Definition List

Senin, 03 Februari 2020

Diduga Membawa Obat Terlarang, Polsek Muara Baru Amankan Seorang Pengendara Sepeda Motor


JAKARTA, FC - Operasi Cipta Kondisi yang di gelar Polsek Kawasan Wilayah Muara Baru, Senin (3/2) malam berhasil mengamankan seorang pengendara sepeda motor karena setelah dilakukan penggeledahan kedapatan membawa Narkoba.

Operasi yang dipimpin oleh Pengawas Polsek Kawasan Wilayah Muara Baru Ipda Ayi Supriyadi, di Jalan Hiu Raya No. 3, Pelabuhan Muara Baru dengan target operasi senjata tajam, minuman keras, narkoba dan handak.

"Melihat seorang pengendara sepeda motor yang mencurigakan kemudian anggota memberhentikan pengendara sepeda motor yang mengaku berinisial SU, selanjutnya dilakukan penggeledahan oleh anggota dan di dalam tas selempang milik SU ditemukan barang bukti satu buah sedotan warna ungu berisi kristal putih diduga shabu," kata Ayi Supriyadi, Selasa (4/2), di Jakarta.

Saat di introgasi oleh Polisi, berinisial SU mengakui bahwa shabu tersebut, adalah miliknya yang didapat dengan cara membeli kepada orang lain seharga Rp. 200 ribu. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa dan diamankan di Polsek Kawasan Wilayah Muara Baru untuk proses lebih lanjut.

"Barang bukti yang berhasil disita dari berinisial SU yaitu satu buah sedotan warna ungu isi kristal putih diduga shabu brutto 0,14 gram, satu buah Tas slempang warna hitam coklat merk Jansport, satu nit sepeda motor Suzuki Satria Fu Nopol B 3725 S warna merah hitam, dan satu buah kunci kontak," ujarnya.

Atas perbuatanya, berinisial SU di duga telah melanggar Primair pasal 114 ayat 1,  Subsidair Pasal 112 ayat 1 UU RI Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Wilayah Muara Baru AKP. Slamet Riyanto membenarkan kejadian tersebut dan mengapresiasi kinerja anggotanya yang berhasil mengungkap Narkoba di Pelabuhan Muara Baru. (dade)

Banyak Sampah Di Atas Jembatan, Anggota Polsek Pabayuran Langsung Bersih-Bersih


FOKUS BEKASI - Masih adanya prilaku kotor di masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan, membuat kepihatinan tersendiri bagi para anggota kepolisian. Padahal dengan menjaga kebersihan lingkungan pun akan sehat dan menjadi nyaman.
Berbeda dengan apa yang dilihat para anggota kepolisian ini, melihat jembatan yang banyak dipenuhi sampah, anggota Polsek Pebayuran langsung tergerak untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum warga yang tak bertanggungjawab.
Tiga orang anggota Polsek Pebayuran yang sedang melakukan patroli malam merasa perihatin dengan kondisi tersebut. Mereka pun kemudian berinisiatif membersihkan sampah yang ada di atas jembatan.
Mereka (anggota Polsek Pebayuran) tidak bekerja sendiri, mereka dibantu dengan warga sekitar yang peduli dengan kebersihan jembatan.
“Ini jembatan dibangun oleh pemerintah untuk digunakan sebagai sarana transportasi penghubung, mari sama-sama kita rawat dan kita jaga kebersihannya, jangan sampai dikotori dengan sampah,” kata Aiptu Abdurahman anggota Polsek Pebayuran. (*)

Kepsek SMP Negeri 16 Kota Cirebon, Karnadi S.Pd M.Hum Gagas Pendidikan Berprestasi


FOKUS CIREBON - Karnadi, Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Cirebon, punya kebiasaan berbeda degan kebanyakan sekolah lain. Dirinya selalu mencontohkan kepada para guru dan siiswanya untuk selalu mengedepankan kedisiplinan. Bahkan tak hanya itu, Karnadi juga kerap mencontohkan kepada siswanya bagaimana menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan trampil dalam segala hal.

Sikap yang ditunjukkan Karnadi ini sebagai bentuk tanggungjawab dirinya sebagai pemimpin dan memang sosok Karnadi selalu berfikir untuk mengagas SMPN 16 menjadi sekolah berbasis keilmuan dan skill siswa. 

Ia dan para guru kerap rapat dan melakukan evaluasi atas capaian pengajaran, pembelajaran (proses KBM) dan pendidikan (prestasi siswa), guna menuju visi misi sekolah di SMPN 16. 

"Pak Karnadi terus berjuang, melalui kerja dan capaia  visi misi sekolah, berbagai terobosan pun di konsep, agar SMPN 16 terus berkarya dan berprestasi, khususnya menjaga nama baik almamater yang sudah menjebolkan ribuan lulusan yang kini sukses diberbagai instansi kepemerintahan, TNI/Polri, pengusaha serta kesuksesan dibidang lainnya," terang pegiat pendidikan dilingkungan pendidikan kota cirebon.

Hal senada juga diungkapkan pegiat pendidikan lainnya, Rahmat MSi, sosok Karnadi tak pantang menyerah. Melalui bekal pengalamannya membangun, memimpin dan memenej sekolah, membuat kiprah dan karyanya di SMPN 16 semakin terasa. 

Perubahan tersebut merupakan ciri kerja nyata Karnadi yang selalu ingin berkarya. Sehingga tak bisa dipungkiri kemajuan di SMPN 16 dengan  berbagai prestasi yang sudah di toreh.

"Tantangan baginya adalah perjuangan, dan bekerja adalah pengabdian, maka prinsip kerjanya selalu ingin berkaya agar apa yang menjadi tujuan dan visi misi sekolah tercapai," tandasnya.

Selain itu, dalam praktek pendidikan, dirinya selalu mendorong sekolah ataupun siswa untuk belajar dan berprestasi. Dimana lifeskill atau keahlian siswa pun harus didorong melelaui berbagai karya. Seperti Pramuka dan kegiatan ekstra kulikuler lainnya. "Inilah pengabdian dimana harus benar-benar menjadi manfaat bagi orang lain," tuturnya. (Nur)

Minggu, 02 Februari 2020

Waduk Cipancuh Dibuka, Sukseskan Percepatan Musim Tanam Rendeng 2020


FOKUS INDRAMAYU -Di musim penghujan ini, pasokan air di Waduk Cipancuh hanya mencapai 1 juta kubik. Untuk menghindari gagal tanam, Pemerintah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu terus berupaya sukseskan percepatan musim tanam rendeng 2020 dan air di waduk seluas 700 hektare itu mulai digelontorkan.
Penggelontoran diawali dengan acara pengukuhan pembukaan pintu air oleh Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, Jumat (31/1). Turut hadir dalam acara itu unsur muspika, para kuwu, pengurus KTNA serta jajaran PJT II Divisi Pengelolaan Air III Seksi Patrol.
Petugas Pengamat Sungai dan Irigasi Waduk Cipancuh, Ito menjelaskan, pembukaan pintu air dilakukan untuk memasok kebutuhan air irigasi untuk sawah tadah hujan seluas 6.314 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kroya, sebagian Gantar dan Kecamatan Anjatan.
“Pembukaan pintu air ini untuk mendukung kebutuhan air demi mencegah gagal tanam. yang belum tanam diharapkan menyusul secepatnya,” kata ito.
Sejatinya ungkap dia, dengan volume air mencapai 1 juta kubik hanya cukup untuk memenuhi pasokan air seluas 3000-350 hektare sawah selama 16 hari ke depan.
“Ya kami juga bingung, sebab intensitas hujan yang rendah, Kalau gak ada hujan, gak ada pasokan air ke waduk, paling cukup untuk sebulan. Tapi insya Allah hujan terus turun dan kebutuhan air tetap aman,” ujar dia.
Sementara itu, Camat Haurgeulis Rory Firmansyah optimistis percepatan musim tanam rendeng dapat terealisasi sesuai jadwal. Apalagi, sebagian besar petani di wilayah Kecamatan Haurgeulis sudah mulai melaksanakan musim tanam sejak dua minggu lalu, hanya penyebarannya belum merata.
“Nah ini kita dorong dengan pasokan air ke wilayah pertanian sawah tadah hujan yang belum masa tanam. Sebagai jaminan, agar petani tidak gagal tanam tanam,” tandasnya. (*)

Sabtu, 01 Februari 2020

Dorong Literasi, Pemkot Gandeng IPNU Dan IPPNU Gelar Seminar Literasi


FOKUS CIREBON - Masih rendahnya minat membaca di kalangan masyarakat, membuat Pemerintah daerah Kota Cirebon harus menggandeng berbagai pihak untuk mendorong gerakan literasi. 

Salah satunya dengan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon. 

Dua organisasi besar ini kemudian menggelar kegiatan Seminar Literasi dengan tema Budaya Literasi Menuju Generasi Emas di Era Revolusi Industri, Sabtu (01/02/2020), yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti herawati.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon Drs.H.Jaja Sulaiman M.Pd mengatakan seminar literasi yang digagas oleh IPNU-IPPNU Kota Cirebon merupakan salah satu potensi untuk terus mendorong gerakan literasi di Kota Cirebon.

Dia menuturkan pada tahun 2045 mendatang, Indonesia memiliki bonus demografi yang artinya jika tidak dibekali kemampuan literasi yang baik dari sekarang, nantinya akan menjadi berbahaya.

“Anak-anak sekarang atau anak milenial harus didorong ke arah literasi agar mereka tidak salah dalam mengakses informasi,” katanya di sela-sela Seminar Literasi yang digelar IPNU-IPPNU Kota Cirebon.

Jaja mengungkapkan untuk mendorong gerakan literasi, Pemda Kota Cirebon siap bersinergis dan berintegrasi dengan berbagai pihak agar gerakan literasi di Kota Cirebon lebih terarah pada hal positif.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya kegiatan seminar literasi, masyarakat Kota Cirebon semakin maju,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Cirebon, Dr.KH.Samsudin M.Ag mengungkapkan Nahdatul Ulama (NU) terus mendorong warganya terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk membuat terobosan di bidang literasi agar minat baca dan diskusi masyarakat Indonesia bisa terdongkrak.

“Selain seminar literasi, NU Kota Cirebon akan turun ke jalan merangkul anak-anak jalanan untuk bejalar, membaca dan diskusi,” katanya.

Demisioner Ketua PC IPNU Kota Cirebon, Abdul Azis memaparkan salah satu penyebab rendahnya minat baca masyarakat yaitu karena sulitnya akses untuk mendapatkan buku-buku bacaan berkualitas.

“Kami melihat fakta berbeda di lapangan, mereka bukan kurang minat baca, hanya saja kurang memiliki akses, maka dari itu kami dekatkan buku dengan masyarakat,” jelasnya.

Azis menambahkan seminar literasi bersamaan dengan kegiatan bazar buku yang digelar di berbagai daerah di Indonesia, adapun Kota Cirebon merupakan kota ke-8.

“Kami merangkul berbagai penerbit, tujuan bazar sendiri agar akses masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan buku,” tambahnya.

Firman Abdulah selaku ketua pelaksana bazar buku dan seminar literasi yang digagas IPNU-IPPNU Kota Cirebon memaparkan seminar literasi merupakan gerbang awal untuk mendorong gerakan gemar membaca bagi masyarakat yang dinisiasi oleh IPNU dan PCNU Kota Cirebon.


“Target utama kegiatan ini yaitu mendorong gerakan gemar membaca dan munculnya dorongan dari diri sendiri untuk membaca,” katanya. (bam)

Pelabuhan Kejawanan Bikin Pengunjung "Asyik" Nikmati Pesona Alam Laut


FOKUS CIREBON - Berkunjung ke pantai laut memang mengasyikan, apalagi jika datangnya bersama  keluarga atau bersama teman-teman dekatnya, tentu bikin suasana wisata tambah asyik dan nyaman. Hal itu yang dilakukan oleh dua remaja yang tengah asyik menikmati pesona pantai laut di Pelabuhan Kejawanan  Kota Cirebon, Sabtu (01/02/2020).

Diakui dua remaja, Wandi dan Arif, pesona pantai laut kejawanan memang berbeda dengan kebanyakan pantai lain, selain tempatnya yang mudah dijangkau, pundi rupiahnya pun murah meriah.

Wandi mengaku datang dari Kabupaten Indramayu dan sengaja ingin menghabiskan waktu weekandnya bersama teman-temannya di Pelabuhan Kejawanan.

"Rasanya nyaman dan suasana pantainya bisa untuk melepas lelah setelah seminggu beraktivitas. Ini benar-benar asyik dan bisa menjadi tempat rekreasi bagi keluarga dan teman-teman dekat," kata Wandi yang tengah asyik membakar ikan di tepi pantai sambil memancing.


Hal senada juga diungkapkan Arif, lelaki bujangan dan aktivis mahasiswa ini sengaja datang untuk melepas kepenatan. Ia mengaku, sesampainya di pantai laut Kejawanan, rasa penat dan lelah sirna seiring dengan debur ombak dan asap pembakaran yang sengaja dibawa peralatannya dari rumah.

"Wah nikmat mas, rasanya berada di hamparan luas yang tak bertepi ini bikin nyaman dan asyik, apalagi angin dan deburan ombak serta suara-suara kapal nelayan menambah ingin berlama-lama menikmati keindahan pesona pantai laut Kejawanan Cirebon," ujar Arif.


Selain Wandi dan Arif,  pengunjung yang datang juga tengah menikmati deburan ombak di atas bebatuan. Sesekali dari mereka terlihat meleparkan umpan pancing dengan berharap mendapat ikan dari kunjungan wisata tersebut. (nur)

Tangani Banjir Jabotabek, BPPT Nyatakan Masih Terapkan TMC


JAKARTA-- Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih diterapkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Kekuatan kolaborasi diyakinkan berada di balik kesuksesan penerapan teknologi hujan buatan demi mengurangi intensitas hujan di suatu wilayah.

TMC tidak bisa dilakukan hanya oleh Balai Besar TMC di BPPT. "Kalau bicara ekosistem tentu itu tidak berarti hanya satu stakeholder saja, tapi TMC harus dengan kolaborasi, seperti diketahui awal tahun ini, pada 1 Januari 2020, banjir merendam banyak wilayah di Jabodetabek akibat hujan ekstrem," kata Hammam, saat acara Penguatan Ekosistem TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek, di Ruang Komisi utama,  Gd. 2 BPPT Lt. 3, Jl. M. H. Thamrin no. 8 Jakarta Pusat.

Hujan juga terjadi di beberapa daerah lain yang mengakibatkan kerugian tidak hanya materil tapi korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 60 orang tewas akibat bencana banjir dan longsor di awal tahun ini.

Untuk melakukan TMC harus ada yang menyediakan informasi awal yaitu dari BMKG. Kemudian ada TNI AU, mu dari pilot hingga staf lainnya, juga ikut membantu dalam melakukan persemaian garam di udara.

"Kemudian tim operasi TMC yang dimotori B2TMC dan timnya yang bekerja sama dengan seluruh jajaran yang terlibat. Termasuk LAPAN dan BNPB. Sehingga, pria berusia 57 tahun itu menjelaskan, ekosistem tersebut menjadi tantangan untuk terus berkolaborasi di dalamnya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang rentan bencana sehingga kolaborasi harus dilakukan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca bisa membuat ramalan cuaca yang sudah dirilis meleset. Menjadi tidak seperti yang diprediksi.                                                 

Tak ada penjelasan pengaruh dari adanya modifikasi cuaca itu terhadap peringatan dini hujan ekstrem dari BMKG yang sporadis atau bolak balik dirilis belakangan ini. Peringatan dini bisa sangat lokal untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan pernah terjadi peringatan dini tak terbukti.

"Hanya meminta pola pikir diubah tentang sebab akibat teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan tim dari BPPT dan ramalan cuaca BMKG itu," kata Dwikorita.

Yang terpenting, menurutnya, keberhasilan memodifikasi cuaca--biasa dilakukan dengan menciptakan hujan buatan--sangat bergantung kepada ketepatan prediksi oleh BMKG.

"TMC itu untuk mencegah banjir, kalau kami salah prediksi, TMC akan salah menembakkan atau menyemai garam ke awan. Harus presisi," ujarnya. (dade)