Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Januari 2026

Tinjau Tanggul Jebol di Kalijaga, Wakil Wali Kota Dorong Normalisasi Sungai dan Sinergi Lintas Sektoral

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Buana Kalijaga untuk melihat dampak kerusakan akibat jebolnya tanggul pembatas sungai, Selasa (6/1/2026). 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga terkait banjir bandang yang dipicu oleh tingginya debit air kiriman serta sumbatan material dari wilayah hulu.

​Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta pihak terkait lainnya. 

Selain memantau kerusakan infrastruktur, Wakil Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

​"Kondisi ini dipicu oleh arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu, sehingga memberikan tekanan luar biasa pada batas benteng perumahan," ujar Wakil Wali Kota di lokasi peninjauan.

​Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tanggul yang jebol memiliki dimensi sekitar 16 x 2 meter. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dengan cepat ke area pemukiman warga. 

Sebagai langkah awal, Wakil Wali Kota telah menginstruksikan tim Damkar untuk membantu pembersihan lumpur di jalan-jalan komplek serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan teknis sungai.

"Pemkot Cirebon hadir untuk memberikan solusi. Kami sedang mengupayakan langkah darurat berupa pembangunan benteng atau tanggul sementara bersama masyarakat untuk menahan debit air agar tidak kembali masuk ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa solusi permanen yang dibutuhkan adalah normalisasi dan pelebaran sungai. 

Menurutnya, sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus menjadi faktor utama penyebab dangkalnya sungai, sehingga tidak lagi mampu menampung volume air saat intensitas hujan tinggi.

"Masalah utama ada pada pendangkalan dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras. Saya meminta masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kita harus mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga kita sendiri agar bencana seperti ini tidak terus berulang," tegasnya.

​Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak.  Wakil Wali Kota juga berharap sinergi antara pemerintah, pengembang, dan kesadaran kolektif masyarakat. 

"Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang," pungkasnya. (Olan)



Wabup Jigus Tinjau Banjir di Mundu, Tanggul Jebol Penyebab Sungai Meluap

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wabup yang akrab disapa Jigus mendatangi dua lokasi terdampak terparah, yakni Perumahan Green Pamengkang dan Perumahan Puri Banjarwangunan.

Ratusan rumah di kedua kawasan itu terendam air akibat luapan sungai dan kerusakan infrastruktur pengendali banjir.

Di Perumahan Green Pamengkang, Jigus menelusuri langsung aliran sungai yang diduga menjadi pemicu banjir.

Dari hasil peninjauan, diketahui banjir terjadi akibat jebolnya tanggul di sekitar kawasan perumahan, sehingga air sungai dengan cepat masuk ke permukiman warga.

“Tadi saya sudah menelusuri sungai yang menjadi penyebab banjir di Perumahan Green Pamengkang. Banjir ini terjadi karena tanggul yang dibangun oleh developer jebol, sehingga air langsung masuk ke pemukiman warga,” ujar Jigus.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Jigus menegaskan akan segera mengumpulkan sejumlah pihak terkait guna mengambil langkah konkret perbaikan tanggul yang rusak.

“Supaya kejadian ini tidak terulang, saya akan mengumpulkan paguyuban masyarakat, BBWS, pihak developer, pemerintah desa, serta dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret,” ucapnya.

Sementara itu, terkait banjir di Perumahan Puri Banjarwangunan, Jigus secara langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Banjir di kawasan tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Kalilunyu yang tidak mampu menampung debit air akibat sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

“Saya bersama BBWS tadi meninjau langsung Sungai Kalilunyu yang menjadi penyebab banjir di Banjarwangunan,” tuturnya.

Ia menegaskan, normalisasi Sungai Kalilunyu akan segera dilakukan sebagai langkah penanganan jangka pendek dan menengah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

“Dalam waktu dekat, sungai ini harus mulai dilakukan normalisasi. Sedimentasi dan penyempitan Sungai Kalilunyu menjadi penyebab utama banjir,” tegasnya.

Selain penanganan teknis, Jigus juga memerintahkan BPBD Kabupaten Cirebon bersama pihak kecamatan untuk segera melakukan asesmen terhadap warga terdampak banjir.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak.

“Langkah cepat yang kami lakukan adalah mengirimkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir di Perumahan Puri Banjarwangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jigus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah terjun langsung membantu proses evakuasi serta penanganan warga di lokasi banjir. (Nur)




Senin, 05 Januari 2026

Tinjau Rumah Warga yang Ambruk di Pegambiran, Wakil Wali Kota Pastikan Bantuan Segera Terealisasi

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi dua unit rumah warga yang mengalami kerusakan parah di Kelurahan Pegambiran, Senin (5/1/2026). 

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Sukadi di RT 02 RW 08 yang mengalami musibah tembok ambruk, serta kediaman Adah di RT 01 RW 08 yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni secara keseluruhan.

"Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan membersamai masyarakat untuk meninjau dua titik rumah di Kelurahan Pegambiran. Kami turun langsung untuk merespons aspirasi warga sekaligus melakukan survei guna memastikan kondisi keluarga yang terdampak. Kami bersyukur kondisi penghuninya dalam keadaan baik, meskipun ada bangunan yang temboknya runtuh total akibat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, serta ada rumah yang memang kondisinya sudah sangat rapuh dan tidak layak huni mulai dari lantai hingga atap," ujarnya.

​Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi antar instansi. 

Ia menyebutkan bahwa usulan bantuan untuk perbaikan rumah tersebut sudah diproses melalui Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cirebon, serta menjajaki peluang bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak agar pengerjaannya bisa segera dimulai pada tahun anggaran 2026.

​"Untuk rumah yang ambruk, datanya sudah masuk ke Dinas Sosial, sementara untuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sudah masuk dalam pendataan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Kami terus mendorong agar usulan ini menjadi prioritas karena kondisinya memang sudah sangat mendesak. Insya Allah, semuanya akan direalisasikan pada tahun 2026 sesuai dengan urutan prioritas dan kemampuan anggaran daerah yang ada," tambahnya.

​Dalam kunjungannya tersebut, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya langkah preventif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana banjir di wilayah perkotaan. 

Ia menekankan bahwa penanganan infrastruktur seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase memerlukan kolaborasi lintas sektoral. Termasuk kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung serta koordinasi dengan wilayah kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan aliran sungai di Kota Cirebon.

​"Kami butuh kolaborasi dan kesadaran bersama, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saya meminta masyarakat untuk lebih peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air atau gorong-gorong. 

Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pemantauan mulai dari tingkat RT, RW, hingga Kelurahan untuk memastikan tidak ada bangunan liar yang menghambat aliran air, serta melakukan normalisasi sungai bersama BBWS guna meminimalisir risiko bencana di masa mendatang," tutupnya. (Ara)



Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

Kamis, 01 Januari 2026

Dua Prodi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Unggul Jelang Akhir 2025

 

CIREBON, FC — Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menutup tahun 2025 dengan capaian membanggakan. Dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), berhasil meraih nilai maksimal dalam asesmen lapangan dan resmi memperoleh predikat Unggul. 

Prestasi ini menjadi kado terindah bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di penghujung tahun. (30/12/25)

Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus yang bekerja secara solid dan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Bapak Rektor, Tim Asesor, Tim LPM, Tim Task Force, serta Tim Akreditasi Prodi PAI dan MPI. Ini adalah bukti nyata dari komitmen dan kolaborasi lintas unit kerja,” ujar Prof. Ilman.

Lebih lanjut, Prof. Ilman menegaskan bahwa raihan predikat unggul ini sejalan dengan visi besar Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan perguruan tinggi unggul dan berkelas dunia. 

Asesmen lapangan yang dilalui dinilai menjadi momentum penting dalam penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, serta budaya mutu berkelanjutan di lingkungan Pascasarjana.

Secara capaian nilai, Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mencatatkan prestasi membanggakan dengan nilai akreditasi tertinggi ke-2 se-UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni 371, tepat di bawah Prodi S1 Hukum Tatanegara Islam (HTNI) yang meraih nilai 372. 

Sementara itu, Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) meraih nilai 369, sekaligus menempati peringkat tertinggi ke-3 di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Capaian ini semakin menegaskan kualitas akademik Pascasarjana yang kompetitif dan unggul.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., menilai capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari target yang lebih besar.

“Insyaallah pada tahun 2026, Pascasarjana siap mengawal empat program studi lainnya agar dapat meraih predikat unggul dalam pelaksanaan asesmen lapangan,” tegas Prof. Sugianto.

Adapun target Prodi Unggul Tahun 2026 meliputi:

Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI)

Doktor Hukum Keluarga Islam (HKI)

Magister Hukum Keluarga (HK)

Magister Ekonomi Syariah (EKOS)

Tidak hanya fokus pada akreditasi, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga terus melakukan ekspansi akademik melalui pengembangan program studi baru pada tahun 2026, antara lain:

Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Magister Pendidikan Bahasa Inggris

Magister Pendidikan Biologi

Selain itu, sebagai bentuk inovasi dan respons terhadap kebutuhan masyarakat serta kalangan profesional, Pascasarjana juga mengembangkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mencakup:

Magister Pendidikan Agama Islam (PAI)

Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Magister Hukum Keluarga (HK)

Magister Ekonomi Syariah (EKOS)

Keberhasilan Prodi PAI dan MPI ini semakin mengukuhkan posisi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam dan manajemen pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Capaian tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. (din)

Rabu, 31 Desember 2025

DKM Al Muhajirin Bersama Warga Sumber Asri Perkuat Silaturrahmi Melalui Wisata Religi

 

CIREBON, FC – Rombongan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin bersama para tokoh masyarakat, Ketua RW 05, serta warga Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melaksanakan perjalanan wisata religi sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antarwarga.

Kegiatan wisata religi ini diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus DKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi spiritual, tetapi juga momentum refleksi diri serta peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustad Gaos S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan wisata religi ini merupakan agenda kebersamaan yang bertujuan memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. 

“Selain beribadah dan ziarah, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antarwarga serta memperkuat sinergi antara pengurus DKM dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, wisata religi menjadi sarana positif untuk membangun kekompakan warga sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama perjalanan, rombongan mengisi kegiatan dengan zikir dan doa bersama di beberapa tempat yang dikunjungi.

Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan persatuan warga RW 05 Sumber Asri Desa Kecomberan.

Selain itu, wisata religi ini juga menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan, keimanan, dan kepedulian sosial dapat berjalan seiring, sekaligus memperkokoh hubungan antara pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan warga Sumber Asri. 

Sementara itu, acara lainnya adalah pengurus DKM Al Muhajirin mengadakan rapat persiapan kegiatan Isra Mi'raj di ruang auditorium penginapan di Surabaya sekaligus penyusunan Panitia dan tugas-tugasnya, dengan tujuan kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses. (din)

Kabupaten Cirebon Raih Anugerah Kabupaten Informatif Empat Kali Berturut-Turut

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali meraih Anugerah Kabupaten Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik se-Jawa Barat Tahun 2025.

Kegiatan tersebut digelar oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025) malam.

Penghargaan ini menjadi yang keempat kalinya secara berturut-turut diterima Pemerintah Kabupaten Cirebon sejak 2022.

Anugerah Kabupaten Informatif diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kepada Bupati Cirebon Imron.

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen kuat pemerintah daerah dalam menerapkan keterbukaan informasi publik secara konsisten.

“Penghargaan Kabupaten Informatif yang keempat kali ini merupakan hasil dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menerapkan keterbukaan informasi publik secara konsisten,” ujar Imron.

“Kunci keberhasilannya terletak pada penguatan peran PPID di seluruh perangkat daerah, peningkatan kualitas layanan informasi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan akses informasi yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau masyarakat,” lanjutnya.

Imron berharap, capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga keterbukaan informasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon selaku PPID Utama, Bambang Sudaryanto menegaskan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.

“Penghargaan Kabupaten Informatif ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menerapkan keterbukaan informasi publik secara konsisten,” kata Bambang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengumpulan dan penyediaan informasi publik selama pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) 2025,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel, guna mendorong partisipasi serta kepercayaan masyarakat. (din)




Migrant Day International 2025, Wabup Jigus Tekankan Pentingnya Jalur Resmi

 

KABUPATEN CIREBON — Ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Cirebon berkumpul di halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon untuk memperingati Hari Migran Internasional, Senin (29/12/2025).

Kegiatan terseut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman.

Dalam sambutannya, Jigus sapaan akrabnya, menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai pejuang devisa negara yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Ia menegaskan pentingnya keberangkatan melalui jalur resmi agar para PMI mendapatkan perlindungan hukum dan tercatat secara administratif.

“PMI adalah pejuang devisa. Tahun ini tercatat ada 8.803 PMI asal Kabupaten Cirebon yang berangkat bekerja ke luar negeri,” katanya.

Menurutnya, jika rata-rata satu PMI mengirimkan uang sekitar Rp5 juta per bulan kepada keluarganya di kampung halaman, maka perputaran uang di Kabupaten Cirebon bisa mencapai Rp400 hingga Rp500 miliar per tahun.

“Ini angka yang sangat besar dan nyata dampaknya bagi ekonomi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, Jigus mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus dibenahi, khususnya terkait literasi keuangan bagi PMI dan keluarganya.

Ia berharap penghasilan yang diperoleh dari luar negeri dapat dikelola dengan baik dan produktif.

“Jangan sampai uang hasil kerja keras mereka habis tanpa arah. Kita ingin membekali PMI dengan literasi keuangan, sesuai jargon ‘Berangkat jadi pekerja migran, pulang jadi juragan’,” tegasnya.

Ia berharap, para PMI tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga kembali ke daerah sebagai pribadi yang mandiri, berdaya, dan memiliki usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menegaskan, bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan secara komprehensif bagi PMI.

Ia menyampaikan, sejak tahun 2022 pihaknya secara masif melakukan sosialisasi ke desa-desa yang menjadi kantong PMI guna mencegah keberangkatan secara ilegal.

“Salah satu mekanismenya, kuwu atau kepala desa wajib mengetahui dan menandatangani izin keluarga. Kalau tidak diketahui kuwu, bisa dipastikan itu melalui jalur ilegal,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mendaftarkan diri melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) resmi guna menghindari praktik percaloan yang kerap merugikan calon pekerja migran.

Adapun negara tujuan PMI asal Kabupaten Cirebon hingga saat ini meliputi Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, dengan mayoritas bekerja sebagai pekerja domestik.

Melalui peringatan Hari Migran Internasional ini, Pemkab Cirebon berharap kesadaran masyarakat untuk bekerja ke luar negeri secara aman, prosedural, dan bermartabat semakin meningkat. (Nur)