Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Januari 2026

Cirebon Jadi Pilot Project, 730 Guru Madrasah Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

CIREBON, FC - Sebanyak 730 guru madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA di Kabupaten Cirebon mengikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (KOPJAWAS) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 12–14 Januari 2026, bertempat di Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan madrasah di Kabupaten Cirebon untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, yang mulai wajib diimplementasikan pada tahun 2026. Kurikulum ini menekankan pendekatan pendidikan berbasis nilai, karakter, empati, serta hubungan humanis antara guru dan peserta didik.

Ketua KOPJAWAS Madrasah Kabupaten Cirebon, KH. Abdul Kholiq, S.Ag., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tahap awal dari proses panjang implementasi KBC di madrasah. Meski pelaksanaan kegiatan memiliki keterbatasan, ia menegaskan bahwa akan ada tindak lanjut dan pendampingan agar kurikulum ini benar-benar dapat diterapkan secara nyata di setiap madrasah.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para guru yang mengikuti pelatihan, seraya menegaskan bahwa keberhasilan KBC sangat bergantung pada komitmen kepala madrasah dan guru, dengan pengawasan berkelanjutan dari pembina masing-masing satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Jajang Badruzaman, M.Ag., yang telah menjabat sejak November 2024, menegaskan pentingnya keseriusan madrasah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. 

Ia mengungkapkan bahwa terdapat madrasah yang harus kehilangan izin operasional akibat terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, izin operasional madrasah merupakan amanah besar yang tidak mudah diperoleh. Oleh karena itu, madrasah yang telah mendapatkan izin harus mampu merawat dan menjaga keberlangsungannya dengan penuh tanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jajang Badruzaman, M.Ag. juga menyampaikan apresiasi kepada KOPJAWAS Madrasah yang telah memfasilitasi kebutuhan guru melalui pelatihan ini. 

Ia menyebut Kabupaten Cirebon sebagai pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus menyampaikan rencana pengembangan program Madrasah Hijau yang berorientasi pada lingkungan madrasah yang bersih, asri, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan praktik pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Panca Cinta.

Salah satu peserta pelatihan, Misbahul Munir, S.Pd., perwakilan dari MTs Daarul Fathonah Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, menilai bahwa pelatihan KBC memberikan pemahaman mendalam terkait konsep dan implementasi kurikulum berbasis nilai di madrasah.

Ia berharap hasil dari pelatihan ini dapat direalisasikan secara konsisten di seluruh madrasah di Kabupaten Cirebon dan memberikan dampak nyata bagi siswa dan siswi, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, madrasah di Kabupaten Cirebon diharapkan semakin siap menyongsong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi pendidikan madrasah yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM

CIREBON – Kota Cirebon memacu mesin ekonominya melalui dua jalur utama, stabilitas harga pangan dan transformasi digital yang masif. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi Kota Cirebon dan wilayah Ciayumajakuning untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. 

Melalui pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah ditegaskan kembali sebagai kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas ekosistem pembayaran non-tunai.

Untuk diketahui, hingga penghujung tahun 2025, Kota Cirebon berhasil mencatatkan rapor ekonomi yang impresif. Pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan III-2025 mencapai 5,26%, melampaui angka pertumbuhan Jawa Barat yang sebesar 5,20% dan nasional di angka 5,04%. 

Capaian ini linier dengan keberhasilan menekan angka pengangguran terbuka menjadi 6,29% serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke level 78,99. Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pasar yang dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga inflasi tetap stabil di angka 2,86%.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menekankan bahwa keberhasilan mengendalikan inflasi, terutama pada sektor pangan, merupakan buah dari kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia. 

Program-program seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasional Pasar Murah Keliling, hingga efektivitas Warung Peduli Inflasi (WADULI) terbukti ampuh meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan kebijakan Bank Indonesia yang sangat akomodatif. Ke depan, fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat melalui transparansi keuangan daerah. Penggunaan QRIS dan kanal digital lainnya untuk pajak dan retribusi akan terus kami optimalkan melalui TP2DD demi mewujudkan tata kelola yang lebih akuntabel," ujar Wali Kota.

Sejalan dengan hal tersebut, perluasan digitalisasi di Kota Cirebon menunjukkan tren yang sangat positif. Digitalisasi bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan mesin penggerak baru bagi UMKM dan sektor jasa. 

"Dengan integrasi teknologi dalam sistem pembayaran, efisiensi ekonomi di tingkat akar rumput meningkat signifikan, yang pada akhirnya memperkuat daya saing daerah di kancah regional maupun nasional," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan selamat datang kepada Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon yang baru menggantikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Terdahulu Periode 2025, Jajang Hermawan. 

Pemerintah Kota Cirebon berharap di bawah kepemimpinan Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan BI Cirebon yang baru, kolaborasi ini semakin solid. 

"Kepada Bapak Jajang Hermawan juga terimakasih atas kerjasama yang sudah terjalin dan sukses di tempat yang baru. Tantangan ekonomi di tahun 2026 menuntut lahirnya lebih banyak program terobosan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat luas, mari kita tingkatkan kolaborasi agar lebih solid," harapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan catatan khusus mengenai progresivitas digitalisasi di Cirebon. 

Ia mengungkapkan bahwa volume transaksi menggunakan QRIS di wilayah Cirebon pada periode Januari hingga November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Cirebon telah siap menghadapi era ekonomi digital sepenuhnya.

"Alhamdulillah, inflasi dan pertumbuhan ekonomi Cirebon juga sejauh ini sangat baik, bahkan inflasi berhasil dijaga di bawah angka nasional. Fokus kita ke depan adalah memperkuat daya tahan pangan dan memperdalam digitalisasi. Capaian 13,2 juta transaksi QRIS adalah bukti nyata, namun BI tidak bisa sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait adalah keharusan untuk mendorong UMKM kita naik kelas," tegas Destry.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM yang mendukung sektor pariwisata menjadi prioritas dalam memperkuat identitas wilayah Ciayumajakuning. Program inovatif seperti Wira Kriya Wastra yang melibatkan akademisi dari FSRD-ITB menjadi bukti nyata upaya peningkatan kapasitas desainer dan perajin lokal.  

Melalui pendampingan ini, produk-produk unggulan Cirebon mulai merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Karya Kreatif Indonesia.

"Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM-UMKM yang ada di Cirebon, dan tentunya tidak bisa Bank Indonesia sendiri. Kita harus bersinergi dengan Bapak-Ibu sekalian, dengan lembaga Bapak-Ibu sekalian karena tugas ini tidak mudah," tuturnya. (Hafidz)



Tinggalkan Pola Kerja 'Asal Selesai', Wali Kota Instruksikan ASN Fokus pada Dampak Nyata ke Masyarakat

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja tahun 2026 bukan sekadar penggugur kewajiban administratif di awal tahun. 

Ia menekankan bahwa dokumen yang ditandatangani oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah tersebut membawa beban tanggung jawab yang besar, baik di mata hukum maupun secara moral kepada masyarakat. 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Penandatangan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja ASN 2026 yang dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan di Balai Kota Cirebon, Rabu (14/1/2026).

“Saya ingin menegaskan bahwa Pakta Integritas ini adalah komitmen hukum dan moral yang nyata. Ini bukan pajangan atau rutinitas tahunan. Di dalamnya ada janji untuk tidak mencederai kepercayaan publik, baik melalui gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, maupun ketidakefisienan anggaran. Setiap rupiah dan setiap kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota dalam arahannya.

Momentum ini juga menjadi ajang evaluasi mendalam terhadap capaian tahun 2025. Meski pembangunan fisik seperti pembenahan drainase dan perbaikan fasilitas publik telah berjalan, serta digitalisasi birokrasi mulai mempercepat akses layanan, Wali Kota memberikan catatan kritis. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas atau selesainya proyek fisik semata.

Wali Kota menyoroti adanya jarak antara target administratif dengan realitas yang dirasakan warga di lapangan. Ia mencatat masih adanya keluhan masyarakat yang lambat direspons serta beberapa program yang pelaksanaannya belum menyentuh akar persoalan.

"Saya harap seluruh jajaran Pemkot Cirebon untuk lebih peka terhadap dinamika yang terjadi di tengah warga agar setiap kebijakan memberikan dampak yang konkret," tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Wali Kota menginstruksikan penghapusan pola kerja "asal selesai" di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Standar kerja tinggi kini menjadi keharusan, sejalan dengan visi besar pemerintah daerah untuk menciptakan institusi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada solusi. 

Ia menuntut para pimpinan perangkat daerah untuk memantau ketat setiap progres kegiatan tanpa menunda waktu sedikit pun.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa keterlambatan dalam bekerja berdampak langsung pada kerugian layanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta setiap Kepala Perangkat Daerah untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan internal dan memastikan efisiensi anggaran benar-benar terjaga demi kemaslahatan publik.

Sinergi antar-instansi juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam Rapat Pimpinan tersebut. Wali Kota meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), dari tingkat pimpinan hingga pelaksana, untuk menanggalkan ego sektoral. Ia berharap kolaborasi kolektif dapat mempercepat pencapaian target-target strategis kota yang selama ini terkendala oleh sekat-sekat birokrasi.

Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon untuk memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap Kota Cirebon. Profesionalisme dan dedikasi penuh diharapkan menjadi warna baru dalam pelayanan publik sepanjang tahun 2026 guna membuktikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai tahun 2026 ini dengan semangat baru. Kebersamaan dan kerja sama harus ditingkatkan. Kita harus lebih semangat lagi membuktikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon benar-benar hadir dan bekerja keras untuk kemajuan seluruh warganya,” pungkasnya. (din)

Selasa, 13 Januari 2026

Kedawung Terbanyak, Ini Data Persebaran Rumah Makan Di Kabupaten Cirebon 2024

KABUPATEN CIREBON — Data tahun 2024 menunjukkan persebaran rumah makan di Kabupaten Cirebon masih terkonsentrasi pada kecamatan dengan aktivitas pemerintahan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Kecamatan Kedawung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah rumah makan terbanyak, yaitu 50 unit. Selanjutnya, Kecamatan Sumber memiliki 37 rumah makan, sejalan dengan fungsinya sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Wilayah dengan jumlah rumah makan relatif tinggi lainnya adalah Kecamatan Ciledug dan Pabuaran, masing-masing sebanyak 26 unit, serta Kecamatan Beber dengan 21 unit.

Pada kelompok jumlah menengah, Kecamatan Talun dan Weru masing-masing memiliki 16 rumah makan, Lemahabang 14 unit, Dukupuntang 13 unit, Palimanan dan Plumbon masing-masing 12 unit, serta Arjawinangun sebanyak 10 unit.

Sementara itu, beberapa kecamatan mencatat jumlah rumah makan yang relatif sedikit, di antaranya Babakan, Gebang, Susukan, Gunungjati, Mundu, dan Tengahtani, yang menunjukkan potensi pengembangan usaha kuliner masih terbuka.

Berdasarkan Open Data Kabupaten Cirebon tersebut, terdapat pula kecamatan yang belum tercatat memiliki rumah makan pada tahun 2024, yaitu Pasaleman, Pabedilan, Karangwareng, Greged, Suranenggala, dan Kaliwedi. (din)

Senin, 12 Januari 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkot Cirebon Cetak Massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan. Melalui langkah-langkah strategis dan digitalisasi layanan, Pemkot Cirebon berupaya menciptakan iklim perpajakan yang transparan dan akuntabel. 

Warga Kota Cirebon kini diimbau untuk lebih proaktif dalam menunaikan kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) demi keberlangsungan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa partisipasi aktif wajib pajak memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan layanan sosial di Kota Cirebon. 

Oleh karena itu, berbagai inovasi terus diluncurkan agar proses pembayaran pajak tidak lagi dianggap sebagai beban yang rumit, melainkan sebuah kontribusi nyata yang mudah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dari mana saja dan kapan saja.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang telah didistribusikan dapat direspons dengan kepatuhan. Targetnya, jumlah SPPT yang tersebar harus berbanding lurus dengan tanda bukti bayar yang masuk ke kas daerah sebagai cermin ketaatan warga.

“Harapan kami, SPPT yang sudah dibagikan kepada masyarakat dapat kembali dalam jumlah yang sama dalam bentuk tanda bukti bayar PBB. Kami sangat berharap warga Kota Cirebon yang sudah menerima SPPT ini segera melaksanakan kewajibannya tepat waktu guna mendukung kelancaran agenda pembangunan kota,” ujar Sumanto saat kegiatan cetak massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026 di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Senin (12/1/2026). 

Lebih lanjut, Pj Sekda memberikan kabar baik terkait adanya rencana pemberian insentif pajak. Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan kajian mendalam mengenai pemberlakuan diskon pajak bagi para penunggak. 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menstimulus realisasi pendapatan yang sempat tertunda.

“Untuk tahun ini, kami sedang mengkaji rencana pengurangan pajak. Pak Wali menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan perundang-undangan, diharapkan tunggakan dari tahun 2010 hingga 2025 bisa mendapatkan pengurangan. Kami sedang mencari payung hukum yang tepat agar kebijakan ini bisa segera terealisasi. Insyaallah, akan ada juga diskon dengan besaran maksimal hingga 50 persen bagi wajib pajak,” tambahnya.

Selain kabar mengenai diskon, Pj Sekda juga mengungkapkan adanya evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 

Salah satu poin krusial dalam evaluasi tersebut adalah mengenai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Pemerintah berencana untuk mengembalikan tarif pajak pada tahun 2026 mendatang agar setara dengan kondisi pada tahun 2023.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Mastara, melaporkan bahwa proses cetak massal SPPT PBB-P2 tahun ini telah dimulai. 

Menurutnya, kesiapan sistem dan administrasi telah melalui proses panjang untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat distribusi maupun proses pembayaran di lapangan.

“Kami laporkan bahwa proses cetak massal SPPT insyaallah resmi dimulai hari ini. Ini merupakan hasil dari sebuah proses yang sangat panjang dan penuh ketelitian. Kami juga telah mengundang pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi agar dinamika atau kendala yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali di masa sekarang,” jelas Mastara.

Berdasarkan data teknis dari BPKPD, total SPPT yang dicetak untuk tahun 2026 ini mencapai 86.788 lembar dengan potensi nilai ketetapan sebesar Rp52.246.295.040. Angka tersebut terbagi dalam beberapa kategori, di mana mayoritas merupakan wajib pajak dengan ketetapan di bawah Rp2 juta sebanyak 82.608 SPPT dengan total nilai mencapai Rp14.595.988.889. 

Sementara itu, untuk kategori wajib pajak dengan ketetapan di atas Rp2 juta, tercatat sebanyak 4.167 SPPT dengan nilai total sebesar Rp36.623.689.948. 

"Dengan pemetaan data ini, pemerintah optimistis target pendapatan daerah dari sektor pajak dapat tercapai secara maksimal sembari tetap mengedepankan pelayanan yang humanis bagi seluruh warga Kota Cirebon," tuturnya. (din)



Dihadapan ribuan Alumni, Rektor Paparkan Jika UIN Siber Cirebon Hadirkan Pendidikan Inklusif di Era Digital

CIREBON, FC,- Dihadapan ribuan alumni, Rektor UIN Siber Cirebon menjelaskan tentang kampus Siber satu-satunya di PTKIN di Indonesia. Menurutnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berbasis digital. Kampus ini tidak hanya menawarkan kemajuan teknologi pembelajaran, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa kehadiran UIN Siber bukan semata-mata untuk mengikuti arus digitalisasi, melainkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa dibatasi ruang dan waktu

“UIN Siber Cirebon lahir dari semangat menghadirkan pendidikan yang berkeadilan. Teknologi kami manfaatkan sebagai jembatan, agar siapa pun—di kota maupun di pelosok—memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan harus tetap berpijak pada nilai-nilai etika, spiritualitas, dan karakter. Karena itu, UIN Siber Cirebon mengintegrasikan kurikulum berbasis teknologi dengan penguatan moderasi beragama, keilmuan Islam, serta pengembangan akhlak mahasiswa.

“Pendidikan tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Digitalisasi hanyalah alat, sementara tujuan utamanya adalah membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Aan menjelaskan bahwa UIN Siber Cirebon terus mendorong inovasi pembelajaran daring yang interaktif, riset berbasis digital, serta pengabdian kepada masyarakat melalui platform teknologi. Hal ini sejalan dengan visi kampus sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam siber di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran UIN Siber Cirebon juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin lulusan UIN Siber Cirebon menjadi agen perubahan, yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pungkas Prof. Aan Jaelani.

Dengan semangat inovasi dan nilai-nilai humanis, UIN Siber Cirebon terus meneguhkan perannya sebagai kampus masa depan yang tetap berpijak pada akar budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan. (din)

Minggu, 11 Januari 2026

Webometrics Januari 2026: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Masuk 23 PTKIN Terbaik Indonesia

 


CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil masuk dalam 23 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia, dengan menempati peringkat ke-23 secara nasional.(11/01/26).

Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu sistem pemeringkatan universitas paling kredibel di dunia yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan kekuatan dan dampak kehadiran digital. 

Penilaian ini didasarkan pada tiga indikator utama, yakni visibility (visibilitas dan dampak konten digital), openness (keterbukaan akses publikasi ilmiah), serta excellence (kualitas artikel ilmiah yang masuk dalam 10 persen teratas publikasi internasional).

Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang relatif masih tergolong muda sebagai kampus berbasis Cyber Islamic University. Namun demikian, institusi ini terus menunjukkan akselerasi signifikan dalam penguatan ekosistem digital, pengelolaan website akademik, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis digital.

“Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu tolok ukur universitas di dunia dan Indonesia yang didasarkan pada beberapa indikator penting. Visibility mengukur sejauh mana referensi eksternal terhadap situs universitas; Excellence menilai kualitas artikel penelitian yang paling banyak dikutip berdasarkan data Scopus atau Scimago; sementara Transparency melihat tingkat sitasi dari peneliti yang paling sering dikutip melalui Google Scholar,” ungkap Rektor.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pun menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peringkat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mendorong transformasi digital, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan publikasi ilmiah agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ujar Rektor.

Berdasarkan data resmi Webometrics Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat berada pada peringkat 3.750 dunia, sekaligus peringkat ke-23 PTKIN terbaik Indonesia. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu PTKIN yang konsisten mengembangkan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi digital.

Ke depan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan peningkatan kualitas konten digital, penguatan kolaborasi riset, serta optimalisasi website dan media sosial institusi sebagai bagian dari strategi menuju kampus Islam digital berdaya saing global. (din)