Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 Juni 2024

Mahasiswa BKI Lakukan Observasi Lewat PPL di Rutan Kelas I Cirebon

CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, melaksanakan kegiatan observasi terkait dengan mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas I Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis, 27 dan 30 Mei 2024.

Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan bahwa kegiatan observasi PPL ini bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama mereka yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan. 

“Kegiatan observasi PPL mahasiswa BKI di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan,” ujar Dr. Jaja.

Selain itu, mahasiswa yang terjun dalam observasi PPL di Rutan juga memberikan layanan bimbingan pribadi, sosial, dan keagamaan kepada warga binaan. “Selama observasi PPL, mahasiswa didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan Rutan Kelas I Cirebon,” Dr. Jaja menambahkan.

Lailatus Saidah, perwakilan dari salah satu peserta PPL, menceritakan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa semester 6 jurusan BKI secara berkelompok. Untuk kelompok BKI 6 F terdiri dari Lailatus Saidah, Putty Hati Imany, Lu’lu’il Makhbuba, Dinar Siti Azzahra, Muhamad Nurhasan, dan Liyan Chanuna. 

“Sasaran warga binaan yang didampingi adalah warga binaan anak dan dewasa,” ungkap Lailatus Saidah.

Fuad Hasan, S.H., M.H., selaku Kasubsi BHPT Rutan Kelas I Cirebon, menyatakan bahwa kegiatan observasi PPL ini juga bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pendamping kemasyarakatan dan konselor sosial di Rutan Kelas I Cirebon. 

“Harapan dari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan informasi dan wawasan terkait program kegiatan yang dilaksanakan di Rutan Kelas I Cirebon dan juga menambah pengalaman di bidang bimbingan dan pendampingan terhadap warga binaan kemasyarakatan,” ujar Fuad Hasan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal praktis dan wawasan luas bagi mahasiswa BKI, sehingga mereka siap berperan sebagai pendamping dan konselor yang kompeten di masa depan. Observasi PPL di Rutan Kelas I Cirebon ini merupakan langkah nyata dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswanya, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya warga binaan di Rutan. (din)

Civitas Tendik dan Pengelola UIN Siber Cirebon Tingkatkan Kompetensi Digital

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital di kalangan tenaga pendidik dan pengelola universitas. 

Dalam upaya menghadapi tantangan digitalisasi, UIN Siber Syekh Nurjati menggelar Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing dan Sosial Media Marketing. Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Digital Teknologi Informasi Indonesia, kegiatan ini terbagi menjadi dua batch, dengan batch pertama dilaksanakan pada 27-30 Mei 2024.

Peserta batch pertama terdiri dari Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 dan S3, Kepala Rumah Moderasi Beragama (RMB), Kepala UPT Pusat Perpustakaan, Kepala UPT PTIPD, Kepala Pusat-pusat, dan Kepala Laboratorium di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dalam pemasaran dan pengelolaan media sosial yang semakin penting di era digital saat ini. Senin, (27/05/2024).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pentingnya penguasaan digital marketing dan social media marketing bagi para tenaga pendidik dan pengelola universitas. 

“Di era digital ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan institusi dan program-program pendidikan sangatlah krusial. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan inovatif, serta mampu mengelola media sosial dengan lebih baik,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan informasi dan komunikasi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia sebagai mitra dalam kegiatan ini menghadirkan para instruktur dan fasilitator yang berpengalaman di bidang digital marketing dan social media marketing. 

Mereka memberikan materi yang komprehensif mulai dari dasar-dasar pemasaran digital, strategi konten, analisis data, hingga teknik-teknik lanjutan dalam mengelola kampanye media sosial. Dewan Pengarah LSP, Chiska Nova Harsela, MP, menegaskan bahwa pelatihan ini 70% adalah praktikum dan diskusi, sehingga diharapkan interaksi aktif dari para peserta guna memaksimalkan hasil dari pelatihan.

Pelaksanaan batch pertama yang berlangsung selama empat hari disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif, serta berharap dapat segera menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan branding dan promosi institusi.

Batch kedua yang akan segera dilaksanakan juga diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sama besar bagi para pesertanya. Dengan adanya program pelatihan dan sertifikasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kemajuan institusi.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di era digital. 

Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang adaptif dan inovatif di tengah perkembangan teknologi yang pesat. (din)

Jumat, 31 Mei 2024

Pemkab Cirebon Serius Tangani Penurunan Stunting di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON, FC - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si menghadiri kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Cirebon tahun 2024. Kegiatan penilaian tersebut berlangsung di Ruang Suparman, Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Jumat (31/5/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menyatakan, penurunan stunting menjadi salah satu “major project” dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 guna mencapai misi “SDM Unggul, Indonesia Maju.”

Menurutnya, permasalahan stunting yang multidimensi ini, membutuhkan sinergi semua pihak.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif, motorik dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting, beresiko lebih tinggi mengalami keterlambatan belajar, mudah sakit, dan memiliki produktifitas yang rendah di masa depan. Sehingga, menjadikan stunting sebagai ancaman terhadap generasi penerus bangsa,” jelas Wahyu.

Dikatakan Wahyu, Kabupaten Cirebon sebagai kabupaten dengan populasi yang besar di Jawa Barat, memiliki tantangan yang besar dalam menangani isu stunting.

Jika merujuk pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon meningkat 4,3%, dari sebelumnya 18,6% di tahun 2022, menjadi 22,9% di tahun 2023.

“Meski angka capaian Kabupaten Cirebon meningkat, tetapi kita harus tetap berupaya untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional, yaitu 14% di tahun 2024,” lanjutnya.

Menurutnya, penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi, merupakan proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten Cirebon dalam melakukan upaya untuk memperbaiki dan melaksanakan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi.

“Mulai dari perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan, dan evaluasi program atau kegiatan,” tambahnya.

Masih dikatakan Wahyu, penilaian sebagaimana dimaksud, dilakukan secara bertahap, mencakup peningkatan cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada lokasi fokus penanganan stunting, peningkatan cakupan rumah tangga sasaran yang dapat mengakses intervensi gizi secara terintegrasi.

“Tujuan penilaian 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Kabaupaten Cirebon adalah dalam rangka meninjau kemajuan pelaksanaan aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting melalui pendekatan intervensi spesifik dan sensitif, serta sebagai wujud pemberian umpan balik kepada pemerintah Kabupaten Cirebon tentang pelaksanaan aksi konvergensi,” imbuhnya.

Ia meminta kepada para kepala perangkat daerah, untuk melakukan kegiatan percepatan penurunan angka stunting, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, melaksanakan tahapan kegiatan dan melakukan entri data pada aplikasi, serta mengikuti target dan arahan yang ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Pemkab Cirebon sangat serius melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting sebesar 14% di tahun 2024. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa/kelurahan,” pungkasnya. (din)

Pemkab Cirebon Kampanyekan Konsumsi Pangan Beragam B2SA

KABUPATEN CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan terus berupaya mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), terutama di sekolah-sekolah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon, Risfa Eka Putri Wahyu Mijaya menyebutkan, konsumsi B2SA merupakan salah satu upaya untuk menurunkan maupun pencegahan stunting, selain dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas dan berprestasi.

Selain itu, gerakan tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah yang harus sinergis, dari mulai pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan “Makan Benar (Mabar) B2SA”. Melalui gerakan ini, diharapkan Kabupaten Cirebon berhasil menekan prevalensi stunting,” kata Risfa saat menghadiri sosialisasi B2SA di SMK Manbaul Ulum, Kecamatan Dukupuntang, Jumat (31/5/2024).

Menurutnya, manfaat lain dari gerakan tersebut, diantaranya meningkatkan pengetahuan tentang jenis-jenis makanan B2SA; mendorong siswa untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman; membentuk kebiasaan makan yang sehat dan bergizi sejak usia dini; serta meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh siswa.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon 2023 mengalami kenaikan dari 18,65% menjadi 22.9%.

“Kami ingin pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA dalam kehidupan sehari-hari bisa terwujud. Sekolah juga, saya minta, untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk mendorong siswa agar lebih antusias dalam mengkonsumsi makanan B2SA,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Drs. Erus Rusmana, M.Si mengatakan, gerakan tersebut merupakan program strategis untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat, terutama generasi penerus bangsa.

“Konsumsi makanan yang baik merupakan bekal untuk masa depan, selain sebagai salah satu bentuk atau upaya dalam penanganan stunting. Pemenuhan gizi yang seimbang menjadi hal yang esensial, khususnya bagi anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan,” tukas Erus.

“Saya berharap, sosialisasi yang dilakukan ini bermanfaat untuk kita semua,” pungkasnya. (din)

Kamis, 30 Mei 2024

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Pelatihan Petugas Pengelola Data Perangkat Daerah 2024

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon melalui bidang Statistik, Persandian, dan e-Government (Spegov) mengadakan pelatihan petugas pengelola data perangkat daerah 2024 di Hotel Sutan Raja Cirebon, Kamis (30/5/2024).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola data perangkat daerah tentang aplikasi Open Data dan Satu Data Kabupaten Cirebon, agar dapat menghasilkan data yang berkualitas sesuai dengan Satu Data Indonesia (SDI), akurat, dan reliable.

“Kegiatan pelatihan ini diharapkan, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan, khususnya para pengelola data perangkat daerah tentang aplikasi Open Data dan Satu Data Kabupaten Cirebon,” jelas Bambang Sudaryanto, S.H., M.H, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon dalam sambutannya.

“Selain itu, pelatihan ini harus dilakukan secara periodik, agar pemutakhiran data dan informasi pada aplikasi Satu Data, sehingga keterisian data dapat terpenuhi,” tambahnya.

Selaras dengan Kadiskominfo, Kepala Bidang Spegov, Hj. Endang Sri Pujiastuti, S.Si., M.Si menjelaskan, bahwa petugas pengelola data di masing-masing perangkat daerah harus memahami prinsip Satu Data Indonesia.

“Petugas pengelola data di masing-masing perangkat daerah harus memahami prinsip Satu Data Indonesia dan pemanfaatan portal Satu Data dan Open Data Kabupaten Cirebon, sebagai bentuk implementasi perangkat daerah dalam mewujudkan Satu Data di Kabupaten Cirebon,” jelas Endang.

Pelatihan tersebut diisi oleh narasumber dari Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, dan Jabar Digital Service Diskominfo Provinsi Jawa Barat. (Ara)

Rabu, 29 Mei 2024

Kesbangpol Kabupaten Cirebon Luncurkan 'Siormas'

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan Sosialisasi Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan (Siormas) bagi organisasi masyarakat.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Hotel Koening, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/5/2024).

Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, Hj. Ita Rohpitasari, M.Si mengatakan, aplikasi ini dibuat untuk memperbaiki data jumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Supaya rapih, tertata, dan terkoordinasi,” ujar Ita.

Melalu aplikasi itu, nantinya Ormas tidak perlu lagi datang ke kantor Kesbangpol untuk proses identifikasi. Pihaknya berharap, kepada organisasi tersebut dapat memahami aplikasi tersebut, lantaran diciptakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Hemat tenaga, biaya, dan waktu. Sudah tidak usah jauh-jauh ke kantor kami, cukup klik saja,” jelasnya.

Penyelenggara sosialisasi, Raden Budi Setyawan mengatakan, acara tersebut digelar untuk pembinaan terhadap Ormas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Dalam sosialisasi tersebut, dihadiri oleh 44 orang pengurus dari sejumlah Ormas di Kabupaten Cirebon.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Informasi Kabupaten Cirebon, Muhammad Idrus, M.Ag mengatakan, kegiatan tersebut memberikan peluang akan implementasi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik.

“Jadi, selain Sosialisasi Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan (Siormas) bagi organisasi masyarakat, juga tersampaikannya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik kepada Ormas dan LSM yang hadir,” singkatnya.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ciptakan Kampus Digital, Unggul dan Mendunia


Mengapa UIN “Siber” Syekh Nurjati Cirebon?

Dalam reformasi birokrasi pemerintah untuk mendorong pembangunan nasional dibutuhkan transformasi digital pada aspek struktur digital agar tercipta tata kelola pemerintahan yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel (hard element), dan peningkatan kompetensi digital dan budaya digital untuk mewujudkan budaya birokrasi berAkhlak dengan ASN yang profesional (soft element). 

Dalam konteks perguruan tinggi dari perubahan IAIN menuju UIN dengan “harap-harap cemas” untuk meningkatkan kapasitas dan mutu menuju kampus unggul dan mendunia, bahkan untuk menghasilkan SDM generasi emas, maka transformasi digital kelembagaan akan memfokuskan pada dua (2) hal ini.

Pertama, terwujudnya tata kelola digital pada perguruan tinggi yang bisa melayani dengan lincah, kolaboratif, dan akuntabel pada bidang administrasi, umum, akademik, dan kemahasiswaan. Transformasi digital pada bagian ini menekankan perubahan struktur kelembagaan dengan digitalisasi sebagai kata kunci untuk percepatan layanan yang lincah dan pencapaian dampak dari program yang diprioritaskan, misalnya pencapaian akreditasi unggul pada program studi dan institusi. Digitalisasi seluruh dokumen yang dibutuhkan pada sembilan kriteria akreditasi tiap saat dapat diakses untuk memenuhi kebutuhan evidence dalam visitasi akreditasi;

Kedua, kebutuhan layanan yang cepat dapat menghasilkan out-put, out-come, bahkan dampak dari program yang dilaksanakan dan juga terwujudnya efisiensi anggaran. Capaian program dan kebermanfaatannya akan diproyeksikan untuk pencapaian visi kampus, bahkan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Misalnya, digitalisasi layanan akan mengurangi jumlah pemakaian dan penggunaan kertas (paperless) yang menyebabkan penggunaan anggaran lebih efisien.

Perubahan kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menandai fase baru dalam perubahan tata kelola secara digital yang dilakukan sesuai dengan peta jalan (road map) transformasi kelembagaan digital. Hal ini sebagaimana ditegaskan Peraturan Presiden RI Nomor 60 Tahun 2024 tentang UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mendorong perubahan paradigma perguruan tinggi keagamaan Islam dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi. Di samping itu, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Kementerian Agama RI menjadi landasan yang kuat dalam pengelolaan perguruan tinggi berbasis siber untuk semua tata kelolanya. 

Hal ini menjadi dasar bagi penyiapan digitalisasi tata kelola berbasis teknologi, dan implementasinya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi.



Transformasi Digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) memiliki peran utama dalam mewujudkan integrasi ilmu agama dengan ilmu lain sebagai upaya mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas serta mendorong perubahan paradigma perguruan tinggi keagamaan Islam dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi. 

UIN SSC harus berubah secara total dalam penyelenggaran pendidikan dengan basis teknologi digital pada tata kelola dan sistem pembelajarannya. Tubuh pengetahuan (body of knowledge) UIN SSC memiliki filosofi dan implementasi metodologi dengan inti integrasi ilmu dengan ilmu lain yang dikembangkan untuk membangun distingsi yang khas pada seluruh unit atau lembaga, terutama fakultas dan program studi yang melaksanakan pembelajaran berbasis siber dan profil lulusan memiliki kompetensi digital.

Mengapa transformasi digital UIN SSC dibutuhkan? Ada beberapa argumentasi yang diberikan pentingnya transformasi digital tersebut. 

Pertama, UIN SSC sebelumnya memiliki infrastruktur teknologi dan informasi yang terbatas untuk pembelajaran mahasiswa dan dosen, memiliki akses terhadap sumber daya dan informasi terbatas, sehingga menimbulkan tantangan besar dalam mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang efektif berbasis siber. 

Penerapan transformasi digital melalui digitalisasi dan saling terhubung antar unit akan memberikan peluang unik untuk merevitalisasi dan mengembangkan lanskap pendidikan tinggi yang maju dan berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tangguh, inklusif, dan kompetitif. Dengan kata lain, UIN SSC dapat mendorong perubahan paradigma pengelolaan pendidikan tinggi berbasis teknologi pada PTKN.

Kedua, transformasi digital UIN SSC mengacu pada  pengintegrasian  teknologi  digital  ke  dalam  berbagai  aspek kebutuhan masyarakat yang secara mendasar mengubah cara organisasi beroperasi dan memberikan nilai kepada pemangku kepentingannya. 

Tansformasi digital  mencakup adopsi  teknologi  seperti  platform  pembelajaran  online,  perpustakaan elektronik, dan alat komunikasi digital, serta peningkatan kompetensi digital bagi dosen dan mahasiswa. 

Hal ini akan memberikan dampak perubahan yang siginifikan bagi munculnya pembelajaran digital dan kompetensi digital pada dosen dan mahasiswa.

Ketiga, keterbatasan infrastruktur digital menyebabkan perguruan tinggi memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya fisik seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan. 

Kompetensi digital dosen dan mahasiswa yang terbatas juga dapat mengganggu kelangsungan pendidikan bagi banyak orang, dengan banyak mahasiswa yang tidak dapat menempuh pendidikan tinggi karena kesulitan akses, keterbatasan pendanaan atau biaya untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk kuliah, serta keterbatasan akses terhadap konten atau materi  pembelajaran  terkini, serta ketidakmampuan untuk membangun kolaborasi internasional. Juga kompetensi  digital tenaga  kependidikan yang  terbatas  dapat  menghambat  proses  layanan  administrasi, keuangan, dan akademik sehingga out-put, out-come, dan dampak penyelenggaraan program menjadi rendah, bahkan banyak waktu dan anggaran yang terbuang.

Keempat, tantangan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dapat menggerakkan UIN SSC untuk menyusun strategi transformasi digital yang tepat dengan pendekatan komprehensif dan berwawasan masa depan agar dapat beradaptasi dengan perubahan lanskap pendidikan tinggi berbasis siber atau digital. Karena itu, transformasi digital menawarkan jalan yang sistemik untuk mencapai tujuan itu, karena dapat menjembatani kesenjangan dalam  akses terhadap pendidikan, mendorong kolaborasi dan kemitraan antara UIN SSC dengan  perguruan tinggi berbasis siber lainnya untuk pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang relevan di dunia yang semakin digital sekarang ini.


Komponen Utama Strategi Transformasi Digital di UIN SSC

Ada beberapa komponen utama strategi transformasi digital pada UIN SSC. Pertama, mengembangkan infrastruktur digital yang kuat untuk memastikan konektivitas internet yang andal dan akses ke sumber daya dan alat digital; kedua, membangun platform pembelajaran virtual, sistem e-library, dan sumber daya lainnya yang memungkinkan pembelajaran bersifat fleksibel bagi mahasiswa dan dosen; ketiga, penerapan langkah-langkah keamanan siber untuk melindungi informasi sensitif dan memastikan keselamatan dan keamanan pengguna; keempat, peningkatan kapasitas dan bimbingan teknis dosen dan tenaga kependidikan untuk menunjang strategi transformasi digital pada pembelajaran; kelima, dosen harus memiliki kompetensi digital yang diperlukan untuk menavigasi dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan mengintegrasikan alat-alat ini ke dalam praktik pengajaran, mengembangkan keterampilan literasi digital, memahami metodologi pengajaran yang inovatif, merancang dan menyampaikan strategi pengajaran dan penilaian jarak jauh; desain kurikulum dan adaptasi konten, mengintegrasikan teknologi ke dalam desain pembelajaran untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mendorong pengembangan keterampilan digital di kalangan mahasiswa; keenam, meningkatkan kolaborasi dengan mitra internasional yang dapat membantu untuk memastikan konten pendidikan mutakhir, relevan, dan selaras dengan praktik baik pendidikan tinggi global, berfokus pada keterampilan dan mata kuliah yang banyak diminati agar dapat berkontribusi terhadap kelayakan kerja lulusan dan mendukung pengembangan jangka panjang angkatan kerja; kemitraan publik-swasta dan kolaborasi internasional untuk keberhasilan penerapan strategi transformasi digital di UIN SSC; melibatkan pelaku sektor swasta dan organisasi non-pemerintah untuk mengembangkan sumber daya, keahlian, dan kemampuan teknologi yang mendorong upaya transformasi digital, mencari dukungan dan pendanaan internasional  untuk mengatasi hambatan finansial dan logistik, bermitra dengan institusi akademis global dapat memfasilitasi pertukaran pengetahuan, memperluas akses terhadap sumber daya pendidikan, dan meningkatkan keterhubungan global untuk mengembangkan sektor pendidikan tinggi, dan memberikan  arah  bagi  IAIN  Syekh  Nurjati  Cirebon  untuk  mengatasi  tantangan infrastruktur, sekaligus juga hal ini dapat memposisikan peningkatan rekognisi dan daya saing global.

Oleh karena itu, penerapan strategi transformasi digital di UIN SSC harus mempertimbangkan penetapkan visi dan kerangka kerja yang jelas untuk memandu upaya berbagai pemangku kepentingan dan memastikan bahwa inisiatif transformasi digital selaras dengan tujuan pendidikan yang lebih luas, pengalokasian sumber daya dan pendanaan yang tepat agar dapat membantu mengatasi hambatan dan memungkinkan keberhasilan penerapan teknologi dan kemampuan digital, pelibatan pemangku kepentingan utama, seperti pendidik, mahasiswa, pelaku sektor swasta, dan mitra internasional yang dapat mendorong kolaborasi dan memastikan bahwa beragam perspektif dan kebutuhan dipertimbangkan untuk transformasi digital, dan monitoring dan evaluasi pada kemajuan dan dampak transformasi digital dapat membantu untuk mengidentifikasi area perbaikan dan memastikan bahwa inisiatif transformasi digital yang memberikan hasil sesuai dengan target dan capaian yang telah ditetapkan.

Strategi transformasi digital membutuhkan pengembangan yang komprehensif untuk mewujudkan universitas siber atau digital. Tantangan yang dihadapi memerlukan identifikasi oleh institusi dan mengusulkan kerangka kerja yang berfokus pada pembangunan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas bagi para pendidik, platform e-learning, konten digital, kemitraan sektor publik-industri, dan pengembangan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. 

Potensi solusi digital agar dieksplorasi seperti MOOCs, LMS, pembelajaran campuran, sumber daya pendidikan terbuka, perpustakaan digital, dan laboratorium virtual untuk meningkatkan akses pendidikan, mendorong kolaborasi, memungkinkan pembelajaran jarak jauh, dan meningkatkan daya saing global.

Dengan demikian, peta jalan transformasi digital dibuat untuk sasaran pembuat kebijakan, dosen dan mahasiswa, dan organisasi internasional untuk mengembangkan dan menerapkan solusi digital yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.


Peta Jalan Transformasi Digital UIN SCC

Peta jalan penerapan strategi transformasi digital di UIN SSC terdiri dari beberapa langkah berurutan yang dirancang untuk memastikan keberhasilan integrasi teknologi dan praktik digital. Penilaian menyeluruh terhadap lanskap transformasi digital, infrastruktur, dan sumber daya pendidikan tinggi yang ada harus dilaksanakan, dengan mengidentifikasi tantangan penting dan bidang-bidang perbaikan yang perlu diidentifikasi. Adapun peta jalan tersebut meliputi:


Pembangunan Infrastruktur Digital

Pengembangan infrastruktur digital yang andal sangat penting untuk keberhasilan penerapan transformasi digital di UIN SSC. Konektivitas internet dan akses terhadap teknologi canggih seperti cloud (komputasi awan) dan jaringan seluler dapat mentransmisikan sumber daya pembelajaran digital kepada PTKN lain dan masyarakat yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran campuran dapat membantu mengurangi tantangan yang ditimbulkan oleh terbatasnya infrastruktur dan sumber daya sekaligus menawarkan pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi dan interaktif.


2. Penggunaan Sumber Daya

Penggunaan sumber daya pendidikan terbuka (OIER), perpustakaan digital, dan laboratorium virtual dapat memperluas akses terhadap beragam materi kuliah, mengurangi biaya terkait buku teks, dan memberikan pengalaman pembelajaran langsung. Kolaborasi dengan mitra lokal dan internasional dapat membantu universitas mengidentifikasi, mengembangkan, dan membagikan OER yang relevan dengan kurikulum. Selain itu, perpustakaan digital dapat menyediakan akses sumber daya akademik bagi mahasiswa di mana saja.


3. Pengembangan Kolaborasi Publik-Swasta-Industri

Upaya kolaboratif antara pembuat kebijakan, organisasi internasional, dan sektor swasta dapat membantu memperluas dan meningkatkan infrastruktur internet, termasuk menyediakan hot spot Wi-Fi publik dan layanan internet bersubsidi untuk lembaga pendidikan.


4. Pengembangan Platform e-Learning

Platform e-learning, seperti MOOCs dan LMS, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di mana saja.


5. Kemitraan dengan lembaga lokal dan internasional

Kemitraan ini melibatkan komunitas lokal, organisasi, dan lembaga internasional yang dapat memberikan sumber daya, keahlian, dan dukungan yang berharga bagi upaya transformasi digital di UIN SSC. Kemitraan juga melibatkan mahasiswa, pendidik, dan anggota masyarakat melalui konsultasi, kelompok fokus, dan mekanisme umpan balik yang dapat memastikan bahwa inisiatif transformasi digital responsif terhadap kebutuhan dan kebutuhan.


6. Monitoring dan Evaluasi.

Menetapkan indikator kinerja utama (IKU) dan secara teratur memantau dan mengevaluasi strategi digital untuk   mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan keberhasilan upaya transformasi digital dalam jangka panjang. 

Institusi harus membangun sistem untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai penerapan strategi digital,  menggunakan  temuan  tersebut  untuk  menginformasikan  penyesuaian  dan  peningkatan  yang  sedang berlangsung.


7. Pelatihan dan Peningkatan Keterampilan Dosen Dan Tenaga Kependidikan

Kemitraan ini dapat memberikan peluang untuk pengembangan keterampilan dan kemajuan profesional. Program ini dapat menunjang keberhasilan penerapan inisiatif transformasi digital. 

Program pengembangan profesional, lokakarya, dan aktivitas berbagi pengetahuan lainnya dapat membantu membangun keterampilan yang diperlukan untuk merancang, menyampaikan, dan menilai pengalaman pembelajaran digital. Juga kegiatan ini bagi tenaga kependidikan agar mampu mengelola proyek secara digital, mengalokasikan sumber daya, dan mendukung adopsi teknologi baru. (din/fokus cirebon)