imron mengucapkan selamat kepada keluarga besar KH. Abdul Chalim dari Leuwimunding, Majalengka, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang penyerahannya pada tanggal 10 November yang lalu. 

Menurut Imron, KH. Abdul Chalim bersama dengan KH. Abbas dan beberapa kyai lainnya, tak kenal lelah membangun masyarakat Cirebon, diantaranya melalui penguatan lembaga Nahdlatul Ulama (NU), yang merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia. 

Selain itu, kata Imron, Kyai Abbas Abdul Jamil juga merupakan sosok paling penting. Perannya tidak saja dalam membangun pesantren dan masyarakat Cirebon, melainkan juga peran yang berskala nasional bahkan internasional. 

"Peran skala nasional dari Kyai Abbas Abdul Jamil, dalam peristiwa Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Kyai Abbas dengan rombongan para kyai dan santri dari pesantren-pesantren yang ada di Cirebon, rela berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia," lanjutnya.

Ia menjelaskan, Kyai Abbas merupakan panglima hizbullah Jawa Barat yang juga mendidik para laskar-laskar untuk berjuang membela negara dan bangsa Indonesia. 

"Buntet Pesantren adalah central dari perjuangan kemerdekaan di Cirebon, selain sebagai tempat berkumpulnya para laskar hizbullah untuk menerima arahan dari Kyai Abbas," katanya.

Bukan sesuatu yang mudah bagi masyarakat, karena pengusulan pahlawan nasional ini membutuhkan penelitian, mencari dokumen-dokumen yang menyebut Kyai Abbas. Walaupun secara pengakuan non-formal dari masyarakat, Kyai Abbas sudah menjadi pahlawan. 

"Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional adalah proses akademik yang panjang dan tidak mudah. Tim peneliti sudah melakukan penelitian yang sungguh-sungguh terhadap Kyai Abbas dan peran-perannya," jelas Imron.

Tentunya, ia mengapresiasi peneliti dan pengkaji gelar daerah, baik dari provinsi maupun dari Kabupaten Cirebon.

Ia pun mengapresiasi upaya dari Dinas Sosial yang tanggap terhadap keinginan yang berkembang di masyarakat, untuk menjadikan Kyai Abbas sebagai Pahlawan Nasional.

"Upaya ini adalah yang pertama bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tentu, masih banyak kekurangan dalam proses usulan calon Pahlawan Nasional KH. Abbas Abdul Jamil ini," tambahnya.

"Semoga kedepan, ada banyak lagi tokoh-tokoh Cirebon yang menjadi Pahlawan Nasional. Perlu adanya sinergi yang terus diperkuat antara masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sehingga semuanya menjadi lebih mudah," pungkasnya. (din)

Share:

PGMI FITK IAIN Cirebon Gelar Kolaborasi Kegiatan Dengan PGMI IAIN Ponorogo

CIREBON, FC - Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara “Guest Lecture Collaboration” secara daring melalui platform Zoom Meeting. 

Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan PGMI IAIN Ponorogo di bidang Pendidikan dan Pengajaran. Rabu (15/11/2023).

Dengan tema yang menarik, “Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0”, acara ini dihadiri oleh dua narasumber ahli, yaitu Restu Yulia Hidayatul Ummah, M.Pd. dari IAIN Ponorogo, dan Dadan Setiawan, M.Pd. dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketua Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Arifuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi seperti ini. 

“Kegiatan Guest Lecture Collaboration ini merupakan langkah awal dari kerjasama antara kedua institusi dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran. Kami berharap, ke depan, akan ada lebih banyak kegiatan kolaboratif di bidang Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Pak Arif, panggilan akrab Ahmad Arifuddin, juga menekankan harapannya agar kegiatan ini menjadi wadah yang produktif bagi para dosen PGMI dan mahasiswa di kedua institusi. 

“Semoga acara ini menjadi tempat diskusi yang bermanfaat serta berbagi pengetahuan bagi para dosen dan mahasiswa PGMI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo. Tujuannya agar mahasiswa semakin terbuka dan mendapatkan peningkatan wawasan serta pengetahuan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kerjasama yang lebih erat antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo, membuka peluang bagi pertukaran ilmu, pengalaman, dan ide-ide inovatif dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (din)

Share:

Warga Kabupaten Cirebon Terkena Cacar Monyet, Dikes Ajak Masyarakat Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan kasus pertama “Monkeypox” atau cacar monyet yang menimpa warganya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menyampaikan himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular Monkeypox atau cacar monyet kepada seluruh masyarakat sejak penemuan kasus pertama pada tanggal 13 Oktober 2023 di Jakarta.

“Perkembangan kasus Monkeypox atau cacar monyet di Indonesia saat ini total sebanyak 44 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Jawa Barat,” kata Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah.

Neneng menjelaskan, Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.

“Penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi, atau droplet (dan potensi penularan aerosol dalam jarak dekat pada kontak erat dalam waktu yang lama), dan termasuk kontak seksual,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, orang yang terkena cacar monyet memiliki gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

“Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Ruam atau lesi pada kulit ini, berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok,” ungkapnya.

Selain itu, kata Neneng, ruam cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Bahkan ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.

Sedangkan penemuan kasus Monkeypox pertama di Kabupaten Cirebon, terdeteksi berkat kegiatan surveilans aktif rumah sakit dan komunitas (Puskesmas).

“Untuk itu, kami mengapresiasi respon cepat dari tim kesehatan kami, sehingga dapat menemukan kasus ini secara dini dan cepat merespon upaya penanggulangannya,” kata Neneng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini pasien Monkeypox sedang dalam pemantauan medis intensif dan telah diisolasi (isolasi mandiri) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kami sedang telusuri asal penularan dan pemantuan terhadap kontak eratnya pasien dengan orang terdekat,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan mengikuti informasi serta anjuran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga menyarankan, agar masyarakat bisa meningkatkan perilaku bersih dan sehat; menjaga kebersihan tangan dan etika batuk; menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan bisa menjadi vektor penyakit, seperti tikus dan primata; menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan gejala mirip cacar.

“Bagi yang mengalami tanda dan gejala Monkeypox atau cacar monyet, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, serta lakukan isolasi untuk mencegah penularan,” himbaunya. (din)

Share:

Selasa, 14 November 2023

Anugrah Lomba Inovasi Daerah, Pemkab Cirebon Berikan Penghargaan kepada Belasan Inovator

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) memberikan penghargaan kepada 12 inovator yang menjuarai Lomba Inovasi Daerah 2023.

Dalam lomba tersebut, 12 inovator tersebut menyabet tiga kategori, yakni inovasi teknologi, inovasi non teknologi, dan inovasi favorit. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kepada seluruh warga maupun perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, yang sudah menciptakan berbagai inovasi. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya memajukan Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi. Siapapun yang mau menggali dan melahirkan inovasi, maka daerah ini pasti maju,” kata Imron, saat memberikan penghargaan kepada juara lomba inovasi daerah 2023 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/11/2023).

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc., MT mengatakan, sampai saat ini jumlah inovasi daerah Kabupaten Cirebon yang masuk ke dalam Sistem Informasi Innovative Government Award (IGA) sebanyak 46.

Menurut Dangi, target pencapaian indeks inovasi daerah Kabupaten Cirebon pada 2023 ini sebesar 57,21. Sementara tahun lalu, indeks tersebut masih bertengger di angka 55,27.

“Kabupaten Cirebon berada di urutan ke-82 kabupaten se-Indonesia dan urutan ke-5 di Jawa Barat,” ujar Dangi.

Meskipun begitu, pencapaian tersebut dirasa belum optimal dan perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Disebutkan Dangi, tujuan dari inovasi daerah adalah untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan berpedoman pada prinsip peningkatan efisiensi. 

“Semestinya, pembangunan di daerah, pemberdayaan maupun dalam tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik itu harus ada inovasi,” lanjut Dangi.

“Kita semua harus keluar dari zona nyaman, kita harus melakukan inovasi yang kreatif supaya ada perubahan,” sambungnya.

Melalui lomba tersebut, diharapkan menjadi satu momen pemicu semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menyelesaikan segala macam hambatan yang dihadapi Kabupaten Cirebon. (din)

Share:

Senin, 13 November 2023

Peringati HKN ke-59, Wabup Ayu: Enam Pilar Tansformasi Sistem Kesehatan Indonesia Harus Kita Bangun Bersama

 

CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tingkat Kabupaten Cirebon di halaman Kantor Bupati Cirebon, Senin (13/11/2023).

Menurut amanat Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang dibacakan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., MSi menyampaikan, Indonesia tengah mengalami periode bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara. 

"Kita, bangsa Indonesia, harus bekerja keras memanfaatkan peluang ini sebagai momentum Indonesia lolos dari "middle-income trap," menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata Ayu--sapaan akrabnya.

Manusia Indonesia yang sehat dan cerdas adalah kunci mencapai masa keemasan itu. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023, yaitu "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" mutlak dilaksanakan.

Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak, sebagaimana amanat UUD 1945. 

"Berdasar mandat itulah, enam pilar transformasi kesehatan penopang sistem kesehatan Indonesia, harus kita bangun bersama dengan serius dan terus menerus," ujar Ayu, mengutip sambutan Menkes.

Pilar pertama, kata Ayu, transformasi layanan primer. Dari fokus mengobati, menjadi mencegah. 

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan. Dari akses layanan kesehatan yang susah, menjadi mudah. Penguatan pelayanan kesehatan rujukan dilakukan melalui pemenuhan infrastruktur, SDM, sarana prasarana, pemanfaatan telemedisin, pengembangan jejaring pengampuan layanan prioritas, dan pelayanan unggulan berstandar internasional.

Pilar ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan. Dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri, menjadi mandiri di dalam negeri. Penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan harus dilakukan mulai dari rantai pasok di hulu hingga ke hilir. 

Pilar keempat, transformasi pembiayaan kesehatan, dari pembiayaan yang tidak efisien, menjadi transparan dan efektif.

"Dengan disahkannya UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah akan menerapkan penganggaran berbasis kinerja, dengan mengacu pada Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK)," tambahnya.

Pilar kelima, lanjut Ayu, transformasi SDM Kesehatan. Secara khusus, pemerintah tengah mengakselerasi produksi dan pemerataan jumlah dokter spesialis, melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis kolegium dan rumah sakit.

Dan pilar keenam, transformasi teknologi kesehatan. Dari sistem informasi yang terfragmentasi, menjadi terintegrasi. Dari teknologi kesehatan yang tertinggal, menjadi terdepan. 

"Sediakan perangkat jaringan dan SDM yang memadai, agar digitalisasi data kesehatan dapat terlaksana," sambungnya.

Di akhir sambutannya, Ayu turut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan membangun kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Mari kita bangun bersama tubuh dan jiwa yang sehat dan kuat, demi Indonesia Emas 2045. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi ikhtiar kita dan memberkati kita semua dengan kesehatan dan kesuksesan," pungkasnya. (din)

Share:

Minggu, 12 November 2023

Dr. Didi Junaedi, M. A., Lolos Seleksi Call For Paper Dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah

FOKUS CIREBON, FC - Dosen Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Didi Junaedi, M. A., meraih prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Call for Paper dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

Agenda selanjutnya dari Konferensi ini adalah menyelesaikan penulisan Tafsir At-Tanwir 30 Juz, yang akan diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konferensi ini berlangsung dari Jumat hingga Ahad, 10 hingga 12 November 2023.

Dr. Didi Junaedi berhasil mengikuti konferensi ini melalui jalur seleksi Call for Paper, di mana beliau mengirimkan abstrak dan outline penelitiannya. Keberhasilan Dr. Didi Junaedi dalam melewati seleksi ini menjadi bukti kompetensinya dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dr. Didi Junaedi, yang merupakan salah satu pakar di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, turut ambil bagian dalam konferensi tersebut yang dihadiri oleh sejumlah ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Konferensi Mufasir Muhammadiyah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran serta membahas berbagai isu terkini yang berkaitan dengan tafsir Al-Quran.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Didi Junaedi menyampaikan makalahnya yang mendalam dan berbobot, mengangkat topik penting dalam ilmu tafsir Al-Quran. Beliau berhasil memperoleh apresiasi tinggi dari para hadirin dan sesama peserta konferensi.

Dr. Didi Junaedi sendiri menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan berharap bahwa kontribusinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M,Ag mengapresiasi pencapaian gemilang Dr. Didi Junaedi dalam konferensi tersebut. 

"Prestasi Dr. Didi Junaedi dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah adalah cerminan dari komitmen dan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Kami bangga memiliki dosen yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Dekan.

Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks Al-Quran dan Tafsir.

Selamat dan sukses untuk Dr. Didi Junaedi, M.A., atas pencapaian luar biasa dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. (din)

Share:

IAIN Cirebon Menjadi Tuan Rumah FGD PTKIN Jateng Ponci

KUNINGAN, FC - Upaya mengatasi isu-isu krusial terkait transformasi digital pada kelembagaan Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam meningkatkan akses layanan yang cepat dan akuntabel, tujuh pimpinan PTKIN dari Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon mengadakan Fokus Group Discussion (FGD). 

Perwakilan dari ke tujuh PTKIN tersebut, yakni UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, IAIN Kudus, IAIN Ponorogo, dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah, Kabupaten Kuningan, Minggu,12 November 2023.

Fokus Group Discussion (FGD) ini bertemakan “Transformasi Digital pada Kelembagaan PTKIN untuk Peningkatan Akses Layanan yang Cepat dan Akuntabel” yang diikuti jajaran Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala Biro, Dekan, Wadek, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, SPI, P2B. Ma’had dan Ketua DWP di lingkungan PTKIN Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon (Jateng Ponci). 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menyambut hangat seluruh peserta. Pihaknya menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan momen penting, terutama karena merupakan kali pertama setelah dirinya menjabat sebagai rektor. 

"Selamat datang di Cirebon, selamat datang di suasana baru yang akan kita lalui bersama selama beberapa hari mendatang,” kata Prof. Aan.

Prof. Aan menekankan perlunya pengawalan bersama melalui beberapa sidang komisi yang akan bermuara pada sidang pleno. Ini mencakup komisi Wakil Rektor I bidang akademik dan kelembagaan bersama Direktur Pascasarjana dan Ma’had, Wakil Rektor II bidang keuangan, perencanaan, dan administrasi umum yang akan digabung dengan Kepala Biro,SPI, dan P2B serta Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama bersama dengan lembaga penjamin mutu atau pusat layanan internasional. 

"Sementara Dekan dan Wadek juga akan memiliki komisi tersendiri," jelas Prof Aan pada kegiatan FGD ini.

Ketua Forum Pimpinan PTKIN Se-Jawa Tengah Ponorogo dan Cirebon, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, yang juga Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, secara resmi membuka acara FGD. 

Dalam sambutannya, Prof. Zaenal menyampaikan tiga masalah utama yang akan diangkat dalam sidang komisi dan akan diplenokan pada kegiatan FGD di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Program Internasionalisasi Kampus, beasiswa mahasiswa terluar seperti Papua, NTB yang mendapatkan beasiswa melalui kerjasama pemerintah daerah akan tetapi IPK nya tidak memenuhi standard, dan transisi dari satker PNBP menjadi satker BLU mengenai target,” jelas Prof. Zaenal.

Forum ini diharapkan mampu memberikan alternatif solusi terhadap isu-isu yang sedang dihadapi saat ini. Salah satu isu yang diangkat adalah perlunya inisiasi bersama terkait konsorsium menginternasionalisasikan kampus, pemberian beasiswa untuk mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3 T) dengan persyaratan yang dapat merubah gaya hidup mahasiswa terluar seperti Papua dan NTB, serta tantangan dalam transisi dari satker PNBP menjadi satker BLU sesuai dengan target dari Kemenkeu.

Acara pembukaan FGD ini diselingi dengan sesi perkenalan setiap peserta oleh masing-masing Rektor PTKIN dan diakhiri dengan sesi ramah tamah guna mempererat kerjasama di antara PTKIN yang hadir.

Semua peserta berharap bahwa hasil dari FGD ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap transformasi digital PTKIN dan peningkatan akses layanan yang cepat dan akuntabel. (din)

Share:

Sabtu, 11 November 2023

Hadiri Undangan Pemerintah Hangzhou Cina, Ketua LPM Promosikan IAIN Cirebon Di Tingkat Internasional

FOKUS CIREBON, FC - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Ayus Ahmad Yusuf SE, M.Si, menghadiri undangan istimewa dari pemerintah Hangzhou, China untuk berpartisipasi dalam kegiatan Hangzhou International Human Resources Exchange & Cooperation Conference tahun 2023.

Konferensi ini merupakan inisiatif pemerintah China yang bertujuan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia antar negara. Sabtu, 11 November 2023.

Dalam konferensi ini, praktisi dan akademisi dari berbagai negara diajak untuk berkolaborasi dalam bidang akademik, bisnis, dan kegiatan lainnya. 

Kegiatan ini dirancang untuk membahas isu-isu utama dalam pendidikan, teknologi, sistem informatika, bisnis, dan sektor lainnya. Konferensi berlangsung selama enam hari, dimulai dari kota Hangzhou dan berpindah ke kota Beijing, memungkinkan peserta untuk menjelajahi potensi kerjasama di berbagai konteks.

“Alhamdulillah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon (Indonesia) mejadi bagian dari kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari beberapa negara Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin dan Amerika Serikat,” tutur Dr Ayus.

Dr. Ayus Ahmad Yusuf menyambut baik kesempatan ini sebagai langkah strategis untuk menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional serta memperluas jejaring SDM.  

Dr Ayus berharap kegiatan ini dapat menjadi media efektif untuk membangun kerjasama dalam berbagai bidang, baik yang bersifat akademik maupun bisnis. 

Selain itu, kami ingin memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

Dalam konteks promosi, Dr. Ayus Ahmad Yusuf turut menyampaikan informasi mengenai program pendidikan jarak jauh yang tengah dijalankan sebagai pilot project oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia juga menyoroti Program Jarak Jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) serta peluang terbentuknya program studi baru untuk pendidikan jarak jauh.

Menyusul keikutsertaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam konferensi ini, Rektor IAIN, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag,  menyampaikan partisipasi dalam Hangzhou International Human Resources Exchange & Cooperation Conference ini merupakan langkah maju bagi institusi IAIN. 

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kerjasama global yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang baru bagi mahasiswa kami,” kata Prof. Aan.

Menurutnya konferensi ini bukan hanya menjadi ajang untuk pertukaran ide dan pengalaman, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke tingkat internasional sebagai lembaga pendidikan yang terus berinovasi dan bertransformasi. (din)

Share:

Kamis, 09 November 2023

Menuju Generasi Emas 2045, Pemkab Cirebon Ajak Para Remaja Putri Konsumsi Makanan Bergizi dan Tablet Tambah Darah


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Aksi Bergizi dan Kampanye Gizi Seimbang dalam rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Hari Diabetes Melitus (DM) Sedunia di SMAN 1 Dukupuntang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (9/11/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Neneng Hasanah, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah X Jawa Barat dan instansi lainnya.

Sekda Hilmy mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya meminta para remaja untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola makan-makanan seimbang dan sehat serta bergizi.

Hal tersebut dilakukan, karena generasi mudalah nantinya yang akan menjadi penerus kepemimpinan sekarang.

"1200an siswa-siswi SMAN 1 Dukupuntang ini nantinya akan menggantikan para pemimpin sekarang. Sehingga perlu disiapkan, mulai dari asupan makanan yang sehat, bergizi, serta nutrisinya harus bagus agar tidak kekurangan darah," katanya.

Di tempat yang sama, Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj Neneng Hasanah mengatakan, tahun 2023 ini, pihaknya telah melakukan screening anemia remaja putri di wilayahnya.

"Dari 40 persen sasaran screening anemia remaja putri, ternyata 53 persen remaja putri di Kabupaten Cirebon menderita anemia, ini sangat bahaya sekali," ujar Neneng.

Ia mengungkapkan, jika remaja menderita anemia atau kekurangan darah, tentunya kondisi tubuh akan lesu, letih dan lelah.

"Jadi, tolong diperhatikan, kalau mau jajan makanan,  apakah makanan yang dimakan itu mengandung zat gizinya, terutama mengandung protein," katanya.

"Kalau terkena anemia, saat belajar jadi kurang konsentrasi. Dan jika berlanjut lama, akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan," tambahnya.

Lebih lanjut, Neneng mengatakan, pihaknya akan terus memberikan tablet tambah darah kepada remaja di Kabupaten Cirebon. Bahkan pemberian tablet tambah darah, akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Pemberian tablet tambah darah tidak hanya saat ini saja, tetapi kami akan berkelanjutan setiap minggunya, agar remaja di Kabupaten Cirebon terbebas dari anemia," ujar Neneng.

Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2045 merupakan generasi emas. Namun, jika banyak remaja terkena anemia, cita-cita tersebut sulit terwujud.

"Tahun 2045 merupakan generasi emas, sehingga kita persiapkan sumber daya manusia (SDM) dari sekarang. Kami ingin ini terwujud dari remaja putri yang cantik, sehat dan cerdas tanpa anemia, untuk masa depan Indonesia kedepan," tutupnya. (din)

Share:

Rabu, 08 November 2023

Menpora Apresiasi Liga Antar Kampung di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Kejuaraan liga antar kampung (Tarkam) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kabupaten Cirebon secara resmi dibuka Menpora RI, Dito Ario Bimo Nandito Ariotedjo, S.H., di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (8/11/2023).

Menpora yang akrab disapa Mas Menteri ini, sangat mengapresiasi, pasalnya, di ajang kejuaraan tarkam di Kabupaten Cirebon diikuti ratusan atlet.  

"Ada 3 cabang olahraga (cabor) yang dilombakan, yaitu cabor voli diikuti 440 atlet, badminton 300an atlet dan atletik 200an atlet," kata Dito.

Menurutnya, semakin banyak menjaring kepesertaan, maka akan semakin meningkatkan potensi opportunity dari bibit-bibit atlet muda yang nantinya bisa dibina. 

"Saya yakin, dari 900an atlet, 20 persennya pasti memiliki potensi yang sangat cemerlang," ujarnya. 

Dikatakan Dito, cabor bola voli dan badminton merupakan cabor andalan Indonesia. Saat ini, pihaknya juga tengah fokus pada cabang olahraga atletik, karena kedepan, ia mentargetkan dalam ajang Sea Games nanti, diharapkan bisa mendapatkan banyak medali dari atletik.

"Selain dapat menjaring bibit baru, liga tarkam juga multiplier effect, salah satunya berdampak positif bagi roda ekonomi masyarakat. Kami mengapresiasi Pemkab Cirebon yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag yang didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si juga mengapresiasi, karena Kemenpora RI telah memilih Kabupaten Cirebon sebagai salah satu dari 50 kabupaten/kota penyelenggara kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora Tahun 2023. 

Ia meyakini, melalui kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora tingkat Kabupaten Cirebon, menjadi ajang bagi atlet-atlet untuk mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding, serta menambah jam terbang. 

"Kami berharap, kedepan kegiatan semacam ini secara kontinyu dapat terus dilaksanakan. Sehingga, kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora menjadi agenda rutin di Kabupaten Cirebon," harapnya. (din)

Share:

Selasa, 07 November 2023

21 Kecamatan Bersaing Dalam Lomba Penanganan Stunting

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cirebon yang menggelar lomba penanganan stunting antar kecamatan.

Menurut Imron, stunting menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Oleh karena itu, kesadaran dan pengetahuan yang mencangkup penyebab serta penanganannya harus terus digencarkan oleh pemerintah.

“Camat harus tahu angka stunting di wilayahnya dan menyadarkan banyak pihak untuk melakukan upaya bersama mencegahnya," ujar Imron.

"Salah satunya melalui lomba penanganan stunting tingkat kecamatan ini, semoga Kabupaten Cirebon bebas stunting,” lanjut Imron saat membuka kegiatan penilaian lomba penanganan stunting antar kecamatan di Ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (7/11/2023).

Ketua Korpri Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala, S.Sos, M.Si menyebutkan, lomba antar kecamatan tersebut digelar dalam rangka HUT ke-52 Korpri, yang jatuh pada tanggal 29 November 2023 nanti.

Pihaknya sengaja memilih lomba tersebut, karena dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan mempercepat penanganan stunting.

“Biasanya, dalam setiap peringatan HUT Korpri, kami menggelar olahraga atau gerak jalan, tetapi kali ini berbeda,” kata Hendra yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon.

Menurut Hendra, pemerintah pusat sudah menggelontorkan banyak anggaran untuk penanganan stunting di Kabupaten Cirebon. Salah satunya, dana sebesar Rp20 miliar untuk pengadaan antropometri.

Berdasarkan data, lanjut Hendra, angka stunting di Kabupaten Cirebon sekitar 14.000 atau 8,59 persen dari total balita. 

“Harus ada kerja keras untuk menekan angka tersebut,” ujarnya.

Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, lanjut Hendra, hanya 21 kecamatan yang mengikuti lomba tersebut. Padahal, ajang tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja kecamatan dalam penanganan stunting tersebut.

“Pengumuman akan dilakukan saat puncak peringatan HUT Korpri pada tanggal 29 November 2023. Disiapkan hadiah, yakni juara pertama Rp10 juta, juara dua Rp7,5 juta, dan juara tiga Rp5 juta," jelas Hendra.

"Mudah-mudahan menjadi motivasi dan semangat dalam melakukan penanganan stunting,” tutupnya. (din)

Share:

Senin, 06 November 2023

Diseminasi Audit Kasus Stunting, Wabup Ayu: 2024 Bisa 11 Persen

 

KABUPATEN CIREBON -- Diseminasi audit kasus stunting tahap kedua tahun 2023 dilaksanakan di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (6/11/2023).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TPPS Kabupaten Cirebon yang sekaligus Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih S.E., M.Si.

Menurut Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon, tujuan diseminasi audit kasus stunting ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko dan penyebab resiko Stunting dari mulai sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, baduta maupun balita.

Ayu mengungkapkan, terkait prevelensi stunting Kabupaten Cirebon tahun 2022 sebesar 16,8%, masih berada di atas prevelensi stunting pemerintah pusat.

Pemkab Cirebon memerlukan strategi yang komprehensif dalam percepatan penurunan stunting, agar mencapai angka prevelensi di bawah 14% pada tahun 2024 dan mewujudkan "zero new stunting" di Jawa Barat.

“Percepatan penurunan stunting, saya pastikan telah menjadi salah satu prioritas, yaitu sejalan dengan penyelenggaraan reformasi birokrasi tematik sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap, mudah-mudahan, karena pihaknya sangat optimis, tahun 2024 kasus stunting di Kabupaten Cirebon turun hingga 11 persen. Ayu mengakui, meskipun di tengah jalan banyak kendala dan hambatan. 

"Sesungguhnya kita harus tahu penyebabnya, yaitu dari hulu, diantaranya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada anak-anak SMP dan SMA," kata Ayu.

Namun, masih kata Ayu, di lapangan ternyata 24,5 persen anak-anak di Kabupaten Cirebon tidak mau minum TTD. Maka, perlu kerja keras di tahun 2023 in, agar jangan sampai keluarga lemah ekonomi juga akhirnya berujung stunting anaknya. 

"Di Sumber, kasus stuntingnya tinggi. Setelah diinventarisir, karena pola asuh, pola asuh berkaitan dengan SDM. Edukasi kita harus gencar memberikannya, seperti pemberian makanan yang bergizi," lanjutnya.

Sementara, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, audit kasus stunting tahun kedua merupakan kegiatan prioritas. 

Dengan adanya kegiatan audit stunting ini, bisa secara gamblang melakukan aksi terkait dengan audit kasus stunting ini. 

"Audit kasus stunting merupakan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber daya lainnya," jelas Eni.

"Identifikasi kasus stunting adalah menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab langsung, baik itu melalui asupan maupun ada penyakit lainnya, dan penyebab tidak langsung pada calon pengantin, ibu hamil dan lainnya," sambungnya.

Berdasarkan hasil survei di tahun 2024, Kabupaten Cirebon bisa zero new stunting. Pasalnya, pada tahun 2021 kasus stunting berada di 26,05 persen, 2022 turun menjadi 16,08 persen. 

"Mudah-mudahan di tahun 2023 sesuai dengan target menjadi 11 persen, dan tidak ada lagi kasus stunting," harapnya. (din)

Share:

Deklarasi Damai Pemilu 2024, Bupati Imron: Persatuan dan Kondusifitas Daerah Harus Dijaga

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon Drs. H. Imron. M.Ag bersama Forkopimda, KPU, Bawaslu serta perwakilan dari partai politik, menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Mapolresta Cirebon, Senin (6/11/2023).

Deklarasi yang juga serentak dilaksanakan di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia ini, dilakukan melalui video konferensi bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si, M.M, dan Kasad, Jenderal Agus Subiyanto.

Bupati Imron mengatakan, bahwa deklarasi yang sudah diucapkan secara bersama-sama ini, harus diikuti dan dilaksanakan sebaik mungkin. Harapannya, deklarasi ini bisa menjaga persatuan dan kesatuan, serta kondusifitas di daerah.

"Isi deklarasi ini, harus dilakukan sebaik mungkin, agar persatuan, kesatuan dan kondusifitas daerah bisa terjaga," kata Imron.

Menanggapi mengenai larangan ASN untuk berpolitik, Imron menyebut, bahwa hal tersebut sudah diketahui oleh seluruh ASN yang ada. Ia juga yakin bahwa para ASN sudah mengerti apa yang perlu dilakukan dan tidak dilakukan.

Oleh karena itu, ia mendorong semua ASN untuk bisa bersikap dengan baik dan memilih secara rasional. Karena walaupun tidak boleh berpolitik secara langsung, namun para ASN masih memiliki hak pilih.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, mengatakan, Deklarasi Pemilu Damai tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana sejuk dan kondusif menjelang, saat dan pasca Pemilu 2024 yang dilaksanakan di Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga mengharapkan, agar seluruh komponen yang terlibat bisa mendukung dan membantu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, demi tercapainya situasi kamtibmas Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan sejuk.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon untuk dapat melakukan pesta demokrasi secara profesional, proporsional dan taat hukum, serta mementingkan kepentingan masyarakat luas," ujar Arif. (din)

Share:

Sabtu, 04 November 2023

Altet Muda Taekwondo IAIN Cirebon Sumbang Medali Perak di Porsi Jawara

FOKUS CIREBON, FC - Syahlaa Alya Zain  Atlet muda taekwondo IAIN Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) I di UIN Kiai Achmad Siddiq Jember Jawa Timur. Sabtu, 04 November 2023.

Mahasiswi semester 5 Prodi KPI FDKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ini menyabet medali perak Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual Putri yang dipertandingkan pada Sabtu (04/11/2023). 

Syahlaa berhasil memenangkan pertandingan dengan penilaian accuracy 3.050, presentation 4.616, dan total score 7.666. Nilainya beda tipis dengan atlet taekwondo asal UIN Jember yakni tuan rumah Porsi Jawara I, accuracy 3.050, presentation 4.699, dan total score 7.749.

Poomsae adalah serangkaian gerakan atau pola yang dilakukan dalam taekwondo dengan tujuan mengembangkan keterampilan teknis dan kekuatan fisik. Kategori Freestyle Poomsae memungkinkan peserta untuk mengekspresikan gerakan-gerakan tersebut dengan gaya pribadi, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen inti dari poomsae tersebut.

Warek III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag menyatakan, pestasi cabang olahraga Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual putri yang meraih mendali perak dalam Porsi Jawara I adalah sebuah prestasi dan kebanggan bagi kita semuanya.

"Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang atlet-atlet muda IAIN Cirebon,” ungkap Prof Hajam.

Pihaknya berharap prestasi yang di torehkan Syahlaa Alya Zain ini, akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon lainnya, dan tentunya kemampuan Syahlaa akan terus di asah dan kami dorong untuk terus berprestasi di berbagai evant lainnya. 

“Kami berterima kasih kepada pelatih Syahlaa dan tim akademik yang telah berkontribusi dalam meraih kesuksesan ini,” pungkas Prof Hajam. (din)

Share:

Program Mubeng Cara Pemkab Cirebon Serap Aspirasi Masyarakat Hingga Desa

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menggelar program Mudun Bareng (Mubeng). Kali ini, wilayah yang disasar, yaitu Kecamatan Talun, Kecamatan Greged, dan Kecamatan Mundu.

Rombongan Mubeng sendiri start dari Pendopo Bupati Cirebon menuju kantor Kecamatan Talun, Pasar Durajaya Greged, Kantor Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged, dan Desa Penpen Kecamatan Mundu.

Dalam kegiatan Mubeng ini, rombongan Bupati Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Sekda Kabupaten Cirebon bersama jajaran Forkopimda serta perwakilan perangkat daerah, memberikan nasi barokah sekaligus melakukan operasi pasar di lokasi yang dikunjunginya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron,M.Ag mengatakan, Mubeng ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Cirebon guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di wilayahnya.

Menurutnya, dengan adanya Mubeng ini, Pemkab Cirebon  mendengarkan secara langsung keluh kesah masyarakat di lapangan (wilayahnya).

"Mubeng ini melibatkan Forkopimda dan seluruh kepala SKPD. Selain bersilahturahmi, kami juga menjaring aspirasi mengenai permasalahan dan potensi yang ada di daerah yang kami kunjungi," ujar Imron, Sabtu (4/11/2023).

Selain itu, lanjut Imron, di acara Mubeng ini juga, pihaknya  tidak lupa memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Kami memberikan sembako, kursi roda dan bantuan rutilahu kepada masyarakat yang tidak mampu," lanjutnya.

Imron mengungkapkan, banyak permasalahan di daerah yang dirinya tidak mengetahuinya. Seperti halnya di Kecamatan Greged, angka stunting dan kemiskinannya cukup tinggi.

"Kita menemukan masalah, yakni di Kecamatan Greged, angka stuntingnya cukup tinggi dan angka kemiskinan mencapai 20 persen. Ini menjadi kerja keras semua pihak, agar kasus tersebut bisa teratasi dengan baik," ungkap Imron.

Ia mengatakan, pihaknya meminta kepada Camat Greged untuk mencari faktor apa yang menyebabkan angka stunting dan kemiskinan cukup tinggi di wilayah tersebut. 

"Mata rantai penyebab stunting harus kita putus dan pentingnya penyuluhan. Selain itu, kita juga mencari potensi apa yang ada di Greged, agar bisa menangani kemiskinan," sambungnya.

Lebih lanjut, Imron mengatakan, jumlah rutilahu di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi, yakni diangka 10.000an. 

Sedangkan, untuk harga komoditi di pasar tradisional, kata Imron, harganya masih cukup stabil. "Kami juga tidak lupa mengecek harga kebutuhan pokok di pasar, harganya cukup stabil," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Mubeng sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan, Pemkab Cirebon rutin melakukan Mubeng, untuk mengetahui potensi dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah.

"Mubeng ini untuk menjalin silahturahmi semua pihak, serta untuk mendapatkan aspirasi dari masyarakat. Karena, Pak Bupati juga ingin mengetahui aspirasi masyarakat dan apa yang dibutuhkan di daerah, dengan cara datang langsung, sehingga diharapkan persoalan cepat terselesaikan," singkatnya. (din)

Share:

Para Pencita Tembakau Padati Cirebon Tobacco Fest 2023, KPTNI Sukses Menggelar Kegiatan di Cirebon

CIREBON, FC - Warga Cirebon, khususnya para Pencita tembakau tak mau ketinggalan dalam moment penting yang digagas KPTNI dalam kegiatan Cirebon Tobacco Fest yang berlangsung pada 4-5 November 2023.

Mereka dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong mendatangai kegiatan tersebut. Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) pun sukses menggelar kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin sebagai upaya menjaga keberlangsungan eksistensi tembakau. 

Dalam penyelenggaraan dengan konsep pameran bazzar ini, KPTNI turut menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, Bea Cukai Kota Cirebon dan HAKI Bekraf.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau. Tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan,” tegas Eggy Bp, Ketua KPTNI.

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai. Bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal. Dapat kita lihat bahwa pemerintah saat ini sedang mengejar perampungan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksana UU Kesehatan No.17 Tahun 2023 yang mana di dalamnya mengatur tembakau. Kami mohon pemerintah agar memisahkan tembakau dalam peraturan tersendiri yang lebih adil dan berimbang,”papar Eggy.

“Sebagai pengguna produk legal, yang taat membayar cukai dan pajak, kami berharap pemerintah harus fair dan konsisten dalam perlindungan konsumen termasuk konsumen tembakau. Di RPP Kesehatan, kami melihat bahwa peraturan ini tidak memberikan ruang yang adil dan berimbang pada tembakau sebagai produk dan aktivitas pertembakauan itu sendiri,” tambahnya.

Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) mendorong pemerintah untuk melindungi keberlangsungan ekonomi kerakyatan lewat eksistensi tembakau.

Menurut Eggy Bp, tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan, tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Eksistensinya telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau," kata Eggy lewat keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Selasa (7/11/2023).

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai, bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal," papar Eggy.

Sementara menurut Mei Hari Sumarna, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kota Cirebon turut menyampaikan dukungan kepada KPTNI yang menginisiasi Cirebon Tobacco Fest sebagai salah satu cara edukasi terhadap masyarakat luas khususnya kepada para pelaku usaha pertembakauan.

“Prioritas kami adalah pengawasan peredaran produk tembakau. Kami terbuka lebar menjadikan KPTNI sebagai mitra Bea Cukai khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal yang marak," ujar Mei. 

Agus Sukmanjaya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menyebutkan bahwa gelaran kegiatan ini menunjukkan nilai positif tembakau yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Baik dari sisi kelestarian budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif . (din)



Share:

Kamis, 02 November 2023

Banyak Membuat Terobosan, Bupati Imron Apresiasi Dinkes Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah membuat terobosan-terobosan, terutama dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Cirebon.

Salah satunya adalah pembentukan tim koordinasi kesehatan jiwa masyarakat (TKKJM) serta peluncuran aplikasi bantu SIMADU LAN SEJIWA (Sistem Informasi Terpadu Layanan Kesehatan Jiwa). 

Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Apita Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/11/2023).

"Dengan dibentuknya TKKJM, saya harapkan hal-hal mengenai koordinasi dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dapat berjalan lebih baik lagi," kata Imron.

Menurutnya, TKKJM yang dibentuk merupakan satgas gabungan dari seluruh stakeholder, diantaranya meliputi dunia usaha, pers, dan LSM. 

Dengan konsep pentahelix dalam TKKJM ini, lanjut Imron, diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Saya titip ini, tidak hanya terbentuk SK-nya saja, tetapi 40 kecamatan, 412 desa, serta 12 kelurahan wajib mempunyai TKKJM dan dapat berjalan dengan efektif, kondusif serta  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah, M.M mengatakan, saat ini di bidang kesehatan sedang menghadapi “triple burden disiase”, yaitu beban tiga kali lipat berbagai masalah penyakit.

Pertama, adanya penyakit infeksi: new emerging dan re-emerging. Kedua, penyakit menular yang belum teratasi dengan optimal. Dan ketiga, penyakit tidak menular yang cenderung meningkat setiap tahunnya, seperti masalah kesehatan jiwa.

Menurut Neneng, kesehatan jiwa masyarakat merupakan kondisi kesejahteraan mental dan emosional masyarakat dalam suatu wilayah atau populasi. Hal ini mencakup pemahaman, promosi, perlindungan, dan perawatan kesehatan mental dalam konteks komunitas.

"Kondisi saat ini, gangguan kesehatan jiwa dengan status ODGJ pada tahun 2022 sebanyak 2906 kasus, dan sampai triwulan 3 tahun 2023 sebanyak 2488 kasus," jelas Neneng.

"Tingginya kasus ODGJ di Kabupaten Cirebon tersebut, tentunya merupakan permasalahan sekaligus sebagai tantangan kita bersama dalam pembangunan sumber daya manusia," sambungnya.

Oleh karenanya, lanjut Neneng, diperlukan pengelolaan yang baik, melibatkan berbagai teknis dan strategi yang bertujuan untuk mempromosikan, melindungi, mencegah, dan memberikan perawatan kesehatan mental kepada masyarakat.

Salah satunya dengan menyediakan kebijakan yang membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan jiwa masyarakat.

"Kami atas nama keluarga besar Dinas Kesehatan, mengapresiasi yang setinggi-tinginya kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang telah menerbitkan Peraturan  Bupati Nomor 84 Tahun 2023 tentang Tim Koordinasi Kesehatan Jiwa Masyarakat," ujar Neneng.

Masih dikatakan Neneng, salah satu komitmen dalam menindaklanjuti Perbup tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon selenggarakan “Gerakan bersama menuju sehat melalui Program Ceria“.

"Untuk mendukung program tersebut, kami luncurkan aplikasi pengelolaan kesehatan jiwa masyarakat, yaitu Sistem Informasi Terpadu Pelayanan Kesehatan Jiwa masyarakat, yang kita beri nama inovasi ini dengan SIMADU LAN SEJIWA berbasis  IT," pungkasnya. (din)

Share:

Definition List

Unordered List

Support