Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 26 April 2025

Pemkot Cirebon dan Baznas Serahkan Bantuan untuk Imam, Marbot, Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Baznas Kota Cirebon menyerahkan 1.300 paket bantuan kepada para imam masjid, marbot, guru ngaji, lebe, serta petugas pengangkut sampah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di Islamic Centre At-Taqwa Cirebon, Sabtu (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para penerima bantuan, yang disebutnya sebagai “penjaga nilai dan kebersihan lahir-batin Kota Cirebon.”

“Kota Cirebon berdiri bukan hanya karena bangunan dan sistem, tetapi juga karena do’a para imam, kerja senyap para marbot, ketulusan para guru ngaji, kesabaran para lebe, dan pengabdian para petugas pengangkut sampah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bantuan ini bentuk penghargaan yang tulus atas dedikasi yang sering kali luput dari perhatian.

“Bantuan ini mungkin tidak besar dalam jumlah, tapi besar dalam makna. Ini adalah bentuk perhatian dari negara, dari pemerintah daerah, dari lembaga zakat, kepada orang-orang yang selama ini menghidupkan ruh kota kita, lewat adzan yang dikumandangkan, lewat mushaf yang diajarkan, hingga jalan-jalan kota yang dirapikan setiap pagi,” tambahnya.

Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi para muzaki (pemberi zakat) yang telah mempercayakan zakatnya kepada Baznas.

“Terima kasih kepada para muzaki. Mudah-mudahan rezekinya ditambahkan dan dilimpahkan keberkahan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa Baznas bukan hanya sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan jembatan kepedulian antara masyarakat yang memiliki dan yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon dan Baznas berharap semangat gotong royong, saling peduli, dan berbagi akan terus menjadi napas utama kehidupan di kota ini.

L

Cirebon Catat Sejarah: PLTB Pertama di Pulau Jawa Siap Dibangun, Sedong Jadi Pusat Energi Hijau Baru

KABUPATEN CIREBON – Angin segar perubahan kini berembus dari timur. Kabupaten Cirebon akan mencetak sejarah sebagai lokasi berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Pulau Jawa. 

Proyek ambisius ini bukan hanya menandai langkah besar Jawa Barat dalam transisi menuju energi bersih, tetapi juga mempertegas posisi Cirebon sebagai pionir energi terbarukan di tengah padatnya populasi dan kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, usai audiensi bersama pengembang PLTB di Pendopo Bupati Cirebon pada Kamis, 24 April 2025. 

Dengan nada optimis, Imron menyebut proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tapi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih hijau.

“Ini bukan hanya soal energi, ini soal warisan bagi anak cucu kita. PLTB Sedong akan membuka babak baru dalam pembangunan berkelanjutan di Cirebon,” ujar Imron penuh semangat.

Dengan kapasitas 150 megawatt (MW) dari 20 menara turbin, PLTB Sedong akan menjadi penyuplai energi ramah lingkungan ke jaringan PLN, menyokong kebutuhan listrik nasional. Lokasi yang dipilih, yakni Kecamatan Sedong, dinilai sangat ideal berkat topografi perbukitan terbuka dan potensi angin yang konsisten.

Gery Julian, Direktur PT Cirebon Tenaga Bayu, mengungkapkan bahwa keputusan membangun di Cirebon merupakan hasil riset selama dua tahun. Timnya telah memasang alat pengukur kecepatan angin di berbagai titik, dan hasilnya menunjukkan potensi yang luar biasa.

“Cirebon bukan pilihan instan. Ini hasil kerja keras dan riset yang mendalam. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kami targetkan pembangunan dimulai 2026 dan mulai beroperasi 2027,” terang Gery.

Jika proyek ini sukses, maka Cirebon akan menyusul jejak Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan, wilayah yang lebih dulu menikmati manfaat energi angin. Bedanya, kali ini Jawa pulau dengan beban listrik terbesar di Indonesia akan ikut merasakan semilir energi hijau yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar proyek energi, PLTB Sedong diharapkan menjadi simbol harapan baru dan bukti nyata bahwa masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bisa dimulai dari daerah. (din)

Jumat, 25 April 2025

Jalan Perbatasan Cirebon Kuningan Longsor, Pemkab Cirebon Tanggap Darurat

 

KABUPATEN CIREBON — Aroma tanah basah masih terasa menyengat di udara Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Di tengah sunyinya pagi, suara dentuman alat berat dan deru truk pengangkut bronjong memecah kesenyapan.

Di sinilah, sepanjang 25 meter jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kuningan mengalami longsor yang memakan sebagian badan jalan terjadi beberapa hari lalu.

Longsor itu bukan hanya menggerus badan jalan, tapi juga memotong alur vital masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini.

Bencana itu datang tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin dini hari, 21 April 2025. Kepala Desa Belawa, seperti yang diungkapkan oleh Deni Kusuma.

“Daerah ini memang rawan longsor, karena kontur tanahnya yang labil. Kejadian terjadi pagi hari dan langsung kami laporkan,” ujarnya.

Menurutnya, longsor menggerus badan jalan dengan kedalaman sekitar 3 meter dan panjang retakan mencapai 25 meter.

Saat ini, jalan tersebut masih bisa dilalui, namun hanya untuk kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dilarang melintas, karena kondisi jalan yang sangat berisiko.

“Jalan masih dilintasi oleh masyarakat, tapi hanya motor saja, tidak untuk kendaraan berat,” ucapnya.

Pihak desa telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait. Untuk langkah awal, kami melakukan pemasangan kerucut lalu lintas guna memperingatkan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan,” tambahnya.

Retakan sepanjang 25 meter dengan kedalaman hingga 3 meter telah membuat jalur tersebut nyaris tak bisa dilalui. Kini, hanya sepeda motor dan mobil kendaraan pribadi yang diizinkan melintas.

Di tengah ancaman bahaya, harapan hadir dalam bentuk upaya cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Dipimpin langsung oleh Kepala DPUTR, Iwan Rizky, penanganan darurat mulai digulirkan.

“Fokus kami saat ini adalah mencegah kerusakan lebih parah. Kami pasang bronjong sebagai penguat tebing sementara,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (24/4/2025).

Ia menjelaskan, bahwa DPUTR telah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat proses pengadaan dan pemasangan bronjong. “Kami targetkan dalam empat sampai lima hari, penanganan darurat sudah selesai,” tambahnya.

“Kami minta masyarakat bersabar. Yang penting sekarang jalan tetap aman untuk dilalui,” katanya.

Bagi warga Desa Belawa dan pengguna jalur ini, Warsiman (49) mengungkapkan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah yang sigap memperbaiki kondisi jalan meskipun bersifat sementara.

“Kalau enggak diberesin bisa-bisa longsorannya meluas, ya makasih udah perhatian,” jelasnya.

Bencana memang tak bisa diprediksi, tapi respon cepat dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama. (din)

Kamis, 24 April 2025

BAZNAS Pusat dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar “Cahaya Zakat” untuk Penguatan Beasiswa dan Zakat Perusahaan

CIREBON, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menggandeng UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang akrab disebut Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS sekaligus Penyerahan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan bertajuk “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”. 

Acara berlangsung di Auditorium lantai 8 Gedung Siber, UIN Siber, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pengurus BAZNAS, serta manajemen PT Mulia Inti Pangan.

Rangkaian Acara dan Hadirinya Para Tokoh

Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama

Dr. Naila Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah & Komunikasi Islam

Zaenal Arifin, S.Ag., Kabag Umum & Layanan Akademik

Syifauzakia, M.Pd, Ketua UPZ Syarifah Mudaim

Argo Sayoto, Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Perusahaan, BAZNAS RI

H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, Ketua BAZNAS Kota Cirebon

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan

Laporan Zakat Perusahaan dan Dampaknya

Dalam sambutannya, Argo Sayoto melaporkan perkembangan penyaluran zakat perusahaan PT Mulia Inti Pangan:

2023: Total zakat sebesar Rp 250 juta, menyalurkan beasiswa kepada 60 santri untuk studi S1 (27 orang berhasil lolos ke PTKIN dan PTN, sisanya ke perguruan tinggi lain).

2024: Kenaikan menjadi Rp 267 juta dengan 33 penerima manfaat, dominasi mahasiswa UIN Siber Cirebon.

“Setiap penerima manfaat mendapat beasiswa selama dua semester,” jelas Argo, “Semoga sinergi dengan PT Mulia Inti Pangan terus berlanjut.”

Makna “Cahaya Zakat” Menurut Rektor

Prof. Aan Jaelani menyambut hangat kehadiran BAZNAS Pusat, BAZNAS Kota Cirebon, dan PT Mulia Inti Pangan. Ia menekankan bahwa tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik” merefleksikan kemuliaan zakat sebagai pilar sosial Islam. 

“Zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan cahaya yang menerangi kehidupan muzaki dan mustahik,” ujarnya. Prof. Aan juga mengajak para mahasiswa penerima beasiswa agar menjadi insan paripurna—unggul secara akademik dan berakhlaq mulia.

Pengalaman Perusahaan di Tengah Pandemi

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan, mengungkapkan terima kasih kepada UIN Siber yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berbagi kisah perusahaan yang didirikan pada 2020, saat gelombang awal pandemi memaksa lockdown. 

“Banyak keluarga bergantung pada operasional kami,” kata Ahmad. “Kami berinovasi—menggunakan sistem digital dan model ‘recycle’—untuk memastikan kelangsungan usaha dan menjaga karyawan tetap produktif.”

Apresiasi BAZNAS Kota Cirebon

Menutup acara, H. Hamdan, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, menyampaikan terima kasih kepada PT Mulia Inti Pangan atas kepercayaannya menyalurkan zakat melalui BAZNAS. “Kepercayaan ini memastikan zakat sampai tepat sasaran, memberikan dampak nyata bagi mustahik,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara lembaga zakat, universitas, dan dunia usaha, kegiatan “Cahaya Zakat” menjadi momentum penting dalam memperkuat program beasiswa dan penyaluran zakat korporasi—mewujudkan keajaiban bagi muzaki dan mustahik di era kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

Partisipasi 60 Peserta Beasiswa Cendekia

Kegiatan ini diikuti 60 peserta terpilih, berasal dari:

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)

Institut Teknologi dan Bisnis Cirebon (ITB Cirebon)

Beasiswa UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Peserta mendapatkan pembinaan intensif, mempersiapkan mereka menjadi insan cendekia yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan sosial. (din)

UIN Siber Cirebon Menggelar Seminar Cahaya Zakat, Kupas Integrasi Raga, Akal, dan Jiwa Sebagai Pondasi Keseimbangan Hidup

Prof, Dr Hajam M.Ag

CIREBON, FC – Dalam rangkaian Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dan Penyerahan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan bertajuk “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, sesi seminar yang dipandu Fitria HRGA Manager PT Mulia Inti Pangan sukses memikat perhatian 60 peserta di Auditorium lantai 8 Gedung Siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama UIN Siber Cirebon, didampingi Ilman Faqih dari BAZNAS RI. Prof Hajam menyajikan paparan mendalam tentang “Integrasi Raga, Akal, dan Jiwa sebagai Fondasi Keseimbangan Hidup”.

Poin poin utama materi:

1. Keterkaitan Fisik, Mental, dan Spiritual

o Stres mental bisa menimbulkan masalah kesehatan tubuh.

o Kondisi fisik yang buruk berpotensi merusak kestabilan emosi dan iman.

2. Prinsip Kesehatan Holistik

o Menjaga raga, akal, dan jiwa secara seimbang memaksimalkan kualitas hidup.

o Pendekatan terpadu mencegah penyakit dan memperkuat daya tahan batin.

3. Implementasi Sehari hari

o Latihan fisik teratur, seperti jalan cepat atau yoga, untuk menjaga kebugaran.

o Pengelolaan stres melalui meditasi, doa, dan diskusi positif.

o Pembelajaran terus menerus untuk merangsang kecerdasan dan kreativitas.

“Tidak ada satu elemen pun yang bisa berdiri sendiri,” tegas Prof. Hajam. “Kesehatan holistik menuntut kita merawat tubuh, pikiran, dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh.”

Setelah paparan, peserta aktif mengajukan pertanyaan tentang praktik konkretnya—mulai manajemen waktu antara ibadah, studi, dan olahraga, hingga strategi menenangkan pikiran di tengah tekanan akademik. 

Ilman Faqih memberikan contoh program BAZNAS RI yang mendukung kesejahteraan mahasiswa, seperti workshop mindfulness dan kelompok pendukung psikososial.

Seminar ini menegaskan bahwa “keajaiban muzaki dan mustahik” tidak hanya tentang finansial, tetapi juga menyentuh kualitas hidup holistik. 

Para peserta meninggalkan auditorium dengan inspirasi baru—bahwa zakat dan beasiswa BAZNAS tidak hanya mencerahkan rezeki, tetapi juga menguatkan tubuh, pikiran, dan jiwa demi generasi cendekia yang sejahtera. (din)

UIN Siber Cirebon Terima Bantuan Bus Operasional dari BRI, Upaya Mendorong Mobilitas Akademik

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan akademik dan operasional dengan menerima bantuan kendaraan operasional dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

Penyerahan secara simbolis dilakukan pada Rabu, 23 April 2025, bertempat di Gedung Siber UIN Cirebon, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Hadir dalam acara tersebut

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas

Ahmad Furkon, Regional Consumer Business Head (RCBH) Kanwil Bandung BRI

Dodi Wahyu Budiarso, Pemimpin Cabang BRI Cirebon Kartini

Eko Fajar Noegraha, Manajer Bisnis Konsumer BRI

Dalam sambutannya, Rektor Aan Jaelani menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bank BRI sebagai mitra strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

 “Bantuan kendaraan operasional jenis Elf ini sangat berarti untuk mendukung mobilitas civitas akademika—mulai dari pengangkutan dosen dan tenaga kependidikan hingga melayani kunjungan mahasiswa di berbagai kampus pembantu di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Furkon menegaskan komitmen Bank BRI dalam mendukung sektor pendidikan nasional. 

“BRI adalah satu‐satunya bank di dunia yang memiliki satelit sendiri, dengan jaringan ribuan kantor cabang dan layanan digital yang tersebar hingga pelosok Indonesia. Kami bangga dapat bermitra dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan siap terus memfasilitasi kebutuhan operasional kampus serta pelayanan perbankan bagi mahasiswa di mana pun mereka berada,” jelas Ahmad Furkon.

Penyerahan unit Elf operasional ini diharapkan dapat:

1. Meningkatkan efisiensi distribusi dosen dan staf antar-kampus pembantu.

2. Mempermudah mobilitas akademik untuk kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan kunjungan kerja.

3. Memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan perbankan dalam pengembangan sumber daya manusia.

Dengan tambahan kendaraan operasional dari BRI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap mewujudkan visi menjadi kampus nasional terdepan dalam layanan siber dan pendidikan terpadu. 

Kerja sama ini pun menjadi bukti nyatanya—bahwa peran dunia perbankan tidak hanya terbatas pada layanan finansial, tetapi juga berkontribusi langsung pada kemajuan sektor pendidikan di Indonesia.

Banjir Jadi Fokus Utama Komisi II, Dorong Percepatan Penanganan

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon terus mendorong percepatan penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan krusial bagi warga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (24/4/2025), Komisi II kembali memanggil sejumlah pihak terkait, di antaranya BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Satpol-PP, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon serta LBH Buana Caruban Nagari.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Anton Octavianto SE MM MMTr, menegaskan bahwa pihaknya telah sejak lama mendorong penanganan banjir secara serius dan terencana.

“Kami sudah menyiapkan langkah-langkah agar banjir dapat ditangani dengan segera. Dalam rapat ini, kita meminta kejelasan kembali atas rencana-rencana tersebut,” ujarnya di Griya Sawala DPRD.

Anton menyampaikan, berdasarkan pemaparan BBWS, penanganan fisik akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei hingga Desember 2025.

Program tersebut mencakup normalisasi sungai, pengangkatan sedimentasi, pembangunan sandaran, hingga pembuatan tanggul di beberapa titik rawan banjir seperti di Ciremai Giri, Kriyan, Sijarak, Kecapi, dan Kesunean.

Selain itu, dari sisi pemerintah daerah, DPUTR Kota Cirebon telah merencanakan perbaikan drainase di 24 titik serta pembangunan sumur-sumur retensi untuk mempercepat resapan air hujan.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah teknis tersebut, karena banjir ini bukan hanya soal bencana musiman, tapi sudah menyentuh aspek kenyamanan dan kesehatan warga,” imbuh Anton.

Tak hanya itu, Komisi II juga menyoroti pentingnya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. DLH diminta untuk lebih aktif mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mendirikan bangunan liar di sekitar aliran sungai.

“DPRD terus mengawal agar penanganan banjir ini berjalan terarah, tidak hanya reaktif ketika bencana terjadi. Penataan lingkungan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan seimbang dengan kesadaran masyarakat,” tegas Anton.

Komisi II DPRD Kota Cirebon memastikan akan terus memantau progres program tersebut, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar Kota Cirebon terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.

“Penanganan banjir adalah prioritas lintas sektor. Maka dari itu DPRD akan terus hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan solusi nyata akan penanganan banjir,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Abdul Wahid Wadinih SSos. (din)