Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Desember 2025

UIN Siber Cirebon Tuntaskan Booklet Link and Match Ketenagakerjaan, Siap Dongkrak Maturity Rating BLU

 

CIREBON, FC — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing lulusan melalui finalisasi Booklet Link and Match Ketenagakerjaan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir / Career Development Center (CDC) secara resmi menuntaskan dokumen strategis tersebut pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Gedung CDC.

Proses finalisasi ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Penyusunan Dokumen Booklet Link and Match Ketenagakerjaan yang telah diselenggarakan pada November lalu. Penyelesaian booklet ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian upaya peningkatan Maturity Rating Badan Layanan Umum (BLU) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, karena memuat peta keterkaitan antara kurikulum, kompetensi lulusan, dan kebutuhan riil dunia kerja.

Kepala UPT Pengembangan Karir, Wahyono, M.Pd.I., menjelaskan bahwa dokumen tersebut disusun melalui proses pemetaan yang komprehensif dan partisipatif.

“Booklet ini bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi wujud nyata komitmen UIN Siber Cirebon sebagai universitas berbasis digital untuk menghadirkan lulusan yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Seluruh hasil pemetaan kebutuhan pasar kerja kini terangkum secara sistematis,” ujarnya.

Penyusunan booklet ini melibatkan kontribusi aktif perwakilan fakultas, pengelola pusat karir, dan tim pelaksana tracer study, serta mendapatkan masukan dari praktisi ketenagakerjaan dan pakar link and match industri.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., 

menyampaikan apresiasi atas tuntasnya dokumen tersebut.“Dokumen ini merupakan refleksi konkret atas kemampuan kita menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan. Kehadirannya akan memperkuat tata kelola BLU berbasis kinerja serta menjadi bukti keseriusan kita dalam menindaklanjuti hasil tracer study,” tegasnya.

Dengan rampungnya Booklet Link and Match Ketenagakerjaan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin mantap melangkah dalam transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kinerja, relevansi, dan kualitas layanan publik. Dokumen tersebut kini siap diimplementasikan sebagai panduan strategis jangka panjang untuk meningkatkan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun global. (Nur)

Senin, 08 Desember 2025

Tips Lengkap Mitigasi Banjir Dari BPBD Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana banjir.

“Masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Upaya sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Ikin.

Sebelum Musim Hujan: Persiapan yang Tidak Boleh Diabaikan

BPBD mengimbau warga untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini. Beberapa tindakan penting antara lain:

Menguras dan menutup sarang nyamuk untuk menghindari penyakit DBD.

Membuat sumur resapan sebagai upaya menahan limpasan air hujan.

Menyediakan karung pasir untuk penghambat air saat intensitas hujan meningkat.

Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana bagi warga di wilayah rawan.

Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat.

Mengamankan peralatan elektronik dari kemungkinan terendam air.

Menyediakan bak penyimpanan air bersih.

Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan.

Menurut Ikin, tindakan-tindakan tersebut mampu mengurangi potensi kerugian saat puncak hujan datang. “Pencegahan adalah langkah paling murah dan paling mudah,” tegasnya.

Saat Banjir Mengancam: Warga Diminta Tetap Tenang dan Patuh Instruksi Petugas

Ketika air mulai naik, warga diminta fokus pada keselamatan:

Matikan seluruh peralatan listrik untuk menghindari korsleting.

Amankan barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Menampung air bersih sebelum aliran air terganggu.

Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.

Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik.

Mengikuti seluruh instruksi dari petugas BPBD atau aparat desa.

Ikin menekankan bahwa kepatuhan warga dapat mempercepat proses evakuasi jika dibutuhkan. “Petugas di lapangan bekerja sesuai prosedur. Ikuti arahan demi keselamatan bersama,” katanya.

Setelah Banjir Surut: Pastikan Lingkungan Aman dan Sehat

Usai banjir, masalah tidak berhenti begitu saja. Penyakit pascabanjir seperti leptospirosis, gatal-gatal, dan diare kerap muncul jika kebersihan tidak diperhatikan.

BPBD mengarahkan masyarakat untuk:

Memberantas sarang nyamuk agar tidak terjadi peningkatan kasus DBD.

Menggunakan kaporit jika sumur terkontaminasi air banjir.

Mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga benar-benar mendidih.

Memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum dipasang.

Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan saat membersihkan rumah.

Mewaspadai tanda-tanda penyakit pascabanjir.

Kondisi Gawat Darurat? Hubungi 112

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghubungi 112 (bebas pulsa) untuk mendapatkan penanganan cepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (din)

Walikota: Kota Maju Dibangun dari Warga yang Melek Literasi dan Berpikir Kritis

 

CIREBON, FC – Sebuah kota yang maju tidak hanya ditandai oleh megahnya bangunan ataupun lengkapnya infrastruktur. Lebih dari itu, sebuah kota disebut maju ketika masyarakatnya memiliki daya nalar, kemampuan berpikir kritis, dan kecintaan terhadap pengetahuan. 

Pesan itulah yang disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo, saat membuka Festival Literasi 2025 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, Senin (8/12/2025).

Dalam suasana yang penuh semangat, Effendi Edo menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang cerdas dan tahan terhadap berbagai arus informasi. 

“Festival ini bukan sekadar kegiatan, tetapi deklarasi bersama bahwa Cirebon adalah kota yang menghargai buku dan menghormati pengetahuan,” ujarnya.

Walikota juga mengingatkan bahwa konsep literasi telah berkembang jauh dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. 

Di tengah derasnya arus digital, masyarakat kini menghadapi tantangan baru berupa misinformasi, disinformasi, hingga hoaks yang mudah menyebar.

Tantangan itu, menurutnya, menuntut masyarakat terutama generasi muda untuk lebih bijak dan kritis dalam mencerna setiap informasi yang datang.

“Literasi digital bukan hanya tentang cara menggunakan gawai, tetapi bagaimana kita bersikap. Bagaimana kita memverifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi,” katanya. 

Ia juga menyoroti pentingnya literasi budaya agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak tercerabut dari akar identitasnya di tengah gempuran budaya global.

Effendi Edo kemudian mendorong Dispusip Kota Cirebon untuk terus bertransformasi menjadi ruang yang hidup dan inklusif. 

Ia berharap perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi tumbuh menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang kreatif, ruang belajar, dan ruang kolaborasi.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi peran komunitas literasi, pegiat TBM, serta para relawan yang selama ini konsisten memperkuat gerakan literasi di Cirebon. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fondasi literasi yang paling kuat justru berasal dari keluarga. 

“Orang tua adalah guru pertama. Rumah harus menjadi perpustakaan mini tempat karakter dan rasa ingin tahu anak tumbuh,” tegasnya.

Ia mengajak orang tua meluangkan waktu untuk membaca bersama anak, berdiskusi tentang buku, dan mengurangi ketergantungan pada gawai. “Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Cirebon. Mari wujudkan kota yang cerdas, berbudaya, dan melek informasi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 bertujuan menumbuhkan budaya baca, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap festival ini menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan saling menginspirasi.

Festival Literasi 2025 yang berlangsung 8–12 Desember ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Walikota. Sejumlah kegiatan digelar selama festival, mulai dari gelar wicara, bedah naskah kuno, lomba membaca nyaring, parade band, diskusi buku, donor darah, senam bersama, hingga pameran buku.

Acara ini juga menghadirkan narasumber yang telah dikenal luas dalam dunia literasi dan pendidikan, di antaranya Maman Suherman, Kak Iyoes, Dini Lestari, Citra Sabrina, dan pendongeng Nur Amalia Farhana. Mereka hadir untuk memberikan inspirasi bagi masyarakat agar semakin dekat dengan literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Jakarta: Tim Arsiparis UIN Siber Cirebon Perkuat Implementasi SRIKANDI di ANRI dan Kemenag RI

 

JAKARTA — Tim Arsiparis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Umum, Dr. H. Susari, M.A., melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Biro Umum Kemenag RI pada Selasa, 8 Desember 2025. 

Kunjungan ini difokuskan pada penguatan pemahaman dan implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Penguatan Tata Kelola Arsip Digital

Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh masukan teknis, praktik terbaik, serta pendalaman regulasi terbaru terkait pengelolaan arsip dinamis secara elektronik melalui SRIKANDI. Aplikasi ini merupakan aplikasi umum bidang kearsipan yang mendukung implementasi SPBE sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 95 Tahun 2018, Peraturan ANRI Nomor 4 Tahun 2021, serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1 Tahun 2024 tentang penggunaan SRIKANDI pada PTKIN.

Rombongan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berinteraksi langsung dengan para pakar kearsipan ANRI selaku Pembina Kearsipan Nasional dan Biro Umum Kemenag RI selaku administrator utama SRIKANDI di lingkungan Kementerian Agama. Turut hadir dalam diskusi strategis tersebut antara lain Dipo Winarto, S.E., M.M. (Direktur Teknologi Informasi Kearsipan) dan Drs. M. Imam Mulyantono, M.A.P. (Direktur Kearsipan Pusat) beserta jajaran staf ANRI.

Wawasan Strategis dari ANRI

Di ANRI, tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai urgensi transformasi digital kearsipan. Fokus utama meliputi:

Penguatan kebijakan internal yang mendukung implementasi SRIKANDI.

Standarisasi klasifikasi arsip, Jadwal Retensi Arsip (JRA), dan tata naskah dinas elektronik.

Strategi konsolidasi dan migrasi arsip konvensional ke format digital yang terintegrasi.

Pendalaman Teknis di Biro Umum Kemenag RI

Di Biro Umum Kemenag RI, diskusi difokuskan pada aspek kebijakan dan teknis penerapan SRIKANDI di satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk PTKIN. Selain itu, turut dibahas latar belakang pembentukan Asosiasi Arsiparis Indonesia Kementerian Agama (AAI Kemenag). Beberapa poin penting yang mengemuka antara lain:

Alur proses bisnis persuratan elektronik dari hulu ke hilir.

Optimalisasi fitur SRIKANDI, termasuk tanda tangan elektronik tersertifikasi dan pengelolaan disposisi.

Penguatan peran pejabat pengelola tanda tangan elektronik di lingkungan kampus.

Komitmen dan Tindak Lanjut

Dalam pernyataannya, Dr. H. Susari menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pimpinan universitas dalam mendukung SPBE serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan transparan melalui pengelolaan arsip modern.

Hasil kunjungan ini akan segera ditindaklanjuti melalui:

Penyesuaian SOP kearsipan agar selaras dengan SRIKANDI.

Peningkatan kapasitas SDM melalui bimbingan teknis lanjutan.

Penguatan pengawasan internal atas konsistensi penggunaan aplikasi di seluruh unit kerja.

Koordinasi lanjutan dengan ANRI dan Kemenag RI terkait penyempurnaan struktur organisasi dan tata kelola.

Melalui dukungan dan arahan dari ANRI serta Kemenag RI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ditargetkan menjadi salah satu percontohan PTKIN dalam penyelenggaraan kearsipan elektronik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (nur)

Kejari Kota Cirebon dan UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Kuliah Umum 'Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat'

CIREBON, FC — Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Kejaksaan Negeri Kota Cirebon berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kuliah umum bertema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” pada Senin,  08 Desember 2025.

Kegiatan berlangsung di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan diikuti mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan urgensi peringatan Hakordia sebagai momentum memperkuat budaya integritas di perguruan tinggi.

“Mari kita tingkatkan layanan kita kepada sivitas akademika dan masyarakat dengan penguatan nilai-nilai integritas. Di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah ada SPI, dan saat ini kami juga mengembangkan aplikasi berbasis risiko sebagai bagian dari mitigasi dan pengendalian,” tegas Prof. Aan.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyampaikan sejarah singkat UIN Siber Cirebon sebagai PTKIN berbasis siber yang terus bertransformasi menjadi kampus unggul. Menurutnya, tata kelola berbasis digital harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui percepatan kapasitas, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Visi UIN adalah unggul dan berkelas dunia. Unggul sudah kita raih, sekarang tantangannya adalah bagaimana memantaskannya. Kita perlu bersiap masuk pemeringkatan world university ranking. Mahasiswa harus memiliki keterampilan digital apa pun jurusannya, tanpa kehilangan norma agama dan tradisi yang tetap kita jaga,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prof. Aan menegaskan adanya inisiatif program siber untuk memfasilitasi para guru di seluruh Indonesia yang belum memiliki ijazah melalui pemerataan akses pendidikan.

“Cirebon menjadi pilot project. Banyak perguruan tinggi yang ingin, tapi Cirebon yang mendapat keberkahannya. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan untuk kita semua. Intinya satu: penguatan integritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Feri Nopiyanto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra dalam pelaksanaan kuliah umum ini,” ujar Feri.

Ia menjelaskan bahwa peringatan Hakordia merupakan agenda tahunan Kejaksaan yang bertujuan membangun sinergi dengan dunia kampus.

“Ini merupakan agenda tahunan. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi dengan kampus. Para adik-adik sebagai generasi penerus bangsa, kami sangat membutuhkan dukungan, saran, dan masukan dari masyarakat dan mahasiswa untuk mendukung pemberantasan korupsi di Kota Cirebon,” katanya.

Kuliah umum ini menjadi ruang edukasi publik yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan perguruan tinggi dalam membangun budaya antikorupsi, serta memperkuat komitmen bersama menuju tata kelola yang bersih dan berintegritas. (din)

Pemkab Cirebon Serahkan Becak Listrik Kepada 100 Pebecak Lansia

 

KABUPATEN CIREBON — Sebanyak 100 pebecak lanjut usia (lansia) asal Kabupaten Cirebon mendapatkan bantuan berupa becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bantuan becak listrik ini didistribusikan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, Minggu (7/12/2025).

Pria yang akrab disapa Jigus ini mengatakan, dirinya mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Cirebon, mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kepedulian beliau kepada masyarakat Kabupaten Cirebon.

Menurut Jigus, dengan adanya bantuan becak listrik ini, tentunya akan memudahkan para penarik becak lansia yang berumur 60 tahun keatas ini dalam mencari nafkah.

Kehadiran becak listrik ini juga diharapkan bisa meningkatkan penghasilan dari para penarik becak.

“Kalau biasanya sehari hanya Rp25 ribu, diharapkan nanti bisa meningkat tiga kali lipat atau lebih. Apalagi ini sudah tidak ada sewa,” ujar Jigus.

Sebagai bentuk dukungan dari bantuan yang diberikan oleh presiden ini, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memfasilitasi tempat pengisian daya untuk becak listrik ini.

Sedangkan untuk target jangka panjang dan menengah, ia akan mencoba untuk membentuk terminal khusus bagi para penarik becak listrik, serta menempatkan becak listrik ini di lokasi wisata.

“Nanti kita coba bikin terminal khusus becak listrik,” ucapnya menambahkan.

Terkait lokasi wisata yang akan menjadi tempat mangkal becak listrik, Jigus menyebut, baru dua lokasi yang memungkinkan, yaitu Makam Sunan Gunung Jati dan Area Batik Trusmi.

“Mungkin nanti akan kita tempatkan juga di kawasan Batik Trusmi dan Makam Sunan Gunung Jati,” tuturnya.

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nani menegaskan, bahwa bantuan becak listrik ini merupakan dana pribadi dari presiden, bukan menggunakan dana pemerintah.

“Bantuan ini, merupakan dana pribadi presiden,” kata Nani.

Menurut Nani, bantuan becak listrik ini, sebagai salah satu bentuk keprihatinan presiden, mengingat masih banyaknya pebecak lansia yang masih bekerja.

Diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa meringankan para pebecak, khususnya yang berusia lanjut.

“Karena kalau yang sekarang, tinggal pencet saja, jadi tidak berat,” tuturnya.

Pada tahun ini, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 3.500 becak listrik di Indonesia.

Jika digabungkan dengan tahun kemarin, total becak listrik yang sudah didistribusikan mencapai 4.000 lebih.

Ia mengungkapkan, harga setiap becak listrik ini mencapai Rp22 juta. Sehingga, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu mengawasi, agar becak listrik ini tidak dipindahtangankan.

Nani juga menjelaskan, alasan pihaknya tetap memilih memberikan bantuan unit becak dibandingkan dengan memberikan modal, dikarenakan para pebecak ini sudah lebih berpengalaman dalam mengoperasikan becak dibandingkan dengan usaha lainnya.

“Kalau sekarang, walaupun tetap menarik becak, tapi lebih mudah dan bisa bersaing dengan transportasi lainnya,” pungkas Nani. (din)

Minggu, 07 Desember 2025

UIN Siber Cirebon Akhiri 2025 dengan Prestasi: LPH Raih Penghargaan Lembaga Penggerak Ekosistem Halal Se-Ciayumajakuning

 

CIREBON, FC — Menyongsong akhir tahun 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Melalui Lembaga Penjamin Halal (LPH), kampus berbasis digital pertama di Indonesia ini resmi menerima Penghargaan sebagai Lembaga Penggerak Ekosistem Halal Se-Ciayumajakuning dari Kantor Perwakilan OJK Cirebon. 

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Jelajah Kota Wali Fun Run 2025, sebuah agenda apresiasi bagi lembaga-lembaga yang berkontribusi aktif dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan industri halal di kawasan Ciayumajakuning.(07/12).

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bersama Ketua LPH, Mariyah Ulfah, M.Sy., hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Capaian ini menjadi bukti keseriusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat peran strategisnya melalui inovasi, riset, serta layanan halal yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Dalam pernyataannya, Prof. Aan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang turut mendorong capaian ini.

“Penghargaan ini adalah kado indah di penghujung tahun 2025. Kami berterimakasih kepada pemerintah daerah dan OJK Cirebon. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, khususnya LPH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujarnya.

Ketua LPH, Mariyah Ulfah, juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan OJK Cirebon atas kepercayaan dan apresiasi ini. Juga kepada Bapak Rektor yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap program-program LPH. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat layanan halal yang berkualitas,” katanya.

Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun layanan sertifikasi halal. 

Dalam konteks meningkatnya kebutuhan industri halal secara nasional, kampus ini terus berkomitmen menjadi pusat inovasi dan rujukan dalam pembangunan ekosistem halal yang modern dan berkelanjutan.

Menatap tahun 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis untuk memperkuat program-program strategis yang mampu memberi dampak lebih luas bagi perkembangan ekonomi halal di Indonesia, khususnya di wilayah Ciayumajakuning. Prestasi ini menjadi dorongan bagi kampus untuk terus melahirkan karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Nur)