Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 November 2020

Pemkab Cirebon Evaluasi Penanganan Jenazah Positif Covid 19


FOKUS CIREBON - Sempat terjadinya permasalahan yang berkaitan dengan penguburan jenazah yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Cirebon, dijadikan bahan evaluasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Cirebon. 

Bupati Cirebon Drs H. Imron, M. Ag, meminta agar permasalahan tersebut tidak kembali terulang. Ia menilai, banyak faktor yang membuat permasalahan penanganan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon sempat ada yang terkendala. 

"Diantaranya, yaitu kurangnya komunikasi dan informasi yang disampaikan," ujar Imron, Jumat 13 November 2020.

Selain itu, banyaknya informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, membuat pandangan masyarakat terkait covid 19 menjadi bertolak belakang. Bahkan, tidak sedikit juga yang masih tidak percaya adanya covid 19 ini. 

Apalagi ujar Imron, ada juga seorang ahli yang menyatakan, bahwa orang yang meninggal, maka virusnya juga ikut meninggal. 

Hal-hal seperti ini, kata Imron, yang membuat gejolak dimasyarakat, sehingga imbasnya ada penolakan terkait penguburan jenazah covid 19.

"Sehingga, kita harus terus memberikan bimbingan kepada masyarakat, terkait covid 19 ini," kata Imron. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengatakan, bahwa SOP pemulasaran dan penguburan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon memang dievaluasi. 

Selain menggunakna standar SOP yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam evaluasi tersebut juga, akan dilakukan penambahan SOP pemulasaran dan penguburan jenazah dari Dinas Kesehatan. 

"SOP tersebut, mengatur tentang penanganan jenazah terkonfirmasi covid 19, yang meninggal di rumah sakit ataupun non rumah sakit," ujar Alex. 

Ia mengatakan, bahwa dalam proses pengurusan jenazah terkonfirmasi covid 19, sudah ada mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan. 

Untuk pemulasaran, akan dilakukan oleh rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk penguburan, akan dilakukan oleh tim relawan. 

Alex juga menngkapkan, untuk saat ini sudah terbentuk tim relawan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Sehingga bisa dipastikan, bahwa SOP yang akan ditetapkan nanti, bisa berjalan dengan baik. 

"SDM untuk relawan dan lainnya sudah ada. Karena sudah terbentuk hingga tingkat desa," ujar Alex. (Nur)

Balitbang Kemenag RI Selenggarakan Penilaian Buku Pendidikan Agama

FOKUS CIREBON, (FC) - Badan Litbang dan Diklat (Balitbang) Kementerian Agama (Kemenag) RI menyelenggarakan penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah, Rabu-Jumat (11-13/11/2020). 

Kegiatan siding III penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan ini dilaksanakan di salah satu hotel di wilayah Cirebon.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dalam kegiatan tersebut mengundang para peneliti dan reviewer yang nantinya buku tersebut akan diterbitkan Kementerian Agama. Karena, buku-buku yang akan terbit tersebut kontennya menjadi tanggungjawab Kementerian Agama.

“Misalnya salah satu contohnya jika ada buku yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, nanti yang dituntut Balitbang,” kata Sumanta ketika ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (12/11/2020).

Karena kegiatan ini dilaksanakan di Cirebon, jelas Sumanta, IAIN Syekh Nurjati dilibatkan untuk menyambut para peneliti, reviewer, dan pihak Balitbang Kementerian Agama.

“Dan ada satu hal yang saya sampaikan saat itu adalah kerjasama kita dengan Balitbang. Kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan bersama Balitbang. Umpanya penelitian dan pengembangan naskah-naskah yang ada di Cirebon,” jelasnya.

Kemudian, ungkap Sumanta, sebagaimana yang disampaikan Kapuslitbang, Prof Dr Arskal Salim, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun akan dilibatkan juga dalam kegiatan kiolog kebududayaan.

“Kemudian IAIN Cirebon juga akan melakukan penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon. Kerjasama ini Insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2021. Karena tahun anggaran sekarang kan sudah mau habis. Kalau tidak ada halangan atau nggak ada suatu hal, Insya Allah Balitbang Kementerian Agama menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandasnya. (Nur)

Kamis, 12 November 2020

Kerjasama Balitbang Kemenag RI, IAIN Cirebon Akan Melakukan Penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon



FOKUS CIREBON, (FC) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dalam kegiatan tersebut mengundang para peneliti dan reviewer yang nantinya buku tersebut akan diterbitkan Kementerian Agama. Karena, buku-buku yang akan terbit tersebut kontennya menjadi tanggungjawab Kementerian Agama.

“Misalnya salah satu contohnya jika ada buku yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, nanti yang dituntut Balitbang,” kata Sumanta ketika ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (12/11/2020).

Karena kegiatan ini dilaksanakan di Cirebon, jelas Sumanta, IAIN Syekh Nurjati dilibatkan untuk menyambut para peneliti, reviewer, dan pihak Balitbang Kementerian Agama.

“Dan ada satu hal yang saya sampaikan saat itu adalah kerjasama kita dengan Balitbang. Kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan bersama Balitbang. Umpanya penelitian dan pengembangan naskah-naskah yang ada di Cirebon,” jelasnya.

Kemudian, ungkap Sumanta, sebagaimana yang disampaikan Kapuslitbang, Prof Dr Arskal Salim, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun akan dilibatkan juga dalam kegiatan kiolog kebududayaan.

“Kemudian IAIN Cirebon juga akan melakukan penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon. Kerjasama ini Insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2021. Karena tahun anggaran sekarang kan sudah mau habis. Kalau tidak ada halangan atau nggak ada suatu hal, Insya Allah Balitbang Kementerian Agama menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandasnya.

Hal ini, kata Sumanta, berkaitan dengan Badan Litbang dan Diklat (Balitbang) Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menyelenggarakan penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah, pada Rabu-Jumat (11-13/11/2020). 

Kegiatan sidang III penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan ini dilaksanakan di salah satu hotel di wilayah Cirebon. (Nur)

Usung Kampus Hijau, Tanah Milik IAIN Di Desa Astapada Kabupaten Cirebon Ditanami 500 Pohon

TANAMI POHON : Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat menanam pohon secara simbolik di lahan seluas 4,2 hektar, milik IAIN Cirebon di Desa Astapada, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/11/2020). 


FOKUS CIREBON, -  Dimulai dengan lantunan dzikir dan doa yang dibaca secara khusus dan diikuti oleh seluruh civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, ini merupakan wujud rasa syukur atas sudah tersertifikatnya tanah seluas 4,2 hektar di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Lantunan dzikir dan iringan doa tersebut, juga sekaligus membawa kepada suasana keakraban pada keluarga besar IAIN Cirebon yang hadir pada kegiatan penanaman pohon menuju kampus hijau.

Usai dzikir dan doa, Rektor IAIN Dr H Sumanta M.Ag memimpin langsung penanaman 500 pohon yang diikuti oleh Warek 1 dan Warek 2 kemudian dilanjutkan oleh Kabiro AUAK dan juga Bank Syariah Mandiri (BSM) yang ikut menyumbang pohon tersebut, Kamis (12/11/2020).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, Ini adalah bagian dari refleksi sebagai rasa syukur karena tanah ini sudah disertifikat. Kedua, ini adalah starting poin kita. 

"Ini menjadi tonggak sejarah bagi kita, maka kita usung kampus hijau dengan tujuan membangun kampus yang nyaman dalam arti yang luas," paparnya.

Sementara terkait penanaman pohon di tanah seluas 4,2 hektare ini, Sumanta menegaskan jika hal ini dalam rangka penghijauan. Yakni menuju kampus hijau, kampus yang asri dan nyaman.

Penanaman pohon ini juga berdasarkan site plan. Di mana tanah di Desa Astapada ini diproyeksikan akan dibangun Fakultas Tarbiyah dengan mengusung kampus hijau  yang ramah lingkungan, berikut dengan fasiltas pendukungnya. Seperti, gedung perkuliahan, lab school, mahad, dan sejumlah fasiltas lainnya.

Sedangkan untuk rencana pembangunannya, Rektor mengungkapkan, akan mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan sejumlah anggaran terkena refocussing.

"Insya Allah 2021 pembangunannya baru bisa dilaksanakan. Karena sebenarnya tahun 2020 ini itu pembangunannya untuk di rektorat dan perpustakaan, kemudian tahun 2021 itu di tanah Astapada ini, dan tahun 2022 itu di Cikawung Indramayu. Tapi karena ada refocussing anggaran, mungkin akan mengalami keterlambatan," paparnya.

Selain itu, Sumanta menambahkan, kegiatan ini juga bisa dikatakan sebagai family gathering. Karena melalui kegiatan ini seluruh keluarga besar Sivitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat berkumpul.

Bahkan, lanjut dia, melalui kegiatan ini, pihaknya juga dapat bersilaturahim dengan warga sekitar di Desa Astapada sekaligus mengenalkan dan memberitahu bahwa di lokasi ini akan dibangun gedung perkuliahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara itu, usai penanaman pohon, seluruh unsur pimpinan Rektorat bersama tamu undangan dan civitas akademika mengelilingi lahan tanah tersebut, sambil membawa pohon dan kembali melakukan penanaman pohon di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Usai ini, acara dilanjutkan dengan ramahtamah. (din)

Peringati HKN, Pemkab Cirebon Lakukan Swab Massal 5600 Warga

FOKUS CIREBON - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 di Kabupaten Cirebon, diperingati dengan sejumlah kegiatan serba angka 56.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pengobatan gratis untuk 5600 pasien, pembagian 5.600 masker dan swab massal untuk 5.600 orang.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan HKN ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Terutama kepada tenaga medis yang langsung menangani covid 19.

Imron menyebutkan, kesehatan tenaga medis sangatlah penting, ditengah wabah pandemi covid 19 ini. Karena menurutnya, beberapa puskesmas dan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sempat terhenti akibat adanya tenaga kesehatan yang terpapar covid 19.

"Hal tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Jadi, tenaga medis harus selalu menjaga kesehatannya," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, alasan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada HKN ini serba angka 56, dikarenanya menyesuaikan dengan peringatan HKN yang ke 56.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam HKN kali inipun, menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami saat ini, yaitu terkait covid 19.

"Oleh karena itu, kami mengadakan swab massal untuk 5.600 orang dan pembagian 5.600 masker," kata Eni.

Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 150 Viral Transport Medium (VTM) kepada 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang sedang menangani covid 19, pihakanya juga akan melakukan tepuk tangan massal selama 56 detik secara bersamaan.

"Ini merupakan bentuk dukungan kepada nakes yang tanpa lelah menangani covid 19," kata Eni. (Indah)

Rektor IAIN SNJ Cirebon Optimis Tahun 2021 Transformasi UIN Terwujud

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg


FOKUS CIREBON, (FC)- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengaku optimis transformasi kampus yang dipimpinnya ini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat terwujud pada tahun 2021 mendatang.

“Harus optimis, karena kita umat Islam kan harus tetap optimis. Kalaupun harapan kita tertunda, ya kita harus bersabar, kalau tidak tahun 2021 ya 2022. Kita tunggu saja, karena tahapan-tahapan itu kan tetap berjalan, karena melihat situasi sekarang (pandemi Covid-19) tidak seperti yang kita bayangkan,” ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Sumanta menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2020, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah dinyatakan layak menjadi UIN. Hal itu terungkap dalam presentasi yang dilakukannya di Kementerian Agama pada 8 September 2020 lalu.

“Presentasi itu diuji dan dinilai oleh para panelis. Dalam presentasi itu ada 3 panelis dan dari ketiga panelis itu kita dinyatakan sesuai dengan PMA Nomor 20 tahun 2020. Itu kan artinya kita lolos dari tahapan itu. Kita paparkan data-data kita dari A sampai Z dan itu sudah dinyatakan sesuai dan itu bahasanya sudah memenuhi kelayakan,” katanya.

Tahapan berikutnya, imbuh Sumanta, yaitu visitasi yang hasilnya akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera Reformasi Birokrasi (PAN RB). Dari Kementerian PAN RB ini akan disampaikan ke Presiden untuk dibuat Keputusan Presiden (Kepres).

“Visitasi itu kan harus tetap dilakukan, namun karena situasi sedang pandemi seperti ini menunggu situasi aman, baru kita visitasi. Mudah-mudahan bisa mengalami percepatan ya. Karena tahapan-tahapan itu kan bisa dibuat cepat atau lambat karena situasi ya,” tandasnya. (Nur)

Rabu, 11 November 2020

Bupati Berikan Kadedeuh untuk Kafilah Terbaik MTQ asal Kabupaten Cirebon


fokuscirebon.com - Sebanyak 11 peserta terbaik Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 36 tingkat Provinsi Jawa Barat  asal Kabupaten Cirebon, mendapatkan kadedeuh dari Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag

Selain para peserta, bupati juga memberikan bonus untuk official dan pembina dari para kafilah Kabupaten Cirebon. 

Menurut Imron, pemberian kadedeuh ini, merupakan salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam mendukung prestasi peserta MTQ asal Kabupaten Cirebon. 

"Kehadiran pemerintah sangat penting, untuk bisa meningkatkan prestasi dalam berbagai hal," ujar Imron, Rabu 11 November 2020.

Ia mengakui, bahwa ada penurunan prestasi yang cukup signifikan dalam perlombaab MTQ yang digelar di Kabupaten Subang tersebut. 

Kabupaten Cirebon yang sebelumnya bisa masuk menjadi peringkat ke 7 pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, namun Pada MTQ tingkat provinsi Jawa Barat kali ini, hanya mampu berada di urutan ke 17.

Walaupun begitu, Imron tetap mengapresiasi segala upaya yang sudah dilakukan oleh para kafilah dari Kabupaten Cirebon, untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. 

Imron berharap, pada pelaksanaan MTQ selanjutnya, Kabupaten Cirebon bisa memperbaiki peringkat prestasinya. Karena menurut Imron, Kabupaten Cirebon sebenarnya, merupakan salah satu daerah yang paling diperhitungkan oleh daerah lain, dalam pelaksanaan MTQ. "Oleh karena itu, tahun depan harus bisa lebih baik, " ujarnya. (Indah)