Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 17 April 2025

Bupati Cirebon : Hari Jadi Ke 543 Kabupaten Cirebon Jangan Lupakan Sejarah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Kamis (17/4/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon serta rombongan, yang mengikuti napak tilas kompak mengenakan pakaian setelan adat Cirebon dengan corak dominan putih dan batik.

Rombongan bertolak ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai lokasi napak tilas. Usai berkeliling dan menggelar persamuhan dengan keluarga Keraton Kasepuhan, rombongan bergeser menuju kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.

Ziarah dan doa bersama di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur.

Kegiatan napak tilas sejatinya rangkaian pengingat sejarah lahirnya Cirebon yang telah diperjuangkan oleh leluhur. Napak tilas adalah cara untuk mengenang dan meresapi setiap perjalanan yang telah dilalui leluhur dalam membangun Cirebon. Tentunya, mengambil pelajaran-pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi.

“Dalam rangka napak tilas Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, kami sebagai penerus dan generasi sekarang jangan lupakan sejarah,” ujar Imron.

“Karena apa yang telah diperjuangkan dan dilaksanakan pendahulu kita Syekh Syarif Hidayatullah, tidak lepas dari perjuangan pendahulu kita. Maka pada hari ini, kita melaksanakan napak tilas,” ungkapnya.

Imron menambahkan, Cirebon hari ini adalah hasil perjuangan dari pendahulu kita. Kami dan masyarakat tentunya jangan lupa pada sejarah, dan memahami spirit perjuangannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia mengatakan, kegiatan napak tilas ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kami melihat langsung bukti-bukti sejarah di Keraton Kasepuhan sebagai pengingat akan terbentuknya Kabupaten Cirebon, kata Sophi.

“Semoga dengan mengenang sejarah ini, kita semua bisa lebih mencintai Kabupaten Cirebon dan melanjutkan perjuangan para leluhur,” imbuhnya.

Wali Kota Tinjau Pengerukan Sungai Cipadu, Apresiasi Respons Cepat BBWS

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan pengerukan Sungai Cipadu di kawasan Kesunenan, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro  serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. 

Peninjauan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan BBWS dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BBWS yang telah memulai pengerjaan lebih awal dari jadwal semula.

“Alhamdulillah, luar biasa. Rencana awal pengerukan dimulai pada bulan Mei, namun saat ini sudah berjalan. Saya sangat mengapresiasi BBWS yang langsung menindaklanjuti,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemeliharaan sungai-sungai di Kota Cirebon. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan BBWS terus terjalin dengan baik. 

"Normalisasi ini penting agar aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko banjir,” tambahnya.

Wali Kota juga menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai. 

Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan aliran air tersumbat, untuk itu kami mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa terdapat enam muara sungai yang menjadi target pengerukan. 

“Kami menargetkan satu muara selesai dalam waktu dua minggu. Ada dua alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan,” terangnya.

Ia menambahkan, BBWS telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon untuk pemetaan ruas sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

“Tingkat sedimentasi juga di beberapa sungai cukup tinggi, dan dalam beberapa titik mungkin akan dibutuhkan reklamasi. Namun, hal ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak,” ungkapnya. (Ara)



Rabu, 16 April 2025

Pemkab Cirebon Lindungi Hak Hak Buruh dan Jaga Hubungan Industrial Yang Harmonis Antara Pekerja dan Pengusaha

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto.

Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto, dengan para serikat pekerja serta perwakilan perusahaan di salah satu cafe di Kecamatan Sumber.

Imron mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak para buruh. Ia menekankan, bahwa para pekerja harus tetap menjaga kualitas kerja dan loyalitas terhadap perusahaan, sembari memastikan hak-haknya—seperti jaminan sosial—tetap terpenuhi.

“Kami menghimbau para buruh agar tetap menjaga kualitas kerja. Jika ada permasalahan, segera komunikasikan dengan pihak berwenang agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Imron, Rabu (16/4/2025).

Imron juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Bila ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam hubungan kerja, pemerintah siap turun tangan untuk melakukan mediasi.

“Begitu pula kepada para pengusaha, kami tekankan agar tidak mengabaikan hak-hak dasar buruh, seperti jaminan sosial dan keamanan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto menyampaikan, bahwa pihaknya terus aktif memfasilitasi dialog antara serikat pekerja, perusahaan, hingga kuasa hukum masing-masing pihak.

Hal ini dilakukan demi menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa mengorbankan kepentingan pekerja lokal.

“Kami ingin menciptakan simbiosis mutualisme antara pengusaha dan buruh. Harmoni hubungan industrial ini sangat penting, karena di satu sisi kita ingin menarik investor, tapi di sisi lain, peluang kerja bagi masyarakat Cirebon harus tetap dijaga,” ujar Novi.

Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menjelaskan bahwa isu outsourcing menjadi perhatian utama. Menurutnya, aturan ketenagakerjaan yang berlaku hanya membolehkan outsourcing untuk pekerjaan tertentu, seperti keamanan (security) dan layanan kebersihan (cleaning service).

Untuk pekerjaan inti, seperti operator dan produksi, perusahaan wajib mengikuti sistem kerja kontrak (PKWT) atau tetap (PKWTT) sesuai regulasi.

“Outsourcing hanya diperbolehkan untuk bidang tertentu. Kalau untuk operator atau tenaga inti, harus mengikuti ketentuan formal PKWT atau PKWTT. Kami juga mengawasi ketat praktik-praktik yang bisa merugikan pekerja,” imbuhnya.

Pemkab Cirebon juga telah memfasilitasi pertemuan antara serikat pekerja dan manajemen PT Yihong pada 11 April lalu.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati adanya pembahasan internal terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan tersebut.

Novi menambahkan, bahwa ke depan, pihaknya akan terus menjaga komunikasi terbuka dan aktif dengan seluruh elemen ketenagakerjaan, termasuk UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan dan aparat kepolisian, guna memastikan tidak ada provokasi dari pihak luar yang dapat memperkeruh suasana.

“Kami ingin semua pihak memahami, bahwa proses ini bertujuan menciptakan ketenangan bekerja dan keberlangsungan usaha,” kata Novi.

“Data tenaga kerja lokal juga akan menjadi dasar dalam merancang rekrutmen tenaga kerja baru, agar masyarakat sekitar perusahaan tetap mendapatkan prioritas,” tutupnya. (Ara)

UIN Siber Cirebon Siapkan Asesmen Lapangan APT Melalui Penguatan Website Unit Kerja

CIREBON, FC – Menjelang Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan intensif bertajuk “Pengelolaan Website untuk Persiapan Asesmen Lapangan APT”, yang berlangsung selama dua hari penuh, Selasa dan Rabu, 15–16 April 2025, di Hotel Grand Tryas, Kota Cirebon.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari unit kerja di lingkungan universitas—mulai dari jurusan, UPT, fakultas, hingga lembaga—dengan membawa perangkat laptop serta berbagai data pendukung seperti profil unit, layanan, visi misi, struktur organisasi, profil lulusan, tridharma, artikel berita, FAQ, hingga testimoni alumni.

Dalam arahannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menekankan pentingnya keterlibatan kolektif dan keseriusan seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan agenda besar akreditasi ini.

“Ini bukan sekadar agenda institusi, tetapi kita anggap sebagai hajatan pribadi dan lembaga. Apapun kekurangan yang ada, harus kita cari solusinya bersama, karena hasil akreditasi ini akan menjadi bekal penting bagi kemajuan alumni dan institusi dalam delapan tahun ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., yang menekankan bahwa Asesmen Lapangan (AL) mendatang, yang dijadwalkan pada bulan Mei 2025, akan berbasis digital sepenuhnya, tanpa kehadiran dokumen fisik.

“Karena asesor akan langsung menilai melalui website, maka semua kegiatan jurusan, UPT, dan fakultas harus terdokumentasi dengan baik di web, lengkap dengan bukti-bukti pendukungnya,” tegasnya. Ia pun berharap seluruh peserta fokus dan serius mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung full day.

Sementara itu, Riyanto, M.Kom., selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), menjelaskan bahwa penguatan konten dan tampilan website bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam mendukung asesmen digital yang akan dilakukan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Semua unit kerja dituntut untuk aktif menampilkan dokumentasi kegiatan, layanan, dan capaian tridharma di website masing-masing. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal transparansi, akuntabilitas, dan rekam jejak digital institusi kita,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam menjawab tantangan akreditasi era digital. Pengelolaan website bukan lagi sekadar media informasi, tetapi menjadi representasi citra dan kualitas institusi yang akan dinilai secara langsung oleh asesor nasional. (din)

Perkuat Komitmen Pencegahan, YIFoS Gandeng 5 Universitas Ternama, Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

JAKARTA, FC - Dalam upaya memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi berbasis keimanan, Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) menyelenggarakan lokakarya intensif selama dua hari, pada 15–16 April 2025, bertempat di Hotel 88 Grogol, Jakarta Barat.

Acara ini menggandeng lima perguruan tinggi lintas agama dan kepercayaan, yakni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra, dan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta. 

Hadir dalam kegiatan ini para dosen, tenaga pendidik, serta mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam sesi diskusi dan pelatihan.

Dr. Hj. Masriah, M.Ag, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang hadir sebagai duta institusi dalam komitmen penghapusan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. 

Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, birokrasi kampus, dan gerakan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan bermartabat.

"Kami dari PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sangat mendukung langkah strategis lintas iman ini. Isu kekerasan seksual tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Harus ada kolaborasi berbasis nilai keimanan, kemanusiaan, dan keadilan," ujar Dr. Masriah.

Lokakarya ini terdiri dari delapan sesi, dimulai dari pemahaman regulasi hingga simulasi dan penyusunan SOP. Sesi awal menekankan pada regulasi penting, yakni Permenag No. 73 Tahun 2022 dan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, sebagai dasar hukum perlindungan warga kampus dari kekerasan seksual.

“Berdasarkan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, bentuk kekerasan seksual yang diatur lebih beragam dibanding dalam PMA No. 73 Tahun 2022,” jelas Vitria, salah satu narasumber.

Vitria juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif, membongkar selubung budaya yang kerap menyalahkan korban (victim blaming) dan pentingnya mengenali berbagai bentuk kekerasan, dari verbal hingga fisik.

Simulasi penanganan kasus menjadi highlight sesi ketiga dan keempat, di mana peserta menghadapi skenario kasus nyata dan diminta untuk merespons dengan prosedur yang tepat. 

"Diskusi terbuka memperkaya pemahaman peserta mengenai pendekatan sensitif terhadap korban, serta pentingnya menciptakan sistem pelaporan yang aman," ujarnya.

Hari kedua diisi dengan presentasi Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Setiap institusi merumuskan mekanisme pengaduan yang sesuai dengan konteks masing-masing kampus. Proses ini bertujuan menyusun sistem pengaduan yang adil, komprehensif, dan mudah diakses oleh seluruh warga kampus.

Lokakarya ini menegaskan kembali bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat terjadinya kekerasan. Kolaborasi lintas iman dan institusi ini menunjukkan bahwa keberagaman justru dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

“Kami berharap hasil dari lokakarya ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi diterapkan nyata di kampus masing-masing,” tutup panitia pelaksana. (din)

Kota Cirebon Terima Bantuan 85 Ribu Benih Ikan, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekowisata Perairan


CIREBON - Kota Cirebon kembali mendapatkan bantuan benih ikan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. 

Sebanyak 85 ribu ekor benih ikan ditebar di perairan umum Sungai Kalijaga, tepatnya di wilayah Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, serta sejumlah pejabat lainnya, Rabu (16/4/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem perairan dan mendorong ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan benih ikan ini. Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. Ini akan membantu menambah populasi dan keberagaman ikan di perairan umum kita," ujar Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kawasan perairan seperti Sungai Kalijaga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata pemancingan. Menurutnya, selain sebagai sumber pangan, keberadaan ikan juga bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi warga melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan.

"Tentunya saja akan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," tutur Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa bantuan benih ikan ini rutin diterima oleh Kota Cirebon setiap tahunnya. 

"Tahun ini jenis yang kita terima adalah ikan patin sebanyak 70 ribu ekor dan ikan nilem sebanyak 15 ribu ekor. Penebaran kita fokuskan di wilayah Benda karena setelah dilakukan survei, banyak kolam dan perairan yang potensial untuk dikembangkan," jelasnya.

Elmi juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memiliki rencana jangka panjang dalam pengelolaan bantuan benih ini. Salah satunya adalah dengan membentuk kelompok pembudidaya ikan di wilayah tersebut agar bantuan yang datang di masa mendatang bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan makin terbatasnya lahan pertanian dan perikanan di wilayah perkotaan, pengelolaan perairan umum secara terpadu menjadi salah satu solusi. 

"Kami lihat wilayah Benda sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan. Ini juga bisa menjadi alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan adanya penebaran benih ini, ekosistem perairan umum Kota Cirebon diharapkan semakin terjaga, dan masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menikmati manfaat ekonomi dari hasil perairan yang sehat dan produktif.


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati



Selasa, 15 April 2025

Prof. Dr. Abdul Aziz Resmi Sandang Gelar Guru Besar : Bukti Komitmen, Konsistensi, dan Karya Nyata


CIREBON, FC -  Menjadi guru besar merupakan puncak tertinggi dalam karir Kadek, dan ini adalah impian setiap dosen. Namun bagi Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag, S.M, M.Ag, impian itu bukan sekadar angan, melainkan sebuah komitmen yang ditegakkan sejak hari pertama ia mengabdi sebagai ASN di tahun 2005. 

Prinsip hidup yang ia pegang pun sederhana namun penuh makna,yakni setiap dua tahun, harus ada peningkatan jabatan dan golongan. Prinsip inilah yang menjadi kompas dalam perjalanan panjangnya menuju gerbang tertinggi dunia akademik.

Langkah strategisnya dimulai sejak tahun 2022, kala itu ia mulai menyiapkan dengan cermat seluruh dokumen dan persyaratan pengajuan Guru Besar. 

Di tengah berbagai tantangan, Prof. Abdul Aziz tetap teguh. Usahanya membuahkan hasil saat artikel ilmiahnya berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi Quality - Access to Success (Scopus Q3) pada Februari 2023. 

Tanpa menunggu waktu, usulan Guru Besar diajukan Maret 2023. Proses panjang selama 18 bulan penilaian akhirnya berujung manis — pada 1 Desember 2024 terbitlah SK Guru Besar, dan pada Rabu, 19 Maret 2025, ia resmi dilantik.

Capaian ini tak lepas dari rekam jejak akademik yang mengesankan. Prof. Abdul Aziz dikenal aktif sebagai mitra bestari di jurnal internasional papan atas seperti Journal of Sustainable Finance & Investment dan International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management (keduanya Scopus Q2). 

Ia juga menjadi bagian dari Editorial Board Social Science Journal for Advanced Research, memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperluas pengaruh ilmiahnya di kancah global.

Hingga kini, Prof. Abdul Aziz telah memiliki 6 publikasi internasional bereputasi, Sinta Score overall 1.686, dan AD Scientific Index ID: 214092, menunjukkan konsistensinya dalam meneliti dan menerbitkan karya-karya ilmiah berkualitas.

Dalam sambutannya seusai pelantikan, Prof. Abdul Aziz dengan penuh kerendahan hati menyampaikan, mohon doa dan dukungannya agar dirinya bisa menjaga amanah ini. Jika suatu saat dirinya khilaf, tolong ingatkan. Karena sejatinya, jabatan ini hanyalah titipan. 

"Saya berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda, bahwa belajar dan berkarya itu tak mengenal batas. Teruslah melangkah, karena manfaat kita bagi umat adalah warisan terbaik,” ujarnya.

Bagi keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan bukti nyata bahwa dengan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk berjejaring serta berkarya, siapa pun bisa mencapai puncak tertinggi dalam dunia akademik.

Semoga capaian Prof. Dr. Abdul Aziz ini menjadi pemantik semangat bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah yang tak hanya membanggakan, tapi juga memberi manfaat nyata bagi ilmu pengetahuan, bangsa, dan umat. (din)