Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 Januari 2026

Bupati Imron Lantik Panitia PTSL 2026, Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron melantik dan mengambil sumpah Panitia Ajudikasi, Satuan Tugas (Satgas) Fisik, Satgas Yuridis, serta Satgas Administrasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan legalisasi aset tanah masyarakat sekaligus memperkuat tertib administrasi pertanahan di Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahui, PTSL merupakan program strategis nasional dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang bertujuan mendaftarkan seluruh bidang tanah di Indonesia secara serentak dan menyeluruh, khususnya tanah yang belum bersertifikat.

Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan kepastian hukum hak atas tanah, menekan potensi sengketa pertanahan, serta meningkatkan nilai ekonomi tanah bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan, bahwa PTSL harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesional, transparan, serta berorientasi pada hasil.

“Saya menekankan beberapa hal penting, di antaranya laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan profesional,” ujar Imron.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia agar memberikan pelayanan yang berkeadilan tanpa membeda-bedakan masyarakat.

“Berikan pelayanan yang transparan dan berkeadilan, tanpa membeda-bedakan masyarakat,” tegas Imron.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk pungutan liar yang dapat merusak kepercayaan publik dan citra pemerintah daerah.

“Hindari segala bentuk pungutan liar yang dapat mencederai kepercayaan publik dan merusak citra pemerintah,” lanjutnya.

Menurut Imron, keberhasilan PTSL tidak hanya diukur dari capaian target sertifikasi, tetapi juga dari ketepatan waktu penyelesaian, kualitas data pertanahan, serta minimnya permasalahan hukum di kemudian hari.

“Keberhasilan PTSL diukur dari capaian target, ketepatan waktu, kualitas data, dan minimnya permasalahan hukum di kemudian hari,” pungkasnya.

Panitia PTSL memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program, mulai dari pendataan, pengukuran, pengumpulan berkas, hingga pendampingan kepada masyarakat agar proses sertifikasi tanah berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. (Ara)






PWI Kota Cirebon Awali Rangkaian HPN 2026 dengan Ziarah Spiritual di Makam Sunan Gunung Jati

 

CIREBON FC — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon mengawali rangkaian kegiatan dengan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), Kamis (22/1/2026) sore.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan fisik, tetapi juga dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual bagi insan pers di Kota Udang sebelum memasuki puncak peringatan HPN. Suasana khidmat menyelimuti prosesi doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar batin para jurnalis.

Ketua PWI Kota Cirebon, Muhammad Alif Santosa, H, menegaskan bahwa ziarah tersebut merupakan simbol doa dan harapan agar wartawan senantiasa diberi kekuatan, keteguhan, serta kelapangan hati dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan beretika.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Sunan Gunung Jati. Kami berharap nilai-nilai tersebut menginspirasi wartawan untuk terus menjadi pilar demokrasi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Alif.

Selain aspek spiritual, Alif menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas dan kebersamaan antaranggota PWI Kota Cirebon, sehingga semangat kolektif dalam membangun pers yang sehat semakin kuat.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 PWI Kota Cirebon, Hedy Herdyanto, menjelaskan bahwa peringatan HPN tahun ini telah disiapkan dengan berbagai agenda besar yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, khususnya warga Cirebon.

Pada puncak upacara peringatan HPN 2026, rencananya akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Berbagai kegiatan sosial dan edukatif akan mewarnai rangkaian HPN 2026, di antaranya, Aksi kemanusiaan donor darah dengan target 1.000 labu darah, Layanan kesehatan, berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi wartawan dan masyarakat umum, Syukuran melalui prosesi potong tumpeng, Pembacaan Puisi Perempuan, Turnamen futsal, Safari jurnalistik untuk mahasiswa dan pelajar SMA, Upacara HPN dengan petugas upacara dari jurnalis PWI Kota Cirebon, Ziarah ke  Makam Sunan Gunungjati dan Mbah Kuwu Cirebon (Syekh Syarif Hidayatullah), Audiensi dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon

Hedy menekankan bahwa HPN 2026 tidak hanya dirancang sebagai perayaan internal insan pers, tetapi sebagai momentum menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin HPN 2026 menjadi perayaan yang dekat dengan masyarakat dan membawa manfaat konkret melalui berbagai aksi sosial dan edukasi,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan yang panjang dan sarat makna ini, PWI Kota Cirebon berharap peran pers sebagai lembaga yang berintegritas, humanis, dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan semakin kuat dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (Nurdin)

Kamis, 22 Januari 2026

Pemkot Cirebon dan BBWS Mulai Langkah Besar Penataan Kawasan Sungai Sukalila yang Lebih Estetik

CIREBON – Kawasan Sungai Sukalila yang selama ini identik dengan kepadatan dan kesan semrawut, bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah bantaran sungai di jantung kota ini menjadi ruang publik yang cantik, nyaman, dan fungsional melalui penataan yang dilakukan secara bertahap.

Keseriusan ini terlihat saat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah Sumanto, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Forkopimda, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila, Kamis (22/1/2026). 

Dialog hangat dengan warga, aparat kewilayahan, hingga pedagang di sepanjang bantaran dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan dengan dukungan penuh masyarakat.

Wali Kota mengungkapkan bahwa langkah konkret akan dimulai sangat dekat, yakni pada Senin pekan depan. Pekerjaan awal difokuskan pada normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi air sebelum masuk ke tahap estetika.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah duduk bersama dengan semua pihak terkait. Insyaallah, hari Senin nanti tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila sudah dimulai. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kota Cirebon. Jika nanti aktivitas lalu lintas sedikit terhambat karena proses pengerjaan, mohon bisa dimaklumi. Ini semata-mata demi masa depan kota kita yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa penataan tidak hanya soal sungai, tapi juga menyentuh aspek estetika kota. Rencananya, Sukalila akan dilengkapi dengan taman, jogging track, hingga jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki. Bahkan, simulasi rekayasa lalu lintas satu arah sedang dikaji bersama Dishub dan Kepolisian untuk mengurai kemacetan kronis di sekitar kawasan Asia Toserba.

“Kita ingin Sukalila jadi ikon baru. Nanti ada taman dan trotoar yang rapi. Mengenai arus lalu lintas, kita akan pecah kepadatannya, mungkin diarahkan ke Sukalila Selatan agar tidak terjadi penumpukan. Semuanya kita desain supaya tidak lagi crowded,” tambahnya.

Satu hal yang menarik dalam penataan ini adalah skema kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Cirebon dan BBWS. Pihak pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi sektor swasta yang ingin berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan aturan main yang sangat transparan.

“Kami sepakat dengan BBWS, kami tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Kalau ada perusahaan yang mau bantu, silakan bangunkan fisiknya sesuai desain yang ada. Misalnya, satu perusahaan mau membangun jembatan penyeberangan yang ikonik, atau perusahaan lain mau membangun taman, silakan dikerjakan sendiri oleh mereka. Kami sediakan ruangnya, mereka yang membangun fisiknya,” tegas Wali Kota.

Dengan konsep pembangunan yang transparan dan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis Sungai Sukalila tidak hanya akan menjadi pengendali banjir yang efektif, tetapi juga menjadi destinasi wisata tengah kota yang membanggakan bagi warga Kota Cirebon maupun wisatawan.

Senada dengan Wali Kota, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, memaparkan bahwa proyek ini merupakan kerja maraton yang berkelanjutan. Setelah pengerukan selesai, fokus akan beralih pada infrastruktur pendukung dan kualitas air.

“Tahap pertama jelas normalisasi. Setelah itu masuk tahap kedua yaitu penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk perbaikan sistem drainase agar tidak ada lagi genangan. Tantangan terbesarnya nanti adalah penjernihan air yang kami targetkan mulai digarap serius pada 2027 atau 2028. Karena seindah apa pun penataannya, kalau airnya tidak bening tentu kurang maksimal,” jelas Dwi. (Nisa)



Wakil Wali Kota Ajak Pelaku Usaha Farmasi Kedepankan Keselamatan Pasien

CIREBON – Masalah kesehatan bukan sekadar urusan teknis medis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral bagi para praktisi farmasi untuk memberikan literasi yang jujur kepada masyarakat. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka kegiatan Sosialisasi Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CODB) , Antimicrobial Resistance (AMR), dan Pengelolaan Obat di Fasilitas Saryanfar yang digelar di Q Garden, Kamis (22/1/2026).

Di hadapan para peserta, Wakil Wali Kota menekankan bahwa peran tenaga kefarmasian adalah garda terdepan dalam melindungi warga dari risiko penggunaan obat yang salah. 

Ia mengingatkan bahwa distribusi obat bukan sekadar transaksi dagang, melainkan rantai penyelamat nyawa yang harus dijaga integritasnya dari hulu hingga hilir.

"Bukan hanya penyedia obat, tapi pemegang amanah keselamatan publik. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan obat. Kita harus memastikan distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat, sehingga tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan yang bisa merugikan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) Cabang Cirebon atas inisiatif ini. 

Menurut Wakil Wali Kota, pembaruan standar CDOB 2025 merupakan instrumen krusial di tengah dinamisnya industri farmasi. Kepatuhan terhadap standar ini bersifat wajib untuk menjamin bahwa setiap sediaan farmasi yang sampai ke tangan warga Cirebon tetap aman, bermutu, dan bermanfaat.

Selain masalah distribusi, isu resistensi antimikroba (AMR) menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa ancaman AMR kini menjadi perhatian dunia karena dapat melumpuhkan efektivitas pengobatan infeksi. Jika tenaga farmasi tidak disiplin dalam mengontrol penggunaan antibiotik, maka risiko kesehatan di masa depan akan semakin sulit dikendalikan.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menciptakan iklim pelayanan kesehatan yang kondusif. Wakil Wali Kota berharap seluruh fasilitas kefarmasian di Kota Cirebon dapat menjadi sarana yang amanah dan profesional. 

Peserta diminta memanfaatkan kehadiran narasumber dari BBPOM untuk mendalami tata kelola obat yang benar demi memperkuat integritas profesi mereka masing-masing.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama. Saya ingin kita semua membuktikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kota Cirebon benar-benar berorientasi penuh pada keselamatan pasien, bukan sekadar pemenuhan administratif semata," tutupnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Balai Besar POM di Bandung, I Made Bagus Gerameta mengapresiasi sinergi kolektif di Kota Cirebon. Ia menyebutkan bahwa pengawasan obat yang kuat tidak bisa dilakukan sendirian oleh regulator, melainkan membutuhkan komitmen nyata dari para pelaku usaha di lapangan.

"Kami sangat bersyukur atas energi positif yang ditunjukkan rekan-rekan di Cirebon. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional serta lemahnya pengawasan distribusi adalah pemicu utama resistensi. Jika hari ini tidak kita tangani secara bersama melalui penerapan CDOB yang ketat dan pelayanan yang beretika, maka efektivitas pengobatan akan terus menurun dan risiko kesehatan masyarakat akan semakin besar," ungkap I Made Bagus Gerameta.

Ia menambahkan bahwa peran GP Farmasi sangat penting dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang selaras dengan regulasi terbaru. 

"Sinergi antara BBPOM dan praktisi farmasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk membangun ekosistem kesehatan yang akuntabel di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon," pungkasnya.  (Ara)



UKM EL FAHD UIN Siber Cirebon Raih Top Skor dan Juara IKMI Campus League 2026

KUNINGAN, FC — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EL FAHD Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon torehkan prestasi di bidang olahraga. Pada ajang IKMI Campus League 2026, UKM EL FAHD sukses meraih Juara 1 dan Juara 2, sekaligus Top Skor turnamen.

Turnamen futsal antarkampus tersebut digelar pada 21–22 Januari 2026 di Tuparev Futsal, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning. Sejak laga awal hingga partai puncak, tim futsal UKM EL FAHD tampil dominan dan konsisten, menunjukkan kualitas permainan, kekompakan tim, serta mental juara.

Prestasi individu juga diraih oleh Tubagus Al-Furqaan Sasi Kirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, yang keluar sebagai Top Skor setelah mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen.

Ketua UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Achmad Zamaluddin Hafizh Mubarok, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi awal yang sangat baik di tahun 2026 untuk meraih trofi berikutnya. Kami akan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar prestasi ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, official, dan suporter yang telah berjuang keras serta memberikan dukungan luar biasa. Terima kasih juga kepada pihak kampus yang senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih UKM EL FAHD.

“Kami sangat bangga dengan prestasi UKM EL FAHD. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi besar, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Pihak universitas akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan UKM agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.

Dengan raihan prestasi ini, UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat terus meningkatkan performa dan konsistensi, sekaligus membawa nama baik kampus Cyber Islamic University di kancah kompetisi futsal antarkampus.

“Kami akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tutup Achmad Zamaluddin. (din)

Kolaborasi Disdamkarmat Kabupaten Cirebon dan Pertamina HSE Training Center Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran

KABUPATEN CIREBON — Upaya pencegahan kebakaran di lingkungan industri berisiko tinggi terus diperkuat.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon bersama Pertamina HSE Training Center melalui Patra Cirebon Hotel and Convention menggelar Basic Safety for Refinery Training di halaman Kantor Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).

Pelatihan ini menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya kebakaran serta kemampuan pemadaman dini menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor energi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, pelatihan ini telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, sinergi dengan Pertamina HSE Training Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di sektor minyak dan gas.

“Kami bekerja sama dengan Pertamina HSE Training Center untuk menyosialisasikan penanggulangan dan potensi bahaya kebakaran,” ujar Dadang.

“Kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun dan didampingi instruktur yang berpengalaman melatih pegawai,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Disdamkar Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun ke belakang dan semoga memberi manfaat besar bagi petugas keamanan dan pegawai lainnya,” kata Dadang.

Dadang berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci dalam membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.

Instruktur pelatihan Pertamina HSE Training Center, Syamsul Daniel, menekankan pentingnya penguasaan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan kebakaran.

Ia menyebut, risiko kebakaran di sektor minyak dan gas tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.

“Pemadaman di sini rata-rata menggunakan APAR. Alat ini sangat penting untuk pemadaman awal atau dini. Di bidang minyak dan gas, kebocoran kecil saja bisa memicu kebakaran,” jelas Syamsul.

Ia menambahkan, penggunaan APAR bertujuan mencegah eskalasi kebakaran agar tidak membesar.

“Berdasarkan data kejadian, APAR sangat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meningkat. Pencegahan dini menjadi kunci,” ujarnya.

Syamsul juga mengungkapkan, pemahaman penggunaan APAR sudah dikenalkan sejak awal rekrutmen pekerja Pertamina.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerja memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. (din)







Sivitas Akademika Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kasubbag

 

CIREBON, FC — Sivitas Akademika Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Uun Sunimah, S.E. sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Ucapan tersebut menjadi wujud apresiasi, dukungan, dan harapan besar dari keluarga besar Fakultas Syariah atas amanah baru yang diemban. Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola administrasi fakultas yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi sivitas akademika.

Dekan Fakultas Syariah beserta seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyatakan keyakinannya bahwa Uun Sunimah, S.E. mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, serta komitmen tinggi dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang unggul dan berdaya saing.

Sejalan dengan semangat FASYA SEHATI (Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive), pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan budaya kerja yang humanis, kolaboratif, dan transparan di lingkungan Fakultas Syariah.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.A., serta jajaran pimpinan universitas turut memberikan dukungan penuh agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan institusi dan peningkatan kualitas layanan akademik.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Fakultas Syariah optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. (din)