Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 10 Januari 2026

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Juara 2 BPRC 2.0 Nasional dengan Kampanye #PilahItuIbadah

 

CIREBON, FC - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional. Tim ECOMOVE berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Bandung Public Relations Convergence (BPRC) 2.0, kompetisi Public Relations bergengsi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) di Telkom University, Bandung, Sabtu (10/1/2026).

Tim ECOMOVE yang terdiri dari Siti Hamidah, Aminah Amna, dan Dwi Agustia Putri Nur Aisyah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), tampil unggul melalui kampanye PR inovatif bertajuk #PilahItuIbadah.

Kompetisi yang mengusung tema “Innovative Green PR for Better Lifestyle” ini menjadi wadah adu gagasan strategis di bidang komunikasi publik berbasis keberlanjutan. 

Tim ECOMOVE berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan pendekatan Green Public Relations yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai keagamaan melalui perspektif ekoteologi.

Melalui kampanye #PilahItuIbadah, Tim ECOMOVE menempatkan pengelolaan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari praktik keimanan. 

Strategi komunikasi yang ditawarkan meliputi pembentukan Student Task Force serta pengembangan Dashboard Hijau sebagai sistem monitoring perilaku ramah lingkungan di kampus keagamaan. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi implementasi tinggi dan berdampak luas, khususnya di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Prestasi ini semakin istimewa karena Tim ECOMOVE berhasil mengungguli ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan sejumlah kampus unggulan lainnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naela Farah, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FDKI tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan strategi komunikasi yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Konsep ekoteologi yang diusung Tim ECOMOVE menjadi bukti integrasi ilmu dakwah dengan isu-isu kontemporer yang sangat relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Dessy Kushardiyanti, M.A., dosen Public Relations sekaligus pembina tim dari Program Studi KPI, menilai keberhasilan ini sebagai contoh praktik strategic communication yang kuat.

“Tim ECOMOVE berhasil menerjemahkan konsep Green PR ke dalam narasi yang sangat resonan dengan audiensnya, yaitu nilai-nilai keagamaan. Kampanye #PilahItuIbadah tidak hanya logis secara ekologis, tetapi juga bermakna secara spiritual. Ini adalah contoh brilian komunikasi strategis yang berangkat dari kearifan lokal,” jelasnya.

Ketua Tim ECOMOVE, Siti Hamidah, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar gagasan yang diusung dapat memberi dampak nyata.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Kompetisi ini sangat ketat, namun kami percaya pada konsep yang kami tawarkan. Harapan kami, kampanye #PilahItuIbadah dapat diimplementasikan tidak hanya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga di berbagai institusi keagamaan lainnya,” ungkapnya.

Prestasi ini semakin menegaskan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus Islam berbasis digital yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, kritis, dan berorientasi pada solusi berkelanjutan melalui integrasi ilmu komunikasi, nilai keislaman, dan kepedulian lingkungan. (din)

Jumat, 09 Januari 2026

Wujudkan Sinergi Pembangunan, Pemkot Cirebon Prioritaskan Infrastruktur Dasar


BANDUNG – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fokus utama dalam tahun anggaran 2026 akan diprioritaskan pada pembenahan infrastruktur dasar dan optimalisasi layanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, usai menghadiri Rapat Evaluasi APBD se-Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam arahannya menekankan bahwa di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang, setiap daerah wajib melakukan efisiensi ketat. Penghematan dilakukan dengan memangkas pos belanja yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, untuk dialihkan ke sektor produktif.

​"Pembangunan ke depan harus memenuhi hak dasar rakyat. Kita fokuskan anggaran pada perbaikan jalan, drainase, trotoar, hingga irigasi,” ujarnya.

Gubernur juga mewajibkan seluruh kepala daerah untuk transparan soal anggaran. Ia menyarankan agar manfaatkan media sosial untuk ekspos APBD.

“Agar rakyat tahu dan percaya bahwa uang mereka kembali dalam bentuk pembangunan," tuturnya 

​Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, diwakili Kepala Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Cirebon, Mastara  menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan instruksi tersebut. 

Selain efisiensi, Pemkot Cirebon juga melaporkan kondisi keuangan daerah secara transparan, termasuk terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

​"Kami hadir memenuhi undangan Pak Gubernur bersama Pak Pj Sekda dan kepala perangkat daerah terkait. Poin utamanya adalah memastikan pelaksanaan APBD tidak sekadar mengejar persentase serapan, tapi harus efektif,” ujarnya.

Mastara menjelaskan, untuk Kota Cirebon, SiLPA di RKUD sekitar  Rp19 miliar, yang terdiri dari Rp13 miliar SiLPA berhadapan dan Rp6 miliar SiLPA bebas. Lebih lanjut, Mastara mengungkapkan bahwa SiLPA bebas tersebut akan langsung dialokasikan untuk menangani isu krusial di Kota Cirebon, yakni pengelolaan lingkungan.

​"Sesuai arahan pusat dan kebutuhan mendesak di lapangan, SiLPA bebas ini akan kami fokuskan untuk penataan masalah persampahan, khususnya di TPA Kopiluhur yang sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kami ingin amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup segera terealisasi demi kenyamanan warga Kota Cirebon," tambahnya.

Rapat koordinasi ini juga mendorong inovasi daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan retribusi. Dengan sinkronisasi ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis pembangunan di tahun 2026 akan lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak signifikan pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Hafid)



Kamis, 08 Januari 2026

Pemkab Cirebon Optimalkan Satu Data Untuk Dukung Kebijakan Berbasis Bukti

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala saat membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2026).

Hendra memberikan arahan terkait penyelenggaraan Satu Data di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyampaikan, statistik sektoral merupakan bagian dari implementasi SDI.

Karena itu, setiap perangkat daerah wajib memastikan data yang dihasilkan memenuhi prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, serta kode referensi atau data induk.

“Perangkat daerah adalah aktor utama dalam menentukan kualitas data daerah. Data yang dihasilkan harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, setiap perangkat daerah perlu memiliki penanggung jawab data yang aktif berkoordinasi dengan Diskominfo selaku wali data untuk menjaga konsistensi dan keselarasan data antarsektor.

Data sektoral juga harus mendukung dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD, Renstra, Renja, hingga indikator kinerja daerah.

Dalam penyusunan data tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melaksanakan desk daftar data pada akhir November.

Kegiatan tersebut menghasilkan daftar data tahun 2026 yang disepakati bersama oleh produsen data dan wali data serta dituangkan dalam berita acara sebagai acuan kerja.

Hendra menambahkan, mekanisme pengumpulan, penyampaian, dan verifikasi data dilakukan melalui Portal Satu Data yang dikelola Diskominfo.

Perangkat daerah diminta melakukan pembersihan data secara berkala dan menyampaikan data sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Penginputan data harus dilakukan langsung oleh masing-masing perangkat daerah melalui Portal Satu Data Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menyampaikan, penyelenggaraan Satu Data tahun 2026 mencakup 1.060 data sektoral dari 31 perangkat daerah.

Data tersebut merupakan data tahun 2025 yang dikumpulkan berdasarkan hasil kesepakatan desk daftar data.

Menurut Bambang, penyelenggaraan Satu Data mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 56 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Cirebon.

Ia menjelaskan, proses input data oleh masing-masing dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Maret 2026, sedangkan verifikasi data oleh Diskominfo dilakukan pada Maret hingga April 2026.

Hasil kesepakatan daftar data tahun 2026 selanjutnya ditetapkan dalam berita acara yang ditandatangani perangkat daerah selaku produsen data dan Diskominfo sebagai wali data sebagai dasar pelaksanaan Satu Data Kabupaten Cirebon tahun 2026. (Nur)








Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Apresiasi Polresta Cirebon Gelar Panen Raya Jagung Pipil

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Polresta Cirebon menggelar panen raya jagung pipil serentak dalam rangka mendukung ketahanan pangan tahun 2026 di Blok Ciwareng, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2025).

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Cirebon Imron bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Panen raya ini merupakan program yang digagas oleh Polresta Cirebon sebagai bagian dari upaya pemberdayaan petani melalui penanaman jagung.

Bupati Cirebon Imron mengapresiasi program yang dilaksanakan Polresta Cirebon. Ia menyebutkan, kegiatan panen raya ini merupakan panen pada kuartal keempat tahun 2025 yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Pada hari ini, kami dan Forkopimda mengadakan panen raya yang digagas oleh Kapolresta. Kami mengucapkan terima kasih atas program Polresta Cirebon penanaman jagung ini,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, sebelumnya, panen raya telah dilaksanakan di wilayah Cirebon timur, dan saat ini berlanjut di Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang.

Menurutnya, hasil panen jagung yang diperoleh cukup baik dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, panen raya di Desa Sindangjawa dilakukan di lahan seluas dua hektare.

Selain itu, masih terdapat sejumlah lokasi lain yang akan melaksanakan panen dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Panen ini lokasi di Sindangjawa dua hektare, tapi kita ada beberapa tempat lain yang menyusul satu sampai dua hari ke depan panen juga,” kata Imara.

“Total keseluruhan lebih dari 300 hektare dan dilakukan secara bertahap, tidak semuanya langsung panen bersamaan,” ungkapnya. (Nisa)







Rabu, 07 Januari 2026

Pemkab Cirebon Tanam Pohon untuk Mitigasi Banjir dan Lestarikan Lingkungan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lahan milik pemerintah daerah seluas 4.500 meter persegi atau kawasan City Land sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi risiko banjir.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam, terutama di tengah masih tingginya intensitas curah hujan pada tahun ini.

“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan alam dan mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon,” kata pria yang akrab disapa Jigus ini, Rabu (7/1/2025).

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembang perumahan, masyarakat, serta seluruh perangkat daerah agar turut melakukan penanaman pohon di wilayah masing-masing.

“Ke depan, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di lokasi ini, tetapi juga di area lain, terutama di lahan terbuka hijau dan kawasan perumahan,” ujarnya.

Jigus menyebutkan, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanaman pohon di wilayah dengan kontur tanah berbukit dan daerah yang rawan terjadi limpasan air saat hujan deras.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi sebelumnya di Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penyatuan aliran sungai dari sejumlah sumber air.

“Banjir kemarin cukup besar, salah satu penyebabnya karena beberapa sumber air menyatu menjadi satu aliran, selain adanya sedimentasi sungai,” katanya.

Selain itu, Jigus menegaskan penanganan banjir memerlukan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ia menambahkan pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan banjir agar dampaknya dapat dikurangi, mengingat berdasarkan informasi BMKG intensitas hujan diperkirakan masih berlangsung hingga April.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman Jaya Supena mengatakan, penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Ia menyebutkan jenis tanaman yang ditanam adalah pohon trembesi, karena memiliki akar yang kuat dan mampu meningkatkan daya resap tanah, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan agronomis.

“Kami berharap kegiatan penanaman pohon dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi marginal, sehingga Kabupaten Cirebon semakin hijau dan memiliki lingkungan yang lebih lestari,” pungkasnya. (Ara)








Perkuat Ekonomi Digital, Pemkot Cirebon Tekankan Etika Komunikasi bagi Wirausahawan Muda

CIREBON – Memegang gawai paling mutakhir tidak akan berarti banyak jika pemiliknya tidak memiliki kecakapan dalam meramu pesan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Digital di Majelis Bani Asy Syafiiyah, Rabu (7/1/2026). 

Ia menekankan bahwa di era digital, keterampilan berkomunikasi adalah "senjata" utama yang menentukan apakah seseorang akan sukses menjadi pelaku usaha atau sekadar menjadi penonton di media sosial.

Wakil Wali Kota melihat fenomena di mana teknologi seringkali berkembang lebih cepat daripada kemampuan penggunanya dalam membangun narasi yang positif. 

Menurutnya, kemandirian ekonomi Kota Cirebon harus dimulai dari individu-individu yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan arus utama yang menuntut masyarakat untuk adaptif agar tidak tergilas oleh perubahan zaman yang dinamis.

"Saya ingin kita semua memahami bahwa kecanggihan gadget di tangan kita harus diimbangi dengan kecakapan menyampaikan pesan. Di dunia maya, cara kita bertutur, cara mempresentasikan produk, dan cara membangun kepercayaan dengan orang yang tidak pernah kita temui secara fisik adalah kunci keberhasilan. Jadilah wirausahawan yang santun, jujur, dan inovatif," ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu kesenjangan digital dan tantangan ekonomi pasca-pandemi mengharuskan warga untuk berani mengambil peran sebagai pelaku utama, bukan hanya konsumen. Baginya, komunikasi efektif adalah fondasi dari segala bentuk usaha. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, produk yang hebat sekalipun akan sulit menjangkau pasar yang lebih luas di ekosistem digital.

Pemerintah Kota Cirebon pun memberikan apresiasi tinggi kepada PKBM Surapandan yang telah menginisiasi kolaborasi ini. Wakil Wali Kota berharap pelatihan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi momentum bagi peserta untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus etika berkomunikasi dalam berbisnis. 

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan non-formal seperti PKBM, Kota Cirebon optimis dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga piawai dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

"Ayo generasi muda terus bergerak maju dan tidak pernah berhenti belajar di tengah pusaran teknologi," ajaknya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tuti Alawiyah, mengajak para peserta untuk mengubah pola pikir dalam menggunakan perangkat digital. 

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering terjebak dalam aktivitas pasif di media sosial tanpa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Padahal, potensi "cuan" atau keuntungan materiil sangat terbuka lebar jika gawai dikelola dengan orientasi kewirausahaan.

"Digital itu sangat positif kalau kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Bagaimana kita menciptakan ruang digital kita untuk bisa menghasilkan cuan. Ini kesempatan emas bagi generasi kita dan anak-anak kita. Di sini nanti peserta akan mempraktikkan langsung bagaimana mengimplementasikan penggunaan digital dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Tuti juga mengingatkan agar para peserta PKBM tidak hanya menjadi pengikut tren yang sekadar menghabiskan waktu di dunia maya. "Jangan hanya scroll, scroll, scroll saja tanpa hasil. Lewat pelatihan ini, kita dorong agar setiap aktivitas digital bisa berdampak pada kemandirian ekonomi. Kita ingin mereka bisa belajar sekaligus menghasilkan melalui platform yang ada," tambahnya. (Anin)



Balutan Adat dan Doa, Rasidi Aldo Gelar Acara Tujuh Bulanan Anak

 

CIREBON, FC — Upaya melestarikan tradisi budaya warisan leluhur, Rasidi Aldo menggelar acara Tujuh Bulanan kehamilan anaknya di Kampung Purwasari, Gang Anggur, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (7/1).

Acara adat tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Meski cuaca diguyur hujan, antusiasme keluarga, kerabat, serta warga sekitar tetap tinggi untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Tradisi tujuh bulanan merupakan salah satu budaya yang masih dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk doa dan harapan agar ibu serta calon bayi diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga proses kelahiran.

“Ini bukan sekadar acara keluarga, tetapi juga bentuk syukur sekaligus usaha kami untuk tetap menjaga tradisi budaya agar tidak hilang,” ujar  Rasidi Aldo di sela kegiatan. (Ara)


Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di lingkungan Kampung Purwasari.


Dengan digelarnya acara ini, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.