Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 Februari 2023

Rekam Jejak Sugianto Anak Petani Tulen Yang Jadi Guru Besar Hukum

Prof Dr H.E.Sugianto, SH, MH Guru Besar Besar Hukum


CIREBON - Kisah Prof Dr H, E. Sugianto, SH, MH yang sukses menggapai mimpi menjadi akademisi,  ternyata lahir dari keluarga petani. Sugianto sendiri merupakan anak lelaki satu-satunya dari 8 perempuan bersaudara yang tinggal di Perkampungan Desa Gantar, Kec Gantar, Kabupaten Indramayu. 

Namun sebagai anak lelaki, Sugianto tidak pernah merasa berkecil hati, walaupun tinggal di wilayah perkampungan Indramayu Barat.

Kisahnya dimulai dari masa anak-anak, di masa kecil ini, Sugianto tak pernah bermimpi menjadi akademisi atau dosen di Perguruan Tinggi. Hal ini di dilatarbelakangi oleh rasa "minder" karena menjadi anak Petani Tulen.

Di usianya yang sudah cukup, Sugianto kemudian bercita-cita ingin menjadi TNI  AD yang dipandangnya begitu gagah di mata Sugianto. Pada tahun 1992, cita-cita tersebut kemudian diwujudkan setelah lulus kuliah S1 Hukum pada Fakultas Hukum UNPAS Bandung. Sugianto mendaftar AKABRI di Kodam III Siliwangi dengan Ijazah  S1. Tetapi keberuntungan belum berpihak kepadanya, Sugianto pun gagal saat dalam tes wawancara .

Setelah gagal tes masuk AKABRI, pada tahun 1994, Sugianto melamar menjadi dosen Fakultas Hukum UNTAG'45 Cirebon dan rupanya berhasil hingga mengajar  sampai tahun 2006.

Dikisahkan kembali, pada tahun 1996 sebelumnya, Sugianto melabuhkan hatinya pada seorang wanita yang dinikahinya dan dikaruniai 5 anak, yakni 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Dari 5 buah hati ini, pasangan suami istri, Sugianto dengan Hj Tintin Rostiani menjadi keluarga yang sakinah dan bahagia.

Kemudian pada tahun 2021, dengan Ijazah S2 Hukum yang dimiliki, Sugianto ikut mendaftar seleksi calon dosen STAIN Cirebon. 

“Kebetulan saat itu hanya dibutuhkan dosen mata Kuliah Hukum. Alhamdulilah lulus dan bekerja sampai sekarang sebagai dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tutur Prof Dr H.E. Sugianto SH, MH saat mengupas riwayat hidupnya.

Kemudian pada tahun 2011 Sugianto Lulus Doktor Hukum 'S3' Pasca Sarjana UNISBA Bandung dengan Gelar Doktor Hukum ”Kompetensi Keilmuan HTN & OTD“.

Pasca lulus Doktor Hukum 'S3', tak membuat Sugianto berhenti dan puas dengan gelar 'S3' yang disandangnya. Sugianto dengan kegigihan dan tanggung jawabnya, kemudian juga sebagai  tuntutan akademisi, pada tahun 2020  dilantik dan dikukuhkan menjadi Guru Besar, yakni Profesor Hukum.
                 
Menurut Sugianto, dalam perjalanan karir akademisnya, banyak sudah yang dilakukan dan diikutinya. Seperti pada tahun 2016, dirinya mengikuti Pendidikan “Diklat  Kepemimpinan"  PPRA (Program Pendidikan Reguler Angkatan) Lemhanas RI di Jakarta dengan peserta berjumlah 108 orang dari berbagai negara. "Alhamdulilah lulus dengan meraih Sertifikat," ucapnya. 

Menurut Sugianto, kelulusan ini secara pribadi semakin membuat percaya diri, apalagi seorang dosen perguruan tinggi harus berwawasan luas, baik nasional maupun global, sehingga ini menjadi  kekuatan Networking (jaringan), untuk membangun sinergitas dan kolaborasi sesama alumni Lemhanas RI di manapun berada.

”Kuncinya tetap komunikasi dan silaturahmi. Apalagi alumni 'IKAL'  Lemhanas termasuk banyak di Lingkungan Kementerian Agama RI," katanya. 

Sugianto juga menjelaskan, saat selama menjadi dosen, saat itu tahun 2005 dan  masih STAIN Cirebon, dirinya dipercaya  Pimpinan sebagai Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) hingga tahun 2010. Kemudian tahun 2011-2014, Ia dipercaya sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon di bawah kepemimpinan Rektor Prof Dr H Maksum Muktar, M.Ag.

Di tahun 2017-2019, di bawah kepemimpinan Dr H Sumanta M.Ag, Sugianto juga dipercaya sebagai Ketua Team Rektor untuk Percepatan Pembangunan (TRUPP) kampus IAIN.

"Selama itu alhamdulilah IAIN Cirebon mendapatkan Hibah tanah dari Pemprov Jabar seluas seluas 4,9 Hektar dan Pemda Indramayu seluas 18 Hektar,“ ujar Sugianto mengingat hasil kerja kerasnya di TRUPP.

Kemudian, kata Sugianto, surat penyerahan, surat pernyataan Pemda Indramayu yang ditandatangani PLT Bupati H.Taufik Hidayat, kemudian diserahkan pada Kementerian Agama oleh ASDA II H.Maman Kostaman. Tanah tersebut terletak di Blok Ciputat Terisi Indramayu.

Kemudian pada tahun 2018 melakukan koordinasi dengan Dirjen AHU Kemenag RI, Prof Nizar Ali, yang merupakan senior Sugianto di Pendidikan Lemhanas RI. Prof Nizar Ali sendiri sebagai Sekjen di Kemenag RI, dan atas izin Prof Nizar Ali, Sugianto mencoba mengawal tanah hibah untuk Embarkasi Haji di Loh Bener Indramayu dengan luas 10 hektar.

"Saat itu Bupati Indramayu nya adalah Hj Ana Shopana dan alhamdulilah sudah terwujud pembangunan Embarkasi Haji," terangnya. 

Kemudian pada tahun 2019-2023, Sugianto juga dipercaya oleh Rektor Dr H SumantaM.Ag sebagai Ketua Program Studi Magister & Doktor Hukum (HKI) Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Saat ini saya memberanikan diri ikut kontestasi Pilrek dalam Pencalonan Rektor periode 2023-2027 (ini yang kedua kali), semoga Allah Ridhoi dan berkahi, amin," tutup Prof Dr H Sugianto SH MH. (din)

Sabtu, 25 Februari 2023

Bupati Cirebon Hadiri Pembukaan Muswil ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat di Stadion Ranggajati Sumber, Sabtu (25/02/2023).

Kegiatan Muswil kali ini mengusung tema "Memajukan Jawa Barat, Mencerahkan Indonesia" akan membahas mengenai isu-isu strategis, evaluasi, sekaligus penetapan calon ketua dan calon anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) periode 2022-2027.

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah atas peran besarnya dalam bidang dakwah, pendidikan serta pembangunan di Kabupaten Cirebon.

"Terima kasih kepada Muhammadiyah, atas perannya dalam bidang dakwah, pendidikan dan lainnya dalam kemajuan Kabupaten Cirebon," kata Imron.

Ia mengatakan, bahwa Muswil ini diharapkan bisa memberikan motivasi dan inovasi, serta keteladanan dalam melaksanakan tata kelola berorganisasi sebagai wujud turut serta membangun bangsa.

Imron juga menuturkan, bahwa Muswil ini juga diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu moment penting untuk bisa merealisasikan cita-cita para pendiri Muhammadiyah, serta menghasilkan keputusan yang tepat.

"Semoga dengan adanya Muswil ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat, bisa membawa generasi muslim yang beriman, ilmiah, berwawasan kebangsaan serta selalu menjaga keutuhan NKRI," ujar Imron.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24 s/d 26 Februari 2023 tersebut, dihadiri pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang juga sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. (din)

Bupati Berserta Jajaran Gotong Royong Bersihkan Sport Center Watubelah

CIREBON -  Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan sejumlah perwakilan perangkat daerah Kabupaten Cirebon, bergotong royong membersihkan area Sport Center Watubelah Sumber, Jumat (24/2/2023).

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, gotong royong ini sebagai salah satu permulaan pemanfaatan Sport Center Watubelah oleh Pemkab Cirebon sebagai persiapan peringatan Hari Jadi ke-541 Kabupaten Cirebon, yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 5 Maret 2023 mendatang.

"Setelah kegiatan peringatan hari jadi nanti, Sport Center Watubelah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si menuturkan, Pemkab Cirebon sudah menyiapkan anggaran guna optimalisasi perbaikan Sport Center Watubelah ini.

"Ada anggaran untuk Sport Center Watubelah ini, diharapkan nanti bisa dirasakan keberadaannya oleh masyarakat," kata Ayu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva'i mengungkapkan, bahwa pada tahun ini telah dianggarkan dana untuk perbaikan Sport Center Watubelah sebesar Rp10 miliar.

"Dengan anggaran Rp10 miliar ini, minimalnya Sport Center ini nantinya bisa digunakan untuk sepak bola dan jogging," ujar Hilmi.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengajukan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk perbaikan Sport Center Watubelah. Walaupun menurut Hilmi, idealnya anggaran perbaikannya adalah sebesar Rp500 miliar.

Jika anggaran tersebut bisa didapatkan, maka perbaikan bisa dilakukan secara maksimal. Nantinya, pihaknya merencanakan akan memindah sebanyak 30 cabang olahraga (cabor) di tempat ini.

"Kalau perbaikannya maksimal, maka 30 cabor itu akan kita pindah kesini (Sport Center Watubelah)," sambung Hilmi. (Bam)

Jumat, 24 Februari 2023

Angka Stunting Turun 13 Persen, Komisi III Apresiasi DP3APPKB Kota Cirebon

CIREBON, FC – Komisi III DPRD mengapresiasi kinerja DP3APPKB Kota Cirebon dalam menurunkan jumlah kasus stunting. Sebab saat ini persentasenya berkurang sampai 13 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo, usai rapat kerja bersama DP3APPKB di Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (23/2/2023). Dalam pertemuan yang dihadiri Anggota Komisi III seperti H Hendi Nurhudaya, Hj Neneng Sri Daiyah SE dan Cicih Sukaesih ini, sempat dibahas beberapa program unggulan dari perangkat daerah tersebut.

Benny menjelaskan, DP3APPKB memiliki peran yang penting dalam pembangunan masa depan Kota Cirebon. Apalagi instansi tersebut telah berkontribusi menurunkan angka stunting dari 30 persen di tahun sebelumnya menjadi 17 persen pada 2023.

“Kita menjadi salah satu kota yang bisa menurunkan angka stunting sampai di atas 10 persen. Kita menjadi empat terbaik se-Jawa Barat,” kata Benny usai rapat.

Melihat capaian kinerja yang baik, lanjut Benny, Komisi III mendorong agar Pemda Kota Cirebon menjadikan DP3APPKB sebagai instansi prioritas. Di mana mereka sangat memerlukan dukungan baik dari segi pemenuhan sumber daya dan anggarannya.

Dengan demikian, maka target Kota Cirebon menurunkan angka stunting menjadi 12 persen pada 2024 bisa terwujud. “Kita harus mengapresiasi ini. Kami dari Komisi III mendorong agar target di 2024 itu, angka stunting kita turun lagi pada angka 12 persen,” ujar Benny.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno SAP MSi menerangkan, salah satu program unggulan yang menjadi prioritas instansinya adalah berkaitan dengan percepatan penurunan stunting.

Di Kota Cirebon, sambung Suwarso, pihakya punya pekerjaan rumah untuk menjaga dan menurunkan angka stunting di bawah 14 persen yang menjadi target nasional.

“Tahun kemarin 30,6 persen prevalence, sekarang bisa 17 persen. Artinya turun 13 persen. Tapi itu masih di bawah target nasional yang mengharuskan 14 persen,” katanya.

Di samping itu, DP3APPKB memfokuskan diri untuk mempersiapkan generasi Kota Cirebon yang akan datang. Khususnya melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak.

“Kalau pada programnya diterjemahkan dalam kota layak anak, meliputi empat cluster seperti dari sisi hukum, kesehatan dan sebagainya. Paling penting tentang perlindungan anak. Jangan sampai anak-anak kita masuk ke klaster kelima, perlu perlindungan khusus,” katanya.

Lantik 12 Pejabat Baru, Bupati Minta Bisa Bersinergi Secara Produktif

KABUPATEN CIREBON -  Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan pengambilan sumpah dan melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (24/2/2023).

Dalam sambutannya, Imron mengatakan bahwa rotasi pejabat di lingkungan ASN merupakan hal yang biasa. Sehingga harapannya setelah dilantik, pejabat yang dirotasi dapat langsung bekerja sesuai perundang-undangan.

"Di samping harus mampu mengemban seluruh aktivitas maupun tugas-tugas administratif, saudara juga harus mampu mengambil langkah-langkah strategis, mampu berkoordinasi, berkomunikasi, dan bersinergi secara produktif," ujar Imron.

Hasil dari proses rotasi ini sudah melalui tahapan uji kompetensi dan menjadi acuan untuk penempatan bagi pejabat baru tersebut.

"Pengangkatan saudara-saudara telah melalui uji kompetensi dan seleksi terbuka yang ketat dan telah dilaporkan, serta telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)," lanjut Imron.

Berikut ini nama-nama pejabat Eselon II Kabupaten Cirebon yang baru saja dilantik oleh Bupati Cirebon :

1. Deni Nurcahya, sebelumnya Kepala Disbudpar kini menjadi Kepala Pelaksana BPBD

2. Abraham Mohamad, sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan kini menjadi Kepala Disbudpar

3. Bambang Sudaryanto, sebelumnya Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan kini menjadi Kepala Diskominfo

4. Avip Suherdian, sebelumnya Kepala Dispora kini menjadi Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan

5. Erus Rusmana, sebelumnya Kepala DPMD kini menjadi Kepala DKPP

6. Ikin Asikin, sebelumnya Sekretaris DPRD kini menjadi Kepala Dispora

7. Asep Pamungkas, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian kini menjadi Sekwan

8. Alex Suheriyawan, sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD kini menjadi Kepala Dinas Pertanian

9. Nanan Abdul Manan, sebelumnya Kepala Diskominfo kini menjadi Kepala DPMD

10. Hafid Izwahyudi, sebelumnya Kabag Organisasi kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan

11. Indra Fitriani, sebelumnya Camat Gegesik kini menjadi Kepala Dinsos

12. Sudiharjo, sebelumnya Sekretaris Disdik kini menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon

Sedangkan, nama-nama pejabat fungsional yang juga dilantik oleh Bupati Cirebon yaitu :

1. Casta, jabatan baru : Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon.

2. Nana Mulyana, jabatan baru : Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. (Nur)

Kabupaten Cirebon Raih Trofi Penghargaan Badan Publik Informatif

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menerima trofi penghargaan sebagai Badan Publik kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif Tahun 2022 dari Komisi Informasi (KI) Jawa Barat, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (24/2/2023). 

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua KI Jawa Barat, H. Ijang Faisal, serta disaksikan pula oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan dan Ketua KID Kabupaten Cirebon, Moch. Idrus beserta jajaran.

Menurut Imron, penghargaan ini menjadi indikator bahwa Kabupaten Cirebon terus berupaya dalam mengelola keterbukaan informasi publik, karena hal ini merupakan bagian terpenting dalam pelayanan publik. 

"Memang selama ini, Kabupaten Cirebon berupaya memenuhi amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP," ujar Imron

Imron menambahkan, bahwa kebutuhan masyarakat akan informasi semakin meningkat, sehingga harus diikuti dengan pelayanan informasi yang profesional dari pemerintah, yang dalam hal ini PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). 

"Untuk itu, PPID harus menguasai banyak informasi tentang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik melalui berbagai inovasi, salah satunya digitalisasi," lanjut Imron.

Di tempat yang sama, Ketua KI Jawa Barat, H. Ijang Faisal menjelaskan, penghargaan yang diraih Kabupaten Cirebon lantaran telah memiliki perangkat yang mudah diakses masyarakat, seperti website dan media sosial yang dimiliki perangkat daerah.

"Kemudahan masyarakat mengakses informasi, menjadi salah satu pertimbangan, sehingga Kabupaten Cirebon menjadi badan publik informatif," ujarnya. 

Ijang berharap, Pemkab Cirebon mampu mempertahankan capaian ini, sehingga memotivasi daerah lain di Jawa Barat untuk belajar dan mengadopsi inovasi yang dilakukan Pemkab Cirebon. 

"Semoga bisa dipertahankan. Kami minta KID Kabupaten Cirebon terus bersinergi dengan semua badan publik di Kabupaten Cirebon," pungkas Ijang. (Hiafid)

Kamis, 23 Februari 2023

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Kabupaten Cirebon Mulai Alami Penurunan Harga

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag saat meninjau langsung harga pasar 


KABUPATEN CIREBON -- Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon mulai mengalami penurunan harga. Seperti yang terjadi di Pasar Cipejeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag yang memimpin langsung peninjauan harga pasar mengatakan, bahwa beberapa harga bahan pokok seperti beras, bawang, cabai dan lainnya sudah mengalami penurunan.

"Tadi kita cek harga pasar, ternyata harganya sudah alami penurunan," ujar Imron, Kamis (23/2/2023).

Imron menuturkan, pihaknya memang setiap minggu secara rutin melakukan pengecekan harga pasar. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi inflasi yang terjadi. Apalagi, ujar Imron, dalam waktu dekat ini akan masuk bulan puasa.

Pihaknya juga siap untuk melakukan operasi pasar, jika terdapat harga kenaikan bahan pokok yang signifikan. Pemkab Cirebon akan menggandeng Bulog untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Kalau harganya naik, kita nanti lakukan operasi pasar," kata Imron.

Juni (40), pedagang Pasar Cipejeuh menuturkan, bahwa harga bawang dan cabai sudah mulai alami penurunan. Ia menyebut, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp30.000,00 per kilo, saat ini dijual dikisaran Rp20.000,00 per kilo.

Selain itu, harga cabai merah beauty yang sebelumnya mencapai Rp45.000,00 per kilo, saat ini sudah turun menjadi Rp36.000,00 per kilonya. Harga lainnya yang juga mengalami penurunan, yaitu bawang merah.

"Bawang merah sebelumnya Rp40.000,00 per kilo, sekarang Rp25.000,00 per kilonya," ujar Juni.

Walaupun banyak yang mengalami penurunan harga, namun ada juga yang mengalami kenaikan, seperti harga tomat dan harga cabai rawit.

Juni menyebut, harga tomat sebelumnya Rp7.000,00 per kilo, sekarang menjadi Rp10.000,00 per kilonya. Kenaikan juga dialami cabai kriting, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp40.000 00 per kilo, sekarang naik menjadi Rp60.000,00 per kilonya.

"Penurunan dan kenaikan harga ini, terjadi sejak seminggu lalu," sambung Juni. (Hanin)