Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 28 November 2019

Mahapeka IAIN Cirebon Luncurkan Program 1000 Donor Darah Gratis


FOKUS CIREBON - Kegiatan kemanusiaan yang diusung Mahasiwa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka) IAIN Cirebon, diluncurkan melalui program 1000 donor darah gratis, Kamis (28/11/2019), bertempat di kampus IAIN SNJ Cirebon.

Ahmad Rifai, Ketua Umum UKM Mahapeka menjelaskan, jika kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian dari Lustrum Mahapeka. Dari kegiatan ini, targetnya 1000 pendonor dengan sasaran peserta yakni civitas akademika kampus, mahasiswa dan komunitas-komunitas yang ada, termasuk masyarakat umum.


"Targetnya seribu pendonor dan sasarannya bersifat umum. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama dan kegiatan ini tanpa dipungut biaya apapun (gratis)," jelasnya kepada fokuscirebon.com.

Sementara harapan dari kegiatan ini, kata Arif, UKM Mahapeka dan lainnya bisa lebih mempelopori kegiatan yang bersifat sosial di kampus, khususnya para mahasiswa.


"Kegiatan ini adalah hanya gambaran kecil untuk pembelajaran saat kita nanti terjun langsung ke masyarakat. Dan alhamdulillah respon para peserta termasuk masyarakat terhadap kegiatan donor darah ini sangat baik dan positif," terangnya. (din)

Korpri Kabupaten Kuningan Hadirkan Kesejukan Iman Melalui Maulid Nabi SAW


FOKUS KUNINGAN - Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-48, Korpri Kabupaten Kuningan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Selasa (26/11/2019).
Maulid Nabi yang digelar korpri mengusung tema Meraih Cinta Rasulullah Dalam Balutan Ridho Illahirabbi Menuju Kuningan Maju,  menghadirkan ustad Subkhi Albuhori sebagai penceramah dan penyanyi Adhila.
Dalam kesempatan yang sama  Korpri Kabupaten Kuningan memberikan bantuan Bibit, traktor roda dua, bantuan terhadap wirausahawan baru kepada desa pinunjul, dan penyerahan hadiah perlombaan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Kuningan H. Acep Purnama SH., MH, Wakil Bupati H. M. Ridho Suganda SH., M.Si, Sekretaris Daerah Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar M.Si, Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Menurut Dr. Dian selaku Ketua DP Korpri Kabupaten Kuningan mengatakan bahwa keberadaan korpri sebagai organisasi dinamis memberikan ruang bagi kita untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan dukungan maksimal bagi gerak pembangunan di Kabupaten Kuningan.

“sesuai dengan tuntutan zaman profil ASN harus bias mewujudkan aparatur yang professional, netral, dan kompeten.” ujarnya
Sementara itu H. Acep purnama memberikan apresiasi kepada Korpri telah menggelar acara tersebut dan juga kepada yang hadir dalam meramaikan Maulid Nabi ini yang jumlahnya begitu banyak. Menurutnya hal ini menjadi indikasi yang bagus terhadap kesadaran masing-masing untuk membekali diri dengan pengetahuan agama.
“Peringatan maulid ini sangat penting artinya untuk merajut tali silaturahmi yang lebih kuat, dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang sepatuhnya menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan” ucap bupati Kuningan. (kun)

Rabu, 27 November 2019

Wakil Menteri Agama RI Kunjungi IAIN Cirebon Bedah Materi Industri Halal Dan Inovasi Perguruan Tinggi


FOKUS CIREBON - Wakil Menteri Agama (Wamena) RI, KH Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu, (27/11/2019), berkunjung ke kampus IAIN SNJ Cirebon dalam rangka pembinaan pegawai. Tak hanya itu, Wamena RI juga membahas terkait  industri halal, enterpreneurship dan inovasi Perguruan Tinggi, di lantai III, ruang Rektorat IAIN SNJ Cirebon. 

Dalam kegiatan tersebut, Zainut Tauhid Sa'adi juga membedah Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam membuka penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk memeriksa produk-produk yang dijual atau dimakan.

Terkait ini, kata Wamena RI, maka  lembaga keuangan umat islam menjadi strategis dan harus diberdayakan. Selain itu juga potensi-potensi keuangan lainnya, seperti zakat, wakaf dan lainnya termasuk potensi Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi.


"Inilah penguatan SDM Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0 dalam membangun generasi bangsa yang kreatif, inovatif dan religius," katanya.

Sementara Rektor IAIN SNJ Cirebon, DR H Sumanta Hasyim MAg mengaku, jika pihak perguruan tinggi sudah bekerjasama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Termasuk dalam pembahasan kurikulum yang menyesuaikan perkembangan dan perubahan zaman.

Sementara menyinggung soal LPH, kata Rektor, di dalam UU No 33 tahun 2014, Pasal 12 ayat (1)  yakni pemerintah atau masyarakat dapat mendirikan LPH, maka IAIN SNJ Cirebon sudah mendirikan LPH tersebut.



"Di IAIN SNJ Cirebon ada tiga orang yang sudah lolos sebagai auditor, dan LPH PTKIN dalam hal ini IAIN SNJ Cirebon, sudah bisa melakukan audit terhadap produk halal dan sudah bekerjsama dengan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dan daeeah lainnya. Dan inilah peran IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam penguatan ekonomi lokal dan pengembangan industri halal di wilayah Cirebon," kata Sumanta Hasyim kepada fokus cirebon.

Sementara itu, pada kegiatan pembinaan pegawai yang membahas soal produk halal ini, juga dihadiri oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Rohlandy, para Kepala Kemenag di wilayah III Cirebon, dan para pegawai serta dosen di lingkungan IAIN SNJ Cirebon. (din)


Selasa, 26 November 2019

Upaya Menambah UMKM Di Kota Cirebon, Perizinan Akan Dipermudah


FOKUS CIREBON - Perizinan UMKM akan dipermudah. Dengan menetapkan diri sebagai daerah pariwisata, keberadaan UMKM di Kota Cirebon diyakini akan semakin bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri dan memberikan sambutan motivasi kepada pelaku UMKM Kota Cirebon dalam Kegiatan Business Development Services (BDS) dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’", Selasa, 26 November 2019.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membina UMKM yang ada di Kota Cirebon,” papar  Eti.

Terlebih, Kota Cirebon memiliki jumlah UMKM yang cukup besar, bahkan mencapai seribu. “Potensi ini yang harus terus dibina,” ungkap Eti. 

Khususnya memperkenalkan pelaku UMKM terhadap kemajuan teknologi saat ini. Sehingga mereka tidak lagi berjualan secara tradisional, namun bisa secara online dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi saat ini. 

Karena itu, Eti menyambut baik upaya dari berbagai pihak, termasuk dari KPP Pratama Cirebon yang memberikan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM yang ada di Kota Cirebon.


Sebagai salah satu bentuk pembinaan juga, Eti berjanji jika Pemda Kota Cirebon selalu berupaya untuk mempermudah perizinan kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon. 

“Karena UMKM ini justru sebagai pendorong perekonomian di Kota Cirebon,” urainya. 

Eti juga meminta kepada pelaku UMKM untuk segera menghubungi dirinya jika memang terhalang dengan proses perizinan.

Kota Cirebon, lanjut Eti, juga telah menetapkan diri sebagai kota pariwisata. Ini berarti peluang terbuka lebar bagi pelaku UMKM di Kota Cirebon untuk melebarkan bisnis penjualannya. “Karena pariwisata itu memiliki multiplyer effect,” tegas Eti. 

Berbagai sektor UMKM bisa tumbuh pesat, baik kuliner, oleh-oleh dan lainnya. “Kita manfaatkan peluang ini,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Cirebon Dua, Erwin Priambodo, menjelaskan jika kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. 

“Tujuan pertama tentu agar pelaku UMKM di Kota Cirebon bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Erwin.


Dengan begitu, mereka bisa menjual produksi yang dihasilkan secara online, tidak lagi secara tradisional. Karena penjualan secara online bisa menembus ruang dan waktu tidak dihalangi lagi oleh tembok-tembok bangunan. 

Sedangkan tujuan keduanya yaitu, peningkatan UMKM otomatis akan meningkatkan perolehan pajak. Karenanya pelaku UMKM juga diminta untuk membuat NPWP untuk pembayaran pajak mereka.

 “Pajak itu nantinya juga akan kembali lagi kepada mereka,” tandasnya, yaitu berupa pembangunan infrastruktur di berbagai bidang yang bisa menunjang bisnis dan pelayanan terhadap UMKM. (bam)

Woww.. !! Tim 'SMP' Perwakilan Mahasiswa IAIN Cirebon Kunjungi Tiga Negara


FOKUS CIREBON, SINGAPURA - Upaya menjalin kerjasama Perguruan Tinggi Internasional, tim Student Mobility Program (SMP) perwakilan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berkunjung ke tiga negara di kawasan asia. Salah satu negara yang dikunjungi di antaranya Singapura, Selasa (26/11/2019).

Tujuan dari program ini, untuk menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi International, sebagai bahan persiapan bagi PTKIN yang akan 'go' international. Selain itu, juga untuk memperlajari tentang tatalaksana Perguruan Tinggi Negara, tujuannya adalah sebagai supporting system bagi pengembangan IAIN menjadi UIN ataupun UIN menjadi international kampus.

Tidak hanya itu, tujuan dengan adanya program ini juga untuk mempersiapkan pembukaan kelas international di IAIN.

Terkait dengan program tersebut, tim 'SMP' juga bertandang ke Singapura. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri pengajian tinggi Al Zuhry dalam rangka Student Mobility Program (SMP) Kementrian Agama 2019 yang di pimpin langsung oleh KASUBDIT. 

Lalu siapa di antara tim 'SMP' tersebut ?, Mereka di antaranya adalah Wahit Hasyim, M.Hum (pendamping), Nasrullah, M.Pd.I (pendamping), Cicik Zakiyaturrosidah (Ketua Senat Mahasiswa), Deri Pramestio (Ketua Dewan Mahasiswa).

Kemudian juga Rizka Fahma Sabila Haque (Jurusan Tadris Bahasa Inggris), Meta Nurosmifa (Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir), Sarpras dan Kemahasiswaan. Tim SMP disambut oleh direktur Al Zuhry, Mohammed Yasin Rozali. 

Pada kunjungan ini, Al Zuhri terbuka untuk bekerjasama dalam penguatan kapasitas akademik dan kepemimpinan. Presentasi tentang strategi pendidikan di Singapura cukup menarik, dan program tersebut dilaksanakan sekama 7 hari, yakni pada 24-30 November 2019. 

Menurut Direktur Az-Zuhri, bahwa dari 5.6 juta penduduk Singapura hanya 15% dari mereka yang beragama Islam. Meskipun minoritas, namun penganut yang lain tetap menghormati orang muslim di Singapura. 

Komunitas Muslim di Singapura memiliki lembaga administasi sendiri yakni Administration of Muslim Low Act (AMLA),1996, dan sama seperti Indonesia yang memiliki MUI (Majelis Ulama Indonesia), Singapura juga memiliki Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) 1968.


Institut Pengajian Tinggi Al Zuhri sendiri terhubung dengan Institusi dan mengunjungi beberapa perguruan tinggi di bebrapa negara. 

Sementara itu, tim 'SMP' ini sendiri akan berkunjung ke 3 negara di kawasan asia, yakni  Institute Higher For Education Al Zuhri Singapura, Universitaas Slangor Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia dan Fatani University Thailand. (din)

Warga Korban Kebakaran Di Muara Angke Mendapat Bantuan dan Kunjungan Kapolsek Sunda Kelapa


FOKUS JAKARTA -- Selain tugas, rasa kepedulian juga ditunjukkan Kapolsek. Bersamaan dengan  kegiatan Patroli, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H. M.H pun memberikan bantuan dan kunjungan kepada warga korban kebakaran di Muara Angke, Senin (25/11/2019).

megunjungi dan memberi bantuan kepada korban kebakaran, Senin (25/11), bertempat di Blok Empang gang 1, Muara Angke.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol Armayni SH. MH, didampingi Kanit Bianmas Iptu Agus saat ke lokasi pasca bencana kebakaran di Blok Empang, RT.009/022, Pelabuhan Angke.

Bantuan berupa peralatan mandi ini lantaran permintaran langsung para korban yang memang membutuhkannya. "Kami berbincang-bincang dengan para korban, dan saat ditanyakan mereka sudah makan belum?. Mereka menjawab sudah, lalu ada yang ngomong kami butuh perlengkapan mandi bu, berupa sabun, sampo, odol dan sikat," kata Armayni. 

Mendengar itu, Armayni usai berdialog langsung ke Pasar Muara Angke, untuk membeli perlengkapan mandi yang dimintai warga korban bencara kebakaran tersebut.

"Sejumlah barang yang dibuutuhkan para korban, langsung saya berikan satu-satu kepada warga Muara Angke sesuai sejumlah jiwa yang ada," terangnya. (dade)

LPPM IAIN Cirebon Undang 120 Aktivis, Bedah Peran Perempuan Menuju Penguatan SDGs


FOKUS CIREBON - Peran perempuan dalam keterlibatannya diberbagai aspek kehidupan dan pembangunan, kian menarik untuk didiskusikan dalam sebuah seminar. 

Hal itu yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan menggelar kegiatan seminar sehari tentang penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Selasa (26/11/2019) di kampus IAIN Cirebon.

Dalam seminar ini, sejumlah narasumber diundang, bahkan 120 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang organisasi dan LPM dari sejumlah perguruan tinggi juga dihadirkan dalam seminar tersebut.

Dr H A Yani MAg, Ketua LPPM IAIN  SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa narasumber yang diundang pada seminar sehari ini adalah betul-betul berkompeten, yakni H Sukandar dari UIN Walisongo Semarang, dia adalah alumni filosofi dokter khusus tentang momen studi, lulusan dari Australia. 

Kemudian narasumber yang kedua adalah Doktor Erlin Herliana, dia adalah Ketua Ikatan Istri dokter Kabupaten Cirebon dan praktisi psikologis, juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cirebon.

Sedangkan para pesertanya, lanjut  Yani, kita undang sejumlah organisasi dan aktivis perempuan,  perwakilan lain seperti Mawar Balkis, Fahmina, Fatayat NU, Aisyiyah, kemudian juga dari Al Washliyah serta utusan-utusan dari LPM Untag, UMC dan lainnya, serta 120 aktivis perempuan dan perwakilan dari dosen.

Dijelaskan, target kegiatan ini adalah bagaimana ada penguatan peran perempuan, terutama dalam mengisi pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dikenal dengan sebutan
Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs sendiri merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Salah satu bidang tujuan dari SDGs ini adalah kesetaraan gender.

Sedangkan tujuan pembangunan berkelanjutan, kata Yani, bagaimana peran perempuan d baik di ranah domestik keluarga maupun publik harus kuat, terutama untuk mengisi pembangunan berkelanjutan tersebut.

"Ya, tagert kegiatan seminar ini adalah bagaimana peran perempuan, baik di wilayah domestik keluarga maupun perempuan di masyarakat itu lebih nampak dan sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini," paparnya. (din)