Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 Desember 2023

PSGA IAIN Cirebon Menggelar Acara Panggung Perempuan

FOKUS CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara panggung Perempuan dalam rangka penutupan acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang  dilaksanakan di ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi dan tamu undangan yang lainnya, hal ini menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Anti  Kekerasan Seksual.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghentikan kekerasan terhadap perempuan, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka terkait isu ini. Dalam acara ini, berbagai kegiatan dan pertunjukan telah diselenggarakan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,"  ungkapnya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang berarti dalam perjuangan melawan kekerasan.“Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Masriah.

Lalu, Alifatul Arifiah dari fahmina institute selaku ketua Jaringan Cirebon ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. 

"Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan penangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif," ulasnya. 

Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. 

"Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual," jelasnya. Dr Faqihuddin.

Sementara itu juga, Prof Dr Hajam, M.Ag selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. 

Dalam momen ini, pihaknya tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," ujar Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. 

Imelda Triadhari selaku ketua relawan pusat studi gender dan anak mengungkapkan rasa bangga dan haru atas peresmian Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual "Nyimas Gandasari". 

"Inisiatif ini merupakan bukti nyata komitmen kita untuk memberikan perlindungan,dukungan dan akses kepada korban kekerasan seksual," ungkapnya.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan kamu yakin Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) beserta seluruh elemen kampus telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan adil. 

Namun perjuangan ini belumlah berakhir,kita masih harus terus bergerak maju, menjaga semangat kolaborasi, dan menjalankan komitmen nyata  untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.

Khoerul Anwar selaku ketua pelaksana mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, juga ucapan terima kasih kepada PSGA yang telah peduli dan berani mengadakan kegiatan ini secara meriah di kampus kita, IAIN Cirebon. 

"Diucapkan pula rasa terima kasih kepada jaringan kemanusiaan Cirebon yang telah membantu kami dalam mewujudkan kampus yang tanggap terhadap kekerasan seksual. Dan kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mewujudkan acara yang sangat spektakuler ini," tuturnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan. (Ara)

Mahasiswa IAIN Cirebon, Aditya Ramadhan Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

CIREBON, FC - Prestasi gemilang kembali diukir oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Kompetisi Esai Nasional yang diadakan oleh Sociophoria Himpunan Mahasiswa Sosiologi Agama secara daring, telah menjadi ajang kemenangan bagi Aditya Ramadhan, mahasiswa semester 3 jurusan Hukum Ekonomi Syariah, yang berhasil meraih Juara 2 dengan esai berjudul “Epidemi Kesepian: Menyusuri Komodifikasi Hubungan Manusia dibawah Kapitalisme”.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 37 peserta dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ternama di Indonesia, termasuk UI, UNBRAW, UNPAD, UGM, IPB, ITB, UNJ, UNHAS, UNP, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mataram, Aditya mampu menyuguhkan esai yang menggugah dan kritis tentang realitas sosial yang relevan.

“Dalam penyusunan karya ilmiah yang saya lakukan dalam bentuk esai tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari para Dosen, khususnya kakak tingkat saya di kampus. Kepada semua mahasiswa, saya berharap agar memahami teks, meresapi konteks, Ketika akan menuangkannya dalam suatu tulisan,” ungkap Aditya Ramadhan, yang lahir pada 21 November 2003 di Sukabumi.

Prestasi Aditya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak kampus. Dr. H. Edy Setiawan, Lc, Dekan Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Aditya. “Prestasi ini menunjukkan dedikasi serta keuletan mahasiswa dalam meneliti isu-isu yang mendalam dan relevan dengan zaman,” tutur Dr. H. Edy Setiawan.

Ahmad Shodikin, M.H.I, Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, juga turut menyampaikan perasaan bangganya atas capaian gemilang yang berhasil diraih oleh salah satu mahasiswa dari jurusannya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Aditya Ramadhan, semoga prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan,” ucap Ahmad Shodikin.

Keberhasilan Aditya Ramadhan dalam meraih Juara 2 dalam kompetisi esai nasional ini tak hanya mengangkat nama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga menunjukkan kualitas dan dedikasi mahasiswa dalam menyuarakan pemikiran kritis melalui karya ilmiah. (din)

Selasa, 12 Desember 2023

Bupati Cirebon : HUT Ke 24 DPW Kabupaten Cirebon Diharap Akan Berkembang dan Menjadi Organisasi Kemasyarakatan Yang Handal dan Dekat Dengan Masyarakat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara Peringatan HUT ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon tahun 2023 di Gedung Graha Cakrabuana BKPSDM Kabupaten Cirebon, Selasa (12/12/2023).

Imron mengatakan, HUT ke-24 tahun ini, DWP akan berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang handal dan senantiasa dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, sudah selayaknya para ibu-ibu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Cirebon merasa gembira dan bahagia.

"Kita berupaya untuk menyegarkan suasana fikir dan rencana kerja yang obyektif. Sehingga, selama satu tahun ke depan, ayunan langkah kita akan mengarah kepada satu tujuan, yaitu bagaimana memberikan pelayanan yang makin baik kepada seluruh masyarakat," ujar Imron.

Imron menyebut, peran ibu-ibu dalam naungan Dharma Wanita Persatuan sangatlah penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

Oleh karena itu, lanjut Imron, pemerintah daerah akan memberikan dukungan terhadap program-program DWP, sehingga dapat membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan visi daerah.

"Dharma Wanita Persatuan sebagai salah satu organisasi masyarakat perempuan terbesar di Indonesia, yang menghimpun para isteri Aparatur Sipil Negara," jelas Imron.

"Tentunya, dapat berperan aktif dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional dengan visi dan misi yang dimiliki organisasinya," imbuhnya.

Imron berharap, DWP Kabupaten Cirebon menjadi wadah bagi kaum perempuan dalam bermitra dengan pemerintah daerah, agar dapat semakin berperan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Cirebon.

"Keberadaan DWP diharapkan, dapat memberikan kontribusi positif membentuk keluarga-keluarga yang mempunyai ketahanan yang baik. Serta ketahanan keluarga akan membentuk ketahanan masyarakat yang kemudian membentuk ketahanan nasional," ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Cirebon, Ella Komala Sari Hilmy Riva'i mengatakan, perempuan mempunyai andil besar dalam pembangunan berkelanjutan. 

Seperti halnya pendidikan dalam keluarga harus menempatkan perempuan, karena pendidikan modal utama dalam pembangunan berkelanjutan.

"Perempuan mempunyai andil besar dalam proses perwujudannya pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, sebagai garda terpenting pembangunan berkelanjutan, sudah saatnya kita sebagai perempuan untuk bergerak," katanya.

Penasehat DWP Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini Imron menyebut, dengan adanya peringatan HUT ke-24 DWP ini, semua mendapatkan wawasan yang lebih terarah sesuai tujuan prgram-program DWP itu sendiri.

"Saya ucapkan terimakasih kepada pengurus DWP Kabupaten Cirebon, yang sudah menjalankan program-program, seperti pendidikan, ekonomi dan sosial dengan baik, serta mampu membuat suasana keluarga yang aman, nyaman dan bahagia," ucapnya. (din)

Unit Kepegawaian IAIN Cirebon Selaraskan Kualifikasi dan Kompetensi Jabatan Funsional

CIREBON, FC – Unit Kepegawaian IAIN Syekh Nurjati Cirebon memasuki tahap krusial dalam menyelaraskan kualifikasi dan kompetensi jabatan fungsional APBN dengan melaksanakan Uji Kompetensi (UKOM) pada tanggal 11 dan 14 Desember 2023. 

Dra. Siti Yayah Nurhidayah, M.Si., Analis Kepegawaian Ahli Muda, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari Seleksi Perpindahan dari Jabatan Lain ke Jabatan Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APK APBN) serta Jabatan Fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PK APBN) tahun 2023. Senin, (11/12/2023).

Menurut Dra. Siti Yayah, proses verifikasi telah diselesaikan dengan menetapkan sejumlah 5.325 peserta untuk mengikuti Uji Kompetensi Teknis dan/atau Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Dari hasil verifikasi tersebut, 51 peserta telah memenuhi kualifikasi teknis dan manajerial yang diperlukan.

Pelaksanaan uji kompetensi ini direncanakan pada tanggal 11 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Teknis dan pada tanggal 14 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui tautan https://cat.kemenkeu.go.id, memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari kantor atau unit kerja masing-masing.

“Proses ini mengacu pada Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) Fungsional di Bidang Perbendaharaan Negara yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2023,” jelas Dra. Siti Yayah.

Pimpinan Unit Kerja diharapkan untuk menugaskan peserta dan petugas kepegawaian sebagai pengawas pelaksanaan Uji Kompetensi di unit kerja masing-masing guna memastikan kelancaran proses tersebut. Dalam rangka memastikan keselarasan, peserta diwajibkan melakukan uji coba ujian pada tanggal 7 Desember 2023.

Dra. Siti Yayah menegaskan bahwa keputusan terkait Uji Kompetensi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Bagi calon peserta yang tidak tercantum dalam daftar saat ini, diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pada periode berikutnya. Kegiatan ukom dilaksanakan di Gedung Siber lantai 2. Sementara untuk peserta uji kompetensi  dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, untuk Jabatan Fungsional APBN sebanyak 8 orang, dan ini daftar lengkap peserta ukom. Untuk hari Senin, 11 Desember 2023 yakni, Mahmudin, S.E., Firman Agung, S.E., Lies Zakiyah, S.E., Siti Azizah, S.E., Sohibul Wafa Atoillah, S.H.I., sementara untuk hari Kamis, 14 Desember 2023 adalah,  Pagi, S.E., Tatang Permana, S.E., M.M., Faidatun Nashihah, S.E.I. Semoga mereka semua sukses dan berhasil dalam melaksanakan ujian mereka. ungkapnya

Untuk informasi lebih lanjut terkait proses pendaftaran, tersedia layanan call center HAI Kemenkeu dengan nomor 14090, e-mail, atau tiket melalui hai.kemenkeu.go.id.

Kegiatan Uji Kompetensi ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang keuangan negara serta menjamin profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan tuntutan kebutuhan jabatan fungsional. (din)

IAIN Syekh Nurjati Bersama Pemkot Cirebon Mendatangani Deklarasi

CIREBON, FC -Prof Dr Hajam, M.Ag.,, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari unsur pimpinan IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon menandatangani bersama Deklarasi. Kegiatan tersebut digawangi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menggelar kegiatan  bertajuk “Panggung Perempuan”.

Kegiatan ini dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara yang dihadiri oleh ratusan undangan dari berbagai pihak ini juga menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual. Gedung ICC, Selasa, (12/12/2023).

Dr. Masriah, M.Ag Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan sambutan dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. “Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya dari lingkungan akademis, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota, lembaga sosial, dan aktivis perempuan. “Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” tambah Masriah.

Alifatul Arifiyah Ketua Jaringan Cirebon dari Fahmina dikegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara Ketua Jaringan Cirebon Alifatul Arifiah dari fahmina, ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

“Kami di Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan peangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA Kepala LPPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan Statemen dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif. Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual.l,” ungkap Dr Faqihuddin.

Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sambutan sekalogus membuka secara resmi kegiatan “Panggung Perempuan”

Di sisi lain, Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. tegas Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Prof Dr Hajam, M.Ag., Dr Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon, menandatangani  bersama “Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi ” 

“Dalam momen ini, kami tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi. Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual. tandas Prof Hajam.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan.

“Semoga kehadiran unit ini tidak hanya menjadi titik awal, tetapi juga menjadi tonggak dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan akademis. Dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak sangatlah penting dalam memastikan keberhasilan dan efektivitas dari langkah-langkah ini.” pungkasnya. (din)

Senin, 11 Desember 2023

Rektor IAIN Cirebon Pimpin Langsung Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggara. (RBA) Tahun 1023

CIREBON, FC -IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara penting dalam upaya mereka untuk merajut rencana strategis ke depan. Prof Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, Rektor IAIN, memimpin langsung kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahun 2023. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memastikan langkah keuangan yang tepat guna dan terarah bagi lembaga yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU (Badan Layanan Umum).

Didampingi oleh Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, Prof. Aan Jaelani memusatkan perhatian pada pemenuhan data kinerja bisnis tahun 2023 di semua unit di kampus tersebut. Diskusi mengenai RBA menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pentingnya wawasan bisnis yang komprehensif, terperinci, dan terukur.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dan proyeksi, tetapi bagaimana angka tersebut merefleksikan pertumbuhan dan pencapaian yang sesungguhnya,” jelas Prof. Aan Jaelani dalam sesi sosialisasi.

RBA di IAIN Cirebon mengadopsi pendekatan yang sangat terperinci, mencakup indikator kinerja utama yang telah ditetapkan. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari persentase tingkat pekerjaan & wirausaha bagi alumni, pengakuan atas kinerja keilmuan dan karya ilmiah dosen, hingga pencapaian prestasi mahasiswa.

“Sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih responsif, yang mencerminkan visi dan misi institusi serta tuntutan dunia bisnis saat ini,” tambah Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag.

Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 3 rektorat, memperlihatkan komitmen IAIN Cirebon dalam menggalang sinergi antarunit dan memastikan bahwa RBA yang disusun bukan hanya dokumen formal, tetapi juga panduan yang hidup dan berkelanjutan dalam perjalanan pertumbuhan lembaga ke depan. (din)

Rektor IAIN Cirebon Bertekad Menggerakan Inovasi dan Meningkatkan Layanan Digit dan BLU

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD).  Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, mengungkapkan tekadnya dalam menggerakkan inovasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada peningkatan layanan digital dan optimalisasi masukan bisnis Badan Layanan Umum (BLU). Dalam pernyataannya, beliau menjelaskan maksud, tujuan, target, dan harapannya terhadap FGD tersebut.

“Maksud dari FGD ini adalah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat aspek digitalisasi layanan dan strategi pengembangan bisnis BLU,” ungkap Prof. Aan Jaelani.

Rektor menegaskan bahwa tujuan utama dari FGD adalah untuk menciptakan terobosan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman. “Kami bertekad agar FGD ini menjadi wadah untuk menciptakan gagasan-gagasan brilian yang dapat menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berbasis teknologi, serta untuk merumuskan langkah strategis dalam optimalisasi peran BLU,” tambahnya.

Dalam hal target, Rektor berharap FGD akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam terkait kebutuhan akan transformasi digital dalam layanan publik. “Kami ingin para peserta dapat mengidentifikasi solusi-solusi konkret dan langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan layanan publik di era digital ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani menyampaikan harapannya agar FGD ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi pemicu aksi nyata. “Saya berharap dari FGD ini lahir strategi-strategi yang dapat diimplementasikan secara bertahap untuk merubah paradigma layanan publik dan optimalisasi model bisnis BLU di masa mendatang,” tandasnya dengan optimisme.

Diharapkan dengan semangat inovasi yang digelorakan oleh Rektor, FGD ini akan menjadi tonggak awal menuju transformasi yang signifikan dalam layanan publik dan bisnis BLU, serta memperkuat kontribusi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan masyarakat. (din)