Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 21 April 2025

Buka Pentas Seni Kreatif, Wabup Jigus: Perlu Kolaborasi untuk Kemajuan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Kolaborasi merupakan kunci untuk mewujudkan kemajuan dalam berbagai hal. Pernyataan itu dilontarkan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman pada saat membuka kegiatan Pentas Seni Kreatif dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon di Taman Parkir Sumber, Sabtu (19/4/2025) malam.

Pria yang akrab disapa Jigus ini mengatakan, dirinya bersama Bupati Cirebon Imron selalu mengedepankan kegiatan maupun program yang pro rakyat. Hanya saja, dirinya menyadari dibutuhkan peran serta berbagai pihak dalam mensukseskannya.

“Tanpa bantuan dan peran serta semua pihak, saya dan Pak Bupati tidak dapat mewujudkan program yang baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, izinkan saya mengajak membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi,” ujar Jigus.

Di samping itu, Jigus juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam kegiatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, sehingga dapat berjalan lancar meskipun sempat diguyur hujan yang cukup besar.

“Jika dilihat dari angka 543 itu, bisa dibaca “SAE”. Maka, saya berharap, momentum hari jadi ini bisa membuat Kabupaten Cirebon yang lebih sejahtera dalam segala hal. Terima kasih juga saya ucapkan kepada semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini,” tambahnya.

Mengenai Pentas Seni Kreatif, Jigus melihat kegiatan yang dilakukan ini merupakan implementasi dari amanah besar yang dititipkan kepada pemerintah daerah. Amanah yang dimaksud adalah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan potensi seni budaya.

“Kegiatan ini juga menampilkan kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon. Semoga seni dan budaya Kabupaten Cirebon bisa terus lestari dan berkembang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon Ronianto menjelaskan, dalam Pentas Seni Kreatif terdapat kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon yang telah dikolaborasikan dengan unsur modern.

Seni dan budaya yang ditampilkan, antara lain Kuda Lumping, Angklung Bungko, Burok, Macapat, Ronggeng Geol, Sintren, Topeng 5 Wanda, Topeng Geni, Sandiwara dan lain-lain.

“Tujuannya tak lain agar generasi muda lebih dapat memahami dan menimbulkan keinginan untuk mempelajari,” singkatnya. (Ara) 

Wali Kota Buka Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon Tahun 2025–2029 sekaligus Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2026 di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Senin (21/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan fase awal yang sangat penting dalam membangun pondasi arah pembangunan Kota Cirebon lima tahun ke depan. 

“Sejak pelantikan kami pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, maka sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kami memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menetapkan RPJMD paling lambat enam bulan setelah pelantikan,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan langkah strategis dan fondasional dalam menentukan masa depan Kota Cirebon. RPJMD 2025–2029 ini merupakan turunan dari RPJPD Kota Cirebon Tahun 2025–2045 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024. 

“Dokumen ini akan menjadi peta jalan pembangunan yang berkelanjutan dan menyeluruh, yang kemudian dijabarkan secara lebih operasional melalui RKPD tahunan, dimulai dari RKPD Tahun 2026,” jelasnya. 

Menurutnya, Musrenbang kali ini memiliki dimensi yang sangat strategis, sebagai titik awal implementasi arah pembangunan jangka menengah. 

Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan visi pembangunan lima tahunan, yaitu “Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman dan Berkelanjutan Tahun 2029”, atau disingkat menjadi “Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan." Visi ini menjadi landasan bagi seluruh program dan kebijakan yang akan dijalankan selama masa pemerintahan.

Makna "Setara Berkelanjutan", dijelaskan Wali Kota, adalah memastikan kesetaraan akses, partisipasi, dan hasil pembangunan bagi seluruh warga, tanpa kecuali, dengan pendekatan berkelanjutan lintas waktu dan lintas generasi. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemda telah merumuskan lima misi pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemberdayaan sosial dan budaya.

Kelima misi tersebut kemudian dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja, penguatan ekonomi kota berbasis sektor unggulan, penguatan tata kelola pemerintahan, penataan lingkungan perkotaan yang berkualitas, serta pemberdayaan sosial masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Implementasi dari prioritas ini akan mulai dilaksanakan secara nyata mulai tahun 2026.

Wali Kota juga memberikan arahan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan bahwa seluruh perencanaan dan pelaksanaan program selaras dengan visi dan misi kepala daerah. 

Ia menekankan pentingnya penyusunan Renstra perangkat daerah yang simultan dengan RPJMD, pemanfaatan data melalui sistem Cirebon Satu Data dan e-Walidata, serta pelaksanaan program secara tematik, holistik, integratif, dan spasial.

“Forum ini harus dimaknai sebagai bentuk kesungguhan bersama. Setiap masukan dan aspirasi yang muncul hari ini akan menjadi pondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka dan target, tapi juga pada kebermaknaan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya keterhubungan antara kebijakan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional. 

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang saling terhubung. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus sejalan, searah, dan saling memperkuat demi kemajuan Kota Cirebon yang kita cintai bersama,” pungkasnya.



Usai Terima Laporan, Dishub Kab Cirebon Gerak Cepat Perbaiki Kerusakan APILL di Kawasan Pabuaran

KABUPATEN CIREBON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait kerusakan lampu lalu lintas (APILL) di kawasan Pabuaran. 

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Hilman Firmansyah, bersama tim pemeliharaan prasarana perlengkapan jalan dari bidang Prasarana, perbaikan dilakukan pada Sabtu (19/4/2025), sehari setelah dilakukan survei lokasi.

“Setelah menerima laporan, kami langsung turun ke lapangan pada Jumat untuk mengecek kondisi. Ternyata, beberapa komponen seperti power supply, IC mesin CPU, dan program kontrol lampu mengalami gangguan. Kami juga mengganti beberapa lampu merah, kuning, dan hijau yang sudah tidak layak,” jelas Hilman.

Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang melaporkan kerusakan melalui akun resmi call center Dishub. “Terima kasih atas laporan yang masuk. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam menindaklanjuti dan memperbaiki fasilitas yang rusak dengan cepat,” tambahnya.

Namun, Hilman juga mengakui adanya kendala dalam proses pelayanan, terutama terkait keterbatasan sarana operasional. Saat ini, Dishub hanya memiliki lima unit mobil crane, dengan dua di antaranya dalam kondisi tua dan sering mengalami kerusakan. Padahal, untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Cirebon secara ideal, dibutuhkan setidaknya tujuh unit crane agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

“Keterbatasan ini memang menjadi tantangan. Tapi kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, kapan pun dibutuhkan siang maupun malam,” tegasnya.

Untuk itu, Hilman berharap ke depan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan di tiga wilayah mulai dari wilayah Barat, Tengah, dan Timur Kabupaten Cirebon. Dengan adanya UPT, kendaraan crane dan peralatan pendukung bisa standby di wilayah masing-masing, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran, bahan bakar, dan waktu respons pelayanan.

“Dengan perbaikan ini, diharapkan arus lalu lintas di wilayah  kembali lancar dan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” pungkasnya

Minggu, 20 April 2025

UPT Bahasa UIN Siber Cirebon Sukses Gelar Tes TOEFL ITP Onsite Digital Perdana

 

CIREBON, FC Tonggak sejarah baru resmi tercatat di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon! Untuk pertama kalinya, UPT Bahasa sukses menyelenggarakan Tes TOEFL ITP Onsite Digital secara perdana di kampus yang juga dikenal dengan julukan Cyber Islamic University (CIU) ini. Sabtu, (19/04/2025).

Bertempat di Gedung Siber Lama Lantai 2, pelaksanaan tes perdana ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni. Meski digelar dengan jumlah terbatas, acara ini sarat makna dan menjadi simbol komitmen nyata kampus dalam menghadirkan layanan internasional berbasis teknologi di daerah.

Momen Bersejarah dan Penuh Harapan

Kepala UPT Bahasa, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya tentang ujian, tapi tentang langkah konkret menuju internasionalisasi pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan TOEFL ITP Onsite Digital, kami membuka akses seluas-luasnya bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris yang diakui dunia,” ujarnya.

Menurut beliau, penyelenggaraan ini merupakan implementasi dari MoU dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF), satu-satunya pemegang lisensi resmi ETS (Educational Testing Service) di Indonesia. Tes ini menjadi bekal strategis bagi peserta dalam melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau sekadar mengembangkan potensi diri di era global.

Respons Positif Peserta: Profesional dan Aksesibel

Pelaksanaan yang profesional dan lokasi yang strategis turut mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya adalah Ihsan Sa’dudin, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, yang menyebut pengalaman mengikuti tes ini sangat positif.

“Adanya tes TOEFL ITP di UIN SSC benar-benar memudahkan kami. Fasilitasnya lengkap, pelaksanaannya tertib, dan terasa sangat profesional. Saya berharap ini jadi awal dari banyak kegiatan serupa yang berkualitas,” ungkapnya.

Didukung Teknologi Kampus dan Siap Ekspansi Layanan

Keberhasilan pelaksanaan tes ini juga tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Zaenal Mutaqin, M.I.Kom., Sekretaris UPT Bahasa, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, peserta, serta Pusat Teknologi dan Komunikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana digital secara optimal.

“Tes ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya dalam format onsite digital, tetapi juga paper-based maupun online home edition untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah,” jelas Zaenal.

Langkah Awal Menuju Layanan Bahasa Berstandar Global

Dengan suksesnya pelaksanaan perdana ini, UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pionir dalam menghadirkan layanan bahasa internasional berbasis digital di wilayah Cirebon dan sekitarnya. 

"Ini bukan hanya kemajuan institusi, tapi juga kontribusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing di tingkat global," tandasnya.

Ke depan, UPT Bahasa akan menyelenggarakan Tes TOEFL ITP secara berkala, menjadikannya agenda rutin yang membuka peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (din)

Sabtu, 19 April 2025

Dari Totebag hingga Trupark : HIMASOS UIN Siber Cirebon Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

CIREBON, FC– Memperingati Hari Kebudayaan Universal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggelar kegiatan Eksplorasi Budaya yang berfokus pada pelestarian budaya lokal, khususnya batik tradisional Cirebon. Sabtu, (19/04/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda unggulan HIMASOS periode 2025–2026, dan diinisiasi langsung oleh Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Mengusung semangat "Mengenal, Meresapi, dan Melestarikan Budaya Bangsa", kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi ini berlangsung meriah di Rumah Produksi Batik milik Bapak Olga serta Museum Trupark, dua lokasi yang menjadi simbol kekayaan warisan budaya Cirebon.

Serunya Membatik di Atas Totebag

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Sekretariat HIMASOS. Dipandu langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmy Nadiyah Harits, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di Rumah Produksi Batik, peserta disambut dengan sesi menggambar pola batik di atas totebag canvas. Uniknya, setiap peserta bebas mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya sendiri.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses kreatif—dari menggambar, menyanting, hingga mewarnai,” ujar Hilmy.

Setelah menggambar pola, peserta diajarkan teknik menyanting—yakni menggambar lilin panas di atas pola batik agar warna tidak meluber. 

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai pilihan warna masing-masing. Totebag batik hasil kreasi peserta kemudian dijemur sebagai tahap akhir proses produksi.

Menjelajahi Nilai dan Sejarah di Museum Trupark

Usai istirahat dan ibadah, peserta diajak mengunjungi Museum Trupark, sebuah museum budaya yang menampilkan ragam kekayaan budaya Cirebon. Mulai dari sejarah batik Trusmi, situs-situs budaya, hingga ragam tarian tradisional ditampilkan secara visual dan interaktif.

“Kunjungan ini memperkaya perspektif mahasiswa tentang akar budaya Cirebon, dan bagaimana budaya tersebut terus hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pukul 14.25 WIB. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tak hanya karena pengalaman barunya, tapi juga karena mereka merasa lebih dekat dengan budaya leluhur mereka sendiri.

Kegiatan eksplorasi budaya ini mendapat apresiasi positif dari pimpinan fakultas. Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, serta Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga sarat makna. Mahasiswa belajar menghargai budaya bukan dari buku, tapi dari pengalaman nyata,” tutur Hj. Yeti.

Melalui kegiatan ini, HIMASOS berharap mahasiswa Tadris IPS UINSSC tidak hanya menjadi insan akademik yang cerdas, tetapi juga agen pelestari budaya bangsa di era globalisasi (din)

Jumat, 18 April 2025

Mahasiswa Tadris IPS UIN Siber Lakukan Mini Riset Gali Harmoni Budaya


CIREBON, FC – Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) menggelar mini riset bertema Relasi Antar Budaya pada 14–18 April 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Relasi Etnis dan Integrasi Bangsa, yang dirancang untuk mendorong mahasiswa agar terjun langsung mengamati realitas sosial di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Observasi lapangan ini membangun kepekaan sosial sekaligus kemampuan analisis mahasiswa,” ujar dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd.

Riset dilakukan secara individu dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara ringan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari pola interaksi antar etnis, bentuk toleransi budaya dalam keseharian, hingga cara penyelesaian konflik dalam keluarga beda budaya.

Cerita dari Bandung hingga Kuningan: Harmoni di Tengah Perbedaan

Salah satu temuan menarik datang dari Ade Nur, mahasiswa yang meneliti sebuah keluarga lintas budaya di Kabupaten Bandung. Ia menggambarkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Istrinya orang Sunda, suaminya dari Solo. Mereka menggabungkan budaya dalam bisnis makanan—menjual Baso Solo di tanah Sunda. Ini bukan cuma adaptasi ekonomi, tapi juga bentuk penerimaan budaya oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ade.

Kisah lainnya datang dari Vina Rahmawati yang menggali dinamika keluarga Sunda-Bugis di Kabupaten Kuningan. Ia menemukan bagaimana budaya lokal lebih dominan dikenalkan kepada anak, namun sang ayah tetap berupaya melestarikan identitas Bugis lewat pemberian nama.

“Anaknya diberi nama Mangasai Daeng Jari. Kata ‘Daeng’ itu khas Bugis, sebagai upaya agar anak tidak lupa asal-usul ayahnya yang dari Makassar,” kata Vina.

Presentasi & Refleksi: Dari Pengamatan Jadi Pembelajaran

Hasil dari riset ini kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi kelas pada 22 April 2025, menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya integrasi sosial dan pelestarian budaya di tengah keberagaman.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku pengalaman lapangan ini menjadi pembelajaran yang paling membekas dan membuka wawasan baru tentang pentingnya toleransi, adaptasi, dan saling menghargai dalam masyarakat majemuk.

“Ternyata keberagaman bukan hanya teori. Di lapangan, kami melihat langsung bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam interaksi sehari-hari,” pungkas salah satu mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya bangsa. (sin)

Kamis, 17 April 2025

Diah Pitaloka Didapuk Sebagai Penasehat Kebijakan Pembangunan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan.

Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025).

“Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon,” Imron.

Pengangkatan Rieke Diah Pitaloka ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Kabupaten Cirebon, baik fisik maupun nonfisik. Arah kebijakan Kabupaten Cirebon ke depan juga diharapkan berbasis data agar tepat sasaran.

Rieke mengaku siap mengemban amanah untuk memajukan Kabupaten Cirebon ke depan. Terlebih lagi, leluhur Rieke berasal dari Cirebon.

“Bagi saya pribadi, SK yang diberikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena bagi saya Cirebon adalah tempat asal muasal kenapa seorang Rieke Diah Pitaloka jadi ada. Karena leluhur saya kebetulan dari Cirebon,” ucap Rieke saat memberikan sambutan usai menerima SK sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rieke menjelaskan, ada lima hak konstitusional rakyat yang harus diperjuangan dan penuhi. 

“Terpenuhinya sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, kehidupan sosial perlindungan hukum dan HAM, serta infrastruktur dan lingkungan hidup yang aman dan nyaman,” tulis Rieke di akun Instagram pribadinya seusai menerima SK.

Ke depan, lanjut Rieke, program yang digagas dirancang dalam Sistem Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi Kabupaten Cirebon. Program ini sebagai ikhtiar kebijakan dan anggaran pembangunan yang terencana, terukur dan tepat sasaran.

“Kami akan mulai dari Desa Astana, desa tempat leluhur dipeluk bumi,” kata Rieke.