Bupati dan Kepala Desa Padarama Kuningan apresiasi Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) yang menggelar kegiatan bakti sosial selama 10 hari di Desa Padarama.
Jumat, 04 Februari 2022
Ikatan Mahasiswa Kuningan Gelar Bakti Sosial di Desa Padarama, Bupati Kuningan Apresiasi
48 Pejabat Fungsional di Lingkungan )emda Kota Cirebon Dilantik
CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., melantik sebanyak 48 pejabat fungsional di lingkungan Pemda Kota Cirebon, Jumat (4/2/2022), di Hotel Prima Jalan Siliwangi Kota Cirebon.
Pejabat fungsional yang dilantik terdiri dari 31 pejabat fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, 15 orang pejabat fungsional pengawas dan dua orang pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa.
“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dalam rangka urgensi pengisian kekosongan jabatan,” ungkap Wali Kota Azis.
Azis mengatakan, kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi tingkat sekolah, taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah atas.
“Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.” tuturnya.
Sedangkan, sambung Azis, jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Di masyarakat masih terdapat stigma bahwa jabatan fungsional merupakan jabatan kelas dua dibandingkan jabatan struktural. Padahal banyak keuntungan dari jabatan fungsional yang dapat kita peroleh, salah satu di antaranya yaitu batas usia pensiun yang lebih panjang,” kata Azis.
Perlu diketahui, jabatan fungsional bukanlah jabatan yang bisa diisi oleh sembarang orang. Pengisiannya didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu dan dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu.
“Kepada para pejabat fungsional yang dilantik untuk segera menyesuaikan dan terus meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan jabatan fungsionalnya,” ucap Azis.
Ia berharap, para pejabat fungsional yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mencermati setiap perubahan dan tuntutan zaman yang ada, serta dapat membantu bekerjasama mewujudkan visi-misi Kota Cirebon.
“Selamat bertugas. Ingatlah bahwa jabatan yang dipercayakan kepada saudara-saudara, merupakan amanah yang harus diemban, yang harus disyukuri dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” katanya. (din)
Pilot Project UISSI, Pendidikan Jarak Jauh PAI FITK IAIN Cirebon Dimulai
Tampak Dekan FITK IAIN Cirebon, Dr H Farihin M.Pd tengah bersama Direktur GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama, Muhammad Zain.
CIREBON - Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon sudah dimulai. PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini merupakan pilot project Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemenag).
Perkuliahan yang dirancang 100 persen secara daring (online) ini diikuti oleh 200 guru madrasah dari berbagai daerah. Mereka adalah guru madrasah yang belum bergelar sarjana dari wilayah 3T, dan dibiayai oleh Kementerian Agama.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Muhammad Zain berharap pola pendidikan yang diterapkan dapat menjadi benchmark pendidikan digital bagi guru.
Hal ini dikemukakan Zain saat memberikan kuliah umum pada peserta PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati secara daring. “Kita berharap ini dapat mejadi benchmark bagi lembaga dalam implementasi digital learning atau e-learning untuk proses pembelajaran jarak jauh,” ungkap Zain, Jumat (4/2/2022)
“Bukan semata-mata memindahkan perkuliahan offline/tatap muka menjadi online/daring/tatap maya, akan tetapi betul-betul menjadi role model untuk pembelajaran yang ideal,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kartimi. "Sebagai pilot project tentu diharapkan bisa menjadi inspirator dan sekaligus sebagi mercusuar untuk mempublish lembaga kepada masyarakat dan dunia luar," kata Kartimi.
Sementara, Dekan FITK, Farihin mengungkapkan harapanya agar PJJ PAI ini ke depan dapat dibuka bagi mahasiswa umum. "Ke depan, kami berharap PJJ PAI tidak hanya diperuntukkan bagi para guru madrasah saja, melainkan bisa dibuka untuk mahasiswa umum dengan biaya mandiri," tambah Farihin.
Dalam kesempatan tersebut, Zain juga menyampaikan materi tentang “Makna Hidup Bersama Al-Qur’an”. Menurutnya, mahasiswa PJJ PAI yang merupakan guru madrasah ini harus menjadi golongan pencintan Al-Qur’an.
"Prof Fazlurrahman ulama ahli tafsir, beliau setiap kali mengajar Al-Qur'an selalu membawa mushaf Al-Qur'an dan mendekapnya, menunjukkan rasa hormat dan memuliakan Al-Qur'an," kata M Zain.
Ia pun memaparkan, bahwa pecinta Al-Qur’an dibagi dalam tiga golongan. Golongan pertama adalah orang mencintai Al-Qur'an karena semata-mata bacaannya mengandung berkah, sehingga orang baca Al-Qur'an untuk tujuan tertentu.
Golongan kedua adalah orang mencintai Al-Qur'an dengan memahami kandungan maknanya dalam berbagai dimensi kekinian kehidupan umat manusia, sebut saja persoalan sains, teknologi, ekonomi, sosial politik dan sebagainya.
Golongan ketiga adalah orang mencintai Al-Qur'an secara kritis, artinya kelompok tersebut membaca, memahami Al-Qur'an namun juga mengkritisi kandungan ayatnya.
"Saya mengajak mahasiswa PJJ PAI untuk menjadi pecinta Al-Qur'an sehingga bisa hidup bersama Al-Qur'an dalam arti yang sebenarnya," ajak M. Zain.
Kamis, 03 Februari 2022
Hadiri Konsolidasi PTKIN di Semarang, Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon Siap Sukseskan SPAN-UM PTKIN 2022
Rakerpim FITK Dorong Fakultas Lakukan Sertifikasi SNI ISO Pada 2022 Ini
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2022.
Rabu, 02 Februari 2022
Sekolah MAN 2 Kabupaten Bekasi Kunjungi Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon
CIREBON, FC - Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri MAg menerima langsung kunjungan siswa-siswi MAN 2 Bekasi dalam kegiatan Goes To Campus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Bekasi di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penerimaan kunjungan tersebut berlangsung di lantai 3 gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (2/2/2022).
Selasa, 01 Februari 2022
Tetap Menjaga Prokes, Warga Tionghoa Rayakan Tahun Baru Imlek 2022
CIREBON, FC – Meski Perayaan tahun baru Imlek 2022 dalam situasi pandemi Covid-19, warga Tionghoa tetap merasakan kegembiraan dan perayaannya dinilai berjalan khidmat dan tertib menjaga protokol kesehatan (prokes).
“Kami ikut bergembira atas datangnya tahun baru Imlek 2022. Kami juga bersyukur karena pelaksanaan Imlek tahun ini berjalan lancar,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., usai mengunjungi Vihara Dewi Welas Asih, Selasa (1/2/2022).
Pihaknya berterima kasih kepada jajaran kepolisian, TNI, Satpol PP maupun pihak lain yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas dalam perayaan Imlek tahun 2022 ini. Begitu juga dengan warga Tionghoa yang telah tertib menerapkan prokes dalam merayakan Imlek.
“Kami juga terima kasih kepada warga Tionghoa yang merayakan tahun baru Imlek secara tertib, menjaga protokol kesehatan, ini sangat luar biasa. Kolaborasi antara pemerintah daerah melalui Forkopimda dengan masyarakat, inilah penyebab dari kesuksesan,” tuturnya.
Azis mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalakan semangat toleransi di tengah keberagaman yang ada di Kota Cirebon. Kehidupan yang rukun dan harmonis harus terus dijaga.
“Inilah salah satu rahmat bagi kehidupan kita. Beragam tapi sangat toleran dan mengedepankan harmonisasi antar warganya. Saya kira ini sebagai karunia yang patut kita syukuri dengan menjaganya,” kata Azis.
Di sisi lain, dikarenakan pandemi Covid-19 masih berlangsung, terlebih varian Omicron tengah mengancam, maka penerapan prokes harus dilakukan secara tertib. Sehingga aktivitas peribadatan maupun perekonomian bisa berjalan lancar.
“Kota Cirebon perekonomian harus jalan, ibadah harus jalan, tapi protokol kesehatan harus dilaksanakan ketat. Supaya ibadah bisa dilaksanakan dengan baik, perekonomian berjalan dengan baik, kita tetap sehat terhindar dari Covid-19,” katanya. (Heri)





