Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 November 2025

ASWAKADA Bahas Penguatan Tata Kelola Daerah, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

JAKARTA –  Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri audiensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kemendagri, Akmal Malik, serta dihadiri oleh Direktur FKDH dan DPRD, Direktur PHD, dan jajaran pengurus ASWAKADA yang terdiri atas Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, serta sejumlah anggota asosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, ASWAKADA menyampaikan usulan agar Kemendagri dapat menyusun regulasi turunan dan pedoman teknis yang mengatur secara jelas pembagian tugas, mekanisme koordinasi, serta indikator kinerja wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Audiensi ini juga menjadi ruang strategis bagi para wakil kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kebijakan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Selain itu, forum ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices) antar daerah, khususnya dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan partisipatif.

“Sinergi ini bukan sekadar tentang penyusunan kebijakan, tetapi juga tentang bagaimana kita saling berbagi solusi dan membangun kolaborasi nyata antar daerah,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon siap berperan aktif dalam memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan. Dengan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah, setiap langkah kecil, Insya Allah, akan membawa dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi atas inisiatif ASWAKADA dalam memperkuat peran strategis wakil kepala daerah.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin kuat," ujarnya.

Melalui forum ini, Ditjen Otonomi Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang harmonis, efektif, dan akuntabel. 

"Kemendagri juga berkomitmen berperan aktif sebagai fasilitator dan regulator dalam memperkuat kelembagaan wakil kepala daerah agar dapat menjalankan tugas pemerintahan secara konstruktif, sesuai dengan semangat kolegialitas dan prinsip demokrasi daerah," tuturnya. (din)



Spirit Juara UKM ELFAHD UIN Siber Cirebon di FEBI CUP 5.0: Bukan Sekadar Angka, Ini Tentang Hati dan Perjuangan

SEMARANG— Ada yang berbeda di arena FEBI CUP 5.0 tahun ini. Turnamen futsal antar-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) se-Jawa Bali yang digelar oleh UKM SPORT FEBI UIN Walisongo Semarang (3–6 November 2025) menjadi saksi perjuangan luar biasa dari UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon— tim muda yang datang jauh dari Cirebon, membawa semangat, solidaritas, dan mimpi besar.

Bukan hanya sekadar berlaga, tim yang seluruh pemainnya berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih Juara III di ajang bergengsi tersebut. Sebuah capaian membanggakan bagi tim yang baru pertama kali menembus tiga besar kompetisi tingkat nasional ini.

Menyalakan Semangat dari Cirebon untuk Jawa–Bali

Sejak peluit pertama dibunyikan di fase grup, ELFAHD tampil memukau. Mereka melibas lawan-lawannya dengan gaya bermain penuh disiplin dan determinasi tinggi.

Dalam fase grup, ELFAHD sukses menundukkan tiga tim kuat sekaligus: FEBI UIN Satu Tulungagung, FEB Universitas Negeri Yogyakarta, dan FEB Universitas Brawijaya Malang.

Penampilan solid ini membuat publik turnamen menaruh perhatian pada “tim kuda hitam dari Cirebon”.

Kapten tim, Ahmad Dendi, mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan tentang kebersamaan dan dedikasi.

“Kami datang bukan sekadar bertanding, tapi untuk menikmati prosesnya dan membuktikan bahwa kekompakan bisa mengalahkan segalanya. Kemenangan di fase grup adalah bonus dari kerja keras kami,” ujarnya penuh semangat.

Drama Semifinal dan Kebangkitan Menuju Podium

Langkah impresif ELFAHD berlanjut hingga babak 8 besar, di mana mereka menyingkirkan FEB BPD Jateng dengan skor meyakinkan. Namun di semifinal, mereka harus berhadapan dengan tim tangguh FEB UDINUS Semarang.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang di waktu normal. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti — momen menegangkan yang akhirnya membuat ELFAHD harus puas melangkah ke perebutan tempat ketiga.

Namun, mental juara sejati tidak mengenal kata menyerah. Di laga perebutan juara tiga melawan FEB USWK Salatiga, ELFAHD bangkit dengan performa terbaiknya dan menutup pertandingan dengan skor 5–3. Kemenangan ini menjadi simbol dari semangat pantang menyerah dan karakter pejuang tim muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Top Skor Dua Tahun Berturut-turut

Salah satu bintang yang bersinar terang adalah Tubagus Alfurqon Sasikirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan torehan 7 gol, ia berhasil menyabet gelar Top Skor FEBI CUP 5.0 — gelar yang sama yang telah ia raih pada ajang serupa tahun 2024.

Konsistensi luar biasa ini menjadi bukti bahwa talenta dan dedikasi dapat melahirkan prestasi berkelanjutan.

“Rasanya luar biasa bisa membawa pulang dua gelar Top Skor berturut-turut. Tapi yang paling penting bukan pialanya, melainkan kebersamaan dan perjuangan kami di lapangan,” ujar Tubagus dengan senyum bangga.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Bagi UKM ELFAHD, FEBI CUP 5.0 bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi ruang pembelajaran dan pembuktian karakter. Di balik setiap gol dan peluh di lapangan, ada kisah tentang kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan mahasiswa.

Manajer tim menyampaikan rasa syukur atas perjuangan anak-anak asuhnya.

“Ini bukan sekadar tentang angka atau posisi di podium. Ini tentang hati, perjuangan, dan bagaimana kami membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan penuh kebanggaan,” ungkapnya.

Dengan semangat juara yang tak pernah padam, UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pulang ke Cirebon membawa lebih dari sekadar medali. Mereka membawa cerita tentang dedikasi, kebersamaan, dan bukti bahwa semangat siber bisa menembus batas lapangan — menjadikan FEBI CUP 5.0 sebagai panggung lahirnya inspirasi baru bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (Nur)

Dede Al Mustaqim Gagas Model Wakaf Tunai Korporasi untuk SDGs Indonesia

CIREBON - Nama Dede Al Mustaqim, S.H., mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali mengharumkan dunia akademik Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang The 1st Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2025, ia tampil sebagai presenter terpilih dan memaparkan gagasan inovatif tentang model wakaf tunai korporasi (corporate cash waqf) untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Konferensi internasional bergengsi bertema “Sustainable Waqf Amidst Global Uncertainty: Aligning With Equitable Future” tersebut diselenggarakan pada 8 Oktober 2025, mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi syariah dari tujuh negara.

Dari 483 peserta yang mendaftar, hanya 251 full paper yang diterima, dan 100 karya terbaik (selected paper) yang mendapatkan kesempatan tampil di forum utama — termasuk karya ilmiah Dede Al Mustaqim.

Gagasan Inovatif: Wakaf Tunai Korporasi untuk Keadilan Sosial

Dalam presentasinya berjudul “Implementation of Corporate Cash Waqf for Achieving Sustainable Development Goals in Indonesia: A Maqāṣid Syariah Perspective”, Dede menawarkan model integratif pengelolaan wakaf uang korporasi yang berpijak pada prinsip Maqāṣid Syariah.

Menurut Dede, konsep wakaf tunai korporasi dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai spiritual Islam dan pembangunan berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi besar dunia usaha untuk mendukung sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Melalui pendekatan Maqāṣid Syariah, wakaf uang korporasi dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan finansial, tetapi juga pada perlindungan jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-‘aql), harta (hifz al-māl), dan kemaslahatan umat secara luas,” jelas Dede.

Ia menegaskan bahwa corporate cash waqf mampu memperluas peran wakaf dalam sistem ekonomi nasional sekaligus memperkuat misi Islam sebagai agama yang membawa keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat.

Apresiasi dari Forum Internasional

Gagasan yang dipresentasikan Dede mendapat sambutan positif dari para peserta dan panitia GLOW 2025. Para akademisi menilai bahwa pemikiran tersebut menghadirkan paradigma baru dalam pengelolaan wakaf modern, yang mengintegrasikan nilai maqāṣid, prinsip tata kelola korporasi, dan tujuan SDGs secara harmonis.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan global dalam menciptakan model ekonomi Islam yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Rektor: Bukti Internasionalisasi Keilmuan Islam Digital

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian mahasiswa tersebut.

“Kehadiran mahasiswa UIN Siber dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen nyata kita terhadap internasionalisasi keilmuan Islam digital. Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda akademisi Indonesia mampu membawa nilai-nilai Islam ke ranah global dengan pendekatan ilmiah, inovatif, dan kontekstual,” tutur Rektor.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Mantapkan Kiprah Global

Partisipasi Dede Al Mustaqim dalam GLOW 2025 memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang berorientasi global dan riset. Kampus ini terus mendorong kolaborasi akademik lintas negara untuk mewujudkan keilmuan Islam yang kontributif terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemaslahatan umat di era digital.

LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar FGD Penguatan Kapasitas Gugus Mutu dan Kendali Mutu

CIREBON  — Dalam upaya memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kapasitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (6–7 November 2025), bertempat di Hotel Grand Tryas Cirebon, dengan menggandeng kalangan akademisi eksternal, yakni Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Penjaminan Mutu, dan Mar’atus Salamah, M.Pd., Ketua Prodi PIAUD Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan.

FGD sebagai Wahana Sinergi dan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Ketua LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd., dalam laporannya menegaskan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai langkah strategis untuk membangun kesamaan visi di antara tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu di seluruh fakultas dan unit kerja.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola penjaminan mutu internal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat koordinasi antar-unit agar sistem mutu berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Prof. Ria.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas tim Gugus Mutu merupakan bagian dari upaya UIN Siber dalam memastikan standar akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat senantiasa sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan tuntutan transformasi digital.

Rektor Tekankan Pentingnya “Link and Match” dalam Transformasi Digital dan Pencapaian SDGs

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Aan menegaskan bahwa penguatan dokumen link and match merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program akademik maupun non-akademik di lingkungan universitas selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia industri, serta tantangan transformasi digital yang berkelanjutan.

“Link and match bukan sekadar jargon, tetapi merupakan fondasi penting agar perguruan tinggi memiliki relevansi nyata dengan dunia kerja dan masyarakat. Melalui pendekatan tujuh pilar link and match, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi model kampus yang menerapkan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus responsif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” tutur Prof. Aan dalam arahannya.

Tujuh Pilar Link and Match sebagai Arah Strategis Mutu UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Dalam arahannya, Prof. Aan memaparkan tujuh pilar link and match yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan mutu akademik dan kemitraan strategis antara kampus, industri, dan masyarakat, yaitu:

1. Penyelarasan Kurikulum dengan Dunia Kerja, memastikan setiap prodi relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

2. Magang dan Praktik Kerja Bersertifikat, memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa memahami dinamika profesional.

3. Kualifikasi Dosen dan Tenaga Pendidik, yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis sesuai bidangnya.

4. Keterlibatan Dunia Industri dalam Pembelajaran, melalui kuliah tamu, riset terapan, hingga proyek bersama.

5. Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa, sebagai pengakuan profesional atas keahlian lulusan.

6. Penelitian dan Inovasi Bersama, untuk menciptakan solusi kreatif atas persoalan nyata masyarakat dan industri.

7. Penyaluran dan Pemantauan Alumni, memastikan lulusan terserap dan terus dibina dalam karier profesionalnya.

“Ketujuh pilar ini harus menjadi budaya kolektif di seluruh unit dan fakultas. Setiap dokumen link and match harus menggambarkan sinergi antara visi akademik, inovasi digital, dan relevansi sosial-ekonomi, sesuai mandat UIN Siber sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri berbasis siber pertama di Indonesia,” tegas Prof. Aan.

Wujud Komitmen terhadap Mutu dan Daya Saing Global

Kegiatan FGD ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan tata kelola penjaminan mutu yang unggul, kolaboratif, dan berbasis transformasi digital.

Melalui sinergi antara LPM, Gugus Mutu, dan Kendali Mutu di seluruh unit, universitas meneguhkan tekadnya untuk menjadi Cyber Islamic University yang berdaya saing global, berorientasi pada mutu, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (Nur)

Tawarkan Gagasan Visioner, Dua Dosen Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Torehkan Prestasi di Kancah Internasional

SURAKARTA— Dua dosen dari Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Syariah) dan Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag., kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional.

 Keduanya menjadi pemateri dalam ajang bergengsi The 5th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCoLaSS 2025) — sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara. (27/10).

Konferensi tahun ini mengusung tema “Law, Society and Sustainability: Navigating Challenges in the Digital, Environmental, and Socio-Religious Landscape.”

Dalam forum tersebut, Dr. Edy Setyawan dan Achmad Otong Busthomi mempresentasikan makalah bertajuk “The Integration of Law, Technology, and Social Justice in the Perspective of Maqāṣid al-Syarī‘ah.”

Karya ilmiah ini menawarkan gagasan visioner tentang Maqāṣidic Impact Assessment (MIA) — sebuah model evaluasi kebijakan berbasis teknologi yang menilai sejauh mana sistem digital seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan peradilan elektronik (e-justice) selaras dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.

“Maqāṣid bukan hanya konsep normatif, tetapi harus menjadi instrumen praktis dalam kebijakan publik digital. Kita perlu memastikan teknologi tidak hanya efisien, tapi juga adil, manusiawi, dan berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Dr. Edy Setyawan dalam paparannya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara fuqahā’ (ahli hukum Islam), pakar teknologi, dan perancang kebijakan publik dalam membangun ekosistem hukum digital yang berkeadilan sosial. Paradigma maqāṣid, lanjutnya, harus menjadi jantung dari Islamic Digital Transformation Policy yang menyeimbangkan nilai transendental (ilahiyah) dan tujuan kemanusiaan (insaniyah).

Sementara itu, Achmad Otong Busthomi menyoroti urgensi ijtihad teknologi, yaitu upaya reinterpretasi hukum Islam terhadap dinamika hukum berbasis data dan algoritma.

Menurutnya, “Hukum Islam memiliki kelenturan metodologis untuk beradaptasi dengan realitas digital tanpa kehilangan substansi etik dan spiritualnya.”

Paparan keduanya mendapat apresiasi luas dari para akademisi internasional. Mereka menilai bahwa pendekatan maqāṣid terhadap teknologi modern membuka cakrawala baru bagi pengembangan hukum Islam yang futuristik, etis, dan berkeadilan sosial.

Dalam sesi penutupan konferensi, salah satu moderator internasional menegaskan pesan mendalam dari forum tersebut:

“The ultimate aim of law, technology, and justice is not efficiency or automation, but human dignity under divine wisdom.”

(Tujuan akhir dari hukum, teknologi, dan keadilan bukanlah efisiensi atau otomatisasi, melainkan martabat manusia di bawah hikmah ilahi.)

Partisipasi dua dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini mendapat apresiasi langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang menilai kiprah keduanya sebagai representasi nyata dari semangat internasionalisasi keilmuan kampus berbasis digital.

“Kita patut berbangga, karena dosen-dosen UIN Siber telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan Islam dapat berkontribusi secara global melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual. Konferensi ini menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu tampil di panggung dunia dengan gagasan yang relevan bagi masa depan hukum dan kemanusiaan,” ungkap Rektor Prof. Aan Jaelani.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional dan pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi digital, sejalan dengan visi universitas sebagai Cyber Islamic University yang berdaya saing global.

Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meneguhkan perannya sebagai pusat kajian hukum Islam digital yang progresif, berjejaring global, dan berkomitmen menghadirkan keilmuan yang berorientasi pada keadilan sosial serta keberlanjutan peradaban.(Nur)

Rabu, 05 November 2025

Siaga dari Hulu hingga Hilir, Pemkot Cirebon Kurangi Risiko Bencana Musim Hujan

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk siap siaga menghadapi potensi bencana di musim penghujan. Hal ini ditegaskan Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno saat memimpin rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana di kantor BPBD Kota Cirebon, Rabu (5/11/2025). 

Rapat ini melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari TNI-Polri, dinas terkait, instansi vertikal, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat.

“Dalam rangka pengurangan risiko bencana di Kota Cirebon, kita harus memastikan kesiapsiagaan menyeluruh. Semua elemen harus berkolaborasi, terutama menghadapi musim penghujan yang diprediksi berlangsung dari November hingga Januari dengan curah hujan tinggi,” ujar Sumanto. 

Sumanto menekankan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana, termasuk banjir, angin kencang, dan pohon tumbang. Ia menambahkan, beberapa titik rawan banjir dan genangan air sudah dilakukan perbaikan akses jalan agar mobilitas warga tetap lancar. 

"Mitigasi bencana juga terus kita dilakukan, terutama untuk mengurangi risiko genangan di titik-titik kritis," ujarnya.

Lebih lanjut, Sumanto mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko bencana. Tak hanya itu, Sumanto menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 yang menetapkan status siaga darurat bencana untuk banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor. 

Status siaga darurat ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026, sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan.

Kesiapsiagaan ini kemudian diperkuat oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, yang menjelaskan langkah-langkah teknis penanganan bencana.  Andi menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana mencakup seluruh fase yakni pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. 

Pra bencana meliputi pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Saat bencana terjadi, kita menerapkan siaga darurat, tanggap darurat, serta transisi darurat ke pemulihan. Pasca bencana, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi.

"BPBD Kota Cirebon telah menyiapkan sarana dan prasarana kebencanaan secara matang. Alhamdulillah, berbagai instansi, TNI, Polri, OPD, dan organisasi kemanusiaan bisa kita kolaborasikan. Misalnya, BPBD memiliki delapan perahu yang siap digunakan untuk evakuasi pemukiman warga jika terjadi banjir. Selain itu, ada enam tenda pengungsi yang sudah disiapkan di titik strategis,” tambah Andi.

Untuk personel, BPBD menyiagakan 43 anggota yang siap dikerahkan kapan saja. Selain itu, tingkat kelurahan juga telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di 12 lokasi, antara lain Argasunya, Kalijaga, Pekiringan, Sukapura, Lemahwungkuk, Pegambiran, Larangan, Drajat, Kecapi, Kasepuhan, Jagasatru, dan Panjunan. Lima kecamatan pun sudah mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Setiap kelurahan dan kecamatan juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk 27 titik Rencana Tempat Evakuasi Sementara dan Akhir, yang siap digunakan saat bencana terjadi.  Simulasi dan sosialisasi mengenai prosedur evakuasi dan mitigasi akan terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah penanganan bencana. 

“Dengan langkah-langkah yang matang, kita bisa mengurangi risiko dan dampak bencana sehingga Kota Cirebon lebih tangguh menghadapi musim hujan," harapnya. (din)



Raih Juara Favorit Berkat Inovasi, Dosen UIN Siber Cirebon Mendapat Apresiasi dari Bupati Cirebon

CIREBON, FC - Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Cirebon.

Prestasi ini diraih dari lomba Inovasi Daerah Tahun 2025, yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon, telah menjadi wadah bagi 70 inovator terbaik dari berbagai kalangan untuk menunjukkan karya dan solusi unggulan mereka.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., menekankan bahwa inovasi adalah kunci bagi kemajuan daerah. "Kita membutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat agar Kabupaten Cirebon mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah SiCIBRAK (Sistem Informasi Cirebon Bereskan Jalan Rusak), sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi jalan rusak secara cepat, akurat, dan transparan. Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, khususnya para akademisi, atas kontribusi mereka dalam membangun daerah melalui riset dan gagasan inovatif. Bupati Imron menekankan bahwa setiap ide memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya inovasi seperti SiCIBRAK, Kabupaten Cirebon melangkah mantap menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital. Semoga semangat inovasi ini terus berkobar dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. (Nur)