Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 09 Oktober 2020

Alhamdulillah, KUA-PPAS Anggaran 2021 Disetujui Setelah Proses Panjang

CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH., merasa senang dan berbangga hati atas penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021.

Penandatanganan dilakukan setelah Tim Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cirebon mencapai kesepatan setelah melewati diskusi panjang untuk menemukan sebuah kesepakatan.

“Alhamdulilah KUA-PPAS disetujui setelah proses panjang, akhirnya tercapai kesepakatan yang membawa kemaslahatan,” katanya, Jumat (09/10/2021) usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon.

Pada rapat paripurna tersebut juga dibahas pemandangan umum dari 9 Fraksi DPRD Kota Cirebon terhadap 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Cirebon kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM), Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Cirebon, Raperda tentang Pembentukan Perseroan Daerah Pembangunan Kota Cirebon, Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.

Terkait penyertaan modal kepada PDAM Kota Cirebon, Azis menuturkan, akan mulai dilakukan mulai tahun 2021 dan semua fraksi telah memberikan pandangannya terhadap 4 Raperda yang telah diusulkan.

“Pandangan umum dari semua fraksi telah kami catat dan akan menjadi pedoman dalam pembahasan Raperda,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah fraksi memberikan pandangannya seperti dari Fraksi Partai Demokrat, yang menyoroti Raperda penyertaan modal untuk PDAM selama ini dinilai sudah relatif besar. 

Maka sebelum menambahkan modal, Pemda Kota Cirebon perlu mempertimbangkan sejauh mana PDAM merencanakan dan memprogramkan secara matang hasil penambahan modal tersebut. (Yono)

Kamis, 08 Oktober 2020

Aksi Unjukrasa Di Kota Cirebon Ricuh, Aparat Kepolisian Amankan Sejumlah Demonstran


CIREBON- Aksi unjukrasa  penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Cirebon ricuh, beberapa jam suasana kota pun terasa mencekam, Kamis (8/10/2020).

Massa yang datang secara bergelombang, semula damai. Namun karena massa terus bertambah, massa gelombang terakhir itulah kericuhan terjadi.

Massa yang bentrok dengan polisi, saling lemparan batu, polisi terpaksa menembakkan water canon dan gas air mata ke massa hingga formasi aksi mereka pecah dan berlarian, 

Kericuhan terjadi akibat dipicu oleh gelombang massa terakhir yang ingin bergabung dengan massa dari sejumlah organisasi mahasiswa Cipayung plus Cirebon, seperti HMI, PMII, KAMMI, GMNI dan lainnya.

Massa ini diminta untuk membubarkan diri. Tetapi, kelompok massa ini tetap bertahan. Sampai akhirnya kelompok massa tersebut terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Untuk memukul mundur demonstran, pihak kepolisian pun mengerahkan mobil water canon untuk membubarkan massa. 

Aparat kepolisian berhasil menghalau massa dan situasi pun lambat laun kembali normal. Kemudian sejumlah demonstran yang diduga terlibat ricuh pun diamankan.

Belum ada data pasti dan keterangan resmi terkait berapa jumlah korban yang berjatuhan dari kedua belah pihak akibat dari bentrokan tersebut. (Nur)

Selasa, 06 Oktober 2020

Wakil Walikota Cirebon Mendapat Penghargaan Dari Komnas Perlindungan Anak

CIREBON, FC - Kepedulian sosok Hj Eti Herawati kepada kehidupan anak-anak di Kota Cirebon, membawa dirinya untuk menerima penghargaan yang tidak mudah didapatkan, kecuali dengan kepedulian yang tinggi, keikhlasan, kesabaran dan penuh perhatian. 

Atas kepeduliannya itu, Wakil Walikota Cirebon ini menerima penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak atas Kepedulian Terhadap Gerakan Perlindungan Anak.

"Terimakasih Komnas Perlindungan Anak atas apresiasi yang sudah diberikan. Penghargaan ini menjadi inspirasi sekaligus pemacu saya secara pribadi dan Pemda Kota Cirebon untuk meningkatkan kualitas anak semakin baik," kata Eti.

Penghargaan yang diberikan ini juga merupakan hasil kerja keras semua pihak terkait, yang telah mendukung, bekerjasama dalam memberikan perlindungan kepada anak di Kota Cirebon.


"Melalui capaian ini, saya berharap anak-anak di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya sehat, kuat, cerdas, dan berakhlak," ucapnya. (Nur)

Wali Kota Cirebon Mendukung Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon

CIREBON, FC- Dukungan transformasi IAIN Cirebon ke UIN kian kuat. Berbagai tokoh mulai lintas Perguruan Tinggi, ORMAS hingga para aktivis politik dan sosial sudah mulai angka bicara. Bahkan Wali Kota Cirebon sendiri, Drs H Nasrudin Azis langsung memberikan dukungannya, Selasa (6/10/2020).

Dalam pernyataanya, Azis mengatakan, sepanjang transformasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Kota Cirebon, tentu pemerintah daerah setempat pun akan mendukungnya.

“Sepanjang itu menguntungkan untuk perguruan tinggi tersebut dan memberikan kebaikan untuk mahasiswanya serta membawa kebaikan untuk masyarakat Kota Cirebon.” kata Walikota Cirebon.

Azis juga menyatakan, jika keberadaan IAIN Syekh Nurjati ini berdomisili di Kota Cirebon. Sehingga, tentu pemerintah daerah akan mendukung transformasi IAIN Cirebon ini menjadi UIN.

Kendati begitu, Azis berharap, dengan transformasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi bagian untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon.

Tentunya, harap Azis, IAIN Cirebon menjadi bagian dari dan untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon itu yang paling utama.

"Jadi kualitas individu masyarakat di Kota Cirebon dapat lebih meningkat dengan adanya transformasi tersebut,” ucapnya. (din)


Walikota Cirebon : Ulama Sebagai Perekat Umat

CIREBON - Ulama memiliki peran sebagai perekat umat. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu berupaya untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat Pembukaan Musda VII MUI Kota Cirebon tahun 2020 di Islamic Center Kota Cirebon, Selasa, 6 Oktober 2020.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon memiliki tugas strategis untuk membangun kemaslahatan dan memperkokoh ukhuwah islamiah,” ungkap Azis. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon menurut Azis akan senantiasa mendukung sejumlah program yang dilakukan oleh MUI. 

Terlebih ke depannya Azis meyakini tantangan MUI semakin berat dan kompleks dengan beragamnya dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya Azis juga meminta doa dari seluruh anggota MUI untuk bisa bersama-sama mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di berbagai belahan dunia lainnya. 

“Pandemi Covid-19 ini menjadi keprihatinan dan ujian yang berat untuk kita semua,” paparny.

Azis juga menekankan bahwa Pemda Kota Cirebon dengan dukungan seluruh komponen masyarakat akan bekerja maksimal untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

Pada kesempatan itu, Azis juga meminta kepada seluruh peserta Musda VII MUI Kota Cirebon untuk tetap menaati protokol kesehatan. 

“Dengan kerendahan hati kami juga memohon doa dari seluruh ulama agar kondisi negara segera membaik dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” tandas Azis. (Lan)

Ketua HMJ KPI : Diksar ini Untuk Memperkenalkan Jurusan KPI dan Prospek Kerja Kedepannya


CIREBON - Mutualime tidak selalu harus berkuantitas, tetapi kuantitas harus bermutu. Untuk itu,Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar pendidikan dasar (diksar) ke 7 bagi mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2020/2021, Selasa (5/10/2020).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk tahun ini kegaiatan diksar yang  berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.

Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.

“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.

“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.

Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut. (Nur)

Senin, 05 Oktober 2020

HIMA-ILHA Gelar Kajian Bahasa Bertajuk 'Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’


CIREBON - Himpunan Mahasiwa Jurusan Ilmu Hadis (HIMA-ILHA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kajian bahasa, Senin (5/10/20).Kajian tersebut bertemakan ‘Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’.

“Bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa legendaris, bahasa kebanggaan umat Islam, yang mana nabipun berdakwah menggunakan bahasa Arab, bahkan kitab suci umat Islampun berbahasa arab”, tutur Rizki selaku Ketua Umum HIMA ILHA.

Menurutnya, bahasa Arab adalah bahasa satu-satunya yang dipakai oleh Khoirul Anam, Sayyidul Arabi wal Ajami Muhammad Rasulullah SAW.

Sementara itu, Raden Miqdad selaku pemateri menyampaikan, bahasa Arab berubah menjadi bahasa persatuan keilmuan yang membimbing dan membina umat Islam menuju peradaban yang sangat berharga dan bernilai.

“Salah satu contoh kecilnya yaitu kitab Al Qanun fi Ath Thibb karya Ibnu Sina, kitab berbahasa Arab yang menjelaskan hukum-hukum dalam kedokteran,” papar Miqdad.

Ia menambahkan, karya tersebut yang dijadikan sebagai rujukan utama pertama bagi umat manusia dalam dunia medis.

“Bahasa Arab merupakan kehidupan spritual kaum muslimin mulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji,” ujarnya.

Maka, menurutnya, tidak berlebihan ketika dikatakan bahwa bahasa Arab adalah kunci pertama di dalam memahami seluruh aset keilmuan Islam yang kaya.

“Bahasa Arab adalah bahasa yang disahkan Allah untuk digunakan sebagai wasilah pengantar ibadah mahdhoh”, kata Miqdad. (Nur)