Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Mei 2025

Jenderal Dudung Jalankan Misi Negara Sebagai Amirulhajj 2025

JAKARTA - Amirulhajj Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 telah resmi bertolak ke Arab Saudi pada 29 Mei 2025 lalu.

Keberangkatan tersebut menandai dimulainya misi kenegaraan penting dalam mengawal pelaksanaan ibadah haji, khususnya dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Amirulhaj membawa amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji. Ini adalah tugas kenegaraan yang sangat penting.

Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Amirulhajj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi.

Hingga hari ke-29 operasional haji kemarin,  tercatat 189.734 jemaah haji reguler telah tiba di Tanah Suci dalam 482 kloter. Dari jumlah tersebut, 55% merupakan jemaah perempuan (105.085 orang), dan 45% laki-laki (84.649 orang). Selain itu, sebanyak 15.033 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Fase kedatangan jemaah gelombang pertama ke Madinah telah berakhir pada 25 Mei 2025. Seluruh jemaah kini telah berada di Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tahun ini, Amirulhaj didampingi oleh 12 anggota, terdiri dari enam unsur pemerintah salah satunya adalah Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan enam unsur organisasi masyarakat Islam.

Berikut Struktur Amirulhajj 1446 H/2025 M:

a. Amirulhaj: Nasaruddin Umar

b. Naib Amirulhaj:

1) Mochamad Irfan Yusuf dan

2) Romo R. Muhammad Syafi’i

c. Sekretaris: Dahnil Anzar Simanjuntak

d. Anggota:

1) Muhadjir Effendy;

2) Dudy Purwagandhi,

3) Taruna Ikrar;

4) Amirsyah Sanusi Tambunan;

5) Dudung Abdurachman;

6) Syamsul Anwar;

7) Arif Satria;

8) Akhmad Said Asrori;

9) Arifatul Choiri Fauzi

d. Sekretariat:

1) Arskal Salim dan

2) Jojon Novandri

Rabu, 28 Mei 2025

DPRD Komitmen Wujudkan Pembangunan Kota Cirebon Berbasis Pariwisata

 

CIREBON – DPRD Kota Cirebon terus melakukan upaya pembangunan kepariwisataan daerah. Optimalisasi pembangunan daerah berbasis kepariwisataan tersebut dibahas melalui kegiatan One Day With Citizen (ODWC) dengan pegiat industri pariwisata di Griya Sawala, Rabu (28/5/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH menyampaikan, melalui forum ini DPRD membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pariwisata.

Fitrah juga menjelaskan, forum ODWC juga sebagai tindak lanjut keseriusan DPRD dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda) Kota Cirebon.

“Forum ODWC ini penting dalam rangka perancangan Riparda, maka kami minta kepada seluruh pihak untuk sama-sama mengusung identitas budaya Kota Cirebon dengan pariwisata,” katanya.

Menurut Fitrah, langkah ini perlu kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar kualitas pariwisata Kota Cirebon mampu menciptakan rasa nyaman dan puas bagi wisatawan yang berkunjung.

Pemanfaatan berbagai medium juga perlu didorong agar distribusi informasi maupun promosi wisata daerah mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Momentum ini juga penting dalam menjaga pariwisata Kota Cirebon. Maka, kita juga perlu mendorong promosi wisata dalam berbagai medium,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi III DPRD Yusuf MPd. Ia berharap forum ODWC menjadi salah satu momentum identifikasi potensi pariwisata di Kota Cirebon.

Di sisi lain, Yusuf juga berharap konsep pembangunan Kota Cirebon berbasis pariwisata dapat menjadi ide kolektif seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga tingkat RW/RT.

“Pembangunan pariwisata harus jadi ide kolektif dan ide pembangunan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Drs Agus Sukmanjaya SSos MSi menyebut ada dua strategi penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pertama, mulai dari penataan gerbang masuk ke Kota Cirebon yang perlu disesuaikan dengan identitas budaya Kota Cirebon. Kedua, penataan kawasan wisata seperti Keraton dan kawasan Kota Lama di BAT.

“Dalam upaya penataan kawasan pariwisata, bisa dibuat penanda visual di sejumlah titik seperti di gerbang masuk, kawasan Keraton, BAT, penataan pedestrian, dan ornamen publik. Itu salah satunya untuk menarik orang-orang datang,” katanya. (Ara)

Kota Cirebon Mantapkan Langkah Strategis Menuju Kota Pariwisata Berdaya Saing

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata melalui forum dialog terbuka bertajuk One Day with Citizen yang digelar di Gedung DPRD Kota Cirebon pada Rabu (28/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para legislatif, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para pelaku industri kreatif.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan antara kebijakan, aspirasi warga, dan arah pembangunan kota. 

"One Day with Citizen adalah ruang perjumpaan antara kebijakan, aspirasi warga, dan masa depan kota kita. Saya mengapresiasi DPRD Kota Cirebon yang telah menginisiasi dialog publik semacam ini,” ujarnya.

Sekda menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sebagai wajah yang ditampilkan kota kepada dunia luar. 

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang cerita dan pengalaman. Ini adalah cara kita merayakan jati diri Kota Cirebon yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner,” tambahnya.

Namun demikian, tantangan besar juga hadir, yaitu bagaimana menjadikan kekayaan tersebut relevan dan mampu memberikan dampak nyata. “Kita perlu menjadikan pariwisata sebagai ekosistem. Ini menyangkut pelaku usaha, masyarakat lokal, pekerja kreatif, infrastruktur, dan layanan publik. Semuanya harus terintegrasi,” jelas Sekda.

Sekda mengajak seluruh pihak untuk menjadikan forum ini sebagai langkah awal menuju perubahan konkret. Ia percaya arah pembangunan kepariwisataan yang sedang dibentuk tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi pijakan jangka panjang. 

“Kota Cirebon tidak hanya harus menjadi persinggahan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membekas. Mari kita buka ruang partisipasi dan kerja sama yang lebih luas,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, Pemkot Cirebon berharap sektor pariwisata dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Muara dari setiap pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Jika pariwisata dikelola dengan baik, geliat ekonomi akan tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tutup Sekda.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan sektor pariwisata. “Kami sangat senang menjalin komunikasi dengan para pelaku industri pariwisata. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat adalah kunci agar pariwisata kita semakin maju,” kata Fitrah.

Fitrah juga menambahkan pentingnya peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, serta pengembangan produk wisata yang inovatif. “Kami berharap ada lebih banyak gagasan segar dari generasi muda. Cirebon punya potensi besar, tinggal bagaimana kita meramunya menjadi daya tarik yang berkelanjutan,” ungkapnya.\

Forum ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan berlanjut menjadi program-program nyata yang berakar pada karakter lokal, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan pariwisata Kota Cirebon. (din)


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati


Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon

Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

UIN Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Unggul, Lompatan Besar Menuju Kampus Global Berkelas Dunia

 

CIREBON - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Unggul dalam proses akreditasi, tak lama setelah resmi bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN.

Proses Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL APT) UIN Siber Cirebon ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlangsung pada 4-6 Mei 2025 di Gedung Siber SBSN kampus setempat.

Capaian ini menjadikan UIN Siber Cirebon sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mampu menunjukkan peningkatan mutu secara signifikan dalam waktu singkat.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan ini.

“Alhamdulillah, akreditasi UIN Siber Cirebon telah selesai dan meraih predikat Unggul. Raihan ini sesuai dengan visi UIN Siber Cirebon,” kata Prof Aan saat ditemui di sela-sela kesibukannya di gedung Pascasarjana UIN Siber Cirebon, Rabu, 28 Mei 2025.

Di mana, Prof Aan mengungkapkan, raihan akreditasi unggul ini menjadi prioritas yang mencakup peningkatan mutu dan layanan di semua lini, mulai dari program studi, fakultas, lembaga, pusat, hingga unit-unit lainnya.

Menurut Prof Aan, predikat ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, melainkan menjadi motivasi dan dukungan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan keunggulan ini agar berdampak langsung terhadap akreditasi program studi di masa mendatang.

“Tinggal keunggulan ini kita memantaskan diri bagaimana semua aspek itu bisa meningkat, terutama untuk akreditas program studi,” tandasnya.

Sebelumnya, Prof Aan juga mengungkapkan, predikat unggul ini adalah bentuk pengakuan terhadap kerja keras kolektif sivitas akademika UIN Siber Cirebon dalam membangun sistem pendidikan tinggi berbasis digital yang bermutu dan adaptif terhadap zaman.

“UIN Siber Cirebon kini telah meneguhkan diri sebagai ikon pendidikan Islam digital di Indonesia. Predikat Unggul ini adalah milik kita semua, untuk Indonesia yang lebih cerdas dan beradab,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan, raihan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan Islam digital yang mendunia.

“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif dan kolaboratif yang luar biasa. Kita buktikan bahwa dengan semangat bersama dan komitmen pada mutu, UIN Siber Cirebon bisa menjadi institusi unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.

Setelah meraih predikat unggul, ungkap Prof Aan, saat pihaknya tengah mengejar agar UIN Siber Cirebon menjadi universitas berkelas dunia.

“Setelah akreditasi ini, capaian yang akan kita kejar adalah berkelas dunia, itu satu visi yang akan kita rancang, itu sedang didesain bagaimana mutu kerjasama internasional, realiasinya yang mendukung program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu bentuk konkretnya adalah melakukan kolaborasi dengan kampus-kampus internasional yang masuk dalam World University Ranking. Langkah ini dimulai dari level nasional, dan secara bertahap akan ditingkatkan ke tingkat regional dan global.

Bahkan ke depan, imbuh Prof Aan, UIN Siber Cirebon juga akan mengikuti berbagai standar internasional seperti UI GreenMetric yang berfokus pada keberlanjutan, konsep kampus hijau, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, akan diadopsi pula UB Halal Matrix yang berkaitan dengan kinerja halal dan diharapkan dapat mendukung program strategis pemerintah di bidang industri halal.

“Pada akhirnya, kita menargetkan masuk dalam sistem peringkat universitas, baik di tingkat ASEAN, Asia, maupun tingkat dunia,” katanya.

Dipaparkan Prof Aan, indikator yang digunakan meliputi kualitas dan jumlah penelitian, publikasi ilmiah beserta sitasinya, jumlah mahasiswa internasional, kolaborasi global, serta kerja sama strategis yang berdampak langsung pada peningkatan mutu dan kompetensi.

“Dalam grand desain internasionalisasi ini, target jangka panjang kita adalah mencapai peringkat dunia pada tahun 2039, dengan capaian tingkat ASEAN ditargetkan tercapai pada tahun 2030,” pungkasnya.

Transformasi institusional yang diikuti capaian akreditasi unggul ini menjadi tonggak penting dalam sejarah UIN Siber Cirebon, yang kini kian mantap menapaki jalur sebagai perguruan tinggi Islam berbasis teknologi informasi yang unggul dan kompetitif. (ADV/din)

Rakerpim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025, Menuju Kampus Islam Digital Berkelas Dunia

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun 2025 selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2025.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Amin Suyitno MAg dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia,  Prof Dr Phil Sahiron MA. Keduanya hadir langsung sebagai tamu kehormatan sekaligus keynote speaker.

Dalam kesempatan ini, Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pada pendidikan tinggi Islam yang berkelas dunia.

Untuk itu, Prof Aan menyambut baik dukungan dari Kementerian Agama, dan menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjawab tantangan global.

“Ini menjadi penyemangat sekaligus tantangan. UIN Siber tidak hanya ingin unggul di dalam negeri, tapi juga diperhitungkan di tingkat internasional sebagai kampus Islam digital berkelas dunia,” ujar Prof Aan.

Melalui Rakerpim 2025 ini, Prof Aan juga mengungkapkan, pascatransformasi status kelembagaan tersebut, UIN Siber Cirebon yang genap berusia satu tahun ini telah berhasil meraih predikat akreditasi Unggul dari BAN-PT melalui Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang berlangsung pada 4-6 Mei 2025 di Gedung Siber SBSN kampus setempat.

Menurut Prof Aan, raihan predikat akreditasi Unggul pada UIN Siber Cirebon ini merupakan sebuah capaian yang disebutnya sebagai validasi atas arah pengembangan kampus ke depan.

“Dari Rakerpim ini, kita siapkan roadmap bukan hanya untuk survive, tapi untuk lead,” tegas Prof Aan.


Sementara, Dirjen Pendis, Prof Suyitno dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya penguatan arah kebijakan kampus menuju Digital Multimedia University (DMU) yang moderat, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Rakerpim ini bukan hanya forum internal, tapi harus menghasilkan recommendation for action. DMU bukan hanya konsep digital, tapi juga ekonomi kampus. Maka, unit bisnis harus dirancang melalui uji kelayakan agar hasilnya tak hanya sesuai target, tapi melampaui ekspektasi,” tegasnya.

Ia mencontohkan, unit usaha seperti air kemasan, kuliner, atau produk harian yang dapat dipasarkan dengan label UIN Siber Cirebon, sebagai bentuk penguatan branding dan pemberdayaan ekonomi kampus berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Lebih jauh, Prof Suyitno juga mendorong adanya kolaborasi multipihak, termasuk dengan pelaku usaha, pemangku kepentingan daerah, dan sektor swasta untuk membangun sistem pendukung BLU yang solid dan berkelanjutan.

“Kampus harus jadi tempat yang menyenangkan, meaningful, dan impactful. Dampaknya bukan hanya bagi sivitas akademika, tetapi meluas ke masyarakat. Ini kampus untuk peradaban, bukan menara gading,” tegasnya.

Sementara, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Sahiron dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi UIN Siber sebagai PTKIN Digital yang selaras dengan arah kebijakan transformasi pendidikan nasional berbasis teknologi.

Kemudian, ia juga mengapresiasi transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Siber Cirebon yang menjadi satu-satunya kampus Islam negeri dengan predikat siber.

Bahkan, kata dia, akreditasi UIN Siber Cirebon yang meraih predikat unggul dari BAN-PT yang menjadi bukti nyata keunggulan sistemik dan budaya mutu di kampus setempat.

“Predikat unggul itu tidak cukup berhenti di atas kertas. Ia harus mewujud dalam tugas sehari-hari, dalam rekognisi dosen, kualitas tenaga kependidikan, serta layanan publik yang inovatif dan memuaskan,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Prof Sahiron pun menegaskan dukungan langsung dari Kementerian Agama untuk internasionalisasi dosen di UIN Siber Cirebon.

“Kami siap memfasilitasi 15 dosen yang telah bergelar doktor dan fasih berbahasa asing untuk mengajar di luar negeri, baik ke Jerman, Arab Saudi, maupun negara berbahasa asing lainnya,” ujar Prof Sahiron.

Program ini dirancang sebagai bentuk rekognisi substantif, bukan hanya administratif, yang akan memperluas jejaring akademik UIN Siber Cirebon sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah global.

Rapat Kerja Pimpinan ini merupakan langkah konsolidasi penting bagi seluruh unsur pimpinan UIN Siber Cirebon untuk menyusun langkah taktis dan kebijakan kelembagaan berbasis lima komisi strategis, dari akademik, riset, teknologi, SDM, hingga kemitraan dan BLU.

Berikut lima komisi dalam Rakerpim UIN Siber Cirebon:

Komisi I:

Fokus pada Kurikulum Inovatif, Moderasi Digital, dan Pembelajaran Masa Depan, komisi ini bertugas merancang pendekatan baru dalam pendidikan yang relevan dengan dinamika digital dan kebutuhan masa depan.

Komisi II:

Mengusung tema Pengembangan Teknologi, Infrastruktur, dan Tata Kelola BLU Digital Multimedia University (DMU), komisi ini bertanggung jawab dalam memperkuat fondasi teknologis dan tata kelola berbasis BLU (Badan Layanan Umum).

Komisi III:

Dengan mandat Riset Transformatif, Mitra Strategis, dan Etika Keberlanjutan, komisi ini diharapkan mampu menjembatani pengembangan riset yang berdampak luas, membangun kemitraan strategis, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Komisi IV:

Bertema Penguatan Kompetensi SDM dan Mahasiswa untuk Daya Saing Global, komisi ini fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik dosen maupun mahasiswa, agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Komisi V:

Mengangkat isu Penguatan Kemitraan BLU dan Ekosistem Pendukung, komisi ini bertugas memperkuat sinergi antara institusi dan para pemangku kepentingan dalam mendukung operasional dan pengembangan institusi sebagai BLU.

Melalui Rakerpim 2025 ini, UIN Siber Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor kampus Islam digital di Indonesia.

Semangat inovasi, tata kelola BLU yang kuat, serta keterbukaan terhadap kerja sama menjadi pilar utama dalam menjadikan Digital Multimedia University (DMU) bukan sekadar visi UIN Siber Cirebon, tetapi realitas yang berdampak dalam menuju kampus berkelas dunia. (ADV/din)

Bakso Ting Ting Hadir dengan Nuansa Unik, Rasa Baksonya Bisa Bikin Pelanggan Ketagihan

CIREBON, FC – Dunia kuliner Cirebon kembali diramaikan dengan kehadiran Bakso Ting Tung, sebuah warung bakso yang tampil beda dari kebanyakan. Tidak hanya menyajikan bakso dengan cita rasa khas, Bakso Ting Tung juga menawarkan pengalaman makan yang unik lewat suasana tempatnya yang didominasi warna merah menyala dan ornamen bergaya china.

Menariknya, di bagian depan warung ini terpampang sebuah slogan yang sukses mencuri perhatian pengunjung:

“Tuntutlah Ilmu Meskipun Sampai ke Negeri China, Tapi Jika Ingin Makan Bakso, Di Sini Aja.” Slogan ini menjadi daya tarik tersendiri, menggabungkan unsur humor dan kearifan lokal dengan sentuhan budaya china.

Pemilik Bakso Ting Ting, Ciptadi, mengungkapkan bahwa usaha ini sudah dirintisnya sejak tahun 2008 hingga 2010, sempat vakum, kemudian dibuka kembali tahun 2018, dan kini kembali hadir pada tahun 2025.

“Tidak ada yang berubah dari cita rasa dan konsep dasarnya. Semua ini kita ciptakan hanya untuk memberikan suasana baru bagi para konsumen atau pelanggan,” ujar Ciptadi, yang juga dikenal sebagai pengusaha tembakau rokok.

Sementara itu, di Shelter kuliner, suasana tempat bakso Ting Ting terasa ada kekhasan suasana tersendiri, selain pembeli diiringi alunan musik bergaya Mandarin China,  membuat pengalaman tersendiri saat menikmati sajian Bakso Ting Tung bersama teman atau keluarga.

Bakso Ting Ting berlokasi strategis di shelter kuliner belakang Pegadaian, tepatnya di depan Kampus UIN Siber Cirebon. Sejak dibukanya kembali tahun ini, warung ini sudah dipadati pelanggan setia maupun pengunjung baru yang penasaran dengan keunikannya dan ke khasan rasanya.

Dengan konsep yang tidak biasa dan rasa bakso yang menggugah selera, Bakso Ting Ting siap menjadi destinasi kuliner favorit baru di Cirebon.

Ciptadi mengaku bahwa bahan-bahan yang digunakan asli rempah-rempah tanpa bahan pengawet dan bahan pengembang, seluruhnya dari bahan tumbuh-tumbuhan, seperti bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Saat media berada di tempat usaha Bakso Ting Ting, tampak sejumlah deretan tulisan tertera dengan kata kata yang unik dan menarik, seperti Rp 10.000 perporsi bisa prasmanan, tulisan lainnya bukan bakso biasa.

"Usaha ini bukan sekedar usaha, tetapi kami juga membuka bagi siapapun yang ingin belajar usaha, maka bisa datang langsung ke tempat Bakso Ting Tung fan kami akan berikan apa yang diminta atau yang mau belajar, untuk membuka usaha di tempat lain," terang Ciptadi, agar orang lain juga bisa buka usaha rumahan.

Ciptadi juga menjelaskan, bahwa harga Bakso Ting Ting  bsia bersaing dengan harga di luaran, mulai di harga Rp 10.000/porsi sampai Rp 20.000/porsi. Jadi silahkan datang dan nikmati Bakso Ting Ting, pasti pulang ketagihan dan ingin datang lagi," katanya. (din)

Bupati-Wabup Cirebon Hadiri Paripurna Penyampaian Hantaran Raperda RPJMD

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, dan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri rapat paripurna dengan agenda penutupan masa sidang kedua, pembukaam masa sidang kedua, dan penyampaian hantaran bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RPJMD 2025-2029, di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (28/5/2025).

Bupati Cirebon, Imron, mengatakan usai hantaran Raperda tentang RPJMD disampaikan ke legislatif, proses selanjutnya adalah pembahasan yang akan dilakukan DPRD Kabupaten Cirebon. Ia berharap proses pembahasan berjalan lancar.

“Mudah-mudahan hantaran ini bisa dibahas DPRD lancar dan untuk program ke depan, karena kita ingin eksekutif dan legislatif juga bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon. Nanti dibahas oleh fraksi-fraksi dan komisi,” kata Imron usai paripurna.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman membacakan hantaran saat paripurna. Jigus–sapaan akrab Wabup Cirebon, menyampaikan soal visi dan misi mewujudkan masyarakat Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, modern, agamis, dan aman atau ‘Beriman’.

Lebih lanjut, Jigus menyampaikan, misi pertama adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan profesional.

Kemudian, kedua, menciptakan ekosistem yang inovatif di pemerintahan dan di masyarakat. 

“Ketiga, menciptakan masyarakat maju dan modern yang tidak meninggalkan jati diri, adat dan budaya. Keempat, menguatkan toleransi antarumat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya. Dan, kelima, menciptakan lingkungan yang tertib, aman dan damai,” jelasnya.

Rapat paripurna dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon. Rapat berlangsung lancar sampai dengan selesai. (dim)