Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 14 Maret 2024

Lewat Ramadhan Menyapa, IAIN Cirebon Gelorakan Semangat Kebersamaan dan Pengetahuan Keislaman Ke Masyarakat

CIREBON, FC - Kegiatan “Ramadhan Menyapa” terus menggelorakan semangat kebersamaan dan pengetahuan keislaman di tengah masyarakat. Pada hari ketiga ini, Kamis, 14 Maret 2024, LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan Radar Cirebon Televisi (RCTV) untuk menghadirkan sebuah acara yang tak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan wawasan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kamis, (14/03/2024).

Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Ramadhan Menjaga Kesehatan Tubuh dan Jiwa”, sebuah topik yang relevan dan penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Acara ini disiarkan langsung dari Studio RCTV mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dan dipandu oleh Amelia Dwi Handayani, M.I.Kom., yang memastikan segala informasi disampaikan secara jelas dan menginspirasi.

Dua narasumber ahli yang dihadirkan dalam acara ini adalah Prof Dr H Dedi Djubaedi, M.Ag., dan Dr Azmi Azhari, S.Si., M.Si. Keduanya akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam menjaga kesehatan tubuh dan jiwa selama bulan suci Ramadhan.

Prof Dr H Dedi Djubaedi, M.Ag., dikenal sebagai pakar dalam bidang keislaman dan spiritualitas. Dalam diskusi ini, beliau akan membahas bagaimana menjaga kesehatan jiwa melalui aspek spiritualitas dan ibadah selama Ramadhan. Sementara itu, Dr Azmi Azhari, S.Si., M.Si., seorang ahli kesehatan, akan memberikan pandangan tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik selama berpuasa, serta memberikan tips dan saran praktis bagi umat Islam.

“Ramadhan Menyapa” bukan hanya sekadar program dakwah keislaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan inspirasi bagi masyarakat. Setiap harinya, topik yang diangkat akan beragam, memberikan peluang bagi pemirsa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang Islam serta memperkaya pengalaman spiritual mereka.

Bagi yang ingin mengikuti acara “Ramadhan Menyapa”, Anda dapat menyaksikannya secara langsung di RCTV setiap hari selama bulan Ramadhan. Mari bergabung dalam memperkuat ikatan kebersamaan dan keimanan di bulan penuh berkah ini. (Anin)

Dhama Wanita IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Kajian Ramadhan 1445 H

CIREBON, FC - Dharma Wanita Persatuan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dengan tema Meraih Berkah Ramadhan dengan Mewujudkan Kepedulian dan Tholabul Ilmi bertempat di aula gedung rektorat lantai 3. 

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. H. Jaja Suteja, M. Pd (Kajur BKI FDKI  IAN Syekh Nurjati Cirebon), Dr. Hj. Nurlaela Suteja, M.Pd (Ketua Pelaksana), Hj. Khusnul Khotimah Aan Jaelani, S.Ag., (Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN CIrebon). Kamis (14-03-24)

Dr. Hj. Nurlaela Suteja, M.Pd (Ketua Pelaksana) menyampaikan sambutannya pada kegiatan Kajian Ramadhan dengan tema Meraih Berkah Ramadhan dengan Mewujudkan Kepedulian dan Tholabul Ilmi bertempat di aula gedung rektorat lantai 3

Dr. Hj. Nurlaela Suteja, M.Pd (Ketua Pelaksana) menyampaikan sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dharma Wanita, Kajian Ramadhan hari pertama menghadirkan Dr. H. Jaja Suteja, M. Pd,.

Dr. Jaja Suteja, dalam paparannya menyampaikan betapa pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan moderasi beragama sudah diimplementasikan oleh Rasulullah Muhammad SAW dengan adanya Perjanjian Piagam Madinah. Ada 9 kata kunci penting dalam implementasi moderasi beragama yaitu memupuk nilai-nilai Kemanusiaan, Kemaslahatan Umum, Keadilan, Keseimbangan hidup, Taat Konstitusi, Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan dan Penghormatan kepada Tradisi.

Selanjutnya Dharma Wanita akan melaksanakan kegiatan bhakti sosial  dan juga santunan sekaligus penutupan yang rencana akan dilaksanakan di minggu terakhir bulan ramadhan kepada tenaga honorer, tenaga satpam, tenaga cs, yatim piatu dan jompo di lingkungan iain cirebon. Dari bidang bansos telah menyelenggarakan santunan kepada korban bencana banjir bandang di Cirebon yang mena merupakan kepedulian dharma wanita kepada sesama.

Hj. Khusnul Khotimah Aan Jaelani, S.Ag., (Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN Cirebon) menyampaikan sambutannya pada kegiatan Kajian Ramadhan dengan tema Meraih Berkah Ramadhan dengan Mewujudkan Kepedulian dan Tholabul Ilmi bertempat di aula gedung rektorat lantai 3

Hj. Khusnul Khotimah Aan Jaelani, S.Ag., (Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN Cirebon) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Dharma Wanita Persatuan serta ajaran islam dan pelaksanaannya. 

Berharap agar para anggota Dharma Wanita Persatuan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang ajaran islam dan bisa mengamalkannya. (Ara)

Selasa, 12 Maret 2024

Kajur PIAUD STAI Kuningan Bantu Para Orang Tua Dengan Gagasan 'Smart Parenting di Era Society 5.0'


CIREBON, FC - Para orang tua atau calon orang tua diharapkan bisa mampu merancang pola asuh yang baik, sesuai dengan perkembangan zaman.  Hal itu dikatakan Ketua Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU), Mar'atus Salamah, S.Pd., M.Pd dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh STAIKU. Adapun tema webinar yang diselenggarakan yakni 'Smart Parenting di Era Society 5.0'. 

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 300 peserta. Mar'atus Salamah mengatakan, tema Smart Parenting Di Era Society 5.0 ini di pilih untuk membantu para orang tua atau calon orang tua agar mereka mampu merancang pola asuh yang baik sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pola asuh yang baik tentunya dilihat dari bagaimana orang tua mampu memahami apa yang anak butuhkan, bukan hanya melihat apa yang orang tua inginkan. Ia mengatakan, pola asuh yang baik tentunya pola asuh yang di rancang sesuai dengan kebutuhan anak.  

"Seringkali orang tua memberikan pengasuh kepada anak- anaknya dengan berlandaskan apa yang menurut mereka terbaik, bukan kepada apa yang anak mereka butuhkan. Sebab yang di anggap baik menurut orang tua belum tentu itu yang di butuhkan oleh anaknya," katanya. 

Ia menambahkan, faktor pola asuh turun temurun yang orang tua dapatkan dari orang tuanya dulu menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola asuh seperti apa yang akan mereka terapkan ke anak- anak mereka. 

Ia mencontohkan pola asuh otoriter, biasanya menjadi pola asuh yang sering kali digunakan oleh orang tua yang dulunya juga mendapat pengasuh yang sama oleh orang tuanya.

"Kebutuhan di sini tentunya berbeda dengan keinginan. Umum sesuatu yang anak utarakan kepada orang tuanya adalah sesuatu yang mereka inginkan bukan mereka butuhkan," katanya.  

Misalnya saja, ketika anak menginginkan memiliki handphone baru, padahal jika dilihat handphone yang sekarang anak gunakan itu masih layak untuk dipakai, sedangkan yang saat ini anak butuhkan adalah mengikuti les atau private untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya.

"Tentunya orang tua yang bijak akan lebih mementingkan kebutuhan anak, bukan keinginan anak," ucapnya.  

Ia juga mengatakan, orang tua yang sering kali memanjakan anaknya adalah mereka yang menerapkan pola asuh permissive indulgent. Dan menurutnya, tentunya pola asuh ini memberikan efek yang kurang baik untuk tumbuh kembang anaknya di masa depan. 

Sementara itu, Ketua STAI Kuningan bapak Dedy Setiawan, ME menyatakan, bahwa terkait dengan alasan mengapa kegiatan webinar kemarin diadakan, alasanya adalah sebagai salah satu program kerjasama yang diselenggarakan bersama Beritrust. 

Kegiatan ini adalah sebagai bentuk implementasi dari adanya MoU dalam bidang webinar nasional dengan mengangkat tema atau isu-isu yang sedang hangat di Indonesia. Salah satunya adalah smart parenting di era Society 5.0 dengan menggandeng dosen-dosen yang memang ahli di bidangnya. 

"Salah satunya adalah ibu Mar'atus Salamah, M.Pd. Beliau merupakan ketua program studi PIAUD STAI Kuningan yang sangat konsen dalam pendidikan anak usia dini," tuturnya.(Nur)

Memasuki bulan suci Ramadhan, CNN Indonesia merayakan momen ini dengan melakukan liputan khusus yang menggali jejak sejarah Islam di Indonesia. Salah satu situs yang menjadi fokus utama adalah Mesjid Merah Panjunan di Cirebon, Jawa Barat. Selasa, (12/03/2024).

Reporter CNN Indonesia tidak hanya mendatangi langsung lokasi situs bersejarah tersebut, namun juga melakukan wawancara mendalam dengan pakar Sejarah Peradaban Islam dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof H. Didin Nurul Rosidin, MA, Ph.D., seorang guru besar sejarah peradaban Islam dan alumni Universitas Leiden Belanda.

Dalam paparannya, Prof. Didin mengungkap sejarah berdirinya Mesjid Merah Panjunan pada tahun 1480 M. Pendiri mesjid ini adalah Syekh Abdurrahman, yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Panjunan. Prof. Didin memberikan insight mengenai aspek historis Mesjid Merah Panjunan, serta merinci keunikan situs yang telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.

Reporter CNN Indonesia menyoroti berbagai aspek unik mesjid ini, termasuk konsep warna “merah” yang menjadi ciri khas bangunan dan bahan dasar pembangunan. Ornamen dan gaya arsitektur khas Mesjid Merah Panjunan juga dijelaskan dalam wawancara tersebut, membuka pemahaman lebih luas tentang keindahan dan keistimewaan situs bersejarah ini.

Wawancara ditutup dengan pembahasan mengenai peran penting Pangeran Panjunan dan mesjidnya dalam konteks penyebaran Islam di wilayah Cirebon. 

Prof. Didin membahas pula peran Pangeran Panjunan dalam pengembangan ekonomi masyarakat pada masa itu, serta hubungannya yang erat dengan penguasa Cirebon saat itu, Susuhunan Jati atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati, yang juga merupakan adik ipar dari Pangeran Panjunan. Ringkasnya, Pangeran Panjunan berikut mesjidnya memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan Islam dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Cirebon.

Liputan khusus ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam terkait sejarah Mesjid Merah Panjunan, tetapi juga memberikan penghormatan kepada warisan budaya dan peradaban Islam di Indonesia, menjadikan Ramadhan tahun ini lebih berkesan dan bermakna baik bagi pemirsa CNN Indonesia maupun sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.).

Reporter CNN Indonesia tidak hanya mendatangi langsung lokasi situs bersejarah tersebut, namun juga melakukan wawancara mendalam dengan pakar Sejarah Peradaban Islam dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof H. Didin Nurul Rosidin, MA, Ph.D., seorang guru besar sejarah peradaban Islam dan alumni Universitas Leiden Belanda.

Dalam paparannya, Prof. Didin mengungkap sejarah berdirinya Mesjid Merah Panjunan pada tahun 1480 M. Pendiri mesjid ini adalah Syekh Abdurrahman, yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Panjunan. Prof. Didin memberikan insight mengenai aspek historis Mesjid Merah Panjunan, serta merinci keunikan situs yang telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.

Reporter CNN Indonesia menyoroti berbagai aspek unik mesjid ini, termasuk konsep warna “merah” yang menjadi ciri khas bangunan dan bahan dasar pembangunan. Ornamen dan gaya arsitektur khas Mesjid Merah Panjunan juga dijelaskan dalam wawancara tersebut, membuka pemahaman lebih luas tentang keindahan dan keistimewaan situs bersejarah ini.

Wawancara ditutup dengan pembahasan mengenai peran penting Pangeran Panjunan dan mesjidnya dalam konteks penyebaran Islam di wilayah Cirebon. 

Prof. Didin membahas pula peran Pangeran Panjunan dalam pengembangan ekonomi masyarakat pada masa itu, serta hubungannya yang erat dengan penguasa Cirebon saat itu, Susuhunan Jati atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. 

Sunan Gunung Jati, yang juga merupakan adik ipar dari Pangeran Panjunan. Ringkasnya, Pangeran Panjunan berikut mesjidnya memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan Islam dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Cirebon.

Liputan khusus ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam terkait sejarah Mesjid Merah Panjunan, tetapi juga memberikan penghormatan kepada warisan budaya dan peradaban Islam di Indonesia, menjadikan Ramadhan tahun ini lebih berkesan dan bermakna baik bagi pemirsa CNN Indonesia maupun sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.(din)

Sabtu, 09 Maret 2024

Fakultas Ushuludin dan Adab IAIN Cirebon Lanjutkan Repar Kerja Pimpinan Atasi Aspek Kritis Perkembangan Fakultas

CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Cirebon melanjutkan hari kedua Rapat Kerja Pimpinan dengan tema “Mewujudkan Moderasi Beragama, Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Peningkatan Kualitas Jurnal.

Rapat Kerja Pimpinan yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Maret 2024,  Wakhid Nashruddin, M.Pd., Ph.D., Andri Aziz Putra, M.Phil., Erfan Gazali, M.Si., dan Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., yang memimpin berbagai komisi untuk mengatasi aspek-aspek kritis perkembangan fakultas.

Komisi I: Fokus pada Moderasi dan Peningkatan Kurikulum Komisi I, yang dipimpin oleh Wakhid Nashruddin, membahas topik terkait rerata mata kuliah Moderasi Beragama dan pengembangan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Rekomendasi utama termasuk penggabungan kata kunci terkait moderasi ke dalam kurikulum dan persiapan untuk akreditasi. Komisi ini juga mengusulkan penyelenggaraan Konferensi Mahasiswa FUA.

Komisi II: Mendorong Internasionalisasi Andri Aziz Putra, yang memimpin Komisi II, fokus pada upaya internasionalisasi fakultas. Rekomendasi mencakup penyesuaian rencana pembelajaran untuk mahasiswa internasional, pembaruan penelitian tentang isu global, dan perjalinan kerja sama internasional melalui MoU dengan lembaga internasional.

Komisi III: Peningkatan Akreditasi Jurnal Erfan Gazali, yang memimpin Komisi III, mengatasi isu terkait pengembangan akreditasi jurnal. Komisi merekomendasikan peningkatan komunikasi dengan lembaga terkait, memastikan stabilitas sistem OJS 3, dan mempertimbangkan pendirian ruang rapat khusus untuk jurnal FUA.

Komisi IV: Mendorong Digitalisasi Layanan Akademik Dr. Anwar Sanusi, yang memimpin Komisi IV, membahas digitalisasi layanan akademik dan kemahasiswaan. Usulan mencakup implementasi tanda tangan digital, proses otomatis pembuatan surat, dan penciptaan rekam digital untuk pencapaian akademis.

Dalam sidang pleno komisi pada kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (rakerpim) tahun 2024, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., menegaskan tekad fakultasnya untuk mewujudkan visi “Unggul dan Mendunia.” Beliau menyampaikan keyakinan bahwa pencapaian visi tersebut dapat terwujud dengan dukungan serta kualitas sivitas akademika FUA.

Dr Anwar Sanusi menggarisbawahi pentingnya kualitas sumber daya manusia di FUA sebagai fondasi utama dalam mewujudkan visi Unggul dan Mendunia. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan, “Visi Unggul dan Mendunia bukanlah sekadar slogan, tetapi sebuah komitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi pada tingkat internasional.”

Dekan FUA juga menyoroti peran penting seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, mahasiswa, dan staf administratif, dalam mendukung terlaksananya rekomendasi dan langkah-langkah strategis yang dihasilkan dari rakerpim. Ia menyatakan bahwa kolaborasi yang solid dan sinergi di antara semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan bersama.

“Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi dari seluruh civitas akademika FUA, kita dapat bersama-sama mewujudkan visi Unggul dan Mendunia ini,” tegas Dr. Anwar Sanusi.

Pernyataan ini mencerminkan komitmen penuh Dekan FUA dalam membawa fakultasnya menuju prestasi unggul di tingkat nasional dan internasional. Dengan dukungan dari seluruh elemen di lingkungan akademik, Fakultas Ushuluddin dan Adab berharap dapat menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya meraih prestasi tinggi tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Hasil dari diskusi masing-masing komisi akan memberikan sumbangan pada peta strategis Fakultas Ushuluddin dan Adab. Rekomendasi ini akan membimbing perencanaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Perkin Dekan FUA, mencerminkan visi kepemimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pendekatan proaktif yang diambil selama rapat pimpinan ini menunjukkan komitmen Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Cirebon untuk merangkul modernisasi, keterlibatan global, dan perbaikan berkelanjutan dalam mencapai keunggulan. (Ara)

Luapkan Kegembiraan, Warga RW 08 Cluster Manara Sambut Ramadhan dengan Pawai Obor

Warga RW 08, Cluster Manara, Desa Sindangjawa pada acara pawai obor dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1445 H.



KAB.CIREBON - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah tahun 2024, warga  menggelar kegiatan Pawai Obor di ruas jalan utama RW 08, Cluster Manara, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Sabtu malam (9/3/2024).

Hadir masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua menyambut gembira kedatangan bulan suci ramadhan 2024. 

Pantauan fokuscirebon.com, para peserta berjalan kaki dari pintu gerbang Cluster Manara menuju bundaran Montong masuk ke permukiman Cluster Safina, dilanjut ke Cluster Cordelia dan kembali ke jalan utama Cluster Manara. 

Pelaksana Pawai Obor Ustadz Nurudin, S.Ag mengatakan, peserta Pawai Obor terdiri dari warga RT 04, RT. 05, RT 06 dan RT 07 Cluster Manara. 

"Kegiatan pawai obor ini merupakan kegiatan kali pertama di perumahan Cluster Manara RW 08. Kegiatan ini untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan, juga sekaligus membangun ukhuwah dan silaturrahmi akbar di antara warga RW 08 Manara," tuturnya.

Selama berlangsungnya kegiatan, tampak api obor menerangi sekeliling jalan di ruas jalan yang menjadi route kegiatan pawai obor .

Para anak-anak yang juga ikut menjadi peserta, terlihat senang selama mengikuti Pawai Obor berlangsung.

"Senang lah, soalnya baru pertama kali saya ikut, ada juga kawan-kawan lain, jadi seru, kata Afiqa, warga setempat sambil mengangkat api obor.

Tak hanya itu, tampak antusias warga juga terlihat saat melantunkan sholawat yang diiringi satu unit kendaraan yang difasilitasi soundsystem, menjadikan tradisi tahunan umat muslim tersebut nampak meriah.

Warga lainnya yang ikut Pawai Obor mengaku merasa senang dan bersyukur di RW 08 Cluster Manara dilaksanakan Pawai Obor untuk menyambut bulan Ramadhan.

Dirinya berharap kegiatan tersebut akan terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya.

"Pasti senang, malam minggu ini bisa diisi dengan kegiatan Pawai Obor. Warganya guyub lagi, jadi meriah kelihatannya. Bersyukur masyarakat masih melanjutkan tradisi ini. Kalau bisa ada terus di tahun-tahun selanjutnya," harapnya.

Kemeriahan juga terlihat saat spanduk dibentangkan oleh ibu-ibu RW 08 Manara disertai dengan api obor, dan diiringi suara genjring yang dimainkan oleh ustadz Ilham Bin Ali bersama warga Manara lainnya sepanjang jalan dengan pawai obor.

"Kemeriahan pawai obor ini, berkat inisiatif bersama yang dikemas dengan tali kerjasama antar warga yang guyub dan rukun. Bahkan satu sama lain  bergembira, terutama dalam mendukung setiap kebaikan dan kemajuan untuk Cluster Manara," ucap warga Manara lainnya.

Di akhir acara, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Ismail Marzuki. (Aliyah)

Jumat, 08 Maret 2024

Stop 'Bullying' di Sekolah, Bupati Imron Karena Ini Sangat Berbahaya

KABUPATEN CIREBON - Akhir-akhir ini kasus perundungan (bullying) di Kabupaten Cirebon kembali terjadi. Bahkan belum lama ini, beredar video perundungan yang ditenggarai korbannya merupakan anak SD di wilayah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menyesalkan kejadian tersebut. Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut, langsung memberikan arahan kepada siswa-siswi di SMAN 1 Sumber, terkait bahaya perundungan.

Bahkan pada acara yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon dengan tema ” Stop Bullying: Membangun Generasi yang Berbudaya Positif” menggandeng DPPKBP3A Kabupaten Cirebon.

Menurut Bupati Imron, perlu sekali adanya pemahaman kepada anak didik terkait bahaya perundungan. Pasalnya, ada efek negatif ketika kasus tersebut dibiarkan.

“Perundungan (bullying) ini dapat menyebabkan gangguan emosional dan mental terhadap korban, seperti depresi, stres dan kehilangan kepercayaan diri,” ujarnya, Jum’at (8/3/2024).

Ia mengajak kepada para anak didik, bilamana mengalami atau menjadi korban perundungan, harus segera melaporkan, baik ke orang tua maupun ke orang terdekat.

“Kasus perundungan di Kabupaten Cirebon jangan sampai terjadi lagi, anak-anak jangan sampai melakukan hal tersebut. Kalau ada dan terjadi, harus segera melaporkan ke orang tua, pihak berwajib atau ke PPA DPPKBP3A,” jelasnya.

Namun, kata Imron, ketika perilaku perundungan (bullying) dibiarkan, nantinya akan berpotensi melakukan tindak kriminal dan memicu masalah sosial lain kedepannya.

“Mari bersama-sama cegah perilaku perundungan, orang tua harus bisa menjaga anaknya dengan baik. Beri tahu jika perilaku seperti itu sangat berbahaya,” pungkasnya. (Hafidz)