Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 10 Juni 2025

Pemkab Cirebon Gercep Jemput 25 Warga yang Terlantar di Subang

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menjemput 25 warganya yang terlantar di Kabupaten Subang, Jawa Barat, setelah menjadi korban penipuan lowongan kerja fiktif di proyek pembangunan pabrik mobil listrik.

Salah satu korban penelantaran pekerja, Nadmudin, membagikan kisah menyedihkan yang dialaminya bersama puluhan rekan lainnya.

Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan di proyek pembangunan perusahaan otomotif yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang.

Namun, kenyataan pahit harus mereka terima. Dari total sekitar 30 orang yang datang, hanya tiga orang yang diterima bekerja oleh pihak perusahaan.

Sisanya termasuk Nadmudin yang ditelantarkan begitu saja, tanpa diberikan kejelasan maupun makanan.

“Kami semua datang dengan harapan tinggi, tapi ternyata cuma tiga orang yang diterima. Sisanya, ya ditelantarkan. Tidak diberi makan, tidak tahu harus ke mana,” ujar Nadmudin di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6/2025).

Sebagian besar dari mereka datang dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada cukup uang untuk pulang, bahkan untuk sekadar makan pun harus mengandalkan solidaritas sesama.

“Kami akhirnya memutuskan keluar dari kawasan proyek, karena tidak tahu harus bagaimana. Jalan kaki sejauh 30 kilometer, karena memang tidak punya ongkos pulang,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi atensi serius, karena biasanya penanganan pekerja terlantar dilakukan terhadap warga yang berada di luar negeri, namun kali ini terjadi di dalam negeri.

“Ini memilukan. Mereka dijanjikan oleh seseorang warga negara Cina untuk bekerja di proyek pabrik. Awalnya diminta 30 orang, lalu dikurangi menjadi 25, dan ternyata hanya tiga orang yang benar-benar diterima bekerja,” katanya.

Menurutnya, karena rasa solidaritas terhadap teman-temannya yang tidak diterima, ketiga orang yang sempat diterima pun akhirnya menolak bekerja. Seluruhnya pun akhirnya ditelantarkan oleh pihak yang merekrut.

Para korban tidak diberikan makan maupun ongkos untuk kembali ke Cirebon. Bahkan mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 30 km untuk mencari bantuan.

Beruntung, dalam perjalanan ada warga yang menolong dan mengantarkannya ke Kota Subang. Namun karena tidak memiliki kenalan di sana, mereka kembali terlantar hingga akhirnya diarahkan oleh anggota kepolisian ke Dinsos Subang.

Hilmy mengatakan, kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial, dan langsung mendapat atensi dari pemerintah daerah melalui Dinsos Kabupaten Cirebon.

“Mereka semua dalam kondisi sehat meski sempat terlantar tiga hari. Mereka berasal dari wilayah Talun, Sumber, Sedong, Plered, dan Beber,” jelas Hilmy.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Dinsos Subang pada Selasa pagi sekitar pukul 07.36 WIB, bahwa ada 25 warga Kabupaten Cirebon yang sedang ditangani.

“Lima orang sebelumnya sudah lebih dulu pulang sendiri dengan menumpang truk. Sementara 25 orang lainnya ditampung sementara di Kantor Dinsos Subang,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinsos Kabupaten Cirebon mengirim empat mobil dan delapan petugas gabungan untuk menjemput para korban ke Subang. Penjemputan dilakukan setelah data dan identitas korban diverifikasi lewat WhatsApp.

“Pukul 10.38 WIB tim kami sampai di Subang dan melakukan briefing singkat. Sekitar pukul 13.30 WIB, para korban sudah tiba di kantor Dinsos Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Setibanya di Cirebon, para korban langsung difasilitasi proses reunifikasi dengan pihak desa dan keluarga masing-masing.

Dinsos Kabupaten Cirebon juga akan melibatkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait ketenagakerjaan.

“Atas dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, kami bisa memulangkan kembali 25 warga yang terlantar dan bahkan masing-masing dari korban juga mendapatkan pengganti ongkos dari BAZNAS Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Pemkab Cirebon mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja dari pihak yang tidak resmi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (din)

Pembahasan Penyusunan RIPARDA Kota Cirebon Libatkan Akademisi

CIREBON – DPRD Kota Cirebon kembali menggelar rapat gabungan membahas Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA), Rabu (5/6/2025). Pada rapat kali ini, DPRD melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Cirebon.

Beberapa institusi pendidikan tinggi yang turut hadir di antaranya Universitas Gunung Jati (UGJ), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas 17 Agustus (Untag) Cirebon, Sekolah Tinggi Teknik Cirebon (STTC), serta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Prima Internasional.

Rapat gabungan RIPARDA melibatkan Komisi I, II dan III DPRD Kota Cirebon dan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Disbudpar, Bappelitbangda, BPKPD, DPUTR, DPRKP, dan RSD Gunungjati.

Memimpin langsung jalannya rapat, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dalam menyusun RIPARDA secara komprehensif dan aplikatif.

“RIPARDA ini sangat penting bagi perencanaan masa depan pariwisata di Kota Cirebon. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen, termasuk kalangan akademisi, untuk duduk bersama dan berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan ini,” ujar Yusuf.

Yusuf juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menghasilkan konsep pembangunan pariwisata yang tertata rapi dan berkelanjutan.

“Kami perlu memikirkan bersama konsep pembangunan kepariwisataan yang tidak hanya bagus, tapi juga bisa diimplementasikan secara terarah. Dengan demikian, arah pembangunan pariwisata di Cirebon akan lebih tertata,” tambahnya.

Melalui forum ini, DPRD berharap RIPARDA yang sedang disusun mampu menjawab tantangan dan kebutuhan sektor pariwisata di Kota Cirebon secara menyeluruh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya SSos MSi mengatakanm, RIPARDA terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan kalangan perguruan tinggi dalam proses perencanaan hingga pengembangan ke depan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata menyangkut kepentingan banyak pihak. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi penting sejak awal perencanaan.

“Beberapa tahapan awal sudah kami lakukan, mulai dari rapat pembahasan dengan perangkat daerah, pelaku industri pariwisata, dan hari ini bersama kalangan perguruan tinggi,” ujarnya, Senin (10/6/2025).

Menurut Agus, keterlibatan akademisi memiliki korelasi erat dengan kajian teknis pengembangan pariwisata jangka panjang. Masukan dari perguruan tinggi akan memperkuat substansi RIPARDA, terutama dalam hal konsep pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Agus menambahkan, Disbudpar bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon akan terus mendorong agar isu pengembangan pariwisata menjadi perhatian bersama, mengingat sektor ini melibatkan banyak pihak dan berpotensi besar bagi kemajuan daerah.

“Alhamdulillah, perwakilan perguruan tinggi menyambut baik upaya ini. Ke depan, kerja sama bisa dalam bentuk kajian teknis, seperti pengembangan SDM pariwisata dan sebagainya,” jelasnya.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi II M Handarujati Kalamullah SSos MAP, Sekretaris Komisi III R. Endah Arisyanasakanti SH dan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Stanis Klau. (din)

Akademisi Didorong Terlibat dalam Pengembangan Pariwisata Jangka Panjang

 


CIREBON, FC - Keterlibatan akademisi dinilai memiliki korelasi erat dengan penyusunan kajian teknis dalam pengembangan pariwisata jangka panjang. 

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, masukan dari kalangan perguruan tinggi akan memperkuat substansi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPARDA), khususnya dalam aspek konsep pengembangan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Kontribusi akademisi sangat penting, terutama dalam memberikan perspektif ilmiah dan teknis yang dibutuhkan untuk pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan," ujarnya.

Agus menambahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon akan terus mendorong agar isu pengembangan pariwisata menjadi perhatian bersama. 

Sektor ini, kata dia, melibatkan banyak pemangku kepentingan dan memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah.

“Alhamdulillah, perwakilan perguruan tinggi menyambut baik inisiatif ini. Ke depan, bentuk kerja sama bisa berupa kajian teknis, seperti pengembangan SDM pariwisata dan program lainnya,” jelasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, S.Sos., M.AP., Sekretaris Komisi III, R. Endah Arisyanasakanti, S.H., serta Anggota Komisi III, Stanis Klau. 

Sementara itu, Beberapa institusi pendidikan tinggi yang turut hadir di antaranya Universitas Gunung Jati (UGJ), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas 17 Agustus (Untag) Cirebon, Sekolah Tinggi Teknik Cirebon (STTC), serta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Prima Internasional. (din)


Wali Kota Cirebon Buka Orientasi PPPK Formasi 2023, Tekankan Etika, Kolaborasi, dan Profesionalisme

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Formasi Tahun 2023, Senin (10/6/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan bagi PPPK yang telah lulus seleksi dan mengemban tugas di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Tahun Anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah dalam menjawab tantangan zaman yang terus berubah. 

“Kita hidup di tengah era perubahan yang sangat cepat. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika sosial menuntut kita untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh dalam karakter, etika, dan integritas,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa orientasi ini bukanlah acara seremonial biasa, melainkan sebuah titik penting dalam membentuk kultur kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Ia berharap para peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN dan etika birokrasi dalam setiap langkah kerja. “Aparatur bukan sekadar pelaksana tugas, tapi harus jadi penggerak perubahan yang strategis dan kolaboratif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan lima prinsip kunci yang harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan. Mulai dari pentingnya belajar terus-menerus, memahami tupoksi secara utuh, menjaga profesionalisme, menjauhi pelanggaran etika dan hukum, hingga membangun kerja sama yang solid antarpegawai.

“Kita ingin melahirkan ASN yang tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi. ASN yang punya orientasi pada hasil dan pelayanan publik yang prima. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjadikannya sebagai bekal awal dalam perjalanan karier sebagai abdi negara," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan arahan kepada para peserta orientasi. Wali Kota mengajak para PPPK untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya yang berorientasi pada Visi Misi Kota Cirebon, yakni Setara Berkelanjutan dan menjadi ASN yang Berakhlak (Berorientasi, Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati menjelaskan bahwa kegiatan orientasi dilaksanakan dalam tiga angkatan. 

“Angkatan I dilaksanakan pada 10 hingga 12 Juni, Angkatan II pada 16 hingga 18 Juni, dan Angkatan III pada 23 hingga 25 Juni 2025,” jelasnya. Menurutnya, pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas pelatihan dan agar proses pendampingan dapat berjalan maksimal.

Sri Laksmi juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Lembaga Administrasi Negara, khususnya Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural. 

“Tanpa kerja sama dan dukungan dari LAN, kegiatan ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Harapan kami, kolaborasi ini terus berlanjut guna meningkatkan kualitas SDM ASN di Kota Cirebon,” ujarnya.

Orientasi ini sendiri mencakup berbagai materi penting, mulai dari nilai-nilai dasar ASN, penguatan etika profesi, pengenalan sistem birokrasi, hingga penguatan sikap integritas dan pelayanan publik. Materi disampaikan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif agar peserta bisa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (Anin)

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Cirebon dan Baznas Salurkan Bantuan Rehab untuk 22 Rumah

Cirebon — Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri langsung penyerahan kunci secara simbolis kepada penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon, Selasa (10/6/2025). 

Acara ini menandai bentuk nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang tinggal di hunian yang sebelumnya tidak layak.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya sinergi semua pihak agar program seperti ini bisa tepat sasaran dan berkelanjutan. 

Ia juga menyoroti perlunya data yang akurat dan sinkron di tingkat kelurahan dan kecamatan agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

“Kebutuhan kita di lapangan banyak, dan itu artinya kita tidak bisa hanya menunggu. Kita harus jemput bola, baik ke provinsi, bahkan ke pusat. Camat dan lurah juga punya peran besar untuk memastikan data benar dan sesuai kondisi lapangan," tegasnya.

Di akhir acara, Wali Kota menegaskan bahwa upaya perbaikan rumah tidak layak huni akan terus digencarkan, dengan menggandeng berbagai elemen, baik pemerintah daerah, lembaga zakat, hingga bantuan dari tingkat provinsi dan pusat.

"Kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik, semoga semakin baik. Agar persoalan Rutilahu  di Kota Cirebon bisa tuntas," harapnya.

Dalam program kali ini, sebanyak 22 rumah warga mendapat bantuan. Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, menjelaskan bahwa program Rutilahu ini dibagi menjadi dua kategori, yakni 11 rumah yang direhab total dan 11 rumah lainnya mendapatkan bantuan stimulan untuk perbaikan.

“Baznas hadir sebagai mitra pemerintah untuk membantu percepatan program sosial. Alhamdulillah hari ini, kami bersama Pemkot Cirebon menyerahkan hasil kerja nyata berupa rumah yang lebih layak untuk dihuni,” ungkap Hamdan. 

Penyerahan kunci simbolis ini tidak hanya menjadi bentuk seremonial semata, melainkan juga menjadi momen refleksi dan komitmen untuk terus melanjutkan program serupa. Kolaborasi antara Pemkot dan Baznas dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. (din)



Fitri Nurkholipah Mahasiswi PBA UIN Siber Cirebon Raih Beasiswa dari Harvard University

CIREBON, FC – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal Cyber Islamic University (CIU), Fitri Nurkholipah, mahasiswi semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sukses meraih beasiswa penuh dalam Program Aspire Leaders 2025, yang digagas oleh akademisi Harvard University dan Harvard Business School.

Program elit ini dirancang untuk mengasah kepemimpinan global, keterampilan profesional, dan soft skill mahasiswa dari seluruh dunia, serta menjadi batu loncatan menuju dunia internasional. 

Fitri berhasil lolos seleksi ketat dan menjadi delegasi mahasiswa Indonesia yang akan mengikuti program selama 9 minggu secara daring.

"Saya merasa terhormat bisa menjadi salah satu delegasi dari Indonesia yang mendapat fully funded scholarship dari Aspire Institute. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para akademisi Harvard," ujar Fitri antusias.

Diakses dari 195 Negara, Diampu Langsung oleh Dosen Harvard

Program Aspire Leaders diikuti peserta dari lebih 195 negara dan sepenuhnya gratis. Materi diajarkan oleh dosen-dosen terkemuka Harvard, serta menampilkan seminar eksklusif bersama akademisi dan profesional kelas dunia. 

Program ini tidak hanya menawarkan pelatihan akademik, tetapi juga membuka akses pada jejaring global, mentorship, dan peluang karier di tingkat internasional.

Ketua Prodi PBA, Nanin Sumiarni, M.Ag, menyambut prestasi Fitri dengan bangga. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa PBA UIN Cirebon mampu bersaing di level global.

“Program ini akan memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswi kami, serta membukakan pintu jejaring Aspire alumni yang tersebar di seluruh dunia. Ini prestasi luar biasa,” ungkapnya.

Nanin juga mengajak mahasiswa lain untuk aktif mencari peluang serupa demi meningkatkan kompetensi dan daya saing global.

Rektor: Cermin UIN Siber Cirebon Menuju Kampus Berkelas Dunia

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Fitri. Menurutnya, pencapaian ini selaras dengan visi UIN Siber Cirebon sebagai kampus unggul dan berkelas dunia.

"Kami bangga atas pencapaian Fitri. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu tampil di level global dan mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan yang unggul berkelas dunia," ujar Prof Aan.

Langkah Kecil, Dampak Global

Dengan semangat belajar dan tekad kuat, Fitri Nurkholipah kini tak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Cirebon, tapi juga simbol harapan generasi muda Indonesia untuk menembus batas-batas dunia. Lewat Aspire Leaders Program, langkah kecil dari Cirebon kini menggema di panggung global. (din)

UIN Siber Cirebon Unjuk Gigi di International Converence KRAXII 2025

SURABAYA, FC – Dunia akuntansi tengah menghadapi era baru yang penuh tantangan dan peluang, seiring melesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Isu transformasi profesi akuntansi di tengah revolusi teknologi menjadi sorotan utama dalam International Conference KRAXII yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, 2–3 Juni 2025.

Mengangkat tema besar tentang masa depan profesi akuntan di era digital, konferensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) ini berhasil mencuri perhatian komunitas akademik global. 

Sebanyak 470 makalah ilmiah dari berbagai negara seperti Malaysia, Australia, Inggris, dan Tiongkok dikurasi ketat melalui proses blind peer-review, mempertegas reputasi KRAXII sebagai forum ilmiah unggulan di bidang akuntansi.

Dekan FEB Universitas Airlangga sekaligus Ketua IAI KAPd, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CA, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendidikan dan praktik akuntansi.

“Kita berada di titik kritis. Inovasi teknologi, khususnya AI, tidak hanya mengubah metode pembelajaran, tapi juga mendesak akuntan menjadi pemimpin pemikiran, penjaga etika, dan penggerak keberlanjutan,” ungkapnya saat membuka konferensi.

Salah satu sorotan menarik datang dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang menegaskan kiprahnya dalam kancah akademik internasional. 

Dosen muda Aditya Achmad Rakim, S.E, M.E, membedah strategi pemilihan saham berbasis potensi apresiasi modal dan stabilitas dividen, memberikan wawasan praktis untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas dan berbasis data.

Sementara itu, dua mahasiswa dari jurusan Akuntansi Syariah dan Perbankan Syariah, Raditya Rabert Priatna dan Palagan Abiyyu Gumelar, sukses memikat audiens dengan presentasi mengenai penerapan strategi Magic Formula Greenblatt. 

Mereka membuktikan bagaimana metode analisis keuangan yang sistematis, jika dikombinasikan dengan pendekatan teknologi, dapat menghasilkan seleksi saham yang bernilai tinggi di pasar modal Indonesia.

Menurut H. Ridwan Widagdo, M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, partisipasi aktif sivitas kampusnya mencerminkan komitmen dalam mencetak akademisi dan praktisi yang relevan, adaptif, dan siap bersaing di era AI.

“Kami percaya bahwa integrasi antara teknologi dan akuntansi adalah keniscayaan. Konferensi ini memperlihatkan bahwa generasi baru akuntan tidak hanya mampu membaca angka, tapi juga menavigasi kompleksitas dunia digital dengan integritas dan visi keberlanjutan,” tuturnya.

Sementara Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., selaku Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pencapaian tersebut.

“Saya sangat bangga dengan capaian dosen dan mahasiswa kami. Partisipasi mereka di konferensi ilmiah internasional ini tidak hanya membuktikan kualitas akademik FEBI, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa kami siap bersaing secara global, dengan riset yang aplikatif dan relevan di era digital,” ujarnya.

Seluruh makalah yang dipresentasikan dalam konferensi ini telah melalui proses blind peer-review yang ketat dan kredibel, memastikan kualitas dan integritas ilmiah tetap terjaga. 

Kehadiran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam KRAXII 2025 menegaskan komitmen kampus dalam membentuk generasi akuntan yang adaptif, inovatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberlanjutan dan etika di tengah arus teknologi.

Konferensi KRAXII 2025 menegaskan bahwa masa depan akuntansi bukan hanya soal neraca dan laporan laba rugi—tetapi tentang bagaimana teknologi, etika, dan pendidikan berpadu menciptakan masa depan profesi yang lebih cerdas dan bermakna. (din)