Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 14 Juni 2024

Himpunan Mahasiswa Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Jurusan PGMI Gelar International Education Talk Show

CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Guru Madrasah Ibtidaiyah  (HIMAGUMI) dan Jurusan PGMI, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (SSC)  menggelar International Education Talk Show dengan tema “Challenges and Innovation Global Perspectives on Elementary Education in Digital Era”.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus melaunching Mars PGMI UINSSC bertempat di Auditorium gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) lantai 5 dan melalui zoom meeting secara online.

Hadir dalam kegiatan ini, Dr Atikah Syamsi, M.Pd.I. (Wakil Dekan I FITK UIN SSC), Dr. Asep Mulyana, M.Si. (Wakil Dekan III FITK UIN SSC), Dr Ahmad Ariffudin, M.Pd (Ketua Jurusan PGMI UIN SSC) dan didampingi Idah Farida Laily, M.Pd (Sekretaris Jurusan PGMI UIN SSC). Kegiatan tersebut menghadirkan 4 (Empat) Narasumber yaitu : Prof Muhammad Ali (Dosen Universitas California, USA), Dr Ahmad Ariffudin, M.Pd (Ketua Jurusan PGMI UIN SSC), Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I (Ketua Umum PD PGMI Indonesia),  dan Lia Anggraeni, S.Pd.Gr. (Guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia), dan selaku moderator Ibu Yuriska  Dewi Suwarno Putri, M.Pd. (Dosen PGMI UIN SSC). 

Kegiatan disiarkan secara hybrid melalui zoom meeting dan dihadiri secara offline di Auditorium FITK lantai 5. Kamis, 13/06/2024

Syamsul Ma'arip (Ketua Umum HIMAGUMI) dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang diselenggarakan oleh HIMAGUMI yang mampu menghadirkan narasumber-narasumber hebat dalam ranah internasional. 

Disambutan ini pula Ketua Umum HIMAGUMI menjelaskan bahwa meski kegiatan dipersiapkan kurang dari seminggu sebelum acara tetapi Alhamdulillah kegiatan International Education Talk Show ini bisa berjalan dengan baik. 

Selain itu Ketua Umum HIMAGUMI berpesan kepada seluruh peserta Talkshow untuk mengambil pelajaran dari materi yang dipaparkan oleh narasumber dan diharapkan bisa mengikuti jejak para narasumber. 

Dr Ahmad Arifuddin, M. Pd (Ketua Jurusan PGMI UIN SSC) dalam sambutannya melalu zoom meeting menyampaikan bahwa kegiatan International Education Talk Show merupakan salah satu program Unggulan dari HIMAGUMI yang dapat menjadi sarana pengembangan keilmuan, khususnya dalam ilmu pendidikan dasar. 

Lebih lanjut, pak Arif-sapaan akrabnya- berharap ke depan HIMAGUMI dapat lebih banyak membuat kegiatan-kegiatan yang tarafnya internasional guna mensupport jurusan PGMI untuk mendapatkan Akreditasi Unggul. 

Dr. Asep Mulyana, M.Si. (Wakil Dekan III FITK UIN SSC) dalam sambutan sekaligus membuka acara International Education Talkshow menyampaikan bahwa saat ini masyarakat global menghadapi tantangan di era digital. Di era digital yang semakin berkembang, masyarakat global dihadapkan pada tantangan kompleks. 

Masyarakat yang disebut sebagai masyarakat 1 dimensi ini memiliki tampilan yang sama di seluruh dunia, namun kebutuhan manusia telah digantikan dengan keinginan. Salah satu buku yang pernah beliau baca mengatakan bahwa anak-anak kecil di Amerika telah melakukan tindakan kriminal yang semakin meningkat. 

Oleh karena itu, guru-guru sekolah dasar di masa depan harus dibekali tidak hanya dengan kompetensi digital saja, tetapi juga dengan kemampuan memasukkan pendidikan karakter dalam promosi digital. 

Tampilan digital yang sangat penting ini dapat membantu murid-murid Sekolah Dasar yang kehilangan masa bermainnya. Mereka memerlukan kombinasi antara pengetahuan dan permainan untuk menghadapi tantangan di era digital ini.

Prof. Muhammad Ali, Ph.D, (Dosen University of California, USA) dalam pemaparannya  mengatakan bahwa dalam ranah global, proses pembelajaran di tingkat pendidikan dasar di berbagai negara memiliki banyak kemiripan. 

Namun, perbedaan yang mencolok dapat dilihat dari segi ekonomi negara, misalnya, di Amerika Serikat, sebagian besar pendidikan dasar telah menggunakan sumber daya digital dan jarang menggunakan buku tulis. 

Sementara itu, di Indonesia, meskipun telah terjadi transformasi pembelajaran dengan teknologi, masih banyak pendidikan dasar yang menggunakan buku tulis sebagai alat belajarnya. Belajarnya Perbedaan yang paling mencolok adalah ciri pendidikan dasar di Indonesia, yaitu pendidikan keagamaan. 

Di Indonesia, setiap murid hanya mempelajari agamanya saja. Berbeda dengan di Amerika, mereka mempelajari seluruh agama dalam satu kelas. Hal ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam pendekatan pendidikan keagamaan di kedua negara. 

Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I (Ketua Umum PD PGMI Indonesia) dalam materinya beliau menyampaikan bahwa  dalam era digital yang semakin berkembang, penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi sangat penting dalam pengembangan mutu pendidikan dasar.

Sejak pertama kali dikembangkan pada tahun 1940-an, AI telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mulai tenar pada tahun 2021. Penerapan AI dalam pendidikan dasar dapat membantu dalam deteksi iklim pembelajaran, pengembangan lab virtual, serta menjadi sumber belajar yang efektif. 

Namun, dengan berkembangnya peluang tersebut, muncul tantangan integrasi akdemik yaitu meningkatnya tingkat plagiasi karena ketergantungan dalam menggunakan AI. Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I berpesan bahwa etika dalam mengunakan AI yaitu dengan mengutip dengan benar karena sesuatu yang kita kutip dari AI akan terdeteksi plagiasi, kemudian di reformulasi, sintesis dan kita riset lebih lanjut. 

Lia A.nggraeni, S.Pd.Gr. (Guru Sekolah Indonesia Kinabalu), Melalui paparannya, Lia Anggraeni, S.Pd.Gr mengulas berbagai upaya yang dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. 

Mulai dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, SMA Terbuka Jarak Jauh, hingga Community Learning Center (CLC) yang tersebar di Sabah dan Sarawak. Tidak hanya itu, Lia Anggraeni, S.Pd. Gr juga akan menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi serta inovasi-inovasi yang dikembangkan untuk menghadapi era digital saat ini.

Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd. (Ketua Jurusan PGMI UIN SSC), dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa strategi untuk menjadi guru pendidikan dasar di era digital adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Guru, pengembangan profesional, Infrastruktur Teknologi, Peningkatan akses terhadap perangkat intemet dan teknologi, menjalin Kolaborasi dan Kemitraan Kemitraan dengan sektor swasta dan organisasi nirlaba. 

Kegiatan Internasional Education Talkshow ini tidak hanya diisi dengan Talkshow, tetapi juga digunakan untuk Launching Mars PGMI UIN SSC yang dibawakan perdana oleh Harmoni PGMI. Dengan menggabungkan beberapa alat musik tradisional seperti, Angklung, Bonang, Saron, dengan alat musik modern Seperti Piano, Bass. Yang dimana Harmoni PGMI adalah salah satu grup band yang dimiliki oleh Club Diskusi Seni Budaya yang didalamnya berisi Mahasiwa PGMI yang memiliki bakat dalam seni musik. Harmoni PGMI sendiri dinaungi oleh Jurusan PGMI UIN SSC dan di koordinator oleh Departemen Minat Bakat HIMAGUMI.

Melalui acara ini,  diharapkan dapat menciptakan peluang kolaborasi, inspirasi, dan pemahaman yang lebih baik  dan mendapatkan wawasan berharga dalam International Education Talk Show ini. Kamis, 13/06/2024 (din)

Prof Dr Aan Jaelani M.Ag : UIN Siber Cirebon Segera Lakukan Perubahan Besar Dalam Pengelolaan Pendidikan

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon baru saja berubah menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan diterbitkannya Perpres RI No. 60 Tahun 2024 tanggal 21 Mei 2024 yang mendorong institusi ini segera melakukan perubahan besar dalam pengelolaan pendidikan dan operasionalnya yang didorong oleh tuntutan transformasi digital yang cepat.

Hal ini disampaikan Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag dalam rilisnya yang ditulis saat masih berada di Makkah Al Mukarrah. 

Menurut Prof Aan, Transformasi digital ditandai penggunaan teknologi digital yang menunjukkan seperangkat alat yang dipilih untuk memasukkan lingkungan pembelajaran formal dalam pengajaran pada pendidikan tinggi, dan mahasiswa memanfaatkan alat ini untuk mempromosikan pembelajarannya.

Transformasi digital yang menyasar segala dimensi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan secara spesifik bagaimana keterhubungan antar pemangku kepentingan dalam konteks pengajaran dan pembelajaran yang dimungkinkan secara digital.

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi ciri penting dalam proses implementasi transformasi digital pada pendidikan tinggi dan mengarahkan pembelajaran digital sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi modern.

Perubahan Tata Kelola Digital dan Membangun Keunikan Kampus

Transformasi digital menjadi rukun dalam pembentukan prosedur mendasar bagi pioner transisi agar memiliki daya saing tinggi dalam industrinya. Evolusi digital dari perspektif industri menunjuk pada transformasi digital yang mengarahkan penggunaan teknologi digital untuk mengubah strategi perusahaan dengan menciptakan produk baru, mengubah budaya institusi, atau mengotomatisasi operasi bisnis.

Transformasi digital ini menjadi titik kemajuan luar biasa dalam operasi bisnis, proses, pengetahuan dan keterampilan, serta teknik pemodelan, untuk transformasi optimal dari kemajuan suatu ramuan teknologi dan dampaknya yang dipercepat terhadap masyarakat dalam strategi perusahaan dan cara yang diprioritaskan. Sebagaimana industri, hal ini akan terjadi juga pada kampus yang mengalami transisi akibat transformasi digital.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi pendidikan tinggi harus beradaptasi untuk keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan sebagai komponen penting dalam transisi ini dan mempertahankan peran pentingnya. Praktik bisnis tata kelola dalam keseluruhan rantai nilai memerlukan evaluasi untuk mengubah proses bisnis yang bertele-tele dan lama menjadi pola bisnis yang lincah, cepat, dan mudah dengan memanfaatkan teknologi digital agar memiliki daya saing global.

UIN SSC menghadapi situasi transformatif yang tertanam dalam model bisnis inovatif untuk mengubah cara kampus siber ini berevolusi seiring berjalannya waktu, secara proaktif mengikat civitas akademik secara internal dan eksternal, dan meningkatkan keterlibatan dan pertemuan stakeholders dan mitra secara berkesinambungan.

Dalam konteks ini, kampus Islam siber seyogyanya menyusun strategi digital untuk merespons perubahan signifikan menuju kemajuan teknologi. Hal ini menuntut lebih banyak visi, kapasitas, dan dedikasi agar dapat menerapkannya dengan sukses. Bagaimana kampus Islam siber ini membangun perspektif, karakter, dan implementasinya dalam menghadirkan keunikan kualitas sebagai satu-satunya kampus Islam siber pertama di Indonesia.

Perubahan Model Bisnis Penyelenggaraan UIN SSC

Transformasi digital pada UIN SSC membutuhkan perspektif yang dipilih secara tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang mendesak dalam transisi menuju layanan digital penyelenggaraan pembelajaran di kampus.

Salah satu perspektif menekankan bahwa transformasi digital sebagai kekuatan disruptif yang secara radikal mengubah seluruh sektor ekonomi dan institusi, termasuk perguruan tinggi. Kampus perlu berkonsentrasi pada domain sosial dan teknologi. Keberhasilan adaptasi biasanya ditentukan oleh kesejalanan dengan kemajuan teknologi dengan model bisnis yang diperbarui.

Proses teknologi digital akan melibatkan komponen individu, kelompok, kerangka kerja, dan lanskap kompetitif untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk dimensi sosial dalam penggantian barang dan jasa yang masih beroperasi secara konvensional, kontak dengan pelanggan, bisnis saingan, dan vendor di luar batas organisasi. Transformasi digital ini sebagai sumber daya untuk memberikan nilai ekstra dan pembeda.

Teknologi Digital Perspektif Pendidikan pada UIN SSC

Dari perspektif pendidikan, teknologi digital akan memanfaatkan alat-alat digital untuk pengembangan prosedur organisasi dalam pembelajaran. Platform digital dan materi sebagai media untuk proses perkuliahan yang harus sesuai dengan pedoman dan prosedur pendidikan tinggi yang berlaku, termasuk alat berbasis teknologi digital sebagai prioritas utama.

Pada UIN SSC, pengembangan pendekatan pedagogi baru sangat penting untuk perubahan penyelenggaraan akademik, program, dan kelembagaan seiring dengan perubahan teknis dalam pendidikan digital. Penggunaan alat pendidikan digital, misalnya LMS (Learning Management System) menuntut tanggung jawab dan kompetensi baru bagi dosen, instruktur, dan mahasiswa.

UIN SSC harus menyediakan lingkungan belajar yang fleksibel dan menarik, dan mendorong lebih banyak otonomi dan kerja tim. 

Literasi digital dan keterampilan digital sangat penting dalam berbagi transformasi, yang memerlukan SDM kompeten dengan kemahiran teknologi dan hubungan antarpribadi. Saran konstruktif tentang teknis dan instruksional untuk perkuliahan sangat penting dari para dosen. 

Begitu juga secara administratif, UIN SSC harus memanfaatkan teknologi untuk menawarkan fleksibilitas pembelajaran dalam pengajaran kepada mahasiswa di kelas dan pendampingan tepat waktu untuk meningkatkan ketersediaan pendidikan berkualitas tinggi sekaligus meningkatkan proses internal dalam penyampaian pengajaran.

Dilihat dari ruang infrastruktur, dimensi pendukung teknologi digital memiliki etalase yang beragam. Portal pembelajaran dan layanan digital menjadi instrumen penting yang harus memenuhi praktik dan persyaratan pendidikan saat ini. 

Penggunaan teknologi digital akan memiliki banyak persoalan karena semua komponen akan saling terhubung, juga stabilitas, akuntabilitas, dan keamanan informasi. 

Karena itu, kerangka kerja dan infrastruktur pada UIN SSC harus fleksibel yang memungkinkan pengelolaan aktivitas dapat adaptif dan baru pada bidang administrasi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada dimensi kurikulum memerlukan modernisasi mencakup penyusunan kurikulum yang memenuhi standar penjaminan mutu internasional, pembuatan buku teks atau modul yang berkarakter multinasional, penggunaan metode dalam penyampaian konten yang inovatif menggunakan pembelajaran digital, dan perluasan teknologi informasi dan komunikasi. 

Hal ini penting untuk peningkatan institusi akademik yang memberikan pendekatan fleksibel terhadap persyaratan pasar kerja. Para mahasiswa membutuhkan peningkatan dasar-dasar pengalaman belajar dengan karakteristik khas seperti digitalisasi prosedur formal, akses tanpa batas, dan sepanjang waktu terhadap semua pengetahuan dan layanan yang memanfaatkan banyak platform. (din)

Kamis, 13 Juni 2024

Pemkab Cirebon dan KONI Adakan Tes Parameter Kebugaran Bagi Para Atlit

KABUPATEN CIREBON, FC — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat mengadakan Tes Parameter Kebugaran bagi para atlet cabang olahraga di GOR Ranggajati Sumber, Kamis (13/6/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para atlet di Kabupaten Cirebon, yang akan mengikuti Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025 mendatang.

Tes Parameter Kebugaran tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 13-15 Juni 2024, diikuti oleh 637 atlet dari 37 cabang olahraga, dan didampingi oleh 80 pelatih.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi mengatakan, tes kebugaran merupakan tahapan krusial dalam mempersiapkan para atlet untuk mengikuti Porprov tahun depan.

Oleh karenanya, Wahyu meminta kepada para atlet, khususnya yang masih muda dan berasal dari kalangan pelajar, dapat menjalani seluruh proses ini dengan sebaik mungkin.

Ia menekankan akan pentingnya melakukan pengukuran kondisi fisik para atlet di Kabupaten Cirebon, sebagai bagian integral dari persiapan yang menyeluruh.

“Saya berharap para atlet, terutama yang muda dan dari kalangan pelajar, dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Cirebon bisa meraih juara pada Porprov 2025 nanti,” ujarnya.

Jika semua persiapan ini berjalan baik, lanjut Wahyu, maka target Kabupaten Cirebon untuk masuk pada 15 besar dalam ajang tersebut bisa terwujud. Namun tetap berusaha keras untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.

“Evaluasi tahun ini akan membantu kita memahami kebutuhan sebenarnya dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Jika anggaran belum mencukupi, kita akan melibatkan berbagai pihak terkait,” imbuhnya.

Sementara Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Sutardi Raharja, memberikan apresiasi kepada atlet dan pelatih yang berpartisipasi dalam tes kebugaran ini.

Sutardi menyampaikan, tes parameter ini memungkinkan pengurus cabang olahraga beserta KONI, untuk mengidentifikasi beberapa hal yang perlu diperbaiki serta menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para atlet dan pelatih yang telah berpartisipasi. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik para atlet, agar bisa tampil maksimal di tahun depan.

“Penting bagi semua atlet untuk menjaga kondisi fisik mereka, agar bisa memberikan performa terbaik di tahun depan,” tukasnya.

Lewat kegiatan ini, ia berharap bisa menjaring sebanyak mungkin atlet potensial, guna mempersiapkan kualifikasi Porprov 2025, sehingga Kabupaten Cirebon dapat mengirimkan kontingen terbaiknya dan meraih prestasi maksimal di ajang tersebut. (Ara)

Cegah Stunting, Pemkab Cirebon Geber Pelaksanaan Intevensi Serentak

KABUPATEN CIREBON, FC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting di Provinsi Jawa Barat melalui zoom meeting.

Rapat tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs H Mochamad Syafrudin didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Hj Eni Suhaeni SKM M.Kes, serta perwakilan perangkat daerah terkait di Command Center Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (12/6/2024).

Penurunan stunting menjadi salah satu mayor proyek Pemkab Cirebon di tahun 2024, dengan menyasar bayi lima tahun (balita) hingga calon pengantin (catin).

Berdasarkan laporan hasil intervensi serentak pencegahan stunting Kabupaten Cirebon, sebanyak 204.716 balita menjadi sasaran proyeksi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin). Sementara itu, untuk proyeksi Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), sebanyak 156.300 balita yang menjadi sasaran.

Hingga Rabu (12/6/2024), jumlah balita yang telah diukur sebanyak 53.103 jiwa, atau 33,9 persen dari sasaran yang diproyeksikan e-PPGM. Jumlah balita yang bermasalah gizi sebanyak 11.304 jiwa, atau 21,29 persen. Sedangkan, jumlah balita yang diintervensi sebanyak 707 jiwa, atau 6,35 persen.

Selain menyasar balita, kegiatan intervensi serentak menyasar ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang menjadi sasaran sebanyak 14.813 jiwa, dan ibu hamil yang telah dilayani sebanyak 1.860 jiwa.

Ada beberapa kendala yang ditemui dalam kegiatan intervensi serentak, yaitu adanya penolakan dari pihak keluarga ketika balita yang bermasalah disarankan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL), keterbatasan tenaga input data hasil Posyandu di e-PPGMB secara real time di puskesmas, data sasaran baru masih belum lengkap, dan lainnya.

Sementara itu, hasil pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga Rabu (12/6/2024), sebanyak 373 calon pengantin (catin) yang telah melakukan pengisian data di Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan bulan sebelumnya dan melebihi target harian.

Sekadar diketahui, Elsimil adalah aplikasi hasil inovasi BKKBN yang dibuat untuk menekan angka stunting, sasarannya adalah catin.

Pemkab Cirebon menargetkan 690 catin per bulannya yang mendapatkan pendampingan dan tercatat dalam Elsimil, target hariannya sebanyak 30 catin. Pada periode 1 hingga 12 Juni 2024, TPK berhasil melebih target harian. Tim TPK berhasil melakukan pendampingan dan pendataan Elsimil terhadap 373 catin, dari target sasaran 360 catin pada periode 1 hingga 12 Juni 2023. (Ara)

Senin, 10 Juni 2024

Pemkab Cirebon Berkomitmen Berikan Layanan Terbaik Ke Masyarakat, Terutama Kesehatan

KABUPATEN CIREBON - Penjabat Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH, M.Si meminta masyarakat agar tetap tenang dengan berbagai informasi terkait menipisnya kuota Universal Health Coverage (UHC) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Wahyu menyebutkan, masyarakat harus tetap tenang, lantaran Pemerintah Kabupaten Cirebon tetap berkomitmen memberikan perlindungan jaminan kesehatan untuk masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan-pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Wahyu di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Senin (10/6/2024).

Saat ini, kata Wahyu, pemerintah daerah tengah melakukan upaya agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan. Pertemuannya dengan perangkat daerah terus dilanjutkan untuk menemui titik temu.

Ia pun mengimbau, masyarakat yang salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, agar segera melaporkan kepada pihak terkait untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS.

“Ketika ada yang meninggal dunia, harus segera melapor untuk dialihkan ke peserta baru. Kami lakukan rekonsiliasi, supaya kedepan, pemerintah mengcover peserta baru,” jelasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Adi Darmawan mengatakan, pihaknya menyambut baik komitmen pemerintah daerah untuk kesejahteraan dan kesehatan warga Kabupaten Cirebon.

“Kami juga turut memberikan solusi untuk Kabupaten Cirebon. Komitmen ini harus ditangkap sebagai sesuatu hal yang positif,” kata Adi. (din)

Tekad Kuat Untuk Juara Bikin Alifia Khaerunnisa Lolos Juara Tiga

 

CIREBON, FC - Nama Alifia Khaerunnisa, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Semester 6, makin santer saja di lingkungan civitas akademika UIN Siber Cirebon. Betapa tidak, gadis cantik ini telah meraih penghargaan sebagai juara 3 lomba Tiktok Challenge Comunication and Art Competition, yang diselenggarakan oleh Starchild Event Organizer, Tingkat III Wilayah Cirebon. 

Prestasi ini bagi Alifia, bukanlah tanpa rintangan, sebab untuk menuju pencapaian ini butuh proses yang panjang, Alifia mengharuskan membuat video perkenalan diri dan mengkreasikan challange yang semenarik mungkin. Ini pun perlu dipersiapkanya secara matang.

Jika perlu cerit,  keikutsertaannya itu dimulai dari ajakan atau saran temanya untuk ikut dalam lomba ini, namun Alifia masih merasa ragu dan tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. 

Namun dorongan dari teman-temannya itu mulai Alifia pertimbangkan, yang akhirnya Alifia pun memberanikan diri untuk maju.

“Rasanya seneng banget, bangga sama diri sendiri, tapi kayak agak bingung, gak nyangka ternyata Aku bisa dan layak untuk jadi juara ke tiga. Bersyukur banget sama tuhan, nyatanya Aku bisa ngelewatin semuanya,” ungkap Alifia.

Dari awal Alifia mengikuti perlombaan ini, dia mencoba menerapkan agar berpikir positif untuk selalu semangat dalam hal apapun yang akan dicapai. Bahkan di dalam benaknya terus mendorong dirinya agar  jangan pernah takut untuk mencoba suatu hal yang baru yang kemungkinan adalah rezekinya atau rekeki kita.

Saat dimulai, rintangan mulai datang, Alifia sempat mengalami sedikit hambatan, dalam proses kreatifitas karena keterbatasan perangkat yang dimilikinya. 

Dikarenakan perangkat yang terbatas, eksplorasi kreativitasnya terhambat, terutama saat sedang dalam proses editing yang membuat HP mati secara tiba-tiba, namun dekat tekad yang kuat, ternyata Alifia bisa melawati semua itu hingga mendapatkan penghargaan juara tiga.

“Ya, itulah semangat yang harus ada di dalam kita dalam berjuangan pada sesuatu hal. Dan kita jangan pernah ragu untuk mencoba hal baru, karena sebenarnya kita semua memiliki potensi. Jadi kalau pun kita gagal ya harus dicoba lagi," tutup Alifia yang sangkat menginspirasi ini. (din)

Regina Hartati Wakili Kota Cirebon Ikut Acara 'Youth City Changera' yang Digagas APEKSI

BALIKPAPAN, FC - Regina Hertanti, mahasiswi semester 8 Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, terpilih untuk mewakili Kota Cirebon dalam acara Youth City Changers (YCC) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). 

Acara ini diadakan di Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 1-2 Juni 2024.

Menghubungkan Talenta Muda dari Seluruh Indonesia

Acara YCC kali ini mengambil tema “Bursa Ide dan Motivasional” dan merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke XVII Tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani talenta muda dari berbagai wilayah di Indonesia, mendorong kolaborasi dan inovasi di kalangan generasi muda.

Regina Hertanti merasa bangga dan senang bisa mewakili Kota Cirebon dalam acara yang prestisius ini. 

"Alhamdulillah, saya merasa senang dapat menjadi bagian dari YCC 2024, kami berkumpul dengan banyak anak muda dari seluruh Indonesia,” ungkap Regina dengan antusias.

Menyampaikan Program dan Inovasi

Dalam acara tersebut, Regina menyampaikan program dan inovasi yang telah dirancangnya, terutama yang berfokus pada media digital dan kewirausahaan bagi kalangan muda di Kota Cirebon. 

“Kami menyampaikan tentang media digital dan kewirausahaan bagi kalangan muda di Kota Cirebon,” tambah Regina yang sebentar lagi akan menjadi alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Harapan untuk Kolaborasi dan Kontribusi

Regina berharap bahwa acara ini dapat menjadi ajang untuk saling berkolaborasi dengan wilayah lain. “Dalam acara tersebut hadir anak muda yang punya potensi, saya berharap dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan mereka,” ungkapnya. 

Ia melihat YCC sebagai wadah yang ideal untuk mengeluarkan aspirasi dan ide kreatif guna menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah kota dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Youth City Changers: Wadah Kolaborasi dan Inovasi

YCC merupakan ajang kolaborasi delegasi kaum muda dari 98 kota di seluruh Indonesia untuk mendukung tercapainya sinergi kaum muda kreatif sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masa depan kota. Acara ini memberikan ruang bagi ide kreatif dan inovatif, serta mendukung sinergi antar kota untuk menciptakan kota yang maju.

Regina menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Harapan Regina adalah para pemuda bisa menjadi agen perubahan dan penerus bangsa, memiliki potensi untuk mengubah wajah peradaban dengan menawarkan visi masa depan daripada masa lalu. 

Mereka menjadi stimulus dalam gerak masa depan sebuah bangsa, memberikan ruang bagi ide kreatif dan inovatif, serta mendukung sinergi antar kota untuk menciptakan kota maju dalam menuju Indonesia emas,” ujarnya penuh harap.

Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Regina dan peserta lainnya, YCC 2024 diharapkan dapat menjadi katalis bagi perubahan positif di berbagai kota di Indonesia, mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.