CIREBON, FC - Setelah beberapa waktu lalu dikunjungi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, kali ini giliran rombongan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 10 Januari 2024
KID Kabupaten Cirebon Jadi Rujukan Daerah Lain
Selasa, 09 Januari 2024
Jurusan PAI Lakukan Penandatanganan Kerjasama Startegi Dengan PAIS Kab.Cirebon
FOKUS CIREBON, FC - Tahun baru dengan semangat baru, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) sukses melaksanakan penandatanganan kerjasama strategis dengan Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) dan Seksi Pendidikan dan Madrasah (PENMAD) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas reakreditasi jurusan serta membekali calon guru PAI dengan keterampilan yang unggul.Selasa,(09/01/2024).
Penandatanganan kerjasama yang berlangsung pada hari Selasa, 09 Januari 2024, di kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, menjadi langkah awal yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait. Ketua Jurusan PAI, Siti Maryam Munjiat S.S., M.Pd.I., hadir bersama H. Akhmad Kholiq, M.H.I (KASI PAIS) dan H. Aghust Muhaimin, M.Ag. (KASI PENMAD).
KASI PAIS H. Akhmad Kholiq, M.H.I, dalam sambutannya, mengungkapkan keunikan peran guru PAI. “Guru PAI memiliki keunikan tersendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Secara administratif, guru PAI berada di bawah kewenangan Diknas, namun dalam profesionalitasnya, kewenangan berada di tangan Kemenag,” ujarnya. Beliau juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi guru PAI, terutama terkait rekruitmen Calon Pegawai Sipil Negara (CASN).
“Hari ini, guru PAI harus berkompetisi secara luar biasa, baik dengan sesama guru PAI di bawah Diknas maupun dengan berbagai aturan baru terkait pengangkatan guru PAI. Tantangan ini harus dihadapi dengan keuletan dan semangat untuk terus berkompetisi,” tambahnya.
Sementara itu, KASI PENMAD H. Aghust Muhaimin, M.Ag., memberikan apresiasi positif terhadap penandatanganan kerjasama ini. “Ini merupakan ikhtiar luar biasa, seperti jemput bola. Kerjasama yang selama ini berjalan bersifat personal afirmatif akan dikembangkan menjadi kelembagaan. Kami berharap dapat saling mendukung dan bersinergi dalam berbagai kegiatan, seperti pertukaran narasumber, pendampingan pelatihan, dan kegiatan lainnya yang mendukung pendidikan dan pengabdian masyarakat,” paparnya.
Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan jurusan PAI, meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dan melahirkan calon guru PAI yang unggul dalam menghadapi dinamika zaman. Semangat kerjasama ini diyakini akan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan agama Islam di Kabupaten Cirebon. pungkas KASI PENMAD.
Siti Maryam Munjiat S.S., M.Pd.I, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beliau mengungkapkan, “Penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman. Kami merasa perlu untuk bersinergi dengan KASI PAIS dan PENMAD Kemenag Kabupaten Cirebon guna meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di wilayah ini.”
Menurutnya, kerjasama ini tidak hanya sebatas administratif, melainkan juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru PAI. “Kami ingin memastikan bahwa para calon guru PAI yang kelak kami hasilkan mampu bersaing secara kompetitif, baik dalam administrasi maupun dalam hal profesionalitasnya. Tantangan guru PAI semakin kompleks, dan kami berkomitmen untuk mempersiapkan mereka dengan baik,” tambahnya.
Maryam Munjiat juga menyoroti keunikan peran guru PAI. “Guru PAI memiliki peran yang sangat khas dalam mendidik generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing rohaniah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan agama Islam menjadi sebuah keharusan, dan kerjasama ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mencapai tujuan tersebut,” jelasnya.
Ia berharap kerjasama ini tidak hanya menjadi perjanjian formal, melainkan dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. “Kami berharap sinergi ini akan menghasilkan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di wilayah Cirebon,” pungkas Maryam Munjiat dengan antusias.
Jumat, 05 Januari 2024
Fokus Pada Program Cyber Ialamic University, Rektor IAIN Cirebon Prof Aan Jaelani Fokus Ikuti Kegiatan Meet and Brief
JAKARTA, FC - Dalam acara penting yang diadakan oleh Kementerian Agama di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menaruh perhatian khusus pada program utama yang diusung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kamis, (04/01/2024).
Acara yang dihadiri lebih dari 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama ini merupakan bagian dari perayaan Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama. Menteri Yaqut dalam sambutannya mengajak semua untuk merenung atas sejarah Kementerian Agama serta menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dalam refleksi awal tahun, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti peran penting Kementerian Agama dalam memberikan akses pendidikan kepada para guru yang belum memiliki gelar Sarjana (S1). Ia fokus pada program Cyber Islamic University yang telah memberikan kesempatan kepada ribuan mahasiswa, sebagian besar di antaranya adalah para guru, untuk memperoleh beasiswa S1 secara daring melalui Cyber Islamic University, yang merupakan bagian dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Cyber Islamic University adalah program prioritas dari Kemenag. Kampus siber ini sudah berjalan sejak 2021.
Seiring berjalannya waktu, Cyber Islamic University memiliki peminat yang tinggi. Masyarakat begitu antusias sehingga banyak yang ingin mengambil program tersebut.
“Dalam tiga tahun terakhir, program Cyber Islamic University telah diikuti oleh 3.339 mahasiswa dari 36 provinsi di seluruh Indonesia. Tingginya minat mahasiswa dalam mengikuti program kuliah daring ini disebabkan oleh kemudahan dalam proses pembelajaran,” ungkap Prof Aan.
Pada 2024, akan dilakukan penambahan program studi baru untuk program pembelajaran jarak jauh (PJJ). Program studi yang ditambahkan meliputi S2 dan S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta S1 Aqidah Filsafat Islam (AFI). Selain itu, akan ada penambahan untuk program studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI), S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS), S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan S1 Sejarah dan Peradaban Islam (SPI). tegas Prof Aan. (din)
Kemenag RI Gelar Devotion Experience (Deb-X) Untuk Fasilitasi Anak Muda Untuk Lebih Dekat Dengan Religi
JAKARTA, FC - Untuk kali pertama, Kemenag menggelar Devotion Experience (Dev-X). Kegiatan yang dihelat di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) mulai 5-7 Januari 2024 ini dikemas dengan nuansa pop culture dan serba digital sebagai upaya mendekatkan anak muda dengan dunia religi.
“Sasaran kita dalam acara ini memang anak muda. Karenanya, acara ini memang sengaja kita kemas dengan nuansa pop culture. Kita ingin memfasilitasi anak-anak muda untuk lebih dekat dengan religi,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (5/1/2023).
Menag mengungkapkan ada alasan tersendiri mengapa Kemenag menyasar anak muda. “Kita ini sedang bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045. Pemimpin Indonesia di masa itu adalah anak-anak muda hari ini,” jelas Menag Yaqut.
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, lanjut Menag, maka penting untuk mewariskan hal baik bagi para calon pemimpin masa depan. “Itu mengapa memfasilitasi anak muda untuk lebih dekat dengan religi menjadi hal yang perlu kita lakukan,” kata Menag.
“Kehidupan beragama itu bukan semata ritual ibadah lho, makanya nanti di Dev-X ini anak-anak muda dapat melihat bahkan merasakan pengalaman itu,” imbuhnya.
Sejumlah kegiatan dihelat selama Dev-X, seperti nikah massal, talkshow seputar zakat dan wakaf, haji, dan sertifikasi halal. Ada juga demo dan bincang-bincang terkait kitab suci dengan huruf braille atau bahasa isyarat.
“Di sini juga pengunjung dapat mencoba, misalnya, wisata religi dengan menggunakan virtual reality (VR) hingga menyaksikan launching huruf pegon digital. Kalau punya masalah yang terkait dengan keagamaan, juga bisa temukan solusinya di Dev-X,” ujar Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut.
Kegiatan lainnya, pengunjung bisa belajar membaca Sloka atau menulis Jawa kuno di stan Ditjen Bimas Hindu. Ada juga sesi pemutaran film Unearthing Muarajambi di stan Ditjen Bimas Buddha atau mencoba menjelajah Candi Borobudur dengan menggunakan VR 360. Pengunjung juga dapat mengunjungi pameran berbagai produk halal hingga menikmati sajian musik.
Ketua Pelaksana Dev-X Ahmad Zainul Hamdi menyampaikan, ajang ini terbuka untuk umum dan gratis. Calon pengunjung cukup melakukan registrasi diri melalui aplikasi PUSAKA Superapps yang dapat diunduh di Play Store dan App Store.
“Silakan daftar melalui PUSAKA dan silakan datang ke JCC. Selain pameran kinerja satuan kerja, pengunjung juga dapat menyaksikan pameran produk halal, penampilan artis dan tokoh ternama,” tutur pria yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag ini.
Sejumlah pengisi acara yang akan hadir, antara lain Salma Salsabila, Habib Ja’far, Bhante Dhiropunno Onad, Ustadz Das’ad Latif, Rhoma Irama, Voice of Baceprot, Andien, Arafah Rianti, Ricky Watimena, Mona Ratuliu, Daniel Mananta, Marcello Tahitoe, Armand Maulana, Zaskia Mecca, hingga komedian Boris Bokir, Arafah Rianti, dan sebagainya. (din)
Kamis, 04 Januari 2024
4000 ASN Kementerian Agama Hadiri Acara Meet and Brief Bersama Menteri Agama
JAKARTA, FC - Kementerian Agama hari ini menggelar Meet and Brief bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di JCC, Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri tidak kurang 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama.
Hadir, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para Pejabat Eselon I hingga IV kantor Pusat Kemenag, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Acara ini juga diikuti melalui zoom meeting oleh jajaran ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepada jajarannya, Menag Yaqut mengawali sambutannya dengan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024 dan Selamat Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama. Menag mengajak semuanya untuk bersyukur atas peran Kementerian Agama selama 78 tahun dalam menjaga kerukunan umat beragama dan merawat toleransi di negara Indonesia yang majemuk.
“Tepat sekali tema HAB tahun ini: Indonesia Hebat Bersama Umat. Membersamai dan melayani umat dengan hati menjadikan Indonesia Hebat,” sebut Gus Men, panggilan akrabnya, Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Momen awal tahun dan peringatan HAB, kata Gus Men, adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus mengukir harapan atas sejarah Kementerian Agama. Gus Men lalu mengingatkan jajarannya dengan salah satu pesan KH. Abdul Wahid Hasyim, bahwa model Kementerian Agama ini pada hakikatnya adalah jalan tengah antara teori memisahkan agama dari negara dan teori persatuan agama dan negara.
“Indonesia bukanlah negara sekuler, bukan pula negara agama. Di Indonesia, agama menjadi inspirasi bagi negara. Ini selaras dengan statemen pertama saya setelah diamanahi Presiden sebagai menteri, “Jadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi”,” tegas Gus Men.
Gus Men lalu mengenang awal dirinya mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menakodai Kementerian Agama. Di awal-awal bekerja, Gus Men mencoba untuk mengenali dan mengidentifikasi sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan di Kementerian Agama. Gus Men mendapati bahwa kementerian ini memiliki satuan kerja (satker) dan ASN yang sangat besar dengan jenis layanan yang luas. Namun, saat itu masyarakat dan ASN nya dipusingkan dengan ratusan aplikasi yang tidak terintegrasi.
Gus Men pada awal bekerja juga mendapati kementerian ini membina puluhan ribu guru yang belum S1. Saat itu, ada 50 ribu KUA yang mayoritas kondisi kantornya kurang memadai. “Saya melihat, pada awal bertugas sebagai Menteri Agama, jika masalah kementerian ini dihamparkan di meja, maka tidak tampak ujung tepinya,” demikian Gus Men membuat metafora.
Apapun kondisinya, identifikasi masalah yang didapat menjadi arah bagi Menag Yaqut untuk menyelesaikannya. Tiga tahun berselang, hal itu mulai tampak terselesaikan. “Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, setelah kerja keras kita bersama, masalah-masalah di Kementerian Agama mulai terurai,” ujar Gus Men.
Beberapa capaian itu, misalnya: pertama, Aplikasi PUSAKA telah dihadirkan. Superapps ini mengintegrasikan berbagai aplikasi yang selama berjalan hingga ada dalam satu genggaman. “Ini menjawab kebutuhan masyarakat dan internal ASN atas layanan kementerian yang cepat, mudah, murah, pasti, dan akuntabel,” sebut Gus Men.
Kedua, Cyber Islamic University didirikan, untuk memberikan akses kepada para guru yang belum S1 dan siapa pun yang ingin belajar di perguruan tinggi secara online, di mana pun mereka berada. Saat ini sudah 3.339 mahasiswa, yang mayoritasnya guru. Mereka telah mendapatkan beasiswa S1 di Cyber Islamic University, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Ketiga, lebih dari 1.000 KUA telah direvitalisasi. “Bukan hanya bangunan kantornya yang direnovasi, tetapi SDM dan SOP layanan KUA ditingkatkan kualitasnya,” kata Gus Men.
Keempat, lebih dari 2.000 pesantren menerima program Kemandirian Pesantren. Saat ini sedang dikembangkan agar terbentuk ekosistem bisnis pesantren yang kuat di masa depan. Kelima, Cand
Borobudur dan Candi Prambanan telah menjadi pusat ziarah dan ibadah dunia bagi umat Buddha dan umat Hindu.
“Keenam, tingkat kepuasan jemaah pada dua tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji juga masuk kategori Sangat Memuaskan,” jelas Gus Men.
Beragam capaian lainnya, Sertifikasi Halal melampaui target, prestasi di bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan banyak ditorehkan, serta Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami kenaikan. Berbagai legacy Kementerian Agama juga diwujudkan, misalnya: berdirinya Puspenkom, serta penerbitan Kitab Suci Braille dan Bahasa Isyarat.
“Setelah menunggu 12 tahun, 98.972 guru akhirnya menerima SK Inpassing. Dan insya Allah, segera terealisasi kenaikan Tukin menjadi 80% bagi ASN Kementerian Agama,” ujar Gus Men.
“Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama di 2023 juga ditetapkan sebagai Badan Publik Informatif. Ini milestone luar biasa. Kita pertahanankan dan tingkatkan. Keterbukaan informasi adalah amanat UU,” lanjutnya.
Gus Men menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama yang telah bekerja keras mewujudkan misi bersama melayani umat beragama sebaik-baiknya. Menurutnya, capaian ini telah mendapat puluhan apresiasi dan penghargaan dari berbagai instansi dan Lembaga, dan itu patut disyukuri.
“Meski begitu, kita jangan berpuas diri. Keberhasilan yang kita raih harus menjadi motivasi untuk mengabdi lebih baik lagi,” pesannya.
Di 2024, lanjut Gus Men, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan, terutama program-program prioritas dan legacy. Karena itu, Gus Men mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama tetap semangat, tetap bekerja keras, terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan, serta selalu mencari terobosan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Mari memperkuat Kementerian Agama sebagai satu kesatuan institusi dari pusat hingga daerah yang performanya bisa menjadi teladan bagi K/L dan institusi lainnya,” pesannya lagi.
Terakhir, menjelang Pemilu 2024, Gus Men secara khusus menyampaikan dua pesan kepada keluarga besar Kementerian Agama. Pertama, setiap ASN Kementerian Agama diminta menjadi perekat masyarakat dan aktif menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing. ASN Kementerian Agama diminta untuk menjaga agar tempat ibadah dan lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama tidak dijadikan sebagai ajang politisasi agama dan provokasi politik.
“Kedua, setiap ASN Kementerian Agama saya minta tetap bekerja optimal melayani umat beragama, dan jangan beri celah kepada pihak-pihak tertentu mendiskreditkan kita dan mengambil keuntungan politik pada masa kampanye ini akibat keteledoran atau kelalaian kita,” tandasnya. (din)
Rabu, 03 Januari 2024
Gapura Alun-alun Pataraksa Senilai Ratusan Juta Ambruk, Bupati Imron Minta Dibangun Ulang
KABUPATEN CIREBON - Usai diguyur hujan dengan intensitas sedang, gapura tradisional di Alun-alun Pataraksa ambruk pada Selasa malam (2/1/2024).
Paginya, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag langsung inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian, Rabu (3/1/2024).
Bupati Imron mengaku kecewa dengan hasil pembangunan Alun-alun Pataraksa, yang tepat berada di depan Kantor Bupati Cirebon dan Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.
"Jelas kecewa, pekerjaannya asal-asalan. Saya minta dinas terkait untuk mengevaluasinya," tukas Imron.
Ia meminta kepada penyedia atau kontraktor untuk membangun ulang gapura tradisional yang ambruk. "Harus dibangun ulang. Bila perlu, yang ambruk satu gapura, tapi saya minta kedua gapura dibangun ulang," pintanya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, S.Sos., M.Si mengatakan, terkait ambruknya gapura tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas kegiatan.
Iwan mengaku, selama ini laporan dari pengawas kegiatan melaporkan bahwa pekerjaan sudah sesuai dengan spek yang sudah direncanakan.
"Karena ini masih masa pemeliharaan sampai tanggal 27 April 2024, saya minta penyedia atau kontraktor untuk segera bertanggungjawab terkait kerusakan ini," kata Iwan.
Tentunya, lanjut Iwan, pihaknya akan melakukan evaluasi total terkait ambruknya gapura tradisional yang ada di Alun-alun Pataraksa.
"Saya minta kepada penyedia untuk mengganti semua gapura tradisionalnya. Dibangun dari awal dan harus sesuai dengan gambar awal," lanjutnya.
Hasil rapat dengan konsultan serta pelaksana, Iwan menambahkan, pihak pelaksana, yaitu PT. Caesar Utama Karya, sanggup dan bertanggungjawab untuk membangun kembali gapura yang ambruk.
Kedua, pihak konsultan pengawas sanggup mengawasi pelaksanaan pembangunan kembali gapura, tanpa ada biaya pengawasan dari Pemda.
"Ketiga, hasil analisa terhadap kejadian rubuhnya gapura, dimungkinkan karena ada pergerakan batu dalam gapura, yang mengakibatkan masuknya air ke dalam gapura. Pergerakan tersebut menyebabkan batu mendorong dinding bata," jelas Iwan.
Ia menambahkan, pembangunan Alun-alun Pataraksa ini telah menelan anggaran Rp15,7 miliar lebih, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat.
Tahap pertama, kata Iwan, tahun 2021 Rp11,6 miliar, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada tahun 2023 dengan anggaran Rp4,1 miliar.
"Yang tahap pertama adalah pekerjaan konstruksi, dan tahap kedua untuk pekerjaan finishing. Termasuk gapura tradisional yang saat ini ambruk senilai Rp226 juta, dan gapura modern yang terletak di depan pintu masuk Alun-alun Pataraksa," tambahnya. (Ara)
Senin, 01 Januari 2024
Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag dalam kegiatan Penyusunan Perkin dan Resntra PTKI IAIN se-Indonesia
CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi pusat perhatian dalam acara monumental “Penyusunan Perjanjian Kinerja dan Rencana Strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia.”
Kegiatan ini berlangsung di Luxton Hotel dari tanggal 14 hingga 16 Desember 2023, ada sebanyak 20 tim perencana keuangan dari IAIN seluruh Indonesia hadir untuk menggali potensi kolaborasi dan perencanaan strategis. Dan Ida Nur Khosim dari Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama hadir sebagai narasumber.
Ir Hj Sunarini, M.Kom, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga menjadi ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari perencanaan sebelumnya yang digelar di Serpong-Tanggerang. Dalam sambutannya, Sunarini mengungkapkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon diberi amanat menjadi tuan rumah kegiatan Perkin tahun 2024 dan Restra tahun 2025-2029 untuk semua IAIN di Indonesia.
Ir Hj SUnarini, M.Kom Kepala Biro AUAK sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Penyusunan Perkin dan Resntra PTKI IAIN se-Indonesia
“Hadirnya 20 tim perwakilan dari 24 IAIN di Indonesia merupakan tonggak penting, meskipun beberapa tidak dapat hadir karena keterbatasan waktu akhir tahun dan kesibukan lainnya, namun semangat kolaborasi untuk kemajuan bersama tetap terasa kuat,” ujar Sunarini.
Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan semangatnya memulai sambutannya dengan membacakan pantun yang mengundang keceriaan di antara peserta. “ dari Papua ke Ambon, mengajak kawan dari Langsa. Semua hadir di kota Cirebon, hati senang riang gembira”. “dari Pontianak singgah ke Pekalongan, jangan lupa mengajak kawan di Ponorogo. Kita datang di forum resntra dan perkin, semangat bersama untuk kemajuan”.
“Kota Cirebon, kota kuliner, tempat untuk bersama-sama berdiskusi. Kita datang di forum restrukturisasi dan perjanjian kinerja, semangat untuk kemajuan bersama,” kata Prof Aan, sambil memberikan sedikit kilas balik tentang sejarah Cirebon dan lahirnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Ida Nur Khosim dari Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama sebagai narasumber kegiatan Penyusunan Perkin dan Resntra PTKI IAIN se-Indonesia
Dalam konteks sejarah pendidikan keagamaan, Prof Aan juga menyoroti Keputusan Menteri Agama Nomor 860 Tahun 2022 tentang “Penetapan Institut Agama Islam Negeri Syeikh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber.”
Sementara itu, pernyataan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, terkait peluncuran Program Pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam yang menandai transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), tegas Prof Aan.
Prof Aan menutup sambutannya dengan menggarisbawahi pentingnya kesepakatan perjanjian kinerja PTKN tahun 2024 yang mengacu pada Renstra Kementerian Agama, serta adopsi terhadap 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri dari Kemendikbud-Ristek RI sebagai landasan program dan kegiatan di masing-masing perguruan tinggi.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk perencanaan strategis, tetapi juga sebagai momentum solidaritas dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. (din)












