Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Juli 2025

Teken MoU, UIN Siber Cirebon dan Komdigi, Prof Hajam : Kerjasama ini Sesuai Dengan Visi Besar UINSSC Sebagai Kampus Siber

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan langkah progresifnya sebagai pionir transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Melalui audiensi resmi yang digelar di Jakarta, UINSSC menjajaki kerja sama strategis dengan Kominfo Digital (Komdigi), khususnya Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital. (11/07).

Pertemuan berlangsung penuh semangat kolaboratif antara delegasi UINSSC yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama Basiran, M.Ag. (Kepala Admisi dan Promosi), serta Indra Gunawan, M.Pd. (Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi). Mereka diterima langsung oleh Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng., Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi.

Dalam sambutannya, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap UIN Siber yang disebutnya sebagai “satu-satunya kampus siber di lingkungan PTKIN.” Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan UINSSC untuk memperkuat ekosistem budaya digital di kalangan sivitas akademika.

“Pengembangan budaya digital di lingkungan pendidikan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kami melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra strategis dalam membentuk SDM unggul yang mampu menjawab tantangan era transformasi digital nasional,” ujarnya.

UIN Siber Siap Menjadi Model Kampus Digital Masa Depan

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. menyampaikan bahwa kerja sama dengan Komdigi sejalan dengan visi besar UINSSC sebagai kampus transformasional yang mengintegrasikan teknologi, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keislaman.

“Budaya digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang cara berpikir, cara bekerja, dan cara berinteraksi dalam seluruh sistem kampus. Mulai dari pembelajaran, kurikulum, hingga layanan administrasi akademik — semuanya harus terdigitalisasi,” tegasnya.

Prof. Hajam menambahkan bahwa kolaborasi dengan Komdigi akan membuka ruang bagi pelatihan kompetensi digital, penyusunan modul literasi digital, serta riset bersama untuk pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Literasi Digital untuk Mahasiswa yang Kompetitif

Basiran, M.Ag., selaku Kepala Admisi dan Promosi, turut menekankan pentingnya literasi digital sebagai modal utama bagi mahasiswa untuk berkompetisi di era 5.0. Ia melihat pelatihan digital sebagai bagian dari strategi branding kampus siber yang sesungguhnya.

“Mahasiswa kita harus disiapkan tidak hanya untuk lulus, tetapi juga untuk unggul. Pelatihan siber adalah bagian dari transformasi karakter dan kompetensi yang harus terus kita perkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa LSP UIN Siber siap menjadi mitra strategis Komdigi dalam penyusunan dan pelaksanaan skema sertifikasi digital yang diakui BNSP.

“Kami ingin membekali lulusan UIN Siber tidak hanya dengan ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi digital yang terstandardisasi dan dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.

Komitmen Bersama Kembangkan SDM Digital Unggul

Dalam sesi presentasi, Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst di Komdigi, menjelaskan peran krusial lembaganya dalam mendukung pengembangan kapasitas digital masyarakat Indonesia, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk mempercepat peningkatan SDM digital nasional.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UIN Siber akan memperkuat fondasi literasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” paparnya.

Menuju Penandatanganan MoU Resmi

Pertemuan strategis ini menjadi pondasi penting menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi. 

MoU tersebut akan menjadi payung kerja sama penguatan budaya digital di lingkungan PTKIN, pengembangan modul dan pelatihan literasi digital, serta sertifikasi kompetensi digital nasional.

Dengan penjajakan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor kampus keagamaan berbasis teknologi yang siap bersinergi dengan pemerintah untuk mencetak generasi unggul dan adaptif menghadapi tantangan zaman. (din)

Jumat, 11 Juli 2025

Rumah Sakit Berbasis Masyarakat Hadir di 10 Puskesmas Kota Cirebon

CIREBON -  Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat (RSBM). 

Program ini kembali diintensifkan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk 32 dokter spesialis dari sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon, Jumat (11/7/2025). 

RSBM merupakan layanan kesehatan yang dirancang untuk menjangkau masyarakat langsung di luar gedung rumah sakit. Layanan ini mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dengan melibatkan dokter spesialis yang turun langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

"RSBM ini sudah digagas sejak 2006 hingga 2024 oleh para dokter spesialis, dan alhamdulillah tahun ini kita mulai lagi dengan semangat baru," ujar Wali Kota.

RSBM mencakup di beberapa puskesmas Kota Cirebon. Diantaranya, Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Gunung Sari, Puskesmas Majasem, Puskesmas  Jagastru, Puskesmas Pegambiran, Puskesmas Cangkol,Puskesmas  Kalitanjung, Puskesmas  Sitopeng, dan Puskesmas  Kalijaga.

Layanan yang ada berupa spesialis di bidang kebidanan, kesehatan anak, dan jantung. Keberadaan dokter spesialis di puskesmas ini tak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan setempat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan adanya layanan spesialis di puskesmas, masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus merujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

"Mudah-mudahan niat baik kita semua dalam membantu masyarakat ini diberi kelancaran dan keberkahan. Semoga program RSBM bisa terus maju dan berjalan dengan baik," pungkas Wali Kota.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria, program RSBM memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat. 

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kota Cirebon, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan," jelasnya.

Siti Maria menyatakan, rakor ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk membangun sinergi antara rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta masyarakat. 

Dalam diskusi yang berlangsung, juga dibahas model koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan RSBM berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif para dokter spesialis yang bersedia turun langsung ke lapangan. Ini bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tak selalu harus menunggu pasien datang ke rumah sakit,” tambahnya.

Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat, Pemerintah Kota Cirebon optimistis program RSBM mampu menjadi model pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal. (din)



Wakil Wali Kota Dukung Wirausaha Muda: Menanam Semangat dan Menuai Kemandirian


CIREBON – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Manajemen Kewirausahaan untuk Ekonomi yang Berkelanjutan” di Kedai Terserah, Jumat (11/7/2025) . 

Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir dan memberikan sambutan serta motivasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keberadaan wirausahawan muda sebagai elemen vital dalam pembangunan ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa tidak selamanya pembangunan harus bertumpu pada proyek-proyek besar atau investasi korporasi. 

Menurutnya, justru inisiatif dan kreativitas anak-anak muda lah yang akan menjadi pembeda dalam membentuk masa depan perekonomian daerah.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada investasi besar atau proyek-proyek pemerintah. Harus ada ruang yang luas bagi tumbuhnya inisiatif dari pemuda. Karena mereka inilah kelak yang akan menciptakan lapangan kerja, memunculkan inovasi, dan memperkuat daya saing Kota Cirebon,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyebut bahwa tema pelatihan kali ini sangat relevan dengan kondisi zaman. Di era perubahan teknologi yang cepat, disrupsi pasar, dan dinamika sosial yang kompleks, pendekatan kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Membekali pemuda dengan manajemen kewirausahaan berkelanjutan itu penting, bahkan mendesak. Kita tidak ingin hanya mencetak pedagang musiman, tapi entrepreneur sejati yang tahan banting, punya visi, dan siap beradaptasi dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon memiliki komitmen serius dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya kewirausahaan muda. 

“Mulai dari pelatihan, inkubasi usaha, penyederhanaan izin usaha, hingga sinergi dengan komunitas dan pelaku dunia usaha, semuanya adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi benar-benar menyerap pengetahuan dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal. 

“Jangan tunggu sempurna. Bisnis hebat lahir dari keberanian untuk belajar sambil berjalan. Dan ingat, menjadi wirausahawan bukan hanya soal laba, tapi soal manfaat yang bisa kita hadirkan bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membentuk pemuda yang mandiri dan berdaya saing. 

Ia menyebut ada tiga fokus utama yang dijalankan Dispora yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda.

“Kegiatan ini strategis. Kami berharap peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang disampaikan, dan menerapkannya agar usaha mereka bisa berkelanjutan dan mandiri. Kita ingin pemuda Kota Cirebon tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan pekerjaan,” ujar Irawan.

Kegiatan pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga praktik langsung serta berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah sukses. 

Diharapkan, dari kegiatan ini akan muncul generasi baru wirausahawan muda yang bukan hanya kuat secara bisnis, tetapi juga membawa dampak sosial positif bagi lingkungan sekitar.

"Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Kota Cirebon menatap masa depan yang lebih berdaya saing dengan pemuda sebagai ujung tombaknya," harapnya. (Nur)









UIN Siber Cirebon dan Komdigi Bahas MoU Penguatan Budaya Digital di UINSSC

JAKARTA, FC - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan penjajakan kerja sama dengan Kominfo Digital (Komdigi) di Jakarta melalui audiensi resmi bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Basiran, M.Ag. selaku Kepala Admisi dan Promosi, dan Indra Gunawan, M.Pd. sebagai Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber.

Dalam suasana yang penuh semangat kolaboratif, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi dan antusiasme tinggi terhadap inisiatif UIN Siber, yang ia sebut sebagai "the one and only kampus siber di lingkungan PTKIN." 

Dirinya menegaskan pentingnya menjalin sinergi untuk memperkuat ekosistem digital di dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam memperluas literasi dan budaya digital di kalangan civitas akademika.

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., selaku Wakil Rektor III, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Ia menyampaikan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat simbolis atau administratif, melainkan merupakan bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem digital di kampus.

"Kita akan menghadirkan budaya digital sebagai bagian dari kehidupan kampus, mulai dari kegiatan pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis digital, digitalisasi manajemen akademik, hingga pola komunikasi dan pelayanan yang semuanya berbasis teknologi informasi. 

UIN Siber harus menjadi model kampus masa depan yang tidak hanya siap menghadapi era digital, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa agar adaptif, inovatif, dan unggul di tingkat nasional maupun global," ujar beliau.

Prof. Hajam juga menambahkan bahwa kemitraan dengan lembaga seperti Komdigi adalah peluang emas untuk memperkuat program-program literasi digital, pelatihan kompetensi digital untuk dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan. 

"Kampus berbasis siber bukan sekadar soal platform daring, tapi sebuah lompatan budaya akademik yang siap bersinergi dengan ekosistem digital nasional," tegasnya.

Senada dengan itu, Basiran, M.Ag. menyoroti pentingnya pembekalan literasi dan keterampilan digital bagi mahasiswa.

"Kampus harus menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital, dan pelatihan siber menjadi langkah strategis dalam mempromosikan kamupus siber yang harus kami tempuh. Dengan hadirnya kerja sama dengan Komdigi, saya yakin UINSSC akan" ucapnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menambahkan bahwa LSP UIN Siber yang siap menjadi mitra strategis dalam sertifikasi kompetensi digital. 

"Kami melihat potensi besar dalam membangun skema sertifikasi bersama yang diakui secara nasional, dan tentu saja akan memperkuat daya saing alumni kami di dunia kerja," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Bapak Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst, yang mempresentasikan peran strategis Badan Pengembangan SDM Komdigi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam mengakselerasi kapasitas SDM digital, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting menuju penandatanganan MoU resmi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan SDM unggul berbasis digital di lingkungan pendidikan tinggi Islam. (din)

Kamis, 10 Juli 2025

Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama, Perkuat Ketahanan Sosial dari Ancaman Radikalisme


CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta membangun ketahanan sosial dari bahaya radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) KKN Tematik Penguatan Moderasi Beragama. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025, di Gedung Siber SBSN Lantai 8, dan diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta mahasiswa peserta KKN.

Bimtek ini merupakan bagian dari program strategis hasil kolaborasi antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang bersama-sama mengusung Program Desa SIAPSIAGA. 

Program nasional ini bertujuan membangun ketahanan masyarakat desa terhadap pengaruh ideologi ekstremisme dan terorisme, dengan menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial dalam menciptakan masyarakat yang moderat dan inklusif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, peserta dibekali dengan pemahaman mendalam melalui Diskusi Panel bertajuk Ketahanan Keluarga dari Radikalisme. Diskusi ini dipandu oleh Humas BNPT, Ghina Nur’aini, dan menghadirkan narasumber inspiratif: Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah — pasangan suami-istri yang merupakan mitra program deradikalisasi BNPT. 

Keduanya menceritakan pengalaman pribadi bagaimana pernah terjerumus dalam paham ekstremisme, hingga akhirnya kembali ke pangkuan NKRI melalui pendekatan yang humanis dan dukungan lingkungan keluarga. Kisah mereka menjadi refleksi penting akan kekuatan keluarga dan komunitas dalam menangkal infiltrasi paham radikal.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen UIN Siber dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

“Program KKN Tematik Moderasi Beragama ini bukan sekadar pengabdian rutin. Ini adalah bagian dari gerakan nasional untuk membentengi desa-desa dari ancaman ideologi kekerasan. Mahasiswa tidak hanya turun mengabdi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Dr. Budi.

Kegiatan ini juga menandai kesiapan para mahasiswa UIN Siber Cirebon untuk terjun langsung dalam Program Desa SIAPSIAGA di sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Mereka akan mendampingi masyarakat desa dalam membangun wawasan kebangsaan, nilai toleransi, serta memperkuat solidaritas sosial berbasis kearifan lokal.

Dengan mengusung semangat Cyber Islamic University, UIN Siber Cirebon menunjukkan peran sentralnya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman, termasuk dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme melalui pendidikan dan pengabdian yang transformatif. (din)



UIN Siber Cirebon dan BNPT Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama

CIREBON — Dalam komitmennya membangun ketahanan sosial masyarakat dari ancaman radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penguatan Moderasi Beragama pada Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025. 

Bertempat di Gedung Siber SBSN Lantai 8, kegiatan ini diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke masyarakat.

Bimtek ini merupakan bagian dari implementasi kolaborasi strategis antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam Program Desa SIAPSIAGA — sebuah inisiatif nasional yang bertujuan menciptakan desa-desa tangguh terhadap ideologi ekstremisme dan terorisme melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, para peserta KKN mendapatkan materi penting mengenai Perkembangan Terorisme di Media Sosial, yang disampaikan langsung oleh Analis Media Sosial Subdirektorat Teknologi Intelijen BNPT, Atmo Gayuh Laksono Setiawan, S.ST. 

Ia memaparkan bagaimana narasi-narasi ekstremisme kini menyusup melalui konten digital, algoritma media sosial, dan platform komunikasi daring yang sering tidak terpantau publik.

“Terorisme hari ini tidak hanya lahir dari senjata dan kekerasan, tetapi juga dari narasi. Media sosial menjadi senjata ideologis baru yang harus kita waspadai bersama. Mahasiswa perlu cerdas digital dan mampu menjadi agen kontra narasi di ruang siber,” jelas Atmo dalam paparannya yang disambut antusias peserta.

Tak hanya fokus pada aspek digital, sebelumnya peserta juga mendapatkan pembekalan dari sesi diskusi inspiratif bertajuk Ketahanan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme. Diskusi ini menghadirkan pasangan Mitra Deradikalisasi BNPT, Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah, yang membagikan kisah nyata perjalanan mereka keluar dari ideologi ekstrem menuju pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi kampus dengan lembaga strategis negara seperti BNPT dalam memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa yang berdampak langsung pada ketahanan ideologis masyarakat.

“Program Desa SIAPSIAGA adalah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengabdi, tetapi juga sebagai edukator dan pemantik perubahan sosial yang damai dan toleran,” ujar Dr. Budi.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UIN Siber Cirebon yang tergabung dalam KKN Tematik Moderasi Beragama akan ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Cirebon, membawa misi untuk menyemai semangat kebhinekaan, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan membangun masyarakat yang tahan terhadap infiltrasi ideologi kekerasan.

Bimtek ini sekaligus mempertegas positioning UIN Siber Cirebon sebagai kampus pelopor moderasi beragama berbasis digital — yang tak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga aktif membumikan nilai-nilai Islam wasathiyah demi menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (din)



Pemkab Cirebon Gencar Bersihkan TPS Liar, Wabup Jigus Ajak Masyarakat Sadar Kebersihan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta masyarakat untuk membudayakan kebersihan. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, yang tentu saja dapat mengganggu kesehatan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, ditengah pembersihan tempat pembuangan sampah liar yang berada di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Rabu (9/7/2025).

Dikatakan Jigus, sapaan akrabnya, saat ini telah banyak TPS liar yang ditemukan di wilayah Kabupaten Cirebon. Oleh sebab itu, Jigus mengajak masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan bersih.

“Saya harap mulai hari ini, masyarakat mengutamakan kebersihan. Jika lingkungan bersih, maka kesehatan juga akan terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Jigus juga menginstruksikan agar semua pihak bisa bekerja sama dalam upaya mencegah munculnya TPS liar di wilayah masing-masing. Mulai dari tingkatan desa, Jigus mengungkapkan perlu adanya koordinasi.

“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup tidak henti dalam melakukan pembersihan. Termasuk juga jika ada TPS liar, maka kami minta diinfokan agar segera ditangani dan dibersihkan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, menyebut pembersihan di lokasi TPS liar Desa Kertawinangun sudah kedua kalinya. Dirinya juga menyayangkan tindakan warga yang masih membuang sampah sembarangan.

“Sebetulnya pembersihan di lokasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi, saya juga menyayangkan tindakan masyarakat yang membuat kita melakukan tindakan ekstra pembersihan disini,” ujar Iwan.

“Untuk kali ini, kita rencana mengerahkan sepuluh truk untuk mengangkut sampah dengan estimasi satu truk itu memuat 3 ton sampah. Berarti, ada 30 ton sampah dari sini,” terang Iwan.

Disinggung tindakan selanjutnya, Iwan mengatakan telah melakukan komunikasi dengan camat dan kuwu setempat.

“Akan ada pemagaran, agar masyarakat tidak lagi buang sampah disini. Langkah lainnya juga sudah kita komunikasikan dengan camat dan kuwu,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga, Iwan menyebut, pihaknya masih terus mempercepat pembuatan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuangan sampah liar.

Dia menegaskan, bahwa ada denda yang akan diberikan kepada masyarakat jika terbukti membuang sampah sembarangan.

“Dendanya sampai Rp500 ribu. Semoga Perbup ini segera selesai dan dapat diterapkan,” tutupnya. (Nur)