Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 10 April 2025

Bupati Imron Pastikan Perbaikan Tiga Ruas Jalan di Wilayah Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan memulai perbaikan infrastruktur tiga ruas jalan utama di wilayah Cirebon Timur pada Agustus 2025.

Kepastian ini disampaikan Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri pertemuan bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat serta sejumlah kepala perangkat daerah di Cafe Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kamis (10/4/2025).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Imron menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat perihal kondisi anggaran dan komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur.

“Pada hari ini, kami bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Cirebon Timur yang mempunyai aspirasi tentang masalah pembangunan, terutama tentang masalah jalan. Maka, kami didampingi oleh Forkopimda dan juga para kepala dinas,” ujar Imron.

Ia mengakui, beberapa program pembangunan mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal itu tidak berarti pembangunan akan berhenti.

“Kami tetap akan membangun. Dana dari efisiensi yang lain kami alihkan. Jalan dari Babakan sampai Waled juga kami akan perbaiki,” jelas Imron.

“Dari Karangsembung sampai Karangwareng dan Waled juga akan diperbaiki. Usulan dari masyarakat kami tampung dan bicarakan dengan kepala dinas,” sambungnya.

Menanggapi pertanyaan soal sumber anggaran, Imron menjelaskan, bahwa proyek jalan tersebut tidak menggunakan anggaran perubahan, tetapi menggunakan anggaran murni yang telah diusulkan kembali setelah DAK dicoret.

“Yang tadinya sudah dianggarkan dari DAK itu ternyata terkena efisiensi, maka kami mencari sumber (anggaran) lain,” ungkap Imron.

“Kami sudah membahas dengan DPRD, dan tadi juga sudah diputuskan. Meskipun tidak bisa 100 persen, perbaikannya tetap akan dilaksanakan tahun ini, dimulai bulan Juli atau Agustus,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus ini menambahkan, bahwa ruas jalan Gebang Ilir-Waled menjadi prioritas dalam proyek perbaikan infrastruktur tahun ini.

“Alhamdulillah, yang pertama kami apresiasi kepada Ibu Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Tadi, sudah ada jawaban dari Pak Bupati terkait ruas jalan Gebang Ilir–Waled. Insya Allah akan direalisasikan pada Agustus 2025,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, proyek ini sempat hilang dari dokumen anggaran, karena terkena efisiensi. Namun, kini pemerintah pusat memberikan sinyal positif melalui kebijakan bagi hasil pajak yang memungkinkan pengalokasian kembali.

“Meskipun awalnya muncul di anggaran, tapi karena efisiensi, hilang. Alhamdulillah kita mendapat kabar baik, karena ada instruksi Presiden terkait bagi hasil pajak. Insya Allah bisa direalisasikan tahun ini,” tegasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah.

“Dari infrastruktur, SDM, hingga situasi kamtibmas, kita semua ingin Kabupaten Cirebon maju dan masyarakatnya sejahtera. Kita ingin situasi yang kondusif,” ujar Sumarni.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal selebaran atau flyer yang beredar di media sosial, yang menunjukkan ketidaktahuan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

“Flyer-flyer itu saya lihat di media sosial. Mungkin karena kurangnya sosialisasi, jadi masyarakat belum tahu bahwa rencana perbaikannya sudah diagendakan,” ucapnya.

Sumarni berharap, masyarakat bisa tetap menjaga suasana kondusif demi menarik minat investasi ke Kabupaten Cirebon.

“Banyak investor yang sedang menimbang untuk masuk ke sini. Mereka pasti melihat kondisi daerah, apakah kondusif, memudahkan, atau menyulitkan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Iwan Rizki, merinci tiga ruas jalan yang akan dikerjakan, yakni Sindanglaut–Pabuaran, Gebang Ilir–Waled, dan Kalipasung–Serang.

“Tiga ruas jalan ini sudah teralokasikan anggarannya dari hasil rapat TAPD. Untuk Gebang Ilir–Walet Rp10 miliar, Sindanglaut–Pabuaran Rp5 miliar, dan Kalipasung–Serang Rp2,3 miliar,” jelas Iwan.

Ia menyebut, usulan awal ke DAK sebenarnya mencapai Rp27 miliar, namun hanya Rp15 miliar yang kini tersedia. Sebagian besar anggaran infrastruktur lainnya, menurut Iwan, tersebar di luar Dinas PUTR.

“Penanganan jalan tidak bisa 100 persen, karena keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan lain, seperti trotoar akan dikurangi dan dialihkan untuk mendukung proyek ini,” ujarnya.

Perwakilan tokoh masyarakat Cirebon Timur Dade Mustofa menyampaikan, bahwa aksi yang telah direncanakan masyarakat tetap akan dilaksanakan, namun dengan format yang lebih santun.

“Aksi tetap kita lakukan, tapi ada perubahan format. Tidak ada penanaman pohon, karena musim hujan sudah lewat. Kami juga meminta dengan hormat, agar Wakil Bupati Cirebon bisa hadir dalam aksi itu bersama OPD terkait,” ujarnya.

Dade menjelaskan, bahwa masyarakat Cirebon Timur hanya ingin memastikan pembangunan yang dijanjikan benar-benar dilaksanakan, terutama karena tiga ruas jalan itu sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan Gebang Ilir–Waled, Sindanglaut–Pabuaran, dan Kalipasung–Serang ini dijanjikan tahun lalu. Jalan itu penting karena menuju rumah sakit, pasar, dan area aktivitas warga lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa pertemuan ini bukan untuk membatalkan aksi masyarakat, melainkan sebagai bentuk komunikasi awal yang akan terus dikawal hingga pembangunan benar-benar berjalan. 

Terima Aspirasi, DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kesiapsiagaan Tagana Hadapi Bencana

CIREBON – DPRD merespons positif aspirasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cirebon yang meminta adanya insentif. DPRD juga mengapresiasi kesiapsiagaan Tagana Kota Cirebon ketika terjadi bencana.

Pada kesempatan itu pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan dedikasi dan kinerja Tagana dalam penanganan berbagai kejadian bencana di wilayah Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE saat rapat dengar pendapat tentang kesiapsiagaan bencana bersama Dinsos dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Griya Sawala, Kamis (10/4/2025).

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan bahwa peran Tagana sangat vital dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Ia menilai, dedikasi Tagana patut diapresiasi sebab seringkali bekerja dalam kondisi sulit demi kemanusiaan.

“Kami apresiasi kerja keras Tagana di lapangan, karena ketika terjadi banjir, pohon tumbang mereka siap siaga membantu, jiwa sosialnya luar biasa,” kata Andrie usai rapat.

Kendati demikian, DPRD berharap kepada seluruh anggota Tagana agar terus solid dan militan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat.

Di samping itu, DPRD dan Pemda Kota Cirebon pun tengah berfokus dalam langkah preventif terhadap bencana yang terjadi di daerah, salah satunya banjir.

“Semoga Tagana tetap militan, sebab mereka telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana yang tangguh di Kota Cirebon,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III Sarifudin SH juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tagana dalam membantu masyarakat ketika terjadinya bencana.

Meski bersifat relawan, Sarifudin merekomendasikan agar pemda mampu memenuhi kebutuhan Tagana dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

Ia pun akan mendukung kegiatan-kegiatan Tagana, baik yang bersifat pencegahan maupun penanganan kebencanaan.

“Untuk teman-teman Tagana, tetap semangat dalam membantu masyarakat Kota Cirebon, dan kami juga mensupport agar kegiatannya lebih optimal ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tagana Kota Cirebon Subagio menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan DPRD. Khususnya untuk menyampaikan kinerja dan hal-hal yang dibutuhkan Tagana.

Subagio pun berharap, seluruh anggotanya agar lebih diperhatikan, seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang mendukung kerja di lapangan saat terjadinya bencana.

“Kami berharap Tagana dapat diperhatikan, karena tenaga yang dikerahkan cukup luar biasa dan dapat mendukung program kegiatan maupun fasilitas,” ujarnya.

Hadir dalam rapat, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III Indra Kusumah Setiawan Amd, serta perwakilan Dinsos Kota Cirebon. (Ara)

Pemkot Cirebon dan BBWS Cimancis Bahas Langkah Strategis untuk Normalisasi Sungai Serta Penanggulangan Banjir

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan kerja ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) di Kota Cirebon, Kamis (10/4/2025). 

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, asisten, dan staf ahli yang membahas berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kota ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan rasa syukurnya atas diskusi yang berlangsung dengan hangat, terbuka, dan penuh solusi. 

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama Ibu Wakil Wali Kota dan dinas terkait, serta BBWS, melakukan diskusi yang cukup produktif. Kami saling berbagi ide dan mencari jalan keluar untuk berbagai permasalahan yang ada," ujarnya. 

Wali Kota menegaskan, salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah rencana normalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon. Menurut Wali Kota, program normalisasi ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei 2025. 

"Skala prioritasnya adalah sungai Kedung Pane dan Sungai Sukalila. Proses normalisasi akan dilakukan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan efisiensi dan efektivitas. Kami juga akan mengupayakan penertiban pedagang atau bangunan yang ada di sekitar sepadan sungai," lanjutnya. 

Wali Kota menambahkan, setelah pertemuan tersebut, akan ada diskusi kembali untuk membahas lebih detail terhadap persoalan yang ada. 

"Nanti kita rembuk kembali untuk teknis pelaksanaannya, yang jelas langkah ini sebagai niat tulus kami untuk Kota Cirebon menjadi lebih baik," harapnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menambahkan bahwa pertemuan ini membahas dua aspek penting dalam penanganan banjir di Kota Cirebon. 

"Pertama, kami akan fokus pada pengurangan persoalan banjir dengan melakukan normalisasi muara sungai dan sungai secara bertahap. Kami akan membuat peta dengan Pemerintah Daerah mengenai setiap ruas sungai yang akan dipasang alat normalisasi," jelas Dwi Agus.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas pentingnya inventarisir aset Pemda Kota Cirebon untuk pembuatan kolam retensi tampungan air untuk mengatasi banjir yang disebabkan oleh kiriman air dari daerah hulu. 

Ia mengungkapkan bahwa kolam retensi ini akan menjadi salah satu bagian integral dari solusi jangka panjang untuk menangani banjir.

"Banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon tidak hanya disebabkan oleh curah hujan lokal, tetapi juga oleh kiriman air dari daerah hulu. Oleh karena itu, perlu adanya kolam retensi yang bisa menampung air sebelum mengalir ke permukiman warga," tuturnya.

Terkait rencana penertiban bangunan-bangunan liar yang ada di sekitar sepadan sungai, tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga untuk menciptakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

"Kami berencana menjadikan kawasan sekitar sungai sebagai area yang lebih ramah lingkungan, yang bisa berfungsi sebagai river garden atau taman tepi sungai. Warga nantinya bisa menikmati ruang hijau untuk bersantai dan berinteraksi dengan alam," ungkapnya.

Dengan adanya langkah-langkah yang lebih terencana dan terkoordinasi, diharapkan banjir yang sering terjadi di Kota Cirebon bisa diminimalisir, dan kualitas hidup masyarakat pun bisa semakin baik.

Pemerintah Kota Cirebon berharap, kolaborasi antara berbagai pihak ini bisa menjadi model untuk penanganan permasalahan serupa di daerah lainnya. (din)



Rabu, 09 April 2025

Ratusan Warga Datangi Kantor Desa, Kuwu Sampiran Sampaikan Klarifikasi Dihadapan Massa Unjukrasa

Kuwu Sampiran, saat memberikan keterangan pers di kantornya.


CIREBON, FC – Ratusan warga mendatangi kantor desa untuk meluapkan rasa ketidakpuasan kepada Kuwu Sampiran, Sujito, yang tidak menemui warga saat musibah keracunan terjadi. 

Kuwu Sampiran, Sujito, dihadapan massa aksi dan juga perwakilan warga saat berdialog di dalam kantor desa, langsung memberikan klarifikasi. 

Sujito menegaskan bahwa dirinya telah mengambil langkah dengan mengutus pegawai desa sebagai perwakilan saat musibah terjadi, karena pada saat itu dirinya sedang menjalankan tugas lain yang tidak memungkinkan untuk hadir langsung di lokasi kejadian.

“Saya sudah mengutus staf untuk mewakili saya ke tempat di mana musibah keracunan warga terjadi, jadi sangat tidak benar jika saya tidak peduli, sebab saat itu memang sedang ada tugas lain dan sudah meminta untuk diwakilkan menemui warga yang terkena musibah keracunan,” ujar Sujito. 

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung kepada media juga warga yang tengah mengekspresikan kecemasan melalui aksi unjuk rasa di kantor Desa Sampiran.

Selain penunjukan perwakilan, pihak desa juga mengambil langkah penanganan terhadap warga yang terdampak. 

Warga yang terkena musibah, termasuk mereka yang tidak memiliki BPJS, segera dibawa ke rumah sakit dengan bantuan dari desa. Upaya tersebut dinilai sebagai bukti nyata keseriusan pihak desa dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat di tengah situasi krisis.

Sebelumnya, ratusan warga mendatangi kantor desa dan menganggap bahwa Kuwu Sampiran  kurang empati atas musibah keracunan yang menimpa warganya. Dugaan tersebut memicu aksi demonstrasi di kantor desa sebagai bentuk aspirasi masyarakat. 

Namun, setelah dilakukan pertemuan melalui perwakilan warga dan didampingi Sekretaris Camat Talun, dan Kapolsek Talun serta unsur Musika lainnya, massa aksi tersebut kemudian mengakhiri demonstrasinya dengan damai.

Klarifikasi yang disampaikan Kuwu Sampiran ini diharapkan dapat meredakan keresahan warga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa dalam menghadapi situasi darurat. 

Menurut Sujito, pihak Desa Sampiran tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem komunikasi dan penanganan krisis demi kesejahteraan seluruh warga. (sin)

Libur Lebaran, Destinasi di Kabupaten Cirebon Diserbu Wisatawan

KABUPATEN CIREBON – Selama libur baik sebelum maupun sesudah Lebaran 2025, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Cirebon dipadati oleh wisatawan asal luar kota. Terutama saat libur pasca Lebaran 2025 dimana sejumlah wisata berkunjung ke beberapa destinasi di Kabupaten Cirebon.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, Rabu (9/4/2025).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah destinasi wisata yang selalu dijadikan tempat untuk menghabiskan waktu libur panjang mulai dari wisata fashion, wisata religi, wisata alam dan wisata buatan.

“Dari data yang kami catat ada 9 lokasi wisata yang minimal dikunjungi oleh 2 ribu orang selama libur Lebaran 2025,” ucapnya.

Dari kesembilan destinasi wisata itu terbagi kesejumlah kategori destinasi wisata. Namun yang paling banyak dikunjungi adalah destinasi wisata buatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Dari kesembilan destinasi itu mulai dari wisata religi, fashion, dan wisata buatan ya,” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk kunjungan di wisata buatan terdiri dari destinasi wisata kolam renang Tropicana, kolam renang tirta gemilang, kolam renang gempol waterboom dan talaga langit.

“Untuk kunjungan di kolam renang Tropicana kami catat ada sebanyak 5.337 orang, lalu kolan renang tirta gemilang 5.577 orang, terus ada kolam renang gempol waterboom sebanyak 2.354 orang dan talaga langit ada sebanyak 9.985 orang,” ucapnya.

Kemudian untuk wisata fashion masih menjadi pilihan bagi wisatawan terutama di pasar batik trusmi sebanyak 2.755 kunjungan. Sedangkan untuk wisata alam ada beberapa yang menjadi pilihan wusatawan mulai dari taman bukit lumpang sebanyak 3.278 kunjungan lalu garden ciberes alam sebanyak 6.446 kunjungan.

“Untuk wisata religi ada di komplek makan sunan gunung jati sebanyak 2.818 kunjungan dan syekh magelung sakti ada 2.262 kunjungan,” terangnya. (Hanin)

Kuwu Sampiran, Sujito Temui Pasien Keracunan dan Beri Santunan


LCIREBON, FC – Kuwu Desa Sampiran, Sujito, telah melakukan klarifikasi secara langsung kepada warga terkait musibah keracunan yang menimpa sejumlah warga desa. Bahkan Kuwu sendiri membesuk pasien langsung di rumah sakit sekaligus juga memberikan santunan kepada yang lain.

Tak hanya memberikan penjelasan, kepada media juga Sujito mengaku sudah mengadakan pertemuan terbuka dengan masyarakat serta memberikan bantuan dan santunan kepada para korban.

Dalam keterangannya, Kuwu Sujito menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sampiran selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang baik, cepat, dan bermanfaat.

Ia secara rutin mengingatkan seluruh aparatur desa untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

"Sejak awal kejadian, saya sudah meminta agar segera mewakili saya untuk cepat bergerak membantu para korban keracunan untuk mendapat pengobatan. Dalam hal ini, kami memanfaatkan fasilitas BPJS dan berbagai program lainnya agar korban bisa segera tertangani," ujar Sujito.

Selain meminta maaf dikarena tidak bisa langsung menemui para korban karena sedang menangani anggota keluarganya yang tengah sakit, namun diakuinya, Sujito sudah

 secara langsung membesuk warga yang dirawat akibat keracunan untuk memastikan  kondisi kesehatan mereka. Ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta memberikan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati.

"Desa Sampiran sangat peduli terhadap lingkungan dan kondisi warga. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga merasa aman dan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah desa," tambahnya.

Langkah cepat dan responsif dari Kuwu Sujito ini sebagai wujud dan bukti kepemimpinannya yang selalu terbuka untuk warganya. 

Hanya memang dalam hal-hal tertentu ketegasan bersikap seorang pemimpin juga diperlukan, hal itu untuk menyeimbangkan keputusan atau kebijakan yang semuanya untuk bermuara kepada kepentingan warga.

Kuatkan Semangat Kebersamaan, Ratusan Sivitas Akademika UIN Siber Cirebon Hadiri Halal Bihalal Usai Libur Lebaran 1446 H

CIREBON, FC – Mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur Idulfitri 1446 Hijriah, ratusan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal Cyber Islamic University (CIU), memadati halaman Gedung Rektorat pada Rabu pagi, 9 April 2025. 

Momen kebersamaan tersebut dikemas dalam acara halal bihalal yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi para Wakil Rektor dan Ketua Senat, Prof. Dr. H. Farihin, M.Pd.

Acara berlangsung hangat dan penuh khidmat, menjadi wadah silaturahmi serta saling memaafkan di antara jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga staf administrasi setelah satu bulan menjalani ibadah puasa.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Aan Jaelani menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan juga momen penting untuk memperkuat sinergi dan semangat kerja kolektif dalam membangun UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber unggulan nasional dan internasional.

“Momentum Syawal ini harus kita manfaatkan untuk memperbarui semangat pelayanan, memperkuat semangat kebersamaan, dan memantapkan langkah kita ke depan sebagai kampus siber yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tegas Prof. Aan.

Senada dengan itu, Ketua Senat Prof. Farihin dalam sambutannya turut mengajak seluruh sivitas untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan dan Idulfitri sebagai spirit dalam menjalankan tugas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika para pimpinan saling bersalaman dengan para dosen, tenaga kependidikan, serta staf, disambut senyum dan sapaan hangat. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen penyegaran sebelum kembali pada rutinitas kerja dan akademik.

Wakil Rektor I, II, dan III turut menyampaikan harapannya agar spirit kebersamaan ini terus terjaga sepanjang tahun, seiring dengan perkembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus melangkah maju, baik dalam peningkatan mutu akademik, kerja sama internasional, maupun transformasi digital.

Kegiatan halal bihalal ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Acara ini menjadi penanda awal yang penuh berkah untuk menjalani aktivitas kampus di bulan Syawal 1446 H, sekaligus mencerminkan nilai-nilai Islami yang menjadi ruh utama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (sin)