Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Desember 2024

Atasi Inflasi Pemkab Cirebon Adakan Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mengatasi inflasi dan menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Kedawung, Kamis (5/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diusung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Menurutnya, GPM adalah program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di 21 titik, dan ini merupakan yang ke-22. Ini menjadi bukti nyata, bahwa pemerintah Kabupaten Cirebon serius dalam menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi,” ujar Hilmy.

Meskipun inflasi di Indonesia tinggi, Kabupaten Cirebon berhasil mempertahankan angka inflasi di bawah 2 persen, bahkan cenderung mendekati deflasi.

Meski demikian, Pemkab Cirebon tetap proaktif, berkoordinasi dengan Bulog dan pengusaha bahan pokok untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, daging, dan terigu, tetap terjangkau.

“Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, masyarakat diuntungkan, dan ini juga mempermudah mereka untuk mendapatkan bahan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar,” tambahnya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi juga menyoroti keberhasilan GPM yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan pangan mencukupi hingga akhir tahun ini, terutama beras. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok aman, bahkan untuk tahun 2025 kami berharap ada lebih banyak titik GPM yang bisa dilaksanakan,” jelas Erus.

Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat.

Dengan harga yang lebih murah dan distribusi yang lebih dekat, GPM diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terlebih pada saat cuaca buruk yang berpotensi mengganggu pasokan pangan.

Ke depan, program ini tidak hanya akan terus dilaksanakan, tetapi juga diperluas dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa dan kerja sama dengan unsur TNI-POLRI.

“Di Kabupaten Cirebon, tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Kita akan terus mendukung dengan memperkuat ketahanan pangan di setiap desa,” pungkasnya. (din)

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)

Kamis, 05 Desember 2024

Perkuat Kerjasama, Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Adakan Seminar : Bahas AI, Islam dan Realitas Kekinian

CIREBON, FC - Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar dengan tujuan membuka wawasan mahasiswa tentang AI, Islam dan realitas kekinian. Seminar ini menghadirkan Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafiah, M.Ag, yang memberikan pandangan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi kampus dalam menghadapi perubahan zaman.

Prof. Ilman menekankan bahwa perubahan luar biasa di era digital membawa konsekuensi besar, sehingga civitas akademika harus beradaptasi. "Kampus ini tidak boleh melupakan studi keilmuannya, tetapi juga harus menambahkan unsur siber dalam setiap programnya," ujar Prof. Ilman.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seluruh mahasiswa, tanpa memandang jurusan. "Prodi seperti Tafsir Hadis pun harus menjadi ahli IT," tambahnya.

Prof. Ilman juga menyampaikan harapan agar ke depan, kegiatan ini menjadi jembatan untuk program pertukaran mahasiswa, seperti studi S2 ke Australia, serta kolaborasi riset bagi dosen. "Kami mengapresiasi Fakultas Syariah atas penyelenggaraan seminar ini, dan berharap semua mahasiswa mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini," tuturnya.

Sementara itu, pembicara utama dalam seminar ini, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Associate Professor dan Deputy Director CILIS (Centre for Islamic Law and Society), memaparkan pentingnya memahami teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks Islam. "AI memiliki dua sisi, positif dan negatif. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan tujuan kita," ujar Prof. Nadirsyah. 

Ia juga membahas dampak media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook terhadap masyarakat, yang bisa menjadi peluang atau tantangan tergantung cara menyikapinya. Banyak hal yang dibahas pada momen seminar ini, bersama Lala Bumala, Prof Nadirsyah banyak memberikan pengetahuan terkait keunggulan dan kelemahan siber atau AI bagi masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Prof. Dr. Nadirsyah Hosen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

UIN Siber Cirebon dan Radio Elshinta Bangun Kolaborasi Mengasah Kompetensi Era Digital

CIREBON, FC – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  memperkuat kerja sama strategis dengan Radio Elshinta melalui kunjungan resmi yang dilakukan oleh Wakil Dekan Naila Farah, Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Arief Rachman, serta Sekretaris Jurusan Abdu Zikrillah.

 Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di era digital. Kamis, (05/12/2024).

Kegiatan diawali dengan tur singkat ke ruang produksi Radio Elshinta, termasuk studio siaran, ruang podcast, tim media sosial, hingga ruang editing dan rekaman. Selain itu, pihak Elshinta memperkenalkan sejarah perjalanan mereka sebagai radio berita terkemuka di Indonesia, beserta sederet pencapaiannya.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kelanjutan program magang mahasiswa serta pelatihan dosen. Remon Fauzi, Sekretaris Redaksi Elshinta, menyambut positif kerja sama ini dengan membuka kuota magang bagi 4-8 mahasiswa setiap periode. 

Ia menekankan bahwa pengalaman magang di Elshinta memberikan nilai tambah karena karya mahasiswa akan dipublikasikan di berbagai platform resmi Elshinta, seperti situs web dan media sosial, disertai sertifikat resmi sebagai pengakuan profesional.

Lebih dari itu, Radio Elshinta juga menawarkan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, meliputi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, teknik menulis berita yang efektif, hingga pelatihan voice over.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berharap dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi pengalaman praktis maupun kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul yang mendunia. (din)

Gus Nadir dan Lala Bumela Sosok Inspirasi Dunia

CIREBON, FC – Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), sukses menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities". 

Acara berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Lala Bumela Sudimantara, Ph.D.,Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Dalam Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities", Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D., yang akrab disapa Gus Nadir, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pengaruh teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial terhadap kehidupan umat Islam.

"Media sosial dan AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, keduanya menawarkan peluang dakwah yang luas, namun di sisi lain, juga berpotensi menjadi alat disinformasi dan penyebaran kebencian," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Gus Nadir menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi untuk mendukung syiar Islam tanpa melanggar nilai-nilai etika. Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga memastikan penggunaan yang selaras dengan ajaran dan prinsip Islam.

"Umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan narasi positif, memperluas jaringan dakwah, serta memperkuat ukhuwah. Namun, semua itu harus dilakukan dengan tetap menjaga akhlak dan etika yang Islami," tambahnya.

Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya literasi digital bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.

"Umat Islam tidak hanya dituntut untuk memahami teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan etika Islam dalam interaksi di dunia maya. Literasi digital yang baik adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini," tegas Lala.

Dalam paparannya, Lala menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut pemahaman mendalam tentang etika berkomunikasi, validasi informasi, dan upaya membangun konten positif di media sosial.

"Media sosial adalah wadah yang luar biasa untuk berdakwah dan menyampaikan pesan kebaikan. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, justru bisa menciptakan polarisasi dan memperburuk hubungan antarumat beragama. Oleh karena itu, membangun narasi positif adalah tugas kita semua," tambahnya.

Lala Bumela juga mendorong peserta untuk menciptakan konten yang berdampak luas bagi masyarakat, mengedukasi, sekaligus mempromosikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan penuh kedamaian.

Seminar yang digelar di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini, selain menghadirkan Lala Bumela Sudimantara,Ph.D, juga menampilkan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D, sebagai narasumber utama, memberikan perspektif yang holistik tentang tantangan dan peluang di era teknologi digital bagi umat Islam.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi terkait isu-isu kontemporer dalam Islam. Kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Siber dan Yayasan GNH ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan Islam yang modern dan inklusif.

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Kolaborasi Dengan Yayasan Khazanah GNH Gelar Seminar Internasional

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), melalui fakultas syariah bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities". 

Acara ini berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Dr. Lala Bumela Sudimantara, Dosen sekaligus Direktur Intenasional Office & Patnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., yang menekankan pentingnya seminar ini dalam memperkuat kajian keislaman di tengah tantangan era digital.

"Kehadiran Gus Nadir semakin memperkokoh kajian Islam di kampus kami, yang merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Ciayumajakuning. Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi kami dari IAIN menjadi UIN Siber," ujarnya.

Prof. Ilman menambahkan, UIN Siber sedang menghadapi tantangan luar biasa. Yakni menjadi PTKIN namun harus tetap terbuka pada kajian-kajian keilmuan umum. "Kampus ini sedang menghadapi tantangan luar biasa. Mau tidak mau sebagai perguruan tinggi Islam tidak bisa lepas dari kajian Islam," tambah dia. 

Menurut Ilman, datangnya Nadir juga diharapkan membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan Melbourne University.  Tujuannya memperluas jejaring internasional sesama perguruan tinggi. 

"Saya berharap kehadiran Gus Nadir ke depan menjadi jembatan untuk mahasiswa apakah student exchange atau beasiswa S2 di Australia, termasuk dosen-dosennya apakah riset dan lain sebagainya," pungkas Ilman.

Prof. Ilman menambahkan bahwa kehadiran Gus Nadir membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan universitas internasional, termasuk Melbourne University. "Kami berharap ini menjadi jembatan untuk pertukaran mahasiswa, beasiswa S2, hingga kolaborasi riset bagi dosen dan mahasiswa," ungkapnya.

Wakil Dekan Fakultas Syariah, Ahmad Rofi’i, LL.M., MA., Ph.D., dalam sambutannya, menggarisbawahi urgensi tema seminar ini. "AI dan media sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Sebagai institusi pendidikan Islam, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana Islam dapat menjawab tantangan ini," katanya.

Ketua Yayasan Khazanah GNH, Tajwini Jahari dalam sambutannya pada Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities", menegaskan pentingnya pembahasan isu-isu kontemporer seperti kecerdasan buatan dan media sosial dalam perspektif Islam.

"Seminar ini adalah langkah strategis untuk menjembatani pemahaman antara teknologi modern dan nilai-nilai keislaman. AI dan media sosial telah mengubah wajah dunia, termasuk cara umat Islam berkomunikasi, belajar, dan berdakwah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bijak agar teknologi ini bisa menjadi alat yang bermanfaat dan tidak justru merugikan," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan GNH dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan diskusi yang relevan dengan tantangan global. 

"Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menjadi pemicu inovasi dan solusi nyata bagi komunitas Muslim di era digital," tambahnya.

Sambutan ini menegaskan komitmen Yayasan Khazanah GNH untuk terus mendukung kajian Islam yang relevan dengan dinamika global, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar ini menjadi salah satu upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadapi tantangan transformasi sebagai PTKIN berbasis digital pertama di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjawab isu-isu global melalui pendekatan Islam yang inklusif dan inovatif. (Nur)

UIN Siber Cirebon Gelar Program Pemberdayaan Nelayan di Citemu, Olah Cangkang Rajungan Jadi Produk Bernilai Ekonomis

 

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui program Litapdimas Pusat: Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pengolahan Cangkang Rajungan sebagai Program Pelestarian Lingkungan Pesisir Kabupaten Cirebon.” 

Acara yang berlangsung di Balai Desa Citemu ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis limbah.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Mustopa, M.Ag., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. 

“Dosen seringkali terhalang tembok ruang kelas, tapi lewat kegiatan ini, kita bisa langsung melihat kondisi di lapangan dan belajar bersama. Kita akan mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomis yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Citemu, Heritianto, turut mengapresiasi inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati. “Kami sangat bersyukur desa kami dipilih untuk program pembinaan ini. Kehadiran para dosen dan mahasiswa di sini sangat berarti bagi masyarakat kami,” katanya.

Kegiatan pemberdayaan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, disampaikan oleh Eko Putra. 

Dalam paparannya, ia menjelaskan dampak negatif limbah yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Pada sesi kedua, peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai jual, seperti pupuk organik dan tepung. 

Dipandu oleh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Faiz Naufal, sesi ini berhasil menarik antusiasme peserta. “Kami berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Faiz.

Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi terhadap tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. 

“Harapan kami, program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan perekonomian lokal,” tutup Dr. Mustopa.

Acara ditutup dengan pemberian cenderamata kepada peserta yang aktif, simbol semangat kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU) bersama masyarakat Desa Citemu dalam menciptakan masa depan pesisir yang lebih berkelanjutan. (Nur)