Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 Maret 2025

Bupati Cirebon Berikan Perhatian Kepada ABH Untuk Belajar di Ponpes dan Modal Usaha

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang bermasalah dengan hukum (ABH) dengan menawarkan mereka kesempatan untuk belajar di pondok pesantren atau mendapatkan modal usaha bagi yang ingin berubah.

Seperti yang disampaikan oleh Imron saat menghadiri kegiatan Pesantren Kilat ABH yang digelar oleh Polresta Cirebon di Masjid Syarif Hidayatullah, Asrama Polisi Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3/2025).

“Siapa yang mau mondok, saya berangkatkan ke pondok pesantren. Kalau ada yang mau buka usaha, nanti saya berikan modal, yang penting mau berubah,” ujar Imron di hadapan puluhan peserta pesantren kilat.

Imron mengaku prihatin dengan masih banyaknya anak-anak di Kabupaten Cirebon yang terseret dalam masalah hukum. Menurutnya, minimnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebab utama anak-anak terlibat dalam perilaku negatif.

“Saya merasa prihatin, karena ternyata masih banyak anak-anak di Kabupaten Cirebon yang kurang perhatian dari orang tua. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua, baik masyarakat maupun orang tua, untuk menjaga mereka agar tidak sampai terlibat kasus hukum sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membimbing anak-anak, agar tidak kembali terjerumus dalam kenakalan remaja.

Imron mengapresiasi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, yang telah menginisiasi program Pesantren Kilat bagi ABH. Menurutnya, pembinaan seperti ini lebih baik daripada anak-anak harus berhadapan dengan proses hukum, yang bisa membuat masa depan mereka semakin sulit.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kapolresta yang telah membina anak-anak ini. Mereka harus dibina agar tidak mengulangi kesalahan. Kalau sudah masuk proses hukum, masa depan mereka akan lebih sulit. Tapi dengan pembinaan seperti ini, kita berharap mereka bisa berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan adanya program pesantren kilat serta tawaran bantuan dari Pemkab Cirebon, diharapkan anak-anak yang pernah bermasalah dengan hukum dapat memperbaiki kehidupannya.

Tidak hanya mendapatkan kesempatan mondok di pesantren, tetapi juga bantuan modal usaha bagi mereka yang ingin berwirausaha.

“Kami ingin anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka harus diberi kesempatan untuk berubah, dan kami siap membantu,” pungkasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa program Pesantren Kilat ABH ini sudah memasuki angkatan ketiga. Tahun ini, sebanyak 51 anak dibina setelah sebelumnya terlibat dalam berbagai pelanggaran, seperti perang sarung, konvoi liar dan kepemilikan senjata tajam.

“Kami berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak ini, agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, kami ingin mereka siap menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” jelas Sumarni.

Dalam pesantren kilat ini, para peserta mendapatkan berbagai materi dari beberapa pihak terkait, di antaranya tasawuf psikoterapi oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon, untuk membantu peserta memahami spiritualitas dan kesadaran diri.

Lalu materi kesadaran hukum dan ketertiban lalu lintas oleh Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, untuk memberikan wawasan tentang aturan hukum dan dampak pelanggarannya.

Serta pelatihan ekonomi kreatif, untuk membekali peserta dengan keterampilan wirausaha agar mereka bisa mandiri.

Selain itu, turut hadir perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon untuk memberikan dukungan terhadap program ini.

“Beberapa peserta yang sudah lulus sekolah juga diarahkan agar bisa melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan keterampilan,” imbuh Sumarni. (din)

Kegiatan Visiting Lecturer UIN Jakarta Hadirkan Dosen Filologi Fika Handayani, M.Hum

CIREBON, FC – Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, baru-baru ini mengadakan kegiatan Visiting Lecturer yang menghadirkan Fika Hidayani, M.Hum, dosen Filologi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 12 Maret 2025, dalam mata kuliah Naskah-Naskah Islam Nusantara yang diampu oleh Saiful Umam, M.A., Ph.D.

Pada sesi kuliah yang berlangsung dengan penuh antusiasme tersebut, Fika Hidayani membawakan materi tentang pengenalan naskah kuno, paleografi naskah nusantara, serta memberikan contoh-contoh naskah Islam yang ditemukan di Indonesia. 

Dalam penjelasannya, Fika menjelaskan bahwa naskah-naskah ini tidak hanya merupakan warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga memiliki peran penting dalam memahami sejarah dan perkembangan peradaban Islam di Nusantara.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari mahasiswa. Mereka sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab yang dipandu oleh Saiful Umam, M.A., Ph.D. 

Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, terutama mengenai cara membaca teks Pegon, teknik untuk meningkatkan keterampilan membaca teks Pegon, serta metode penelitian yang dapat digunakan untuk menganalisis teks-teks tersebut. 

Hal ini menunjukkan betapa tinggi minat mereka untuk mendalami naskah-naskah Islam sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dengan mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang naskah-naskah Islam Nusantara. 

"Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut dan pelestarian warisan budaya kita,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan studi tentang naskah-naskah kuno dalam membangun pemahaman sejarah yang lebih baik.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong penelitian lebih lanjut mengenai naskah-naskah Islam Nusantara. 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian dan penelitian terhadap naskah kuno yang merupakan bagian dari identitas dan sejarah panjang peradaban Islam di Indonesia.

Fakultas Adab dan Humaniora berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian warisan intelektual bangsa. 

Program semacam ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas penelitian di bidang filologi, sekaligus memperkaya khasanah ilmiah di dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Perempuan Mengejar Cita ke Empat Benua Menjadii Tema Seminar Online PSGA UIN SIBER Cirebon

CIREBON, FC – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan nama Cyber Islamic University (CIU), kembali menggelar seminar online yang menarik pada Rabu, 12 Maret 2025. 

Tema seminar kali ini adalah bedah buku “Sekolahlah Tinggi-Tinggi: Perjalanan Perempuan Mengejar Cita ke Empat Benua”. 

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 peserta, yang terdiri dari tenaga pengajar PTKI di Indonesia, praktisi DPPKBP3A, Motekar Kabupaten Cirebon, dosen UIN SSC, serta peserta umum lainnya.

Acara dibuka oleh Masriah, M.Ag., selaku Kepala PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa kajian semacam ini diadakan secara rutin setiap bulan. 

"Kajian ini biasanya diadakan setiap hari Jumat di awal bulan, namun karena penyesuaian dengan jadwal narasumber yang luar biasa ini, alhamdulillah acara bisa dilaksanakan hari ini," ujar Masriah.

Royani Afriani, M.Pd, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan kedua narasumber utama. Narasumber pertama, Nor Ismah, Ph.D., salah satu penulis buku tersebut, membagikan kisah inspiratifnya dalam menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. 

Nor Ismah mengungkapkan bahwa ia memulai studi di University at Manoa pada 2012 dan melanjutkan program S3 di Leiden University Institute for Area Studies pada 2023. Dalam sesi penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menemukan "aha moment" atau motivasi yang kuat untuk terus berjuang meraih impian. 

"Buku ini berisi kisah 14 perempuan yang menempuh pendidikan tinggi hingga ke berbagai benua, dan siapapun yang membacanya akan merasakan interaksi intelektual dan spiritual tersendiri," tambahnya.

Narasuumber kedua, Ivo Dinasta Yanuar, M.AppLing, dosen Bahasa Inggris di Program Studi Pariwisata Syariah UIN SSC, berbagi kisah perjuangannya sebagai perempuan yang berani bermimpi besar. 

Ia menceritakan bahwa awalnya ia diterima di ITB tanpa tes, tetapi tidak dapat melanjutkan karena larangan orang tua. 

Setelah melalui negosiasi keluarga dan suami, Ivo akhirnya mendapatkan beasiswa LPDP dan berhasil lolos ke Monash University. Dalam masa studi magisternya, ia juga menghadapi tantangan sebagai ibu yang tetap menjalankan peran akademik. 

"Ketika daycare tutup, saya terpaksa membawa anak saya ke kelas. Artinya, tidak ada yang tidak mungkin bagi wanita," tuturnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Salah satu pertanyaan datang dari Ibu Izzah, seorang dosen IAIN Lhokseumawe Aceh, yang menanyakan tentang perdebatan dalam rumah tangga temannya yang terhalang untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ivo memberikan tanggapan yang bijak.

“Jangan menggurui suami, gunakan bahasa negosiasi, dan jika perdebatan semakin sulit, sebaiknya mengunjungi konselor keluarga untuk solusi terbaik,” ujarnya.

Seminar ini ditutup oleh Masriah, yang mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan peserta atas partisipasi aktif mereka. 

“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan mewujudkan impian mereka,” tutup Masriah.

Acara ini menjadi bukti komitmen PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan memperkuat pentingnya pendidikan tinggi sebagai langkah strategis untuk mencapai kesetaraan dan pemberdayaan di masyarakat. 

Diharapkan, melalui seminar ini, lebih banyak perempuan yang terinspirasi untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa batasan. (din)

Selasa, 11 Maret 2025

Perkuat Kerukunan Antar Umat, Wakil Wali Kota Dukung Rapat Kerja PGPI 2025

 

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Rapat Kerja Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Wilayah Kota Cirebon Tahun 2025 yang diselenggarakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kalvari, Selasa (11/3/2025). 

Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat peran PGPI di tengah masyarakat.

Seperti yang diketahui, PGPI sebagai salah satu organisasi keagamaan di Indonesia, memegang peran strategis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Di Kota Cirebon, PGPI turut memberikan kontribusi besar dalam membina umat Kristiani serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

“PGPI Kota Cirebon memiliki andil besar dalam membina umat Kristiani dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di kota ini. Kami mendukung penuh kegiatan ini, yang tentunya bertujuan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Pemerintah Kota Cirebon menilai bahwa pembangunan bukan hanya terbatas pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan karakter dan moral masyarakat. PGPI, dengan visi dan misinya, memiliki peran penting dalam menciptakan pribadi-pribadi berbudi pekerti luhur, penuh kasih, dan saling menghormati.

Wakil Wali Kota juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya masyarakat yang toleran dan saling menghargai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti PGPI sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Program-program yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan sosial, pendidikan, dan pelatihan keterampilan, sangat kami harapkan terus diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga Cirebon,” tambahnya.

PGPI Kota Cirebon, yang telah memberikan kontribusi positif dalam mempererat hubungan antarumat beragama, diharapkan dapat terus melaksanakan program-program yang tidak hanya fokus pada kebutuhan rohani, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota berharap PGPI dapat memperkuat peran serta dalam mendukung pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. 

"Kolaborasi antara pemerintah dan PGPI diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, damai, dan penuh kasih sayang," ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa keberhasilan pembangunan kota ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti PGPI. Sinergi yang terjalin antara PGPI dan pemerintah sangat dihargai dan diharapkan semakin kuat di masa depan.

“Tantangan pembangunan kota bukan hal yang mudah, namun dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita dapat mewujudkan cita-cita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bersama," ajaknya.

Sebagai penutup, Wakil Wali Kota berharap Rapat Kerja PGPI Tahun 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya.

“Saya berharap PGPI terus melaksanakan langkah-langkah strategis untuk membina umat dan mempererat hubungan antarumat beragama. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan berkah-Nya dalam setiap langkah kita,” tutupnya. (din)



Patroli Sahur : Pemkab Cirebon Bersama Polresta Cirebon Pastikan Masyarakat Tunaikan Puasa Dengan Aman

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersinergi dengan Polresta Cirebon menggelar patroli sahur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Bupati Cirebon Imron yang turut serta dalam patroli sahur, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan membagikan ratusan paket makanan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang rute patroli.

“Kami bersama jajaran Forkopimda, mengikuti Ibu Kapolresta Cirebon dalam mengadakan sahur keliling. Tadi, kami telah membagikan 300 paket makanan kepada warga yang berada di jalan yang kami lalui. Alhamdulillah, semuanya sudah tersalurkan,” ujar Imron, selasa (10/2/2025) dini hari.

Patroli sahur yang digelar di tiga titik di Kecamatan Sumber dan Weru ini tidak hanya menyusuri jalan-jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif selama waktu sahur.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa selain membagikan makanan, pihaknya juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami juga membagikan paket sembako dan makanan, sekaligus menyampaikan pesan Kamtibmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di waktu subuh,” ucap Sumarni.

“Kami berharap, dengan adanya patroli ini, situasi tetap aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancer dan menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ungkapnya.

Inisiatif patroli sahur keliling ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian makanan sahur, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan.

“Alhamdulillah, saya kebetulan sedang di luar rumah dan belum sempat makan sahur. Tiba-tiba ada petugas yang membagikan makanan, jadi ini sangat membantu. Semoga kegiatan ini terus ada di Ramadan berikutnya,” ujar Rudi, salah seorang warga yang menerima paket makanan.

Selain memberikan manfaat secara sosial, patroli ini juga diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang biasanya meningkat saat dini hari. Dengan kehadiran aparat keamanan yang berpatroli, masyarakat pun merasa lebih aman saat beraktivitas menjelang waktu subuh. (dim)

Noviyanti Edo Dilantik Sebagai Ketua TP-PKK Kota Cirebon 2025-2030

CIREBON – Noviyanti Edo resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cirebon untuk periode 2025-2030. 

Noviyanti dilantik bersamaan dengan Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Jawa Barat (Jabar) oleh Ketua TP-PKK Jabar, Siska Gerfianti, di Aula Serba Guna Balaikota Depok, Selasa (11/3/2025).

Ketua TP-PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya peran PKK dan Posyandu dalam mendukung prioritas pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

“Kami berharap Posyandu dapat semakin maksimal sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, dengan prinsip kemitraan dan gotong royong yang menjadi dasar pelaksanaannya,” ungkapnya.

Siska juga menekankan penggunaan teknologi informasi dalam mendukung pengembangan kualitas kader dan program di daerah. 

“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik itu melalui pelatihan daring bagi kader maupun penguatan sistem informasi yang lebih efisien,” lanjutnya.

Pelantikan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 36 Tahun 2020 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menegaskan peran strategis TP-PKK dalam mendukung pencapaian program pemerintah baik pusat maupun daerah.

Menggarisbawahi pentingnya kolaborasi, Siska mendorong Ketua TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu di setiap daerah untuk menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra lainnya dalam mengoptimalkan potensi daerah. 

“Kerja sama dan kemitraan yang baik akan mempercepat pencapaian program-program prioritas seperti ketahanan pangan, pemberian gizi anak, dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, yang baru saja dilantik, menyampaikan harapannya untuk membawa perubahan positif di Kota Cirebon. 

“Saya dan para kader PKK berkomitmen untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Kota Cirebon,” ujarnya.

Noviyanti juga menyatakan bahwa TP-PKK Kota Cirebon akan semakin fokus pada visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan yang setara dan berkelanjutan. 

"Kami siap bekerja sama dengan seluruh stakeholder, termasuk TP-PKK di Jawa Barat, untuk mencapai visi tersebut," tuturnya. (Ara)



Evaluasi Tata Ruang di Jawa Barat, Wali Kota Hadiri Rapat Koordinasi dengan Menteri ATR/BPN

DEPOK – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut serta dalam rapat koordinasi evaluasi tata ruang bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Balai Kota Depok pada Selasa (11/3/2025) sore.

Rapat tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membahas tata ruang dan pengembangan wilayah di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa agenda evaluasi tersebut bertujuan untuk memberikan dorongan dan arahan kepada seluruh pemerintah daerah agar segera mempercepat proses penyusunan dan penataan tata ruang. 

"Hari ini kita sudah rapat dengan Menteri ATR/BPN untuk memberikan evaluasi yang luar biasa bagi Provinsi Jawa Barat agar segera membenahi tata ruangannya,” ujarnya.

Salah satu hasil penting dari rapat ini adalah mendorong percepatan proses rancangan detail tata ruang (RDTR) bagi kabupaten dan kota di Jawa Barat. 

Gubernur menekankan bahwa banyak daerah yang proses RDTR-nya sudah terhambat dan harus segera diselesaikan agar pengembangan wilayah di Jabar dapat berjalan lebih optimal.

"RDTR harus segera diproses. Kita tidak ingin ada daerah yang tertinggal dalam hal penyusunan tata ruang yang memadai,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan tata ruang yang jelas dan terencana dengan baik akan berdampak positif pada pembangunan wilayah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan sinkronisasi RDTR antar daerah. Menurut Gubernur, hal ini sangat penting agar seluruh daerah di Jawa Barat memiliki keseragaman dalam pengelolaan tata ruang dan dapat saling mendukung dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Pada kesempatan ini kami mensinkronisasikan dua hal. Pertama, terbangunnya iklim investasi yang sehat, dan kedua, terbangunnya postur lingkungan yang sehat,” jelasnya. 

Gubernur menambahkan bahwa konsep 'sehat' dalam tata ruang berarti bebas dari masalah kesehatan dan bencana, yang tentunya akan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir dalam rapat ini turut menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya tersebut. 

"Kami di Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperbaiki tata ruang agar bisa lebih mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kami juga berharap, dengan adanya evaluasi ini, bisa lebih cepat dalam menyelesaikan RDTR dan memaksimalkan potensi yang ada,” ungkapnya. (din)