Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 24 Oktober 2025

Pemkab Cirebon Gandeng BNN Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika (P4GN) di Hotel Sutan Raja Cirebon, Jumat (24/10/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Cirebon, Ita Rohpitasari menegaskan, maraknya penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Permasalahan narkoba ibarat fenomena gunung es. Yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil, padahal bahaya di bawahnya jauh lebih besar,” ujar Ita.

Ia menambahkan, narkoba tidak mengenal batas usia maupun status sosial. “Narkoba dapat menyentuh siapa saja, termasuk generasi muda yang merupakan masa depan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus terus-menerus digencarkan,” lanjutnya.

Menurut Ita, kegiatan sosialisasi seperti yang digelar hari ini menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata dia, juga terus melakukan pembinaan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media, baik elektronik, cetak, maupun media sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses sebagai bentuk kepedulian serta peran aktif pemerintah daerah dalam P4GN,” ucapnya.

Ita secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan menjadi momentum bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, AKBP Rohadi yang diwakilkan Kasubag Umum BNN Kota Cirebon, Heru Kiswoyo menjelaskan, kejahatan narkotika kini telah menjadi persoalan global dan lintas negara.

“Kejahatan narkotika bukan lagi kejahatan biasa. Mereka sudah berjejaring internasional dan semakin canggih memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Heru.

Ia memaparkan, sebagian besar produksi narkotika dilakukan di luar negeri, sementara perdagangannya masuk ke Indonesia melalui berbagai jalur, termasuk laut, udara, dan darat.

Jalur pelabuhan kecil di kawasan pesisir menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba.

Berdasarkan data BNN RI tahun 2024, tercatat sekitar 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia dengan rentang usia 15 hingga 65 tahun, yang sebagian besar merupakan kelompok usia produktif.

Heru menegaskan peran aparat kecamatan dan desa sangat penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Camat dan kepala desa adalah ujung tombak yang paling tahu kondisi masyarakat. Perang terhadap narkoba harus dimulai dari tingkat RT, RW, bahkan dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, narkotika tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga keluarga dan generasi bangsa.

“Kita, para pemimpin daerah, tidak boleh berpaling tangan. Mari kita satukan langkah dan komitmen agar wilayah kita menjadi zona bersih narkoba,” tutup Heru. (din)



Kamis, 23 Oktober 2025

Forum Satu Data Indonesia: Wujudkan Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Terintegrasi

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat kabupaten sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola data pembangunan yang terintegrasi di tingkat daerah.

Forum ini dihadiri oleh pembina data, walidata, dan produsen data dari berbagai perangkat daerah, dengan tujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam penyediaan dan pemanfaatan data sektoral.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Cirebon berupaya memastikan bahwa seluruh proses perencanaan, penganggaran, dan evaluasi pembangunan didasarkan pada data yang akurat, mutakhir, dan terpadu.

Keberadaan Forum SDI menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi perencanaan pembangunan daerah berbasis data terintegrasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan ke depan harus berbasis data yang valid dan terintegrasi.

“Melalui Forum Satu Data ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan pembangunan di Kabupaten Cirebon didasarkan pada data yang benar, agar program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran,” ujar Dangi, Kamis (23/10/2025).

Sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Satu Data Indonesia, Bappelitbangda Kabupaten Cirebon juga memperkenalkan Dashboard Data Pembangunan Berbasis Spasial, yang telah dikembangkan sebagai alat bantu dalam proses perencanaan.

Dashboard ini memungkinkan visualisasi data pembangunan secara geografis, sehingga dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program dan kegiatan, khususnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Dwi Ariyani, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappelitbangda, meskipun sistem ini masih dalam tahap pengembangan, namun akan menjadi langkah inovasi baru dalam merumuskan perencanaan program.

“Melalui data spasial, akan memudahkan para pimpinan merumuskan kebijakan perencanaan secara cepat dan tepat,” ujar Dwi Ariyani.

“Tentunya, ini menjadi bagian ikhtiar pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Karena dengan data yang akurat, perencanaan akan cermat dan kebijakan akan tepat,” tuturnya.

Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antar perangkat daerah semakin kuat, kualitas data semakin baik, dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Cirebon semakin terarah, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (din)









PGRI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Mentalitas Anak Bangsa

CIREBON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang se-Kota Cirebon resmi dilantik untuk masa bakti XXIII tahun 2025–2030 di Ruang Adipura Kencana, Gedung Balaikota Cirebon, Kamis (23/10/2025). 

Hadir langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, para pengurus cabang, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari seluruh kecamatan di Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membangun generasi masa depan. 

Ia menyampaikan bahwa PGRI merupakan organisasi besar yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus bergerak maju, tidak hanya dalam aspek pendidikan formal, tetapi juga dalam membangun mentalitas anak-anak bangsa.

“PGRI adalah organisasi besar, dan saya berharap dengan dilantiknya teman-teman semua hari ini, langkahnya semakin maju dalam berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kota Cirebon. Pembangunan yang kita lakukan bukan hanya fisik, tapi juga pembangunan mental dari anak-anak kita. Ketika kita mengajar dengan benar, mendidik dengan benar, di sanalah terbentuk generasi penerus yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menunjukkan kinerja nyata.

“Saya berharap pelantikan hari ini tidak berhenti sebagai gugur kewajiban atau seremoni semata. Mari kita kolaborasi dan buktikan melalui langkah konkret yang lebih cepat dan lebih baik dalam membangun dunia pendidikan di Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menyatukan tekad dan gerak dalam mengemban tiga pilar utama organisasi, yaitu perlindungan, peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan guru.

“Pengurus harus peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anggota, serta berupaya membantu menyelesaikannya. Ketiga pilar utama ini bukan hanya slogan, tapi harus menjadi pedoman kerja dalam setiap langkah organisasi,” ujar Eka.

Eka juga menyoroti perjuangan PGRI dalam mendorong peningkatan status bagi para guru, khususnya terkait perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Menurutnya, perjuangan ini terus diupayakan melalui koordinasi dengan PGRI Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Besar PGRI agar dapat diakomodasi oleh pemerintah pusat.

“Mari kita satukan langkah dan gerak bersama. Menjadi manusia berarti memberikan kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Jadilah guru dan pengurus PGRI yang selalu memberi manfaat bagi sesama, serta terus hidupkan semangat organisasi kita,” pungkasnya. (din)



Wali Kota : Jabatan Publik Harus Terbuka, Bukan Bersembunyi di Balik Dinding Birokrasi


CIREBON –  Jabatan publik tidak boleh bersembunyi di balik dinding birokrasi, tapi harus terbuka, transparan, dan bisa dilihat serta diuji langsung oleh masyarakat. Pesan simbolik itu yang disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dalam apel bersama yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV), Kamis (23/10/2025). 

Sebanyak 41 orang pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut, terdiri dari pejabat yang mengalami rotasi maupun promosi jabatan.

Pelantikan kali ini terasa berbeda. Tidak seperti biasanya yang dilakukan di dalam ruangan berpendingin, pelantikan dilaksanakan di bawah langit terbuka, tepatnya di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon. 

Wali Kota mengatakan, pelantikan di bawah langit terbuka mengandung pesan spiritual yang dalam. Menurutnya, pelantikan di lapangan juga menjadi simbol keterbukaan dan kesetaraan di antara seluruh ASN.

"Langit yang menjadi atap kita pagi ini adalah pengingat bahwa di atas setiap sumpah ada Tuhan yang mendengar. Dan tanah yang kita pijak adalah pengingat bahwa semua jabatan akan kembali ke akar pengabdian, yaitu kepada masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota juga mengingatkan kembali makna sejati dari jabatan sebagai amanah yang harus dijaga dengan kejujuran, kedisiplinan, serta keberanian moral untuk mengatakan kebenaran meski tidak populer.

"Amanah menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Kepada pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, saya ingin menegaskan, mulai hari ini, tanggung jawab saudara bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan, tetapi memastikan pekerjaan itu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya integritas dan inovasi dalam bekerja, terutama di era digital yang serba cepat dan terbuka. Ia menambahkan, kinerja di era sekarang tidak lagi diukur dari berapa lama berada di kantor, melainkan dari sejauh mana hasil kerja dirasakan oleh masyarakat. 

"Publik kini bisa menilai, mengkritik, dan membandingkan kinerja antar daerah. Maka satu-satunya cara untuk bertahan adalah bekerja sungguh-sungguh dan memberikan hasil yang nyata,” tuturnya.

Wali Kota mengajak seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan sebagai kesempatan untuk menguatkan tim dan menumbuhkan kesadaran baru. 

"Kesadaran bahwa kita menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga dinamika sosial. Karena itu, jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah perubahan dari diri sendiri, dari cara berpikir, dan dari cara melayani,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalitas dan efektivitas birokrasi, Pemkot Cirebon kini mulai menerapkan Sistem Manajemen Talenta bagi ASN. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju birokrasi modern yang berbasis kinerja dan kompetensi.

Wali Kota menjelaskan, penerapan sistem tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan potensi terbaiknya. 

“Dengan sistem ini, setiap pegawai dapat berkembang sesuai kompetensi dan kinerjanya, sehingga pelayanan publik dapat semakin efektif dan adaptif,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan jabatan yang diemban sebagai sarana berbuat baik dan meninggalkan warisan kinerja yang dapat dibanggakan.

"Bekerjalah dengan semangat keterbukaan seperti lapangan ini, lapang dalam berpikir, luas dalam melayani, dan suci dalam niat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, memberi kekuatan dalam bekerja, dan menjaga keikhlasan dalam setiap keputusan,” harapnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, menambahkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Talenta dilakukan secara bertahap dengan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini menempatkan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas yang dimiliki.

“Sistem ini akan membantu pimpinan mengambil keputusan yang objektif serta mempersiapkan suksesi jabatan secara terencana agar tidak terjadi kekosongan jabatan,” jelas Sri.

Sebagai bagian dari inovasi digital, Pemkot Cirebon juga tengah mengembangkan aplikasi terintegrasi bernama Sistem Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SIMANTAN TERINDAH ). Aplikasi ini menjadi instrumen penting dalam memantau dan mengelola kinerja ASN secara transparan dan berbasis data.

“Manajemen talenta menjadi fondasi penting untuk membentuk ASN yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah,” pungkasnya. (din)



Rabu, 22 Oktober 2025

Serahkan SK Pensiun dan Penghargaan, Wali Kota Sebut Pengabdian ASN Jadi Pilar Kemajuan Birokrasi

 PRESS RELEASE


CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi kepada 29 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menuntaskan masa baktinya melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan Tanda Penghargaan, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi para ASN yang purna tugas. 

Ia menegaskan, pengabdian seorang aparatur tidak berhenti hanya karena masa kerja berakhir, melainkan berganti bentuk menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi penerus.

“Saya meyakini bahwa setiap pengabdian memiliki perjalanan, dan setiap perjalanan menyimpan nilai yang layak diapresiasi. Hari ini kita memberikan penghormatan kepada para ASN yang telah menuntaskan masa baktinya. Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah bagian dari sejarah pemerintahan Kota Cirebon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa banyak di antara para ASN yang memulai karier di masa ketika sarana kerja masih terbatas. Namun berkat ketekunan, kesetiaan, dan tanggung jawab, birokrasi di Kota Cirebon kini terus berkembang menuju arah yang lebih modern dan digital.

“Bapak dan Ibu telah menyumbangkan waktu terbaik dalam hidupnya untuk mengabdi. Pemerintah Kota Cirebon tidak akan berjalan tanpa ketekunan orang-orang seperti Bapak dan Ibu yang memilih tetap setia pada tanggung jawab. Fondasi kemajuan birokrasi hari ini turut dibangun oleh generasi yang kini memasuki masa purna bakti,” ungkapnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan masa untuk berperan dengan cara berbeda. 

Ia berharap para pensiunan tetap menjadi bagian dari pembangunan Kota Cirebon dengan berbagi pengalaman, menjadi penggerak di masyarakat, dan teladan bagi generasi muda.

"Kota Cirebon masih memerlukan semangat dan nasihat dari Bapak dan Ibu semua. Kami yang melanjutkan estafet ini tentu belum sempurna. Namun, nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang telah diwariskan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus melangkah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Laksmi Stanyawati, menyampaikan bahwa total ASN yang menerima SK Pensiun berjumlah 29 orang, terdiri dari 3 orang jabatan struktural, 18 orang jabatan fungsional tertentu, dan 8 orang jabatan fungsional umum.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh ASN untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Apa yang telah ditunjukkan oleh para ASN yang purna tugas ini menjadi cerminan nyata tentang arti loyalitas dan komitmen terhadap pelayanan publik. Semoga semangat pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi ASN yang masih aktif untuk terus meningkatkan kualitas kinerja,” ujar Sri Laksmi. (din)



Pj Sekda Dilantik, Wali Kota Tekankan Fokus Akselerasi Pembangunan dan Harmonisasi Pemerintahan

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, di Balai Kota, Selasa (21/10/2025). 

Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintah kota untuk menjaga kesinambungan pemerintahan, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, dan memastikan kelancaran pembangunan di berbagai sektor.

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi administratif. Seperti yang diketahui, Sekretaris Daerah merupakan simpul koordinasi yang menghubungkan visi kepala daerah dengan pelaksanaan kebijakan, sekaligus menjadi penjaga ritme birokrasi agar tetap adaptif, efisien, dan berpihak pada kepentingan publik.

Wali Kota menekankan bahwa Pj Sekda memiliki peran vital dalam memastikan stabilitas pemerintahan. 

“Saya berharap Bapak Sumanto dapat menjadi penggerak koordinasi lintas perangkat daerah, menjaga integritas birokrasi, serta memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Cirebon saat ini berada pada fase penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat layanan publik, dan menjaga daya saing kota di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. 

“Pelantikan Pj Sekda menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat fondasi birokrasi, agar pembangunan berjalan lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, setiap capaian yang sudah diraih menjadi fondasi yang harus terus dibangun. 

“Jabatan ini bukan hanya ruang untuk mengatur, tetapi juga kesempatan memberi makna bagi organisasi, ASN, dan masyarakat Kota Cirebon,” tambahnya.

Wali Kota mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tentang visi, tetapi juga disiplin pelaksanaan dan semangat kebersamaan. 

“Mari kita lanjutkan kerja kolaboratif ini, sehingga Kota Cirebon mampu mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Cirebon, Sumanto menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja birokrasi melalui koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta mitra pemerintah lainnya.

“Arahan Bapak Wali Kota untuk akselerasi pembangunan dan harmonisasi internal menjadi pedoman utama saya. Saya akan memastikan seluruh perangkat daerah bekerja sinergis demi kemajuan Kota Cirebon,” ujarnya.

Pj Sekda menekankan pentingnya respons cepat terhadap tantangan, menjaga kesinambungan program, dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik. 

“Semua ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi dan komunikasi yang baik antarperangkat daerah,” jelas Sumanto. (din)



Selasa, 21 Oktober 2025

Abdul Jaenudin Resmi Dilantik, Warga Cirebon Girang Harapkan Kinerja yang Amanah dan Melayani

 

CIREBON, FC – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Balai Desa Cirebon Girang saat prosesi pelantikan perangkat desa baru, Abdul Jaenudin, digelar. 

Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat desa lainnya itu, seluruh hadirin menyambut hangat hadirnya sosok baru yang siap mengabdikan diri untuk kemajuan desa.

Kepala Desa Cirebon Girang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Abdul Jaenudin atas amanah baru yang diemban. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas, tanggung jawab, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Menjadi perangkat desa bukan sekadar jabatan, tapi ladang pengabdian. Kami berharap Pak Abdul bisa bekerja dengan hati, melayani warga dengan sepenuh jiwa, dan menjadi bagian dari semangat perubahan positif di Cirebon Girang,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Jaenudin yang baru saja dilantik mengungkapkan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.

“Ini amanah besar yang harus saya jaga. InsyaAllah, saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya, membantu masyarakat dan bersinergi dengan seluruh perangkat demi kemajuan Desa Cirebon Girang,” ungkapnya dengan haru.

Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana. Banyak warga yang hadir menyampaikan harapan agar sosok Abdul Jaenudin bisa membawa semangat baru dan memperkuat pelayanan publik di tingkat desa.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen pelayanan yang tinggi, diharapkan kehadiran Abdul Jaenudin sebagai perangkat Desa Cirebon Girang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, prosesi kegiatan pelantikan perangkat baru ini dihadiri oleh Camat Talun, Abdul Roup, Ketua BPD, dan keluarga Abdul Jaenudin. (Bambang HS)