Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 30 Desember 2023

100 Kuwu Hasil Pilwu Serentak Dilantik, Ini Pesan Bupati Imron

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik 100 kuwu hasil Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak Kabupaten Cirebon Tahun 2023 di Hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/12/2023).

Hadir dalam pelantikan kuwu tersebut, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan, saat ini pemerintahan desa terus mengalami perubahan yang positif. Sehingga, perlu untuk menyesuaikan, baik dalam landasan hukum yang melandasi operasional pemerintahan desa, maupun lainnya.

Terlebih, desa telah diberikan kewenangan yang begitu besar, baik kewenangan yang berdasarkan hak asal usul desa maupun kewenangan lokal berskala desa. 

"Maka, sangat diperlukan penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersih dan berwibawa, dengan ditopang oleh SDM yang handal dan mengedepankan peran rakyat pada setiap aspek kehidupan," ujar Imron.

Ia juga meminta, agar dapat merangkul dan bekerja sama serta bersinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), guna membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk dengan lembaga kemasyarakatan lainnya.

"Untuk menampung kehendak rakyat yang beragam, dibutuhkan sikap yang bijaksana, serta kebesaran jiwa dalam menerima keputusan akhir, yang diharuskan tetap memiliki orientasi kepada kepentingan umum, jangan pribadi," jelas Imron. 

Imron berpesan, karena saat ini sudah dilantik sebagai kuwu, maka tanggung jawab selaku kuwu untuk bersama-sama memberikan yang terbaik kepada masyarakat desa.

"Mengingat pemerintahan desa mempunyai peran aktif sebagai motivator dan inovator pembangunan di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya. (Hafidz)

Share:

Senin, 18 Desember 2023

Hadiri Muscab X FKPPI, Bupati Imron: Semoga Bisa Bekerjasama Membangun Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) X dan Pelantikan Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (18/12/2023).

Imron menyampaikan selamat kepada Muscab dan berharap, terpilihnya orang-orang baik yang bisa bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Cirebon.

"Semoga FKPPI yang terpilih ini, bisa bekerjasama membantu program-program Pemkab Cirebon untuk membangun Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Imron juga meminta kepada forum tersebut untuk bersama-sama memelihara, menjaga dan mempertahankan kiprah anak bangsa dalam meneruskan cita-cita mulia para pendahulu. 

“Semoga Muscab ini bisa menghasilkan keputusan tepat dalam situasi dan kondisi tahun politik ini,” tambah Imron.

Menurut Imron, FKPPI merupakan aset bangsa dan menjadi tauladan bagi rekan-rekan ormas khususnya, dan masyarakat umum sesuai dengan norma-norma agama serta budaya.

“Hal ini, agar menjadi ikatan yang lebih kuat dan saling menguatkan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Cirebon yang sejahtera. Juga bergantung pada peran semua komponen masyarakat, termasuk FKPPI,” lanjutnya.

FKPPI Kabupaten Cirebon bisa bergerak melakukan penyuluhan dan pelatihan, baik dalam hal sosial, kesehatan, pertanian dan kegiatan atau bidang lainnya.

Diharapkan, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus yang akan mewarisi estafet kepemimpinan, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. (Ara)

Share:

IAIN Cirebon Sosialisasikan PermenPANRB No1 Tahun 2022 Dengan Menghadirkan Dua Tokoh Tetkemuka

CIREBON, FC - Momentum penting dalam perubahan pendidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon terjadi pada Senin (18/12/2023) melalui acara “Sosialisasi PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023” yang digelar di Auditorium FITK lantai 5. Kegiatan ini mengundang sejumlah akademisi, staf pengajar, dan tenaga kependidikan yang turut memeriahkan suasana.

Dalam acara yang bergengsi ini, dua tokoh terkemuka dalam dunia pendidikan, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed, Direktur Sumberdaya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta Iwan Winardi, S.Pd., M,Pd, Koordinator Karir Pendidik dan Kependidikan Direktorat Sumber Daya Kemendikbudristek, memberikan wawasan yang berharga sebagai narasumber.

Prof. Dr. H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran para narasumber serta menyoroti perubahan besar yang sedang dilakukan oleh institusi ini.

“Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah langkah besar yang sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 860 Tahun 2022 tentang Penetapan Institut Agama Islam Negeri Syeikh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber. Kami juga berbangga menjadi bagian dari tujuh program prioritas Menteri Agama, yakni Cyber Islamic University atau Kampus Siber,” ujar Prof. Aan.

Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed, menguraikan isu terkait PermenPANRB No. 1 tahun 2023, dengan menyoroti kebijakan evaluasi angka kredit dosen. Paparannya memberikan pemahaman mendalam tentang peran kebijakan ini dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara itu, Iwan Winardi, S.Pd., M,Pd, memberikan pandangan yang mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan ini. Dalam paparannya, ia menekankan bagaimana evaluasi ini akan menjadi pendorong bagi pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan kesungguhan dalam merespons dan mengadopsi kebijakan baru ini di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Harapannya, kehadiran kebijakan ini tidak hanya sebagai panduan tetapi juga sebagai pemacu bagi kemajuan pendidikan tinggi, terutama di wilayah Cirebon. (din)

Share:

Rabu, 13 Desember 2023

Pemkab Cirebon Dorong Pembentukan APSAI, Wabup Ayu: Agar Tercipta Sinergitas dalam Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya memberikan perlindungan terhadap anak. Hal tersebut untuk mempertahankan Kabupaten Cirebon sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut berupa KLA, yang bertujuan mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat dipastikan lebih baik. 

“Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui "World Fit for Children." Dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya,” kata Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu ini, di Hotel Apita Cirebon, Rabu (13/12/2023).

Ayu mengatakan, bahwa hasil verifikasi KLA 2023 menunjukkan, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan tingkat pratama dengan poin 505,96. Hasil tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022, yang pada saat itu tidak memperoleh penghargaan sebagai KLA.

Pemerintah daerah, lanjut Ayu, berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan KLA.

Diharapkan, KLA ini bisa ditingkatkan, agar status tersebut bisa terus meningkat dan tahun selanjutnya mampu meraih predikat yang lebih tinggi.

“Salah satu indikator yang perlu dipenuhi dalam KLA, yaitu pembentukan APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia),” lanjutnya.

Perlu kita ketahui, Kabupaten Cirebon belum membentuk APSAI. Dunia usaha yang tergabung dalam APSAI, diarahkan untuk melaksanakan penyelenggaraan perlindungan anak melalui 3P,  yaitu policy (kebijakan), produk, dan program. 

“Artinya, ada kebijakan perusahaan yang berperspektif anak, produk yang ditujukan untuk anak, harus aman bagi anak dan berkontribusi dalam pemenuhan hak anak melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” pungkasnya. 

Kegiatan ini, kata Ayu, diharapkan menjadi jembatan dalam pembentukan APSAI Kabupaten Cirebon, sehingga terciptanya sinergitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak. (Hafidz)

Share:

PSGA IAIN Cirebon Menggelar Acara Panggung Perempuan

FOKUS CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara panggung Perempuan dalam rangka penutupan acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang  dilaksanakan di ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi dan tamu undangan yang lainnya, hal ini menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Anti  Kekerasan Seksual.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghentikan kekerasan terhadap perempuan, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka terkait isu ini. Dalam acara ini, berbagai kegiatan dan pertunjukan telah diselenggarakan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,"  ungkapnya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang berarti dalam perjuangan melawan kekerasan.“Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Masriah.

Lalu, Alifatul Arifiah dari fahmina institute selaku ketua Jaringan Cirebon ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. 

"Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan penangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif," ulasnya. 

Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. 

"Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual," jelasnya. Dr Faqihuddin.

Sementara itu juga, Prof Dr Hajam, M.Ag selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. 

Dalam momen ini, pihaknya tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," ujar Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. 

Imelda Triadhari selaku ketua relawan pusat studi gender dan anak mengungkapkan rasa bangga dan haru atas peresmian Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual "Nyimas Gandasari". 

"Inisiatif ini merupakan bukti nyata komitmen kita untuk memberikan perlindungan,dukungan dan akses kepada korban kekerasan seksual," ungkapnya.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan kamu yakin Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) beserta seluruh elemen kampus telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan adil. 

Namun perjuangan ini belumlah berakhir,kita masih harus terus bergerak maju, menjaga semangat kolaborasi, dan menjalankan komitmen nyata  untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.

Khoerul Anwar selaku ketua pelaksana mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, juga ucapan terima kasih kepada PSGA yang telah peduli dan berani mengadakan kegiatan ini secara meriah di kampus kita, IAIN Cirebon. 

"Diucapkan pula rasa terima kasih kepada jaringan kemanusiaan Cirebon yang telah membantu kami dalam mewujudkan kampus yang tanggap terhadap kekerasan seksual. Dan kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mewujudkan acara yang sangat spektakuler ini," tuturnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan. (Ara)

Share:

Mahasiswa IAIN Cirebon, Aditya Ramadhan Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

CIREBON, FC - Prestasi gemilang kembali diukir oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Kompetisi Esai Nasional yang diadakan oleh Sociophoria Himpunan Mahasiswa Sosiologi Agama secara daring, telah menjadi ajang kemenangan bagi Aditya Ramadhan, mahasiswa semester 3 jurusan Hukum Ekonomi Syariah, yang berhasil meraih Juara 2 dengan esai berjudul “Epidemi Kesepian: Menyusuri Komodifikasi Hubungan Manusia dibawah Kapitalisme”.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 37 peserta dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ternama di Indonesia, termasuk UI, UNBRAW, UNPAD, UGM, IPB, ITB, UNJ, UNHAS, UNP, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mataram, Aditya mampu menyuguhkan esai yang menggugah dan kritis tentang realitas sosial yang relevan.

“Dalam penyusunan karya ilmiah yang saya lakukan dalam bentuk esai tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari para Dosen, khususnya kakak tingkat saya di kampus. Kepada semua mahasiswa, saya berharap agar memahami teks, meresapi konteks, Ketika akan menuangkannya dalam suatu tulisan,” ungkap Aditya Ramadhan, yang lahir pada 21 November 2003 di Sukabumi.

Prestasi Aditya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak kampus. Dr. H. Edy Setiawan, Lc, Dekan Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Aditya. “Prestasi ini menunjukkan dedikasi serta keuletan mahasiswa dalam meneliti isu-isu yang mendalam dan relevan dengan zaman,” tutur Dr. H. Edy Setiawan.

Ahmad Shodikin, M.H.I, Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, juga turut menyampaikan perasaan bangganya atas capaian gemilang yang berhasil diraih oleh salah satu mahasiswa dari jurusannya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Aditya Ramadhan, semoga prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan,” ucap Ahmad Shodikin.

Keberhasilan Aditya Ramadhan dalam meraih Juara 2 dalam kompetisi esai nasional ini tak hanya mengangkat nama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga menunjukkan kualitas dan dedikasi mahasiswa dalam menyuarakan pemikiran kritis melalui karya ilmiah. (din)

Share:

Selasa, 12 Desember 2023

Bupati Cirebon : HUT Ke 24 DPW Kabupaten Cirebon Diharap Akan Berkembang dan Menjadi Organisasi Kemasyarakatan Yang Handal dan Dekat Dengan Masyarakat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara Peringatan HUT ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon tahun 2023 di Gedung Graha Cakrabuana BKPSDM Kabupaten Cirebon, Selasa (12/12/2023).

Imron mengatakan, HUT ke-24 tahun ini, DWP akan berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang handal dan senantiasa dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, sudah selayaknya para ibu-ibu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Cirebon merasa gembira dan bahagia.

"Kita berupaya untuk menyegarkan suasana fikir dan rencana kerja yang obyektif. Sehingga, selama satu tahun ke depan, ayunan langkah kita akan mengarah kepada satu tujuan, yaitu bagaimana memberikan pelayanan yang makin baik kepada seluruh masyarakat," ujar Imron.

Imron menyebut, peran ibu-ibu dalam naungan Dharma Wanita Persatuan sangatlah penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

Oleh karena itu, lanjut Imron, pemerintah daerah akan memberikan dukungan terhadap program-program DWP, sehingga dapat membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan visi daerah.

"Dharma Wanita Persatuan sebagai salah satu organisasi masyarakat perempuan terbesar di Indonesia, yang menghimpun para isteri Aparatur Sipil Negara," jelas Imron.

"Tentunya, dapat berperan aktif dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional dengan visi dan misi yang dimiliki organisasinya," imbuhnya.

Imron berharap, DWP Kabupaten Cirebon menjadi wadah bagi kaum perempuan dalam bermitra dengan pemerintah daerah, agar dapat semakin berperan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Cirebon.

"Keberadaan DWP diharapkan, dapat memberikan kontribusi positif membentuk keluarga-keluarga yang mempunyai ketahanan yang baik. Serta ketahanan keluarga akan membentuk ketahanan masyarakat yang kemudian membentuk ketahanan nasional," ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Cirebon, Ella Komala Sari Hilmy Riva'i mengatakan, perempuan mempunyai andil besar dalam pembangunan berkelanjutan. 

Seperti halnya pendidikan dalam keluarga harus menempatkan perempuan, karena pendidikan modal utama dalam pembangunan berkelanjutan.

"Perempuan mempunyai andil besar dalam proses perwujudannya pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, sebagai garda terpenting pembangunan berkelanjutan, sudah saatnya kita sebagai perempuan untuk bergerak," katanya.

Penasehat DWP Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini Imron menyebut, dengan adanya peringatan HUT ke-24 DWP ini, semua mendapatkan wawasan yang lebih terarah sesuai tujuan prgram-program DWP itu sendiri.

"Saya ucapkan terimakasih kepada pengurus DWP Kabupaten Cirebon, yang sudah menjalankan program-program, seperti pendidikan, ekonomi dan sosial dengan baik, serta mampu membuat suasana keluarga yang aman, nyaman dan bahagia," ucapnya. (din)

Share:

Unit Kepegawaian IAIN Cirebon Selaraskan Kualifikasi dan Kompetensi Jabatan Funsional

CIREBON, FC – Unit Kepegawaian IAIN Syekh Nurjati Cirebon memasuki tahap krusial dalam menyelaraskan kualifikasi dan kompetensi jabatan fungsional APBN dengan melaksanakan Uji Kompetensi (UKOM) pada tanggal 11 dan 14 Desember 2023. 

Dra. Siti Yayah Nurhidayah, M.Si., Analis Kepegawaian Ahli Muda, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari Seleksi Perpindahan dari Jabatan Lain ke Jabatan Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APK APBN) serta Jabatan Fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PK APBN) tahun 2023. Senin, (11/12/2023).

Menurut Dra. Siti Yayah, proses verifikasi telah diselesaikan dengan menetapkan sejumlah 5.325 peserta untuk mengikuti Uji Kompetensi Teknis dan/atau Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Dari hasil verifikasi tersebut, 51 peserta telah memenuhi kualifikasi teknis dan manajerial yang diperlukan.

Pelaksanaan uji kompetensi ini direncanakan pada tanggal 11 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Teknis dan pada tanggal 14 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui tautan https://cat.kemenkeu.go.id, memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari kantor atau unit kerja masing-masing.

“Proses ini mengacu pada Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) Fungsional di Bidang Perbendaharaan Negara yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2023,” jelas Dra. Siti Yayah.

Pimpinan Unit Kerja diharapkan untuk menugaskan peserta dan petugas kepegawaian sebagai pengawas pelaksanaan Uji Kompetensi di unit kerja masing-masing guna memastikan kelancaran proses tersebut. Dalam rangka memastikan keselarasan, peserta diwajibkan melakukan uji coba ujian pada tanggal 7 Desember 2023.

Dra. Siti Yayah menegaskan bahwa keputusan terkait Uji Kompetensi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Bagi calon peserta yang tidak tercantum dalam daftar saat ini, diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pada periode berikutnya. Kegiatan ukom dilaksanakan di Gedung Siber lantai 2. Sementara untuk peserta uji kompetensi  dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, untuk Jabatan Fungsional APBN sebanyak 8 orang, dan ini daftar lengkap peserta ukom. Untuk hari Senin, 11 Desember 2023 yakni, Mahmudin, S.E., Firman Agung, S.E., Lies Zakiyah, S.E., Siti Azizah, S.E., Sohibul Wafa Atoillah, S.H.I., sementara untuk hari Kamis, 14 Desember 2023 adalah,  Pagi, S.E., Tatang Permana, S.E., M.M., Faidatun Nashihah, S.E.I. Semoga mereka semua sukses dan berhasil dalam melaksanakan ujian mereka. ungkapnya

Untuk informasi lebih lanjut terkait proses pendaftaran, tersedia layanan call center HAI Kemenkeu dengan nomor 14090, e-mail, atau tiket melalui hai.kemenkeu.go.id.

Kegiatan Uji Kompetensi ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang keuangan negara serta menjamin profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan tuntutan kebutuhan jabatan fungsional. (din)

Share:

IAIN Syekh Nurjati Bersama Pemkot Cirebon Mendatangani Deklarasi

CIREBON, FC -Prof Dr Hajam, M.Ag.,, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari unsur pimpinan IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon menandatangani bersama Deklarasi. Kegiatan tersebut digawangi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menggelar kegiatan  bertajuk “Panggung Perempuan”.

Kegiatan ini dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara yang dihadiri oleh ratusan undangan dari berbagai pihak ini juga menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual. Gedung ICC, Selasa, (12/12/2023).

Dr. Masriah, M.Ag Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan sambutan dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. “Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya dari lingkungan akademis, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota, lembaga sosial, dan aktivis perempuan. “Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” tambah Masriah.

Alifatul Arifiyah Ketua Jaringan Cirebon dari Fahmina dikegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara Ketua Jaringan Cirebon Alifatul Arifiah dari fahmina, ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

“Kami di Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan peangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA Kepala LPPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan Statemen dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif. Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual.l,” ungkap Dr Faqihuddin.

Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sambutan sekalogus membuka secara resmi kegiatan “Panggung Perempuan”

Di sisi lain, Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. tegas Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Prof Dr Hajam, M.Ag., Dr Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon, menandatangani  bersama “Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi ” 

“Dalam momen ini, kami tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi. Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual. tandas Prof Hajam.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan.

“Semoga kehadiran unit ini tidak hanya menjadi titik awal, tetapi juga menjadi tonggak dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan akademis. Dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak sangatlah penting dalam memastikan keberhasilan dan efektivitas dari langkah-langkah ini.” pungkasnya. (din)

Share:

Senin, 11 Desember 2023

Rektor IAIN Cirebon Pimpin Langsung Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggara. (RBA) Tahun 1023

CIREBON, FC -IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara penting dalam upaya mereka untuk merajut rencana strategis ke depan. Prof Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, Rektor IAIN, memimpin langsung kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahun 2023. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memastikan langkah keuangan yang tepat guna dan terarah bagi lembaga yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU (Badan Layanan Umum).

Didampingi oleh Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, Prof. Aan Jaelani memusatkan perhatian pada pemenuhan data kinerja bisnis tahun 2023 di semua unit di kampus tersebut. Diskusi mengenai RBA menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pentingnya wawasan bisnis yang komprehensif, terperinci, dan terukur.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dan proyeksi, tetapi bagaimana angka tersebut merefleksikan pertumbuhan dan pencapaian yang sesungguhnya,” jelas Prof. Aan Jaelani dalam sesi sosialisasi.

RBA di IAIN Cirebon mengadopsi pendekatan yang sangat terperinci, mencakup indikator kinerja utama yang telah ditetapkan. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari persentase tingkat pekerjaan & wirausaha bagi alumni, pengakuan atas kinerja keilmuan dan karya ilmiah dosen, hingga pencapaian prestasi mahasiswa.

“Sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih responsif, yang mencerminkan visi dan misi institusi serta tuntutan dunia bisnis saat ini,” tambah Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag.

Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 3 rektorat, memperlihatkan komitmen IAIN Cirebon dalam menggalang sinergi antarunit dan memastikan bahwa RBA yang disusun bukan hanya dokumen formal, tetapi juga panduan yang hidup dan berkelanjutan dalam perjalanan pertumbuhan lembaga ke depan. (din)

Share:

Rektor IAIN Cirebon Bertekad Menggerakan Inovasi dan Meningkatkan Layanan Digit dan BLU

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD).  Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, mengungkapkan tekadnya dalam menggerakkan inovasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada peningkatan layanan digital dan optimalisasi masukan bisnis Badan Layanan Umum (BLU). Dalam pernyataannya, beliau menjelaskan maksud, tujuan, target, dan harapannya terhadap FGD tersebut.

“Maksud dari FGD ini adalah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat aspek digitalisasi layanan dan strategi pengembangan bisnis BLU,” ungkap Prof. Aan Jaelani.

Rektor menegaskan bahwa tujuan utama dari FGD adalah untuk menciptakan terobosan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman. “Kami bertekad agar FGD ini menjadi wadah untuk menciptakan gagasan-gagasan brilian yang dapat menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berbasis teknologi, serta untuk merumuskan langkah strategis dalam optimalisasi peran BLU,” tambahnya.

Dalam hal target, Rektor berharap FGD akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam terkait kebutuhan akan transformasi digital dalam layanan publik. “Kami ingin para peserta dapat mengidentifikasi solusi-solusi konkret dan langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan layanan publik di era digital ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani menyampaikan harapannya agar FGD ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi pemicu aksi nyata. “Saya berharap dari FGD ini lahir strategi-strategi yang dapat diimplementasikan secara bertahap untuk merubah paradigma layanan publik dan optimalisasi model bisnis BLU di masa mendatang,” tandasnya dengan optimisme.

Diharapkan dengan semangat inovasi yang digelorakan oleh Rektor, FGD ini akan menjadi tonggak awal menuju transformasi yang signifikan dalam layanan publik dan bisnis BLU, serta memperkuat kontribusi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan masyarakat. (din)

Share:

Sabtu, 09 Desember 2023

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa Syariah IAIN Cirebon Juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition

CIREBON, FC  Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition. 

Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada ini bertemakan "Optimalisasi Peran Peternakan dalam Ketahanan Pangan Nasional".

Ajang perlombaan berlangsung mulai tanggal 17 November hingga 8 Desember 2023, melibatkan 59 mahasiswa dari 36 universitas ternama di Indonesia. 

Dede Al Mustaqim berhasil memenangkan perlombaan dengan judul karya yang menginspirasi, berjudul "Strategi Peningkatan Produktivitas Peternakan dan Peran Kampung Sapatu Baru Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional".

Sebelum mengikuti perlombaan ini, Dede Al Mustaqim menjalani proses persiapan yang matang, menggali berbagai sumber pengetahuan, dan berdiskusi intensif dengan dosen pembimbing serta teman-teman sejawat.

Dalam ungkapannya, Dede Al Mustaqim menyampaikan rasa syukurnya, "Alhamdulillah saya mendapatkan juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional ini. Judul karya saya mencoba membahas strategi peningkatan produktivitas peternakan dan peran Kampung Sapatu Baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional".

Selain Dede, Juara 2 diraih oleh Sisila Indri. S dari Universitas Gadjah Mada, dan Juara 3 diraih oleh Khusnul Latifah dari Universitas Jember, memberikan bukti bahwa kompetisi ini memunculkan karya-karya berkualitas dari seluruh penjuru tanah air.

Dengan prestasi ini, Dede Al Mustaqim memberikan pesan kepada teman-teman mahasiswa, "Jangan pernah ragu untuk berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi nasional. 

Persiapkan diri sebaik mungkin, gali potensi diri, dan percayalah bahwa setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Prestasi ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik kampus dan rekan-rekan sejawat. Mari bersama-sama terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara."

Prestasi Dede Al Mustaqim dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition menjadi momentum penting bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk terus mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Ara)

Share:

Jumat, 08 Desember 2023

Bupati Cirebon Imbau Kepada Seluruh Pelaksana Pembanguna Harus Berakhir Sebelum Akhir 2023

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan safari pembangunan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Sejumlah proyek fisik didatangi, mulai dari sarana peribadatan, infrastruktur jalan, fasilitas umum hingga sarana pendidikan untuk dilakukan peninjauan sejauh mana progres pengerjaan yang dilakukan, Rabu (6/12/2023).

Dalam safari pembangunan tersebut, Bupati Cirebon didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. Hafidz Iswahyudi, M.Si.

Kemudian, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc, MT, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, S.H, M.H, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Ir. Iwan Rizki, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam safari tersebut, bupati bersama rombongan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi, diantaranya pembangunan menara Masjid Agung Sumber, gedung KPU Kabupaten Cirebon, tempat pembuangan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) Tukmudal, kolam Pemijahan Cikalahang, revitalisasi Pasar Jamblang, revitalisasi ruang kelas di SMPN 1 Klangenan, revitalisasi SDN 2 Sitiwinangun, peningkatan jalan Weru-Sarabau, pemasangan PJU di kawasan Batik Trusmi dan Tuparev, dan terakhir Stadion Watubelah Sumber.

Imron menyebutkan, dari tinjauan sejumlah proyek fisik, hampir sepenuhnya rampung diselesaikan. Meskipun masih ada pengerjaan, namun hanya satu lokasi, yakni di menara masjid Sumber yang tinggal pengerjaan akhir.

Pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh pelaksana, untuk mempercepat pembangunan sebelum akhir tahun 2023, karena beberapa proyek terpantau masih dalam proses pengerjaan.

“Alhamdulilah, semuanya hamper 95 persen proyek fisik rampung dikerjakan. Sisanya, target sebelum akhir tahun 2023 ini bisa selesai,” ungkap Imron.

Menurutnya, seluruh pembangunan yang dilakukan tahun ini, sebagian besar untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Cirebon dan meminta kepada pihak-pihak teknis terkait untuk bisa terus merawat dan mengawal pembangunan ini.

“Contoh, tahun ini ada pembangunan TPS3R untuk menangani permasalahan sampah dan pusat benih ikan untuk menjamin ketahanan pangan daerah,” kata Imron.

“Kalau revitalisasi ruang kelas di SMPN 1 Klangenan ada 14 ruangan dan semuanya sudah selesai, sehingga siswa kita sudah bisa belajar dengan nyaman,” jelasnya. (Anin)

Share:

Pemerintab Kabupaten Cirebon Imbau Pengembang Perumahan Segera Menyerahkan PSU

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon mengimbau kepada pengembang perumahan yang menelantarkan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) perumahan agar segera menyerahkan ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut berdasarkan Pasal 49 ayat (9) dan Pasal 52 ayat (1) Peraturan Bupati Cirebon Nomor 189 Tahun 2022 tentang Prosedur Penyediaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dari pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data yang dimiliki DPKPP Kabupaten Cirebon, ada beberapa pengembang yang menelantarkan PSU, yaitu PT. Pendawindo Permai selaku Pengembang Perumahan Villa Intan 1, PT. Rifarco Adhitama selaku Pengembang Perumahan Telaga Sakinah dan PT. Putra Kedawung Agung selaku Pengembang Perumahan Telaga Sakinah II agar segera menyerahkan aset PSU ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahui, PSU perumahan merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat aman dan terjangkau. 

Dengan demikian, ketersediaan PSU merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan dan kawasan permukiman.

Oleh karena itu, dukungan PSU yang memadai, diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman.

Tujuan dari serah terima aset PSU perumahan oleh Pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon adalah untuk menjamin keberlanjutan pemeliharaan dan pengelolaan PSU perumahan tersebut.

Selain itu juga, penyerahan PSU Perumahan memiliki beberapa manfaat, yaitu menjamin ketersediaan PSU Perumahan, keberlanjutan pengelolaan PSU Perumahan dan dapat mewujudkan hunian yang tertata dan sehat. (Hafidz)

Share:

Kamis, 07 Desember 2023

IAIN Cirebon Umumkan Rencana Bedah Menyeluruh Terhadap DIPA Anggaran 2024



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengumumkan rencana bedah menyeluruh terhadap Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2024 dalam acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Santika Premiere Hotel, Kabupaten Kuningan, pada tanggal 04 hingga 06 Desember 2023.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi sekitar 60 peserta yang terdiri dari berbagai unsur pimpinan, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Pusat, SPI, hingga Kepala Bagian dan Kasubag. Tujuan utama dari bedah DIPA ini adalah untuk mengkaji secara mendalam beberapa poin krusial yang terkait dengan rencana penggunaan anggaran pada tahun mendatang.

Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini akan membahas enam hal penting, antara lain: evaluasi pelaksanaan anggaran DIPA 2023, pembagian DIPA 2024, pembagian tanggungjawab, penyusunan performance indikator rektor yang akan ditandatangani oleh Dirjen dan Direktur, sosialisasi fungsi SPI, dan kesepakatan bersama pelaksana anggaran tahun 2024.

Acara yang didanai dari kantong usaha sendiri, BLU, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait perencanaan anggaran dan implementasinya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat maksimal dari kegiatan bedah DIPA ini guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan efektif untuk tahun mendatang. ungkap Sunarini.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan bedah DIPA 2024 secara resmi, Beliau menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang dua profil utama, yakni CIU (Cyber Islamic University) dan BLU (Badan Layanan Umum). Dalam konteks ini, perlu memahami secara mendetail mekanisme pelaksanaan program dan fungsi, khususnya dalam aspek pendidikan jarak jauh. 

Kegiatan ini juga menitikberatkan pada konsep Laporan Evaluasi Diri (LED) dan alat ukur yang menjadi fokus penting dalam menilai capaian dan efektivitas dari program-program yang direncanakan. tegas Prof Aan.

Kegiatan ini diharapkan akan memberikan landasan yang kokoh bagi perencanaan dan implementasi program-program yang berkualitas di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Tahun Anggaran 2024. (din)

Share:

Rektor IAIN Cirebon Siap Dorong Pengembangan )endidikan Tinggi Keagamaan

CIREBON, FC - Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta. Acara yang dibuka oleh Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas ini menjadi platform penting untuk berbagai pesan dan arahan terkait pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan. Kamis, (07/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan pesan penting bahwa Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) harus memiliki branding yang kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, meraih akreditasi yang unggul, dan juga memiliki distingsi atau perbedaan yang jelas dengan institusi lain.

“Keunggulan ini membutuhkan peran aktif dari seorang Chief of Marketing yang kreatif dan inovatif untuk memasarkan keunggulan kampus ke publik,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Yaqut Cholil Qoumas, membangun citra dan identitas yang kuat untuk Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), sangat penting di era digital saat ini. Ketangguhan dalam mengadaptasi teknologi informasi menjadi kunci, sementara meraih akreditasi yang unggul akan memperkuat reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, juga menegaskan bahwa perbedaan yang jelas antara institusi pendidikan adalah hal yang harus diperjuangkan. “Dengan memiliki keunggulan yang spesifik dan berbeda dari yang lain, kita bisa lebih dikenal dan diakui oleh masyarakat,” ungkap Aan.

Rapat Koordinasi ini menjadi momen penting bagi Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk merespons arahan dan membawa konsep-konsep baru dalam meningkatkan citra dan daya saing institusi ke depannya. Peningkatan branding dan kreativitas pemasaran diharapkan menjadi langkah strategis dalam menempatkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang memimpin di bidangnya. (din)

Share:

PSGA IAIN Cirebon Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan Gelar Seminar Online, Kampanye 16 HAKTP



FOKUS CIREBON, FC - PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sebuah seminar online yang bertujuan sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara ini, dengan tema "10 Hari Kenali dan Kawal UU TPKS," menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dalam berbagai bidang yang terkait.

Narasumber yang hadir diantaranya Alifatul Arifiati (Fahmina Institute), Alfina (KOPRI PC.PMII Cirebon), Seha Nur Fani (KOPRI Cirebon), Sa’adah (WWC Mawar Balqis), Asih Widyowati (Umah Ramah), Nurleli (Fatayat), Roikhatun Abhariyah (KPI Kab.Cirebon), Komala Dewi (RUPA), Siti Rabbi’ah Al Fatimah (Fatayat), Yumma Shafa Azzahra (Women March Cirebon), Ayu Anggaritno Proboningdyah,AMD.Keb, Hj.Saniri,S.Si.Apt.,M.H (DPPKBP3A Kabupaten Cirebon), Mahmudah (RUPA), Fadhilah Munawwaroh (Fatayat), Irhamna (WWc Mawar Balqis), Roudhatul Jannah (WWC Mawar Balqis), Puja Monica Rahayu (GERAK PUAN), Supraptiningsih (LBH Fahmina), Nurlaeli (PC.Fatayat Kab.Cirebon), Fitri Nurajizah (Mubadalah), Ida Ad’hiah (Fahmina Institute), Veno (WWC Mawar Balqis), dan Lutfiyah Handayani ( KID Kota Cirebon), hingga berbagai narasumber lainnya yang memiliki keahlian dalam isu-isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati cirebon, warek III IAIN syekh Nurjati Cirebon dan jajarannya.

Dr. Masriah.M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, membuka acara tersebut dengan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapannya terhadap seminar ini, menyatakan, 

"Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan," pungkasnya.

Saudara Khoerul Anwar, selaku Ketua Pelaksana, menekankan pentingnya kegiatan 16 HAKTP sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari tindak kekerasan seksual. Dalam sambutannya, Anwar menyatakan, "Selama ini PSGA telah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November hingga 6 Desember 2023."

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, melainkan juga peserta dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial, dan masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. 

Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platform virtual untuk memberikan wawasan tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan Indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual, dan banyak lagi.

Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesuksesan seminar online ini. Triadhari menyatakan, "Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dalam sepuluh hari penuh, peserta seminar memiliki kesempatan untuk menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan memahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan. 

Ketua Pelaksana Anwar menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari para narasumber, peserta, dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan kontribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.

Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam keberhasilan acara ini. Ia berharap bahwa diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan kemaslahatan bersama, khususnya perempuan. 

Apresiasi disampaikan kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan dedikasi, serta kepada para audiens yang antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan perubahan yang positif.

Di selenggarakannya seminar ini adalah salah satu bentuk bagian dari kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk  kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Acara ini dibuka langsung oleh Dr.Masriah.M.Ag selaku kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan serta mengungkapkan harapannya terhadap seminar yang di selenggarakan tersebut.

 “Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di berbagai lapisan masyarakat," jelasnya dengan penuh antusias. 

Khoerul Anwar, ketua pelaksana dalam kegiatan ini menuturkan, kegiatan 16 HAKTP yang diselenggarakan oleh PSGA ini banyak sekali berbagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam mewujudkan universitas yang nyaman dari tindak kekerasan seksual, sehingga pihaknya sangat perlu adanya diskusi-diskusi tentang kekerasan seksual itu sendiri.

"Ini adalah bentuk dukungan kami, terhadap PSGA yang sudah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November- 6 Desember 2023,” ucapnya.

Seminar ini dihadiri oleh audiens yang berjumlah kurang lebih 50 peserta bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial maupun masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platfrom virtual. 

Dalam rangkaian acara ini para peserta diberikan wawasan tentang berbagai isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual dan lainnya.

“Saya sebagai ketua relawan Pusat Studi Gender dn Anak (PSGA), merasa sangat bersyukur dan bangga atas kesuksesan seminar online yang diadakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta didukung oleh Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan," ucapnya. 

Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti kekerasan terhadap perempuan. 

"Selama sepuluh hari penuh, peseta dapat menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi dan meahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan,” papar Imelda Triadhari.

Lanjut ketua pelaksana kegiatan ini mengungkapkan “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa dari para narasumber, peserta dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan konstribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.  

"Kami ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam keberhasilan acara ini, dan saya berharap dengan adanya diskusi ini dapat ,eningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindalan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan," pungkas Anwar.

Maka dari itu, di adakannya seminar ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan yang mesti kami dan kita semua laksanakan guna memberikan manfaat bagi kesehatan bermasyarakat dan juga kemaslahatan bersama terutama perempuan.

"Pastinya penuh apresiasi yang di haturkan bagi narasumber yang telah memberikan penuh ilmu dan dedikasi bagi semua kalangan dan tidak lupa para audiens yang telah antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam hal kebaikan," tandasnya. (Nisa)

Share:

Senin, 04 Desember 2023

IAIN Cirebon Susun RAB Pengelolaan BLU Yang Cermat, Tepat, Terperinci Berbasis Biaya Bukan Belanja

CIREBON, FC – Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU harus cermat, tepat, rinci yang berbasis pada biaya, bukan belanja. Dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan berisi program, kegiatan, target kinerja, dan anggaran BLU, kegiatan dilaksanakan di Grage Hotel. Rabu, (29/11/2023).

Kegiatan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU, dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan didampingi Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom.

Prof. Aan menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) adalah landasan krusial bagi institusi. Ini tidak hanya sekadar rangkaian angka dan proyeksi, melainkan fondasi yang mengarahkan setiap langkah keuangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa fokus pada aspek biaya bukanlah semata-mata tentang penghematan, tetapi lebih kepada pengalokasian yang tepat dan bijaksana dari sumber daya keuangan. RBA menjadi instrumen untuk memetakan setiap pengeluaran dengan jelas, memastikan bahwa setiap investasi memiliki dampak yang diharapkan terhadap kemajuan institusi.

Prof. Aan juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak terkait dalam proses penyusunan RBA. Kolaborasi antara pimpinan, staf, dan unit terkait di institusi menjadi kunci untuk memastikan bahwa rencana yang disusun benar-benar mencerminkan visi bersama serta memperhitungkan semua kebutuhan dan aspirasi dari berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa RBA bukan hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai alat evaluasi yang membantu dalam memantau kinerja keuangan dan kesesuaian dengan tujuan strategis institusi. Dengan demikian, RBA tidak hanya menjadi sekadar rencana statis, melainkan dokumen hidup yang terus diperbaharui sesuai dengan dinamika dan kebutuhan institusi.

“Kami fokus pada strategi yang berbasis biaya agar setiap langkah yang diambil memiliki nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan institusi,” ungkap Prof Aan.

Sementara itu, Prof Ilman menjelaskan bahwa dalam dokumen perencanaan bisnis dan anggaran tahunan yang diperbaharui, terdapat penjabaran program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi IAIN Cirebon. Tidak hanya itu, dokumen ini juga mencantumkan target kinerja yang terukur serta alokasi anggaran yang sangat terperinci.

Perhatian utama terfokus pada aspek biaya yang mencakup perencanaan yang lebih akurat terhadap pengeluaran. “Kami berupaya memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak optimal bagi pengembangan lembaga,” tambah Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag.

Rapat tersebut bukan hanya sekadar pengumpulan data dan angka, tetapi juga merupakan wujud dari upaya konkret untuk menjadikan setiap langkah IAIN Cirebon lebih terukur, responsif, dan adaptif terhadap perubahan dinamika keuangan.

Keberhasilan rapat ini menandai komitmen kuat IAIN Cirebon dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan efektif, yang tentunya akan memberikan landasan kokoh bagi pencapaian visi besar lembaga ini. (din)

Share:

Minggu, 03 Desember 2023

Pemkab Gelar Dialog Kajian Pemekeran Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar dialog kajian pemekaran Cirebon Timur, sebagai salah satu tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran di Cirebon Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon ini, turut hadir Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Asisten Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon beserta jajaran, Sabtu (2/12/2023).

Dengan hadirnya DPRD Kabupaten Cirebon dalam kegiatan ini, diharapkan nantinya, keputusan mengenai Cirebon Timur bisa satu suara.

“Kalau masih ada anggota DPRD yang belum paham, bisa diobrolkan dalam dialog ini,” kata Imron.

Imron mengatakan, dalam kajian ini, pihaknya juga melibatkan akademisi dari Universitas Padjajaran, agar hasil dari kajian ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa intervensi.

Ia juga berharap, wacana dan dorongan adanya pemekaran Cirebon Timur ini, bukan hanya karena tujuan politis saja, namun demi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Semoga tujuan pemekaran ini, adalah untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. M. Luthfi, S.T., M.Si menuturkan, bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya mendengarkan hasil awal tentang kajian Cirebon Timur.

Data yang didapat, nantinya akan ditindaklanjuti melalui Badan Musyawarah (Bamus) sebelum ke Sidang Paripurna.

Menurut Luthfi, kajian memang harus dilakukan dan menjadi syarat dilakukannya pemekaran sebuah wilayah. Dua kajian yang harus terpenuhi, yaitu kajian mengenai kewilayahan dan kapasitas.

“Ada beberapa tafsir mengenai aturan luas wilayah pemekaran, ini nanti akan dibahas,” ujar Lutfi.

Selain itu, kajian kapasitas juga sangat penting dilakukan. Agar nantinya, bisa dipastikan pada pemekaran ini, tidak terjadi defisit.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian, perkiraan berapa pendapatan yang akan didapatkan oleh Cirebon Timur.

“Jangan sampai, setelah pemekaran terjadi, malah tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya. (din)

Share:

Cegah Banjir dan DBD, Pengurus DKM Maslicha Giat Bersih-Bersih Lingkungan Bersama Warga RW09 Bumi Arum Sari

CIREBON, FC - Pengurus DKM Maslicha adakan kerja Bakti bersama warga masyarakat RW 09 Bumi Arum Sari. Hadir  pada kegiatan ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pegiat pendidikan, tokoh pemuda dan Kadus Arum Sari Desa Cirebon Girang Jaja. 

Menurut Ketua DKM Suwaryo SE, kerja bakti ini bukan hal yang pertama, ini merupakan agenda bulanan. Dengan kerjabakti ini pihaknya menghaturkan terimakasih kepada warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang begitu semangat bergotong-royong dalam membersihkan sekitar area masjid mau pun jalan-jalan di lingkungan RW 09. 

"Kerja bakti ini selain membersihkan lingkungan juga pengerukan drainase atau irigasi yang tersumbat sampah dan tanah, sehingga kita keruk dan kita bersihkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bersama bergotong-royong membersihkan lingkungan kita di RW 09 ini," ucapnya.

Mengenai kerja bakti ini, kata Suwaryo, SE karena mengingat sudah memasuki musim hujan. Sehingga untuk mengatasi dampak banjir dan terjadinya wabah BDB, maka kita bersama warga masyarakat segera mengadakan kerjabakti pembersihan lingkungan. (Bambang HS)

Share:

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture

CIREBON, FC – IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture yang menampilkan tema utama “Upaya Meningkatkan Manfaat Sumber Daya Alam dan Fungsi Konservasi di Kawasan Gunung Ciremai.” Acara ini dibawakan oleh Prof. Dr. H. M. Subandi, seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Bandung yang berpengalaman dalam bidangnya. 

Bertempat di Ruang Auditorium FITK Lt. 5, kuliah umum ini dihadiri oleh pemangku jabatan, dosen, dan lebih dari seratus mahasiswa Tadris Biologi. Sabtu, (02/12/2023).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Saiffudin, M. Ag., menyatakan betapa pentingnya acara semacam ini bagi mahasiswa Tadris Biologi untuk mendalami konsep konservasi secara langsung dari ahlinya. 

Ia menggarisbawahi relevansi kegiatan ini dengan profil lulusan program studi tersebut, yakni menjadi pendidik yang kompeten dalam bidangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan harapan untuk menggalakkan kegiatan akademik lainnya yang mendukung konsep Cyber Islamic University.

Ketua Jurusan Tadris Biologi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa konsep acara ini telah direncanakan jauh-jauh hari, dan pelaksanaannya pada saat ini memberikan nilai penting terutama bagi mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Biologi Konservasi. 

Ia menyampaikan harapannya bahwa acara ini menjadi landasan awal bagi mahasiswa untuk lebih memahami konsep konservasi serta pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak, sejalan dengan semangat himpunan mahasiswa biologi dalam menerapkan prinsip kelestarian dan konservasi alam.

Prof. Dr. H. M. Subandi, Drs. Ir. MP., sebagai pembicara utama, dalam paparannya yang dimoderatori oleh Bambang Ekanara, M.Pd., menjelaskan tentang pentingnya kawasan Gunung Ciremai sebagai sebuah situs strategis dengan potensi yang besar. 

Dirinya menyoroti peran kawasan ini sebagai daerah peralihan yang vital bagi kehidupan masyarakat perkotaan Cirebon. Pemaparannya membahas konsep Kawasan Inti, Penyangga, dan Transisi dalam konteks kehidupan manusia dan biosfer UNESCO yang menekankan pentingnya keselarasan antara kehidupan dan biosfer.

Prof. Subandi juga menyoroti dampak pesatnya perkembangan di kawasan kaki Gunung Ciremai, terutama di wilayah Cirebon, yang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan industri. Dia menekankan urgensi pelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai upaya yang sangat penting di tengah perkembangan pesat wilayah sekitarnya.

Kuliah umum ini memberikan pencerahan baru tentang upaya konservasi terhadap keanekaragaman hayati di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa dalam merawat sumber daya alam di sekitar mereka. Dengan mengundang narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan memberikan dorongan bagi pemahaman lebih luas tentang pentingnya konservasi alam bagi keberlanjutan lingkungan. (din)

Share:

IAIN Cirebon: Memimpin Revolusi Pendidikan Islam melalui Konten Video Kreatif

TANGGERANG, FC - Di tahun 2023 ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat langkahnya dalam menyongsong transformasi pendidikan Islam. 

Kali ini, SDM (Sumber Daya Manusia) beranggotakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dikirimkan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Produksi Vidio Media Pembelajaran/ Creative Content Program Jarak Jauh bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun anggaran 2023 di Universitas Terbuka (UT) selama empat hari, mulai 30 November hingga 3 Desember 2023. Minggu (03/12/2023).

Kegiatan pembuatan konten video pembelajaran ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi Cyber Islamic University (CIU) sebagai proyek percontohan dan program prioritas dari Kementerian Agama. Namun, juga sebagai langkah inovatif dalam memproduksi multimedia digital yang akan memperkuat posisi CIU dalam menyediakan Sumber Daya Pendidikan Islam Terbuka (Open Islamic Education Resources).

Momen pelatihan ini menyorot berbagai tahap kreatif, mencakup pra-produksi, proses produksi, dan pasca-produksi dalam pembuatan konten edukasi. Keistimewaan dari kegiatan ini terletak pada pengakuan hampir seluruh peserta oleh panitia UT. Setiap individu dihargai atas keahliannya dalam berbagai kategori: Oktavianus Bere sebagai Kameramen Terbaik, Mohamad Ardan Fahrobi sebagai Editor Terbaik, Slamet Pujianto sebagai Peserta Teraktif, dan Kelompok 2 yang dipimpin oleh Dr. Ayus Ahmad Yusuf sebagai Kelompok Terbaik.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para peserta dalam pelatihan ini. Beliau menekankan betapa pentingnya inisiatif semacam ini dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui metode modern.

Tak ketinggalan, panitia UT turut memberikan apresiasi mendalam kepada semua peserta atas dedikasi mereka dalam menciptakan konten edukatif yang inovatif dan bermakna melalui produksi video.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam merangkul kemajuan teknologi dalam pendidikan Islam, menjadikan IAIN Cirebon sebagai pionir dalam menyediakan sumber daya belajar digital bagi komunitas Islam global. (din)

Share:

Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar Diskusi Demokrasi di Kampus

CIREBON, FC - Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan berani mengadakan kegiatan bertajuk pesta demokrasi lewat program Diskusi Demokrasi yang mengangkat tema "Matinya Demokrasi Negara dimulai dari Matinya Demokrasi Kampus".

Kegiatan berlangsung dari siang sampai malam yang mulanya diadakan di Taman IAIN samping Masjid Al Jamiah berpindah ke ICC IAIN dikarenakan cuaca yang tak menentu.

Hujan bukanlah kendala bagi panitia SEMA-I dalam merealisasikan kegiatan, kegiatan dibuka oleh para Dekan yang terdiri dari Dekan FUA, Dekan FEBI, Dekan Fasya, dan Dekan FITK.

Di pembukaan kegiatan, diisi oleh sambutan-sambutan yang dimulai dari Ketua Pelaksana Omar Qad Panity, menyampaikan bahwa "Diskusi demokrasi berangkat dari kampus yang sedang tidak baik-baik saja dan gagalnya peranan eksekutif dalam mewadahi ruang diskusi terbuka, besar harapan sebagai mahasiswa tak hanya fokus pada isu kampus tetapi juga pada isu negara".

Ditegaskan juga oleh Ketua Senat Mahasiswa Institut, Agam Rahmat Prayogo. Bahwasanya "Agenda kita hari ini adalah salah satu upaya untuk menghadirkan senat di tengah teman-teman semua dan karena prihatin pada kampus yang demokrasinya telah mati, tak lupa mengapresiasi teman-teman panitia".

Mewakili Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh salah satu Dekan. Dr. Anwar Sanusi M.Ag menyampaikan "Permohonan maaf atas pimpinan yang berhalangan hadir baik Rektor maupun Warek 3, oleh karena itu kami ber-4 disini hadir adalah bentuk dari demokratis itu sendiri. Demokrasi di kampus ini masih hidup".

Sesi pembukaan selesai diselingi oleh Live Music dan dilanjut pada sesi inti acara, Diskusi Demokrasi. Dihadiri oleh pemateri dari lembaga-lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan LBH. Dan aktifis mahasiswa dari UI, UGM dan IAIN.

Dalam sesi diskusi, moderator acara Nafa Ananda memantik dengan melemparkan pertanyaan ke semua pemateri dengan bertanya apakah tema yang diangkat itu relevan? Menariknya, ada yang pro dan kontra.

Bapak H. Rasjid Ketua LBH Cirebon Raya menyampaikan itu tidak valid, sebab demokrasi sejatinya tidak akan mati, karena ada dalam diri individu masing-masing.

Dari KPU bapak Mardeko menjelaskan hal-hal dasar demokrasi lewat pemilu, sebab baginya mahasiswa adalah pemilih pemula yang perlu di edukasi.

Disambung oleh Nurul Fajri berbagi pengalamannya saat menjadi mahasiswa sampai sekarang di lembaga yang masih mengawal demokrisasi dari kampus ke pemerintahan.

Dari elemen aktifis mahasiswa juga tak kalah menariknya, Muh Kholid Presma UGM 2022 menyampaikan bahwa Demokrasi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Membawakan data merosotnya the democracy index dari tahun 2015 sebesar 7,03 sedangkan 2022 hanya 6,71 dan world press freedom index tahun 2015nya 59,5 sedangkan 2022nya 54,83. Keruntuhan Demokrasi pun tidak berlangsung begitu saja, ada beberapa momentum dari tahun 2022 ke 2023.

Kemudian dari Fahmi Farhan Mubarok ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa mengatakan peran mahasiswa memang betul mempengaruhi proses demokrasi negara, dan sedikit banyak membawakan regulasi yang mengatur jalannya demokrasi di kampus.

Dan pamungkas dari Ketua BEM UI 2023 Melki Sedek Huang, bahwa anak muda saat ini tak bisa hanya dimanfaatkan oleh kepentingan beberapa pihak, anak muda mesti bersuara dan kritis melawan kebijakan-kebijakan negara yang jauh dari kata demokratis. Dan itu pun dimulai dari ruang kita semenjak jadi mahasiswa. Pasalnya, saat kini ia juga sedang melakukan konsol di LBH Jakarta, dan berharap bisa sama-sama berjuang bersama.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mana moderatori tidak membatasi pertanyaan dan antusias peserta membuat banyak pertanyaan masuk ke para pemateri, beragam peluru ada yang mengenai ke lembaga, di mana sejauh mana peran mereka menyentuh kampus, peluru ke aktifis mahasiswa menyikapi mahasiswa apatis dan politis yang lain saat ini. Bahkan sampai mempertanyakan kinerja atau peran ormawa dalam mengawal demokrasi kampus ini.

Dan sampai di penghujung acara seperti pada acara umumnya, ditutup dengan penyerahan cindemrata dan foto bersama. ICC menjadi saksi akan digelarnya ruang diskusi demokrasi untuk pertama kali dalam sejarah IAIN. (Ara)

Share:

Sabtu, 02 Desember 2023

PSGA IAIN Cirebon Gelar Pendidikan Publik Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan yang tergabung dalam serangkaian memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP). 

Pendidikan publik ini diselenggarakan di tiga tempat, yaitu Auditorium FITK, SBSN, dan FDKI, dengan mengangkat tema "Pencegahan Toxic Relationship Di Lingkungan Kampus". Acara dihadiri oleh mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, organisasi mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, seperti Suci Ramdaeni, Mpd (Aktivis Gender), Ida Ad’hiah, SE (Fahmina Institute), Mumtaz Afridah, M.Psi, Psikolog (Aktivis Gender), Alifatul Arifiati, SH (Fahmina Institute), Rani Ika Wijayanti, M.Med.Kom (Aktivis Gender), dan Sa’adah, S.Pd (WWC Mawar Balqis).

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga menjadi penggagas acara ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bukan hanya menjadi forum diskusi tetapi juga langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan. 

"Pendidikan publik ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa serta ormawa dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam skala yang lebih luas dalam masyarakat," jelasnya.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menyatakan kebanggaannya atas kesempatan yang diberikan. "Tentunya saya mewakili panitia tidak ada istilah menyerah dalam mewujudkan dan mensosialisasikan UU TPKS di lingkungan kampus serta memberikan edukasi tentang Kekerasan dalam Pacaran (KDP) bagi generasi muda," ungkapnya.

Para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan serta kekerasan dalam pacaran (KDP). Acara ini menekankan urgensi peran setiap individu dalam menangani isu kompleks ini. 

Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon agar mereka menjadi agen perubahan yang efektif serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan damai bagi civitas akademik.

Dr. Masriah berharap agar pendidikan publik ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dapat memotivasi perubahan perilaku dan pola pikir di kalangan mahasiswa.

"Dengan melibatkan organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan mahasiswa umum, kita dapat menciptakan efek domino yang positif di seluruh kampus. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan seluruh mahasiswa," pungkas Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. 

"Terima kasih kepada para narasumber yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara, dan tentu saja saya ucapkan terima kasih kepada para hadirin yang hadir di sini," tutupnya. 

Acara ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mendorong kampus menjadi lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh anggota civitas akademika. 

Melalui serangkaian sosialisasi dan diskusi interaktif, PSGA berharap peserta dapat lebih memahami dampak negatif kekerasan terhadap perempuan serta bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mencegahnya. (Nisa)

Share:

Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Cirebon Gelar Kuliah Umum Hadirkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

CIREBON, FC -  Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Kuliah Umum yang menghadirkan Dr. Hj. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menyoroti keberadaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang semakin mencuat dalam arena pendidikan global. Sabtu, (02/12/2023).

Antusiasme yang kian meningkat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia bagi non-penutur asli menjadi sorotan utama dalam sesi kuliah umum ini. Dr. Hj. Herawati, sebagai narasumber, membagikan wawasannya terkait pertumbuhan signifikan jumlah lembaga penyelenggara program BIPA di berbagai negara. Data hingga akhir tahun 2020 mencatat adanya 355 lembaga di 41 negara dengan total 72.746 pembelajar.

Dengan suara yang penuh semangat, Dr. H Saifuddin, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menghadirkan sorotan yang menarik dalam sambutannya pada kegiatan Kuliah Umum Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).

“Dalam era globalisasi saat ini, keberadaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing menjadi jendela penting bagi pemahaman mendalam terhadap kekayaan budaya dan keberagaman bahasa Indonesia,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Masih dalam sambutannya, Dr. H Saifuddin menekankan pentingnya peran BIPA sebagai alat untuk memperluas jangkauan budaya Indonesia di kancah internasional. Ia menyoroti bahwa BIPA bukan hanya sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga sebuah investasi dalam diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarnegara.

“Dengan beragam program dan inovasi di bidang pendidikan bahasa, kita berada dalam posisi yang tepat untuk menjembatani pemahaman dan hubungan antarbangsa melalui kekuatan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Hal ini, katanya mencerminkan komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis pada kekayaan budaya dan keilmuan.

Sambutannya memberi nuansa pentingnya peran BIPA sebagai jembatan membangun kesadaran akan keberagaman bahasa dan budaya, serta bagaimana hal ini akan mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global.

Sementara itu, menurut Tato Nuryanto, M.Pd., Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon, fenomena ini menjadi bukti konkret dari komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri untuk mengangkat Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional dan sebagai salah satu instrumen penting dalam diplomasi budaya.

“Dalam kerangka pembelajaran global dan peningkatan peran diplomasi budaya, keberadaan BIPA tidak hanya menjadi wadah untuk mempelajari bahasa, tetapi juga jendela yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Tato.

Kuliah umum ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya BIPA dalam menghadirkan peran Indonesia di mata dunia melalui keberagaman bahasa dan budaya. Dengan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman, para peserta diajak untuk memahami peran strategis Bahasa Indonesia dalam memperkuat jaringan kerja sama internasional dan memperluas cakrawala budaya bangsa. (din)

Share:

Definition List

Unordered List

Support