Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Desember 2023

Lantik 93 PNS dan PPPK Tenaga Teknis, Bupati Imron: Berikan Kontribusi Positif pada Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik 93 PNS dan PPPK tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan tersebut disaksikan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si, para pejabat Esselon II serta perwakilan Forkopimda di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Kamis (30/11/2023).

Bupati Imron mengatakan, bahwa pada tanggal 17 Juli 2023 silam, sebanyak 16 peserta yang dinyatakan lulus dari 26 formasi yang tersedia pada pengadaan PPPK tenaga teknis formasi tahun 2022 yang telah terlebih dahulu dilantik dan diambil sumpahnya. 

Imron mengapresiasi, walaupun belum dinyatakan lulus pada saat itu, karena tidak memenuhi nilai ambang batas yang cukup tinggi, namun tetap membulatkan tekat dan melakukan perjuangan untuk dapat mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hingga, lanjut Imron, Menteri PAN-RB mengeluarkan keputusan dengan Nomor 571 Tahun 2023 tentang Optimalisasi Pengisian Kebutuhan Jabatan Fungsional Teknis pada Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2022, yang berisikan tentang reformulasi nilai ambang batas seleksi kompetensi teknis dan optimalisasi jabatan yang kosong.

“Kini terwujud, dan kali ini telah resmi dilantik sebagai PPPK. Kini saatnya membuktikan dan dapat memberikan kontribusi positif pada Kabupaten Cirebon melalui bidang keahlian masing-masing,” kata Imron.

Juga, masih dikatakan Imron, bagi PNS yang telah dilantik dalam jabatan fungsional, baik yang pertama kali, perpindahan jabatan maupun pengangkatan kembali yang juga berjuang melewati tahapan uji kompetensi, sehingga dapat dinyatakan layak dan kompeten untuk diangkat dalam jabatan fungsional.

“Saya atas nama pimpinan daerah dan seluruh jajaran pemerintah daerah, mengucapkan selamat bekerja untuk PNS yang telah dilantik menjadi pejabat fungsional, serta PPPK jabatan fungsional teknis yang telah dilantik dan diambil sumpah janji jabatan,” tuturnya. (din)

PSGA IAIN Cirebon dan Ormawa Gelar Workshop Penguatan Dan Pencegahan Toxic Relationship Di Lingkungan Kampus

CIREBON, FC - Program Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan upaya nyata dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diperingati setiap tanggal 25 November, dengan menggelar Workshop Penguatan Relawan dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). 

Kegiatan yang dimulai Selasa, 21 November, dan berlangsung selama 2 hari hingga Rabu, 22 November, telah menjadi pusat perhatian bagi mahasiswa serta kalangan akademisi.

Workshop yang digelar di Auditorium Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini menampilkan berbagai diskusi, pelatihan, dan sesi refleksi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterlibatan aktif dalam menangani isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dihadiri oleh 50 mahasiswa.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan dalam sambutannya, Prof. Aan menyoroti pentingnya memahami dampak negatif dari kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. 

“Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap masalah ini. Setiap individu harus menjadi agen perubahan dalam memberantas kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan  17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah  dilansir dari Indonesia Sustainability dan menjadi fokus-fokus di berbagai negara untuk mewujudkan tujuan yang besar,  salah satu poinnya yaitu Kesetaraan gender (gender equality).

Prof. Aan, juga memberikan wawasan yang mendalam tentang perlunya hubungan yang sehat dan kesetaraan gender. 

“Hubungan yang sehat adalah fondasi dari masyarakat yang damai dan berkeadilan. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” jelasnya.

Dr. Masriah, Kepala Program Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga merupakan salah satu penggagas acara ini, mengungkapkan harapannya terhadap workshop ini.

"Kegiatan ini tidak hanya sebatas forum diskusi, tapi juga sebagai tonggak awal bagi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya dengan penuh antusiasme.

Imelda Triadhari selaku ketua relawan PSGA menuturkan bahwa worksop penguatan relawan dan ormawa ini dengan bertajuk toxic relationship sangat bermanfaat bagi generasi muda, yang mana kasus kekerasan terhadap perempuan di seluruh masyarakat terjadi karena relasi kuasa baik dari lingkup pacaran/pasangan maupun dari kalangan lain. 

"Pentingnya workshop ini sebagai penguatan agar dari relawan dan ormawa mengetahui dampak dari toxic relationship dan cara mencegah ataupun mengatasinya," kata Imelda kepada media, Jum'at, (1/12/23).

Khaerul anwar, Ketua Pelaksana juga  menyampaikan terima kasih terhadap para lembaga yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini Dan terima kasih kepada para relawan atas kehadiran nya, kegiatan ini supaya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan diskusi produktif kedepannya.

"Workshop Penguatan Relawan dan Ormawa dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa serta Ormawa dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam skala yang lebih luas dalam masyarakat," ujarnya.

Setelah itu, kegiatan ini dilanjut dengan penguatan relawan dengan dihadiri dari beberapa narasumber yang bergerak di bidang anti kekerasan seksual.

Materi yang disampaikan berupa SK Rektor,  UU TPKS, peraturan pendis, dan kekerasan dalam pacaran. 

Dalam serangkaian acara, para peserta diberikan wawasan mendalam tentang kekerasan terhadap perempuan sekaligus mendapatkan materi yang menguatkan peran mereka sebagai relawan dan anggota ormawa. Salah satu titik fokus dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap individu yang hadir memahami urgensi peran mereka dalam menangani isu yang kompleks ini.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada relawan agar mereka menjadi agen perubahan yang efektif. Meningkatkan kesadaran relawan tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan. Mendorong relawan untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan sebagai upaya konkrit untuk menyebarkan pesan anti-kekerasan.

Lanjut, Kepala Program Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memberikan penguatan pada relawan PSGA dan Ormawa. 

“Kegiatan ini adalah kombinasi yang luar biasa. Kami tidak hanya memperingati 16 HAKTP, tetapi juga memberdayakan relawan dan ormawa kami dengan pengetahuan yang lebih dalam, mempersiapkan mereka untuk peran yang lebih aktif dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Dr Masriah. (Ara)

PSGA IAIN Cirebon, Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

CIREBON, FC – Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan sosialisasi.

Tunjuannya untuk menggalang kesadaran dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan, Selasa (28/11/2023).

Acara ini diinisiasi sebagai upaya konkret dalam mendorong kampus menjadi lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh anggota civitas akademika.

Dalam acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan karyawan IAIN Cirebon, PSGA menyoroti berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Mulai dari pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga diskriminasi gender di berbagai lapisan masyarakat.

Melalui Sosialisasi dan diskusi interaktif, peserta diharapkan dapat lebih memahami dampak negatif kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mencegahnya.

Kepala PSGA IAIN Cirebon, Masri’ah MAg menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan misi kampus untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung hak asasi manusia.

“Kita perlu bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan mencegah segala bentuk kekerasan terhadap mereka,” ujarnya.

Semua pihak di kampus ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan setiap individu tanpa memandang jenis kelamin,” sambung Masri’ah.

Kegiatan sosialisasi ini diadakan serentak di beberapa fakultas dilingkungan kampus yang di isi oleh pemateri dari kalangan dosen, praktisi serta pemertahari kesetaraan gender yang kompeten di bidangnya.

Selain itu PGSA juga menyediakan layanan konseling bagi mereka yang mungkin memerlukan dukungan lebih lanjut.

PSGA berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal yang positif dalam mewujudkan perubahan budaya di lingkungan kampus, di mana setiap individu dapat hidup tanpa takut dan merasa dihormati.

Pentingnya peran aktif seluruh komponen kampus dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya.

Tujuannya untuk turut serta dalam upaya melibatkan masyarakat akademis dalam pembentukan masyarakat yang lebih adil dan setara. (din)

Transformasi Digital dan Kepembaruan Kelembagaan Menjadi Giat Di Lingkungan IAIN Cirebon

 

CIREBON, FC – Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg secara tegas menyatakan perubahan mendesak terkait digitalisasi perguruan tinggi dan rencana transformasi lembaga menjadi Universitas Islam Negeri Siber  Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) merupakan keniscayaan.

Pernyataan ini disampaikannya saat megikuti kegiatan Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Simposium PTNU), yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (28/11/2023).

“Kick-off simposium ini menjadi momentum penting untuk menyadari bahwa transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan keniscayaan yang harus dijalankan,” ungkap Prof. Aan Jaelani dengan tegas. “Selaras dengan perkembangan zaman, kami di IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber dalam waktu dekat,” jelas Aan.

Prof Aan juga menyoroti urgensi transformasi lembaga pendidikan ke arah digitalisasi. “Digitalisasi tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga merupakan jalan menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kami percaya, dengan transformasi ke Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, kami akan menciptakan lingkungan pendidikan yang relevan dengan era digital ini,” katanya.

Transformasi tersebut, menurut Prof. Aan, akan membawa berbagai perubahan signifikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. “Kami akan mengubah paradigma, menghadirkan infrastruktur terkini, dan meningkatkan kurikulum yang berbasis teknologi. Ini adalah langkah besar dalam menjawab tuntutan zaman,” katanya.

Selain itu, Prof Aan juga menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah langkah strategis yang akan melibatkan seluruh elemen di lingkungan kampus. “Kami memandang ini sebagai komitmen untuk terus berkembang, menjadi bagian dari revolusi pendidikan di era digital ini,” ucap dia.

Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya merupakan visi pribadi rektor, tetapi juga visi bersama bagi seluruh staf, dosen, mahasiswa, dan pihak-pihak terkait di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Langkah ini diharapkan akan membawa perubahan mendasar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (din)

LPM IAIN Cirebon Jalani Kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015

CIREBON, FC – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah bersiap untuk menjalani kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015, sebuah langkah strategis dalam memastikan kualitas layanan dan operasional institusi. Pembukaan kegiatan audit ini dilakukan di ruang rapat Senat Rektorat lantai 2, yang dihadiri oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, dan sejumlah staf serta pihak terkait. Rabu (29/11/2023).

Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan ini, menyatakan, “Kami menghadapi proses audit yang sangat penting ini dengan tekad untuk terus meningkatkan mutu layanan dan proses di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Audit Surveillance ISO 9001:2015 ini akan membantu kami memastikan bahwa sistem manajemen mutu yang diterapkan di institusi kami berjalan sesuai standar yang ditetapkan.” ungkap Ayus.

Audit ini dilakukan berdasarkan Audit Plan CN: 824 100 18114, yang merupakan panduan bagi tim auditor dalam mengkaji sistem manajemen mutu yang berlaku di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. tambahnya.

Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu layanan dan proses di bidang pendidikan tinggi.  demikan upaya yang dilakukan Prof Aan,

“IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui audit ini, kami meneguhkan komitmen tersebut dengan memastikan bahwa setiap aspek operasional di institusi kami berada dalam standar yang tinggi,” tegas Prof Aan.

Audit Surveillance ISO 9001:2015 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon diharapkan akan memberikan evaluasi mendalam terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan yang berkelanjutan, memastikan institusi ini tetap menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan terpercaya. dengan tegas Prof Aan menyampaikan.

“Kami, Agustani Bustami dan Inna Adinova, sebagai auditor yang terlibat dalam kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, senantiasa berkomitmen untuk memberikan evaluasi yang komprehensif dan mendalam terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan. Kami yakin kolaborasi dengan institusi ini akan menghasilkan rekomendasi konstruktif demi peningkatan kualitas layanan dan operasional yang berkelanjutan. (din)

Tingkatkan Kinerja Kepegawaian, IAIN Cirebon Sukses Gelar Sosialisasi SKP

CIREBON, FC – Unit kerja kepegawaian IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah sukses melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan tema “Menggunakan Aplikasi E-Kinerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang Terintegrasi dengan SIASN”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag Wakil Rektor I, didampingi oleh Ir. Hj. Sunarini, M. Kom Kepala Biro AUAK. Sosialisasi berlangsung di Grand Tryas Hotel pada Jum’at, (01/11/2023) dan dihadiri oleh para unsur Pimpinan mulai dari para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Wakil Dekan, Dosen serta perwakilan kabag, kasubbag, pejabat fungsional dan pelaksana di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan sistem pengukuran kinerja pegawai, Lia Roslina, S.Sos, MAP, Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian Kantor Regional III BKN Bandung, menjadi narasumber utama yang menyampaikan materi. 

Dalam sesi tersebut, beliau mengulas secara mendalam mengenai penggunaan aplikasi E-Kinerja yang diselaraskan dengan sistem SIASN Badan Kepegawaian Negara, memberikan wawasan yang penting bagi para peserta.

Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag, Wakil Rektor I, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam administrasi kepegawaian guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Ir. Hj. Sunarini, M. Kom, Kepala Biro AUAK, menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh staf IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam menyusun dan mengelola SKP dengan lebih terstruktur dan efektif.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan bahwa penggunaan aplikasi E-Kinerja yang terintegrasi dengan SIASN BKN dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan kinerja pegawai, sehingga tercipta produktivitas yang lebih baik di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.” tegas Sunarini. (din)

Selalu Raih Prestasi, IAIN Cirebon Meraih Nama Baik Di Dunia Olah Raga

CIREBON, FC – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet taekwondo muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Syahlaa Alya Zain. Atlet muda ini berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) I di UIN Kiai Achmad Siddiq Jember Jawa Timur. Sabtu, 04 November 2023 lalu.

Syahlaa Alya Zain, mahasiswi semester 5 Prodi KPI FDKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ini menyabet medali perak Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual Putri yang dipertandingkan.

Syahlaa berhasil memenangkan pertandingan dengan penilaian accuracy 3.050, presentation 4.616, dan total score 7.666. Nilainya beda tipis dengan atlet taekwondo asal UIN Jember yakni tuan rumah Porsi Jawara I, accuracy 3.050, presentation 4.699, dan total score 7.749.

Poomsae adalah serangkaian gerakan atau pola yang dilakukan dalam taekwondo dengan tujuan mengembangkan keterampilan teknis dan kekuatan fisik. Kategori Freestyle Poomsae memungkinkan peserta untuk mengekspresikan gerakan-gerakan tersebut dengan gaya pribadi, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen inti dari poomsae tersebut.

Dengan senyum Bahagia Warek III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, menyatakan, prestasi cabang olahraga Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual putri yang meraih mendali perak dalam Porsi Jawara I, adalah sebuah prestasi dan kebanggan bagi kita semuanya. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang atlet-atlet muda IAIN Cirebon.

Pihaknya berharap prestasi yang di torehkan Syahlaa Alya Zain ini, akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon lainnya, dan tentunya kemampuan Syahlaa akan terus di asah dan kami dorong untuk terus berprestasi di berbagai evant lainnya.

“Kami berterima kasih kepada pelatih Syahlaa dan tim akademik yang telah berkontribusi dalam meraih kesuksesan ini”. pungkas Prof Hajam. (din)