Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 Mei 2025

Dorong Mutu dan Akses Pendidikan, Pemkab Cirebon Luncurkan Sekolah Unggulan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong keberlanjutan sekolah di kalangan pelajar.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah peluncuran program sekolah unggulan di berbagai wilayah, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi sekolah di daerahnya tergolong tinggi, baik dari jenjang SD ke SMP, maupun dari SMP ke SMA/SMK.

Data terbaru mencatat, dari total 36.000 siswa SD pada tahun 2024, hanya lima siswa yang tidak melanjutkan ke SMP.

“Begitu pula dari tingkat SMP, hanya 47 siswa yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar daerah dan kembali ke kampung halaman setelah lulus dari pesantren,” ujar Ronianto, Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan peluncuran sembilan sekolah unggulan sebagai bentuk penguatan sistem pendidikan.

Terdiri dari enam SD dan tiga SMP, sekolah-sekolah ini dipilih secara selektif berdasarkan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, dan potensi pengembangan karakter siswa.

“Sekolah unggulan ini akan menjadi model dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru-gurunya akan dibekali pelatihan khusus, dan fasilitas sekolah akan ditingkatkan agar mampu mendukung pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Adapun tiga SMP unggulan tersebut adalah SMPN 1 Lemahabang, SMPN 1 Sumber, dan SMPN 1 Dukupuntang.

Sedangkan enam SD unggulan tersebar di berbagai kecamatan, yakni SDN Tersana Baru (Babakan), SDN 2 Lemahabang, SDN 1 Kalikoa, SDN 4 Kenangan, SDN 2 Sindangmekar, dan SDN 2 Bojongwetan.

Bupati Cirebon, Imron, memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini. Ia menilai, pembentukan sekolah unggulan merupakan wujud nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap masa depan pendidikan.

“Pendidikan adalah pondasi pembangunan. Kami ingin setiap anak di Kabupaten Cirebon memiliki akses ke pendidikan berkualitas,” ujar Imron. (din)


“Dengan sekolah unggulan, kami berharap lahir siswa-siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perguruan tinggi,” ucapnya.


Ia menambahkan, program ini akan dikembangkan secara bertahap dan disertai dengan monitoring serta evaluasi rutin, guna memastikan implementasinya berjalan optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan daerah. 

Polresta Cirebon Tanamkan Nilai Ketahanan Moral dan Digital pada Santri Lewat Program "Police Goes To School"

CIREBON — Komitmen Polresta Cirebon dalam membina generasi muda kembali ditunjukkan melalui program Police Goes To School. Kali ini, kegiatan menyasar para santri dan santriwati dari dua pondok pesantren ternama di Kabupaten Cirebon: Ponpes Gedongan dan Ponpes Al Khiyaroh Buntet, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini bertujuan memberikan pembinaan, penyuluhan, dan motivasi kepada para santri agar tumbuh menjadi generasi religius yang juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, baik di masa kini maupun mendatang.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H, hadir langsung untuk memberikan pembekalan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

"Saya datang jauh-jauh ke sini karena percaya bahwa santri adalah fondasi masa depan bangsa. Tantangan ke depan sangat berat—bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga regional dan global," ujar Kombes Sumarni.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian global: konflik di berbagai belahan dunia, krisis pangan, perubahan iklim, hingga tekanan ekonomi. Semua ini berdampak langsung pada Indonesia.

"Anak-anakku, kalian hidup di masa bonus demografi, saat jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi. Ini bisa menjadi kekuatan besar jika dimanfaatkan dengan tepat. Tapi jika tidak disiapkan, justru bisa menjadi beban," lanjutnya.

Kombes Sumarni juga mengingatkan bahaya di balik kemajuan teknologi. Meski membawa banyak kemudahan, teknologi informasi juga membuka ruang bagi penyebaran konten negatif seperti pornografi, radikalisme digital, hoaks, dan kejahatan siber.

"Di era keterbukaan ini, konten baik dan buruk bisa viral dalam hitungan detik. Santri harus punya filter yang kuat. Gunakan teknologi untuk belajar, berdakwah, dan berinovasi. Jangan sampai kalian justru menjadi korban dari kemajuan itu sendiri," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti maraknya kejahatan lintas negara seperti narkotika, perdagangan orang, dan penyelundupan. Ia menekankan pentingnya keteguhan iman untuk menjauhi narkoba dan segala bentuk penyimpangan moral.

"Jangan pernah mendekati narkoba. Sekali terjerumus, masa depan bisa hancur. Negara kita sedang dalam kondisi darurat narkoba. Kita butuh generasi yang bersih dan kuat secara moral," katanya.

Tak hanya isu global, Kapolresta juga menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang masih belum optimal. Ia mengajak para santri untuk turut ambil peran dalam pengelolaan SDA secara adil dan berkelanjutan di masa depan.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas karena tidak hanya merugikan negara, tapi juga merusak nilai-nilai moral bangsa. (Ara)

Mengulas Relasi di Seminar Internasional, FUA Soroti Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam

CIREBON, FC – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam: Warisan, Transformasi, dan Tantangan Kontemporer” di lantai 3 Gedung Rektorat UINSSC. 

Wakil Dekan Bidang Akademik FUA, Wakhid Nashruddin, PhD, membuka kegiatan dengan apresiasinya terhadap penyelenggaraan seminar internasional ini. 

Ia menyebut bahwa FUA menjadi percontohan dalam pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi dilingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam membangun jejaring akademik internasional. (5/5).

Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Prof. Dr. Moqbel Al-Huzali, MA, Guru Besar Ilmu Linguistik di Umm Al-Qura University, Mekkah Al-Mukarramah, Kingdom of Saudi Arabia. 

Prof Moqbel membahas paradigma pembelajaran bahasa asing dan politik bahasa. Sedangkan Prof. Didin Nurul Rosyidin, PhD, Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengulas relasi antara bahasa, budaya, dan konstruksi peradaban manusia.

H. Abdul Jabbar, Lc., MSI, sebagai Direktur Pusat Riset Timur Tengah dan Islam/IMERC) Universitas Indonesia memaparkan peluang riset kolaboratif bidang keislaman, budaya, dan bahasa antara PTKIN dan mitra internasional. 

Sementara itu, H. Rijal Mahdi, Lc., MA, dosen Bahasa dan sastra arab (BSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan kajian tentang sastra Arab diaspora dengan tema potret nusantara dalam catatan sastrawan Arab periode1927–2024.

Seminar internasional ini dihadiri ratusan peserta dari enam program studi di Fakultas Ushuluddin dan Adab, mencakup mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. 

Antusiasme tinggi dari berbagai elemen akademik mencerminkan dukungan kuat terhadap penguatan kajian bahasa dan budaya Islam, sekaligus menunjukkan semangat kolaboratif dalam mendorong internasionalisasi keilmuan di lingkungan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam berbagai kesempatan, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi fakultas berkelas dunia. 

“Melalui seminar, kolaborasi riset, dan jejaring global, FUA membuka ruang pertukaran keilmuan lintas negara yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, bahasa, dan budaya” ungkapnya. 

Komitmen ini sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global, serta memperkuat posisi Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) sebagai pusat pengembangan ilmu yang progresif, inklusif, dan relevan di tingkat regional maupun internasional. (din)

Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, Komisi I Beri Catatan Rekomendasi untuk LKPj Walikota Tahun 2024


CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon mengevaluasi progres kinerja perangkat daerah hasil rekomendasi LKPj Walikota tahun 2023. Komisi I pun mencatat masalah dan hambatan kekinian sebagai bahan rekomendasi LKPj Walikota Cirebon tahun 2024.

Rapat bersama SKPD mitra kerja komisi I DPRD dilaksanakan di Griya Sawala, Senin (28/4/2025). Masing-masing perangkat daerah memaparkan uraian permasalahan dan hambatan menjalankan program pemerintahan.

Perangkat daerah yang hadir yaitu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Beberapa persoalan yang mengemuka saat rapat sebagai bahan evaluasi di antaranya, nilai investasi yang meningkat masih belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon, pendataan dan pembinaan organisasi masyarakat (ormas) hingga pengentasan tenaga honorer di lingkungan Pemda Kota Cirebon, hingga pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah.

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya S.Fil MSi menjelaskan, dari data yang disampaikan DPMPTSP, nilai investasi Kota Cirebon pada tahun lalu menyentuh hampir Rp2 triliun.

Namun demikian, Imam mempersoalkan peningkatan investasi apakah benar-benar memberikan manfaat kesejahteraan bagi warga Kota Cirebon atau tidak.

“Tantangan kita itu rasio gini masih tinggi. Efek dari semakin meningkatnya investasi di Kota Cirebon itu seharusnya mampu mengurangi angka pengangguran terbuka dan rasio gini kita,” tegas Imam.

Atas dasar itu, salah satu rekomendasi Komisi I kepada pemerintah daerah atas LKPj 2024 yaitu Pemda berkewajiban memberikan dampak manfaat ekonomi kepada warga Kota Cirebon atas peningkatan nilai investasi.

“Apa gunanya investasi besar, tapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cirebon. Saya minta ada kebijakan agar investor memprioritaskan warga Kota Cirebon sebagai bagian investasi mereka,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi I DPRD juga menyoroti tentang pendataan ormas. Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH menyampaikan, jangan sampai keberadaan ormas menjadi penghalang investasi.

Karena itu, Ia menyarankan kepada Kesbangpol untuk melakukan pendataan dan pembinaan kepada ormas yang terdaftar secara resmi.

“Kaitannya tentang ormas ini sedang menjadi diskusi publik. Mau tidak mau, pemerintah daerah harus mulai melakukan pembinaan, pengaturan dan sejenisnya. Agar tidak ada ormas yang menjadi penghalang investasi di daerah. Itu yang harus dipahami bersama,” ujarnya.

Hadir pula saat rapat kerja bersama perangkat daerah membahas LKPj tahun 2024, Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Syaefurrohman SE MM. (din)

Minggu, 04 Mei 2025

Warga RW 05 Sumber Asri Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lapangan Volley

TALUN, CIREBON FC– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga RW 05 Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, masyarakat setempat mengadakan kerja bakti bersama untuk membersihkan Lapangan Volley Sumber Asri agar lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan.

Ketua RW 05, Didi Supriadi, kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Warga dengan antusias saling bahu-membahu melakukan pembersihan area sekitar lapangan.

“Tujuannya agar lapangan ini bisa kembali menjadi tempat yang nyaman untuk berolahraga dan berkumpul. Kami menebang pohon-pohon yang mengganggu pandangan serta membersihkan sampah dan rumput liar yang sudah tinggi,” ujar Didi.

Dalam kegiatan tersebut, tampak kebersamaan dan kekompakan warga yang turut membawa alat-alat kebersihan sendiri, mulai dari sabit, cangkul, hingga gerobak dorong. Tak hanya kaum pria, ibu-ibu pun turut serta dalam membersihkan lingkungan sekitar.

Didi berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian warga terhadap fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

Lapangan Volley Sumber Asri sendiri merupakan salah satu fasilitas penting bagi warga dalam menjalin silaturahmi serta meningkatkan kebugaran jasmani. Dengan adanya kerja bakti ini, diharapkan lapangan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga. (din)

Buntut Buang Sampah Sembarangan Di Kesenden, Ketua DPRD Panggil Sejumlah Perangkat Daerah

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE memanggil sejumlah pejabat perangkat daerah imbas viralnya berita aktivitas buang sampah sembarangan di Kampung Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, pada Minggu (4/5/2025) lalu.

Tak hanya pejabat dinas terkait, Ketua DPRD juga menghadirkan oknum warga pembuang sampah untuk dimintai penjelasan alasan membuang sampah di kawasan pesisir Kota Cirebon. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang Ketua DPRD Kota Cirebon, Senin (5/5/2025) itu, sudah menemukan benang merahnya.

Andrie menjelaskan, alasan warga membuang sampah di kawasan Pesisir Samadikun itu karena kebingungan ketika dilarang membuang ke TPS terdekat. Sebab, petugas TPS tidak menerima sampah selain sampah rumah tangga.

Tumpukan sampah yang diangkut dengan bentor itu merupakan sampah hasil kerja bakti warga RW 02 Syekh Magelung, Kelurahan Kejaksan. Mengingat volume sampah yang menggunung, warga pun merasa tidak ada pilihan ketika tidak dibolehkan membuang ke TPS.

“Warga Kejaksan setelah selesai kerja bakti, sampah-sampahnya dibuang ke Kesenden, lalu saya kumpulkan semua pejabat dari DLH, Satpol PP, Kelurahan Kesenden, Kejaksan dan warga yang bersangkutan,” ujar Andrie usai rapat.

Aktivitas membuang sampah tidak pada tempatnya tersebut direkam warga dan menjadi viral di media sosial. Tak lama kemudian, jajaran Kelurahan Kesenden berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Cirebon untuk mencari pelaku dan dilakukan proses hukum. Alhasil, pelaku dimintai keterangan dan kendaraan bentor pengangkut sampah pun ditahan.

Hasil audiensi dengan berbagai pihak, Andrie menekankan kepada warga bersangkutan untuk tidak mengulang perbuatan serupa. Ia pun meminta kepada pihak DLH agar tidak melarang warganya membuang sampah di TPS, sebab hal itu dapat menjadi masalah baru ke depannya.

“Warga sudah bagus mau kerja bakti, tapi jangan dipersulit membuang sampah ke mana,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan warga kerja bakti bersih-bersih sampah pun patut diapresiasi. Karena itu, jangan karena TPS tidak menerima sampah selain berasal dari rumah tangga, lantas membuat warga jadi enggan melakukan kegiatan kerja bakti.

“Akhirnya saya sampaikan jangan sampai masalah ini besar. Jangan sampai ketika masyarakat sudah dikasih surat edaran untuk kerja bakti, mereka jadi kapok, karena sulit buang sampahnya,” katanya.

Sebagai solusinya, Andrie memerintahkan agar DLH tidak boleh melarang membuang sampah di TPS. Serta, mengimbau kepada warga agar sampah hasil kerja bakti ditempatkan di karung terpisah, agar memudahkan petugas memilah.

Ia menjelaskan, kawasan pesisir Kesenden itu sempat dibersihkan secara gotong royong oleh pegiat kebersihan Pandawara, pemerintah daerah dan masyarakat Kota Cirebon.

Kemudian, awal pemerintahan Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi pun sudah membersihkan kembali sampah liar yang berserakan, dan bahkan sudah dipagari untuk tidak membuang sampah di kawasan tersebut.

“Silahkan buang sampah pada tempatnya. Pemkot sudah memfasilitasi TPS. Untuk warga Sukapura silahkan buangnya di TPS sebarang kantor PDAM, Warga Kebonbaru-Kejaksan buangnya di TPS Pamitran atau di Kalibaru/Sukalila. Untuk warga Kesenden bisa di TPS Krucuk,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Kesenden Ruliyanto SSTP menjelaskan, ke depan dari Kelurahan Kesenden terus berkoordinasi dengan RT/RW untuk berkomitmen dari aktivitas buang sampah sembarangan. 

Warga Kesenden tidak menginginkan jika wilayahnya dikotori. Karena itu, jika ditemukan kejadian warga membuang sampah di kawasan pesisir akan ditindak tegas.

“Kami akan menindak tegas, baik warga kami sendiri maupun dari luar Kesenden jika buang sampah sembarangan. Segera lapor, jika ditemukan,” ujarnya. (din)

Pemkab Cirebon Luncurkan Sembilan Sekolah Unggulan Sebagai Startegi Peningkatan mutu Pendidikan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon akan meluncurkan sembilan sekolah unggulan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.

Program ini dijadwalkan resmi dimulai pada 6 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyampaikan sekolah unggulan ini akan menjadi percontohan dalam pengembangan kualitas pembelajaran di daerah.

Dukungan akan difokuskan pada peningkatan sarana, pelatihan guru, serta pencapaian prestasi akademik dan non-akademik.

“Sekolah unggulan ini merupakan langkah konkret mewujudkan tema Hardiknas 2025, yakni Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu bagi Semua,” ujar Ronianto.

“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan kompetitif,” ucapnya usai upacara peringatan Hardiknas di GOR Ranggajati Sumber, Jumat (2/5/2025).

Di samping peluncuran sekolah unggulan, Dinas Pendidikan juga menargetkan capaian zero dropout atau nol putus sekolah untuk jenjang SD dan SMP.

“Tahun lalu hanya lima siswa SD dari 36 ribu yang tidak melanjutkan ke SMP. Tahun ini kami upayakan tidak ada lagi yang putus sekolah,” tegas Ronianto.

Untuk mendukung iklim belajar yang lebih baik, penggunaan telepon genggam oleh siswa di sekolah kini dilarang.

Selain itu, sebanyak 1.750 siswa penghafal juz 30 hasil kerja sama dengan PCNU Kabupaten Cirebon akan diwisuda dalam waktu dekat.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.

Ia juga mendukung pendekatan pembinaan karakter siswa bermasalah melalui pola barak militer, namun menegaskan bahwa program tersebut masih menunggu regulasi dari TNI.

“Didiklah anak-anak dengan sebaik-baiknya. Masa depan Kabupaten Cirebon dan bangsa ini ada di tangan para guru. Kalau anak-anak pintar dan berkarakter, bangsa ini akan maju,” ujar Imron. (din)