Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 April 2025

Bupati Imron Resmi Buka Grand Final Pasanggiri Nok dan Kacung Kabupaten Cirebon 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Semangat untuk memajukan pariwisata dan budaya Kabupaten Cirebon terus digelorakan. Hal ini tampak dalam pembukaan Grand Final Pasanggiri Nok dan Kacung 2025 yang berlangsung meriah di Hotel Patra Cirebon, Sabtu malam (26/4/2025).

Acara prestisius ini dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, di hadapan para finalis, tamu undangan, rektor universitas, kepala sekolah, serta jajaran pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Imron menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan pariwisata dan melestarikan budaya daerah.

“Pasanggiri Nok dan Kacung ini bukan sekadar ajang pemilihan duta pariwisata, melainkan peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, memperdalam pengetahuan tentang daerahnya, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Imron menyebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon menggelar ajang ini sebagai upaya regenerasi duta-duta wisata yang memahami pentingnya menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya serta lingkungan.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dan kepala sekolah yang terus mendukung ajang tersebut.

“Saya hormati para Rektor dan Kepala Sekolah yang hadir. Kehadiran Bapak-Ibu semua membuktikan komitmen kita bersama dalam membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti fakta bahwa selama ini pariwisata Kabupaten Cirebon masih identik dengan kunjungan religi, seperti ke Makam Sunan Gunung Jati. Namun, menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi lain yang belum tergarap maksimal.

“Kalau orang datang ke Kabupaten Cirebon, umumnya hanya tahu Makam Sunan Gunung Jati, batik trusmi, dan kuliner khas Cirebon. Padahal, banyak potensi wisata lain yang perlu kita kenalkan ke luar daerah,” ungkapnya.

“Melalui para Nok dan Kacung terpilih, saya berharap potensi-potensi ini bisa dipromosikan lebih luas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Imron menyampaikan bahwa para finalis Nok dan Kacung ini diharapkan menjadi agen perubahan, tidak hanya di bidang pariwisata dan budaya, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini tugas yang mulia. Kita ingin generasi muda ikut ambil bagian, bergerak bersama membangun Kabupaten Cirebon menjadi lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” kata Imron.

Di akhir sambutannya, Imron menyampaikan ucapan selamat kepada 10 pasang finalis Nok dan Kacung yang terpilih.

Ia berharap, para finalis dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan menjadi teladan bagi pemuda-pemudi lainnya.

“Selamat kepada para finalis. Kami berharap, kalian bisa mengembangkan tugas ini dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan Kabupaten Cirebon yang lebih maju, santun, dan berkarakter,” pungkasnya. (Anin)

Wabup Jigus Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budimana membuka secada resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Hotel Aston Cirebon, Senin (28/4/2025).

Pria yang akrab disapa Jigus ini menegaskan, Musrenbang menjadi momen penting untuk memastikan seluruh program pembangunan ke depan sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah saat ini.

“Yang terpenting adalah bagaimana visi-misi yang telah kami tetapkan bersama masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.

Ia menyampaikan, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada kepala daerah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang telah direncanakan.

“Kami tidak bisa sendiri. Semua harus bergotong-royong, termasuk dukungan dari para SKPD untuk mendukung program-program prioritas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jigus juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui program koperasi desa.

Ia menyampaikan, salah satu upaya yang tengah berjalan adalah pengembangan Koperasi Merah Putih, yang diinisiasi untuk memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa.

“Secara simbolik sudah ada lima desa yang membentuk Koperasi Merah Putih. Saat ini sudah berkembang di 22 desa,” tutur Jigus.

Program ini, lanjut dia, akan terus dikembangkan hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Cirebon.

“Insyaallah pada 12 Juli nanti, saat peluncuran resmi oleh Bapak Presiden, pembentukan koperasi ini akan dimaksimalkan di seluruh desa,” kata dia.

Selain fokus pada pembentukan, Jigus juga menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan koperasi agar mampu menjadi pilar ekonomi masyarakat.

Ia berharap, melalui kolaborasi semua pihak, pembangunan di Kabupaten Cirebon dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Ara)

Sekda Kabupaten Cirebon Tegaskan Pentingnya Pembinaan Atlit Usia Dini

KABUPATEN CIREBON — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, menegaskan pentingnya pembinaan atlet usia dini sebagai bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam bidang sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya saat membuka Kejuaraan Atletik Pelajar se-Kabupaten Cirebon di Stadion Ranggajati Sumber, Senin (28/4/2025).

Dalam sambutannya, Hilmy menyebut bahwa olahraga bukan hanya kegiatan fisik, melainkan bagian dari sistem pembinaan karakter dan kualitas generasi muda.

Menurutnya, pelajar yang dibina lewat jalur olahraga berpotensi besar membawa nama baik daerah, bahkan bangsa, di kancah nasional maupun internasional.

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong tumbuhnya generasi yang sehat, kompetitif, dan berprestasi melalui jalur olahraga. Atlet pelajar harus menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan yang tertata dan terintegrasi,” ujar Hilmy.

Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk sekolah, dinas pendidikan, dan keluarga, untuk mendukung tumbuhnya prestasi para pelajar di bidang olahraga.

“Olahraga adalah media untuk membangun daya juang, disiplin, dan integritas. Kita ingin pelajar Kabupaten Cirebon bukan hanya unggul di akademik, tapi juga kuat dalam karakter dan fisik,” tegasnya.

Kejuaraan Atletik Pelajar ini diikuti oleh 1.735 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

Kepala Seksi Bidang Olahraga Dispora Kabupaten Cirebon, Sukawi, menyebut jumlah peserta masing-masing terdiri dari 747 siswa tingkat SD/MI, 639 siswa tingkat SMP/MTs, dan 349 siswa tingkat SMA/SMK/MA.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang penyaringan dan pembinaan atlet potensial yang akan mewakili Kabupaten Cirebon pada kejuaraan tingkat lebih tinggi. (Ara)

Sabtu, 26 April 2025

Pemkot Cirebon dan Baznas Serahkan Bantuan untuk Imam, Marbot, Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Baznas Kota Cirebon menyerahkan 1.300 paket bantuan kepada para imam masjid, marbot, guru ngaji, lebe, serta petugas pengangkut sampah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di Islamic Centre At-Taqwa Cirebon, Sabtu (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para penerima bantuan, yang disebutnya sebagai “penjaga nilai dan kebersihan lahir-batin Kota Cirebon.”

“Kota Cirebon berdiri bukan hanya karena bangunan dan sistem, tetapi juga karena do’a para imam, kerja senyap para marbot, ketulusan para guru ngaji, kesabaran para lebe, dan pengabdian para petugas pengangkut sampah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bantuan ini bentuk penghargaan yang tulus atas dedikasi yang sering kali luput dari perhatian.

“Bantuan ini mungkin tidak besar dalam jumlah, tapi besar dalam makna. Ini adalah bentuk perhatian dari negara, dari pemerintah daerah, dari lembaga zakat, kepada orang-orang yang selama ini menghidupkan ruh kota kita, lewat adzan yang dikumandangkan, lewat mushaf yang diajarkan, hingga jalan-jalan kota yang dirapikan setiap pagi,” tambahnya.

Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi para muzaki (pemberi zakat) yang telah mempercayakan zakatnya kepada Baznas.

“Terima kasih kepada para muzaki. Mudah-mudahan rezekinya ditambahkan dan dilimpahkan keberkahan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa Baznas bukan hanya sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan jembatan kepedulian antara masyarakat yang memiliki dan yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon dan Baznas berharap semangat gotong royong, saling peduli, dan berbagi akan terus menjadi napas utama kehidupan di kota ini.

L

Cirebon Catat Sejarah: PLTB Pertama di Pulau Jawa Siap Dibangun, Sedong Jadi Pusat Energi Hijau Baru

KABUPATEN CIREBON – Angin segar perubahan kini berembus dari timur. Kabupaten Cirebon akan mencetak sejarah sebagai lokasi berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Pulau Jawa. 

Proyek ambisius ini bukan hanya menandai langkah besar Jawa Barat dalam transisi menuju energi bersih, tetapi juga mempertegas posisi Cirebon sebagai pionir energi terbarukan di tengah padatnya populasi dan kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, usai audiensi bersama pengembang PLTB di Pendopo Bupati Cirebon pada Kamis, 24 April 2025. 

Dengan nada optimis, Imron menyebut proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tapi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih hijau.

“Ini bukan hanya soal energi, ini soal warisan bagi anak cucu kita. PLTB Sedong akan membuka babak baru dalam pembangunan berkelanjutan di Cirebon,” ujar Imron penuh semangat.

Dengan kapasitas 150 megawatt (MW) dari 20 menara turbin, PLTB Sedong akan menjadi penyuplai energi ramah lingkungan ke jaringan PLN, menyokong kebutuhan listrik nasional. Lokasi yang dipilih, yakni Kecamatan Sedong, dinilai sangat ideal berkat topografi perbukitan terbuka dan potensi angin yang konsisten.

Gery Julian, Direktur PT Cirebon Tenaga Bayu, mengungkapkan bahwa keputusan membangun di Cirebon merupakan hasil riset selama dua tahun. Timnya telah memasang alat pengukur kecepatan angin di berbagai titik, dan hasilnya menunjukkan potensi yang luar biasa.

“Cirebon bukan pilihan instan. Ini hasil kerja keras dan riset yang mendalam. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kami targetkan pembangunan dimulai 2026 dan mulai beroperasi 2027,” terang Gery.

Jika proyek ini sukses, maka Cirebon akan menyusul jejak Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan, wilayah yang lebih dulu menikmati manfaat energi angin. Bedanya, kali ini Jawa pulau dengan beban listrik terbesar di Indonesia akan ikut merasakan semilir energi hijau yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar proyek energi, PLTB Sedong diharapkan menjadi simbol harapan baru dan bukti nyata bahwa masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bisa dimulai dari daerah. (din)

Jumat, 25 April 2025

Jalan Perbatasan Cirebon Kuningan Longsor, Pemkab Cirebon Tanggap Darurat

 

KABUPATEN CIREBON — Aroma tanah basah masih terasa menyengat di udara Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Di tengah sunyinya pagi, suara dentuman alat berat dan deru truk pengangkut bronjong memecah kesenyapan.

Di sinilah, sepanjang 25 meter jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kuningan mengalami longsor yang memakan sebagian badan jalan terjadi beberapa hari lalu.

Longsor itu bukan hanya menggerus badan jalan, tapi juga memotong alur vital masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini.

Bencana itu datang tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin dini hari, 21 April 2025. Kepala Desa Belawa, seperti yang diungkapkan oleh Deni Kusuma.

“Daerah ini memang rawan longsor, karena kontur tanahnya yang labil. Kejadian terjadi pagi hari dan langsung kami laporkan,” ujarnya.

Menurutnya, longsor menggerus badan jalan dengan kedalaman sekitar 3 meter dan panjang retakan mencapai 25 meter.

Saat ini, jalan tersebut masih bisa dilalui, namun hanya untuk kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dilarang melintas, karena kondisi jalan yang sangat berisiko.

“Jalan masih dilintasi oleh masyarakat, tapi hanya motor saja, tidak untuk kendaraan berat,” ucapnya.

Pihak desa telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait. Untuk langkah awal, kami melakukan pemasangan kerucut lalu lintas guna memperingatkan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan,” tambahnya.

Retakan sepanjang 25 meter dengan kedalaman hingga 3 meter telah membuat jalur tersebut nyaris tak bisa dilalui. Kini, hanya sepeda motor dan mobil kendaraan pribadi yang diizinkan melintas.

Di tengah ancaman bahaya, harapan hadir dalam bentuk upaya cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Dipimpin langsung oleh Kepala DPUTR, Iwan Rizky, penanganan darurat mulai digulirkan.

“Fokus kami saat ini adalah mencegah kerusakan lebih parah. Kami pasang bronjong sebagai penguat tebing sementara,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (24/4/2025).

Ia menjelaskan, bahwa DPUTR telah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat proses pengadaan dan pemasangan bronjong. “Kami targetkan dalam empat sampai lima hari, penanganan darurat sudah selesai,” tambahnya.

“Kami minta masyarakat bersabar. Yang penting sekarang jalan tetap aman untuk dilalui,” katanya.

Bagi warga Desa Belawa dan pengguna jalur ini, Warsiman (49) mengungkapkan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah yang sigap memperbaiki kondisi jalan meskipun bersifat sementara.

“Kalau enggak diberesin bisa-bisa longsorannya meluas, ya makasih udah perhatian,” jelasnya.

Bencana memang tak bisa diprediksi, tapi respon cepat dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama. (din)

Kamis, 24 April 2025

BAZNAS Pusat dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar “Cahaya Zakat” untuk Penguatan Beasiswa dan Zakat Perusahaan

CIREBON, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menggandeng UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang akrab disebut Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS sekaligus Penyerahan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan bertajuk “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”. 

Acara berlangsung di Auditorium lantai 8 Gedung Siber, UIN Siber, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pengurus BAZNAS, serta manajemen PT Mulia Inti Pangan.

Rangkaian Acara dan Hadirinya Para Tokoh

Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama

Dr. Naila Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah & Komunikasi Islam

Zaenal Arifin, S.Ag., Kabag Umum & Layanan Akademik

Syifauzakia, M.Pd, Ketua UPZ Syarifah Mudaim

Argo Sayoto, Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Perusahaan, BAZNAS RI

H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, Ketua BAZNAS Kota Cirebon

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan

Laporan Zakat Perusahaan dan Dampaknya

Dalam sambutannya, Argo Sayoto melaporkan perkembangan penyaluran zakat perusahaan PT Mulia Inti Pangan:

2023: Total zakat sebesar Rp 250 juta, menyalurkan beasiswa kepada 60 santri untuk studi S1 (27 orang berhasil lolos ke PTKIN dan PTN, sisanya ke perguruan tinggi lain).

2024: Kenaikan menjadi Rp 267 juta dengan 33 penerima manfaat, dominasi mahasiswa UIN Siber Cirebon.

“Setiap penerima manfaat mendapat beasiswa selama dua semester,” jelas Argo, “Semoga sinergi dengan PT Mulia Inti Pangan terus berlanjut.”

Makna “Cahaya Zakat” Menurut Rektor

Prof. Aan Jaelani menyambut hangat kehadiran BAZNAS Pusat, BAZNAS Kota Cirebon, dan PT Mulia Inti Pangan. Ia menekankan bahwa tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik” merefleksikan kemuliaan zakat sebagai pilar sosial Islam. 

“Zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan cahaya yang menerangi kehidupan muzaki dan mustahik,” ujarnya. Prof. Aan juga mengajak para mahasiswa penerima beasiswa agar menjadi insan paripurna—unggul secara akademik dan berakhlaq mulia.

Pengalaman Perusahaan di Tengah Pandemi

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan, mengungkapkan terima kasih kepada UIN Siber yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berbagi kisah perusahaan yang didirikan pada 2020, saat gelombang awal pandemi memaksa lockdown. 

“Banyak keluarga bergantung pada operasional kami,” kata Ahmad. “Kami berinovasi—menggunakan sistem digital dan model ‘recycle’—untuk memastikan kelangsungan usaha dan menjaga karyawan tetap produktif.”

Apresiasi BAZNAS Kota Cirebon

Menutup acara, H. Hamdan, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, menyampaikan terima kasih kepada PT Mulia Inti Pangan atas kepercayaannya menyalurkan zakat melalui BAZNAS. “Kepercayaan ini memastikan zakat sampai tepat sasaran, memberikan dampak nyata bagi mustahik,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara lembaga zakat, universitas, dan dunia usaha, kegiatan “Cahaya Zakat” menjadi momentum penting dalam memperkuat program beasiswa dan penyaluran zakat korporasi—mewujudkan keajaiban bagi muzaki dan mustahik di era kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

Partisipasi 60 Peserta Beasiswa Cendekia

Kegiatan ini diikuti 60 peserta terpilih, berasal dari:

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)

Institut Teknologi dan Bisnis Cirebon (ITB Cirebon)

Beasiswa UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Peserta mendapatkan pembinaan intensif, mempersiapkan mereka menjadi insan cendekia yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan sosial. (din)