Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 22 Januari 2023

IKAPROBSI Gelar Munas dan Seminar Nasional dan

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab memberikan cinderamata dari Jurnal Jurusan Tadris Bahasa Indonesia kepada Narasumber

Pemberian cinderamata ini dilakukan pada acara Ikatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang menggelar Musyawarah Nasional dan Seminar Nasional, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 20-21 Januari 2023 di Ruang Auditorium Universita Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Panitia kegiatan ini adalah dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S1 dan S2 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, serta Dosen Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kegiatan MUNAS telah ditetapkan pengurus IKAPROBSI Periode 2023-2028. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. dosenTadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Ketua Bidang Penerbitan dan Publikasi Ilmiah. Beliau merupakan satu-satunya pengurus IKAPROBSI yang berasal dari Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementrian Agama.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut baik dari dalam maupun luar negeri yaitu, Prof. Dr. SarwijiSuwandi, M.Pd.

Prof. Dr. Aminudin Aziz, M.A.

Prof. Dr. EndryBoeriswati, M.Pd.

Prof Dr. SunaryoKartadinata, M.Pd.

Dan Boburjan Samigov selaku Dosen TSUOS Uzbekistan.

Serta tamu undangan yang hadir diantaranya:

1. PLH Rektor UniversitasS wadaya GunungJati

2. Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh DekanFakultas Ushuludindan Adab Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.

3. PLH Dekan Fakultas Pendidikan dan Sain UGJ Dr. Mira Nuryanti, M.Pd.

Kegiatan Seminar Nasional sekaligus pengukuhan pengurus IKAPROBSI periode 2023-2028 oleh Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A. sebagai Dewan Pembina IKAPROBSI.

Ikatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) menggelar Musyawarah Nasional dan Seminar Nasional, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 20-21 Januari 2023 di Ruang Auditorium Universita Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Panitia kegiatan ini adalah dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S1 dan S2 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, serta Dosen Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kegiatan MUNAS telah ditetapkan pengurus IKAPROBSI Periode 2023-2028. Dr. Indrya Mulyaningsih, M.Pd. dosenTadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Ketua Bidang Penerbitan dan Publikasi Ilmiah. Beliau merupakan satu-satunya pengurus IKAPROBSI yang berasal dari Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementrian Agama.

Kegiatan Seminar Nasional sekaligus pengukuhan pengurus IKAPROBSI periode 2023-2028 oleh Prof. Dr. E. Aminudin Aziz, M.A. sebagai Dewan Pembina IKAPROBSI.

Jumat, 20 Januari 2023

IAIN Cirebon Terus Lahirkan Guru Besar, Kali Ini Ditetapkan 5 Guru Besar Secara Bersamaan

CIREBON, FC Jumlah guru besar IAIN Cirebon terus bertambah menyusul rencana transformasi kampus setempat menjadi Universitas Siber. Tidak tanggung-tangung, jumlah guru besar di IAIN Cirebon langsung bertambah 5 sekaligus.

Kelima guru besar IAIN Cirebon tersebut ditetapkan bersama guru besar kampus keagamaan lainnya di lingkungan Kementerian Agama saat momen Hari Amal Bhakti (HAB) ke 77 pada Selasa, 3 Januari 2023.

Kelima guru besar IAIN Cirebon yang baru ditetapkan ini ialah :

1. Prof. Dr. H. Suteja, M.Ag
Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam

2. Prof. Dr. Hajam, M.Ag
Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf

3. Prof. Dr. Diding Nurul Rosidin, MA., Ph.D
Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam

4. Prof. Dr. H. Ahmad Asmuni, MA
Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Islam

5. Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag
Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam

SK kelima guru besar IAIN Cirebon tersebut diserahkan di kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, IAIN Cirebon sedang berproses untuk bertransformasi menjadi Universitas Siber.

Sehingga, dengan bertambahkan 5 guru besar di IAIN Cirebon ini tentu dapat mendongkrak pengembangan keilmuan di kampus setempat. (din)

Jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon Bertambah

KABUPATEN CIREBON - Jumlah desa yang masuk dalam kategori desa mandiri di Kabupaten Cirebon kembali bertambah. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan piagam Desa Mandiri untuk 79 desa di Kabupaten Cirebon, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum’at (19/01/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag mengatakan, bahwa desa yang sudah masuk kategori dalam desa mandiri, harus menjadi desa percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, desa mandiri harus lebih baik dari desa lainnya yang masih belum masuk dalam kategori mandiri.

“Harus menjadi percontohan dari segi kemajuannya, perekonomiannya dan lainnya,” ujar Imron saat menyerahkan piagam penghargaan Desa Mandiri bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Rudiana SE., Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana.

Imron juga menambahkan, bahwa desa mandiri juga harus bisa menjadi acuan dalam tata kelola administrasi yang baik. Ia mencontohkan, desa mandiri harus lebih baik dalam pengelolaan data, baik itu data penduduk ataupun dalam pengelolaan anggaran.

“Intinya, Desa Mandiri harus menjadi percontohan dalam segala hal,” lanjut Imron.

Untuk desa yang belum masuk dalam kategori mandiri, Imron memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon akan terus melakukan pendampingan dan bimbingan agar terus bisa maju dan berkembang.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana mengungkapkan, bahwa predikat Desa Mandiri ini diberikan atas kinerja desa berdasarkan pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022.

Ia juga menyebutkan, bahwa jumlah desa di Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kategori desa mandiri, setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon hanya berjumlah 7 desa. Jumlah tersebut kemudian bertambah 42 desa pada tahun 2021, sedangkan untuk tahun ini, jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Cirebon kembali bertambah menjadi 79 desa.

“Sedangkan desa tertinggal atau desa sangat tertinggal di Kabupaten Cirebon, sudah tidak ada sejak tahun 2020,” ujar Erus. (Ara)

Warga Kabupaten Cirebon yang Belum KB Tinggal 26 Persen

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag., bersama Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (BKBR) BKKBN, dr. Eni Gustina, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. Wahidin M.Kes, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni melakukan peninjauan kegiatan Pelayanan KB MKJP di RS Sumber Waras Kabupaten Cirebon.

Pelayanan ini merupakan tindak lanjut dalam mengejar target penurunan stunting dan kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmeet need) yang masih tinggi di Jawa Barat. Diharapkan, dengan meningkatnya kesertaan KB di awal tahun 2023 ini, maka target unmeet need sebesar 12,69% tercapai.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Cirebon mengucapkan terima kasih kepada BKKBN serta seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak, dalam pelaksanaan Pelayanan KB MKJP ini. Dalam kesempatan ini, ia juga memberikan kompensasi biaya selama masa pemulihan kepada para akseptor MOW & MOP.

Pelayanan serentak yang dilaksanakan dari tanggal 17 s/d 19 Januari 2023 ini, Kabupaten Cirebon berhasil mendapatkan akseptor KB sebanyak 619 orang. Terdiri dari MOW sebanyak 69, IUD sebanyak 197 dan Implan sebanyak 353.

Imron juga menuturkan, bahwa tingkat partisipasi warga Kabupaten Cirebon dalam program KB sangat tinggi. Berdasarkan data Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK 21), menyebutkan bahwa tinggal 26% warga Kabupaten Cirebon yang belum melakukan KB.

Program KB ini, ujar Imron, akan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, bimbingan yang maksimal kepada anak, akan menjadikan anak yang berkualitas. Dan dengan SDM yang berkualitas, akan bisa mengangkat perekonomian dan kesejahteraan keluarganya.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menambahkan bahwa jumlah partisipasi maayarakat Kabupaten Cirebon dalam program KB sudah sangat tinggi. Walaupun, mayoritas masih menggunakan KB jangka pendek.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini terus mendorong kepada masyarakat, untuk bisa menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dengan menargetkan 400 masyarakat Kabupaten Cirebon, yang menggunakan KB jenis Medis Operasi Wanita (MOW) dalam satu tahun.

“Untuk bisa mencapai target tersebut, kami juga menggandeng rumah sakit yang ada di Kabupaten Cirebon,” kata Eni.

Ia juga menuturkan, bahwa sejumlah rumah sakit di Kabupaten Cirebon sudah bekerjasama dengan DPPKBP3A dalam program MKJP. Rumah sakit menjalankan program tersebut dua kali dalam sebulan. Salah satu rumah sakit yang sudah melakukan kerjasama, yaitu Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin.

“ Silakan datang, karena tidak dipungut biaya alias gratis," pungkas Eni. (Ara)

Muzakki UPZ IAIN Cirebon Tumbuh 52 Persen

Dr H Ahmad Yani M.Ag

CIREBON, FC - Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berbenah meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Hal itu sebagai implementasi  dari UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat dan PERBAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Sejak berdiri lada 29 Januari 2021 yang ditetapkan oleh Baznas Kota Cirebon, UPZ IAIN Cirebon terus tumbuh dan berkembang. Progres itu berkat dukungan penuh Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg dan jajaran pimpinan. 

Pertumbuhan dapat dilihat dari jumlah muzakki di lingkungan UPZ IAIN Cirebon yang terus mengalami peningkatan, pada awal tahun 2023 mencapai 52 persen dari keseluruhan jumlah muzakki yang terdiri dari tenaga pendidikan dan kependidikan. Prosentase ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan perolehan angka muzakki di lingkungan ASN Pemkot Cirebon yang baru mencapai 30 persen.

Begitu pula halnya dalam hal pendayagunaan hasil zakat, UPZ IAIN  Cirebon telah banyak membantu meringankan UKT ratusan mahasiswa, membantu program IAIN Cirebon Peduli, santunan  yatim piatu dan bantuan sosial kegamaan serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya. 

Dalam rangka Ulang Tahun Baznas Kota Cirebon ke 22, Kamis, 26 Januari 2023, UPZ IAIN Cirebon meraih 3 penghargaan sekaligus dari Baznas Kota Cirebon, yaitu sebagai Ketegori UPZ Penghimpunan Terbanyak, Kategori UPZ Muzakki terbanyak dan untuk IAIN Cirebon sebagai Institusi peduli zakat. 

Penghargaan tersebut diberikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati dan disaksikan Sekda Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi, Ketua Baznas Kota Cirebon, HHamdan SAg kepada Rektor IAIN Cirebon melalui Ketua UPZ Dr H Ahmad Yan MAg.

Kang Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, mengatakan, dirinya merasa bersyukur atas capaian dan penganugerahan Award dari Baznas ke UPZ IAIN Cirebon. "Ini semua berkat kebijakan dan dorongan pimpinan serta sinergitas seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon," jelasnya.

Kang Yani berharap doa dan dukungannya dari seluruh keluarga Besar IAIN Cirebon dengan menjadi muzakki berkelanjutan. Karena nilai maslahatnya bakal lebih luas. 

"Kampus kita akan banyak berbuat kemaslahatan terutama dalam membantu meringankan para mahasiswa yang menjadi Ashnaf, serta menjadikan kampus IAIN Cirebon semakin peduli terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan kampus," tambahnya. 

Kang Yani berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan semangat BLU dan menjadi Univeristas UPZ pun akan bertransformasi menjadi LAZ tingkat Kota/Kabupaten atau Provinsi, dengan potensi yang ada sangat rasional dan memiliki peluang yang baik untuk perluasan jangkauan kemaslahatan. (din)

Kamis, 19 Januari 2023

Prof Dr H Sugianto SH Sosok Kontributor Bagi Transformasi Kelembagaan Kampus IAIN Cirebon

Prof Dr H Sugianto SH MH 


CIREBON, FC - Nama Prof Dr H Sugianto SH MH dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) IAIN Syekh Nurjati Cirebon patut diperhitungkan. Guru besar Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah ini telah berkontribusi besar bagi proses transformasi kelembagaan kampusnya. 

Prof Sugianto ditunjuk sebagai Ketua Tim Rektor untuk Percepatan Pembangunan (TRUPP) IAIN Cirebon. Dibentuknya TRUPP tidak lain sebagai kepanjangtanganan Rektor dalam misi besar transformasi IAIN Cirebon menjadi PTKIN bertaraf universitas. 

Selama mengetuai TRUPP, Prof Sugianto berhasil meyakinkan Gubernur Jawa Barat dan Kepala Daerah Kabupaten Indramayu terkait perlunya pengembangan IAIN Cirebon. Berkat TRUPP itulah IAIN Cirebon berhasil mendapatkan hibah tanah seluas 22,9 hektar di Kabupaten Indramayu. 

Penambahan luas lahan ini menjadi syarat agar IAIN Cirebon dapat bertransformasi menjadi universitas. Sebab sesuai ketentuan, syarat minimal  untuk menjadi universitas ialah punya lahan 30 hektare untuk pengembangan kampus. 

Sedangkan luas lahan IAIN Cirebon semula jauh di bawah kriteria minimal tersebut. "Alhamdulillah dengan dibentuknya TRUPP ini, IAIN Cirebon sekarang punya tambahan tanah di Indramayu," kata Prof Sugianto. 

Luas lahan di Indramayu yang dikuasai IAIN Cirebon bersumber dari hibah Pemprov Jawa Barat senilai Rp10 miliar atau setara dengan 4,9 hektare tanah. Sedangkan dari Pemda Indramayu, TRUPP berhasil mendapatkan hibah tanah seluas 18 hektare. 

"Peran TRUPP itu yang pertama mendapatkan hibah tanah dari provinsi dalam bentuk dana Rp10 miliar untuk dibelikan tanah selus 4,9 hektare itu sudah milik BMN IAIN Cirebon," terang Sugianto. 

Sedangkan 18 hektare tanah hibah dari Pemda Indramayu sedang dalam proses pengurusan sertifikat. Alih nama pemilik dari Pemda Indramayu ke Kementerian Agama Satker IAIN Cirebon.

Pencapaian itu sangat signifikan. Sebab dengan bertambahnya luas lahan itu, IAIN Cirebon lolos administrasi untuk naik level ke universitas. "Sedang dalam proses," jelas Prof Sugianto.

Menurut Prof Sugianto, kepemilikan lahan di Indramayu bakal dijadikan Kampus II IAIN Cirebon. Di sanalah fakultas yang berhubungan dengan pertanian, perikanan, dan saintek dikembangkan sesuai potensi daerah.

"Karena IAIN Cirebon sudah jadi BLU tentunya dipikirkan bagaimana membangun kampus tidak hanya dengan APBN. Saya mengusulkan dengan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Jadi ada sinergitas swasta, IAIN Cirebon dan Pemda," katanya.

Kepedulian Prof Sugianto pada membaiknya indeks pembangunan masyarakat (IPM) di Indramayu tak hanya ditempuh dari jalur akademik. Prof Sugianto juga menjembatani dibangunnya embarkasih haji di Indramayu. 

Saat ini, Prof Sugianto sedang berkontes di Pilrek IAIN Cirebon. Baginya keikutsertaanya pada bursa calon rektor itu adalah ikhtiar untuk mengabdi kepada IAIN Cirebon. Jika berhasil terpilih, Prof Sugianto paham betul ke arah mana IAIN Cirebon dikembangkan. 

"Agar dampaknya dapat dirasakan bukan saja bagi IAIN Cirebon melainkan bagi seluruh civitas akademika, masyarakat sekitar, bangsa dan negara," kata dia.

Rabu, 18 Januari 2023

DPKP Kota Cirebon Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Kepada Anak Usia Dini

CIREBON, FC – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon menyosialisasikan proteksi pencegahan kebakaran untuk anak usia dini, Rabu (18/1/2023), di TK Negeri Pembina Kota Cirebon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan masyarakat berupa proteksi dan pengendalian kebakaran. Selama kegiatan, anak-anak diberikan pemahaman terkait manfaat dan bahaya tentang api.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Penyelamatan DPKP Kota Cirebon, Nurjaman menjelaskan, bahwa proteksi yang dimaksud adalah pencegahan kebakaran melalui sosialisasi dan edukasi, kali ini menyasar ke anak-anak.

“Kegiatan proteksi itu rutin, biasanya sekolah yang datang ke kantor kami. Namun kali ini kita diundang untuk memberikan materi di sekolah. Kami bersyukur, karena masih ada lembaga pendidikan yang peduli akan pentingnya proteksi dan pencegahan kebakaran,” terangnya.

Selain itu, kata Nurjaman, anak-anak juga dikenalkan tentang teknik memadamkan api dini serta bagaimana memohon pertolongan saat dalam kedaruratan.

“Selain pemaparan materi, kita juga melakukan simulasi pemadaman dan pertolongan. Paling tidak mereka memiliki gambaran bagaimana proteksi dan pencegahan kebakaran,” ungkapnya.

Nurjaman menambahkan, anak-anak dikenalkan dengan peralatan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran saat bertugas. Misalnya pakaian saat proses pemadaman api dan alat semprot yang pemadam kebakaran.

“Anak-anak juga perlu mengetahui peralatan yang biasa digunakan saat bertugas memadamkan api,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala TK Negeri Pembina Kota Cirebon, Sania Lis Indrianti, S.Pd., AUD. mengucapkan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran yang telah menyampaikan sosialisasi proteksi dan pencegahan kebakaran.

"Dalam kesempatan ini juga, kita menjalin kerja sama untuk edukasi kepada anak-anak. Dengan harapan kerjasama ini bisa memberikan manfaat kepada anak-anak serta orang tua yang mendampingi,” katanya. (Hafidz)