Definition List

Jumat, 05 Agustus 2022

Mentoring Menjadi Inovasi Baru dalam Upgrading HMJ IQTAF

CIREBON, FC. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara Upgrading dengan tema "Transformasi Kinerja Kerja HMJ IQTAF yang Cerdas dan Berintegritas dalam Bingkai Solidaritas" di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis, 04 Agustus 2022.

Acara tersebut resmi dibuka pukul 08.30 WIB oleh Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A., M.S.I.

H. Muhammad Maimun, M.A., M.S.I., selaku Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir menegaskan bahwa acara ini merupakan acara penting sebagai sarana untuk meningkatkan progres HMJ IQTAF, dan acara ini berisi evaluasi, mentoring, dan sharing season.

Sehingga diharapkan HMJ IQTAF mampu memanfaatkan diskusi untuk mengolah permasalahan dan ide-ide agar mencapai output yang baik.

"Alhamdulilah kita sudah memasuki bulan ke delapan yang merupakan rangkaian agenda kegiatan di suatu organisasi untuk mentoring atau evaluasi, agar mencapai peningkatan progres HMJ. Pada hakikatnya, ketika kita berorganisasi, berarti mampu melaksanakan aktivitas simbolik terhadap orang lain," ucap Maimun.

"Teman-teman dalam upgrading ini dapat melakukan evaluasi terhadap program-program agar dapat tercapai dengan baik," tambah Maimun.

Ketua Pelaksana, Dinda Febriani,  menegaskan bahwa acara ini merupakan acara esensial yang terdapat inovasi baru di dalamnya, dengan menggunakan mentoring dan mengundang beberapa demisioner, dan dari acara ini diharapkan terjalin komunikasi yang baik agar terwujudnya rasa tanggung jawab dan solidaritas, serta dapat membantu progres HMJ kedepannya.

"Menggunakan mentoring dalam acara ini merupakan inovasi baru dari kinerja kerja sebelumnya, memberikan ruang untuk alumni atau demisioner agar berperan juga dalam acara ini, dengan pengalaman mereka, setiap satu divisi diberi satu mentor untuk memberikan arahan, pengalaman, serta motivasi pada divisi tersebut," ucap Dinda.

"Semoga acara ini dapat memberikan progres yang baik kedepannya," tambah Dinda.

Di kesempatan yang sama, Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum turut memberikan beberapa ucapan terkait acara tersebut.

Alfath menegaskan bahwa esensi dari acara ini merupakan peningkatan kepengurusan, memberikan rasa nyaman dan motivasi membara, serta bersama-sama bersuara, memberikan saran dan keluhannya di forum mentoring.

"Esensi dari upgrading untuk meningkatkan kepengurusan. Menciptakan kenyamanan dan semangat baru untuk pengurus, dengan sama-sama memberikan saran dan keluhannya di forum mentoring. Diharapkan, dapat memberikan semangat yang bulat karena HMJ IQTAF masih banyak acara ke depannya," ucap Alfath.

Sementara itu, acara Upgrading yang erjalan lancar ini, sebelumnya melalui beberapa tahapan, seperti mentoring, sharing session, dan ditutup dengan evaluasi.

Pada acara ini para pengurus diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat dan tekad yang bulat, memperbaiki kinerja kerja, dan terus membantu mengepakkan sayap HMJ IQTAF ke depannya. (Red/Faqieh)

Mahasiswa KKN IAIN Cirebon Adakan Penanaman Bibit Pohon Guna Hijaukan Bumi

Bibit Pohon sebanyak 1300 ditanam, Mahasiswa KKN TBM IAIN Cirebon turut hujaukan bumi 


CIREBON, FC - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TBM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Desa Pamengkang adakan Penanaman bibit pohon sebanyak 1300 guna hijaukan bumi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, dilaksanakan di Desa Pemangkang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yaitu dari tanggal 2 Agustus sampai 3 Agustus 2022.

Ketua kelompok KKN Desa Pamengkang Nazar mengatakan bahwa penanaman bibit pohon dilakukan di Desa Pamengkang yang tersebar di beberapa titik dengan mengambil tema Hijau Bumi Ku dengan Sedekah Oksigen. Dan bekerja sama dengan BPDAS HL Cimanuk Citanduy. 

"Penanaman bibit pohon ini kami lakukan di berbagai titik. Pada penanaman ini kami mengambil tema Hijau Bumi Ku dengan Sedekah Oksigen," ujarnya.

Selain itu, Kepala Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon Kosasih mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dalam kegiatan penanaman bibit pohon sebanyak 1300 bibit pohon.

"Saya ucapakan terima kasih terhadap rekan mahasiswa KKN IAIN Cirebon yang telah bekerjasama dalam Penanaman Bibit Pohon," tandasnya. (Red/Alimudin)



Kamis, 04 Agustus 2022

127 Atlit IAIN Cirebon Siap Juara Di Pesona I Bandung

Official dan Kontingen IAIN Cirebon siap berlaga dan resmi dilepas Plt Rektor IAIN Cirebon, Dr H Saefudin Juhri M.Ag.


FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 127 atlit IAIN Cirebon resmi dilepas Plt Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Dr H Saefudin Juhri M.Ag, Rabu (4/8/2022). 

Dalam sambutannya, Saefudin berharap, atlit IAIN Cirebon dapat mengukir prestasi yang tentu bisa membanggakan diri sendiri, keluarga dan lembaga .

"Berdasarkan laporan semua atribut untuk Official dan altit sudah lengkap, ini pertanda kontingen kita sudah siap berkompetisi di Pekan Seni Olahraga Nasional (Pesona) I di UIN Bandung 

Saefudin menjelaskan, bahwa dalam kompetensi itu memliki dua hal, pertama hal taknis dan kedua hal non teknis. Baik teknis maupun non teknis ini tentu semua harus disiapkan dengan baik. Termasuk bagaimana nanti di pertandingan kita mampu menunjukkan prestasi dengan sportifitas yang tinggi.

Di sela-sela sambutannya, pernyataan menarik terlontar dari Saefudin kepada pihak Official untuk bisa melihat-lihat mengenai apakah kita bisa dan mampu menyelenggarakan kegiatan yang sama.

"Ya, pihak Official juga harus bisa melihat-lihat, apakah kita juga mau dan bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini," kata Saefudin, Plt Rektor dan juga Wakil Rektor I, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Diakhir sambutannya, Saefudin berharap  kita bisa tunjukkan prestasi dan tegar di laga pertandingan. Kita semua berangkat sehat dan kembali juga sehat. Di Bandung juga harus tetap jaga kesehatan dan terutama displin dan sportifitas.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Kepala.Biro AUAK IAIN Cirebon, bahwa Pekan Seni dan Olahraga Nasional Ke 1 di Bandung bisa menjadi ajang pencarian bibit atlit berprestasi.

"Pesan saya semua ini harus direncanakan dan di tata, sehingga apa yang kita inginkan dapat diwujudkan, termasuk sukses itu harus di tata dan direncanakan," ujarnya. 

Oleh karena itu, dari awal kita tata untuk sukses dalam bertanding dan ke sana datang untuk menang. Tidak usah gentar, kita sudah berlatih, kita sudah bersiap dan keberhasilan ada pada diri kita dan orang lain itu yang menjadi pendorong utamanya. 

"Selamat bertanding semoga kita semua diridhoi oleh Allah SWT dan pulang membawa kemenangan, juara," tandasnya. (din)



Rabu, 03 Agustus 2022

Pemda Kota Cirebon Sukseskan Bangga Kencana, Jalankan Amanat Presiden RI

FOKUS CIREBON, FC - Pemda Kota Cirebon turut mensukseskan bangga kencana yang diamanatkan oleh Presiden RI kepada BKKBN, yakni dengan keberadaan kampung Keluarga Berkualitas (KB). 

Kampung KB sebagai dasar pelaksanaan program tidak terbatas pada masalah pembangunan keluarga berencana dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut kondisi sosial masyarakat.

Pemanfaatan Kampung KB juga dapat digunakan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penerapan hidup sehat sebagai salah satu dari berbagai upaya penurunan angka stunting.

Untuk itu perlu penguatan fasilitasi, koordinasi dan kerjasama antar OPD , lintas sektor dalam mendukung penguatan kampung KB serta upaya penurunan stunting di Kota Cirebon.  (Indah)

Wabup Datangi Langsung Warga Miskin

KABUPATEN CIREBON - Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi mendatangi langsung warga miskin di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Rabu (3/8/2022). Kedatangan Ketua TKPKD yang juga Wakil Bupati Cirebon kali ini sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga miskin di wilayah tersebut.

Selain itu, Wabup juga langsung melakukan monitoring dan evaluasi penanggulangan kemiskinan yang dipusatkan di kantor Kecamatan Palimanan. Tak sendiri, Wabup juga didampingi oleh beberapa dinas teknis, seperti Bappelitbangda, Disdukcapil, Dinsos, Dinkes dan beberapa dinas terkait dalam melakukan monitoring.

Dalam sambutannya dihadapan kuwu se-Kecamatan Palimanan, Wabup mengungkapkan ada beberapa poin penunjang dalam menentukan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, Wabup juga menyampaikan kegiatan monev ini harus dimanfaatkan oleh semua pihak dalam mencari solusi atas permasalahan kemiskinan, khususnya di wilayah Kecamatan Palimanan.

"Jangan sampai barlen alias bubar klalen. Silakan dimanfaatkan untuk sama-sama diskusi dan mengetahui program yang dijalankan pemerintah, baik itu pusat, provinsi hingga tingkat Kabupaten Cirebon," ujar Ayu, sapaan akrabnya.

Dijelaskan Ayu, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Contohnya dalam bidang pendidikan, ada program yang bisa dimanfaatkan masyarakat putus sekolah.

"Ada program Kejar Paket. Program itu kan ditujukan bagi masyarakat putus sekolah yang ingin melanjutkan pendidikannya. Angka putus sekolah di Kabupaten Cirebon ini cukup tinggi, sehingga berpengaruh terhadap capaian IPM," tambahnya.

Di samping itu, Wabup mengatakan sisi kesehatan juga ikut menjadi perhatian pihaknya. Saat ini, Dinas Sosial dan juga Dinas Kesehatan tengah mengejar capaian UHC (Universal Health Coverage).

Meskipun demikian, Ayu mengingatkan perlu peran serta semua pihak, termasuk desa dalam menyukseskan segala rencana program pemerintah. Hal paling utama yang bisa dilakukan, adalah dengan tertibnya data masyarakat miskin di setiap desa.

"Bapak dan ibu kuwu jangan takut untuk mencoret data masyarakat yang dianggap sudah tidak laik mendapat bantuan. Apalah arti kerja Puskesos sebagai garda terdepan verifikasi, jika di tingkat desa tidak berani mencoret," terangnya.

Terakhir, Ayu juga mengingatkan adanya keberpihakkan program desa terhadap pembangunan masyarakat. Artinya, program penanggulangan kemiskinan juga harus masuk dalam rencana program desa kedepannya.

"Tujuannya hanya satu, agar masyarakat sejahtera," tutupnya. (Hafiz)

161 Peserta Ikuti Tes Program Magister dan Doktor Pascasarjana IAIN Cirebon

Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag bersama para dosen Pascasarjana pada kegiatan pembukaan tes wawancara program studi Magister dan Doktor. 


FOKUS CIREBON, FC - Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mengadakan proses penerimaan calon mahasiswa baru untuk Program Magister dan Doktor. 

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, Senin - Selasa (1-2/8/2022) ini, diikuti sebanyak 161 peserta. "Tahun ini peserta tes berjumlah 161 orang dengan rincian 134 program Magister dan 27 orang program Doktor," terang Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag dalam sambutannya pada pembukaan tes wawancara. 

Dedi menjelaskan, bahwa tes dilakukan melalui 2 tahap yaitu tulisan yang meliputi TOEFL dan TOAFL serta TPA (Khusus Program Doktor) dan lisan melalui wawancara. 

Sementara tes tulisan dilakukan secara online bekerjasama dengan PPB IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan wawancara secara offline. 

Dedi juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kepercayaan para calon mahasiswa menjadikan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai labuhan studi lanjut. 

"Tentunya tidak mudah membuat keputusan kecuali memang didasari oleh  kepercayaan yang tinggi akan kualitas layanan dan produk akademik serta tracking record yang selama ini telah di bangun di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Dedi.

Untuk itu, lanjut Dedi, yang juga Guru Besar dan dikenal orator ulang, bahwa Pascasarjana akan terus berkomitmen menjaga nama baik dan pada saat yang sama memastikan bahwa para calon mahasiswa ketika diterima sebagai mahasiswa harus juga menunjukkan kinerja yang unggul, agar nantinya mereka menjadi lulusan-lulusan yang tidak saja cepat menyelesaikan studinya tepat waktu, akan tetapi bermanfaat bagi masyarakat. 

Di akhir sambutannya, Dedi mengajak para peserta untuk meneriakkan slogan yang selama ini menjadi ciri khas Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon "Pascasarjana Yes, Pascasarjana Fight, Pascasarjana Win". (din)

Selasa, 02 Agustus 2022

Melalui Semangat Penilitian dan Publikasi, Aan Jaelani Kini Menyandang Gelar Profesor

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag

CIREBON, FC - Mendapatkan gelar profesor menjadi keinginan semua dosen, karena gelar tersebut merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.

Hal itu sudah ditempuh oleh Dr H Aan Jaelani MAg. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dengan perjuangan gigihnya sejak mengejar hingga sampai di puncak jabatan tertinggi diraihnya dan saat ini gelar profesor pun sudah disandangnya. 

Pria kelahiran Cirebon 1 Juni 1975 ini telah mengajukan usulan sebagai guru besar pada 10 Desember 2020. Kemudian, pada 19 Juli 2022, Surat Keputusan pengangkatan Prof Dr H Aan Jaelani MAg sebagai guru besar diterbitkan.

Bahkan, dalam surat keputusan tersebut, Prof Aan Jaelani sudah ditetapkan menjadi guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Ilmu Ekonomi Islam mulai tanggal 1 Juli 2022.

Surat pengangkatan tersebut diterbitkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen dengan Nomor 47881/MPK.A/KP.07.01/202.

Artinya, jika dihitung dalam rentang waktu tersebut, hanya butuh waktu sekitar 19 bulan bagi Prof Aan Jaelani untuk menjadi guru besar.

Jurnal terindeks scopus kerap dianggap momok menakutkan bagi dosen-dosen yang ingin mengejar gelar profesor. Namun, menurut Prof Aan Jaelani, melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil riset atau pemikiran sesuai bidang ilmu dan keahliannya tersebut merupakan kewajiban bagi seorang dosen.

Prof Aan Jaelani menjelaskan, publikasi tersebut salah satunya dapat dilakukan di Jurnal Internasional Bereputasi (JIB) yang terindeks Scopus atau Web of Science (WoS).

Publikasi ilmiah pada JIB, imbuh Prof Aan Jaelani, tidak diukur dari sulit dan mudahnya. Melainkan bergantung pada kebiasaan atau tradisi akademik dalam menulis tiap dosen yang seyogyanya rutin dilakukan setiap semester atau setiap tahunnya.

“Seperti seorang pengemudi yang rutin dan biasa mengendarai mobil, ia makin terbiasa berkendaraan di jalan raya, termasuk memahami dan menaati rambu-rambu lalu lintasnya. Itu analogi menulis dan mempublikasikan karya ilmiah,” jelasnya.

Prof Aan Jaelani mengaku, sejauh ini dirinya telah menulis 3 jurnal terindeks scopus tahun 2017 dan 2020. Dari 3 jurnal tersebut, 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih dalam tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Sedangkan jurnal WoS, imbuh Prof Aan Jaelani, dirinya juga sudah membuat 3 jurnal tahun 2020 dan 2021 yang 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Tidak hanya itu, Prof Aan Jaelani memiliki pengalaman panjang terkait publikasi ilmiah pada JIB hingga ditetapkan sebagai profesor. Publikasi ilmiah tersebut terkait pengakuan atau rekognisi keilmuan dan kepakaran dosen dalam bidangnya oleh kalangan peneliti atau penulis dunia, baik nasional maupun internasional.

“Ini penting untuk membangun budaya akademik yang terkoneksi dengan banyak peneliti atau penulis dunia. Bagi dosen perlu membangun kepercayaan internasional itu dengan profil keilmuannya pada database publikasi internasional, seperti Scopus, WoS, ORCID, Publon, GS, ResearchGate, dan lainnya,” terangnya.

Bahkan, kepakaran Prof Aan Jaelani pun sudah diakui dengan dilibatkan menjadi reviewer pada Litapdimas Diktis Kemenag tahun 2017 hingga sekarang, reviewer pada 11 jurnal nasional terakreditasi SINTA, dan 9 jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus/WoS.

Yang lebih membanggakan, pengindeks jurnal internasional, PUBLON yang dimiliki WoS menetapkan Prof Aan Jaelani sampai sekarang sebagai Excellent Reviewer (https://publons.com/wos-op/researcher/1269851/aan-jaelani/).

Selain itu, Prof Aan Jaelani juga berkolaborasi dengan para penulis dunia dalam publikasi ilmiah atau pengembangan fitur-fitur riset.

Sejak tahun 2017 hingga sekarang, Prof Aan Jaelani juga tercatat sebagai anggota Elsevier Advisory Panel dalam pengembangan fitur publikasi dan riset pada penerbit bereputasi Elsevier.

Menurut Prof Aan Jaelani, dosen memiliki kewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, jabatan profesor bersifat akademik yang memiliki kewajiban menulis buku, menghasilkan karya ilmiah bereputasi, dan menyebarluaskan gagasannya kepada masyarakat luas.

Sehingga, kata Prof Aan Jaelani, kepakaran seorang profesor dalam bidang ilmunya memiliki kontribusi riil dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Untuk itu, Prof Aan Jaelani mengungkapkan, seorang profesor tetap memerlukan update atas kepakaran keilmuannya seiring perubahan zaman, waktu, dan tempat yang mendorong untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah dalam lingkup keilmuannya.

“Harapan tertinggi, seorang profesor tetap istiqamah dengan tradisi akademiknya. Hanya kepada Allah Yang Maha ‘Alim berharap atas limpahan ilmu-Nya,” tuturnya.

Direncanakan, pengukuhan Prof Aan Jaelani sebagai guru besar akan dilaksanakan pada Jumat (12/8/2022) bersamaan dengan Dies Natalies IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)