Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Juli 2022

DKP Jabar Melalui UPTD PSDKP WS Melakukan Kunjungan dan Monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong Sukabumi

FOKUS SUKABUMI - Untuk mendukung ketertiban dan kesesuaian proses pembudidayaannya, DKP Jabar melalui UPTD PSDKP WS melakukan kunjungan dan monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong yang berlokasi di Kecamatan Pelabuhanratu Kab.Sukabumi. (6/7/22)

Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil benih sidat dari tangkapan alam yang tidak hanya menunjang usaha budidaya lokal, namun turut juga menunjang bisnis budidaya sidat di seluruh Indonesia. 

Saat ini tingkat kelangsungan bibit sidat sangat rendah, oleh sebab itu Food and Agriculture Organization (FAO-IFish) bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemda Kab.Sukabumi melalui proyek penelitian yang bertempat di BBI Tonjong Sukabumi berupaya untuk meningkatkan survival rate sidat dari fase benih ke anakan. (Sugeng)

Rabu, 06 Juli 2022

Bupati Ajak Warga Jaga Pola Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini terus melandai. Hanya saja, kewaspadaan masyarakat terhadap serangan penyakit tetap harus terjaga dan tidak boleh lengah.

Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag saat membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Vaksinasi Covid-19, Rabu (6/7/2022) di Pondok Pesantren Darul Al Tauhid, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Imron, saat pandemi Covid-19, tingkat fatalitas paling tinggi yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid. Dengan demikian, yang perlu diwaspadai pasca pandemi ini adalah kenaikan jumlah penderita penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes Militus dan lainnya.

"Dengan menggelorakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), saya yakin penderita penyakit bisa diminimalisir. Ditambah juga vaksinasi Covid, masyarakat bisa lebih terlindungi dari virus Corona," ujar Imron.

Dalam kesempatan ini juga, Imron meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, serta tidak sembarangan dalam menjalankan pola hidup. 

"Jangan lengah, karena Covid masih ada dan juga penyakit lainnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat, seperti gemar olahraga, memakan makanan yang bergizi, dan menjaga pola istirahat. Kita harus optimis, pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa selalu sehat," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Edi Susanto menyebut permasalahan Covid dan Germas ini adalah persoalan generasi. Maksudnya, kata dia, Covid dan juga Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya bisa mempengaruhi generasi kedepannya.

"Jika Covid dan PTM tidak diminimalisir, maka kondisi generasi kedepan juga akan terganggu, karena banyak yang sakit. Sesuai dengan pernyataan Pak Bupati, Germas dan Vaksinasi Covid menjadi hal penting dalam kondisi seperti ini," ujar Edi.

Mengenai capaian vaksinasi, Edi menyebut hingga saat ini jumlah vaksin dosis 1 dan 2 sudah melampaui target. Namun, untuk booster atau dosis ketiga masih terus dikejar.

"Untuk dosis 1 sudah 92,3persen, dosis 2 mencapai 83,2persen. Nah, untuk dosis ketiga ini masih berkisar di 35persen dari target 50persen. Memang ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti kondisi kesehatan penerima vaksin. Dengan demikian, kembali lagi, Germas akan terus kita sosialisasikan agar masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi Covid," tutupnya. (din)

LP2M Gelar Pelepasan Peserta KKN TBM Tahun 2022

FOKUS CIREBON, FC - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Pelepasan Peserta KKN Tematik Berbasis Masjid (TBM). Sebanyak 2.348 mahasiswa peserta KKN resmi dilepas oleh Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag mewakili Rektor yang sedang melaksanakan ibadah haji. 

Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara hibrid, yakni perpaduan luring dan daring melalui Virtual zoom meeting. Dengan resmi digelarnya kegiatan pelepasan ini, maka kegiatan KKN TBM ini siap dilaksanakan oleh para peserta.

Ketua Pelaksana KKN TBM, H Mahbub Nuryadien, M.Ag yang juga sebagai Kepala Pusat PkM, menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini ada sekitar tiga ribu mahasiswa yang mendaftar sebagai peserta KKN. 

Dijelaskan, bahwa model KKN tahun 2022 ini dibagi menjadi tiga, yakni KKN Tematik Berbasis Masjid yang diikuti oleh 2.348 peserta, KKN Gemar Mengaji yang diikuti oleh 586 peserta, dan KKN Nusantara yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2022 di Papua dan diikuti oleh dua peserta melalui seleksi. 

“Tahun 2022 ini merupakan tahun peralihan pasca Pandemi Covid-19, sehingga penentuan anggaran pelaksanaan direncanakan secara daring, namun pada tahun ini menuntut untuk pelaksanaan full luring selama 40 hari. Sehingga bisa dikatakan anggaran KKN masih daring, namun pelaksanaan secara luring,” paparnya.

Sementara ucapan terimakasih langsung disampaikan Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag yang juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pimpinan yang selalu mensupport, sehingga LP2M tetap konsisten dengan tugas sebagai pengelola dua dharma Perguruan Tinggi, yakni Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 

“KKN adalah kewajiban individu setiap mahasiswa, sebagai program intrakurikuler yang harus ditunaikan mahasiswa pada semester enam dengan pendekatan Lintas Keilmuan dan lintas sektoral," terang Yani.

Yani menjelaskan, Peserta KKN harus bisa cepat beradaptasi dengan internal kelompoknya yang terdiri dari berbagai Prodi dan latar belakang, kemudian setelah itu peserta KKN juga harus bisa cepat beradaptasi dengan masyarakat yang menjadi lokasi. 

Ini merupakan kunci awal keberhasilan KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Inti dari Pengabdian, bagaimana kita mampu belajar bersama masyarakat, kita belajar dari masyarakat. 

Cara komunikasi masuk ke masyarakat yang tepat ini menjadi kunci sukses kegiatan KKN yang dilaksanakan, maka sangat penting LP2M membekali dengan kemampuan sosial mapping, bagaimana membaca, membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat yang beragam lintas keilmuan dan lintas sektoral.

Wakil Rektor Bagian Akademik, Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag menyampaikan, KKN sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak akan berjalan baik jika tidak ada kerjasama dan komunikasi serta koordinasi antar peserta, DPL, dan LP2M, serta bersinergi dengan masyarakat dan juga juga tokoh agama ataupun tokoh masyarakat. 

“Mari kita niatkan dengan sepenuh hati untuk melaksanakan kegiatan KKN ini, agar pelaksanaan KKN bisa berjalan dengan baik, dan mendapatkan hasil maksimal” ujarnya.

Saefudin Zuhri yang saat ini menjadi Pelaksana Harian (Plh) Rektor, resmi melepas peserta KKN secara simbolik dengan memakaikan jas almamater kepada dua perwakilan peserta KKN TBM tahun 2022. (din)

Selasa, 05 Juli 2022

Rembug Stunting, Wabup Sebut Tim Terus Lacak Kasus

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS), terus melakukan pengumpulan data di sejumlah kecamatan yang terindikasi terdapat kasus stunting tinggi. 

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon yang juga merupakan Ketua TPPPS Kabupaten Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si saat membuka Rempug Stunting Tahun 2022 Dalam Rangka Upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Cirebon, Selasa (5/7/2022) di Patra Hotel Cirebon.

Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, pihaknya setidaknya sudah melakukan kunjungan di enam kecamatan yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Langkah itu dilakukan tim, guna menemukan titik terang penyebab utama dari kasus stunting itu.

"Kita terus mencari solusi tepat, agar kasus stunting ini bisa segera diatasi. Ada beberapa hal penyebab kasus ini masih terjadi dimasyarakat," ujar Ayu.

Disebutkan Ayu, kasus utama penyebab stunting ini adalah kemiskinan. Pasalnya, Ayu mengatakan, penderita stunting ini merupakan anak yang bergizi buruk yang akhirnya berdampak pada perkembangan tubuhnya.

"Berawal dari gizi yang kurang baik, akhirnya penderita ini pertumbuhannya lambat. Faktor kemiskinan ini juga tidak bisa hanya diselesaikan dari satu aspek saja, melainkan semua aspek yang saling berkaitan," tambahnya.

Oleh karena itu, Ayu meminta kepada semua pihak untuk bisa bekerjasama dalam menuntaskan kasus stunting ini. Bukan hanya kesehatan, segi ekonomi dan sosial juga sangat berperan penting dalam mengurangi jumlah stunting.

"Dengan rempug stunting ini, kita berharap semua elemen mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dan dibantu warga bergandengan untuk menuntaskan kasus stunting. Tanpa kerja sama semua pihak, saya yakin kasus stunting ini sulit diselesaikan," tutupnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Rempug Stunting yang berasal dari Dinas Kesehatan, dr. Sudiono membenarkan kegiatan rempug stunting ini, dimaksudkan untuk menyamakan persepsi semua pihak termasuk instansi di Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dengan adanya satu pemahaman dan juga komitmen bersama, dirinya optimis permasalahan stunting akan bisa lebih cepat terselesaikan. (Indah)

100 Purna PMI Kabupaten Cirebon Dilatih Wirausaha

KABUPATEN CIREBON - Sebanyak 100 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, mendapatkan pelatihan life skill untuk membuat wirausaha.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon ini, bertujuan untuk mengarahkan PMI Purna, untuk bisa memiliki usaha.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, banyak sekali permasalahan yang timbul pasca kepulangan PMI usai bekerja di luar negeri.

Menurut Imron, tidak sedikit uang hasil jerih payah para PMI di luar negeri, habis tidak terarah. Sehingga, hal tersebut membuat ekonomi purna PMI kembali bermasalah.

"Sehingga kita arahkan, jika pulang dari luar negeri, uangnya digunakan sebagai modal untuk usaha," kata Imron, Selasa (5/7/2022) di Hotel Aston.

Dalam pelatihan life skill tahap pertama ini, ada sebanyak 100 purna PMI, yang akan diajarkan untuk membuat usaha panganan olahan dengan sistem home industri.

Sehingga dengan adanya usaha yang dimiliki oleh para purna PMI ini, diharapkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarganya menjadi stabi. "Diharapkan, usahanya ini bisa menopang kebutuhan keluarga," kata Imron.

Imron menyebutkan, bahwa Kabupaten Cirebon masuk dalam wilayah pengirim PMI terbesar di Jawa Barat. Oleh karena itu, pihaknya juga cukup memberikan perhatian dalam hal ini.

Ia juga meminta kepada warga Kabupaten Cirebon yang hendak bekerja di luar negeri, untuk bisa berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan. Karena menurut Imron, banyaknya PMI yang bermasalah, dikarenakan jalurnya yang tidak prosedural.

"Sehingga jangan mudah tergiur dengan tawaran. Tapi berkoordinasi juga dengan Disnaker," ujar Imron. (Indah)

Senin, 04 Juli 2022

Komisi III Fasilitasi Pertemuan Ikatan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia Dengan Direksi RS Gunung Jati

CIREBON, FC – Komisi III DPRD Kota Cirebon memfasilitasi Ikatan Lembaga mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), untuk bertemu dengan direksi Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon, Senin (4/7/2022), di ruang Diklat RSDGJ.

Pertemuan ini guna membahas upah tenaga perawat yang berlaku di RSDGJ. Hadir dalam pertemuan ini direksi RSDGJ dan jajarannya untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa.

Ketua Komisi III DPRD, dr Tresnawaty SpB menjelaskan, pihaknya hanya membantu mahasiswa yang ingin mengetahui besaran upah tenaga keperawatan yang ada di RSDGJ. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah atau bahkan masih di bawah upah minimum regional (UMR).

“Mereka juga ingin upah tenaga keperawatan di instansi kesehatan bisa naik tiga kali lipat dari UMR Jawa Barat. Karena menurut mereka beban kerja perawat dinilai berat,” kata Tresnawaty.

Setelah menerima penjelasan dari pihak RSDGJ, kata dr Tresnawaty, mahasiswa puas karena upah yang ditetapkan sudah di atas UMR. Bahkan upah yang diterima juga sudah memenuhi UMK.

“Mereka puas karena RSDGJ sudah menghargai tenaga keperawatan dengan baik. Semoga pertemuan ini juga bisa membuka wawasan dan pengetahuan mereka tentang upah,” tuturnya.

Pihaknya hanya menitipkan kepada para mahasiswa, agar RSDGJ menjadi tolok ukur. Sebab, instansi kesehatan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah, melainkan ada rumah sakit swasta, kemudian masih ada puskesmas.

“Selain itu, mereka juga harus mengetahui di tempat lain. Katanya mereka juga ingin ke puskesmas. Komisi III akan mengantarkan kemanapun mereka inginkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSDGJ, dr Katibi MKM mengaku berterimakasih kepada mahasiswa yang sudah datang dan peduli terhadap profesi keperawatan agar lebih baik. Pihaknya menegaskan, bahwa upah perawat di RSDGJ sudah melebihi UMR dan memenuhi UMK.

“Upah perawat mengacu pada UMR dan UMK, kita sudah melebihi itu hingga insentif atau jasa pelayanan juga kita berikan. Namun prinsipnya, kita akan memuaskan seluruh SDM agar mereka juga bisa memuaskan layanan kepada masyarakat sebagai pasien,” tuturnya.

Sedangkan salah satu mahasiswa, Herlina berterimakasih kepada RSDGJ karena sudah memberikan penjelasan, termasuk kepada Komisi III DPRD Kota Cirebon yang sudah memfasilitasi.

“Untuk upahnya sudah memenuhi UMK berikut insentifnya. Sekarang kami akan keliling lagi untuk mengetahui upah perawat yang ada di puskesmas, termasuk rumah sakit swasta,” katanya. (din)

Temani Ketua DPR RI, Bupati Cirebon Siap Sukseskan Program Pusat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag menemani kunjungan Ketua DPR RI, Dr. (HC) Puan Maharani di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin (4/7/2022). Selain bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Buntet, Puan Maharani juga mendatangi petani tebu di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Dihadapan Ketua DPR RI, Bupati Imron menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon berdasarkan data statistik tahun 2021 memiliki areal lahan perkebunan tebu dengan luas 3.670,71 hektar. Produksi tebu mencapai  211.847,95 ton dan produksi gula mencapai 15.266,25 ton.

"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani yang sudah menyalurkan bantuan kepada petani tebu di Kabupaten Cirebon. Program Rawat Ratoon seluas 50 Ha, berbentuk paket bantuan berupa Pupuk Majemuk/NPK sebanyak 20 ton atau setara dengan 400 Kg/Ha, Pembenah Tanah sebanyak 650 liter atau setara dengan 13 liter/Hadan Herbisida sebanyak 150 liter atau setara dengan 3 liter/Ha. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan lain yang juga diberikan untuk petani tebu di Kabupaten Cirebon, yakni berupa 30 unit hand sprayer dan 10 unit pompa air yang berasal dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Republik Indonesia," ujar Imron.

Melalui Kunjungan Kerja Ketua DPR RI di Kabupaten Cirebon ini, lanjut Bupati Imron, diharapkan menjadi momentum dan merupakan salah satu upaya untuk mengaktifkan kembali Pabrik Gula Sindanglaut dalam menyambut musim giling tebu tahun 2023, sehingga tanaman tebu kembali menjadi salah satu komoditas unggulan, untuk tercapainya arah pembangunan perkebunan dan swasembada gula.

"Kami Pemerintah Kabupaten Cirebon siap mensukseskan program tersebut. Termasuk penyediaan lahan tebu yang dibutuhkan, agar pabrik gula bisa diaktifkan kembali. Kita akan langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, agar tanah bengkok milik desa bisa disewakan untuk dijadikan lahan tebu," tutupnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku pihaknya saat ini membawa sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Dirinya menegaskan, keluhan dari petani tebu akan segera ditindaklanjuti.

"Tadi sudah dijelaskan tentang pupuk subsidi dan pabrik gula disini kenapa tidak aktif. Kita ingin semuanya segera dicari solusinya, dan saya juga kalau perlu akan langsung menemui Presiden untuk membahas masalah ini," singkatnya. (din)