Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 22 April 2022

Resmi Miliki 5 Fakultas, Transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi Kampus Berbasis Siber Segera Terwujud

CIREBON, FC - Bagi lulusan SLTA, SMK dan Madrasah Aliyah yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah dan mencari jurusan yang diminati, kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi pilihannya. Kenapa, karena Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah III Cirebon ini, kini sudah memiliki 5 fakultas dengan banyak jurusan. 

IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin memenuhi kebutuhan para mahasiswa dengan menghadirkan banyak jurusan dari sejumlah fakultas yang ada.  

Sehingga untuk memenuhi persyaratan transformasi sebagaimana Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2020 kini sudah terpenuhi.

Dengan demikian, transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi kampus berbasis siber bernama Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) akan segera terwujud. 

Sebagaimana diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebelumnya baru memiliki 3 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI). 

Untuk melengkapi 5 fakultas tersebut, FUAD dan FSEI masing-masing dipecah menjadi 2. FUAD dipecah menjadi Fakultas Ushuludin dan Adab serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Sedangkan FSEI menjadi Fakultas Syariah serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Untuk Fakultas Ushuludin dan Adab akan diisi 6 program studi (prodi), yaitu Sejarah Kebudayaan Islam, Filsafat Agama, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadist, Bahasa dan Sastra Arab, serta Tasawuf dan Psikoterapi.

Sedangkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam akan diisi 4 prodi, yaitu Sosiologi Agama, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, serta Pengembangan Masyarakat Islam.

Untuk Fakultas Syariah akan diisi 4 prodi, yaitu, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tatanegara, dan Ilmu Falak. Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam juga akan diisi 4 prodi, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, dan Pariwisata Syariah.

Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag mengungkapkan, fakultas yang dipecah tersebut sudah disahkan melalui PMA Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Kelola Kerja IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan akan mulai beroperasi di tahun akademik 2022/2023 ini. “Fakultas yang dikembangkan itu sudah mulai berjalan tahun ini (2022), karena itu sebenarnya prodi-prodi yang ada di fakultas baru itu sudah berjalan, hanya dimasukan saja ke rumahnya (fakultas baru)”. Rabu (20/4/2022).

Untuk diketahui, berdasarkan PMA Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas PMA Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Organisasi dan Tata Kelola Kerja IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pembentukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai pemecahan dari FSEI dan Fakultas Komunikasi dan Dakwah Islam sebagai pemecahan dari FUAD telah mendapat persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sesuai dengan surat Nomor B/84/M.KT.01/2022 mengenai usulan pembentukan fakultas baru pada IAIN Cirebon.

Pada pasal 10 PMA tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah sah memiliki 5 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ushuludin dan Adab, serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. (din)

Dr Kartimi M.Pd : Pendidikan Wanita Harus Maju, Ini Kunci Kesuksesan

Dr Kartimi, M.Pd, Wakil Rektor II, IAIN Syekh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC - Dr Kartimi M.Pd memang layak dipandang sebagai salah satu tokoh wanita yang sukses dalam bidang pendidikan. Selain kiprahnya untuk mencerdaskan anak bangsa, Dr Kartimi, M.Pd juga satu-satunya yang mencatat sejarah di civitas akademika IAIN Cirebon sebagai Wakil Rektor, karena sebelumnya belum pernah ada perwakilan dari kalangan wanita.

Maka sangat tepat, di hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ini bisa menjadi hari bersejarah bagi wanita di Indonesia. Karena, tanggal tersebut merupakan momentum untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

Semangat Kartini dalam memperjuangkan hak wanita itu masih tertanam dan diterapkan dalam kehidupan Wakil Rektor II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd.

Wanita yang telah mencatatkan sejarah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menjadi wakil rektor perempuan pertama di kampus setempat itu terus melanjutkan perjuangan Kartini di bidang pendidikan.

“Wanita itu penting untuk memiliki pendidikan yang tinggi, karena mereka akan menjadi ibu yang kelak akan mendidik anak-anaknya,” kata Kartimi, Jumat (22/4/2022).

Dengan memiliki pendidikan yang tinggi, lanjut Kartimi, maka hal itu dapat menjadi motivasi kepada anak-anaknya untuk mengejar pendidikannya.

“Pendidikan itu dimulai dari tingkat terbawah, yaitu di lingkungan keluarga. Karena biasanya anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ibunya, sehingga ibu sangat besar peranannya dalam memberikan pendidikan di rumah yang dapat menjadi pondasi anak-anaknya dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Kartimi menegaskan, hal terpentinga dalam mendidik anak adalah mengajarkan pendidikan agama. Karena, dengan menanamkam budi pekerti dan nilai-nilai luhur dapat membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungan.

“Pendidikan agama perlu ditanamkan sejak kecil karena ini akan melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan. Dengan begitu, diharapkan dapat tercipta generasi yang hebat, unggul, dan berakhlakul karimah,” katanya.

Karena, Kartimi menerangkan, pendidikan untuk anak tidak hanya melulu soal ilmu pengetahuan. Tetapi sangat penting ditanamkan pendidikan akhlak sedini mungkin.

“Akhlak lebih tinggi di atas ilmu. Setan itu berilmu, tapi tidak berakhlak, makanya terhina. Untuk itu ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan, sehingga anak-anak kita sebagai generasi penerus menjadi manusia yang hebat dan beradab,” terangnya.

Kendati demikian, kata Kartimi, seorang perempuan tidak bisa memberikan pendidikan kepada anak di rumah sendiri. Melainkan harus berbagi peran dengan suami.

“Emansispasi wanita ini menurut saya bukan berarti wanita dan pria sama, tetapi mereka memiliki proporsi dan tugasnya masing-masing yang perlu dikerjasamakan dengan baik agar tujuan di kehidupan mereka dapat tercapai,” katanya.

Terlebih, terang Kartimi, jika suami dan istri sama-sama memiliki pekerjaan. Sehingga mereka harus membagi tugas antara pekerjaan di kantor dan urusan rumah.

“Karena tanpa kerja sama yang baik, itu tidak bisa berjalan. Semoga wanita Indonesia bisa menjadi wanita yang hebat dan harus menjadi wanita yang beradab,” tandasnya. (din)

Kamis, 21 April 2022

Dharma Wanita Persatuan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bagikan Paket Sembako Sebanyak 310 Pada Kegiatan Ramadhan Tahun 2022

CIREBON, FC - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agam Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar berbagai kegiatan Ramadhan 1443 H pada tahun 2022. Gebyar kegiatan tersebut sangat terasa baik di masyarakat maupun di lingkungan civitas akademika kampus.  

Ada sejumlah kegiatan yang digulirkan di antaranya, kegiatan tadarus, tausiyah yang dilaksanakan sebanyak 3 kali, juga pemberian paket sembako kepada 310 penerima. 

Isi paket sembako tersebut terdiri dari beras, gula, sirup, mie instan, teh, dan biskuit.  kegiatan pembagian paket sembako ini menjadi puncak kegiatan Ramadhan 1443 H yang digelar Kamis, (21/4/2022) di kampus setempat.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hj Tri Saefudin Zuhri menjelaskan, sebanyak 310 penerima paket sembako merupakan karyawan kampus yang meliputi satpam, cleaning service, dosen luar biasa, anak yatim, hingga takmir masjid.

Bahkan, kata dia, jumlah penerima paket sembako tahun 2022 ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 210 orang.

Tri Saefudin Zuhri juga menyatakan, pembagian sembako tersebut mendapat dukungan dari Unit Pengelola Zakat (UPZ) IAIN Cirebon dan Bank Mandiri Cirebon.

“Dana yang terkumpul DWP IAIN Cirebon dari donatur di lingkungan kampus mencapai Rp26,1. Sedangkan dana amal dari UPZ mencapai Rp45 juta,” jelasnya.

Dana yang terkumpul tersebut, lanjut dia, dikonversi menjadi paket sembako. Sedangkan Bank Mandiri Cirebon menyumbangkan 300 biskuit kaleng.

“Kami sampaikan terima kasih dari sekian banyak donatur sehingga bisa terlaksananya acara hari ini,” kata dia.

Tri berharap, ke depan semakin banyak donatur yang tergerak berdonasi, sehingga dapat lebih banyak orang yang dapat paket sembako tersebut.

“Harapannya ke depan para penerima bisa mendapatkan semua. Tidak bergantian ya. Kalau sekarang kan masih bergantian,” katanya.

Sementara itu, Ketua DWP IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Hj Fatimah Sumanta Hasyim menjelaskan, pembagian paket sembako merupakan acara puncak kegiatan Ramadan 1443 H ini.

"Ya, pembagian paket sembako ini merupakan acara puncak kegiatan Ramadhan 1443 H. Sebelumnya kami juga menggelar kegiatan keagamaan, seperti tadarus dan tausiyah juga pembagian SKU Koperasi Pegawai Harapan Sejahtera," terangnya. (din)

Hari Kartini, Wabup Minta Perempuan Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, meminta kepada para perempuan, untuk bisa menekan angka kekerasan perempuan dan anak di Cirebon. 

Ayu menilai, angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Sehingga menurutnya, perlu andil para perempuan untuk bisa menurunkan atau menghilangkan angka tersebut. 

"Perlu menjadi perhatian kita semua,terutama para perempuan, bahwa angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Cirebon masih tinggi," kata Ayu. 

Menurut Ayu, perlu sejumlah langkah yang harus dilakukan , untuk bisa menekan angka kekerasan tersebut. Salah satunya ujar Ayu, yaitu dengan memberikan edukasi kepada para perempuan. 

"Sehingga nanti, bisa ikut andil dalam menekan angka kekerasan di Kabupaten Cirebon," kata Ayu. 

Ayu juga mendorong perempuan-perempuan di Kabupaten Cirebon, untuk terlibat dalam sejumlah forum. Karena Ayu menilai, keterlibatan perempuan dalam beberapa forum, masih belum maksimal. 

Karena menurut Ayu, dengan terlibatnya perempuan dalam sejumlah forum, maka perempuan akan bisa mendapatkan banyak akses untuk bisa menyuarakan aspirasinya. 

"Perempuan memiliki semangat besar untuk perubahan," kata Ayu. 

Ayu juga yakin, dengan semangat dan kemampuan yang dimiliki oleh perempuan di Kabupaten Cirebon, para perempuan juga bisa ikut andil dalam menciptakan Kabupaten Cirebon yang maju dan sejahtera. (Indah)

Rabu, 20 April 2022

HMJ IQTAF Gelar Nuzulul Qur'an di Masjid Baitul Amin Gebang Mekar

CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar acara Nuzulul Qur'an yang bekerja sama dengan IRMAS Masjid Baitul Amin serta IPNU-IPPNU Gebang Mekar, bertempat di Masjid Baitul Amin, Gebang Mekar, pada Selasa Sore, 19 April 2022.

Dengan mengangkat tema 'Meniti Ilmu dan Menata Hati Melalui Nuzulul Qur'an', Fadhilah Abu Fatah Kurniawan, selaku Ketua Pelaksana menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan diisi dengan buka bersama, shalat tarawih, dan tadarus bersama dengan pembagian satu orang per-juz-nya.

"Di kegiatan ini malamnya akan dilaksanakan berbuka bersama, tarawih bersama, kultum, dan tadarus bersama, satu orang satu juz. Harapannya, mudah-mudahan acara ini setiap tahunnya lebih baik dan selalu meningkat serta berkualitas," ujar Fadhilah.

Ketua Umum HMJ IQTAF, Alfath Pangestu Danar, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama menyukseskan acara tersebut. Tak lupa juga, ia menyampaikan pentingnya mengambil keberkahan dari peristiwa Nuzulul Qur'an.

"Terima kasih kepada panitia dan IRMAS Baitul Amin serta IPNU Gebang Mekar untuk menyukseskan acara kita bersama yaitu Nuzulul Qur'an. Walaupun acara Nuzulul Qur'an ini telat, ya tidak apa-apa, yang penting kita tetap mengambil berkahnya," ujar Alfath.

Munif Ramadhani, selaku Ketua IRMAS Masjid Baitul Amin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada penyelenggara acara, terkait pihak IRMAS yang belum bisa hadir secara full-team.

"Terima kasih kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggelar acara ini, karena telah memercayai masjid ini untuk mengadakan acara bersama. Mohon maaf, karena banyak dari kami yang belum bisa hadir, baik itu dari DKM maupun dari IRMAS, karena kondisi cuaca yang menghalangi." Ujar Munif.

"Selanjutnya, mohon maaf apabila ada kekurangan, baik dari segi tempat ataupun nanti dari segi makanan yang telah kami siapkan," Tambahnya.

Abdul Aziz Shutadi, selaku Wakorwil FKMTHI Wilayah Jawa Barat menyampaikan sedikit tentang selayang pandang jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, hal ini kiranya bertujuan untuk mengenalkan jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir agar lebih tersampaikan lagi.

"Dalam jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir ini bukan hanya belajar tentang ilmu-ilmu Al-Qur'an, tetapi belajar juga tentang digitalisasi, dan juga ilmu-ilmu yang lain. Di IAIN masih dibuka jalur UMPTKIN dan SPMB. Dalam jurusan Tafsir Hadits juga banyak organisasi yang menghimpun di ranah jurusan," ujar Aziz.

Lebih dalam lagi dijelaskan oleh Demisioner Ketua Umum HMJ IQTAF Periode 2020-2021, Fasfah Sofhal Jamil, S.Ag. Ia menjelaskan awal mula jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir itu berasal dari satu nama prodi.

"Sebenarnya dulu itu masih jurusan Tafsir Hadits, dan pada tahun 2016-2017 prodi Tafsir Hadits dibagi menjadi dua, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dan Ilmu Hadits," ujar Fasfah.

Fasfah menyampaikan bahwa salah satu hal yang paling mencirikan dari jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir yakni dilihat dari pengajaran moderasi Islam atau wasathiyah-nya. Di samping itu, secara tersirat, visi misi jurusan disampaikan pula olehnya.

"Salah satu hal yang paling mencolok dari jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir ini adalah moderasi Islam atau nilai wasathiyah. Kalau orang-orang yang ilmunya dalam, tetapi tidak mengenal moderasi Islam, maka penafsiran-penafsiran yang dikeluarkan akan cenderung kaku," tutur Fasfah.

"Visi misi jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir singkatnya itu merelasikan antara pengetahuan-pengetahuan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dengan pengetahuan digitalisasi yang konon katanya pada 2025 orang-orang akan lebih bersahabat dengan digitalisasi," tandasnya. (Red/Dila)

Melalui Penandatanganan MoU, BK DPR RI Bangun Kemitraan Dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, FC- Badan Keahlian (BK) DPR RI aktif membangun kemitraan dengan perguruan tinggi. Setelah ke UGM Yogyakarta, BK DPR RI berkunjung ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (20/4/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka perpanjangan nota kesepahaman keterlibatan perguruan tinggi sebagai mitra curah pendapat. Pasalnya, dalam proses penyusunan naskah akademik suatu rancangan undang-undang (RUU) harus melibatkan partisipasi publik.

Kepala BK DPR RI, Dr Inosentius Samsul SH MHum mengatakan, perpanjangan nota kesepahaman antara BK DPR RI dan IAIN Cirebon sebagai bentuk perwujudan meaningful participation yakni asas keterbukaan harus menyertakan partisipasi masyarakat yang maksimal dan bermakna.

“Tujuan awal dari MoU ini adalah bagian dari membangun mitra strategis khususnya dari kalangan perguruan tinggi. Saat ini ada dinamika baru yang saya pikir kerja sama ini makin penting,” ujar Inosentius.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan ketetapan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan kepada pembentuk undang-undang (DPR dan pemerintah) untuk membentuk landasan hukum terkait metode Omnibus law.

Inosentius menegaskan, untuk mencapai meaningful participation pembentuk undang-undang dituntut untuk memenuhi tiga hak asasi manusia sekaligus dalam satu tarikan nafas.

Ketiga hak tersebut, imbuh dia, yakni right to information (hak atas informasi), right to be involved (hak untuk dilibatkan oleh individu atau kelompok yang terdampak kebijakan), dan right to claim (hak untuk meminta pertanggungjawaban dan mempertanyakan atas kewajiban pembentuk undang-undang).

“Dan forum Badan Keahlian dengan Perguruan Tinggi ini salah satu bentuk dari itu. Apa yang kita lakukan adalah bagian dari proses legislasi yang menenuhi tuntutan meaningful particiipation,” katanya.

Di pihak lain, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menilai, menjalin nota kesepahaman dengan BK DPR RI jadi bagian untuk implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Dimana mahasiswa bisa melakukan PPL di BK DPR RI.

Bisa pula bentuk kerja sama yang lain yakni BK DPR RI melibatkan akademisi IAIN Cirebon dalam menentukan arah pembuatan suatu RUU.

“Kami akan lakukan elaborasi lebih rinci. Sehingga apa yang kita lakukan itu lebih mendetil ke hal-hal teknis,” terang Sumanta. (din)

Hasil Penerimaan Mahasiswa Baru Melalui Jalur SPAN 2022, IAIN Cirebon Terbanyak Pendaftar Ke 2 IAIN Se Indonesia

CIREBON, FC – Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2022, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi kampus pendaftar terbanyak kedua dari klaster IAIN se Indonesia.

Menurut Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag, calon mahasiswa dengan tujuan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon ini, mencapai sekitar 9 ribu pendaftar. Dari jumlah tersebut, calon mahasiswa yang berhasil lulus berjumlah 1741.

Berdasarkan jumlah tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menempati urutan ke 2 kampus yang paling diminati tingkat IAIN. “Alhamdulillah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menempati peringkat ke 2 pendaftar terbanyak klaster IAIN,” ungkapnya.

Menurut Saefudin, ada sejumlah program studi (Prodi) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang paling diminati calon mahasiswa pada jalur SPAN PTKIN 2022 ini. 

Jurusan tersebut, lanjut dia, tersebar di 3 fakultas yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI). 

“Yang paling diminati untuk di FITK itu prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), di FUAD itu prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), sedangkan di FSEI prodi Perbankan Syariah,” katanya, Rabu (20/4/2022).

Saefudin juga menjelaskan, bahwa kuota 1741 calon mahasiswa hanya memenuhi 30 persen saja dari target penerimaan mahasiswa baru. 

Saefudin menyebut, 50 persen calon mahasiswa bakal diterima melalui jalur Ujian Masuk (UM) PTKIN dan kuota 20 persen lainnya dipenuhi dari Ujian Mandiri.

"Bagai calon mahasiswa yang gagal masuk IAIN Cirebon melalui jalur SPAN diimbau tak putus asa. Harapan masih ada yakni melalui UM-PTIKIN maupun Ujian Mandiri," katanya. (din)