Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 November 2023

Dr. Didi Junaedi, M. A., Lolos Seleksi Call For Paper Dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah

FOKUS CIREBON, FC - Dosen Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Didi Junaedi, M. A., meraih prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Call for Paper dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

Agenda selanjutnya dari Konferensi ini adalah menyelesaikan penulisan Tafsir At-Tanwir 30 Juz, yang akan diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konferensi ini berlangsung dari Jumat hingga Ahad, 10 hingga 12 November 2023.

Dr. Didi Junaedi berhasil mengikuti konferensi ini melalui jalur seleksi Call for Paper, di mana beliau mengirimkan abstrak dan outline penelitiannya. Keberhasilan Dr. Didi Junaedi dalam melewati seleksi ini menjadi bukti kompetensinya dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dr. Didi Junaedi, yang merupakan salah satu pakar di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, turut ambil bagian dalam konferensi tersebut yang dihadiri oleh sejumlah ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Konferensi Mufasir Muhammadiyah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran serta membahas berbagai isu terkini yang berkaitan dengan tafsir Al-Quran.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Didi Junaedi menyampaikan makalahnya yang mendalam dan berbobot, mengangkat topik penting dalam ilmu tafsir Al-Quran. Beliau berhasil memperoleh apresiasi tinggi dari para hadirin dan sesama peserta konferensi.

Dr. Didi Junaedi sendiri menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan berharap bahwa kontribusinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M,Ag mengapresiasi pencapaian gemilang Dr. Didi Junaedi dalam konferensi tersebut. 

"Prestasi Dr. Didi Junaedi dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah adalah cerminan dari komitmen dan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Kami bangga memiliki dosen yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Dekan.

Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks Al-Quran dan Tafsir.

Selamat dan sukses untuk Dr. Didi Junaedi, M.A., atas pencapaian luar biasa dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. (din)

IAIN Cirebon Menjadi Tuan Rumah FGD PTKIN Jateng Ponci

KUNINGAN, FC - Upaya mengatasi isu-isu krusial terkait transformasi digital pada kelembagaan Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam meningkatkan akses layanan yang cepat dan akuntabel, tujuh pimpinan PTKIN dari Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon mengadakan Fokus Group Discussion (FGD). 

Perwakilan dari ke tujuh PTKIN tersebut, yakni UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, IAIN Kudus, IAIN Ponorogo, dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah, Kabupaten Kuningan, Minggu,12 November 2023.

Fokus Group Discussion (FGD) ini bertemakan “Transformasi Digital pada Kelembagaan PTKIN untuk Peningkatan Akses Layanan yang Cepat dan Akuntabel” yang diikuti jajaran Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala Biro, Dekan, Wadek, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, SPI, P2B. Ma’had dan Ketua DWP di lingkungan PTKIN Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon (Jateng Ponci). 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menyambut hangat seluruh peserta. Pihaknya menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan momen penting, terutama karena merupakan kali pertama setelah dirinya menjabat sebagai rektor. 

"Selamat datang di Cirebon, selamat datang di suasana baru yang akan kita lalui bersama selama beberapa hari mendatang,” kata Prof. Aan.

Prof. Aan menekankan perlunya pengawalan bersama melalui beberapa sidang komisi yang akan bermuara pada sidang pleno. Ini mencakup komisi Wakil Rektor I bidang akademik dan kelembagaan bersama Direktur Pascasarjana dan Ma’had, Wakil Rektor II bidang keuangan, perencanaan, dan administrasi umum yang akan digabung dengan Kepala Biro,SPI, dan P2B serta Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, alumni, dan kerjasama bersama dengan lembaga penjamin mutu atau pusat layanan internasional. 

"Sementara Dekan dan Wadek juga akan memiliki komisi tersendiri," jelas Prof Aan pada kegiatan FGD ini.

Ketua Forum Pimpinan PTKIN Se-Jawa Tengah Ponorogo dan Cirebon, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, yang juga Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, secara resmi membuka acara FGD. 

Dalam sambutannya, Prof. Zaenal menyampaikan tiga masalah utama yang akan diangkat dalam sidang komisi dan akan diplenokan pada kegiatan FGD di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Program Internasionalisasi Kampus, beasiswa mahasiswa terluar seperti Papua, NTB yang mendapatkan beasiswa melalui kerjasama pemerintah daerah akan tetapi IPK nya tidak memenuhi standard, dan transisi dari satker PNBP menjadi satker BLU mengenai target,” jelas Prof. Zaenal.

Forum ini diharapkan mampu memberikan alternatif solusi terhadap isu-isu yang sedang dihadapi saat ini. Salah satu isu yang diangkat adalah perlunya inisiasi bersama terkait konsorsium menginternasionalisasikan kampus, pemberian beasiswa untuk mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3 T) dengan persyaratan yang dapat merubah gaya hidup mahasiswa terluar seperti Papua dan NTB, serta tantangan dalam transisi dari satker PNBP menjadi satker BLU sesuai dengan target dari Kemenkeu.

Acara pembukaan FGD ini diselingi dengan sesi perkenalan setiap peserta oleh masing-masing Rektor PTKIN dan diakhiri dengan sesi ramah tamah guna mempererat kerjasama di antara PTKIN yang hadir.

Semua peserta berharap bahwa hasil dari FGD ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap transformasi digital PTKIN dan peningkatan akses layanan yang cepat dan akuntabel. (din)

Sabtu, 11 November 2023

Hadiri Undangan Pemerintah Hangzhou Cina, Ketua LPM Promosikan IAIN Cirebon Di Tingkat Internasional

FOKUS CIREBON, FC - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Ayus Ahmad Yusuf SE, M.Si, menghadiri undangan istimewa dari pemerintah Hangzhou, China untuk berpartisipasi dalam kegiatan Hangzhou International Human Resources Exchange & Cooperation Conference tahun 2023.

Konferensi ini merupakan inisiatif pemerintah China yang bertujuan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia antar negara. Sabtu, 11 November 2023.

Dalam konferensi ini, praktisi dan akademisi dari berbagai negara diajak untuk berkolaborasi dalam bidang akademik, bisnis, dan kegiatan lainnya. 

Kegiatan ini dirancang untuk membahas isu-isu utama dalam pendidikan, teknologi, sistem informatika, bisnis, dan sektor lainnya. Konferensi berlangsung selama enam hari, dimulai dari kota Hangzhou dan berpindah ke kota Beijing, memungkinkan peserta untuk menjelajahi potensi kerjasama di berbagai konteks.

“Alhamdulillah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon (Indonesia) mejadi bagian dari kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari beberapa negara Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin dan Amerika Serikat,” tutur Dr Ayus.

Dr. Ayus Ahmad Yusuf menyambut baik kesempatan ini sebagai langkah strategis untuk menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional serta memperluas jejaring SDM.  

Dr Ayus berharap kegiatan ini dapat menjadi media efektif untuk membangun kerjasama dalam berbagai bidang, baik yang bersifat akademik maupun bisnis. 

Selain itu, kami ingin memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).

Dalam konteks promosi, Dr. Ayus Ahmad Yusuf turut menyampaikan informasi mengenai program pendidikan jarak jauh yang tengah dijalankan sebagai pilot project oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia juga menyoroti Program Jarak Jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) serta peluang terbentuknya program studi baru untuk pendidikan jarak jauh.

Menyusul keikutsertaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam konferensi ini, Rektor IAIN, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag,  menyampaikan partisipasi dalam Hangzhou International Human Resources Exchange & Cooperation Conference ini merupakan langkah maju bagi institusi IAIN. 

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kerjasama global yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang baru bagi mahasiswa kami,” kata Prof. Aan.

Menurutnya konferensi ini bukan hanya menjadi ajang untuk pertukaran ide dan pengalaman, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke tingkat internasional sebagai lembaga pendidikan yang terus berinovasi dan bertransformasi. (din)

Kamis, 09 November 2023

Menuju Generasi Emas 2045, Pemkab Cirebon Ajak Para Remaja Putri Konsumsi Makanan Bergizi dan Tablet Tambah Darah


KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Aksi Bergizi dan Kampanye Gizi Seimbang dalam rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Hari Diabetes Melitus (DM) Sedunia di SMAN 1 Dukupuntang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (9/11/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Neneng Hasanah, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah X Jawa Barat dan instansi lainnya.

Sekda Hilmy mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya meminta para remaja untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola makan-makanan seimbang dan sehat serta bergizi.

Hal tersebut dilakukan, karena generasi mudalah nantinya yang akan menjadi penerus kepemimpinan sekarang.

"1200an siswa-siswi SMAN 1 Dukupuntang ini nantinya akan menggantikan para pemimpin sekarang. Sehingga perlu disiapkan, mulai dari asupan makanan yang sehat, bergizi, serta nutrisinya harus bagus agar tidak kekurangan darah," katanya.

Di tempat yang sama, Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj Neneng Hasanah mengatakan, tahun 2023 ini, pihaknya telah melakukan screening anemia remaja putri di wilayahnya.

"Dari 40 persen sasaran screening anemia remaja putri, ternyata 53 persen remaja putri di Kabupaten Cirebon menderita anemia, ini sangat bahaya sekali," ujar Neneng.

Ia mengungkapkan, jika remaja menderita anemia atau kekurangan darah, tentunya kondisi tubuh akan lesu, letih dan lelah.

"Jadi, tolong diperhatikan, kalau mau jajan makanan,  apakah makanan yang dimakan itu mengandung zat gizinya, terutama mengandung protein," katanya.

"Kalau terkena anemia, saat belajar jadi kurang konsentrasi. Dan jika berlanjut lama, akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan," tambahnya.

Lebih lanjut, Neneng mengatakan, pihaknya akan terus memberikan tablet tambah darah kepada remaja di Kabupaten Cirebon. Bahkan pemberian tablet tambah darah, akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Pemberian tablet tambah darah tidak hanya saat ini saja, tetapi kami akan berkelanjutan setiap minggunya, agar remaja di Kabupaten Cirebon terbebas dari anemia," ujar Neneng.

Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2045 merupakan generasi emas. Namun, jika banyak remaja terkena anemia, cita-cita tersebut sulit terwujud.

"Tahun 2045 merupakan generasi emas, sehingga kita persiapkan sumber daya manusia (SDM) dari sekarang. Kami ingin ini terwujud dari remaja putri yang cantik, sehat dan cerdas tanpa anemia, untuk masa depan Indonesia kedepan," tutupnya. (din)

Rabu, 08 November 2023

Menpora Apresiasi Liga Antar Kampung di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Kejuaraan liga antar kampung (Tarkam) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kabupaten Cirebon secara resmi dibuka Menpora RI, Dito Ario Bimo Nandito Ariotedjo, S.H., di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (8/11/2023).

Menpora yang akrab disapa Mas Menteri ini, sangat mengapresiasi, pasalnya, di ajang kejuaraan tarkam di Kabupaten Cirebon diikuti ratusan atlet.  

"Ada 3 cabang olahraga (cabor) yang dilombakan, yaitu cabor voli diikuti 440 atlet, badminton 300an atlet dan atletik 200an atlet," kata Dito.

Menurutnya, semakin banyak menjaring kepesertaan, maka akan semakin meningkatkan potensi opportunity dari bibit-bibit atlet muda yang nantinya bisa dibina. 

"Saya yakin, dari 900an atlet, 20 persennya pasti memiliki potensi yang sangat cemerlang," ujarnya. 

Dikatakan Dito, cabor bola voli dan badminton merupakan cabor andalan Indonesia. Saat ini, pihaknya juga tengah fokus pada cabang olahraga atletik, karena kedepan, ia mentargetkan dalam ajang Sea Games nanti, diharapkan bisa mendapatkan banyak medali dari atletik.

"Selain dapat menjaring bibit baru, liga tarkam juga multiplier effect, salah satunya berdampak positif bagi roda ekonomi masyarakat. Kami mengapresiasi Pemkab Cirebon yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini," pungkasnya. 

Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag yang didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si juga mengapresiasi, karena Kemenpora RI telah memilih Kabupaten Cirebon sebagai salah satu dari 50 kabupaten/kota penyelenggara kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora Tahun 2023. 

Ia meyakini, melalui kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora tingkat Kabupaten Cirebon, menjadi ajang bagi atlet-atlet untuk mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding, serta menambah jam terbang. 

"Kami berharap, kedepan kegiatan semacam ini secara kontinyu dapat terus dilaksanakan. Sehingga, kejuaraan antar kampung (tarkam) Kemenpora menjadi agenda rutin di Kabupaten Cirebon," harapnya. (din)

Selasa, 07 November 2023

21 Kecamatan Bersaing Dalam Lomba Penanganan Stunting

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cirebon yang menggelar lomba penanganan stunting antar kecamatan.

Menurut Imron, stunting menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Oleh karena itu, kesadaran dan pengetahuan yang mencangkup penyebab serta penanganannya harus terus digencarkan oleh pemerintah.

“Camat harus tahu angka stunting di wilayahnya dan menyadarkan banyak pihak untuk melakukan upaya bersama mencegahnya," ujar Imron.

"Salah satunya melalui lomba penanganan stunting tingkat kecamatan ini, semoga Kabupaten Cirebon bebas stunting,” lanjut Imron saat membuka kegiatan penilaian lomba penanganan stunting antar kecamatan di Ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (7/11/2023).

Ketua Korpri Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala, S.Sos, M.Si menyebutkan, lomba antar kecamatan tersebut digelar dalam rangka HUT ke-52 Korpri, yang jatuh pada tanggal 29 November 2023 nanti.

Pihaknya sengaja memilih lomba tersebut, karena dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan mempercepat penanganan stunting.

“Biasanya, dalam setiap peringatan HUT Korpri, kami menggelar olahraga atau gerak jalan, tetapi kali ini berbeda,” kata Hendra yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon.

Menurut Hendra, pemerintah pusat sudah menggelontorkan banyak anggaran untuk penanganan stunting di Kabupaten Cirebon. Salah satunya, dana sebesar Rp20 miliar untuk pengadaan antropometri.

Berdasarkan data, lanjut Hendra, angka stunting di Kabupaten Cirebon sekitar 14.000 atau 8,59 persen dari total balita. 

“Harus ada kerja keras untuk menekan angka tersebut,” ujarnya.

Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, lanjut Hendra, hanya 21 kecamatan yang mengikuti lomba tersebut. Padahal, ajang tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja kecamatan dalam penanganan stunting tersebut.

“Pengumuman akan dilakukan saat puncak peringatan HUT Korpri pada tanggal 29 November 2023. Disiapkan hadiah, yakni juara pertama Rp10 juta, juara dua Rp7,5 juta, dan juara tiga Rp5 juta," jelas Hendra.

"Mudah-mudahan menjadi motivasi dan semangat dalam melakukan penanganan stunting,” tutupnya. (din)

Senin, 06 November 2023

Diseminasi Audit Kasus Stunting, Wabup Ayu: 2024 Bisa 11 Persen

 

KABUPATEN CIREBON -- Diseminasi audit kasus stunting tahap kedua tahun 2023 dilaksanakan di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (6/11/2023).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TPPS Kabupaten Cirebon yang sekaligus Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih S.E., M.Si.

Menurut Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon, tujuan diseminasi audit kasus stunting ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko dan penyebab resiko Stunting dari mulai sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, baduta maupun balita.

Ayu mengungkapkan, terkait prevelensi stunting Kabupaten Cirebon tahun 2022 sebesar 16,8%, masih berada di atas prevelensi stunting pemerintah pusat.

Pemkab Cirebon memerlukan strategi yang komprehensif dalam percepatan penurunan stunting, agar mencapai angka prevelensi di bawah 14% pada tahun 2024 dan mewujudkan "zero new stunting" di Jawa Barat.

“Percepatan penurunan stunting, saya pastikan telah menjadi salah satu prioritas, yaitu sejalan dengan penyelenggaraan reformasi birokrasi tematik sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap, mudah-mudahan, karena pihaknya sangat optimis, tahun 2024 kasus stunting di Kabupaten Cirebon turun hingga 11 persen. Ayu mengakui, meskipun di tengah jalan banyak kendala dan hambatan. 

"Sesungguhnya kita harus tahu penyebabnya, yaitu dari hulu, diantaranya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada anak-anak SMP dan SMA," kata Ayu.

Namun, masih kata Ayu, di lapangan ternyata 24,5 persen anak-anak di Kabupaten Cirebon tidak mau minum TTD. Maka, perlu kerja keras di tahun 2023 in, agar jangan sampai keluarga lemah ekonomi juga akhirnya berujung stunting anaknya. 

"Di Sumber, kasus stuntingnya tinggi. Setelah diinventarisir, karena pola asuh, pola asuh berkaitan dengan SDM. Edukasi kita harus gencar memberikannya, seperti pemberian makanan yang bergizi," lanjutnya.

Sementara, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, audit kasus stunting tahun kedua merupakan kegiatan prioritas. 

Dengan adanya kegiatan audit stunting ini, bisa secara gamblang melakukan aksi terkait dengan audit kasus stunting ini. 

"Audit kasus stunting merupakan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber daya lainnya," jelas Eni.

"Identifikasi kasus stunting adalah menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab langsung, baik itu melalui asupan maupun ada penyakit lainnya, dan penyebab tidak langsung pada calon pengantin, ibu hamil dan lainnya," sambungnya.

Berdasarkan hasil survei di tahun 2024, Kabupaten Cirebon bisa zero new stunting. Pasalnya, pada tahun 2021 kasus stunting berada di 26,05 persen, 2022 turun menjadi 16,08 persen. 

"Mudah-mudahan di tahun 2023 sesuai dengan target menjadi 11 persen, dan tidak ada lagi kasus stunting," harapnya. (din)