Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 25 Agustus 2023

PSGA IAIN Cirebon Dorong Mahasiswa Baru PBAK Wujudkan Kampus Responsif Gender

FOKUS CIREBON, FC - Dalam rangka mewujudkan kampus responsif gender, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mensosialisasikan Peraturan Rektor Nomor: 3726/In.08/R/PP.00.9/11/2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada tanggal 21-23 Agustus 2023 di tingkat institut dan fakultas.

Di tingkat institut, sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Agustus 2023 di halaman Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Narasumber dalam kegiatan ini, yaitu Wakhit Hasim, M.Hum, selaku relawan PSGA dari Tim Dosen, dan Imelda Triadhari, ketua relawan PSGA Youth Agents dari Tim Mahasiswa, bersama anggota relawan lainnya menghadirkan sesi pengenalan dan memaparkan pentingnya kesetaraan gender dan urgensi pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di dalam lingkungan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Wakhit yang sekaligus merupakan Sekretaris LP2M berpendapat. 

"PSGA menjadi wadah bagi kita untuk tumbuh dalam pemahaman isu gender dan melawan ketidakadilan gender. Oleh karena itu, sebagai bagian dari komunitas akademik, penting bagi kita untuk memahami dan mengatasi isu-isu gender," katanya. 

Imelda menambahkan, jika ada yang mengalami kekerasan atau pelecehan seksual di kampus, jangan ragu untuk melapor kepada PSGA. 

"Kami selaku relawan PSGA dengan senang hati akan menerima pengaduan Anda. Kerahasiaan dan identitas Anda akan dijaga," ujarnya.

Di tingkat fakultas, Ana Humardhiana, M.Hum, relawan dosen, dan Khoerul Anwar beserta Youth Agents lainnya, melakukan sosialisasi di PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2023. Mereka mengusung pengenalan PSGA dan Youth Agents kepada mahasiswa baru FDKI dengan fokus pada pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di lingkungan FDKI. Ana menjelaskan, 

"Kekerasan seksual seringkali terjadi karena adanya relasi kuasa dan relasi kuasa ini dapat terjadi pada relasi siapa saja, hubungan antara orang tua dan anak, pimpinan dan karyawan, ustadz dan santri, dosen dan mahasiswa, pun juga mahasiswa dengan mahasiswa," paparnya.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari sivitas akademik, kita perlu memahami asas-asas kesetaraan gender agar kita terhindar menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual.

Di hari yang sama, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) menjadi tuan rumah dengan pemateri Suci Ramdaeni, M.Pd, relawan dosen, bersama Safitri beserta Youth Agents lainnya. Mereka memainkan peran penting dalam memperkenalkan budaya akademik yang aman dan menghormati kesetaraan gender. 

Suci berpendapat, setiap mahasiswa perlu memahami jenis-jenis pelecehan seksual, baik verbal maupun nonverbal. Seringkali, tanpa disadari, mahasiswa bisa menjadi pelaku pelecehan seksual secara verbal, seperti membicarakan bentuk tubuh seseorang tanpa izin," terangnya.

Acara sosialisasi ini menegaskan perlunya menciptakan lingkungan kampus yang responsif gender, bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual dengan memperkenalkan nilai-nilai budaya yang inklusif dan meningkatkan kesadaran gender di seluruh komunitas akademik. 

Dengan kerjasama antara dosen, mahasiswa, dan para relawan PSGA diharapkan upaya pencegahan ini akan terus diterapkan dan menjadi bagian integral dari kehidupan kampus. (Ara)

Sekretariat PPNI Diresmikan, Bupati Imron: Dorong Perawat Untuk Tetap Jaga Kesehatan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag meresmikan gedung sekretariat Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Talun, Rabu (23/8/2023).

Dalam sambutannya, Imron menyebutkan, kantor terbaru milik PPNI Kabupaten Cirebon ini diharapkan tidak hanya menjadi penunjang kegiatan profesi, tetapi juga harus berfungsi sebagai rumah karya dalam upaya pemecahan masalah-masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. 

“Beberapa bulan lalu, saya hadiri peletakan batu pertamanya. Tetapi sekarang, kita lihat bersama telah berdiri gedung sekretariatan baru yang cukup mewah, megah, dan fungsional,” kata Imron.

Ditambahkan Imron, bahwa peran profesi kesehatan sangat menunjang dalam peningkatan derajat kesehatan Kabupaten Cirebon. Untuk itu, perawat PPNI harus menjalankan komitmen dan menyatukan langkah dalam semua lini pelayanan kesehatan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat. 

Hal itu, lanjut Imron, sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Cirebon tahun 2019-2024 yang berisi mewujudkan masyarakat yang berbudaya, sejahtera, agamis, maju, dan aman.

“Untuk mewujudkan visi pembangunan daerah tersebut, tentunya banyak permasalahan dan hambatan yang kita hadapi bersama. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya peningkatan pembangunan sumber daya manusia melalui akselerasi derajat pendidikan, kesehatan dan pencapaian standar hidup layak bagi masyarakat terutama keluarga miskin,” jelas Imron.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, S.KM, M.Kes, mengatakan bahwa pihaknya awalnya sudah memiliki sekretariat di wilayah Kemantren, Kecamatan Sumber. Namun, akses yang dimiliki tempat sebelumnya tidak representatif, karena menganggu hilir mudiknya masyarakat sekitar. 

Atas dasar itu, PPNI Kabupaten Cirebon memutuskan untuk berpindah ke gedung sekretariat baru di Kecamatan Talun.

"Tempat ini kami beri nama Graha Perawat Cirebon. Tempat ini selain sebagai tempat silaturahmi, juga menjadi tempat musyawarah. Jadi, setiap kegiatan dipusatkan disini,” kata Eni.

Selain memiliki gedung sekretariat baru, PPNI Kabupaten Cirebon juga mendorong seluruh anggotanya yang berstatus tenaga kesehatan honorer agar menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Eni menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan honorer yang tergabung dalam PPNI sebanyak 712 orang. Sebelum mengikuti seleksi PPPK atau CASN, terlebih dahulu akan dibekali kompentensi melalui kegiatan try out.

“Kami akan siapkan try out tanggal 9 September 2023. Ini juga ada dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunungjati, berupa bantuan alat untuk menjalani try out,” sambung Eni. (Anisa)

Bupati Imron Minta Masyarakat Maksimalkan Program PTSL

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023. Bahkan wilayah Kabupaten Cirebon mendapatkan kuota 70 ribu bidang tanah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag saat melakukan pertemuan dengan kepala BPN Kabupaten Cirebon dan para camat di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (24/8/2023).

Menurut Imron, masyarakat harus memanfaatkan program PTSL ini secara maksimal. Pasalnya, masyarakat tidak perlu membayar mahal untuk mendapatkan sertifikat tanah.

"Biaya yang harus dikeluarkan dalam PTSL hanya sebesar Rp150 ribu, itupun untuk biaya administrasi di tingkat desa. Kalau masyarakat proses sendiri, kan biayanya jutaan, ini hanya Rp150 ribu saja " kata Imron.

Imron mengatakan, dengan adanya kuota PTSL di Kabupaten Cirebon yang mencapai 70 ribu bidang tanah, pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan Kepala BPN dan para camat.

"Kami juga mengundang para camat kumpul dengan kepala BPN guna membahas program PTSL. Kami ingin program ini sukses di Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Imron mengungkapkan, di Kabupaten Cirebon masih banyak tanah yang belum bersertifikat. Bahkan banyak juga masyarakat yang menjual tanahnya tanpa langsung membuat sertifikat. Sehingga, kata Imron, itu sangat rawan terjadi permasalahan dan bisa menjadi celah untuk dimanfaatkan oleh pihak lain.

Ia mengatakan, ketika masyarakat sudah memiliki sertifikat, nantinya kepemilikan tanah bisa mendapatkan kepastian hukum. 

"Kemudian juga akan mengurangi permasalahan tanah. Jadi, kami menyambut baik program PTSL ini," lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPN Kabupaten Cirebon, Hesekiel Sijabat, ST, mengatakan jumlah bidang tanah di Kabupaten Cirebon mencapai 1.034.000. Bahkan sampai akhir tahun 2022 yang lalu yang sudah terpetakan dan terdaftar mencapai 447 ribu tanah.

"Untuk Januari hingga Agustus 2023, kegiatan PTSL sudah kita tambah menjadi 106 ribu bidang tanah, sedangkan yang sudah dipetakan ada 560 ribu. Jadi, masih ada setengah juta bidang tanah lagi yang belum terpetakan dan terdaftar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dengan jumlah SDM di BPN Kabupaten Cirebon yang ada, pihaknya terus melakukan pendataan dan pemetaan program PTSL tersebut.

"Jumlah SDM di BPN ada 117 orang, kalau dengan cara biasa dan keterbatasan SDM, maka kita sudah menghitung perkiraan selesainya pengukuran pemetaan sampai terbit sertifikat di Kabupaten Cirebon," katanya.

Lebih lanjut, meski dengan keterbatasan SDM, BPN selalu dibantu oleh pihak-pihak terkait untuk mensuskseskan program tersebut.

"Karena itulah, pemerintah pusat membuat skema yang berbasis partisipasi masyarakat, jadi pendaftaran sistematis partisipasi masyarakat. Sehingga, yang bergotong-royong dan mensukseskan sertifikasi dibantu banyak pihak," sambungnya.

"Pengukuran kita dibantu oleh pihak ketiga. Untuk memberikan informasi, kita dibantu oleh Pak Kuwu beserta jajaran. Dan untuk mengumpulkan data surat tanah, kita dibantu oleh pengumpul data pertanahan," pungkasnya. (Ara)

Wapres Ma'ruf Amin Meresmikan Masjid Syarif Abdurachman di Desa Astana

KABUPATEN CIREBON - Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin meresmikan Masjid Syarif Abdurachman yang ada di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jum'at (25/8/2023).

Pembangunan Masjid Syarif Abduhrachman diprakarsai oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Wapres Ma'ruf Amin mengatakan dirinya sangat kagum dengan pembangunan Masjid Syarif Abdurachman yang begitu besar dan indah.

Menurutnya, Kasad Jendral TNI Dudung Abdurachman merupakan Jendral Santri, karena selalu ingat dengan masjid.

"Ini masjid yang indah dan sangat luar biasa, karena membangun masjid kelak akan dibangunkan rumah di surga," katanya.

Ia mengungkapkan, kini sebagian masjid berkembang menjadi pesantren dan dikembangkan menjadi pusat peradaban Islam. Bahkan, Abah sapaan akrab Wapres, berharap Masjid Syarif Abdurachman ini menjadi salah satu pusat peradaban dan pembangunan Islam di wilayah Cirebon sesuai dengan prinsip syariah.

"Saya minta membangun masjid jangan seperti membuat keranda,  membangunnya mau, tetapi ketika sudah jadi tidak ada yang mau masuk, sehingga diharapkan masjid ini dimakmurkan, diramaikan dan juga bukan hanya tempat ibadah saja, namun sebagai pusat pembinaan, yaitu pembangunan peradaban Islam," ujar Ma'ruf.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jendral TNI Dudung Abdurachman mengatakan, masjid yang begitu besar dan megah ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan beribadah masyarakat.

Dudung mengungkapkan, terbangunnya masjid ini merupakan cita-cita dulu ketika dirinya masih berpangkat Kapten.

 "Saya sering diajak orang tua untuk ziarah setiap malam Jum'at, ketika mau sholat ternyata masjidnya begitu sempit, sehingga saya memiliki cita-cita, kalau menjadi Pimpinan TNI AD, saya akan bangun masjid di Gunungjati, dan akhirnya kesampaian juga," ungkapnya.

Ia menjelaskan, nama Masjid Syarif Abdurachman ini diambil dari dua sosok yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, khususnya Cirebon, yakni Syarif Hidayatullah dan Syekh Abdurachman 

"Kalau Syarifnya itu, nama dari Sunan Gunung Jati. Kalau Abdurachman itu, dari pamannya, yaitu Syekh Abdurachman. Nah, sekarang Dudung Abdurachman itu cucunya berarti," katanya.

Ia pun mengatakan, Masjid Syarif Abduracham ini dibangun di lahan seluas 1,8 hektare, sedangkan untuk masjid sendiri luasnya mencapai 1.800 meter persegi.

"Masjid ini memiliki daya tampung mencapai 1.750 orang, dan ini Arsiteknya orang Hindu, yakni Jendral TNI Negah dengan  mengangkat kearifan lokal Kesultanan Cirebon. Mengadopsi kearifan di Jawa dan sudah membuat masjid Muldoko dan Hadi Tjahjanto," sambungnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H.Imron, M.Ag bersama Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE., M.Si, Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Dra. Hj Nunung Roosmini dan para pejabat di lingkup Pemkab Cirebon. (Anisa)

Kamis, 24 Agustus 2023

FEBI IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Coaching Clinic Modul Digital Bagi Para Dosen

FOKUS CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Coaching Clinic Modul Digital bagi para dosen FEBI selama dua hari yakni Senin - Selasa, 21-22 Agustus 2023, bertempat di Ruang Munaqosah FEBI lantai 2.

Hadir dalam kegiatan ini, Dr. H. Didi Sukardi, M.H. (Dekan FEBI), Wakil Dekan 1 Dr. Layaman, M.Si., Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., Perwakilan dosen setiap jurusan di FEBI, serta tamu undangan dari BBC dan UNIKU.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di  bidang Modul Digital yakni Dr. Ana Fitri Hindriana, M.Si. (Wakil Rektor 1 Universitas Kuningan) dan  Sigit Setya Kusuma M.Sn. (Pakar Desain Grafis UNIKU). 

Ketua Pelaksana Abdul Muizz Abdul Wadud, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi SDM FEBI yakni terkait penyusunan modul digital dalam rangka mendukung transformasi Institut menjadi Universitas Siber, semoga peserta bisa menyerap pengalaman narasumber dan bisa meningkatkan kompetensi dalam menyusun modul digital.

Sedangkan menurut Dekan FEBI, Dr. H. Didi Sukardi, M.H, bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud dari tanggungjawab tridharma perguruan tinggi yakni pengajaran kepada mahasiswa melalui modul digital tanpa mengurangi nilai dan substansi dari materi yang disampaikan.

"Besar harapan kami peserta bisa menyerap pengalaman dari narasumber sehingga bisa mengembangkan kompetensi dalam penyusunan modul digital dalam rangka mendukung dalam akselerasi tranformasi Institut menjadi universitas siber," tandasnya. (din)

Mahasiswa BKI, Siap Go Internasional ke Jerman

FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, siap go internasional ke Jerman. Keberangkatan mereka sebagai bentuk implementasi kerjasama Jurusan  dengan Global Katalyst Jerman.

Kerjasama tersebut dalam rangka melaksanakan international program bahasa Jerman bagi mahasiswa dalam rangka mempersiapkan mahasiswa BKI melanjutkan studi ke Jerman dan mengikuti program Ausbildung ke Jerman, Selasa, 22 Agustus 2023.

Pada kesempatan ini, Kajur BKI Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I bersama para Kepala Sekolah SMA/SMK yang ada di Kota/Kabupaten Cirebon bertemu dengan founder Global Katalist Jerman, Doddy Primanda Kadarisman di SMAN I Astanajapura Kabupaten Cirebon. 

Doddy Primanda Kadarisman menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Jerman sedang banyak membutuhkan tenaga kerja profesional dari Indonesia. Hampir sekitar 3,6 juta peluang pekerjaan yang tersebar di beberapa bidang pekerjaan yang ada di Jerman. 

Lebih Lanjut Doddy menyampaikan bahwa, Global Katalyst siap mensupport mahasiswa yang akan melanjutkan studi S2 di Jerman atau mengikuti program Ausbildung di Jerman. 

Ausbildung merupakan salah satu program dari pemerintah Jerman yang bertujuan untuk mencetak tenaga kerja profesional melalui kegiatan training pendidikan vokasi. Selain itu, Global Katalyst juga sangat support dengan sekolah dan perguruan tinggi yang siap go internasional. 

Jaja Suteja berharap, agar kerjasama dan kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik ini semakin ditingkatkan terutama berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga, pelaksanakan kurikulum MBKM, kegatan penelitian kolaborasi internasional dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bekerja dan melanjutkan studi ke Jerman. 

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat membawa kebaikan bersama bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon," katanya. (din)

Parade Budaya, Tahlil dan Istigosah Menutup Rangkaian Kegiatan PBAK 2023

FOKUS CIREBON, FC - Memasuki hari ketiga kegiatan PBAK, yang diikuti sebanyak 3371 mahasiswa baru IAIN Syekh Nurjati Cirebon dimulai dengan kegiatan siraman rohani berupa bacaan Tahlil dan Istighosah Bersama dan ditutup dengan kegiatan Parade Kebudayaan.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon  ini mengusung tema  “Mewujudkan Cyber University Berbasis Pendidikan Inklusif dan Moderasi Beragama”, yang dilaksanakan di Halaman Ma’had Al-Jami’ah. Rabu, 23/082023

Pada kegiatan parade kebudayaan, mahasiswa baru dari masing-masing perwakilan Himpunan Mahasiswa memakai pakain adat. Parade tersebut mengambil start dari Panggung utama, samping gedung FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju jalan kandang perahu, kemudian ke jalan Evakuasi, bypass, dan kembali ke jalan Perjuangan menuju panggung utama.

Di hari ketiga ini kegiatan cukup berbeda dengan hari pertama, karena panitia PBAK mengadakan beberapa perlombaan, di antaranya, lomba yel-yel setiap jurusan, lomba twibbon PBAK. lomba duta moderasi beragama dan masih banyak lomba-lomba yang lain.

Menjelang penutupan PBAK 2023, seluruh peserta dan panitia PBAK, bersama-sama melakukan tahlil dan Istighosah memohon kepada Allah SWT untuk kesuksesan, Kesehatan dan keberkahan bagi seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon baik hari ini maupun dimasa-masa yang akan datang yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Slamet Firdaus, M.Ag.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof Dr Hajam, M.Ag menutup kegiatan PBAK tahun 2023, dan  menyampaikan kepada mahasiswa baru IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk tetap semangat dan menjaga kesehatan, karena setelah PBAK ini masih banyak kegiatan akan dilaksanakan oleh UKK, UKM dan HMJ. 

"Saya berpesan agar mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjaga nama baik kampus, siapapun yang menjelek-jelekkan nama baik lembaga, kita harus lawan”, tandasnya. (din)