Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 April 2025

Halalbihalal Jadi Momentum Sinergi Menuju Cirebon Maju dan Sejahtera

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyampaikan pesan penuh makna dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar oleh Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon.

Acara yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (11/4/2025) itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan serta penuh kehangatan.

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.

“Dalam kesempatan yang mulia ini, masih dalam bulan Syawal 1446 Hijriah, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Imron.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi ini yang dinilainya membawa keberkahan dan manfaat bagi kemajuan daerah.

“Saya merasa sangat bersyukur pada kesempatan ini dapat bersilaturahmi dengan para Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Cirebon melalui silaturahmi halalbihalal yang Insyaallah dirahmati Allah SWT,” ungkapnya.

Imron juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Ia menyebut, halalbihalal dapat menjadi wadah untuk menyatukan visi dan pemikiran, guna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Cirebon.

“Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum yang mampu memperkuat serta mempertemukan visi dan pemikiran dari seluruh elemen yang ada,” ucapnya.

“Diharapkan tersinergikan, dalam rangka memecahkan berbagai macam tantangan dan permasalahan yang dihadapi, guna mewujudkan Kabupaten Cirebon yang lebih maju,” tegas Imron.

Melalui kegiatan halalbihalal ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap terjalinnya kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antarorganisasi dan masyarakat untuk membangun daerah yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Nunung Roosmini Imron, juga memohon maaf lahir dan batin kepada masyarakat serta tamu yang ada di lokasi.

Nunung berterima kasih kepada Bupati Cirebon yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan halalbihalal.

Nunung juga menyampaikan tentang rencana kegiatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK).

“Sebentar lagi akan ada HKG yang ke-53. Tapi sebelum HKG, ada binwil dulu,” kata Nunung. 

Bupati Imron Pastikan Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Wilayah Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memulai perbaikan infrastruktur tiga ruas jalan utama di wilayah Cirebon Timur pada Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri pertemuan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta sejumlah kepala perangkat daerah di Cafe Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kamis (10/4/2025).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat perihal kondisi anggaran dan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.

“Pada hari ini, kami bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Cirebon Timur yang mempunyai aspirasi tentang masalah pembangunan, terutama tentang masalah jalan. Maka, kami didampingi oleh Forkopimda dan juga para kepala dinas,” ujar Imron.

Ia mengakui, beberapa program pembangunan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal itu tidak berarti pembangunan akan berhenti.

“Kami tetap akan membangun. Dana dari efisiensi yang lain kami alihkan. Jalan dari Babakan sampai Waled juga kami akan perbaiki,” jelas Imron.

“Dari Karangsembung sampai Karangwareng dan Waled juga akan diperbaiki. Usulan dari masyarakat kami tampung dan bicarakan dengan kepala dinas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan soal sumber anggaran, Imron menjelaskan, bahwa proyek jalan tersebut tidak menggunakan anggaran perubahan, tetapi menggunakan anggaran murni yang telah diusulkan kembali setelah DAK dicoret.

“Yang tadinya sudah dianggarkan dari DAK itu ternyata terkena efisiensi, maka kami mencari sumber (anggaran) lain,” ungkap Imron.

“Kami sudah membahas dengan DPRD, dan tadi juga sudah diputuskan. Meskipun tidak bisa 100 persen, perbaikannya tetap akan dilaksanakan tahun ini, dimulai bulan Juli atau Agustus,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus ini menambahkan, bahwa ruas jalan Gebang Ilir-Waled menjadi prioritas dalam proyek perbaikan infrastruktur tahun ini.

“Alhamdulillah, yang pertama kami apresiasi kepada Ibu Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Tadi, sudah ada jawaban dari Pak Bupati terkait ruas jalan Gebang Ilir–Waled. Insya Allah akan direalisasikan pada Agustus 2025,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, proyek ini sempat hilang dari dokumen anggaran, karena terkena efisiensi. Namun, kini pemerintah pusat memberikan sinyal positif melalui kebijakan bagi hasil pajak yang memungkinkan pengalokasian kembali.

“Meskipun awalnya muncul di anggaran, tapi karena efisiensi, hilang. Alhamdulillah kita mendapat kabar baik, karena ada instruksi Presiden terkait bagi hasil pajak. Insya Allah bisa direalisasikan tahun ini,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah.

“Dari infrastruktur, SDM, hingga situasi kamtibmas, kita semua ingin Kabupaten Cirebon maju dan masyarakatnya sejahtera. Kita ingin situasi yang kondusif,” ujar Sumarni.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal selebaran atau flyer yang beredar di media sosial, yang menunjukkan ketidaktahuan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

“Flyer-flyer itu saya lihat di media sosial. Mungkin karena kurangnya sosialisasi, jadi masyarakat belum tahu bahwa rencana perbaikannya sudah diagendakan,” ucapnya.

Sumarni berharap, masyarakat bisa tetap menjaga suasana kondusif demi menarik minat investasi ke Kabupaten Cirebon.

“Banyak investor yang sedang menimbang untuk masuk ke sini. Mereka pasti melihat kondisi daerah, apakah kondusif, memudahkan, atau menyulitkan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Iwan Rizki, merinci tiga ruas jalan yang akan dikerjakan, yakni Sindanglaut–Pabuaran, Gebang Ilir–Waled, dan Kalipasung–Serang.

“Tiga ruas jalan ini sudah teralokasikan anggarannya dari hasil rapat TAPD. Untuk Gebang Ilir–Walet Rp10 miliar, Sindanglaut–Pabuaran Rp5 miliar, dan Kalipasung–Serang Rp2,3 miliar,” jelas Iwan.

Ia menyebut, usulan awal ke DAK sebenarnya mencapai Rp27 miliar, namun hanya Rp15 miliar yang kini tersedia. Sebagian besar anggaran infrastruktur lainnya, menurut Iwan, tersebar di luar Dinas PUTR.

“Penanganan jalan tidak bisa 100 persen, karena keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan lain, seperti trotoar akan dikurangi dan dialihkan untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.

Perwakilan tokoh masyarakat Cirebon Timur Dade Mustofa menyampaikan, bahwa aksi yang telah direncanakan masyarakat tetap akan dilaksanakan, namun dengan format yang lebih santun.

“Aksi tetap kita lakukan, tapi ada perubahan format. Tidak ada penanaman pohon, karena musim hujan sudah lewat. Kami juga meminta dengan hormat, agar Wakil Bupati Cirebon bisa hadir dalam aksi itu bersama OPD terkait,” ujarnya.

Dade menjelaskan, bahwa masyarakat Cirebon Timur hanya ingin memastikan pembangunan yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan, terutama karena tiga ruas jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan Gebang Ilir–Waled, Sindanglaut–Pabuaran, dan Kalipasung–Serang ini dijanjikan tahun lalu. Jalan itu penting karena menuju rumah sakit, pasar, dan area aktivitas warga lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan ini bukan untuk membatalkan aksi masyarakat, melainkan sebagai bentuk komunikasi awal yang akan terus dikawal hingga pembangunan benar-benar berjalan. (din)

Pemda Provinsi Jawa Barat Menggelar Abdi Nagri Nganjang Kah Warga

KOTA BANDUNG - Bagian dari upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menggelar Abdi Nagri Nganjang ka Warga. 

Abdi Nagri Nganjang ka Warga adalah kegiatan yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. 

Pelaksanaan edisi pertama akan digelar pada Sabtu (12/4/ 2025) di  halaman Bale Pakuan/ Gedung Pakuan, Kota Bandung, mulai pukul 08.30 WIB. 

Untuk selanjutnya, kegiatan ini dilaksanakan setiap Rabu secara tematik di desa atau kelurahan yang membutuhkan intervensi layanan publik. 

Berbagai bentuk kegiatan dalam Abdi Nagri Nganjang ka Warga, di antaranya pelayanan publik berupa layanan langsung kepada masyarakat, kegiatan edukasi, yaitu layanan edukasi dan sosialisasi, serta kegiatan rekreatif berupa layanan hiburan masyarakat yang edukatif. 

Terkait pelayanan publik, dilaksanakan sejumlah layanan perangkat daerah, yakni Cek Kesehatan Gratis, Samsat Keliling, SIM Keliling, pembagian 1.500 _pax_ susu pasteurisasi, perekaman KTP dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan pendaftaran/pengaduan BPJS dan Ketenagakerjaan. 

Selain itu, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan konsultasi UMKM, Moyanvet (Mobil Pelayanan Veteriner), pemdampingan lansia dan anak terlantar, serta layanan bibit gratis. 

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam Abdi Nagri Nganjang ka Warga yang pertama ini juga menyuguhkan panggung hiburan edukatif, di antaranya wayang golek, dongeng anak, _photobooth_, Calung Sunda Bobodoran, lomba anak berupa lomba menyanyi, baca puisi, serta keterampilan lain. 




Kinerja Cepat Tanggap Kadis DLH Kota Cirebon, dr. Yuni, Wujud Nyata Ciptakan Lingkungan Bersih dan Bebas Banjir

 


FOKUS CIREBON, FC – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, dr. Yuni, menuai apresiasi berkat kinerjanya yang cepat tanggap dalam menangani persoalan sampah di wilayah Kota Cirebon. 

Respons cepat yang dilakukan tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan sampah, tetapi juga menjadi upaya preventif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan meminimalisir potensi banjir.

Langkah sigap tersebut terlihat dari kesigapan para petugas kebersihan yang langsung turun ke lapangan begitu mendapat laporan dari masyarakat. 

Tak hanya petugas lapangan, para staf di lingkungan DLH juga menunjukkan semangat kerja yang tinggi dan responsif dalam menanggapi berbagai persoalan kebersihan yang terjadi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dari semua pihak, terutama masyarakat, sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar dr. Yuni dalam keterangannya.

Meski telah menunjukkan kinerja optimal, DLH Kota Cirebon terus mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung program-program kebersihan yang dijalankan pemerintah kota.

"Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Cirebon diharapkan bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman banjir akibat penumpukan sampah," tandasnya. (Nurdin)

Dedi Mulyadi Harap Jadi Kota Percontohan Nyaman Bersih

 HARI JADI KOTA SUKABUMI

KOTA SUKABUMI -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap Sukabumi jadi kota percontohan nyaman dan bersih yang bakal berimplikasi pada peningkatan dunia pariwisata. 

Untuk itu Gubernur minta Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana bergerak cepat mengidentifikasi permasalahan kota yang dirasakan masyarakat kemudian membuat solusinya. 

"Pemerintahnya harus mulai rajin, kalau (seperti) di kota (Sukabumi) itu gampang, Wali Kota itu kemana-mana naik sepeda ke gang-gang. Selesai dalam satu bulan bisa teridentifikasi masalah," ujar Dedi Mulyadi usai Rapat Paripurna Hari Jadi  ke – 111 Kota Sukabumi di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025). 

Menurut KDM – sapaan akrab Dedi Mulyadi – Pemda  Kota Sukabumi juga perlu memperhatikan kualitas kebersihan di pasar tradisional. Apabila pelayanan nya baik dan kebersihan lingkungan terjaga, maka akan menarik minat wisatawan datang ke kota Sukabumi. 

"Layanan pasar harus bersih karena ini kota harus baik. Sehingga insyaallah nanti akan memiliki implikasi pada tumbuhnya partisipasi orang, tingkat kunjungan nanti orang nginep nyaman, makan nyaman. Karena (sebuah) kota itu, (faktor pendukung) penghasilannya," kata Dedi. 

Gubernur mengingatkan Wali Kota Sukabumi untuk mengoptimalkan pelayanan dasar air bersih, pemerataan sambungan listrik, pengelolaan sampah, serta menurunkan angka kemiskinan. 

"Kemudian layanan pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya dalam keadaan baik dan semua (masyarakatnya) tertampung apalagi sekarang akan menghadapi musim penerimaan sma/smk," katanya. 

Menurut Gubernur, Kota Sukabumi dengan sejarah sebagai pusat perkebunan punya modal kuat untuk maju. Karena itu Gubernur minta identitas tersebut dimunculkan kembali. 

"Sukabumi harus segera menata diri sebagai kota. Kan dulu pusat kota perkebunan, silsilah sejarah itu harus segera dilihat dan dicari nomenklaturnya serta rangkaian sejarahnya cari dasar-dasar dulu dibentuknya Kota Sukabumi," imbuhnya. 

"Sehingga nanti dari situ bisa di - _branding_ sebagai kota perkebunan pada zaman itu. Kalau sekarang sudah berubah iklimnya, tetap nuansa kotanya harus tetap di tata dan dijaga," tutup Dedi. 

Hari Jadi Kota Sukabumi ditetapkan jatuh pada 1 April. Nama Sukabumi sendiri sudah ada sejak era kolonial Belanda tahun 1815, dicetuskan ahli bedah dan pengusaha kopi Andries de Wilde. 

Sukabumi dulu adalah permukiman bagian dari Distrik Gunung Parang, Wilayah Pemekaran Cianjur, Keresidenan Preanger. Seiring pembangunan Jalan Raya Raya Pos oleh Daendles,  banyak orang Eropa yang menetap, serta keberadaan perkebunan, status Sukabumi meningkat dari distrik menjadi kota praja (_Gementee_).

Di era penjajahan Jepang, Sukabumi bernama Soekaboemi Shi. Setelah kemerdekaan namanya menjadi Kota Praja Sukabumi, dan pada 1965 menjadi Kotamadya Tingkat II.  Sampai akhirnya di era otonomi daerah menjadi Kota Sukabumi yang terpisah dari Kabupaten Sukabumi. 




Kamis, 10 April 2025

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tinjau Kebersihan Jalan Protokol Serta Pemeliharaan Taman

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kegiatan monitoring di sejumlah titik jalan protokol dan taman kota, Kamis (10/4/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kebersihan yang tengah berjalan, serta memastikan perawatan taman dan ruang publik di Kota Cirebon berjalan dengan baik. 

Beberapa perangkat daerah terkait juga ikut serta dalam kegiatan monitoring tersebut, guna memastikan keterlibatan dan koordinasi yang optimal di setiap sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa pemeliharaan ruang publik, khususnya jalan protokol dan taman kota, memang sudah direncanakan sejak awal kepemimpinannya. 

"Selama ini, kebersihan dan perawatan taman belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Untuk itu, kami bersama Ibu Wakil Wali Kota sepakat bahwa ini saatnya untuk memberikan perhatian serius terhadap kebersihan jalan protokol dan pemeliharaan taman kota," ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Cirebon sebagai kota yang lebih indah dan nyaman bagi masyarakat. 

"Kami ingin agar Kota Cirebon menjadi rapi dan bersih, sehingga warga bisa menikmati keindahan kota dengan nyaman," katanya. 

Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa dalam upaya pemeliharaan taman dan kebersihan jalan protokol, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk swasta dan masyarakat. 

"Kami sadar bahwa untuk mewujudkan Kota Cirebon yang lebih indah, perlu ada kerja sama dari banyak pihak. Kami juga akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga meninjau langsung sejumlah titik yang telah dibersihkan, termasuk jalan-jalan utama yang sering dilalui oleh masyarakat. 

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petugas kebersihan dan berbagai pihak yang telah membantu merealisasikan program ini. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Kota Cirebon lebih bersih dan tertata rapi," lanjutnya.

Di akhir kegiatan, Wali Kota berharap agar masyarakat Cirebon turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. 

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Semoga dengan upaya ini, Kota Cirebon tidak hanya maju, tetapi juga hijau dan asri," tutupnya. (Dira)



Wali Kota Resmi Buka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2025

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025. Upacara pembukaan digelar dalam apel pagi di Balai Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta para asisten dan sejumlah kepala perangkat daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa terhormatnya dapat berada di tengah-tengah para pemuda-pemudi terbaik Kota Cirebon yang telah berkomitmen mengikuti seleksi dengan semangat dan tekad yang tinggi.

Wali Kota mengungkapkan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka bukan hanya sekadar tim yang tampil dalam upacara, melainkan simbol nilai luhur bangsa Indonesia, seperti nasionalisme, keberanian, kebersamaan, dan pengorbanan. 

Menurutnya, tugas mengibarkan Bendera Merah Putih adalah tugas mulia yang tak mudah. Bendera ini melambangkan perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia yang diraih dengan pengorbanan besar. Menjadi bagian dari pasukan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi setiap anggotanya.

Wali Kota juga mengingatkan para peserta seleksi bahwa mereka tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat Kota Cirebon. Proses seleksi ini adalah ujian untuk mengukur kedewasaan, kedisiplinan, dan keteguhan hati.

“Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kalian adalah generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan semangat dan kebijaksanaan yang lebih tinggi,” ujar Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga mengapresiasi dedikasi para pelatih dan panitia yang telah memberikan bimbingan dan dukungan penuh kepada peserta seleksi. Ia berharap agar seleksi ini menghasilkan pasukan pengibar bendera yang tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam karakter dan semangat kebangsaan.

Bagi peserta yang terpilih nanti, Wali Kota berpesan agar selalu mengingat bahwa mereka membawa harapan dan cita-cita bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa generasi muda harus siap menghadapi tantangan global dengan semangat cinta tanah air yang tak tergoyahkan.

Bagi peserta yang tidak lolos seleksi, Wali Kota mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. “Kalian telah menunjukkan keberanian dan semangat yang luar biasa, itu adalah kemenangan yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wali Kota memberikan empat pesan penting untuk peserta seleksi. Diantaranya tetap menjaga semangat juang, disiplin adalah kunci utama, berlatih dengan hati yang penuh semangat, dan menjaga persatuan serta kebersamaan.

"Semoga generasi muda Kota Cirebon semakin tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan," harapnya. (Ara)