Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 07 Oktober 2024

DPRD Kota Cirebon Apresiasi Upaya Disnaker Menekan Angka Pengangguran

CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon mengapresiasi upaya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atas program-program pemerintah daerah menekan angka pengangguran terbuka.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd menyampaikan, Disnaker menjadi motor penggerak membantu masyarakat melalui berbagai pelatihan dengan jenis keterampilan. Baik didukung lewat program pemerintah maupun kolaborasi dengan pelaku usaha.

“Saya bahagia, karena Disnaker salah satu perangkat daerah yang aktif melayani masyarakat dengan berkontribusi memberikan pelatihan,” ujarnya, saat hadir pada acara penutupan program pelatihan menggawe kompeten (Pelatihan Vokasi Berbasis Penempatan) Junio Web Programming, Kamis (3/9/2024), di aula Disnaker Kota Cirebon.

Banyaknya pelatihan vokasi, kata Yusuf, membuktikan pemerintah daerah Kota Cirebon sangat serius menekan angka pengangguran terbuka.

“Kepada peserta, saya pesan agar manfaatkan dengan baik kesempatan ini. Salurkan kemampuan yang didapat agar memberikan dampak yang positif, baik untuk karir diri dan kesejahteraan keluarga,” paparnya.

Yusuf juga mengingatkan, ada tiga hal yang mesti dilakukan pencari kerja. Pertama, perbanyaklah motivasi. Arahkan pola pikir ke arah yang baik dan perkuat mental agar tidak mudah menyerah.

“Jangan pernah mudah menyerah, apalagi usia masih produktif. Lalui prosesnya, yakini ini semua adalah kesempatan dari tuhan untuk menuju sukses,” terangnya.

Poin kedua, lanjut Yusuf, perbanyak komunikasi dengan berbagai pemangku kebijakan yang bisa menjadi modal untuk memperluas jaringan. Kemudian poin ketiga adalah jaringan dengan tuhan.

“Misal di sini, 61 peserta yang ikut adalah jaringan dengan latar belakang berbeda. Jangan sampai setelah pelatihan ini, selesai juga komunikasi dengan teman, dinas dan mitra dinas. Jaga semua itu, karena itu jaringan,” tegasnya.

Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman mengatakan, pelatihan ini ada 61 peserta. Semuanya sudah melalui pelatihan selama satu bulan. Tahapan selanjutnya adalah uji komeptensi dnegan BNSP.

“Semoga mereka bisa lulus semua, 100 persen. Karena sudah ada 30 perusahaan yang akan menampung mereka untuk magang dan penempatan di Perusahaan tersebut,” tuturnya.

Agus mengakui, berdasarkan data BPS, angka pengangguran terbuka di Kota Cirebon mencapai 7,66 persen atau 13.800 orang pencari kerja. “Kami harap program pelatihan ini tetap ada, dan berkembang lebih luas,” katanya. (din)

Sabtu, 05 Oktober 2024

Sekda Kabupaten Cirebon : Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial Merupakan Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd menghadiri acara seremonial pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT ke-101 RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Acara ini menjadi wujud nyata upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Sekda Hilmy menekankan pentingnya kesehatan sebagai hak asasi bagi setiap orang dan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan akses kesehatan yang merata dan terjangkau.

“Sebagai bentuk kepedulian sosial, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam bakti sosial ini, yang di antaranya mencakup pengobatan gratis,” ujarnya, Sabtu (5/10/2024)

Kegiatan ini tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang penyakit menular dan tidak menular, serta pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

“Edukasi akan diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petugas kesehatan, organisasi profesi, anak sekolah, remaja, pekerja batik, hingga lanjut usia dan organisasi kewanitaan seperti PKK, Dharma Wanita, dan Bhayangkari di Kabupaten Cirebon,” jelas Hilmy.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Yayasan Batik Provinsi Jawa Barat serta Ketua Yayasan Kesehatan Payudara, Ir Sendy Ramania Wurandari, yang juga turut serta melaksanakan edukasi dan bakti sosial.

Sendy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kegiatan kesehatan ini, mulai dari BUMN hingga lembaga perbankan.

“Kolaborasi ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Bio Farma dan Finia Farma, serta Bank BSI dan KUD Mandiri. Kami berharap, kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat yang signifikan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya dalam hal peningkatan kesadaran kesehatan dan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik. (Ara)

Jumat, 04 Oktober 2024

M.Arifin Wakili UIN Siber Cirebon Dalam Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia

GORONTALO, FC – H. Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., Pranata Humas Ahli Muda dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia yang digelar di IAIN Sultan Amai Gorontalo

Acara yang berlangsung dari 3 hingga 6 Oktober 2024 ini mengusung tema "Strategi Inovasi Virtual Assistant Dwingent Recht (VADR)".

Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta dari kehumasan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat kapasitas kehumasan di era digital. 

Mohamad Arifin mewakili UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam acara tersebut, menunjukkan komitmen kampus dalam menghadapi tantangan digitalisasi, khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik.

Acara ini dibuka secara hybrid, dengan sambutan dari Akhmad Fauzin, S.Ag., M.Si., Kepala Biro HDI Kementerian Agama RI, yang hadir secara virtual. Dalam sambutannya, Fauzin menekankan pentingnya penguasaan Device, Network, dan Aplikasi oleh Humas PTKIN untuk menghasilkan informasi yang berkualitas dan tepat sasaran. 

"Humas PTKIN adalah garda terdepan dalam membranding lembaga dan membangun citra positif kepada masyarakat," ujarnya.

Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI., yang menyampaikan sambutannya melalui aplikasi Zoom, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung. 

“Selamat datang di Gorontalo, meskipun secara virtual. Saya berharap acara ini dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas kehumasan PTKIN, terutama dalam menghadapi tantangan era digital,” ujar Prof. Zulkarnain.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya inovasi seperti Virtual Assistant Dwingent Recht (VADR) dalam mempercepat dan mempermudah layanan informasi di PTKIN. 

“VADR akan memberikan solusi praktis untuk melayani masyarakat dengan cepat dan efisien, dan saya berharap PTKIN lainnya juga dapat mengadopsi teknologi serupa untuk memperkuat kehumasan,” tambahnya.

Mohamad Arifin menyambut baik kesempatan ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang penerapan teknologi dalam pengelolaan informasi. 

"Kami berharap pengalaman dari kegiatan ini bisa diterapkan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, terutama dalam hal inovasi kehumasan berbasis teknologi," ungkapnya.

Kegiatan Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan profesionalitas dan kemampuan humas di seluruh PTKIN, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang terus berupaya menghadirkan layanan informasi publik yang lebih efisien dan inovatif.

Meriah, Kegiatan Maulid Nabi di SDN 2 Sampiran Tanamkan Keteladanan Akhlak Nabi

Kegiatan Maulid Nabi di SDN 2 Sampiran


CIREBON, FC - SD Negeri  2 Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan Komite sekolah. 

Acara ini bertujuan untuk mengenang dan mengambil teladan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap beliau.

Acara dimulai pada Jum'at pagi ini, dibuka oleh Kepala Sekolah, Yesi Yusnianingsih, S.Pd.SD. Dalam sambutanya Kepala Sekolah menekankan mengeni makna dan sejarah Nabi. 

"Dengan memperingati Maulid Nabi, kita tidak hanya mengenang kelahiran beliau, tetapi juga meneladani sifat-sifat mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yesi Yusnianingsih S.Pd.SD.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Ketua Komite Sekolah, Bambang HS, menyatakan tentang  pentingnya Maulid Nabi sebagai momen refleksi bagi umat Muslim. 

Berkesempatan hadir dalam acara ini, sejumlah tokoh masyarakat, para undangan dan juga orang tua siswa siswi. Bahkan beberapa siswa juga turut ambil bagian dalam mengisi acara.

Siswa-siswi diberikan kesempatan untuk tampil memeriahkan maulid Nabi, penampilan siswa siswi ini mampu  menggugah suasana di atas panggung dan memukau para penonton.


Acara peringatan maulid Nabi di SD Negeri 2 Sampiran berlangsung lancar dan diakhiri dengan doa bersama, untuk memohon keberkahan bagi seluruh warga sekolah. 

"Semoga dengan peringatan ini, kita semua dapat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kepala Sekolah lagi.

Yesi menekankan, bahwa peringatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk selalu menjaga akhlak yang baik dan meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW, baik dalam kehidupan di sekolah maupun di rumah. (din)

Kamis, 03 Oktober 2024

Komisi III Evaluasi Program Layanan Kesehatan Dinkes dan RSD Gunung Jati


CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan dan RSD Gunung Jati selama 2024. Tak hanya itu, DPRD pun menyoroti rencana kerja pemerintah daerah mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat tahun 2025.

Saat rapat berlangsung, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon M Yusuf MPdI berkomitmen akan terus mengawasi program layanan kesehatan masyarakat. Di samping itu, Komisi III juga akan mengawal pagu anggaran agar tidak berubah pada renja 2025.

Mengingat, Dinas Kesehatan maupun RSD Gunung Jati menjadi SKPD terdepan yang bersentuhan langsung dengan fasilitasi kesehatan kesmasyarakat Kota Cirebon.

“Dari Dinkes tadi, memohon kepada kami agar anggaran yang sudah ditetapkan agar tidak berubah. Di samping itu, kami pun akan mengawasi rencana kerja Dinkes dan RSD Gunung Jati 2025,” kata Yusuf usai rapat di Griya Sawala, Kamis (3/10/2024).

Sebagai mitra kerja, Komisi III mengharapkan kepada Dinkes dan RSD Gunung Jati agar benar-benar menyelenggarakan layanan kesehatan agar lebih baik lagi.

Terlebih, layanan di tingkat Puskesmas hingga Posyandu memiliki peran untuk meningkatkan gizi bagi masyarakat, sebagai upaya pencegahan kekurangan gizi ibu dan anak.

“Tentunya, harapan kami, pimpinan yang memiliki kebijakan dalam mengatur anggaran dapat merespons hal tersebut secara baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon H Hendi Nurhudaya SH menekankan adanya penambahan fasilitas kesehatan berupa Puskesmas 24 jam.

Menurutnya, kesiapsiagaan tenaga kesehatan merespons kebutuhan masyarakat melalui layanan PSC 119 atau kegawatdaruratan medis masih perlu dioptimalkan.

“Sejauh ini, di Kota Cirebon belum ada puskesmas 24 jam, sehingga perlu pengkajian khusus berkaitan dengan hal tersebut agar dapat menjangkau layanan kesehatan masyarakat bagi masyarakat lebih optimal,” tutur Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty MM akan mengkaji kembali usulan dewan berkaitan dengan layanan kesehatan di Kota Cirebon.

Di lain sisi, Dinkes merasa terkendala dengan menurunnya pagu anggaran untuk tahun 2025. Di mana pada renja murni sebanyak 588 miliar, setelah masuk di KUA-PPAS menjadi 553 miliar.

“Tentu, hilangnya 31,5 miliar ini sangat berdampak. Salah satunya, untuk pengelolaan gizi masyarakat yang tadinya 7,4 miliar, tapi di 2025 menyusut menjadi 3,8 miliar,” tuturnya.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Wakil Ketua Komisi II Ana Susanti SE MSi, Wakil Ketua Komisi III Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III Ana Susanti SE MSi, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Indra Kusumah Setiawan AMd, Laurentia Mellynda, Rizki Putri Mentari SH, dr Tresnawaty SpB, Leni Rosliani SIP, Rinna Suryanti ST, dan Prisilia.

Kemenkumham Verifikasi Indikasi Geografis Batik Merawit Cirebon


KABUPATEN CIREBON - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri audiensi pemeriksaan subtantif permohonan indikasi geografis (IG) batik tulis merawit Cirebon bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (3/10/2024) malam.

Sekadar diketahui, batik merawit Cirebon telah diajukan permohonan IG pada Februari 2023. Batik merawit melibatkan teknik luar biasa dalam penggoresan canting dengan malam panas, untuk menghasilkan detail garis yang halus.

Batik merawit menjadi salah satu produk kerajinan Cirebon. Kemenkumham saat ini tengah memverifikasi dokumen tentang batik merawit. Kemenkumham juga telah datang langsung ke Trusmi untuk mengecek batik merawit.

“Hari ini, kami berdiskusi dengan Kemenkumham beserta pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Cirebon. Salah satu yang dibahas tadi adalah batik merawit,” kata Wahyu Mijaya.

Wahyu juga tak menampik, Cirebon kaya akan keragaman seni dan budayanya. Selain batik merawit, lanjut dia, yang juga menjadi kajian adalah mangga roman ayu.

“Mudah-mudahan, selain batik merawit, berbagai keragaman lainnya juga bisa diangkat. Pada akhirnya nanti, hal ini bisa mengembangkan pariwisata di Kabupaten Cirebon,” ucap Wahyu.

Sementara itu, Pembina Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Batik Merawit, H Komarudin Kudiya mengatakan, batik merawit memiliki keunggulan dibandingkan daerah lainya di Indonesia.

Ia optimis, batik merawit diakui Kemenkumham sebagai kekayaan intelektual Kabupaten Cirebon.

“Jika sekiranya nanti dapat, tentunya akan mendongkrak pemasaran batik Trusmi. Karena sudah pasti, kalau mendapatkan IG, itu artinya legalitas dari pemerintah, dari timnya datang untuk memverifikasi,” kata dia.

“Verifikasi administrasi dan juga secara fisiknya. Verifikasi dilakukan dua tahap. Pertama, verifikasi administrasi, kita semua sudah lengkap,” jelas Komarudin.

“Makanya, mereka datang untuk melakukan verifikasi kedua, substantif. Tampaknya, 100 persen sudah cukup,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Trusmi, yang turut menyambut kedatangan tim Kemenkumham saat memverifikasi batik merawit.

“Mudah-mudahan semua dilancarkan. Harapannya, tentu agar dapat mendongkrak pemasaran batik di wilayah Kabupaten Cirebon,” tukasnya. (Ara)

Rabu, 02 Oktober 2024

Mahasiswa BKI UIN Siber Cirebon Sukses Selesaikan PPL di Rutan Kelas I Cirebon



CIREBON, FC - Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengalaman praktis di bidang Bimbingan Konseling, sembilan mahasiswa semester 7 Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, atau dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), berhasil menyelesaikan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Rutan Kelas I Cirebon. 

Kegiatan ini berlangsung dari 26 Agustus hingga 27 September 2024 dan ditutup secara resmi pada hari Selasa, 01 Oktober 2024.

Mahasiswa yang mengikuti PPL ini antara lain Lailatus Saidah, Putty Hati Imany, Tiara Hoeroliyah Safitri, Dina Sulistiawati, Devy Fitriani, Fauziyah Nur Umamah, Leni Nurlaeni, Moh. Isro Mubarok, dan Andi Muhamad Amri. 

Mereka mendalami berbagai aspek layanan bimbingan dan konseling yang ada di Rutan Kelas I Cirebon, berinteraksi langsung dengan warga binaan, dan memahami dinamika kehidupan di dalam rutan.

Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., selaku pembimbing PPL, menyampaikan apresiasinya kepada pihak Rutan Kelas I Cirebon yang telah memberikan kesempatan bagi para mahasiswa BKI untuk menjalani praktik lapangan. 

“Kegiatan PPL ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman dan pengalaman praktis terkait kegiatan bimbingan konseling di lapangan. Ini sangat penting dalam mempersiapkan mereka menjadi konselor yang profesional,” ungkapnya. Ia juga berterima kasih atas bimbingan yang telah diberikan kepada mahasiswa BKI selama pelaksanaan PPL.

Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Reinhards Indra Pitoy, Bc. IP., S.H., turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa BKI dalam kegiatan di rutan dan berharap ilmu yang didapat selama PPL dapat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. 

"Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada warga binaan," ujarnya.

Andi Muhamad Amri, Ketua Kelompok PPL, juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan PPL dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Rutan Kelas I Cirebon beserta jajarannya. 

“Semoga ilmu dan pengalaman yang kami peroleh selama menjalani PPL ini dapat bermanfaat bagi kami dan dapat diaplikasikan dalam dunia kerja di masa mendatang,” ujarnya.

Sebagai perwakilan peserta, Lailatus Saidah dan Tiara Hoeroliyah Safitri juga menyampaikan pengalamannya selama melaksanakan PPL di Rutan Kelas I Cirebon. 

“Kami banyak belajar tentang berkonseling dengan warga binaan, peraturan-peraturan yang ada di rutan, apa perbedaan rutan dan lapas, sistematika pelayanan kunjungan, bimbingan mental kerohanian, administrasi dan juga perawatan,” ujarnya.

Praktek Pengalaman Lapangan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa BKI dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang bimbingan konseling, serta memperkuat kemampuan untuk berkontribusi secara nyata dalam masyarakat. 

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk menjadi konselor profesional yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja.