Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 07 Desember 2025

Wakil Wali Kota: Festival Fashion dan Musik 2025 Dorong SDM Unggul serta Ekonomi Berbasis Budaya

CIREBON -  Acara Fashion dan Musik Festival 2025 menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi ruang pembelajaran yang konkret bagi generasi muda. Tidak hanya menampilkan karya, festival ini menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus mengangkat kembali kekayaan budaya Kota Cirebon yang penuh warna.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir langsung dalam pembukaan acara dan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon.

"Festival ini merupakan manifestasi nyata dari upaya bersama mewujudkan visi Setara Berkelanjutan," ujarnya saat membuka acara di Grage Mall Cirebon pada Minggu (7/12/2025) . 

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM kreatif ini mendukung tiga misi pembangunan Kota Cirebon yakni meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing, menguatkan produktivitas ekonomi berbasis kearifan lokal, serta memperkuat pemberdayaan sosial dan budaya. 

"Ini adalah panggung untuk mencetak SDM yang unggul, kompetitif, dan berkarakter. Kita tidak hanya mencari bakat, tetapi juga membentuk mentalitas pemenang," jelasnya.

Tak hanya itu, Wakil Wali Kota menekankan bahwa industri fashion dan musik memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan mengemas kearifan lokal ke dalam desain busana dan melodi modern, Kota Cirebon memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi produk unggulan yang menciptakan peluang kerja.

"Budaya tidak boleh hanya tersimpan di museum, tetapi harus hidup, bergerak, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda," lanjutnya.

Festival ini juga disebut sebagai bentuk nyata pelestarian budaya melalui pendekatan modern. Peragaan busana dan penampilan musik menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan identitas lokal sekaligus mempromosikannya ke publik yang lebih luas. 

"Pemberdayaan ini akan mewujudkan tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan sosial melalui aktivitas kreatif," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota turut memberikan perhatian khusus pada sepuluh Content Creator Cirebon yang mendapatkan penghargaan. Ia menyampaikan harapannya agar kreativitas digital dapat memperkuat gaung budaya Cirebon di berbagai platform. 

"Teman-teman conten creator adalah jembatan antara karya desainer lokal dan penonton global. Jadikan konten tentang Kota Cirebon sebagai trending topic,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menyampaikan bahwa festival ini merupakan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas. Ia berharap dari kegiatan ini Kota Cirebon semakin dikenal sebagai kota kreatif dan tujuan wisata. 

"Ini adalah wadah kreativitas anak muda Kota Cirebon.  Semua itu hanya bisa diwujudkan melalui pelibatan seluruh stakeholder, terutama anak muda,” katanya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, desainer, musisi, dan content creator dapat membentuk ekosistem kreatif yang kuat. Dengan energi muda dan kekayaan budaya lokal, Kota Cirebon optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas di wilayah Ciayumajakuning.

 “Mari kita tunjukkan bahwa Kota Cirebon adalah gudang kreativitas. Teruslah berkarya, angkat budaya kita, dan jadilah wajah baru kemajuan ekonomi kreatif," tutupnya. (din)



Cirebon Katon Festival 2025 Tampilkan Ragam Ekspresi Budaya Dan Dukung Pariwisata Daerah

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Cirebon Katon Festival 2025 di Area Kantor Uji Kelayakan Kendaraan Bermotor (KIR) Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Sabtu (6/12/2025).

Festival ini menampilkan berbagai ekspresi budaya tradisional sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas dan pariwisata daerah.

Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni dalam sambutannya mengatakan, sinergi antara budaya tradisional dan sektor pariwisata sangatlah penting.

Ia menyebutkan, kekayaan seni, tradisi, serta keragaman budaya menjadi modal kuat bagi pembangunan daerah.

“Kita berkumpul untuk merayakan kekayaan Kabupaten Cirebon akan pesona pariwisata, budaya, dan tradisi yang menjadi kebanggaan kita bersama dalam acara Cirebon Katon Festival 2025,” ujar Amin.

Cirebon Katon Festival tahun ini mengusung tema ‘Ekspresi Budaya Tradisional dengan Sinergi Pariwisata’. Menurut Amin, tema tersebut relevan dengan tantangan perkembangan zaman.

Ia menekankan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi aset berharga dan harus dilestarikan.

“Ekspresi budaya tradisional merupakan warisan leluhur yang diwariskan turun-temurun. Hadir dalam bentuk pertunjukan, upacara adat, kerajinan, hingga kuliner khas yang berabad-abad membentuk karakter daerah kita,” katanya.

Amin juga menjelaskan, tren pariwisata saat ini tidak lagi hanya menawarkan keindahan alam. Wisatawan mencari pengalaman autentik, cerita budaya, dan keunikan lokal.

Karena itu, keberagaman tradisi Cirebon menjadi potensi besar bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya.

“Artinya, ekspresi budaya bukan hanya warisan, tapi modal ke depan untuk pengembangan wisata,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi budaya dan pariwisata membutuhkan tata kelola yang baik. Menurutnya, nilai sakral dalam tradisi harus tetap dijaga, agar tidak hilang oleh komersialisasi berlebihan.

Amin menyebut penyelenggaraan Cirebon Katon Festival menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mempromosikan dan melestarikan kekayaan budaya, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pameran UMKM.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat menjadikan kekayaan budaya daerah sebagai modal kemajuan wisata yang berkelanjutan,” katanya. (din)







Sabtu, 06 Desember 2025

Cihafest 2025 Resmi Digelar, Angkat Edukasi Dan Promosi Produk Halal

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menghadiri pelaksanaan Cirebon Halal Festival (Cihafest) 2025 yang digelar di Pasar Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/12/2025).

Gelaran dengan tema “Halal for all” tersebut menjadi upaya edukasi sekaligus promosi produk halal kepada masyarakat.

Imron mengatakan, Cihafest 2025 diselenggarakan untuk memberikan pemahaman, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari.

“Cirebon Halal Festival atau Cihafest 2025 diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan gaya hidup halal,” ujar Imron.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, serta dalam rangka mendukung program pemerintah menuju tertib halal pada Oktober 2026.

Selain sebagai sarana edukasi, lanjut Imron, Cihafest 2025 menjadi ajang promosi produk halal yang dihasilkan oleh para pelaku usaha di Kabupaten Cirebon melalui kegiatan expo dan bazar.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kalau produknya sudah bersertifikat halal, maka daya saingnya akan naik, baik di pasar nasional maupun internasional,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, Cihafest dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 6 hingga 7 Desember 2025, dengan lokasi kegiatan terpusat di kawasan Pasar Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon.

Rangkaian kegiatan diisi dengan expo dan bazar produk-produk halal, lomba masak produk halal, kompetisi MUA halal, lomba mewarnai tingkat PAUD, serta Olimpiade Halal tingkat SLTA.

Olimpiade tersebut dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda tentang ekosistem halal.

Rangkaian kegiatan hari pertama juga diisi dengan talkshow Batik Halal yang diikuti oleh 20 pelaku IKM batik.

Dalam kegiatan ini, peserta difasilitasi sertifikat halal dari Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian.

“Selain itu, digelar pula talkshow mengenai kebijakan pemerintah dalam mendukung tertib halal Oktober 2026,” ucapnya. (Nur)








Pemkab Cirebon Selaraskan Tata Kelola Informasi Publik Lewat Pembinaan PPID

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama menggelar Pembinaan dan Penguatan Peran PPID serta Uji Konsekuensi DIP dan DIK Tahun 2025 di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan pemahaman seluruh PPID dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang lebih akurat dan sesuai ketentuan.

Pembinaan juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas PPID Pelaksana di seluruh perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, melalui Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Nanan Abdul Manan, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi PPID.

“Kegiatan pembinaan hari ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi PPID Pelaksana di setiap perangkat daerah,” ujar Nanan.

Ia menambahkan, bahwa PPID harus memahami standar layanan informasi, mekanisme uji konsekuensi, penyusunan DIP, serta tata cara penanganan keberatan dan sengketa informasi.

Pemahaman ini dinilai penting agar pelayanan informasi berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Neneng Hasanah, menekankan keterbukaan informasi merupakan kewajiban hukum sekaligus pilar transparansi pemerintah.

“Keterbukaan informasi publik merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008,” jelas Neneng.

Ia menyatakan peran PPID Utama dan PPID Pembantu sangat menentukan kualitas penyediaan informasi yang tepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, layanan informasi yang baik menjadi bagian dari akuntabilitas pemerintah.

Di tempat yang sama, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menjelaskan, bahwa pembinaan ini untuk menyamakan perspektif PPID Pembantu.

“Kegiatan pembinaan ini dimaksudkan untuk menyamakan perspektif dan meningkatkan kompetensi PPID Pembantu,” ujarnya.

Bambang menambahkan, bahwa penyelarasan penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK), termasuk pelaksanaan uji konsekuensi, penting dilakukan agar layanan informasi publik makin cepat dan akurat.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang terbuka.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan tim penguji yang terdiri dari perwakilan Inspektorat serta Bagian Hukum Setda.

Materi yang disampaikan meliputi regulasi keterbukaan informasi, penyusunan DIP–DIK, hingga metode uji konsekuensi.

Peserta terdiri dari seluruh kepala perangkat daerah, camat, perwakilan BUMD, FKKC, dan Komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Kabupaten Cirebon.

Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama memperkuat transparansi dan akuntabilitas layanan informasi publik. (Nur)







Jumat, 05 Desember 2025

Program Pascasarjana UIN Cirebon Sukses Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Magister MPI oleh LAMDIK

 

CIREBON, FC – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Magister Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK)

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025, bertempat di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan 7.

Asesmen Lapangan ini menghadirkan dua asesor LAMDIK, yaitu:

1. Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd. (Universitas Negeri Medan)

2. Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. (UIN Raden Mas Said Surakarta)

Kegiatan AL berjalan dinamis dengan rangkaian verifikasi dokumen, observasi sarana prasarana, pendalaman data, serta sesi wawancara bersama pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, dan para stakeholder. Kolaborasi seluruh unsur akademik Pascasarjana menjadi kekuatan penting dalam kelancaran proses asesmen.

AL Ditutup Resmi, Direktur Pascasarjana Sampaikan Apresiasi

Kegiatan secara resmi ditutup oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan AL.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPM, Tim Borang MPI, Task Force, serta seluruh sivitas akademika. Asesmen Lapangan adalah tanggung jawab bersama, dan keterlibatan semua pihak menjadi bukti komitmen kita terhadap mutu pendidikan. Semoga hasil yang diperoleh nanti adalah yang terbaik dan maksimal,” ujar Prof. Ilman.

Penandatanganan Berita Acara AL: Bentuk Resmi Kerja Sama dan Transparansi Proses

Setelah rangkaian asesmen selesai, dilaksanakan penandatanganan berita acara AL, yang ditandatangani oleh:

Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd. (Asesor LAMDIK)

Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. (Asesor LAMDIK)

Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag. (Direktur Pascasarjana)

Dr. Hj. Dewi Cahyani, M.Pd. (Ketua Prodi MPI S2)

Dr. Iis Arifudin, M.Pd. (Sekretaris Prodi MPI S2)

Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd. (Ketua LPM)

Acara dilanjutkan dengan serah terima dokumen berita acara dari asesor kepada Direktur Pascasarjana sebagai tanda bahwa seluruh rangkaian AL telah diselesaikan secara resmi.

Asesor Apresiasi Kerja Sama dan Profesionalisme Tim

Asesor LAMDIK, Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas keterbukaan serta kerja sama seluruh tim Pascasarjana UIN Siber Cirebon selama proses asesmen.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik. Seluruh proses pemotretan kelengkapan dokumen dan verifikasi data selama dua hari ini akan kami sampaikan ke LAMDIK. Semoga hasilnya maksimal,” ujar Prof. Yuniarto.

Komitmen Mutu Pascasarjana

Pelaksanaan AL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan standar mutu akademik, tata kelola program studi, dan layanan pendidikan. Melalui kerja kolektif seluruh elemen kampus, Pascasarjana menegaskan komitmennya untuk meraih akreditasi unggul bagi Program Magister MPI. (Ara)

Kamis, 04 Desember 2025

Program Pascasarjana UIN Siber Cirebon Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Magister MPI oleh LAMDIK

 

CIREBON, FC – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Magister Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025, bertempat di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan 7.

Asesmen Lapangan ini menghadirkan dua asesor LAMDIK, yaitu:

1. Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd. (Universitas Negeri Medan)

2. Prof. Dr. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. (UIN Raden Mas Said Surakarta)

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan jajaran pimpinan kampus, mulai dari Wakil Rektor I, II, dan III, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, para Ketua Prodi S2, Ketua Senat, Tim LPM, Tim Task Force, serta mahasiswa, alumni, dan stakeholder yang turut hadir sebagai bagian dari proses asesmen mutu akademik.

Pascasarjana Sambut Asesor, Tekankan Urgensi Akreditasi

Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim asesor. Ia menekankan pentingnya Asesmen Lapangan sebagai bagian krusial dalam memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan di Program Magister MPI.

“Asesmen Lapangan ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi momentum untuk memastikan bahwa seluruh sistem akademik, tata kelola, dan kualitas pembelajaran di Program Magister MPI berjalan sesuai standar nasional. Kami berharap AL ini dapat memberikan penguatan sekaligus masukan konstruktif bagi pengembangan program studi,” ujar Prof. Ilman.

Asesor Tekankan Transparansi Data dan Tujuan Asesmen

Asesor pertama, Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd., mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari UIN Siber Cirebon. Ia menegaskan bahwa proses AL bertujuan menggali, menilai, dan memverifikasi data secara objektif.

“Kami tidak mencari sesuatu yang tidak dibutuhkan. Kami justru ingin menemukan apa yang memang harus ditemukan untuk memastikan mutu prodi. Oleh karena itu, kami mohon dukungan seluruh tim dalam menyiapkan data dan dokumen yang diperlukan,” ungkap Prof. Yuniarto.

Warek I Resmi Membuka AL, Tegaskan Distingsi UIN Siber Cirebon

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Asesmen Lapangan. Dalam sambutannya, Dr. Ayus menekankan bahwa akreditasi merupakan kewajiban regulatif sekaligus instrumen evaluatif berdasarkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

“Asesmen Lapangan hari ini merupakan bagian dari tahap evaluasi dalam siklus PPEPP. UIN Siber Cirebon memiliki roadmap dan milestone pengembangan yang jelas, mulai dari penguatan sarana prasarana, transformasi kelembagaan, hingga peningkatan daya saing global,” ujar Dr. Ayus.

Ia juga memaparkan berbagai keunggulan UIN Siber Cirebon dibanding PTKIN lainnya, seperti KMA 860 Tahun 2022, Perpres 60 Tahun 2024 tentang perubahan IAIN menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta keberadaan enam Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai distingsi nasional.

Di akhir sambutannya, Dr. Ayus menyampaikan harapan besar terhadap hasil asesmen.

“Kami berharap Prodi MPI S2 dapat meraih hasil terbaik—semoga mendapatkan predikat Unggul.”

Komitmen Mutu Pascasarjana

Selama dua hari, para asesor melakukan penilaian melalui wawancara, verifikasi dokumen, observasi sarana prasarana, hingga dialog bersama mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Proses AL berjalan dinamis dan mendapat dukungan penuh dari seluruh tim Pascasarjana.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat mutu akademik dan akuntabilitas pendidikan tinggi, khususnya pada Program Magister Manajemen Pendidikan Islam. (din)

Selasa, 02 Desember 2025

Rektor Resmikan Fasilitas Laboratorium Bisnis dan Febi’s Food Corner, FEBI Perkuat Ekosistem Wirausaha Digital

 

CIREBON – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memantapkan langkahnya sebagai pusat pengembangan inovasi bisnis digital dengan diresmikannya Laboratorium Bisnis, Pariwisata, dan Pemasaran Digital serta Kantin Laboratorium “Febi’s Food Corner”. 

Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan tumpeng oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pada Selasa (2/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Rektor turut didampingi unsur pimpinan FEBI, yaitu:

• Dekan FEBI — Dr. H. Didi Sukardi, MH.

• Wakil Dekan I — Dr. Layaman, M.Si.

• Wakil Dekan II — Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si.

• Kabag TU — Aef Saifuzaman, S.Ag.

• Kepala Laboratorium Pemasaran Digital — Usman, S.Sos., M.Si.

Setelah prosesi simbolis, rombongan melakukan peninjauan langsung fasilitas laboratorium dan area usaha yang akan menjadi pusat praktik manajemen bisnis modern di FEBI.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. – Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Laboratorium bisnis ini merupakan wujud nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis digital. Setiap kegiatan bisnis di lingkungan kampus harus terintegrasi dengan tata kelola BLU dan P2B agar berkontribusi pada kemandirian ekonomi institusi. Dari FEBI, kita berharap lahir unit-unit usaha baru yang inovatif dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.”

“Mahasiswa FEBI harus menjadi pelopor wirausaha syariah yang kreatif dan kompetitif. Fasilitas ini bukan hanya ruang praktik, tetapi tempat mencetak generasi penggerak ekonomi digital Indonesia.”

Dr. H. Didi Sukardi, SH., MH. – Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Launching laboratorium bisnis ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan kemandirian ekonomi kampus. Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama BSI, atas kolaborasi dalam pengembangan fasilitas ini.”

“Kami menugaskan tim laboratorium untuk menjalin kemitraan lebih luas dengan P2B dan menggandeng para mahasiswa penerima program wirausaha seperti PINBUK agar mampu menghasilkan inovasi usaha yang berkelanjutan.”

Laboratorium sebagai Ruang Kreasi Bisnis Mahasiswa

Kepala Laboratorium Pemasaran Digital, Usman, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa fasilitas baru ini akan menjadi katalis penguatan kompetensi praktik mahasiswa.

“Laboratorium ini didesain sebagai pusat kegiatan praktik bisnis, simulasi pariwisata syariah, digital marketing, serta wadah pengembangan inovasi kewirausahaan mahasiswa dan dosen,” ungkap Usman.

Tidak hanya itu, keberadaan Febi’s Food Corner juga menjadi bagian penting dari laboratorium bisnis terpadu.

“Kantin laboratorium ini akan mendukung pembelajaran manajemen bisnis syariah, sekaligus memberikan layanan konsumsi untuk sivitas akademika FEBI dan ke depan menyasar konsumen masyarakat yang lebih luas,” tambahnya optimistis.

FEBI Melangkah sebagai Inkubator Bisnis Kampus

Peresmian fasilitas ini tidak hanya memperkuat infrastruktur akademik, namun juga menjadi pijakan awal FEBI dalam:

Menghadirkan usaha rintisan (startup) mahasiswa

Mendorong kemandirian ekonomi kampus berbasis BLU

Mengintegrasikan pembelajaran dan praktik industry

Mengembangkan unit usaha baru berbasis digital dan pariwisata halal

Dengan langkah ini, FEBI semakin siap melahirkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha digital yang kreatif, profesional, dan berdaya saing global.

Rektor Resmikan Fasilitas Laboratorium Bisnis dan Febi’s Food Corner, FEBI Perkuat Ekosistem Wirausaha Digital


UIN Siber Cirebon – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memantapkan langkahnya sebagai pusat pengembangan inovasi bisnis digital dengan diresmikannya Laboratorium Bisnis, Pariwisata, dan Pemasaran Digital serta Kantin Laboratorium “Febi’s Food Corner”. Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan tumpeng oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pada Selasa (2/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Rektor turut didampingi unsur pimpinan FEBI, yaitu:

• Dekan FEBI — Dr. H. Didi Sukardi, MH.

• Wakil Dekan I — Dr. Layaman, M.Si.

• Wakil Dekan II — Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si.

• Kabag TU — Aef Saifuzaman, S.Ag.

• Kepala Laboratorium Pemasaran Digital — Usman, S.Sos., M.Si.

Setelah prosesi simbolis, rombongan melakukan peninjauan langsung fasilitas laboratorium dan area usaha yang akan menjadi pusat praktik manajemen bisnis modern di FEBI.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. – Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Laboratorium bisnis ini merupakan wujud nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis digital. Setiap kegiatan bisnis di lingkungan kampus harus terintegrasi dengan tata kelola BLU dan P2B agar berkontribusi pada kemandirian ekonomi institusi. Dari FEBI, kita berharap lahir unit-unit usaha baru yang inovatif dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.”

“Mahasiswa FEBI harus menjadi pelopor wirausaha syariah yang kreatif dan kompetitif. Fasilitas ini bukan hanya ruang praktik, tetapi tempat mencetak generasi penggerak ekonomi digital Indonesia.”

Dr. H. Didi Sukardi, SH., MH. – Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

“Launching laboratorium bisnis ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan kemandirian ekonomi kampus. Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama BSI, atas kolaborasi dalam pengembangan fasilitas ini.”

“Kami menugaskan tim laboratorium untuk menjalin kemitraan lebih luas dengan P2B dan menggandeng para mahasiswa penerima program wirausaha seperti PINBUK agar mampu menghasilkan inovasi usaha yang berkelanjutan.”

Laboratorium sebagai Ruang Kreasi Bisnis Mahasiswa

Kepala Laboratorium Pemasaran Digital, Usman, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa fasilitas baru ini akan menjadi katalis penguatan kompetensi praktik mahasiswa.

“Laboratorium ini didesain sebagai pusat kegiatan praktik bisnis, simulasi pariwisata syariah, digital marketing, serta wadah pengembangan inovasi kewirausahaan mahasiswa dan dosen,” ungkap Usman.

Tidak hanya itu, keberadaan Febi’s Food Corner juga menjadi bagian penting dari laboratorium bisnis terpadu.

“Kantin laboratorium ini akan mendukung pembelajaran manajemen bisnis syariah, sekaligus memberikan layanan konsumsi untuk sivitas akademika FEBI dan ke depan menyasar konsumen masyarakat yang lebih luas,” tambahnya optimistis.

FEBI Melangkah sebagai Inkubator Bisnis Kampus

Peresmian fasilitas ini tidak hanya memperkuat infrastruktur akademik, namun juga menjadi pijakan awal FEBI dalam:

Menghadirkan usaha rintisan (startup) mahasiswa

Mendorong kemandirian ekonomi kampus berbasis BLU

Mengintegrasikan pembelajaran dan praktik industry

Mengembangkan unit usaha baru berbasis digital dan pariwisata halal

Dengan langkah ini, FEBI semakin siap melahirkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam teori ekonomi Islam, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha digital yang kreatif, profesional, dan berdaya saing global. (din)