Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 Oktober 2020

Lestarikan Budaya Daerah, MUI Kab Belitung Gelar Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana Se Kab Belitung

Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana 2020

BELITUNG - MUI Kabupaten Belitung melaksanakan Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Assisten 1 ditandai dengan penabuhan hadra secara bersama-sama.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Provinsi Babel, Forkompinda, Kakankemenag Kab.Belitung, Ketua Lembaga Adat dan Ketua MUI Kabupaten Belitung Timur.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Karseno mengatakan, bahwa festival ini diiikuti oleh 11 peserta grup hadra dan 11 peserta grup rebana utusan dari 5 kecamatan se Kabupaten Belitung. 

Sedangkan dewan juri terdiri dari budayawan Belitung yang kompeten di bidang seni hadra dan rebana serta dewan juri dari bidang seni budaya MUI pusat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Belitung, KH.Anwar, DM mengemukakan bahwa tujuan digelarnya festival ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW dan Memeriahkan Hari Santri Nasional.

Lebih lanjutnya, Beliau mengatakan bahwa festival ini juga merupakan upaya MUI Kab.Belitung mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya daerah dan mengantisipasi budaya luar yg tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

"Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi bermakna," demikian dikatakan KH Anwar DM mengutip ungkapan Prof.Dr.Mukti Ali.

Sementara dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bakri Hauriansyah, SE menjelaskan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan seni budaya daerah sebagai salah satu wisata religi.


Terlebih pada saat ini pemerintah daerah kembali berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi.

Kegiatan ini ditutup pada hari Sabtu oleh Bapak Bupati Belitung sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Nur)



Jumat, 23 Oktober 2020

Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun

H. Satori, Komisi VIII DPR RI yang mendukung penuh peralihan status dari IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (23/10/2020).



CIREBON, (fokuscirebon.com) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) terus mendapat dukungan. 

Dukungan yang terus berdatangan tersebut, datang dari Walikota Cirebon, Dr H Nasrudin Azis SH, kemudian juga dari para aktivis dan tokoh masyarakat. Bahkan dukungan juga datang dari  Wakil Gubernur Jawa Barat dan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.

Sementara itu, melalaui video berdurasi 38 detik, yang diterima awak media, Anggota DPR RI, Komis VIII, H Satori SPdI, MM juga mendukung dan memotivasi agar alih status dari IAIN Cirebon ke Universitas Islam Negeri (UIN) segera terwujud.

H Satrori berharap prosesnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) segera turun agar alih status menjadi UIN segera terealisasi.

"Saya H Satori, Komisi VIII DPR RI, Daerah Pemilihan VIII, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, mensuport dan mendukung penuh alih status dari IAIN Cirebon ke UIN, dan saya harapkan prosesnya dari Kementerian PAN RI segera turun agar alih status tersebut dapat segera terealisasi," pungkasnya. (Nurdin) 


Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.

Membuat kegiatan wabinar yang diikuti banyak mahasiswa dan para pegiat pendidikan bahasa arab ini, menambah daya tarik audiens secara online ketika menyimak bahasa arab bisa menjadi bahasa internasional ke dua setelah bahasa Indonesia.

Ahmad Makki Hasan  mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia memiliki ikatan yang sangat erat dengan bahasa Arab. Namun jarang yang menyadari akan hal itu. Banyak sekali yang menjadi alasan kenapa bahasa Arab begitu dekat dengan orang Indonesia. 

Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia. 

"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.

Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.

"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.

Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia. 

"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.

Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.

"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.

Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab,  Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai. 

"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.


Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)




Kamis, 22 Oktober 2020

Bupati Cirebon : Yakin, Pesantren bisa Melewati Pandemi Covid 19

Bupati Cirebon Drs H Imron MAg

CIREBON, (fokuscirebon.com) -  Pemerintah Kabupaten Cirebon, menyelenggarakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020, dengan melaksanakan upacara HSN di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis 22 Oktober 2020. kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag.

Dalam sambutannya, Imron mengatakan, bahwa dirinya sangat yakin pesantren bisa melewati masa pandemi covid 19 ini dengan baik. Walaupun pesantren merupakan salah satu wilayah yang cukup rentan terpapar virus covid 19, namun banyak pesantren yang bisa menanggulanginya dengan baik.

“Walaupun dengan segala keterbatasan, namun pesantren memiliki kemampuan dalam melakukan penanganan dan pengendalian virus covid 19,” kata Imron.

Salah satu faktor utama keberhasilan pesantren dalam pengendalian covid 19, yaitu sikap kesederhanaan yang selalu diajarakan dalam kehidupan pesantren. Selain itu, Imron juga melihat para kiai dan pimpinan pesantren, sangat memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan para santri.

Para kiai, ujar Imron, sangat mengutamakan kesehatan dan keselamatan para santri, yang berada di pondok pesantren. Walaupun pesantren sudah dirasa mampu dalam menangani covid 19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon juga ikut berikhtiar bersama, untuk menanggulangi penyebaran virus covid 19 di pesantren.

“Kami juga ikut berikhtiar, agar para santri, kiai dan masyarakat, untuk bisa segera terlepas dari pandemi covid 19 ini,” ujar Imron.

Imron juga mengatakan, kesehatan dan keselamatan para santri sangat penting untuk diperhatikan. Karena menurut Imron, santri memiliki peran besar dalam berdirinya negara dan juga kemajuan negara saat ini. Kesehatan para santri, bisa ikut menunjang kemajuan dan pembangunan wilayah.

Oleh karena itu, Imron juga mengucapkan terima kasih kepada santri, atas kontribusi besarnya selama ini kepada Indonesia mupun Kabupaten Cirebon. Ia yakin, jika santri sehat, maka Indonesia akan kuat. “Santri sehat, Indonesia Kuat,” kata Imron. (Nur)

Usung Tema 'Santri Sehat Indonesia Kuat', KBNU Kecamatan Greged Peringati Hari Santri Nasional 2020

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2020 : KBNU Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon rayakan dengan menggelar upacara di halaman Bakai Desa Durajaya, Kamis, 22 Oktober 2020, (foto-Nu'man)


CIREBON, (fokuscirebon.com) -  Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, di antaranya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ikut serta memeriahkan "Hari Santri Nasional 2020". Kamis, (22/20/2020)

Acara ini diselenggarakan di halaman Balai Desa Durajaya. Sama hal nya dengan Tema Hari Santri Nasional 2020, KBNU Kecamatan Greged  mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat". 

Prosesi upacara ini dikomandoi oleh Satkoryon Banser Kecamatan Greged, Ust. Syahroni. Dan amanat pembina upacara disampaikan langsung oleh Ust. Satori, S.Pd selaku Ketua MWC NU Kecamatan Greged.

Kuwu Desa Durajaya, mengatakan, terimakasih sebanyak-banyaknya. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar NU Greged yang telah mempercayakan kepada Desa kami sebagai tuan rumah diacara Hari Santri ini," ucap Sukirman selaku Kuwu Durajaya.

Ia juga berharap, semoga NU di kacamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif. 

"Saya berharap NU di kecamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif, baik dari MWC, muslimat, Ansor-Banser, Pagar Nusa, Fatyat, ISNU, JQH dan IPNU-IPPNU," harapnya.

Ketua MWC NU Kecamatan Greged juga mengatakan, dimasa pandemi ini mari kita tingkatkan Iman, tawakal, ridho dan menerima ketentuan dari Allah SWT. 

"Kita harus berikhtiar, harus berusaha, itupun perintah Allah, Allah perintah Kepada kita, agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu, untuk terhindar dari marabahaya tidak boleh kita menyerah begitu saja," jelasnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh peserta upacara agar supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk itu, mari kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan, memakai handsanitizer, dan sebagainya. Itu semua bentuk ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu, agar kita bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya," ujarnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini berjalan lancar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Dimar).





IAIN Cirebon Jadi Pelopor Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Virtual Berbasis Teknologi Informasi Pertama di Indonesia


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dalam mendukung inovasi penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji di era pandemi Covid-19 dan pemanfaatan teknologi yang mutakhir, IAIN Syekh Nurjati melalui Center for Hajj and Umrah Studies mengembangkan Sertifikasi Haji Virtual berbasis IT. 

Program sertifikasi pembimbing manasik haji dengan model pelatihan berbasis online, offline dan paperless. Hal ini mulai dilakukan dalam program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII kerjasama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersama Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020 tersebut menggunakan metode blended learning, memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan. 

Menurut Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting dan portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.idyang dilaksanakan selama tujuh hari. 

“ Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji.” ungkap Muzaki.

Lebih lanjut, H. Mohammad Yahya, M.Hum selaku kordinator program menambahkan bahwa website yang dimiliki lembaganya terintegrasi dengan sistem yang mumpuni, meliputi proses perekaman kehadiran, sajian materi, proses penugasan, survei, penilaian dan monitoring yang semuanya dilakukan melalui teknologi informasi. 

“Peserta tidak lagi repot untuk mencari materi, mengumpulkan tugas dan melihat evaluasi dirinya, karena semua dapat diakses melalui satu aplikasi digital,” terang Yahya.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dr. H. Adib, M.Ag Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, yang mengungkapkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu membuat grand design kegiatan pelatihan di masa Pandemi Covid-19

Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan Ke-VII Reguler ini menjadi starting point pelatihan pembimbing manasik haji dan umrah profesional berbasis daring-luring. 

Hal ini dikuatkan oleh  Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si, Kabid PHU Kemenag Jawa Barat dalam paparanya menuturkan bahwa pelaksanaan sertifikasi haji virtual dengan teknologi digital adalah yang pertama di Indonesia, dan Jawa Barat adalah pencetusnya. Dukungan konsep dan teknis kegiatan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.

Selain itu menurutnya, model pelatihan berbasis teknologi akan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan zaman yang dinamis. 

“Permasalahan pembimbing haji yang tidak mampu menjalankan aplikasi-aplikasi haji Kemenag, harapanya tidak ada lagi. Pembimbing haji mampu melakukan akselerasi literasi teknologi dan setiap proses yang terkait dengan ibadah haji” Harap Ajam.

Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasinya dalam penggunaan teknologi. Peserta yang didominasi oleh para Ulama, Kyai dan Pembimbing yang berpengalaman tersebut melalui proses pelatihan berbasis online dengan sangat baik. 

H. Abdul Aziz Siswanto, salah satu peserta merasa bersyukur dengan model pelatihan seperti ini. Menurutnya, segalanya lebih mudah, dengan menyimak materi melalui konferensi virtual, dalam pembelajaran dan penugasan tidak memerlukan banyak kertas. 

“Selanjutnya, kami yang belum paham dengan gawai akhirnya mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi online melalui bimbingan dari fasilitator dan panitia. Harapanya, ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (Jam)


IAIN Cirebon Bersama Kanwil Kemenag dan Pemprov Jabar Gelar Sertifikasi Angkatan VII

 


CIREBON, (fokuscirebon.com) -IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Center for Hajj and Umrah Studies bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII Reguler tahun 2020. 

Kegiatan tersebut  dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020. 

Menggunakan metode blended learning, dengan memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan, diharapkan tujuan pelatihan tetap dapat dicapai meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.

Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies mengungkapkan bahwa pilihan menggunakan metode tersebut adalah yang paling tepat merespon pandemi. Pihaknya melakukan upaya terbaik untuk memberikan pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan pembimbing haji bersertifikat di Jawa Barat.  Menurutnya, sertifikasi ini penting dilakukan untuk menyiapkan para pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional dan terstandar. 

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang, yaitu perwakilan ASN Kementerian Agama dari setiap kabupaten dan kota serta perwakilan Pimpinan Wilayah Ormas di Jawa Barat.” ungkapnya.

Dr. H. Adib, M.Ag Kepala kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam sambutanya menuturkan bahwa program sertifikasi ini sangat penting bagi pembimbing dalam meningkatkan kompetensi dan keahlianya, terkait keilmuan, regulasi haji dan implementasinya dalam program kegiatan. Terlebih merespon kondisi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah jamaah haji terbesar. 

Menurutnya, selain program sertifikasi yang dilaksanakan, Kemenag Provinsi Jawa Barat juga sedang membangun asrama haji di Indramayu dan pusat pelayanan haji terpadu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

Hal ini dikuatkan pula dengan komitmen pemerintah provinsi Jawa Barat dalam mendukung program-program keagamaan di wilayah tersebut. 

Drs. H. Barnas Adjidin, MM., M.Pd, Kepala Biro Pelayanan Sosial Pemertintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa salah satu visi pemerintah daerah adalah mewujudkan Jawa Barat Juara lahir dan batin. Hal ini dibuktikan dengan hibah yang diberikan kepada kanwil Kemenag Jawa Barat, termasuk pelaksanaan sertifikasi. 

“Harapan kami, pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi untuk turut serta membangun Jawa barat yang sejahtera lahir dan batin” tutur Barnas Adjidin.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen PHU Kementerian Agama RI dalam sambutanya menarasikan bahwa program sertifikasi ini adalah titik temu bagi setiap pembimbing haji dalam menyamakan persepsi terkait proses bimbingan haji. Selanjutnya, melalui kegiatan tersebut terjadi proses standarisasi keilmuan dan pengetahuan para pembimbing haji. 

“Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Dirjen PHU melalui program-program inovatif, salah satunya  sertifikasi pembimbing haji terbukti mampu meningkatkan kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan Ibadah Haji. Seperti dirilis oleh BPS untuk tahun 2019 mencapai 85,91 % dengan predikat sangat memuaskan” tegas Prof. Nizar.


Merespon hal tersebut, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati 
Dr. Hajam, M.Ag menyambut baik dan antusias, bahwa kesiapan dan kesigapan setiap komponen pelatihan berjalan dengan baik. Narasumber yang dihadirkan dapat memberikan pencerahan keilmuan dan pengetahuan kontemporer terkait Ibadah Haji. Termasuk pelayanan terbaik yang diberikan oleh panitia dan fasilitator. 

“Harapanya selain mendapat sertifikat, peserta mampu menguasai materi pelatihan dan mengaplikasinya dalam pembimbingan manasik haji kepada Jamaah dengan berkualitas” pungkasnya. (Fas)