Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 15 April 2023

Kabupaten Cirebon Peringkat ke-2 Terbaik dalam Bubos ke-7 Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri acara puncak Bulan Suci Berbagi on The Street (Bubos) ke-7 tingkat Jawa Barat secara daring di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu (15/4/2023).

Acara puncak Bubos 7 tingkat Jawa Barat ini diikuti oleh kepala daerah di 27 kota/kabupaten. Dan dalam kegiatan ini, Kabupaten Cirebon mendapatkan peringkat ke-2 terbaik dalam pelaksanaannya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut melaksanakan program Bubos 7 ini. Ia juga mengatakan, bahwa dengan program dari Gubernur Jawa Barat ini, Bubos 7 mengajarkan kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kabupaten Cirebon dinobatkan menduduki peringkat ke-2 pelaksanaan Bubos ke-7, terbanyak tingkat Jawa Barat," kata Imron.

Imron menjelaskan, penobatan peringkat ke-2 ini tidak luput dari peran serta semua pihak. Seperti untuk Rantang ASN sebanyak 15.274, Rantang Forkopimda 3.550, Rantang Komunitas 2.500, Rantang Pramuka 3.100 dan Rantang PKK 21.600.

"Total Rantang Cinta pada program Bubos 7 tingkat Kabupaten Cirebon terkumpul 45.824 yang dibagikan kepada masyarakat," jelas Imron.

Ia berharap, program Bubos ini terus berkelanjutan. “Tidak mesti menunggu bulan puasa, tetapi bisa dilakukan kapan saja,” sambung Imron.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini, mengatakan bahwa Bubos 7 ini diinisiasi saat dirinya masih menjabat sebagai Walikota Bandung. Sehingga, ketika menjabat Gubernur Jabar, Kang Emil bersama Ibu Cinta (Atalia Praratya) meneruskan program tersebut.

"Bubos diinisiasi saat kami masih menjabat Walikota Bandung. Hari ini, saya bahagia acara Bubos bisa terlaksana dengan baik," ujar Kang Emil. 

Ia menjelaskan dalam program Bubos 7 ini, Rantang Cinta telah memecahkan Rekor Muri sebanyak 1.442.425 yang telah dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

"Dari angka tersebut, terbanyak pertama adalah Kabupaten Subang dan kedua Kabupaten Cirebon. Dan acara Bubos ke-7 ini juga dilakukan oleh komunitas Pasundan dari Lampung, NTB, Jepang dan Australia," ungkap Kang Emil.

Senada dengan Kang Emil, Atalia Praratya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar juga mengatakan, bahwa program ini diharapkan terus dilakukan, tidak hanya di Jawa Barat, namun seluruh wilayah di Indonesia.

Selain itu, kata Atalia, selain memberikan Rantang Cinta atau makanan untuk berbuka puasa, Bubos juga memiliki sejumlah program. "Kami keliling untuk memberikan Rantang Cinta, ada bedah rumah, pengobatan gratis dan juga ada program pendidikan," ujarnya. (Ara)

Kuatkan Moderasi Beragama, Rektor IAIN Prof Aan Jaleni Bakal Buat Kurikulum dan Masuk Pada Mata Kuliah

Stafsus Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman saat memberikan materi pada kegiatan Seminar Nasional tentang moderasi beragama dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital.


CIREBON, FC - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag, M.Si menjadi pembicara pada seminar nasional tentang moderasi beragama yang digelar di Gedung SBSN, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Lantai 5, kampus setempat, Sabtu, (15/4/2023). 

Dalam seminar ini, Stafsus Nuruzzaman tidak hanya membedah data aktifitas keagamaan di Indonesia tetapi juga bagaimana aktifitas keagamaan di media sosial, hal ini sangat berpengaruh terhadap kondite sosial masyarakat dan kebangsaan dalam keberagamaan di Indonesia.

Stafsus Nuruzzaman juga menyinggung soal moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi. Di mana menurut Nuruzzaman perguruan tinggi harus lebih memanfaatkan media sosial agar bisa membanjiri konten yang moderat.

Sehingga PTKIN, bukan saja mencetak lulusan intelektual Islam yang mumpuni, tetapi juga siap dalam digitalisasi, terutama media sosial. 

"IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus mampu mencetak lulusannya menjadi intelektual Islam yang mumpuni dan menguasai media sosial," pinta Stafsus Nuruzzaman.

Apalagi IAIN Cirebon dalam waktu dekat akan menjadi UIN Siber, maka harus tertantang dalam memformula lulusannya karena membawa nama Siber. Sehingga pengaruh digitalisasi terutama media sosial sangat dahsyat terutama bagi perguruan tinggi itu sendiri. 

Demikian juga pengaruh globalisasi digital terhadap moderasi beragama, menurut Stafsus Nuruzzaman, bahwa dewasa ini pola pikir seseorang yang kemudian terimplementasi dipengaruhi oleh apa yang dilihat di media sosial. 

Maraknya paham fundamentalis agama di media sosial dan minimnya konten dan pembahasan moderasi beragama di media sosial membuat paham ini semakin menjamur yang kemudian memberikan dampak buruk terhadap toleransi beragama. 

"Jadi PTKIN harus ikut serta menggaungkan moderasi beragama di media sosial yang dimiliki semaksimal mungkin, karena media sosial efektif digunakan dalam mengikis paham konservatif dan menumbuh kembangkan paham beragama yang moderat," ucapnya.

Stafsus Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa moderasi beragama menjadi program Kementerian Agama Republik Indonesia. Bahkan tidak hanya menjadi  prioritas tetapi juga menjadi program Program Jangka Menengah Nasional (PJMN). 

Terkait moderasi beragama ini, kata Nuruzzaman karena muncul tiga tantangan, pertama kelompok yang klaim kebenaran dan ini berlaku pada semua agama. Yang kedua adalah tantangan pemahaman keagamaan yang tidak selaras dengan konsep kebangsaan, seperti Pancasila, UUD'45 dan lainnya dan mereka menolak bahkan ingin mendirikan NKRI Syariah, atau khilafah islamiyah (negara Islam). Tantangan yang ketiga ekstrimisme beragama, atau beragama berlebihan, seperti misalnya shalat di jalan raya, padahal kita banyak masjid dan mushola atau bisa dilakukan jamak atau qhosor dan masalah-masalah lainnya.

Selain munculnya tantangan, jelas Stafsus Nuruzzaman, harus mengetahui apa itu moderasi beragam dan ini terdapat 4 indikator, pertama orang beragama tapi tidak melanggar konsesus beragama. Kedua toleran, yakni tidak hanya menghargai perbedaan tetapi mau bekerjasama dengan orang yang berbeda atau perbedaan ini. Kerjasama ini bukan yang bersifat prinsip tetapi lebih bersifat sosial. Ketiga tidak melakukan kekerasan dan Keempat menghargai budaya lokal yang tidak bertentangan, Seperti misalnya wayang yang menjadi media keberagamaan saat itu dan saat ini menjadi warisan budaya, kearifan lokal.

Lalu tantangannya apa ?, lanjut Nuruzzaman, tantangan umat Islam saat ini adalah jumlah penduduk Indonesia selama 25 tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 268 074,6 juta pada tahun 2019 dan mencapai 305,6 juta pada tahun 2035.

Kemudian presentase penduduk Indonesia yang tinggi di pulau Jawa terus menurun dari sekitar 57,4 persen pada tahun 2010 menjadi 54,7 persen pada tahun 2035.

Inilah komposisi demografi penduduk Indonesia dari aktif ke waktu semakin dinamis, hal ini berpengaruh terhadap komposisi dan karakter bangsa Indonesia.

Selain itu, Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa kita harus menguasai media sosial, karena sekarang saja Twitter memiliki tranding tertinggi, lalu kemudian disusul oleh tiktok. Bahkan kata Nuruzzaman nanti  pengguna smartphone diperkirakan mencapai 89 persen populasi pada 2025. 

Ditegaskan Nurzaman, bahwa aktifitas keagamaan di media sosial, itu moderat 17 Persen, teror 0,6 persen, radikal 40 persen, intoleran 43 persen. Kemudian Teror 1405, radikal 91,312, intoleran 98,231, dan moderat 38,229.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, dalam sambutannya menyatakan, pihaknya dalam moderasi beragama ini, sudah membuat rumah moderasi beragama dan akan membuat kurikulum moderasi beragama serta dimasukan ke dalam mata kuliah, karena moderasi beragama ini menjadi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Kalau kita melihat di dalam QS. Al Baqarah, kata moderasi beragama itu ummatan wasathon dan ini ada tiga, pertama Yaaron, bukan saja persepektif atau cara pandang tetapi perilaku untuk menjadi manusia yang baik atau sempurna. Maka yang kedua wasatho bermakna tengah-tengah atau moderat, yakni antara umat Yahudi, Nasrani dan munculah moderasi islam. Yang ketiga menggunakan kata adl, yakni menjadi manusia yang adil, buat untuk diri kita saja, tetapi adil juga untuk orang lain.

"Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Nuruzzaman, Stafsus Kementerian Agama yang hadir di tengah-tengah kita dan juga atas bersilaturrahmi ini, dan semoga bisa menjadi keberlanjutan untuk membangun akademik dan kampus  kita ke depan," paparnya.

Sementara itu, hadir pada kegiatan ini, Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama Republik Indonesia Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag M.Si, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Warek 2, Prof Dr H Jamali, M.Ag, Warek 3, Prof Dr Hajam, M.Ag dan Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Suteja M.Ag, serta Kepala Kantor Kementerian Agama se-wilayah 3 Cirebon. (din/Adv)



Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rektor IAIN Cirebon Hadiri FGD di Surakarta

FOKUS CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta jajaranya menghadiri acara Focus Group Discussion dalam rangka memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerjasama dan sharing pengalaman yang diselenggarakan di Hotel Sunan Surakarta. (15/04/2023).

FGD forum Pimpinan PTKIN Wilayah se Jawa Tengah Cirebon dan Ponorogo selama tiga hari mulai tgl 13 smp 15 April 2023. Adapun peserta acara FGD diikuti para Rektor, para kepala Biro, para Warek, para dekan,  dan para direktur pasca.

Prof.Dr.Mudhofar, M.Ag Rektor UIN Mas Said Surakarta sebagai ketua forum menyampaikan, Acara FGD tersebut bertujuan untuk saling bekerja sama dan saling sharing berbagi pengalaman dalam rangka memperkuat bidang Tri Dharma Perguruan dan sebagai forum silaturahmi antara pimpinan PTKIN. 

Dalam pertemuan tersebut membicarakan berbagai hal berkenaan dengan Persoalan- persolan aktual dan mencari solusi bersama.

Di samping itu Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag menyampaikan, ada beberapa program prioritas yang akan ditindaklanjuti antara lain penerapan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) bagi program studi, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen pasca regulasi Menpan & RB RI No. 1 Tahun 2023, keberlanjutan sistemik Tracer Study bagi alumni, pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa, dan akselerasi program prioritas Cyber Islamic University (CIU) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“FGD Forum PTKIN Jawa Tengah, Cirebon dan Ponorogo ini untuk penguatan bidang akademik, keuangan, dan kelembagaan PTKIN. Forum ini untuk membangun kebersamaan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan mutu akademik kampus”, ujarnya.

Acara forum FGD dibagi 3 Komisi, Komisi 1 beranggotakan para warek 1 dan para dekan merumuskan akademik berkenaan dengan kebijakan pelaksanaan MBKM, perkuliahan, penelitian dan pengabdian. Komisi 2 bidang ketenagaan dan keuangan berkenaan dengan PPPK, dosen kontrak, Tenaga kontrak dan UKT. Komisi 3 membahas kemahasiswaan dan kerja sama berkenaan beasiswa, MoU dengan realisasinya komposisi mahasiswa asing.

Untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang hadir Rektor Prof.Dr.H.Aan Jaelani, warek 1 Prof.Dr.H.Jamali,  Warek 3 Prof.Dr.Hajam dan seluruh Dekan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Adapun yang hadir dari PTKAIN di antaranya Prof.Dr.Imam Taufik Rektor UIN Walisongo Semarang. Prof.Dr.Zakiuddin/ Rektor UIN Salatiga, Prof.Dr.Mudofir Rektor UIN Surakarta, Prof.Dr.Aburahman Kasdi, Lc.M.Si Tektor IAIN KudusP, rof.Dr.Hj.Evi Muafah, M.Ag Rektor IAIN Ponorogo dan Prof.Dr.Zaenal Mustakim, M.Ag Rektor UIN KH.Abdurahman Wahid Pekalongan. (din)

Jumat, 14 April 2023

IAIN Cirebon Diundang Ke Universitas Malaysia

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Cirebon melakukan penandatanganan MoU secara virtual dengan Al-Madinah International University (MEDIU), Malaysia. Kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut bersepakat kerja sama. Kedua perguruan tinggi sepakat merajut program kolaborasi. Kamis, (13/4/2023).

Usai melakukan penandatanganan MoU secara virtual, IAIN Cirebon mendapat undangan khusus berkunjung ke MEDIU, Kuala Lumpur, Malaysia. Hal itu disampaikan Rektor MEDIU, Prof. Dr. Saad Abdullah Al-Arifi.

Menurutnya, turunan program kerja sama MoU lebih efektif dibahas tatap muka. Untuk itu, pihaknya dengan senang hati jika pimpinan IAIN Cirebon dan jajaran datang langsung ke MEDIU, Malaysia.

"Kami mengundang keluarga besar IAIN Syekh Nurjati yang ada di sini dari Pak Rektor atau wakil rektor untuk melakukan kunjungan ke Universitas Internasional Madinah di Malaysia,” terangnya.

Beliau menambahkan, pihaknya pun berkeinginan mengunjungi IAIN Cirebon. “Kami punya keinginan untuk bisa datang ke kampus kita di IAIN Syekh Nurjati Cirebon”.

Di lain pihak, Rektor IAIN Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M. Ag menuturkan, kunjungan ke MEDIU, Malaysia bakal diagendakan. Tujuannya, membahas program kolaborasi kedua perguruan tinggi. “Kami berharap pertama bisa berkunjung ke Universitas Internasional Madinah di Malaysia dan sebaliknya juga Pak Rektor dan seluruh pimpinan bisa bersilaturahmi ke Indonesia di Cirebon”.

Saat ini, kolaborasi kedua pihak masih baru sebatas kesepakatan secara umum. Belum ada program spesifik sebagai hasil turunan MoU.” Untuk merealisasikan kerja sama terutama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”.

Sebelumnya, IAIN Cirebon memperbanyak kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas implementasi Tri Dharma Pergutuan Tinggi. (din)

Mahasiswa IAIN Cirebon Melalui Kolaborator Kebaikan.ID dan Mitra, Tebar Santunan 200 Anak Yatim

FOKUS CIREBON, FC - Momentum ramadhan menjadi ladang pahala dari kebaikan yang kita amalkan, terlebih di akhir bulan suci yang tinggal hitungan hari lagi akan meninggalkan kita semua, maka manfaatkanlah momentum ini dengan menebar berbagai kebaikan kepada sesama. 


Hal tersebut dilakukan oleh komunitas yang memiliki tagline "Semangat Menebar Kebaikan" yakni Kolaborator Kebaikan.ID yang kembali melakukan kegiatan sosial di bulan suci ramadan ini. 

Kali ini, berkolaborasi dengan KBIH-U Badrul Munir, DTPeduli Cirebon dan Nasi Gratis Amanah, dengan menggelar santunan dan buka 0uasa bersama 200 anak yatim dan dhuafa, Jum'at (14/04/2023),  bertempat di Aula Kantor KBIH-U Badrul Munir. 

Kegiatan yang mengusung tema "Berbagi Sepenuh Hati, Bahagia Tanpa Henti" diharapkan menjadi spirit untuk terus melakukan kebaikan. 

Omar Qad Panity, Founder dan CEO Kolaborator Kebaikan.ID menjelaskan bahwa momentum ramadhan di detik-detik akhir ini mestinya dioptimalkan dengan kegiatan yang bermanfaat dan berkah, seperti kegiatan kolaboraksi kita ini.

Perwakilan dari Nasi Gratis Amanah (NGA) berharap, agar kegiatan ini menjadi lembaga yang terus intens memberi santapan berbuka secara gratis kepada mereka yang membutuhkan, dan  suasana kebahagiaan dan kekeluargaan terlihat di kegiatan ini. 

Demikian juga disampaikan oleh Pimpinan Yayasan KBIH-U Badrul Munir, KH.Fatih Zamhuri, pada kegiatan Kultum (kuliah tujuh menit) tentang anak yatim sebagai anak emas, spirit yang dibangun, dan kesempatan yang dibuka untuk belajar agama di pondok, menjelaskan bagaimana cara Rasulullah mencintai anak yatim.

Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada 200 anak yatim dan dhuafa dengan santunan yang variatif serta dilanjutkan buka puasa bersama.

Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa membantu dan ikut saling membagi kebahagiaan di bulan ramadhan ini.

Ibu Marda, salah satu wali peserta santunan, menuturkan rasa terimakasihnya kepada panitia. Menurutnya, santunan ini membantu anak yatim yang dibinanya dalam menyambut hari lebaran nanti. Sebab ini merupakan kebahagiaan kita semua. (Red)

Kamis, 13 April 2023

Bubos ke-7, Pemkab Cirebon Distribusikan 35 Ribu Rantang Makanan untuk Masyarakat

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Bulan Suci Berbagi on The Street (Bubos) ke-7.  Berbeda dengan gelaran sebelumnya, Bubos kali ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat untuk saling berbagai satu sama lain. 

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si mengatakan, agenda Bubos serentak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Sebanyak 35.000 rantang makanan disebar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masyarakat yang membutuhkan.

Secara simbolis, Wabup Ayu menyerahkan 221 rantang makanan ke-3 yayasan yang ada di Kecamatan Dukupuntang, yaitu Yayasan Insan Kamil di Desa Sindangjawa, Yayasan Darul Qur'an di Desa Cikalahang, dan Yayasan Al Ishlah di Desa Bobos.

“Momen ini sangat pas untuk berbagi kepada masyarakat Kabupaten Cirebon. Hadirnya pemerintah daerah harus bisa dirasakan,” ujar Ayu seusai menyerahkan rantang makanan di Yayasan Insan Kamil, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kamis (13/4/2023).

Pengurus Yayasan Insan Kamil, Hariri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon hingga saat ini memberikan rasa kepeduliannya kepada seluruh santri yang ada di yayasan tersebut.

“Pemerintah ada kepedulian kepada kami, dengan harapan kepedulian yang dilakukan tidak hanya saat Ramadan, tetapi bisa berkelanjutan,” kata Hariri.

Puncak acara Bubos ke-7 Tahun 2023 bakal digelar pada 15 April 2023 di halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. 

Bubos 7 ini juga serentak digelar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, bahkan melibatkan diaspora di negara Australia dan Jepang yang juga akan melakukan kegiatan berbagi. 

Awalnya, kegiatan BUBOS tersebut dinamakan Buka Bersama On The Street. Namun, karena adanya pandemi berubah menjadi Buka Bersama On The Screen, hingga saat ini menjadi Bulan Suci Berbagi On The Street. (Ara)

Pangdam III/Siliwangi Tabur Benih Ikan di Desa Bandengan Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P, melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/4/2023).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi oleh Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Dany Rakca, S.A.P, M.Han, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Afriandi Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tabur benih ikan air tawar oleh Pangdam III/Siliwangi di dua tambak. Sebelumnya, lahan tersebut dipergunakan sebagai tambak garam. Tambak ini akan ditanam benih ikan lele dengan menggunakan cairan Bios 44 DC.

Ia mengatakan, bahwa cairan Bios 44 dipercaya dapat memperbaiki kualitas air di perairan tambak. Pasalnya, Bios 44 sendiri adalah cairan bio organisme. Sehingga, jika kualitas air bisa diperbaiki, maka aktivitas budidaya pengembangbiakan ikan dapat lebih produktif.

"Saya disini mencoba melakukan penebaran ikan, tentunya tidak sekedar menebar ikan. Tapi juga mencoba mentreatmen bagaimana tambak itu sendiri menjadi suatu potensi yang integral, antar lingkungan alam, manusia dan teknologi. Ada pendekatan dan cara mentreatmen air tambak, melalui fisika atau mesin, tetapi tentu mahal biayanya. Apalagi menggunakan bahan kimia, itu akan lebih rawan dan bahaya," ungkap Kunto.

Oleh sebab itu, kata Jenderal bintang dua tersebut, pihaknya mencoba menggunakan cara pendekatan biologis, yakni menggunakan mikroba dan bakteri melalui inovasi Bios 44. 

"Bios 44 merupakan teknologi biologi mikroba, sebagai suatu upaya melalui proses penguraian sedimen untuk mengurangi amoniak. Amoniak diurai menghasilkan nitrit, dari nitrit akan menghasilkan oksigen yang baik. Disisi lain, sedimen tanah akan terurai dan berkurang, hal itu menjadikan debit air lebih banyak," jelas Kunto.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Kodam III/Siliwangi atas perhatiannya kepada masyarakat, khususnya di Desa Bandengan. Dimana Desa Bandengan ini mayoritas 80 persen warganya berprofesi sebagai nelayan.

Namun, kata Ayu--sapaan akrab Wabup, dengan kondisi nelayan ini, sebagai wilayah penghasil ikan, seharusnya tidak ada anak-anak di Kabupaten Cirebon yang terkena stunting. 

Di tahun 2021, jumlah anak yang terkena stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 15.299 anak, namun kini sudah ada penurunan hampir 1 persen.

"Sehingga, perlu ada edukasi. Karena kalau saya monitoring terkait dengan stunting yang ada di Kabupaten Cirebon ini, semuanya terkait dengan SDM dan pola asuh. Jadi, kita lebih memberikan edukasi kepada ibu-ibu tentang bahaya stunting," kata Ayu.

Pada kunjungan kerja tersebut, Pangdam III/Siliwangi memberikan bantuan sosial sekaligus melakukan buka puasa bersama dengan warga Desa Bandengan, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. (din)