CIREBON, FC - Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, Rabu (16/3/2022). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini, dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam, Dr H Aan Jaelani, M.Ag.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 16 Maret 2022
FSEI IAIN Cirebon Sosialisasikan 2 Fakultas Baru dan 8 Prodi Pada Penerimaan Mahasiswa Baru
LP2M IAIN Cirebon Ekspose hasil Pemetaan Potensi Desa Berbasis Komoditas Unggulan
CIREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar ekspose hasil pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan di Desa Buninagara, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.
Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Ahmad Yani MAg menjelaskan, ekspose tersebut merupakan bagian dari diseminasi hasil pemetaan potensi desa terkait dengan komoditas unggulannya yang sebelumnya telah dilakukan melalui pemetaan ruang, penelusuran sejarah desa, dan identifikasi komoditas unggulan.
“Desa Buninagara saat ini sedang bertransformasi dari desa maju menuju desa mandiri. Berdasarkan Indeks Kemandirian Desa (IDM), status desa maju yang diperoleh Desa Buninagara menunjukkan bahwa desa ini telah berhasil mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Kang Yani sapaan akrab Dr Ahmad Yani MAg, Selasa (16/11/2021).
Pada tahap selanjutnya, jelas dia, Desa Buninagara bersiap menuju desa mandiri dengan meningkatkan kemandirian pembangunan desa untuk semakin meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut dapat dilaksanakan dengan melibatkan kerja sama, baik dengan unsur pemerintah pusat hingga kabupaten serta stakeholder lain, termasuk perguruan tinggi.
“LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendorong transformasi Desa Buninagara menjadi desa mandiri. Upaya yang dilakukan oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati ini menjadi bagian perwujudan amanah tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kang Yani, sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi, LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon berupaya untuk bisa mendampingi masyarakat hingga level desa dengan harapan akan muncul inovasi-inovasi untuk pembangunan desa, khususnya Desa Buninagara yang didampingi tahun 2021 ini.
“Selanjutnya pendampingan ini bisa terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk kerja sama antara Pemerintah Desa Buninagara dengan Perguruan Tinggi IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” jelasnya.
Kang Yani memaparkan, tim pelaksana pendampingan pemetaan potensi desa berbasis komoditas unggulan ini terdiri dari dosen dan mahasiswa yang secara partisipatif melibatkan peran masyarakat desa dalam pelaksanaan kegiatan pemetaan di lapangan.
Yaitu, lanjut dia, digawangi Toto Suharto SE MSi, Turasih SKPm MSi, dan Suciyadi Ramdhani MAnt, dan 7 mahasiswa dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon berhasil menyusun output pemetaan berupa peta ruang potensi desa.
Selasa, 15 Maret 2022
LPM IAIN Cirebon Gelar FGD IKD Untuk Peningkatan Layanan Dosen dalam Meningkatkan Kepuasan Mahasiswa
CIREBON, FC - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengggelar kegiatan Focus Group Discussion tentang penilaian Indeks Kinerja Dosen (IKD), Selasa (15/3/2022), di salah satu Hotel di Cirebon.
Vaksinasi di Kabupaten Cirebon Sudah Capai Target
CIREBON, FC - Vaksinasi untuk warga Kabupaten Cirebon sudah mencapai target yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, saat ini warga Kabupaten Cirebon yang sudah mengikuti vaksin, sudah mencapai 100 persen dari target yang ditentukan oleh pemerintah.
Untuk capaian vaksinasi berdasarkan kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, saat ini sudah mencapai 1.608.121 atau setara 90,11%.
"Tapi kalau kegiatan berdasarkan KTP Kabupaten Cirebon, sudah mencapai 1.817.142 atau 101.92 %," ujar Imron, Selasa (15/03/2022).
Imron menjelaskan, untuk vaksinasi tahap 2, berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Cirebon, sudah mencapai 70,51 persen atau 1.257.096 jiwa.
Sedangkan capaian vaksinasi tahap 2 berdasarkan KTP Kabupaten Cirebon, lebih tinggi dibandingkan capaian dari kegiatan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Cirebon.
" Vaksinasi berdasarkan KTP Kabupaten Cirebon, saat ini sudah mencapai 1.417.390 atau 79.50 %," kata Imron.
Saat ini, ujar Imron, pihaknya sedang mengejar kegiatan vaksinasi booster atau vaksinasi tahap 3. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Cirebon, yang sudah mendukung kegiatan vaksinasi.
"Saya juga mengapresiasi kepada para nakes, yang rela lembur untuk bisa mencapai target vaksinasi," kata Imron. (indah)
Selangkah Lagi, IAIN Cirebon Bertransformasi Menjadi UISSI
CIREBON, FC – Selangkah lagi, rencana alih status IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) dan dibukanya program Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ-PAI) di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan (FITK) kian nyata.
Kini, IAIN Cirebon mewacanakan dibukanya Program PJJ di semua fakultas yang ada di IAIN Cirebon. Wacana ini diwujudkan dengan mengajukan 5 prodi yang berakreditasi A atau unggul untuk membuka program PJJ. Langkah pertama dalam mewujudkannya dengan menyusun proposal pembukaan PJJ berbagai jurusan tersebut.
Berkenaan dengan ini, LPM Melakukan Pendampingan Penyusunan Proposal PJJ 5 Jurusan di IAIN Cirebon ini. Antara lain Prodi Tadris ILmu Pengetahuan Sosial (T-IPS), Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Prodi Aqidah Filsafat Islam (AFI), Prodi Sejarah Peradaban Islam ( SPI), dan Prodi Hukum Keluarga (HK).
“Ada prodi lain yang menyusul selain PAI untuk PJJ yang akreditasinya A. Ini sedang dibahas dalam FGD ini, proposalnya kemudian nanti disubmit di BAN PT, turun persetujuan kemudian nanti di SK kan oleh Kemenag,” kata Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.
Sementara itu, Kepala LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ayus Ahmad Yusuf SE MSi mengatakan, pengajuan PJJ baru pada lima jurusan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Prodi PAI sendiri telah mengawali membuka program PJJ di IAIN Cirebon.
Ayus menambahkan, FGD Penyusunan Proposal PJJ Baru ini dilakukan sebagai langkah awal pengajuan program PJJ. Ayus juga mengatakan, penyusunan proposal oleh masing-masing prodi yang diajukan untuk selanjutnya di submit ke Diktis.
“Dalam kaitan dengan hal ini, LPM melakukan pendampingan penyusunan proposal PJJ lima jurusan di IAIN Cirebon,” pungkasnya. (din)
Senin, 14 Maret 2022
Angka Stunting di Kabupaten Cirebon, Lumayan Tinggi
SUMBER, FC - aat ini, angka stunting di Kabupaten Cirebon lumayan tinggi. Kisarannya ada pada angka 9,4 persen. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dini dari semua pihak, agar Kabupaten Cirebon benar-benar terbebas dari stunting. Demikian dikatakan Bupati Cirebon, Imron, saat memberikan sambutan pada acara Rakor Pokja Stunting tingkat Kabupaten Cirebon, bertempat di Hotel Apita, Senin (14/3/2022).
Imron menyebutkan, peran serta semua pihak sangat diperlukan. Hal itu, dikarenakan program stunting merupakan program yang sangat penting. Pencegahan, adalah prioritas utama yang harus dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu, dirinya meminta agar wanita hamil diberikan pengetahuan seputar bahaya dan pencegahan stunting.
"Diperlukan peran serta semua pihak. Masyarakat harus bersama-sama melakukan pencegahan dini, terlebih kepada wanita hamil. Wanita hamil harus diberikan pengetahuan secara mendalam terkait bahayanya stunting," ungkap Imron.
Justru, lanjut Bupati, pencegahan akan semakin susah manakala stunting sudah dirasakan pada bayi yang baru lahir. Untuk itu, harusnya sebelum pernikahan, semua wanita sebetulnya wajib mengetahui apa dan bagaimana bahaya, serta pencegahan stunting. Dengan begitu, stunting akan bisa dicegah sedini mungkin.
"Diberi pengetahuan mengenai stunting, lebih baik diawal sebelum melakukan pernikahan. Asupan gizi yang baik, tentu akan mencegah sedini mungkin para wanita hamil terkena stunting. Dan ini harus secepatnya disosialisasikan," ucapnya.
Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah mengaku, Dinkes sudah melakukan berbagai upaya menangani persoalan stunting. Hal tersebut dilakukan mulai tingkat desa sampai tingkat kabupaten. Untuk itulah, perlu adanya rapat percepatan untuk menangani masalah stunting.
"Rapat ini tujuannya mengetahui dan memahami peran SKPD, terkait dalam menyusun analisa situasi dari semua sektor. Ini terkait bagaimana bisa merumuskan kegiatan intervensi masalah stunting," paparnya.
Nantinya, tambah Neneng, pembahasan tersebut akan diikuti oleh banyak peserta. Termasuk diantaranya SKPD terkait, PKK dan ketua Karangtaruna Kabupaten Cirebon. Diharapkan, nantinya ada kesamaan persepsi dalam menangani dan mencegah stunting di Kabupaten Cirebon.
"Targetnya Kabupaten Cirebon bebas stunting. Meskipun banyak kendala, tapi kami tetap fokus dan berusaha, karena dibantu peran serta masyarakat yang peduli dengan masalah ini," tukasnya. (Red/indah)
Bupati Cirebon Salurkan CSR BPR Astanajapura
CIREBON, FC - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., menyalurkan Corporate Social Responsibility dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Astanajapura, Senin (14/3/2022).
Dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan secara simbolis, CSR untuk dua mushola dan madrasah di Kabupaten Cirebon.
Imron mengatakan, bahwa dukungan dari berbagai pihak, untuk memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, sosial dan keagamaan.
"Karena kalau semuanya dari pemerintah, sangat terbatas dananya," ujar Imron.
Apalagi, jika pengajuan tersebut dilakukan melalui anggaran pemerintah, maka prosesnya akan lumayan lama. Sehingga, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada BPR Asjap yang sudah memberikan CSR untuk masyarakat Kabupaten Cirebon.
Imron berharap, BPR Asjap bisa bertambah maju dan berkembang, sehingga nantinya anggaran CSR yang bisa diberikan kepada masyarakat, bisa lebih besar.
Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Cirebon, mengikuti jejak yang sudah dilakukan oleh BPR Asjap.
"Karena CSR perusahaan itu, merupakan bagian hak dari masyarakat sekitar," katanya.
Sementara itu, Direktur BPR Astanajapura, Multahibun menuturkan, total dana CSR yang disalurkan yaitu sebesar Rp 180 juta. Pada hari ini, ada tiga lembaga yang mendapatkan bantuan CSR.
"Namun masih banyak lagi CSR yang akan disalurkan," ujar Multahibun.
Ia mengatakan, BPR Asjap akan selalu berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Cirebon dalam mendistribusikan CSR. Ia juga bersyukur, bahwa pada tahun kemarin, BPR Asjap masih bisa mencatatkan laba.
Multahibun juga mengatakan, pihaknya sangat berharap, pada tahun ini akan ada peningkatan pendapatan. Karena ia menilai, saat ini masalah Covid-19 sudah mulai landai, sehingga perekonomian diharapkan bisa menjadi lebih bangkit.
"Tahun ini, target pendapatan BPR Asjap sebesar Rp 7 Milyar," katanya. (Bam)











