Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Januari 2026

Musrenbang Kelompok Rentan Tekankan Perhatian Serius Bagi Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, Selasa (6/1/2026).

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Dengan adanya Musrenbang yang membahas persoalan perempuan, anak, lansia, dan disabilitas, kami berharap di Kabupaten Cirebon ke depan akan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang mendapat perhatian dan dukungan penuh,” ujar Imron.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.

Oleh karena itu, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk hadir dan membantu mereka agar dapat berdaya dan bermanfaat.

“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan kita layani sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Imron juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, termasuk di tingkat kecamatan.

Ia berharap ke depan, setiap kecamatan mampu menyediakan pelayanan yang memudahkan penyandang disabilitas dalam mengurus berbagai keperluan tanpa hambatan.

“Kami ingin ada pelayanan khusus disabilitas, supaya mereka tidak mengalami kesulitan saat memiliki keperluan, misalnya di kecamatan atau tempat pelayanan lainnya,” tambahnya.

Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, serta mampu menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas secara berkelanjutan. (Nur)








Pemkab Cirebon Carikan Solusi Penanganan Banjir Di Kecamatan Mundu

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti kejadian banjir yang melanda Kecamatan Mundu.

Sejumlah langkah koordinatif dilakukan guna mencari solusi penanganan banjir agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dan peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, hingga para kuwu di wilayah Kecamatan Mundu.

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi penyebab banjir serta perumusan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan hasil pendataan awal, banjir berdampak pada sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu.

Genangan air yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi,” ujar Jigus, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas sektor, karena permasalahan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir.

Faktor kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta penyumbatan aliran air oleh sampah menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.

Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memastikan adanya tanggung jawab dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, BBWS, dan pihak terkait lainnya,” kata Jigus.

Ke depan, Pemkab Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan sinergi semua pihak, pemerintah daerah berharap permasalahan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (din)

Berkat Kepemimpinan Visioner Dr H Acep Komara Antarkan FEB UGJ Cirebon Menjadi Kampus Bertaraf Internasional

Kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina


CIREBON, FC — Nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kian harum di kancah internasional. Sejumlah perguruan tinggi luar negeri banyak yang berkunjung melakukan studi banding dan kerjasama internasional dengan kampus dibawah kepemimpinan Dr H Acep Komara ini.

Di balik capaian tersebut, sosok Dr H Acep Komara, SE, MM, M.Si tampil sebagai figur sentral yang dengan visi, komitmen, dan kerja nyata berhasil membawa FEB UGJ melangkah jauh melampaui batas regional, bahkan nasional.

Di bawah kepemimpinannya, FEB UGJ tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat lokal, tetapi juga dipercaya oleh dunia internasional sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, bisnis, dan budaya. Kepercayaan itu terus mengalir seiring obsesi besar dan konsistensi Dr H Acep Komara dalam membangun jejaring kerja sama global.

Salah satu bukti nyata dari pengakuan internasional tersebut adalah kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. 

Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina, yang terdiri dari 17 perempuan dan 3 laki-laki, didampingi oleh seorang dosen pendamping. Program berlangsung selama 10 hari, mulai 5 hingga 14 Januari 2026, dan menjadi momentum penting bagi FEB UGJ dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

Selama mengikuti short course, para mahasiswa asing tersebut mempelajari berbagai aspek pengetahuan bisnis serta budaya Cirebon secara khusus dan Jawa Barat secara umum. 

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai ruang dialog lintas budaya yang memperkenalkan kekayaan dunia usaha dan budaya Nusantara kepada mahasiswa internasional.

“Melalui program ini, mahasiswa asing diharapkan memperoleh wawasan yang utuh tentang praktik bisnis di Indonesia sekaligus memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas nasional,” ungkap Dr H Acep Komara dalam salah satu kesempatan.

Lebih dari sekadar program jangka pendek, kegiatan short course inbound ini merupakan bagian dari strategi besar FEB UGJ untuk memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di kawasan Asia dan dunia. Strategi ini terbukti efektif, mengingat FEB UGJ telah mencatatkan berbagai aktivitas internasional lainnya.

Sejumlah capaian internasional yang berhasil diraih FEB UGJ antara lain pembukaan kelas internasional, pengiriman mahasiswa ke luar negeri untuk mengikuti short course, summer camp, student exchange, dan transfer kredit internasional, pelaksanaan visiting lecturer, PKM internasional, hingga keberhasilan mahasiswa FEB UGJ meraih prestasi juara dalam berbagai kompetisi internasional.

Keberhasilan menarik mahasiswa asing untuk belajar langsung di kampus FEB UGJ semakin menegaskan posisi fakultas ini sebagai kampus bertaraf internasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari visi global dan kepemimpinan transformatif Dr H Acep Komara yang secara konsisten mendorong FEB UGJ untuk terus beradaptasi dan berdaya saing di tingkat dunia.

Saat ini, FEB UGJ juga telah menjadi tujuan studi bagi mahasiswa asing jenjang S1 yang berasal dari tiga negara, yakni Sudan, Yaman, dan Timor Leste. Keberagaman ini memperkaya atmosfer akademik dan menjadi modal penting dalam membangun lingkungan pembelajaran multikultural.

Ke depan, FEB UGJ bertekad untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing dari berbagai negara, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global. Dengan fondasi kepemimpinan yang kuat, program internasional yang berkelanjutan, serta kepercayaan dunia yang terus tumbuh, FEB UGJ optimistis mampu mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan ekonomi dan bisnis berkelas dunia.

Di tangan Dr H Acep Komara, FEB UGJ tidak sekadar bermimpi tentang internasionalisasi, tetapi telah membuktikannya melalui langkah nyata dan prestasi yang membanggakan. (din)

Selasa, 06 Januari 2026

Tinjau Tanggul Jebol di Kalijaga, Wakil Wali Kota Dorong Normalisasi Sungai dan Sinergi Lintas Sektoral

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Buana Kalijaga untuk melihat dampak kerusakan akibat jebolnya tanggul pembatas sungai, Selasa (6/1/2026). 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga terkait banjir bandang yang dipicu oleh tingginya debit air kiriman serta sumbatan material dari wilayah hulu.

​Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta pihak terkait lainnya. 

Selain memantau kerusakan infrastruktur, Wakil Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

​"Kondisi ini dipicu oleh arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu, sehingga memberikan tekanan luar biasa pada batas benteng perumahan," ujar Wakil Wali Kota di lokasi peninjauan.

​Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tanggul yang jebol memiliki dimensi sekitar 16 x 2 meter. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dengan cepat ke area pemukiman warga. 

Sebagai langkah awal, Wakil Wali Kota telah menginstruksikan tim Damkar untuk membantu pembersihan lumpur di jalan-jalan komplek serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan teknis sungai.

"Pemkot Cirebon hadir untuk memberikan solusi. Kami sedang mengupayakan langkah darurat berupa pembangunan benteng atau tanggul sementara bersama masyarakat untuk menahan debit air agar tidak kembali masuk ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa solusi permanen yang dibutuhkan adalah normalisasi dan pelebaran sungai. 

Menurutnya, sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus menjadi faktor utama penyebab dangkalnya sungai, sehingga tidak lagi mampu menampung volume air saat intensitas hujan tinggi.

"Masalah utama ada pada pendangkalan dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras. Saya meminta masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kita harus mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga kita sendiri agar bencana seperti ini tidak terus berulang," tegasnya.

​Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak.  Wakil Wali Kota juga berharap sinergi antara pemerintah, pengembang, dan kesadaran kolektif masyarakat. 

"Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang," pungkasnya. (Olan)



Wabup Jigus Tinjau Banjir di Mundu, Tanggul Jebol Penyebab Sungai Meluap

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wabup yang akrab disapa Jigus mendatangi dua lokasi terdampak terparah, yakni Perumahan Green Pamengkang dan Perumahan Puri Banjarwangunan.

Ratusan rumah di kedua kawasan itu terendam air akibat luapan sungai dan kerusakan infrastruktur pengendali banjir.

Di Perumahan Green Pamengkang, Jigus menelusuri langsung aliran sungai yang diduga menjadi pemicu banjir.

Dari hasil peninjauan, diketahui banjir terjadi akibat jebolnya tanggul di sekitar kawasan perumahan, sehingga air sungai dengan cepat masuk ke permukiman warga.

“Tadi saya sudah menelusuri sungai yang menjadi penyebab banjir di Perumahan Green Pamengkang. Banjir ini terjadi karena tanggul yang dibangun oleh developer jebol, sehingga air langsung masuk ke pemukiman warga,” ujar Jigus.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Jigus menegaskan akan segera mengumpulkan sejumlah pihak terkait guna mengambil langkah konkret perbaikan tanggul yang rusak.

“Supaya kejadian ini tidak terulang, saya akan mengumpulkan paguyuban masyarakat, BBWS, pihak developer, pemerintah desa, serta dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret,” ucapnya.

Sementara itu, terkait banjir di Perumahan Puri Banjarwangunan, Jigus secara langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Banjir di kawasan tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Kalilunyu yang tidak mampu menampung debit air akibat sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

“Saya bersama BBWS tadi meninjau langsung Sungai Kalilunyu yang menjadi penyebab banjir di Banjarwangunan,” tuturnya.

Ia menegaskan, normalisasi Sungai Kalilunyu akan segera dilakukan sebagai langkah penanganan jangka pendek dan menengah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

“Dalam waktu dekat, sungai ini harus mulai dilakukan normalisasi. Sedimentasi dan penyempitan Sungai Kalilunyu menjadi penyebab utama banjir,” tegasnya.

Selain penanganan teknis, Jigus juga memerintahkan BPBD Kabupaten Cirebon bersama pihak kecamatan untuk segera melakukan asesmen terhadap warga terdampak banjir.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak.

“Langkah cepat yang kami lakukan adalah mengirimkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir di Perumahan Puri Banjarwangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jigus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah terjun langsung membantu proses evakuasi serta penanganan warga di lokasi banjir. (Nur)




Senin, 05 Januari 2026

Tinjau Rumah Warga yang Ambruk di Pegambiran, Wakil Wali Kota Pastikan Bantuan Segera Terealisasi

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi dua unit rumah warga yang mengalami kerusakan parah di Kelurahan Pegambiran, Senin (5/1/2026). 

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Sukadi di RT 02 RW 08 yang mengalami musibah tembok ambruk, serta kediaman Adah di RT 01 RW 08 yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni secara keseluruhan.

"Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan membersamai masyarakat untuk meninjau dua titik rumah di Kelurahan Pegambiran. Kami turun langsung untuk merespons aspirasi warga sekaligus melakukan survei guna memastikan kondisi keluarga yang terdampak. Kami bersyukur kondisi penghuninya dalam keadaan baik, meskipun ada bangunan yang temboknya runtuh total akibat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, serta ada rumah yang memang kondisinya sudah sangat rapuh dan tidak layak huni mulai dari lantai hingga atap," ujarnya.

​Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi antar instansi. 

Ia menyebutkan bahwa usulan bantuan untuk perbaikan rumah tersebut sudah diproses melalui Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cirebon, serta menjajaki peluang bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak agar pengerjaannya bisa segera dimulai pada tahun anggaran 2026.

​"Untuk rumah yang ambruk, datanya sudah masuk ke Dinas Sosial, sementara untuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sudah masuk dalam pendataan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Kami terus mendorong agar usulan ini menjadi prioritas karena kondisinya memang sudah sangat mendesak. Insya Allah, semuanya akan direalisasikan pada tahun 2026 sesuai dengan urutan prioritas dan kemampuan anggaran daerah yang ada," tambahnya.

​Dalam kunjungannya tersebut, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya langkah preventif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana banjir di wilayah perkotaan. 

Ia menekankan bahwa penanganan infrastruktur seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase memerlukan kolaborasi lintas sektoral. Termasuk kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung serta koordinasi dengan wilayah kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan aliran sungai di Kota Cirebon.

​"Kami butuh kolaborasi dan kesadaran bersama, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saya meminta masyarakat untuk lebih peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air atau gorong-gorong. 

Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pemantauan mulai dari tingkat RT, RW, hingga Kelurahan untuk memastikan tidak ada bangunan liar yang menghambat aliran air, serta melakukan normalisasi sungai bersama BBWS guna meminimalisir risiko bencana di masa mendatang," tutupnya. (Ara)



Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

Kamis, 01 Januari 2026

Dua Prodi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Unggul Jelang Akhir 2025

 

CIREBON, FC — Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menutup tahun 2025 dengan capaian membanggakan. Dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), berhasil meraih nilai maksimal dalam asesmen lapangan dan resmi memperoleh predikat Unggul. 

Prestasi ini menjadi kado terindah bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di penghujung tahun. (30/12/25)

Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus yang bekerja secara solid dan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Bapak Rektor, Tim Asesor, Tim LPM, Tim Task Force, serta Tim Akreditasi Prodi PAI dan MPI. Ini adalah bukti nyata dari komitmen dan kolaborasi lintas unit kerja,” ujar Prof. Ilman.

Lebih lanjut, Prof. Ilman menegaskan bahwa raihan predikat unggul ini sejalan dengan visi besar Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan perguruan tinggi unggul dan berkelas dunia. 

Asesmen lapangan yang dilalui dinilai menjadi momentum penting dalam penguatan mutu akademik, tata kelola institusi, serta budaya mutu berkelanjutan di lingkungan Pascasarjana.

Secara capaian nilai, Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mencatatkan prestasi membanggakan dengan nilai akreditasi tertinggi ke-2 se-UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni 371, tepat di bawah Prodi S1 Hukum Tatanegara Islam (HTNI) yang meraih nilai 372. 

Sementara itu, Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) meraih nilai 369, sekaligus menempati peringkat tertinggi ke-3 di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Capaian ini semakin menegaskan kualitas akademik Pascasarjana yang kompetitif dan unggul.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., menilai capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari target yang lebih besar.

“Insyaallah pada tahun 2026, Pascasarjana siap mengawal empat program studi lainnya agar dapat meraih predikat unggul dalam pelaksanaan asesmen lapangan,” tegas Prof. Sugianto.

Adapun target Prodi Unggul Tahun 2026 meliputi:

Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI)

Doktor Hukum Keluarga Islam (HKI)

Magister Hukum Keluarga (HK)

Magister Ekonomi Syariah (EKOS)

Tidak hanya fokus pada akreditasi, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga terus melakukan ekspansi akademik melalui pengembangan program studi baru pada tahun 2026, antara lain:

Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Magister Pendidikan Bahasa Inggris

Magister Pendidikan Biologi

Selain itu, sebagai bentuk inovasi dan respons terhadap kebutuhan masyarakat serta kalangan profesional, Pascasarjana juga mengembangkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mencakup:

Magister Pendidikan Agama Islam (PAI)

Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Magister Hukum Keluarga (HK)

Magister Ekonomi Syariah (EKOS)

Keberhasilan Prodi PAI dan MPI ini semakin mengukuhkan posisi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam dan manajemen pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Capaian tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. (din)