Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Desember 2025

Wujudkan Ekonomi Inklusif, Pemkot Cirebon Fokus Sektor Unggulan dalam RKPD 2027

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penguatan sektor unggulan daerah sebagai motor penggerak pembangunan lokal. Langkah ini menjadi fokus utama dan menjadi tema dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2027.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka secara resmi Kick Off Meeting Penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon untuk Tahun 2027 di Bappelitbangda Kota Cirebon, Rabu (17/12/2025). 

Menurut Wali Kota, Kick Off Meeting ini tidak sekadar rutinitas administrasi, melainkan langkah awal yang fundamental dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan Kota Cirebon di masa depan. 

"Dokumen RKPD 2027 harus menjadi jembatan konkret yang menghubungkan visi besar kita dengan aksi nyata di lapangan,” ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, RKPD 2027 harus selaras dengan RPJMD Kota Cirebon Tahun 2025-2029 yang menargetkan terciptanya Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan pada 2029. Setiap program dan alokasi anggaran perlu diarahkan untuk mendekatkan Kota Cirebon pada target jangka menengah dan panjang tersebut.

Sejak dilantik pada Februari 2025, Wali Kota menyatakan, Pemerintah Kota Cirebon telah menyinkronkan seluruh gerak pembangunan, terutama menghadapi tantangan seperti Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja. 

Meski demikian, penyesuaian anggaran tetap berfokus pada tiga pilar utama: penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan jaminan kesehatan masyarakat, selaras dengan prioritas Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan tersebut, Kota Cirebon berhasil mencatatkan sejumlah capaian positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,89 persen pada Triwulan I, bahkan meningkat menjadi 5,20 persen pada Triwulan III. Inflasi juga relatif stabil di angka 2,27 persen, yang menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelas Wali Kota.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dalam penurunan angka kemiskinan dari 9,02% menjadi 8,66% per November 2025, berkat program perlindungan sosial yang tepat sasaran. Selain itu, Kota Cirebon mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Klasifikasi Unggul 2025, Swasti Saba Wiwerda  sebagai Kota Sehat 2025, dan pengakuan sebagai Daerah Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2024.

Meski capaian positif tersebut menjadi modal, Wali Kota menekankan pentingnya penyusunan RKPD 2027 yang lebih cermat dan terukur, untuk memastikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. 

"Proses perencanaan harus komprehensif dan melibatkan berbagai sudut pandang,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan fokus pada hasil pembangunan, Wali Kota menekankan pentingnya disiplin, akuntabilitas, dan pemanfaatan setiap peluang sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. 

“Mari kita maksimalkan seluruh potensi daerah dan bekerja dengan optimisme tinggi untuk mewujudkan Kota Cirebon yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Agus Herdhyana, menyampaikan target indikator makro kota untuk 2027. Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan mencapai 79,11 poin, pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,15-7,41 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,99 persen, indeks gini 0,417, dan tingkat kemiskinan 7,00 persen. Agus menegaskan bahwa RKPD harus menjadi implementasi visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota sesuai RPJMD 2025-2029 selama lima tahun ke depan.

“Penyusunan RKPD harus memastikan kesesuaian program dan kegiatan dengan indikator target nasional, memanfaatkan Basis Data Terpadu melalui e-Walidata, serta mengoptimalkan keterisian data pembangunan melalui Cirebon Satu Data," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung operasional kinerja pelayanan vital juga harus dijaga agar pelayanan publik tetap optimal.

"Sektor pelayanan publik juga harus tetap terjamin, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya. (din)



Rektor UIN Siber Cirebon Umumkan Penghargaan UI GreenMetric dan Izin Prodi S1 Bioteknologi

CIREBON, FC — Penghujung tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dengan penuh rasa bangga dan syukur menyampaikan kabar gembira atas dua capaian strategis yang diraih institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian pertama diraih pada Selasa, 16 Desember 2025, ketika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh Penghargaan UI GreenMetric 2025, sebuah pengakuan internasional atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, ramah lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Tak berselang lama, kabar membanggakan kembali hadir. Pada Rabu, 17 Desember 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara resmi menerima izin pembukaan Program Studi Bioteknologi Program Sarjana (S1). Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1136/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Bioteknologi Program Sarjana pada Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon di Kota Cirebon.

Rektor: Ini Buah Kerja Keras Kolektif Sivitas Akademika

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, Program Studi S1 Bioteknologi telah resmi memperoleh izin pembukaan sesuai Kepmendiktisaintek Nomor 1136/B/O/2025. Ini adalah kabar yang sangat membahagiakan dan menjadi hadiah terbaik di penghujung tahun 2025,” ungkap Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses panjang pengusulan hingga terbitnya izin tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika, khususnya tim yang terlibat langsung. Ini adalah hasil kerja keras kolektif teman-teman semuanya. Semoga Prodi Bioteknologi menjadi motor pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Perkuat Transformasi Kampus Siber dan Pengembangan Keilmuan Strategis

Pembukaan Program Studi S1 Bioteknologi menjadi langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas spektrum keilmuan sains dan teknologi, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi siber yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masa depan.

Dengan capaian penghargaan UI GreenMetric 2025 dan bertambahnya program studi baru, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kampus unggul, inovatif, berdaya saing global, serta berwawasan lingkungan dan keberlanjutan. (din)

Operasi Pasar Bersubsidi Stabilkan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. 

Hal ini diwujudkan melalui kehadiran langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama kepala perangkat daerah terkait dalam kegiatan Operasi Pasar Bersubsidi  (Opadi)  Natal dan Tahun Baru yang digelar Provinsi Jawa Barat di Kelurahan Kalijaga, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan Opadi ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam merespons potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.

Kepala UPT Industri Pangan Olahan dan Kemasan Disperindag Provinsi Jawa Barat, Ari Fadil Nasution, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar untuk program Opadi. Anggaran tersebut disalurkan dalam tiga momentum besar, yakni Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru.

“Khusus untuk momen Natal dan Tahun Baru, dialokasikan anggaran sebesar Rp5,6 miliar yang disalurkan ke 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk Kota Cirebon sendiri, jumlah paket yang disalurkan sebanyak 1.531 paket, sesuai dengan hasil kajian kebutuhan di daerah,” ujar Ari.

Ia menambahkan, setiap paket berisi beras 3 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Dengan nilai harga normal sekitar Rp96.700, masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga kurang lebih Rp40.000 karena mendapat subsidi sekitar 58 persen. 

“Kami berharap kegiatan Opadi ini tepat sasaran, benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menjaga stabilitas pangan dan meringankan pengeluaran warga,” katanya.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut baik pelaksanaan Opadi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. 

“Alhamdulillah, Opadi dari Provinsi Jawa Barat ini menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat Kota Cirebon,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kestabilan harga. 

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan berkelanjutan, sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Cirebon tetap terjaga,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan bahwa Pemkot Cirebon memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, Opadi merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon. Pemkot Cirebon sangat peduli agar inflasi tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujar Iing.

Melalui kegiatan Opadi ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap dapat terus menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan tenang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. 

Komitmen pemerintah untuk hadir, peduli, dan berpihak kepada masyarakat akan terus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan. Iing mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kenaikan harga di pasaran.

 “Kami dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pasti akan melakukan intervensi jika diperlukan. Pemkot Cirebon akan selalu hadir untuk masyarakat,” tegasnya. 

Selain kehadiran pejabat pemerintah, kegiatan Opadi juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu warga, Yuliana, mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako bersubsidi ini. 

Menurutnya, harga bahan pokok yang kerap naik menjelang akhir tahun bisa memberatkan rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pengeluaran terbatas.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan program Opadi ini. Paket sembako dengan harga terjangkau benar-benar meringankan pengeluaran kami menjelang Natal dan Tahun Baru. Beras, gula, minyak, dan tepung yang kami dapatkan sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Yuliana sambil tersenyum saat menerima paket sembako.

Ia berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga. 

"Kegiatan ini membuat kami merasa pemerintah peduli dan hadir di tengah masyarakat. Semoga setiap warga bisa merasakan manfaatnya, sehingga tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga kebutuhan pokok,” tambah Yuliana. (Nur)


Dokumentasi : Beni Agus Pratama

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati


Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon

Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

Pemkab Cirebon Perbaiki 417 Kilometer Jalan Di Tahun 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, total panjang jalan yang telah diperbaiki mencapai 417 kilometer.

Perbaikan jalan sepanjang 417 kilometer sepanjang 2025 itu mencakup peningkatan kualitas dan kegiatan pemeliharaan di berbagai wilayah.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menjelaskan, peningkatan jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Cirebon untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat.

“Berdasarkan data dari dinas, pada tahun ini pemerintah daerah mengerjakan 47 kilometer peningkatan jalan, baik berupa hotmix maupun rigid beton,” ujar pria yang kerap disapa Jigus ini usai Safari Pembangunan di wilayah barat, Senin (15/12/2025).

Selain peningkatan jalan, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon juga melaksanakan pemeliharaan rutin sepanjang 350 kilometer, serta pemeliharaan berkala sepanjang 20 kilometer.

Seluruh kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional dan aman digunakan.

“Dengan demikian, total panjang jalan yang telah ditangani pada tahun 2025 mencapai 417 kilometer,” kata Jigus.

Ia menambahkan, capaian tersebut belum termasuk dukungan dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Pada program tersebut, terdapat dua ruas jalan yang juga menjadi perhatian, yakni ruas Arjawinangun–Suranenggala dan ruas Pabuaran–Sindanglaut.

“Angka ini (total panjang jalan yang sudah diperbaiki) belum termasuk tambahan dari program IJD dari pemerintah pusat,” ucapnya menambahkan. (din)







Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan UIN Siber Cirebon Pelajari Implementasi UI GreenMetric melalui Campus Tour di Universitas Diponegoro

 

SEMARANG, FC — Dalam rangka memperkuat pemahaman serta implementasi prinsip kampus berkelanjutan, Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) mengikuti kegiatan UI GreenMetric Campus Tour di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) pengelolaan kampus berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).(16/12).

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I, bersama tim yang terdiri atas Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd., dan Fitriana, M.H. Campus tour ini memfokuskan kunjungan pada sejumlah fasilitas unggulan di lingkungan Sekolah Vokasi UNDIP yang mendukung konsep green campus.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau Teaching Factory LED Lamp Factory, Voca Water, serta unit Biodiesel. Ketiga fasilitas tersebut merepresentasikan integrasi antara pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Teaching Factory LED Lamp Factory menampilkan proses pembelajaran berbasis industri yang tidak hanya menekankan penguatan keterampilan mahasiswa, tetapi juga efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. 

Sementara itu, Voca Water memperlihatkan sistem pengelolaan air berkelanjutan yang efektif dalam mendukung konservasi sumber daya air di lingkungan kampus. Adapun unit Biodiesel menjadi contoh nyata pemanfaatan energi alternatif sebagai upaya pengurangan emisi karbon serta dukungan terhadap transisi energi bersih.

Dr. Maulidya Ulfah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam pengembangan kebijakan, program, serta indikator pemeringkatan berbasis UI GreenMetric. 

“Melalui campus tour ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana konsep keberlanjutan diterapkan secara nyata, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam aktivitas pendidikan, riset, serta pengelolaan lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengadaptasi dan mengembangkan praktik-praktik keberlanjutan yang relevan dengan karakteristik kampus siber. 

Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat semakin memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kinerja pemeringkatan kampus, baik di tingkat nasional maupun internasional. (din)

Upaya Penataan Kota, Pemkot Cirebon Bongkar Bangunan PKL di Bantaran Sungai Sukalila

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus melangkah dalam upaya menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru, yang selama ini dipenuhi bangunan pedagang kaki lima (PKL). 

Seluruh bangunan PKL di area tersebut dibongkar sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus mendukung program normalisasi Sungai Sukalila. Ke depan, kawasan tersebut juga akan dibangun pedestrian, pemagaran, dan taman sebagai ruang publik. 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Cirebon yang dilanjutkan dengan kegiatan penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila, Senin (15/12/2025). Penertiban berjalan tertib dan kondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan imbauan secara bertahap.

Sejak jauh hari, Pemkot Cirebon telah menyampaikan peringatan pertama hingga ketiga kepada para pedagang. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana sebagian besar PKL telah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun ke lapangan. 

Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Linmas, dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Selama proses penertiban, sejumlah ruas jalan menuju kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mendukung mobilitas alat berat serta menghindari kepadatan lalu lintas. Pemerintah juga memastikan aktivitas warga tetap terlayani dengan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah kooperatif dan mendukung program pemerintah. Ia berharap seluruh bangunan di kawasan Sukalila dan Kalibaru dapat diratakan sesuai rencana dan prosesnya berjalan lancar.

"Alhamdulillah, pedagang bisa membongkar secara mandiri. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar wali kota.

Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang. Ia mengatakan bahwa sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang disiapkan pemerintah, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).

"Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang dialog dengan para pedagang dalam penertiban dan penataan Kawasan ini.  

“Kami menerima aspirasi dari pedagang bunga di Kalibaru Utara. Dari 44 pedagang, ketua dan perwakilannya menyampaikan keinginan relokasi di tempat terbuka dengan space yang representatif,” jelasnya.

Iing menambahkan, Pemkot Cirebon menawarkan relokasi di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC), namun sebagian pedagang bunga di Kalibaru meminta lokasi di tempat yang terbuka. Menurut Iing, Pemkot Cirebon menawarkan lokasi di belakang Terminal Harjamukti, secara teknis nanti akan diatur melalui ketua paguyuban. 

“Kami memfasilitasi tempat dan pengangkutan ke lokasi. Pedagang di sini sudah ikonik, kami yakin pelanggan akan mencari, meski dipindahkan. Tugas kami mendukung, membantu promosi, dan memberikan informasi terkait relokasi agar kawasan baru bisa cepat ramai,” kata Iing.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menjelaskan teknis pelaksanaan penertiban dilakukan di Sukalila Utara dan Selatan serta Kalibaru Utara dan Selatan. 

“Fokus hari ini pembongkaran bangunan yang masih tersisa dan ditargetkan selesai hari ini. Setelah itu, dua hingga tiga hari ke depan dilakukan pembenahan dan pengangkutan material,” ungkapnya.

Edi menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi dengan menurunkan empat unit ekskavator. Dua ekskavator besar dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung dan dua ekskavator kecil dari Dinas Pekerjaan Umum. 

"Kami juga membantu pengangkutan barang dagangan pedagang ke rumah atau lokasi usaha baru, sementara material seperti kayu dibuang ke TPA Kopiluhur,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Ketua RW 3 Pagongan, Kaelani, menyatakan pihaknya mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah. “Kami mendukung penataan kota. Untuk keindahan dan keteraturan kota, tentu ini hal yang baik,” katanya singkat.

Salah satu pedagang seafood, Via, yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut, mengaku telah membongkar lapaknya secara mandiri. “Saya sudah berjualan tiga tahun di sini. Sebelumnya memang sudah ada surat peringatan, jadi kami bongkar sendiri. Kami mendukung program pemerintah agar penataan kota dan sungai ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya. (din)



Selasa, 16 Desember 2025

UIN Siber Cirebon Gelar Evaluasi Program Prioritas Asta Protas Bersama Tim Itjen Kemenag RI

 


CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Evaluasi Program Prioritas oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Senat Lantai 2. 

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan peningkatan dampak program strategis perguruan tinggi keagamaan negeri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Itjen Kemenag RI yang dipimpin oleh Siti Marwati selaku Ketua Tim, dengan Ro’Ikhatul Azizah sebagai Pengendali Teknis, serta anggota tim Arif Prayogo, Mohamad Rohim, dan Dinang Firmansyah. Acara dipandu langsung oleh Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Umum UIN SSC, Dr. H. Susari, M.A.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Keuangan dan Umum, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Itjen Kemenag RI. Ia menegaskan bahwa evaluasi program prioritas merupakan langkah strategis dalam memastikan keselarasan kebijakan universitas dengan arah pembangunan Kementerian Agama. Kegiatan ini, menurutnya, juga menjadi momentum refleksi institusional dalam meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan dampak program. Sambutan tersebut disampaikan dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf.

Sementara itu, Siti Marwati selaku Ketua Tim Itjen menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menilai implementasi Program Prioritas Kementerian Agama secara komprehensif, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Secara lebih rinci, Ro’Ikhatul Azizah sebagai Pengendali Teknis memaparkan Evaluasi Implementasi Asta Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama Tahun 2025–2029. Ia menjelaskan bahwa evaluasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem kebijakan yang berdampak, inklusif, dan modern. Dasar hukum kegiatan ini merujuk pada KMA Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025–2029, serta mandat pengawasan Inspektorat Jenderal dalam melakukan pemantauan dan evaluasi berkala.

Azizah menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah menjamin quality assurance atas laporan kinerja, sekaligus menggeser paradigma audit dari berbasis kegiatan (event-based) menuju audit berbasis dampak komunitas. Ia juga memaparkan peta baru Asta Protas yang mencakup penguatan ekosistem terintegrasi, restrukturisasi program strategis, serta tiga dimensi utama pembangunan, yakni rekonsiliasi sosial-spiritual, pemberdayaan akar rumput, dan modernisasi birokrasi.

Dalam pemaparannya, Azizah menjelaskan model evaluasi berbasis Input–Process–Output (I-P-O). Aspek input menilai keselarasan Renstra, Perjanjian Kinerja, dan dukungan anggaran DIPA; aspek proses menilai kepatuhan juknis, kualitas koordinasi, serta implementasi layanan; sedangkan aspek output menekankan validasi data, capaian IKU, dan bukti dampak nyata bagi masyarakat. Sistem penilaian dilakukan secara hibrid melalui skor kepatuhan dan kualitas untuk membaca tingkat kematangan kebijakan.

Khusus bagi PTKIN, termasuk UIN SSC, evaluasi difokuskan pada peran sebagai knowledge hub dan inovator, dengan empat program prioritas utama: Kerukunan, Ekoteologi (Green Campus), Pendidikan Unggul, dan Digitalisasi. Keempatnya mencakup penguatan kurikulum moderasi beragama, kebijakan kampus hijau, percepatan akreditasi dan reputasi global, serta pengembangan smart campus dan keamanan siber.

Tim Itjen juga memaparkan alur evaluasi yang berlangsung pada 17–24 Desember 2025, meliputi entry meeting, desk audit, uji petik lapangan, wawancara, hingga exit meeting. Selain itu, disampaikan pula daftar dokumen dan bukti dukung yang perlu disiapkan, mulai dari dokumen perencanaan, data sistem, hingga bukti capaian program di tingkat institusi.

Melalui kegiatan evaluasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin mampu menyelaraskan kebijakan institusional dengan Asta Protas Kementerian Agama, memperkuat tata kelola berbasis dampak, serta meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan keagamaan dan sosial yang berkelanjutan. (din)