Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Agustus 2024

Pemkab Cirebon-BPBD Jabar Siapkan Strategi Antisipasi Banjir Di Musim Hujan

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri rapat koordinasi terkait tindak lanjut bencana banjir bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Jumat (2/8/2024).

Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Gegesik itu dihadiri juga BPBD Kabupaten Cirebon, camat, dan kuwu di wilayah terdampak banjir.

Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menjelaskan tentang pentingnya mengantisipasi bencana banjir di saat musim kemarau yang sedang dihadapi.

“Saat ini kita menghadapi musim kekeringan (kemarau). Pompa sudah mulai berfungsi meskipun belum seluruhnya, karena hanya di beberapa tempat saja yang airnya masih cukup. Yang harus kita antisipasi adalah jangan sampai fokus mengatasi kekeringan, tapi lupa terhadap antisipasi di musim hujan,” ujarnya.

Wahyu menyebut, normalisasi sungai sebaiknya dilaksanakan di musim kemarau. Jadi, lanjut dia, saat musim hujan tiba, sungai mampu menampung air meskipun debitnya besar.

“Jadi, saat musim hujan, sungai kita sudah mampu menampung air, walaupun debit air besar. Oleh karena itu, kita antisipasi sekarang,” tambahnya.

Dalam rapat ini, ia juga menyinggung soal tanggul yang jebol akibat bencana banjir sebelumnya. Saat itu, Pemkab Cirebon bersama pihak terkait menangani tanggul yang jebol.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon membutuhkan intervensi berbagai pihak untuk bisa menangani banjir.

Ia pun meminta detail dari BPBD Jabar, BPBD Kabupaten Cirebon, camat, serta kuwu terkait titik-titik yang terdampak banjir. Sehingga, lanjut dia, langkah-langkah untuk mengantisipasi banjir bisa segera diambil.

“Kita harus sama-sama diskusi, ada BPBD Provinsi Jabar bersama jajaran, kemudian ada BPBD Kabupaten Cirebon, camat, dan kuwu di wilayah ini. Kita buat kesimpulan dan petakan titik permasalahan terkait banjir tersebut,” katanya.

Selanjutnya, titik-titik permasalahan ini akan dihubungkan dengan kewenangan masing-masing, baik itu pusat, provinsi, maupun Kabupaten Cirebon.

“Dari titik itu, kita akan lakukan tindak lanjut di kabupaten, hingga provinsi dan pusat. Mudah-mudahan musim kekeringan tidak panjang. Kita harus segera antisipasi, mengingat sebentar lagi masuk musim hujan,” jelas Wahyu.

Normalisasi sungai dan muara menjadi langkah penting yang harus segera dikoordinasikan dan dilaksanakan. “Normalisasi adalah hal yang harus ditindaklanjuti, baik sungai maupun di muara. Karena ini, membagi kewenangan, koordinasi harus dilakukan, agar bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Anne Hermadianne Adnan mengatakan, rapat koordinasi berkaitan dengan mitigasi bencana pada musim hujan. Pihaknya bersama Pemkab Cirebon fokus melaksanakan normalisasi sungai.

“Ini dulu, karena ini kan soal perubahan perilaku masyarakat, yang dulu ada empati untuk gotong royong, sekarang kan sudah mulai terkikis. Akhirnya membuang sampah sembarangan, tidak membersihkan sungai, akhirnya jadi masalah,” kata Anne usai rapat.

Anne juga menjelaskan soal anomali cuaca yang terjadi di Indonesia. Tahun lalu, lanjut Anne, terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan terlalu lama. Namun, pada tahun ini berdasarkan musim kemarau akan lebih pendek.

“Tahun ini, Juli dan Agustus kemarau. September sudah masuk hujan. Mumpung belum masuk musim hujan, kita lakukan mitigasi, supaya tidak terdampak ke masyarakat,” tukasnya.

“Contohnya, kemarin gagal panen. Kemarin 10 hektare (sawah gagal panen) dampak kebanjiran, seperti itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, rapat koordinasi bersama BPBD Jabar tersebut dihadiri para camat, yakni dari Kecamatan Gegesik, Susukan, Kaliwedi, dan Arjawinangun. Kemudian, dihadiri pula oleh para kuwu dari Desa Jagapura Wetan, Jagapura Kidul, Jagapura Lor, dan Jagapura Kulon. (Ara)

Kamis, 01 Agustus 2024

Kelompok KKN 158 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kelompok KKN Desa Cikeusal Institut Pesantren Babakan Kolaborasi Program Kegiatan

CIREBON, FC - Gagas isu kepedulian pendidikan dan kesehatan masyarakat Desa  Cikeusal, 24 mahasiswa dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) dan IPEBA lakukan sosialisasi pendidikan karakter dan donor darah, Selasa-Rabu, 30-31 Juli 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan kualitas hidup, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Tubagus Fajar Setiadi, Koordinator pelaksana kegiatan asal UINSSC, menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan pandangan antara kelompok KKN UINSSC dan IPEBA mengenai kebutuhan masyarakat Desa Cikeusal.

Menurutnya, desa ini memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan, terutama dalam aspek pendidikan dan kesehatan.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya. Tubagus menambahkan bahwa sinergi antara kedua institusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Husni Tsabit, Koordinator pelaksana kegiatan asal IPEBA menambahkan, bahwa program edukasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter. 

Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan pra-loka karya, penyusunan langkah-langkah pelaksanaan, hingga penyediaan bahan-bahan yang diperlukan dan teknis pelaksanaan. 

"Kami berharap masyarakat lebih memperhatikan pentingnya pendidikan karakter, yang akan disampaikan melalui seminar-seminar yang kami adakan,” kata Husni. 

Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang beretika dan berintegritas.

Program donor darah yang diadakan di Desa Cikeusal pada Rabu 31 Juli tersebut didukung oleh pihak Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kota Cirebon. Program tersebut merupakan kegiatan kali pertama dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. 

Salah satu warga yang ikut serta mendonorkan darah menyatakan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini. “Ini kegiatan pertama bagi kami, tapi alhamdulillah masyarakat sangat antusias,” ungkap salah satu pendonor. 

Selain warga, aparatur pemerintah Desa Cikeusal juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, hal tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa UINSSC dan IPEBA.

Kepala Desa Cikeusal juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini dan berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membantu orang-orang yang membutuhkan. 

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga masyarakat Desa Cikeusal tergerak untuk terus melaksanakan kegiatan donor darah,” ujarnya. 

Kepala desa menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima donor, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat desa.

Program edukasi dan donor darah yang diadakan oleh mahasiswa UINSSC dan IPEBA di Desa Cikeusal berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesehatan. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pemberdayaan masyarakat desa yang lebih baik. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Cikeusal dapat lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, serta terus melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang telah dimulai oleh mahasiswa KKN UINSSC dan IPEBA. (Ara)

Komitmen Pemkab Cirebon Lindungi RT, RW Dan BPD Melalui BPJS Ketenagakerjaa

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (31/7/2024).

Dalam nota kesepakatan itu, Pemkab Cirebon mendaftarkan RT, RW, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri penandatanganan nota kesepakatan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon selalu berkomitmen mendukung dan siap bersinergi untuk menjamin perlindungan kerja terhadap RT, RW, dan BPD.

“Pada prinsipnya, niat kebaikan kenapa tidak kita sinergikan bersama. Prinsipnya, bagaimana tenaga kerja kita berhak mendapatkan perlindungan, agar sama-sama melindungi mereka,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon siap bekerja sama untuk membahas lebih lanjut terkait perlindungan terhadap RT, RW, dan BPD bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebut, pembayaran iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk RT, RW, dan BPD mulai dilakukan pada Agustus 2024.

Jumlah RT dan RW di Kabupaten Cirebon yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 12.300 jiwa. Sementara itu, untuk BPD yang terdaftar sebagai peserta sekitar 3.000 jiwa.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Novri Annur menjelaskan, mengapresiasi komitmen Pemkab Cirebon yang telah mendaftarkan RT, RW, dan BPD sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa atau UU Desa.

“Alhamdulillah, perangkat non-ASN di Kabupaten Cirebon sudah terlindungi. Insyaallah teman-teman RT, RW dan BPD ter-cover (BPJS Ketenagakerjaan),” kata Novri.

Novri mengatakan, perangkat paling penting dan pertama dalam struktur pemerintahan adalah RT dan RW. Sehingga, lanjut dia, pemerintah melindungi mereka dengan mendaftarkan sebagai peserta BPJS.

Ia juga menyampaikan, tren positif kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon. Ia menyebut, 90 persen lebih perusahaan di Kabupaten Cirebon telah mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“PR kita ke depan adalah melindungi tenaga kerja bukan penerima upah, seperti tukang becak, penjual nasi, petani, dan lainnya,” ucapnya.

Virtual Reality Cyber Islamic University Dipamerkan di Indonesia Marketing Festival 2024

YOGYAKARTA - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai cyber Islamic university, menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama RI yang dipamerkan dalam ajang The 12th Indonesia Marketing Festival 2024. Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta ini dihadiri oleh ratusan pengusaha muda Indonesia dengan tema “Pilot Marketing Flying in Turbulence”.

Alissa Wahid, yang didapuk sebagai narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa di era kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, lahir berbagai program inovatif sebagai respons terhadap kemajuan teknologi, salah satunya adalah cyber Islamic university.

“Banyak sekali guru agama yang berada di daerah pelosok negeri, namun tidak terjangkau layanan pendidikan tinggi untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Melalui cyber Islamic university ini, maka guru-guru tersebut terlayani dengan baik,” ujarnya pada Kamis (1/8/2024).

Dalam pameran ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkenalkan infrastruktur dan pembelajaran digital melalui video Virtual Reality (VR). Pengunjung dapat merasakan pengalaman belajar sebagai mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara digital. Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menegaskan pentingnya keikutsertaan dalam pameran ini sebagai upaya mengenalkan inovasi pendidikan berbasis digital kepada masyarakat luas.

“Pameran menggunakan VR ini penting dilakukan karena dapat memberikan visualisasi nyata kepada pengunjung terkait infrastruktur pembelajaran digital dan inovasi yang diselenggarakan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ujar Zakky Yavani, Ketua Tim Pameran.

Prof. Aan juga menambahkan, sejak tahun 2021, UIN SSC sebagai cyber Islamic university telah menjalankan program piloting Prodi PJJ PAI. Pada Tahun Akademik 2024/2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengantongi izin penyelenggaraan lima Prodi PJJ jenjang Sarjana (S1) dan satu Prodi PJJ jenjang Magister (S2).

Prodi yang tersedia meliputi:

Prodi PJJ PAI

Prodi PJJ PGMI

Prodi PJJ Pendidikan Bahasa Arab

Prodi PJJ Sejarah Peradaban Islam

Prodi PJJ Hukum Keluarga Islam

Prodi PJJ Magister PAI

Program PJJ yang diselenggarakan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kampus lain:

Pembelajaran sepenuhnya daring hingga lulus. Seluruh layanan akademik dan non-akademik didukung infrastruktur digital yang fleksibel.

Infrastruktur pembelajaran digital mencakup video, modul, dan evaluasi pembelajaran. Waktu belajar fleksibel, dapat diakses kapan pun dan dari mana pun.

Biaya terjangkau.

Sebagai cyber Islamic university, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadikan kompetensi digital sebagai keunggulan khas lulusan. Kurikulum yang dikembangkan memadukan kecanggihan teknologi dengan keragaman mahasiswa.

Keunggulan lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meliputi:

Literasi digital dan digital culture: Kemampuan beradaptasi dalam memanfaatkan AI, IoT, dan ilmu komputasi untuk mendukung kinerja sesuai profesi.

Computational Thinking: Kemampuan menyelesaikan masalah dengan teknik berpikir komputasi, meliputi decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algoritma.

Data Analyst: Kemampuan mengolah informasi digital menjadi karya atau produk relevan.

Saat ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon masih membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2024/2025. Masyarakat yang memiliki ijazah pendidikan menengah atas dapat mendaftar sebagai mahasiswa PJJ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Informasi pendaftaran lengkap dapat diakses melalui tautan http://spmb.syekhnurjati.ac.id. Pendaftaran akan ditutup pada 27 Agustus 2024. (din)

Rabu, 31 Juli 2024

Komitmen Pemkab Cirebon Lindungi RT, RW Dan BPD Melalui BPJS Ketenagakerjaan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (31/7/2024).

Dalam nota kesepakatan itu, Pemkab Cirebon mendaftarkan RT, RW, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri penandatanganan nota kesepakatan bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon selalu berkomitmen mendukung dan siap bersinergi untuk menjamin perlindungan kerja terhadap RT, RW, dan BPD.

“Pada prinsipnya, niat kebaikan kenapa tidak kita sinergikan bersama. Prinsipnya, bagaimana tenaga kerja kita berhak mendapatkan perlindungan, agar sama-sama melindungi mereka,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon siap bekerja sama untuk membahas lebih lanjut terkait perlindungan terhadap RT, RW, dan BPD bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebut, pembayaran iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk RT, RW, dan BPD mulai dilakukan pada Agustus 2024.

Jumlah RT dan RW di Kabupaten Cirebon yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 12.300 jiwa. Sementara itu, untuk BPD yang terdaftar sebagai peserta sekitar 3.000 jiwa.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Novri Annur menjelaskan, mengapresiasi komitmen Pemkab Cirebon yang telah mendaftarkan RT, RW, dan BPD sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa atau UU Desa.

“Alhamdulillah, perangkat non-ASN di Kabupaten Cirebon sudah terlindungi. Insyaallah teman-teman RT, RW dan BPD ter-cover (BPJS Ketenagakerjaan),” kata Novri.

Novri mengatakan, perangkat paling penting dan pertama dalam struktur pemerintahan adalah RT dan RW. Sehingga, lanjut dia, pemerintah melindungi mereka dengan mendaftarkan sebagai peserta BPJS.

Ia juga menyampaikan, tren positif kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Cirebon. Ia menyebut, 90 persen lebih perusahaan di Kabupaten Cirebon telah mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“PR kita ke depan adalah melindungi tenaga kerja bukan penerima upah, seperti tukang becak, penjual nasi, petani, dan lainnya,” ucapnya.

Mendapat Keistimewaan di Wisuda Magister Ke 29, Prof Dr H Suteja M.Ag Paparkan Kemajuan Pascasarja UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

 

Prof Dr H Suteja, M.Ag, Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 



Cirebon, FC - Hari kedua kegiatan wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke 29 IAIN Syekh Nurjati Cirebon membawa keistimewaan tersendiri. Selain dihadiri langsung oleh Staf Ahli Kepribadian RI juga wisuda Magister tahun ini terbanyak mencapai 145 mahasiswa.

Demikian dinyatakan langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Suteja M.Ag saat disambangi media Fokus Cirebon usai melaksanakan kegiatan wisuda di Ballroom Apita Hotel, Jl Tuparev Cirebon, 31 Juli 2024.

"Hari kedua kegiatan wisuda ke 29 ini, kita mendapatkan keistimewaan tersendiri, yakni dihadiri langsung oleh Staf Ahli Kepresidenan RI. Kemudian dari sisi waktu pelaksanannya sudah sangat baik, bahkan semua pimpinan juga hadir," terangnya.

Jadi, kata Prof Suteja, bisa dikatakan pimpinan kita dan kepanitiaan kita semakin bagus. Namun yang paling penting adalah pihak pimpinan maupun panitia serta keluarga dan para wisudawan (mahasiswa) semuanya merasa puas atas pelaksanaan kegiatan wisuda ke 29. Karena kita tahu bahwa ukuran sebuah kegiatan adalah kepuasan yang diterima.

Prof Suteja juga menjelaskan, bahwa di era digital ini, wisudawan kita sudah dibekali dengan wawasan digital dan ke depan tentu kita sangat optimis, karena kita sudah UIN Siber dan sudah memiliki Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) serta sudah digitalisasi layanan.


Ditegaskan, bahwa kepuasan Pasca Sarjana tahun 2024 ini, bisa dilihat dari apresiasi yang diberikan Dirjen. Di mana  Januari tahun kemarin sudah di SK kan oleh Dirjen untuk membuka PJJ S2 M.PAI. 

"Setelah itu kami kumpul bersama para petinggi LP2M, LPM, dan Gugus Mutu Pascasarjana serta pimpinan pascasarjana dan sepakat target tahun pertama 200 peserta PJJ PAI, dan sekarang terbukti sudah150 lebih dan  sudah menjangkau ke Jawa serta Bali. 

Selain itu lanjutnya, peserta PJJ yang kemarin wawancara, itu berasal dari negara Jepang. "Yang menjadi istimewa lagi, laporan ini oleh pusat direspon baik bahkan dijawab mantap," terangnya. 

Di akhir perbincangannya, Prof Suteja menegaskan, bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sudah menggunakan layanan digital, bahkan infrastruktur kita pun sudah siap dan kita berharap PJJ S2 PAI kita bisa mengunduh dana LPDP. 

"Jadi optimisme kita bukan karena obsesi tapi karena fakta dan data," tutupnya. (Nurudin)

Rapat Paripurna DPRD Setujui Raperda RPJPD Kota Cirebon 2025-2045

CIREBON - DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna menyetujui Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Rabu, 31 Juli 2024, di ruang Griya Sawala.K

Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana mengatakan, rapat kali ini merupakan tindak lanjut penyampaian raperda RPJPD oleh Pj Walikota.

Ruri menjelaskan, RPJPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan rentang waktu 20 tahun yang memuat visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang daerah.

“Sehingga penting adanya keselarasan dan sinkronisasi arah kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi dan kota,” katanya.

Selain itu, RPJPD menjadi Acuan dalam penyusunan RPJMD dan RKPD untuk jangka waktu lima tahun, serta acuan bagi calon kepala daerah dalam menyusun visi misi dalam pilkada 2024.

Usai disetujui, Ruri pun meminta kepada pemda untuk segera melakukan percepatan proses evaluasi raperda RPJPD 2025-2045, mengingat masa jabatan DPRD berakhir 12 Agustus 2024.

“Harapannya, pembahasan hasil evaluasi Gubernur masih bisa dilakukan oleh DPRD periode 2019-2024,” tambahnya.

Ketua Pansus Raperda RPJPD 2025-2045 Kota Cirebon, Andi Riyanto Lie SE mengatakan, pembahasan raperda tersebut dapat terselesaikan kurang dari tiga minggu.

Adapun isi raperda tentang RPJPD 2025-2045 Kota Cirebon terdiri dari 6 Bab dan 9 pasal.

“Berdasarkan hasil pembahasan oleh pansus, maka raperda RPJPD ini sepakat diparipurnakan dan disetujui menjadi perda,” katanya.

Sementara itu, Pj Walikota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi menyampaikan, usai disetujui menjadi perda RPJPD 2025-2045 Kota Cirebon, dokumen tersebut menjadi dasar penyusunan Rancangan Teknokratik (Ranteku) RPJMD Kota Cirebon 2025-2029.

“Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa Rantek RPJMD tersebut akan menjadi rujukan dalam penyusunan Visi dan Misi Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pada tahapan Pilkada serentak tahun 2024,” katanya.

Selain itu, Agus pun memohon kepada seluruh pihak agar dapat mengawal dan berpartisipasi dalam pelaksanaan RPJPD maupun RPJMD.

“Dan semoga 20 tahun ke depan, cita-cita Cirebon Emas tahun 2045 dapat terwujud, tentunya dengan ridho dan rahmat Allah SWT,” pungkasnya. (Ara)