Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Februari 2025

Wakil Wali Kota Ajak ASN Wujudkan Visi Pembangunan Kota Cirebon

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati SPdI, memberikan arahan dalam apel pagi yang digelar di halaman Balai Kota Cirebon pada Senin (24/2). 

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi. Turut hadir dalam kesempatan itu, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota mewakili Wali Kota Cirebon yang sedang mengikuti retreat di Akademi Militer Magelang bersama seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cirebon untuk bersatu dalam satu gerbong pembangunan, demi mewujudkan visi besar Kota Cirebon, yakni "Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan pada tahun 2029" yang dikenal dengan "Setara Berkelanjutan".

"Dalam menjalankan visi ini, kita bukan hanya sekadar menanamkan slogan, namun harus menjadi pedoman hidup dalam setiap langkah pembangunan. Saya ingin mengajak semua ASN untuk berperan aktif dan berkomitmen mewujudkan visi tersebut," ungkap Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja, inovasi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. 

"Dukungan dari semua pihak sangat penting, terutama dari Pak Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan masyarakat. Kita harus bekerja bersama untuk mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan," tambahnya.

Menurut Wakil Wali Kota, ASN harus memiliki integritas dan etos kerja tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan publik. 

"Dengan transformasi digital yang optimal, kita bisa meningkatkan efisiensi dan mempercepat pencapaian pembangunan. Semoga kita bisa menjadikan pekerjaan ini sebagai ladang pengabdian dan amal soleh untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon," tutupnya.



Bupati-Wabup Cirebon Canangkan 12 Program Prioritas Di 100 Hari Kerja

KABUPATEN CIREBON — Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melaksanakan rapat pimpinan (rapim) tentang program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman hadir dalam rapat yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Senin (24/2/2025).

Agus mengatakan, sebanyak 12 program yang jadi prioritas selama 100 hari kerja. Belasan program prioritas itu dari mulai infrastruktur hingga kesehatan masyarakat.

“Atas izin Pak Bupati, saya melaksanakan rapim dengan para kepala perangkat daerah membahas tentang 100 hari kerja. Insyaallah optimis,” kata Agus usai rapim.

Dalam rapat tersebut, hadir juga para camat se-Kabupaten Cirebon untuk mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.

Program 100 hari kerja ini sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, Imron dan Agus Kurniawan Budiman.

“Ada 12 program prioritas. Ada yang berkaitan dengan Dinas Sosial (Dinsos), perizinan, Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait dengan BPJS, Dinas Pendidikan, dan lainnya,” lanjut Agus.

“Alhamdulillah, nanti ada sekolah unggulan, di antaranya jenjang SD dan SMP. Kemudian, terkait infrastruktur jalan, tadi dibahas dengan PUTR, dan dinas lainnya lengkap,” tuturnya.

Agus mengatakan, untuk realisasi 100 hari kerja di sektor infrastruktur akan disinkronkan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

“Mungkin dalam beberapa hari ke depan, kita rapat dengan TAPD terkait ini. Nanti akan membahas terkait dengan 100 hari kerja,” ucap Agus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i menjelaskan, 12 program prioritas itu sangat realistis untuk direalisasikan pada program 100 hari kerja. Hal ini juga berdasarkan dengan kalkulasi kekuatan finansial Pemkab Cirebon.

“Memang ada infrastruktur, ada mekanisme keuangan berbeda. Tapi, minimal launching dilakukan di 100 hari kerja. Misalnya, sarana prasarana ruang kelas, baik renovasi ataupun ruang kelas baru,” ungkap Hilmy.

“Minimal (diluncurkan) di 100 hari kerja, penyelesaiannya tergantung mekanisme keuangan dan administratif,” pungkasnya. (din)









Minggu, 23 Februari 2025

Wali Kota Cirebon Ikuti Retret Pembekalan Kepala Daerah di Magelang

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo SAP MSi, bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya mengikuti Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025 yang digelar di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Dalam acara ini, para kepala daerah mengikuti serangkaian kegiatan, termasuk pengarahan dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta materi pembekalan terkait isu-isu penting seperti pencegahan korupsi, pertumbuhan ekonomi, hilirisasi, dan reformasi birokrasi.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, secara resmi membuka acara Retret Pembekalan Kepala Daerah 2025 pada Sabtu (22/2/2025). 

Dalam sambutannya, Tito menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkuat koordinasi antar kepala daerah, agar mereka dapat bekerja secara lebih sinkron dan efektif. 

"Retret ini menjadi momentum bagi kepala daerah untuk saling mengenal dan berkolaborasi demi kemajuan daerah masing-masing," ujar Tito.

Retret tersebut dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota. Mereka mengenakan seragam Satpol PP sebagai bagian dari simbol kebersamaan dan kedisiplinan. 

Tito juga mengapresiasi sejumlah daerah yang sudah memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan antar kepala daerah. 

"Saya berharap hubungan yang terjalin di sini akan membantu mengurangi hambatan-hambatan yang selama ini ada, dan memudahkan kita untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik," tambahnya.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat dalam membentuk mental seorang pemimpin daerah. 

"Di sini, kami dilatih untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti senam pagi dan latihan baris-berbaris menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kebersamaan dan disiplin di kalangan kami sebagai pemimpin daerah," kata Effendi.

Retret ini terdiri dari dua gelombang. Gelombang pertama, yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025, diikuti oleh 505 kepala daerah dari seluruh Indonesia. 

Acara ini dilaksanakan setelah pelantikan kepala daerah pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Sementara itu, gelombang kedua akan melibatkan 40 kepala daerah lainnya, dan penjadwalan kegiatan ini akan menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilkada.




Bakti Amal dan Kajian Terjemah Al-Qur'an : Bangun Peradaban Ilmu Melalui Cinta Pustaka UIN Siber Cirebon

CIREBON  – Dalam semangat kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, Komunitas Cinta Pustaka Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), berkolaborasi dengan Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Al-Munawwarah dalam menyelenggarakan Bakti Literasi & Kajian Terjemah Al-Qur'an bertajuk “Membangun Peradaban Melalui Ilmu dan Kepedulian”. 

Bertempat di Masjid Jami’ Al-Munawwarah, Kota Cirebon, acara ini sukses mempertemukan masyarakat, pelajar, dan akademisi dalam satu momen penuh inspirasi dan kepedulian sosial.

Hadir sebagai pemateri utama, Ustadz H. Ahmad Khoirudin, Lc., M.H. (Ketua Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum/PKBH UIN SSC) memberikan kajian mendalam mengenai terjemahan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengulas nilai-nilai aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tausiyah inspiratif yang beliau sampaikan menggugah semangat peserta untuk semakin memahami makna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Komunitas Cinta Pustaka UIN SSC, dengan keterlibatan aktif Syibli Maufur, M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), Rifaldi Shafar (Ketua Komunitas Cinta Pustaka), Rahmadian Fatmawati (Ketua Pelaksana Komunitas Cinta Pustaka), serta jajaran panitia lainnya. Kehadiran Bapak Suwarso, S.Kom. dari DKM Masjid Al-Munawwarah beserta Remaja Masjid semakin menguatkan sinergi dalam menyukseskan acara ini.

Selain kajian, acara ini juga diisi dengan kegiatan bakti amal, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Bantuan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, menegaskan pentingnya berbagi dalam meraih keberkahan hidup.

Keterlibatan aktif pelajar dari berbagai sekolah di Cirebon turut memperkaya acara ini. Peserta dari SMAN 1 Kota Cirebon, SMAN 2 Kota Cirebon, SMAN 6 Kota Cirebon, SMAN 8 Kota Cirebon, SMA Yadika Kota Cirebon, SMK Yadika Kota Cirebon, dan SMPN 3 Kota Cirebon hadir dengan antusias, berpartisipasi dalam sesi kajian dan diskusi yang menggugah pemikiran.

Lebih dari sekadar kajian dan bakti sosial, acara ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan UIN SSC kepada masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya (Wilayah 3). Dengan memperkenalkan lingkungan akademik dan keislaman yang kuat, acara ini juga menjadi ajang promosi bagi Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat literasi keislaman dan PKBH UIN SSC sebagai layanan hukum berbasis syariah.

Dengan harapan yang besar, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai jembatan dalam memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an, membangun kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara UIN SSC, masyarakat, dan dunia pendidikan. Semoga langkah kecil ini menjadi pijakan menuju ridho Ilahi dan keberkahan bagi kita semua.

UKM EL-FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Juara Dinus Futsal Cup 2025

 

SEMARANG – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EL-FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang jugadikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Tim futsal kebanggaan kampus ini berhasil menjuarai Dinus Futsal Cup 2025, sebuah turnamen nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh UKM Bola dan Futsal Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang pada tanggal 20-23 Februari 2025 di GOR Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Perjalanan UKM EL-FAHD menuju juara penuh tantangan dan semangat pantang menyerah. Mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan di Grup A, tim ini sukses melaju ke babak semifinal. 

Di semifinal, mereka berhadapan dengan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung dalam pertandingan yang sangat ketat. Dengan strategi yang matang dan kerja sama tim yang solid, UKM EL-FAHD berhasil mengalahkan ITENAS dan melaju ke final, bertemu Universitas Semarang (USM).

Partai final berjalan sengit, dengan kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka. Namun, semangat juang tinggi dan determinasi tim EL-FAHD akhirnya membuahkan hasil. 

Ahmad Dendi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol tunggal yang menakjubkan di babak kedua, membawa timnya meraih kemenangan 1-0. Gol tersebut menjadi penentu, dan sorak-sorai kemenangan bergema di lapangan.

Tak hanya berhasil meraih gelar juara, dua pemain EL-FAHD juga meraih penghargaan individu. Ahmad Dendi dinobatkan sebagai Top Skor dengan 7 gol sepanjang turnamen, sementara Tubagus Al-Furqon Sasi Kirana terpilih sebagai Best Player berkat penampilan luar biasanya di setiap pertandingan. 

Kedua pemain ini berasal dari Program Studi Ekonomi Syariah FEBI, membuktikan bahwa prestasi akademik dan olahraga bisa berjalan seiring.

Sebagai Manajer; M. Rifqie Iskak Dimyatie, Pelatih; Dody Dahwana Putera, Asisten Pelatih; Dika Arif Darmawan. Dan inilah nama para pemain UKM EL-FADH:

1. Abin Dwi Ramadhan (Hukum Tata Negara - Fasya)

2. Fadel Muhamad Rizki (IAT - FUA)

3. Juliyanto (SKI - FUA)

4. Perdi Pirmansyah (SKI - FUA)

5. Zamaluddin (BKI - FDKI)

6. Dadan Ramdhan (PMI - FDI)

7. Tubagus Al-Furqon Sasi Kirana (Ekos - FEBI)

8. M. Irfan Padang (Ekos - FEBI)

9. Daffa Ahmad Faqih (Ekos - FEBI)

10. M. Fuad Ismail (Ekos - FEBI)

11. Oying Abdul Muhyi (HTN - Fasya)

12. Febri Aulia (HTN - Fasya)

13. Febry Zendry Maulana (HTN - Fasya)

14. Ahmad Dendi (Ekos - FEBI)

Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Ketua Umum UKM EL-FAHD, Fadel Muhamad Rizki, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag, Pembina UKM EL-FAHD, Tommy Saladin, M.Ag, serta Presiden DEMA Universitas Miftahul Rizqi yang mendukung tim melalui Kementerian Olahraga. Dukungan moral dan materi dari pimpinan universitas sangat berarti dalam perjalanan tim menuju prestasi ini.

Fadel berharap kemenangan ini akan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. 

"Dengan semangat kemenangan ini, UKM EL-FAHD berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan berusaha meraih prestasi lebih tinggi di turnamen-turnamen mendatang," ujarnya. (din)


Mahasiswa UIN Siber Cirebon Luncurkan Aplikasi Poricare untuk Mitigasi Banjir

CIREBON - Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari Jurusan Tadris Biologi yang tergabung dalam tim N2M dengan penuh semangat menyelenggarakan acara peluncuran aplikasi Poricare. 

Kegiatan ini menjadi tahap akhir implementasi inovasi mereka dalam ajang lomba Innovillage, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mitigasi banjir. Sabtu, (22/02/2025).

Poricare merupakan sistem digital berbasis sensor dan pemetaan yang dirancang untuk mendukung pembuatan serta pemeliharaan biopori secara lebih efektif dan efisien. 

Acara peluncuran ini berlangsung di ruang kelas MA Nurul Huda Munjul dan dihadiri oleh berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap inovasi ini, termasuk masyarakat sekitar, siswa, para guru, Ketua Jurusan Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dosen pembimbing tim N2M Bambang Ekanara, M.Pd., pihak desa, serta mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB diawali dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan desa yang berharap aplikasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. 

Ketua Jurusan serta dosen pembimbing turut memberikan apresiasi atas kerja keras tim N2M dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis ilmu pengetahuan dan berdampak nyata di lapangan.

Selanjutnya, tim N2M memaparkan berbagai fitur unggulan dalam aplikasi Poricare, di antaranya:

1. Sensor Water Level - Memungkinkan pengguna untuk memantau ketinggian air tanah guna menganalisis efektivitas biopori dalam menyerap air hujan.

2. Peta Lokasi Biopori (Map) - Memudahkan pengguna untuk melihat lokasi biopori yang telah dibuat.

3. Sensor Curah Hujan - Memberikan informasi terkait intensitas curah hujan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi terbaik dalam mitigasi banjir.

Penerapan biopori sebagai solusi resapan air sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan tangguh. 

Dengan fitur-fitur unggulan yang dimiliki, Poricare tidak hanya menjadi alat edukasi tetapi juga solusi nyata dalam membangun komunitas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Tim N2M juga melakukan demonstrasi langsung mengenai cara kerja aplikasi Poricare. Peserta yang hadir dapat melihat secara langsung cara mengakses aplikasi, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, hingga fitur-fitur utama yang telah dikembangkan. 

Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama siswa dan perangkat desa, dapat memahami cara menggunakan aplikasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi presentasi dan demonstrasi. 

Para peserta menunjukkan minat besar terhadap inovasi ini, terutama dalam hal potensi implementasi Poricare di daerah lain yang menghadapi permasalahan banjir serupa.

Peluncuran aplikasi Poricare ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan banjir dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi. 

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, inovasi ini berpotensi berkembang lebih luas serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan.

Sebagai tim pengembang, tim N2M berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti pada tahap perlombaan, tetapi juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah air, hijau, dan bebas banjir.

Jumat, 21 Februari 2025

Pemkab Cirebon Persiapkan Verifikasi ODF Oleh Tim Provinsi Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Sosialisasi Verifikasi Open Defecation Free (ODF) secara hybrid di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (21/2/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah persiapan sebelum verifikasi ODF oleh tim dari Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Februari 2025.

Dalam sambutan Bupati Cirebon Imron, yang dibacakan oleh Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mochamad Syafrudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses sanitasi sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam persiapan verifikasi ODF ini,” katanya.

Ia menjelaskan, kesehatan adalah hak asasi setiap warga masyarakat, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak.

Oleh karena itu, Pemkab Cirebon harus berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Ia menambahkan, bahwa keberhasilan verifikasi ODF, merupakan bukti nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sanitasi yang baik adalah faktor penting dalam mendukung kualitas hidup. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menjadi sumber utama penyebaran penyakit, seperti diare, kolera, dan kecacingan,” ujarnya.

Dengan adanya verifikasi ini, kata dia, dipastikan bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon benar-benar terbebas dari kebiasaan tersebut.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, untuk bersama-sama memastikan bahwa fasilitas sanitasi di setiap wilayah terus terjaga dan berfungsi dengan baik,” sambungnya.

“Mari kita tunjukkan kepedulian kita, dengan turut serta dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi berupa jamban sehat bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, menjelaskan bahwa deklarasi ODF Kabupaten Cirebon telah dilakukan pada 27 Desember 2024 lalu.

Deklarasi ini merupakan pernyataan kepala daerah, bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon telah terbebas dari perilaku BABS.

“Kini, kami bersiap untuk proses verifikasi oleh Tim Verifikator ODF Provinsi Jawa Barat,” ungkap dia.

Verifikasi ODF akan berlangsung dalam tiga tahap. Pada 24 Februari 2025, dilakukan verifikasi dokumen secara daring yang melibatkan kepala daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta kepala desa/kelurahan.

Selanjutnya, pada 25 Februari 2025, tim akan turun ke lapangan untuk meninjau kondisi di 12 kecamatan dan desa/kelurahan yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria.

Seperti, desa pertama dan terakhir yang mendeklarasikan ODF, desa rawan BABS, serta desa dengan akses jamban tertinggi dan terendah.

Terakhir, pada 26 Februari 2025, hasil verifikasi akan diplenokan dan dipresentasikan kepada pemerintah daerah.

Edi menyampaikan, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum pelaksanaan verifikasi, termasuk koordinasi dengan 60 petugas kesehatan lingkungan puskesmas pada 18 Februari 2025 dan diskusi lintas sektor dengan Bagian Kesra, perangkat daerah terkait, serta BAZNAS pada 19 Februari 2025.

“Kami berharap dengan adanya verifikasi ini, Kabupaten Cirebon benar-benar bisa mendapatkan pengakuan sebagai daerah bebas BABS,” ungkapnya.

“Selain itu, status ODF ini juga menjadi pintu masuk untuk verifikasi Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025,” pungkasnya. (din)