Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 November 2022

Pemkab Salurkan Bantuan Sosial Kenaikan BBM

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat guna menekan lajur inflasi dampak kenaikan harga BBM. Setelah sebelumnya penyerahan voucher BBM kepada para sopir angkutan dan juga peluncuran program padat karya, kali ini Pemkab Cirebon menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi tukang ojek, pelaku UMKM dan nelayan.

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg didampingi Sekretaris Daerah, Dr H Hilmy Rivai MPd menyerahkan langsung kepada warga di kantor Kecamatan Mundu, Senin (28/11/2022). Adapun secara resminya, penyaluran dilakukan melalui PT. Pos Indonesia.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk bantuan dari dampak inflasi tahun 2022.

"Belanja wajib perlindungan sosial ini berasal dari 2 persen DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH (Dana Bagi Hasil) sebesar Rp 7.602.450.000," jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa rincian bantuan diantaranya untuk 5.094 pelaku UMKM sebesar Rp2.292.300.000. Kemudian untuk 4.374 nelayan sebesar Rp1.956.150.000 dan untuk 5.409 pengendara ojek sebesar Rp2.434.050.000.

"Jadi setiap penerima bantuan ini mendapatkan BLT sebesar Rp150.000 per bulan yang berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2022," paparnya.

Sementara itu untuk bantuan program padat karya terdapat 6.000 penerima, yang masing-masing menerima Rp100.000 per orang. Sedangkan untuk subsidi transportasi kendaraan umum terdapat 716 kendaraan, yang masing-masing penerima mendapatkan bantuan BBM subsidi sebesar Rp150.000 per kendaraan umum.

"Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dari inflasi yang terjadi di tahun 2022," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon mengatakan, penyaluran dilakukan langsung oleh PT. Pos Indonesia Cabang Cirebon kepada masyarakat sebanyak 14.850 penerima.

"Yang menerima bantuan ini mulai dari ojek, pelaku UMKM dan nelayan," tuturnya.

Dari penyaluran BLT ini, lanjutnya, diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi Kabupaten Cirebon.

"Diharapkan BLT ini bisa menjaga daya beli masyarakat dan membantu masyarakat yang kurang mampu," jelasnya. (Nisa)

Sabtu, 26 November 2022

Bupati Cirebon Hadiri Perayaan HUT PGRI Kecamatan Talun

 

FOKUS CIREBON, FC - Ulang Tahun PGRI di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon dirayakan secara meriah.dwngan kegiatan jalan santai. Kemeriahan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta yakni para guru-guru, Kepala sekolah, anak-anak dan masyarakat, Sabtu, (26/11/2022).

Ketua PGRI Kecamatan Talu, Rifa'i kepada fokuscirebon.com menyatakan, bahwa kegiatan gerak jalan santai di Hari Ulang Tahun PGRI ini bertujuan untuk memasyarakatkan olah raga dan juga membuat stamina atau tubuh tetap sehat. 

Maka kegiatan ini sangat didukung oleh semua pihak bahkan mendapat apresiasi yang begitu besar dari masyarakat. Karena memang kegiatan HUT PGRI sekarang melibatkan masyarakat. 

Rifa'i menjelaskan, bahwa di usianya ke 77 tahun ini, PGRI akan terus berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. PGRI Kecamatan Talun juga terus berjuang agar pendidikan lebih maju dan penilik juga sejahtera.

Untuk itu, Rifa'i mengajak agar seluruh anggota PGRI untuk berpartisipasi di dalam semua kegiatan, baik kegiatan yang bersifat non akademik maupun kegiatan yang bersifat akademik, karena memang ini tuntutan masyarakat. 

"Kita sebagai pendidik dituntut oleh masyarakat untuk mencerdaskan anak anak, mencerdaskan kehidupan bangsa yang nanti akan membawa bangsa kita ke depan lebih maju," kata Rifa'i.

Rifa'i juga menjelaskan, bahwa kegiatan gerak jalan santai ini diikuti oleh guru-guru dari TK, SLB dan guru SMP serta kepala sekolah dan sejumlah instansi. 

"Namun yang terpenting pada ulang tahun PGRI tahun ini, kita diikuti oleh seluruh anak-anak dan masyarakat, dan ini sengaja agar mereka mengerti bahwa orang tuanya sedang ada kegiatan," paparnya.


Sementara itu, pada HUT PGRI Kecamatan Talun yang dirayakan dengan kegiatan gerak jalan santai, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat di Kecamatan Talun, termasuk hadirnya Bupati Cirebon pada kegiatan ini. (Bambang)

Wabup Cirebon Serahkan 3000 Asuransi Nelayan Cirebon Power

KAB CIREBON - Sebanyak 3.000 nelayan dari 11 desa dan tiga kecamatan di Kabupaten Cirebon, mendapatkan asuransi gratis dari Cirebon Power bekerjasama dengan Ditpolairud Polda Jabar.

Fasilitas asuransi nelayan yang diberikan oleh perusahaan pembangkit listrik tersebut, sudah dilakukan sejak 2011 lalu. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 28ribu lebih nelayan di Kabupaten Cirebon yang mendapatkan manfaat asuransi nelayan.

Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih SE, M.Si, mengapresiasi program yang dilakukan oleh Cirebon Power ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat. 

"Karena kalau mengandalkan pemerintah saja, tidak bisa," kata Ayu, saat penyerahan asuransi nelayan di GOR Cirebon Power.

Ayu berharap, program asuransi nelayan ini bisa meringankan beban masyarakat nelayan yang terkena musibah.

Selain itu, Ayu juga meminta kepada Cirebon Power untuk bisa melaksanakan program ini secara terus menerus. 

"Kalau bisa, penerima manfaatnya juga diperbanyak," kata Ayu.

Yusuf Arianto, selaku Senior Corporate Affairs Manager menuturkan, bahwa jumlah penerima asuransi  setiap tahunnya mencapai 3.000 nelayan. Namun pada awal program, asuransi yang diberikan berjenjang, mulai dari 500 nelayan.

"Awalnya hanya 500 nelayan, kemudian saat ini konsisten hingga 3.000 nelayan," kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, bahwa program asuransi nelayan ini, bekerjasama dengan Dit Polairud Polda Jabar.

Dengan adanya asuransi ini, nelayan bisa mendapatkan santunan, baik itu saat kecelakaan kerja atau meninggal alami. Seperti pada hari ini ujar Yusuf, pihaknya memberikan santunan kepada tiga ahli waris nelayan yang meninggal dunia. Dua nelayan meninggal alami (karena sakit) dan satu nelayan lainnya meninggal saat berlayar di Irlandia.

"Yang meninggal alami mendapatkan santunan Rp 1 juta, sedangkan yang meninggal saat kerja Rp 10 juta," kata Yusuf.

Tariah, warga Citemu Kecamatan Mundu, mengaku terbantu dengan adanya asuransi dari Cirebon Power ini.

Ia merupakan ahli waris dari suaminya, yaitu Salikin yang meninggal saat berlayar di Irlandia. Ia berharap, pemerintah bisa membantu menemukan jasad suaminya yang saat ini masih belum ditemukan.

"Santunan ini sangat membantu dan berharap pemerintah bisa membantu menemukan jasad suami saya," kata Tariah. (din)

Kamis, 24 November 2022

Kominfo Panen Petambak Digital 4.0 Di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Ekonomi Digital melakukan implementasi Gerakan Petambak Digital 4.0. Kali ini yang menjadi target program adalah petambak udang yang ada di Kecamatan Pengenan Kabupaten Cirebon.

Gerakan Petambak Digital 4.0 ini merupakan program yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis pada setiap rantai nilai perikanan melalui pemanfaatan teknologi digital yang menargetkan nelayan budidaya (petambak).  

"Pada tahun 2022, program ini dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu Kabupaten Jembrana, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Cirebon," kata Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, I Nyoman Adhiarna usai acara Panen Petambak Digital 4.0 di Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Kamis (24/11/2022).

Ia menjelaskan Gerakan Petambak Digital 4.0 di Kabupaten Cirebon telah diimplementasikan sejak pertengahan tahun 2022 di Desa Bendungan dan Desa Pangenan. Namun, pihaknya memfokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dalam rantai nilai Teknik Pemeliharaan dan Budidaya melalui pemanfaatan teknologi IoT melalui alat pengukur kualitas air yang dapat memberikan informasi secara real time seperti temperature, PH, Oksigen (DO bubble).

"Parameter tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan tambak secara lebih presisi, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitas hasil panen. Adapun rangkaian program ini dimulai sejak penerapan teknologi Internet of Things (IoT) alat kualitas air, pendampingan petambak dalam penggunaan teknologi digital, hingga pengambilan baseline data petambak setempat untuk bisa membantu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan," kata I Nyoman.

I Nyoman mengungkapkan kegiatan Panen Petambak Digital 4.0 terselenggara atas kerjasama yang baik dari berbagai stakeholder seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah, Akademisi, Startup Digital, dan peran serta aktif dari petambak daerah setempat.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak senndirian dalam melakukan program Gerakan Petambak Digital 4.0 ini, semuanya terlibat," katanya.

Lebih lanjut, dengan mengunakan Digital 4.0 ini, para petambak khususnya udang bisa mengetahui potensi dari udang yang didapat. Pasalnya, sebelum mengunakan teknologi sekarang banyak petambak yang merugi akibat gagal panen maupun pertumbuhan udang tidak maksimal.

"Melalui pemanfaatan teknologi IoT digital 4.0 ini, para patambak bisa terbantu, karena kini hasil udang jauh lebih besar dari sebelumnya mengunakan teknologi ini. Artinya, mereka (petambak udang, red) bisa sejahtera," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi mengatakan Pemerintah daerah menyambut baik program Petambak Digital 4.0 yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menurutnya ada beberapa kecamatan yang wilayahnya memiliki garis pantai, seperti Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Gunungjati, Astanajapura, Mundu, Pangenan, Gebang dan Losari. 

"Kabupaten Cirebon mempunyai potensi yang cukup besar, dimana luas areal tambak 7.500 hektar, dengan luas areal budidaya air payau 6.089 hektar. dan jumlah pembudidaya air payau sebanyak 4.330 orang. Pada tahun 2021 sendiri produksi udang vaname mencapai 6.727 ton dengan nilai lebih 470 miliar," kata Ayu, sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan capaian tersebut masih belum diimbangi dengan pemanfaatan teknologi digital sensor kualitas yang menjadi faktor penting dalam hidup dan tumbuhnya benih udang. 

"Kalau menggunakan teknologi Petambak Digital 4.0, kemungkinam hasil tambak udang jauh lebih besar lagi. Artinya, kesejahteraan dari para petambak di Kabupaten Cirebon bisa sejahtera," kata Ayu.

Ayu menambahkan kehadiran Kementerian Komunikasi Dan Informatika bekerjasama dengan Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) dan Jala Tech melalui optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembudidayaan udang dengan mengimplementasikan teknologi digital sensor kualitas air, memberikan manfaat yang cukup besar kepada para petambak di Kabupaten Cirebon.

"Dengan melibatkan petambak udang vaname di Kecamatan Pangenan ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan budidaya udang di Kabupaten Cirebon," kata Ayu.

Rabu, 23 November 2022

Peringati Hari Kesehatan Nasional dan Hari Guru Nasional, Pemkab Cirebon Gelar Jalan Sehat


KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah 1Daerah Kabupaten Cirebon menggelar jalan sehat dengan tema 'Jalan Sehat Cirebon Katon' dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58 dan Hari Guru Nasional ke-77, Rabu (23/11/22). 

Kegiatan jalan sehat tersebut dimulai dari Kantor Bupati Cirebon dan finish di Stadion Ranggajati Sumber.

Jalan sehat Cirebon Katon ini dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tentang pentingnya kesehatan dan ilmu. 

"Bahwa didalam kehidupan ini, kesehatan dan ilmu tidak bisa dilepaskan, karena kesehatan dan ilmu merupakan awal dari kebutuhan kita," ujar Imron.

"Karena dengan adanya guru, orang berilmu dan orang beraktivitas kita harus sehat. Maka dari itu, guru dan kesehatan inilah pangkal dari kebutuhan seorang manusia," lanjutnya.

Selain itu, Imron juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Guru Nasional ke-77 dan Hari Kesehatan Nasional ke-58, serta harapannya kepada guru-guru yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Kami sebagai bupati dan wakil bupati Cirebon, mengucapkan selamat Hari Guru dan selamat Hari Kesehatan, semoga kabupaten Cirebon tetap sehat, guru berprestasi, dan guru membawa perubahan dalam kehidupan bermasyarakat," tuturnya.

Dirinya juga berharap bahwa dari guru-guru inilah yang akan mengubah pola pikir dan tingkah laku yang ada di kabupaten Cirebon. Maka, seorang guru harus menjadi suri tauladan yang baik terlebih dahulu.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih S.E. M.Si. mengapresiasi gelaran kegiatan Jalan Sehat Cirebon Katon. 

"Saya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini, tadi kita lihat bersama kegiatan ini begitu meriah dan ribuan masyarakat Kabupaten Cirebon hadir disini," ucap Ayu—sapaan akrab Wakil Bupati Cirebon.

Dirinya sangat mengapresiasi terhadap keberadaan guru-guru, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. 

“Dan yang kita harapkan dengan dididiknya anak-anak dan generasi penerus bangsa ini, akan mengubah karakter dan menambah wawasan serta ketrampilan, yang nantinya estafet kepemimpinan Kabupaten Cirebon akan kita serahkan kepada anak-anak kabupaten Cirebon," lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya pendidikan keagamaan kepada anak-anak, karena dengan pendekatan keagamaan tersebut akan memberikan dampak yang baik pada mereka. 

"Ketika anak-anak diberikan pendekatan dengan keagamaan, pendekatan dengan rasa kasih sayang dan pengajaran seperti itu, ini yang akan memberi dampak daripada karakter yang mempunyai hati lebih penyanyang kepada sesama temannya," pungkasnya. (Hafidz)

Senin, 21 November 2022

Dr H Iman Nafi'a M.Ag : Rakor Warek III Bahas PBAK dan Sistem Pemilihan Regenasi SEMA-DEMA

Dr H Ilman Nafi'a pada kegiatan pembukaan Rakor Warek III PTKIN Bidang Kemahasiswaan dan Alumni se-Indonesia di Hotel Aston, Cirebon. 

FOKUS CIREBON, FC - Menyikapi dinamika mahasiswa di lingkungan kampus terkait sistem pemilihan yang masih digunakan di beberapa PTKIN di Indonesia, Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menegaskan tengah digodok pembahasannya di Rakor Warek III PTKIN Se-Indonesia, di Hotel Aston, Kota Cirebon, Senin, (21/11/2022).

Menurut Ilman Nafi'a, pada Rakor tersebut membahas finalisasi regulasi kemahasiswaan, yakni pedoman organisasi kemahasiswaan tentang PBAK, dan juga desain kegiatan-kegiatan kemahasiswaan masa depan. 

Hal itu disampaikan Wakil Rektor (Warek) III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ilman Nafi'a pada pertemuan sejumlah Warek PTKIN di ruang Senat Institut, kepada media.

Usia pertemuan di ruang Senat, lalu para tamu Warek III PTKIN menuju ke gedung PJJ dan selanjutnya ke Keraton dan setelah itu ke batik Trusmi. "Dari Batik Trusmi, diperkirakan sampai Maghrib, dan setelah itu kembali ke hotel untuk melanjutkan pembahasan," paparnya. 

Ilman juga menjelaskan, pasca penutupan, peserta Rakor akan di isi dengan kunjungan ke Makam Sunan Gunung Djati.

Ditanya seputar regulasi PBAK dan Pemilu Raya di tingkat mahasiswa, kata Ilman, justru itu yang saat ini Rakor tengah membahas terkait persamaan persepsi menyangkut regulasi, terutama kendala tentang peraturan regenerasi yakni pergantian SEMA dan DEMA di lingkungan PTKIN.

Ilman menegaskan, berdasarkan PUK  Dirjen, peraturan regenerasi tersebut tidak menggunakan sistem langsung namun perwakilan, tetapi dalam SK tersebut sistem langsung pun masih  diakomodir, tetapi di tingkat yang paling bawah, yakni pemilihan kelas dan jurusan. Sedang di tingkat universitas dan fakultas menggunakannya perwakilan, yakni oleh delegasi-delegasi utusan dari HMJ dan Fakultas. 

"Regulasi ini, kita membatasi terutama persoalan kerumunannya, namun demikian kita masih memberikan pada  pemilihan langsung tersebut, namun di tingkat yang paling bawah," jelasnya.

Ilman pun menyatakan, pada sistem pemilihan langsung yang rentan dengan konflik antar mahasiswa memang akan  terpolarisasi kubu-kubuan, tetapi bagi Ilman itu tidak ada persoalan sepanjang masih mengikuti regulasi yang ada. 

"SK Dirjen dari sisi subtansi ini, itu  mengakomodasi kedua-duanya, baik sistem perwakilan maupun yang langsung," kata Ilman. 

Oleh karena itu, lanjut Ilman, pada Rakor ini kita godok penekanannya, apakah sistemnya masih oke atau tidak, dan harus apa saja yang perlu di evaluasi, hingga keluar SK Dirjen yang baru.

"Jadi nanti ke depan harus ada peraturan yang lebih tegas, jika sistem langsung bagaimana dan sistem perwakilan harus seperti apa, sampai nanti keluar SK Dirjen yang baru," tandasnya. (Nurdin)

Minggu, 20 November 2022

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Rakor Wakil Rektor III Se-Indonesia

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi tuan  rumah kegiatan Rakor Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PTKIN Se-Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Aston, Cirebon.

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi tuan rumah pada kegiatan Rapat Koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PTKIN Se- Indonesia yang diselenggarakan selama dua hari, Minggu-Senin, (20-21/11/2022), bertempat di Hotel Aston Cirebon.

Pada kegiatan ini, sebanyak 37 peserta hadir termasuk hadirnya Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr H Sumanta M.Ag dan Kepala Biro AUAK IAIN, Ir Hj Sunarini M.Kom, Wakil Rektor 2, Prof Dr Kartimi, M.Pd, Wakil Rektor 3, Dr H Ilman Mafia, M.Ag serta sejumlah pejabat Rektorat di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Rektor Sumanta menjelaskan, rapat koordinasi ini adalah bagian dari bidang kemahasiswaan yang ada di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama RI. 

Perguruan tinggi yang terlibat pada kegiatan rapat koordinasi ini, kata Sumanta, ada UIN, IAIN dan STAIN, dan pembahasannya banyak sekali hal-hal yang terkait dengan  kemahasiswaan, terkait dengan regulasi dan regulasi ini ada yang bersifat PMA, seperti peraturan-peraturan. 

"Peraturan ini akan disharring dahulu, di share yang bersifat bottom-up. Jadi ini aspirasi dari seluruh perguruan tinggi, kemudian ini menjadi landasan untuk menjadi pertimbangan dan dimunculkannya regulasi," kata Rektor Sumanta.

Sumanta menyatakan, terkait regulasi tersebut, ada di antaranya tentang UKM, tentang DEMA, SEMA, tentang ORMAWA, kegiatan-kegiatan yang ada di dalam kampus, juga ada beberapa kegiatan yang mengatur aktifitas mahasiswa, yakni jaringan mahasiswa dengan pihak luar menjadi bahan pertimbangan bagi regulasi yang akan digoalkan oleh Kementerian Agama.

Rektor Sumanta juga menjelaskan, bahwa pihaknya memang dipercaya Diktis-Pendis untuk menjadi tuan rumah. Untuk itu, sebagai tuan rumah, Rektor Sumanta mengucapkan selamat datang kepada Warek Bidang Kemahasiswaan seluruh Indonesia di Cirebon.

Sementara itu, Amiruddin Kuba, Kasi Kemahasiswaan Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan menyatakan, kegiatan forum seperti ini sebetulnya adalah kegiatan rutin hampir tiap bulan yang diikuti oleh seluruh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia.

Menurutnya, beberapa hal yang menjadi target kita atau tujuan kita pertama adalah mengkoordinasikan seluruh bidang kegiatan atau program-program kemahasiswaan di  di lingkup Kepentingan PTKIN. Kemudian beberapa isu yang kita ingin bicarakan bersama untuk tahun 2022 ini maupun program di tahun 2023. 

"Jadi biasanya ada evaluasi terhadap program-program yang sudah jalan di 2022, kemudian menatap program-program yang belum selesai, kemudian dibicarakan bersama lalu kemudian merencanakan program-program untuk 2023 untuk bisa dilaksanakan," paparnya. 

Di dalam beberapa program ini, lanjutnya, termasuk ada program-program atau event-event yang sifatnya lokal yang melibatkan per wilayah. Seperti ada wilayah Sumatera, kemudian Sulawesi Indonesia timur, kemudian ada untuk Jawa, dan juga  Kalimantan.  

"Jadi ini masuk dalam kategori program atau kegiatan regional. Nah yang sifatnya nasional itu dikoordinasikan oleh pusat, yakni kami di Diktis lalu kemudian biasanya kita menuju salah satu PTKIN yang menjadi tuan rumah melalui surat atau SK Penetapan Dirjen," jelasnya.

Dijelaskan, ada beberapa program yang terkait dengan kegiatan Rakor ini, misalnya kemarin ada Pesona pekan di Bandung kemudian tahun ini untuk yang lain. Selain pesona itu tidak ada kecuali program-program yang sifatnya wilayah tadi.

"Nah untuk tahun berikutnya, ini yang kita akan bicarakan juga di forum ini nanti adalah terkait dengan PWMPTK dan untuk  calon tuan rumah kita minta Samarinda kemudian Jember dan Ternate, dan malam ini kita pastikan kira-kira siapa yang bersedia untuk menjadi tuan rumah," ujarnya.

Kemudian Pembahasan lainnya pada Rakor malam ini adalah program dua tahunan yang lain, yaitu OASE yang tahun lalu  dilaksanakan di Aceh dan tahun depan di UIN Medan. 

Kemudian hal lain yang paling urgent yang kita bicarakan untuk Rakor ini adalah terkait dengan review terhadap regulasi PBAK, yakni pengenalan kampus,  pengenalan budaya dan akademi kampus. Kemudian yang kedua adalah soal review terkait dengan regulasi ORMAWA.

Jadi yang ingin kita lihat apakah sistem PBAK yang dilaksanakan hari ini itu sudah bisa mengakomodir kondisi yang ada, misalnya ada pandemi dan sebagainya.  Apakah semua bisa dilaksanakan secara luring nanti ataukah masih Hybrid.

Kemudian juga apakah regulasi terkait dengan ORMAWA hari ini juga bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan adik-adik yang ada, misalnya soal sistem. Apakah pemilihan langsung terhadap anggota-anggota senat siswa ataukah melalui perwakilan.

"Nah yang ada hari ini sesuai dengan regulasi itu adalah melalui delegasi, tapi di kenyataannya di daerah itu ada yang melaksanakan secara musyawarah dan Pemilu. Ya sementara ini berjalan dua-duanya, tapi kita ingin mencari titik temu,  apakah yang ada di lapangan ini bisa dimasukkan dalam regulasi ?, atau seperti apa, tapi selama ini sih dua sistem yang dilakukan atau dilaksanakan oleh adik-adik," jelasnya.

Untuk itu Amiruddin berharap, apa review terhadap regulasi yang pihaknya sebut tadi itu bisa terlaksana dan ada solusi buat kondisi yang ada dialami oleh adik-adik di kampus, termasuk kondisi pandemi sekarang ini yang belum final.

Amiruddin juga menegaskan bahwa soal PBAK itu regulasinya sudah diatur melalui Skip 4961 Dirjen terkait pelaksanaan PBAK.  Kemudian berikutnya dalam hal PBAK ini materi-materi atau muatan-muatan umum yang harus ada dalam setiap PBAK, misalnya soal moderasi beragama.

"Jadi generasi beragama ini adalah soal materi yang wajib di dalam setiap PBAK, karena itu memberikan bekal buat adik-adik agar bisa berpikir secara moderat dan mencintai NKRI, kebangsaan dan sebagainya yang akhir-akhir ini menjadi fenomena di masyarakat," jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Dr Abdur Rozaki M.SI, Ketua Forum Wakil Rektor se Indonesia, bahwa rapat koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ini membahas dua hal yang paling utama. Satu kita ingin mengembangkan pendekatan dalam pengembangan akademik dan bakat minat mahasiswa itu seperti apa, agar anak-anak ini memiliki karakter kepemimpinan yang visioner dan bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kemudian bisa berkontribusi terhadap penguatan kampusnya, salah satunya terhadap tantangan agar akreditasi institusinya itu unggul atau terakreditasi secara internasional. Kemudian yang kedua,  kita ingin membahas melalui pendekatan organisasi kemahasiswaan yang lebih visioner. 

Tujuannya agar mahasiswa dengan organisasinya itu bisa lebih mampu menjawab tantangan zaman dan meraih masa depan. Karena itu, kita ingin ORMAWA ini tidak sekedar berorientasi pada tema masa lalu, tetapi lebih berorientasi kepada tema-tema masa depan. (Nurdin)