Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 18 Agustus 2022

Ribuan Peserta PLP FITK Disebar Ke Wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin M.Ag melepas 1.454 peserta PLP FITK di halaman gedung FITK IAIN Cirebon, Kamis, (18/8/2022).

Ribuan mahasiswa dari 10 jurusan ini  tersebar di Sekolah/Madrasah di wilayah Kota Cirebon sebanyak  615 mahasiswa dan di wilayah Kabupaten Cirebon sebanyak 839 mahasiswa.

Ketua Panitia PLP Tato Nuryanto, M.Pd. (Kepala Laboratorium Keguruan), menyatakan Peserta PLP seluruhnya berjumlah 1.454  mahasiswa. Mereka berasal dari 10 Jurusan.

Sementara Dekan FITK, Dr H Farihin M.Pd menjelaskan, bahwa tujuan pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yaitu untuk memantapkan kemampuan potensi akademik.

Kemudian mengembangkan identitas profesi sebagai pendidik serta memberikan bekal pengalaman dasar melaksanakan pembelajaran yang mendidik dibawah supervisi yang efektif dari Dosen Pembimbing Lapangan maupun Guru Pamong. (din)

PMU Beasiswa Kemenag LPDP Siap Dikucurkan Bagi 2000 Calon Mahasiswa PJJ PAI Yang Lulus Seleksi

Fatkhuyasik, Anggota PMU beasiswa Kementerian Agama RI dan LPDP saat melakukan pengecekan di ruang seleksi calon mahasiswa PJJ PAI UISSI Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 2000 calon mahasiswa PJJ PAI - UISI Cirebon siap menerima beasiswa Kemenag -LPDP setelah mereka lulus dari seleksi yang dilakukan dua tahap. 

Sementara calon mahasiswa PJJ PAI yang mendaftar sendiri tercatat sebanyak 7000 lebih. Kemudian dari hasil penyaringan, panitia melakukan verifikasi dokumen dan tercatat ada 4700 sekian yang siap mengikuti seleksi. 

Fatkhuyasik, Anggota PMU (Project Manajemen Unit) beasiswa Kementerian Agama RI dan LPDP saat diwawancarai di ruang seleksi PJJ PAI UISSI Cirebon menyatakan, Pendidikan PJJ PAI akan memberikan beasiswa sebanyak 2000 untuk guru madrasah, guru sekolah, guru Diniyah dan guru di Ponpes.

"Jadi Diktis atau Kemenag LBDP hari ini turun ke UISSI Cirebon untuk melihat proses seleksinya. Dan tadi kami lihat alhamdulillah teman-teman pengawas di sini sudah melakukan proses verifikasi sesuai dengan yang ada di ketentuan, termasuk memverifikasi berdasarkan foto langsung dan juga mencocokan wajahnya dengan kartu ujian yang ada. Jadi saya kira sejauh ini pengawas di sini sesuai dengan prosedur pelaksanaannya," kata Fatkhuyasik.

Fatkhuyasik juga menjelaskan, seleksi ini  kita lakukan dalam rangka untuk penyeleksian terbaik, karena kita lihat pendaftar awalnya sampai 7000 ribu lebih, kemudian setelah diverifikasi di dokumen sampai 4700 sekian.

"Nah dari 4700 sekian inilah yang diseleksi pengetahuannya, aspek-aspek kemampuan akademik diukur bahkan ada beberapa butir soal yang mengukur moderasi keberagamaanya para calon mahasiswa PJJ PAI ini," ujarnya lagi.

Fatkhuyasik juga berharap, melalui seleksi ini kita berharap betul akan memperoleh guru dengan kualitas yang terbaik dan kita berikan mereka beasiswa.

Sementara saat ditanya soal kelulusan, Fatkhuyasik menegaskan, bahwa soal lulus tidaknya itu tergantung pada guru sendiri. Selama guru bisa melampaui proses seleksi, maka mereka lulus. 

Kemudian bagi penerima beasiswa, itu akan dilihat dari yang memenuhi standar, misal nilai batas lulus itu lebih dari 2000, maka nilai terbaik kita urutkan yang 2000, baru nanti kita putuskan menjadi penerima beasiswa. 

"Yang pasti ini baru seleksi tahap pertama yah, setelah ini mereka akan di wawancara, dan seleksi wawancara ini akan dilakukan dalam waktu dekat," ucapnya. (nurdin)


Rabu, 17 Agustus 2022

Upacara Bendera HUT RI Ke 77, Rektor IAIN Cirebon Sampaikan 22 Amanat Menteri Agama RI

 

Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - Tepat tanggal 17 Agustus 2022, pukul 09.00 pagi, civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon  melaksanakan kegiatan Upacara Bendera HUT RI ke 77 di halaman rektorat, Rabu, (17/8/2022).

Dalam rangkaian kegiatan upacara tersebut, Rektor IAIN Dr. H. Sumanta, M.Ag dihadapan peserta upacara membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia.

Pembacaan amanat Menteri Agama RI ini dilakukan serentak dan dibacakan oleh semua PTKN/PTKIN di bawah Kementerian Agama RI seluruh Indonesia.

Inilah pesan Menteri Agama RI
pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-77. 

1.izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh ASN Kementerian Agama di seluruh Indonesia yang telah mengabdi untuk negeri dengan sepenuh hati.

2.Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yg Maha Esa, bertepatan dengan HUT RI yg ke-77 ini, kita semua msh diberikan kesempatan untuk jadi pelayanan masyarakat. Semoga langkah kaki kita dalam menjalankan tugas melayani masyarakat betul-betul dirasakan manfaatnya oleh seluruh bangsa Indonesia.

3.HUT Kemerdekaan RI tahun 2022 ini tentu sangat beda maknanya dengan momen sebelumnya. Tahun ini kita memasuki tahun kedua paska merebaknya wabah Covid-19. Bukan perkara mudah bagi keluarga besar Kemenag melewati dan menghadapi dampak Covid-19.

4.Berkat kerja sama dan soliditas seluruh ASN, alhamdulillah hari ini, Kemenag terus eksis memberi layanan publik secara baik. Semoga semua ini semakin meneguhkan langkah kita sebagai pelayan publik. 

5.Kemerdekaan Indonesia tidak  diperoleh secara gratis. Ada banyak ceceran darah yang tumpah di bumi Nusantara, juga ribuan nyawa yang melayang selama perjuangan. 

6.Pengorbanan bangsa Indonesia melepaskan diri dari cengkeraman kolonialisme dan imperialisme tak pernah padam meski para syuhada terus berguguran. Hingga akhirnya di tahun 1945 bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan RI dengan penuh keyakinan dan keteguhan.

7.Proklamasi merupakan langkah tegas dan strategis yang menandai kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberitahukan kepada dunia bahwa Indonesia tidak lagi dikuasai penjajah.

8.Kini, 77 tahun usia Indonesia merdeka. Bagi rata-rata usia umat manusia sekarang, 77 adalah usia senja. Akan tetapi bagi sebuah negara, 77 merupakan usia matang yang siap untuk menghadapi tantangan zaman.

9.Bagi rata-rata usia umat manusia, 77 adalah usia senja. Akan tetapi bagi sebuah negara, 77 adalah usia matang yang siap untuk menghadapi tantangan zaman.

10.Artinya, Indonesia sudah selesai memperbaiki segala kerusakan yang diwariskan selama masa penjajahan dan tiba saatnya kita maju ke depan, mempererat persatuan serta membangun Indonesia sesuai bidang masing-masing.

11.Sebagai abdi negara, HUT Kemerdekaan RI yang ke-77 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial saja. Momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI harus dimaknai sebagai pengingat bahwa tugas mengisi kemerdekaan tidaklah ringan. 

12.Mari mengisi kemerdekaan ini dengan kerja, kerja dan kerja. Kita bangun negeri ini dengan hati dan cinta. Kita semua adalah penerus para pendiri bangsa menuju Indonesia yang maju dan damai. 

13.Saya mengajak seluruh ASN Kementerian Agama di seluruh Indonesia untuk membumikan semangat kemerdekaan dengan semangat menjalankan roda birokrasi secara efektif dan profesional.

14.Kita tak boleh menjalankan birokrasi ini apa adanya. Kita harus berlari meningkatkan kualitas layanan publik, agar masyarakat semakin mudah dan cepat mengakses seluruh layanan yang ada. 

15.Ini artinya ASN Kementerian Agama harus berani berfikir out of the box dalam melahirkan kebijakan publik yang accessible. Tinggalkan cara kerja birokrasi yang mempersulit. Yang sulit dipermudah. Yang mudah dipercepat.

16.Kemenag hadir dengan semangat layanan publik yg tdk hanya prima, namun juga ramah dan toleran. Layanan publik di lingkungan Kemenag hadir bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat latar belakangnya. 

17.Bukan zamannya lagi layanan publik Kemenag memilah dan memilih siapa yg akan dilayani. Semua hrs berpegang pada amanat UU sebagai abdi negara, bahwa ASN hadir untuk melayani masyarakat, bkn utk dilayani masyarakat. 

18.Semua jajaran Kemenag dr pusat hingga daerah hrs berada dlm satu barisan yg kokoh dlm menjalankan tugas sebagai abdi negara. Tidak boleh masing-masing unit berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus satu komando, satu barisan dan satu langkah agar tujuan kita dapat tercapai secara maksimal. 

19.Bertepatan dengan HUT RI ke 77 ini, kita hrs memastikan ASN Kemenag adlh sosok-sosok nasionalis yg mampu menjabarkan keberagamaannya dalam bingkai NKRI, profesional dan berintegritas. 

20.Tak boleh ada ASN yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, karena Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri bangsa. Kita harus satu visi sebagai abdi negara, tak boleh saling menjegal atau bahkan berselisih ideologi.


21.Saya percaya ASN Kementerian Agama memiliki loyalitas dan dedikasi untuk NKRI. Tunaikan tugas negara dengan baik dan bertanggungjawab, pastikan Kemenag hadir dan memberi solusi atas kebutuhan masyarakat. 

22.Saya jg ingin memastikan, bhw seluruh ASN Kemenag harus jadi teladan dan penggerak bagi moderasi beragama di masyarakat. Moderasi beragama merupakan strategi agar semangat keagamaan dan kebangsaan bisa seiring sejalan dan tdk dipertentangkan. (din)

Minggu, 14 Agustus 2022

Pramuka Diharapkan Ciptakan Generasi Berkarakter Kuat

KABUPATEN CIREBON - Gerakan Pramuka selama ini telah terbukti mampu menciptakan generasi muda yang memiliki karakter kuat. Hal tersebut dikatakan Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg usai menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-61 tingkat kwartir cabang Cirebon tahun 2022 yang dilaksanakan di lapangan Desa Mayung Kecamatan Gunung Jati, Minggu (14/8/2022).

Dijelaskan Imron, peran serta gerakan pramuka dalam setiap program pemerintah sangat dirasakan. Terlebih, pramuka sendiri mampu melakukan pendidikan karakter bagi para anggotanya.

"Pramuka ini kan dididik untuk menjadi karakter kuat, gotong royong dan juga aktif dalam kegiatan masyarakat. Selama pandemi, pramuka juga ikut membantu pemerintah dalam program pencegahan serta penanggulangan Covid-19. Termasuk juga jika ada bencana alam, pramuka selalu ikut serta," ujar Imron.

Oleh karena itu, dirinya mengungkapkan pemerintah mulai tingkatan pusat hingga daerah selalu mendukung berbagai kegiatan pramuka. "Kita ada anggaran untuk pramuka dari pemerintah. Semoga, pramuka tetap jaya dan solid," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarcab Kabupaten Cirebon Bidang Hukum dan Organisasi, Drs Erus Rusmana mengatakan, seluruh anggota pramuka memiliki dasar kuat yang tertuang dalam Dasa Dharma Pramuka serta Trisatya. Dengan demikian, pramuka wajib mengamalkan keduanya dalam setiap kegiatan.

"Saat ini juga ada pembacaan janji ulang seluruh pramuka. Tujuannya, agar Dasa Dharma serta Trisatya ini bukan hanya diucapkan, melainkan juga diresapi serta dilakukan dalam kegiatan sehari-hari," ujar Erus.

Peringatan Hari Pramuka ke-61 tahun ini juga, Erus menyebut dijadikan sebagai momentum untuk pembangunan karakter bangsa menuju manusia gemilang. "Kita juga mengirimkan kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur. Tentunya, Hari Pramuka tahun ini akan kita jadikan momen, karena selama dua tahun terakhir, ada beberapa program tersendat karena pandemi," tambahnya.

Mengenai program kerja Kwartir Cabang Kabupaten Cirebon, Erus menyebut akan difokuskan pada peningkatan kompentensi pembina. Meskipun diakuinya banyak instruktur, namun pada tataran pembina dirasa masih kurang.

"Kita akan adakan pelatihan pembina sesuai yang ditentukan Gerakan Pramuka. Pembina itu kan ada tingkatannya, sehingga kita akan fokus untuk itu. Instruktur sudah banyak, tetapi untuk pembina masih belum banyak," tutupnya. (Nisa)

Sabtu, 13 Agustus 2022

Penutupan Mahasiswa KKN IAIN Cirebon di Desa Cikeusal Gelar Bazar UMKM dan Pentas Seni Pemuda Desa

CIREBON, FC -Sebanyak 18 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cikeusal, Gempol, Cirebon. Mereka sukses membina para pemuda dan mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Cikeusal. 

Keberhasilan itu ditandai dengan terselenggaranya kegiatan Bazar UMKM, Pentas Seni Pemuda Desa dan Cikeusal Bersholawat, Sabtu (13/8/2022). Pada acara penutupan KKN itu dihadiri oleh puluhan warga dan perangkat pemerintah desa Cikeusal.

Dalam Bazar UMKM, beragam produk makanan khas Desa Cikeusal dipamerkan. Mulai dari Opak, Getuk, serta olahan singkong lainnya. Para pengunjung pun ikut mencicipi sekaligus membeli. 

“Ada orang Purwakarta datang kesini dan mencicipi produk UMKM yang kami pamerkan. Dirasa enak, mereka langsung membelinya untuk oleh-oleh ketika pulang nanti,” ujar Ketua Pelaksana KKN Cikeusal Khaerul Fadlilah.

Selain hasil UMKM, sejumlah karya seni pun ditunjukkan anak-anak dan para pemuda setempat. Mulai dari penampilan hadroh hingga tari Manuk Dadali. Semuanya merupakan hasil binaan para mahasiswa KKN. 

Khaerul mengatakan, rangkaian agenda penutupan ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban para mahasiswa selama proses KKN di Cikeusal. Sebab selama KKN, mereka fokus menggali potensi UMKM lokal serta skill anak-anak dan pemuda setempat. 

“Ada belasan anak-anak dan pemuda Cikeusal yang kami latih hadroh dan tari Manuk Dadali. Kami juga belajar mengelola produk UMKM kepada para pengrajin,” jelasnya.

Sabar dan istikamah. Kata itulah yang pantas digambarkan para mahasiswa KKN selama membina anak-anak muda setempat. Setiap dua hari sekali anak-anak dan pemuda dilatih seni hadroh dan tari Manuk Dadali. Menurut Khaerul, mereka sangat antusias mempelajari. 

“Saya optimistis, sepulang kami dari kegiatan KKN nanti, mereka bisa berlatih mengembangkannya  secara mandiri,” katanya. 

Selain pembinaan seni, lanjut dia, para mahasiwa juga intens mendatangi pengrajin UMKM makanan Opak Singkong. Mereka mendekat dan bertanya kepada pengrajin tentang cara memproduksi dan menjualnya. Hingga di hari berikutnya, mereka mendapat kesempatan belajar praktik memproduksi. 

“Kami sudah belajar memproduksi dan menjualnya. Alhamdulillah sedikit-dikit mulai bisa. Meskipun tidak mudah mempelajarinya,” ungkapnya.

Menurut Khaerul, Opak Singkong adalah salah satu produk UMKM unggulan di Cikeusal. Pasalnya, banyak konsumen luar desa yang datang ke Cikeusal untuk membeli ribuan bungkus Opak. Salah seorang pengrajin Opak Bu Saminah misalnya, dalam seminggu mampu menjual 1000 bungkus opak kepada pengepul asal Desa Bobos, Dukupuntang. 

“Harganya pun ekonomis, untuk satu bungkus berisi 100 keping opak hanya dibandrol sebesar Rp. 20 ribu,” ujarnya. 

Meski demikian, kata dia, masih butuh pendampingan jika produk UMKM ini ingin lebih berkembang. Pendampingan itu dapat dilakukan pemerintah daerah maupun agregator (perusahaan perantara).

Pendampingan ini dimaksudkan agar produk opak dapat sesuai standar keinginan konsumen nasional bahkan negara-negara lain. Sehingga produk dapat bertahan di tengah persaingan pasar internasional.

Menurut Khaerul, pendampingan bisa berupa kemasan produk opak, memperluas akes pasar hingga penguatan pemanfaatan digital. Sebab kata Khaerul, kemasan produk UMKM Desa Cikeusal ini masih polos. Akses pasarnya belum luas. Hingga pemanfaatan teknologi digitalnya masih lemah. 

“Untuk itulah pemerintah harus memberikan edukasi dan pendampingan para pelaku UMKM desa Cikeusal. Mulai dari kemasan produk hingga pemanfaatan perdaganagn eloktronik (e-commerce),” ungkapnya.  

Saat ini, para mahasiswa KKN tengah berupaya membantu meningkatkan penjualan produk UMKM Cikeusal. Caranya dengan memasarkannya secara online melalui akun media sosial dan aplikasi Marketplace. 

“Kami sudah membuat media sosial Instagram produk UMKM-nya dan membuat video iklan produk UMKM-nya. Selain itu, kami juga akan memasarkannya ke Shoope, Tokopedia dan Lazada,” ungkapnya.

Jika upaya pemasaran itu berhasil, lanjutnya, para pengrajin akan dilatih cara memesarkan online sebagaimana para mahasiswa KKN tengah lakukan. Tujuannya agar para pengrajin bisa mengelola dan memasarkannya secara mandiri.

Prodi IAT IAIN Cirebon Bekerjasama Prodi IAT UIN Surakarta Adakan Kegiatan Publik Lecture

FOKUS CIREBON - Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara Public Lecture yang bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB itu mengangkat tema "Otoritas dan Kuasa Tafsir di Era Perkembangan Digital."

Dalam sambutannya, Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, selaku Ketua Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuturkan bahwa narasumber yang terlibat dalam acara ini merupakan insan yang berkompeten baik terhadap kitab-kitab tafsir dan dunia digital.

Kemudian melihat maraknya perkembangan Alquran dan tafsir di media sosial dapat menjadi bahan analisis bagaimana perkembangan Alquran dan tafsir di era sekarang.

"Perkembangan Alquran dan tafsir di media sosial ada relasi yang kuat antara kuasa atau pengetahuan yang kuat dimiliki seseorang, dan itu biasa dilakukan oleh kita semua untuk menganalisis bagaimana perkembangan Alquran dan tafsir, dan ilmu ini juga menjadi pengetahuan bagi temen-temen semua kedepan bahwa di masyarakat juga bisa mengimbau untuk memahami Alquran secara moderat, tidak termakan oleh arus penafsiran yang tidak memiliki basis moderasi beragama. Supaya bisa menciptakan kedamaian di era digital," ucap Maimun.

"Semoga pertemuan kita ini memberikan manfaat dan bisa menjadi petunjuk pada umat supaya mengenalkan moderasi beragama," tambahnya.

Disambung penyampaian dari Dr. Islah Gusmian, M.Ag, selaku narasumber pertama, beliau mengangkat pembahasan tentang "Tafsir dalam Transformasi Digital: Pergeseran Otoritas dan Kuasa Pengetahuan", bahwa orang berkuasa karena dia memiliki otoritas. Dan otoritas lahir dari penguasa penafsir. Penafsiran Alquran dari kalangan penafsir bisa berdasar dari latar hidup penafsir ataupun lingkungan dan relasinya. Yang mana pengetahuan itu juga berasal dari budaya dialog bukan monolog.

Adapun ranah digital bekerja untuk menjadi pelayanan publik termasuk bidang penafsiran Alquran. Bisa dijadikan komunitas dua arah dan juga dijadikan tafsir layanan digital. Mahasiswa IAT bisa mengambil peran dan memberdayakan potensinya di dunia digital ini.

Narasumber kedua, Dr. Didi Junaedi, M.A., beliau membahas mengenai "Otoritas dan Kuasa Pengetahuan Tafsir di Kalangan Populisme Islam", bahwa fenomena Islam yang baik yakni berhijrah dengan yakhruju min baitihi atau melepaskan semua ego. Semua ego akan diri sendiri dilepaskan, dan hanya melakukan sesuatu atas perintah Allah, yang dia lakukan hanya untuk Allah, itulah hijrah yang sesungguhnya. (Red/Dila)

Tugas mahasiswa IAT mengarahkan muslim/muslimah yang baru hijrah, dengan masuk dan memanfaatkan media-media digital. Misalnya tiktok yang sedang ramai, termasuk media lainnya. Walqolami wama yasturun, tugas ilmiah kita baca, tulis, share.

Disusul narasumber ketiga, Nur Rohman, M.Hum yang membahas mengenai "Komodifikasi Agama, Pergeseran Otoritas dan Budaya Material dalam Pembelajaran Alquran: Studi Atas Al-Qolam Smart Hafiz", bahwa adanya pergeseran otoritas yang mana munculnya smart hafiz bisa berimbas pada penggunaan metode belajar. Anak lebih memilih belajar menggunakan metode digital dibanding pergi ke surau.

Hal ini juga mengalami pergeseran budaya material dan konstruksi sosial yang mana otoritas memegang mushaf Alquran memiliki inovasi baru berupa smart hafiz yang memiliki model-model menarik. Berkembangnya teknologi smart hafiz dimulai dari boneka, layar kecil, dan fitur-fitur yang semakin canggih membuktikan adanya gerakan komodifikasi agama. Disebutkan juga olehnya, otoritas tidak hanya menjadi satu bagian penting yang bisa dibaca, tetapi turunannya bisa melahirkan pembaca-pembaca yang lainnya.

Tim Futsal IAIN Cirebon Juara 3 Nasional di Pesona I PTKN 2022

Tim futsal IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Bangga, perasaan ini tentu melekat kuat dalam pikiran dan hati para pemain futsal IAIN Cirebon. Karena, mereka sudah berjuang dengan keras untuk membuktikan yang terbaik dan berhasil merebut juara tiga di ajang bergengsi Pesona I, PTKN 2022.

Dika Arif Darmawan sendiri mengaku  timnya sudah sangat maksimal. Apalagi lawan-lawan yang dihadapinya lumayan sulit, dan tim futsalnya selalu bertemu dengan lawan-lawan yang tangguh, seperti Jakarta dan Palopo. 

"Mereka adalah tim-tim yang luar biasa, tapi alhamdulillah dengan kerja keras dari semua pemain dan pelatih juga jajaran yang lain, kita mendapatkan hasil yang maksimal, yakni juara 3," kata Dika kepada Fokus Cirebon.

Dika jugaenfakui bahwa hasil ini tidaklah mudah, dan ini sudah sangat membanggakan karena capaian ini penuh dengan tantangan dan kesulitan-kesulitan dari lawan-lawan yang cukup tangguh dan solid saat di lapangan.

Kendati demikian, ada yang menarik dari berlangsung pertandingan futsal tersebut, di mana saat memasuki semi final, hanya satu-satunya tim futsal yang lolos yakni IAIN Cirebon. Sedangkan ke lima kampus lainnya sudah berstatus UIN. 

"Jadi ini kebanggan juga, walau kami masih Institut dan satu satunya tim yang masuk ke semi final tetapi kami mampu membuktikan yang terbaik walau kami berada di posisi ketiga," paparnya.

Dika juga menjelaskan, bahwa kemenangan ini juga bisa membangun citra bagi opini publik bahwa IAIN Cirebon tidak bisa dipandang sebelah mata karena dalam pembuktiannya tim futsal IAIN Cirebon mampu keluar sebagai juara dengan mendapatkan medali perunggu.

Untuk itu, sebagai evaluasi ke depan, pihaknya akan lebih menambahkan pada sisi prosesnya (latihannya) agar bisa melaju menjadi juara emas. 

"Ya, kami bangga lah, bisa bertanding maksimal di even bergengsi nasional yakni Pesona I PTKN 2022 di Bandung, Jawa Barat. Dan banyak yang kami dapatkan sebagai bentuk pengalaman kami, sehingga ke depan kami akan lebih memaksimalkan lagi terutama dalam prosesi latihan," tandasnya. (Nurdin)